cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN
ISSN : 18299903     EISSN : 25416944     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL PENELITIAN is a peer-reviewed journal published by LP2M IAIN Pekalongan with print-ISSN: 1829-9903 and online-ISSN: 2541-6944 Jurnal Penelitian is a religious studies journal containing research results from various aspects of discipline, religion, social, education, law, economy, politics, environment, language, art and culture.
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
PENGGUNAAN HADIS DALAM TAFSIR AL-QUR’AN MENURUT MINARDI MURSYID Mohammad Hasan Bisryi
Jurnal Penelitian Vol 6 No 1: Mei 2009
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v6i1.216

Abstract

Penelitian ini mengkaji metode penafsiran al-Qur’an yang digunakan oleh Minardi dan pandangannya terhadap penggunaan hadis dalam penafsiran al-Qur’an, serta kaitannya dengan kaum Qur’aniyyun. Secara metodologis model penafsiran al-Qur’an Minardi  mendekati model tafsir maudlu’i tetapi mempunyai perbedaan dengan tafsir maudlu’i pada umumnya. Ada tiga prinsip yang dipegang yaitu kesempurnaan Al-Qur’an, pendekatan kebahasaan (Arab), dan takwil. Kronologi turunnya ayat (sabab nuzul), hadis nabi serta riwayat para sahabat, naskh dan takhsis tidak digunakan. Al-Qur’an hanya ditafsirkan dengan ayat al-Qur’an lainnya, selebihnya ia menggunakan akal dan ilmu pengetahuan kontemporer. Hadis hanya diakui jika sejalan dengan al-Qur’an, sehingga ia tidak merujuk langsung kepada hadis. Metode penafsirannya tersebut dapat dikatakan ia menolak penggunaan hadis sebagai hukum. Hal ini memiliki kesamaan dengan pemikiran kaum Qur’aniyyin (Ingkar sunnah), meskipun ia tidak mengutip pendapat-pendapat mereka.
PROFIL KANCAH ORGANISASI PTAI, Norma Institusional yang Mempengaruhi Implementasi Manajemen Strategis Mutammam *
Jurnal Penelitian Vol 6 No 1: Mei 2009
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v6i1.217

Abstract

Penelitian ini menjelaskan kenyataan tumpulnya implementasi manajemen strategis di PTAI. Hasil penelitian menemukan bahwa jebakan institusionalisme seringkali menjadi penyebab utama tumpulnya implementasi manajemen strategis. Jebakan institusionalisme adalah jejaring organisasi-organisasi yang melingkupi sebuah PTAI, yang melahirkan norma-norma pergaulan antar organisasi, yang--meskipun bersifat eksternal terhadap PTAI, namun-- berpengaruh kuat terhadap proses-proses internal PTAI. Temuan berikutnya dari penelitian ini adalah, kesediaan PTAI tunduk kepada norma-norma tersebut dilakukan demi memperoleh legitimasi dari lingkungan eksternalnya, sehingga sebagai akibatnya PTAI tersebut memperoleh support berupa resources (sumber-sumber daya) yang dibutuhkan.
PENGEMBANGAN KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK Siti Mumun Muniroh
Jurnal Penelitian Vol 6 No 1: Mei 2009
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v6i1.218

Abstract

Kecerdasan interpersonal sangat urgen bagi masa depan anak. Bagaimana dengan tingkat kecerdasan interpersonal anak dan pola pengembangan keterampilan sosialnya pada Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD-IT) Ulul Albab Kota Pekalongan? Melalui pendekatan double approach (kuantitatif-kualitatif), hasil penelitian mengungkap bahwa tingkat kecerdasan interpersonal siswa SDIT sebagian besar atau 89 % masuk kategori sedang, selain itu 4 % kategori tinggi, serta 7 % kategori rendah. Sedangkan pola keterampilan sosial yang dilakukan pada siswa-siswi SDIT di antaranya dilakukan melalui membangun kurikulum caracter building, membangun keberanian berkomunikasi melalui bercerita, membangun kedekatan personal dan bermain, penanaman nilai-nilai moralitas Islam, belajar menyelesaikan konflik, membiasakan berbagi, dan menumbuhkan sikap kerjasama.
MORAL SEBAGAI EFEK MODERASI PADA SIKAP MENTAL DAN KOMITMEN KERJA GURU Susminingsih *
Jurnal Penelitian Vol 6 No 1: Mei 2009
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v6i1.219

Abstract

Guru wiyata bhakti sebagai human resource mempunyai kompetensi nalar sosial dan nalar spiritual yang menjadi modal utama bagi performa mereka sebagai pendidik. Sikap mental didukung dengan pemahaman moral yang baik ternyata melahirkan komitmen kerja para guru yang luar biasa. Potensi ini sangat penting untuk membangun mutual relationship dari para stakeholder pendidikan, agar terwujud kualitas pendidikan yang kompetitif. Kematangan kedua nalar tersebut dalam pembentukan kepribadian yang matang pada akhirnya akan memunculkan sikap profesional dan tanggung jawab profesional. Hal ini terjadi karena secara otomatis akan memunculkan sikap moral atau integritas moral yang tinggi pula.
PSIKOLOGI AGAMA DALAM PERSPEKTIF EPISTEMOLOGI BAYANI, BURHANI DAN IRFANI Maghfur Ahmad
Jurnal Penelitian Vol 6 No 1: Mei 2009
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v6i1.220

Abstract

Fokus kajian ini mengeksplorasi landasan epistemologis psikologi agama sebagai disiplin ilmu. Apakah psikologi agama memenuhi kualifikasi ontologis, epistemologi dan aksiologis. Bagaimana disiplin psikologi agama jika dikaji melalui epistemologi bayani, burhani dan irfani yang berkembang dalam khazanah keislaman. Hasil riset pustaka ini menunjukkan bahwa psikologi agama yang mempelajari manusia dengan penyingkap rentang kehidupan manusia dari pranatal (sebelum lahir) hingga pascakematian, baik fisik maupun metafisik (nonfisik) tidak cukup jika sumber pengetahuan yang digunakan hanya dari indra yang beroperasi pada wilayah empiris. Psikologi agama membutuhkan intuisi sebagai landasan dan sumber ilmu, selain indra dan akal. Ketiga sumber ilmu tersebut sangat dibutuhkan karena, mempelajari manusia dalam perspektif agama, tidak bisa dilepaskan dari elemen-elemen dan subtansi manusia, termasuk siapa pencipta manusia. Disiplin ini membutuhkan integrasi sumber, pengalaman dan metode yang mengabungkan dengan kekuatan indra, akal dan intuisi, sebab itu, ia mengenal metode ilmiah dalam tiga bentuk, metode observasi (tajribi), metode logis atau demonstratif (burhani); dan metode intuitif (irfani), yang masing-masing bersumber pada indra, akal, dan hati.
PERNIKAHAN DINI DI KALANGAN MASYARAKAT BATANG Ali Trigiyatno
Jurnal Penelitian Vol 6 No 1: Mei 2009
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v6i1.221

Abstract

Di wilayah hukum PA Batang Jawa Tengah, permohonan dispensasi kawin selama tahun 2005-2008 termasuk rendah, hanya ada 24 kasus atau sekitar 0,486 % dari total kasus yang diterima. Rata-rata alasan yang diajukan pihak pemohon adanya kekhawatiran terjadinya perzinaan, sudah saling menyintai, sudah bekerja, disetujui kedua orang tua kedua pihak, siap bertanggung jawab. Demikian pula alasan yang dikemukakan oleh majlis hakim dalam mengabulkan permohonan, karena sudah sesuai prosedur, tidak melanggar ketentuan perundang-undangan, menghindari mafsadat yang lebih besar.
KUALITAS UJI KOMPETENSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI KOTA PEKALONGAN Moh. Muslih
Jurnal Penelitian Vol 6 No 2: Nopember 2009
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v6i2.222

Abstract

Kualitas uji kompetensi PAI di Sekolah Menengah Pertama Negeri Kota Pekalongan untuk materi Akhlak dalam konteks sosial sebagaimana dalam Buku Lembar Kerja Siswa (BLKS) masih perlu ditelaah lebih dalam apakah sudah  menyangkut aspek kognitif, afektif dan psikomotor atau belum?  Persoalan itu penting  guna menelaah lebih jauh terhadap kompetensi PAI di sekolah-sekolah. Faktanya menunjukkan bahwa cakupan materi akhlak  masih lebih menekankan pada upaya pembentukan kesalehan individu siswa bukan kesolehan sosial.  Materi PAI lebih menekankan pada kajian ilmu yang berkaitan dengan ilmu-ilmu agama Islam. Akibtanya, kompetensi PAI tidak memadai untuk mengembangkan kapasitas intelektualitas siswa  di samping itu,  kompetensi PAI tidak menyentuh tentang afektif dan psikomotor.
KONSEP AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR PERSPEKTIF HADITS Hasan Su’aidi
Jurnal Penelitian Vol 6 No 2: Nopember 2009
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v6i2.223

Abstract

Amar ma’ruf nahi munkar merupakan ajaran pokok agama Islam. Namun  dalam praktiknya seringkali tidak sesuai lagi dengan apa yang diajarkan oleh agama itu sendiri.Bahkan menimbulkan kesan bahwa agama mengajarkan kekerasan. Hal ini beralasan ketika akhir-akhir ini kita memperhatikan apa yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu yang mengatasnamakan agama. Oleh karena itu, kajian ulang terhadap hadits yang menjelaskan tentang amar ma’ruf nahi munkar sangat mendesak untuk dilakukan demi mengembalikan pemaknaan yang benar terhadap praktik amar ma’ruf nahi munkar.
CORAK PENGALAMAN KEAGAMAAN MAHASISWA STAIN PEKALONGAN Ahmad Takrifin; Maskhur Maskhur; Moh. Slamet Untung; Moh. Fateh
Jurnal Penelitian Vol 6 No 2: Nopember 2009
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v6i2.224

Abstract

Riset ini mengkaji pengalaman keagamaan mahasiswa STAIN Pekalongan dan pengaruhnya terhadap perubahan (konversi) keagamaan mereka dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil kajian menunjukkan bahwa corak pengalaman keagamaan mahasiswa STAIN Pekalongan sangat mempengaruhi konversi keagamaan mereka. Corak kesadaran beragama mereka sebagai dampak konversi keagamaan mereka pun ada yang berpengaruh positif dan ada juga yang negatif,  baik bersifat drastis maupun bertahap. Temuan lain, konversi keagamaan tidak selalu terjadi pada masa usia dewasa pertengahan (40-60 tahun) yang dianggap  sebagai masa kematangan beragama, tetapi bisa terjadi pada masa remaja akhir dan dewasa awal (18-39 tahun). Faktor yang mempengaruhinya pun bermacam-macam, ada internal: kepribadian dan pembawaan maupun eksternal: keluarga, pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tradisi keagamaan, dan lain-lain.
PERGESERAN POLA RELASI GENDER DAN ESKALASI CERAI GUGAT DALAM KELUARGA PEREMPUAN PEKERJA MIGRAN Triana Sofiani
Jurnal Penelitian Vol 6 No 2: Nopember 2009
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v6i2.225

Abstract

Adanya basis kekuatan ekonomi yang beralih ke tangan istri ditambah dengan pengaruh budaya negara di mana perempuan pekerja migran pernah  bekerja, alih-alih menjadi bergesernya pola relasi gender dalam keluarga perempuan pekerja migran. Pergeseran pola relasi gender ternyata bukan akar dari eskalasi cerai gugat, melainkan ketidakadilan gender (beban ganda, stereotipe, dominasi, subordinasi dan kekerasan) yang sudah lama dirasakan oleh para perempuan pekerja migran dalam kehidupan rumah tangganya itulah yang merupakan akar penyebabnya.