cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN
ISSN : 18299903     EISSN : 25416944     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL PENELITIAN is a peer-reviewed journal published by LP2M IAIN Pekalongan with print-ISSN: 1829-9903 and online-ISSN: 2541-6944 Jurnal Penelitian is a religious studies journal containing research results from various aspects of discipline, religion, social, education, law, economy, politics, environment, language, art and culture.
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
FIQIH SEBAGAI COUNTER DISCOURSE SOSIAL POLITIK Dinamika Fiqih Nahdlatul Ulama (NU) Sam’ani Sya’roni
Jurnal Penelitian Vol 5 No 1: Mei 2008
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v5i1.236

Abstract

Penelitian ini mengkaji tradisi formulasi hukum dan format fiqih perlawanan di kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Pergeseran paradigma berfiqih dalam NU telah melahirkan arus yang kuat untuk mengfungsikan fiqih sebagai media kritik bahkan perlawanan sosial, politik-kekuasaan. Fiqih corak perlawanan memiliki landasan hukum yang kuat. Basis kekuatan gagasan fiqih perlawanan tetap mengacu pada maqashid syari’ah. Fiqih ini mengacu pada nilai-nilai kemaslahatan, keadilan, persamaan, hak asasi manusia dan sebagainya. Dalam tradisi hukum Islam, nilai-nilai publik adalah nilai-nilai yang intrinsik yang digunakan oleh banyak ulama dalam memutuskan sebuah persoalan hukum yang dihadapi masyarakat, termasuk persoalan politik dan kekuasaan. Dengan menempatkan nilai universal dalam konteks fiqih seperti ini, maka Islam sebagai agama rahmatan lil alamin akan dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata.
KARAKTERISTIK KEJAHATAN PEMBUNUHAN DALAM KONSTALASI RELASI GENDER Shinta Dewi Rismawati
Jurnal Penelitian Vol 5 No 1: Mei 2008
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v5i1.237

Abstract

Kejahatan pembunuhan tidak mengenal jenis kelamin, artinya pelaku dapat berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan, akan tetapi ketidakadilan gender dapat memicu kejahatan berbasis gender. Kejahatan pembunuhan yang dilakukan oleh narapidana perempuan memiliki karakteristik tertentu, karena di dalam relasi gender yang tidak adil tersebut memunculkan marginalisasi, sub-ordinat, steorotipe, kekerasaan dan beban ganda terhadap perempuan dalam keluarga dan masyarakat, sehingga dapat mendorong dan memaksa perempuan melakukan kejahatan pembunuhan terhadap korban.
KODE DAN ALIH KODE SEBAGAI STRATEGI PENGAJARAN BAHASA INGGRIS Umum B. Karyanto
Jurnal Penelitian Vol 5 No 1: Mei 2008
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v5i1.238

Abstract

This research is aimed to describe the form of code and code switching of certain code, whis is found in teaching and learning activities in class and the dominant factors that influence the form of code and code switching event. This research form is descriptive quatitative, with the case study taking location in MTs N (Model) Pemalang (State Junior High School for Islamic Studies of Model Pemalang). The significance of the research is to enable readers to know language use about a set of rules and characteristic of language variation in teaching and learning activities in classroom, in a multilingual society, especially at MTs N (Model) pemalang. Furthermore, the result of this research can be used as input to develop and contribute to teachers in developping skill of oral communication and teaching learning strategy effectiveness in MTs N (Model) environment
KEUNGGULAN MADRASAH SEBAGAI INSTITUSI PENDIDIKAN Akhmad Zaeni
Jurnal Penelitian Vol 5 No 1: Mei 2008
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v5i1.239

Abstract

Dalam sejarahnya, sebagai institusi pendidikan, pesantren dan madrasah mendapat rintangan besar dari kaum penjajah. Ketidaksukaan pemerintah Kolonial Belanda terhadap pesantren dan madrasah pada hakikatnya terletak pada proses pembelajaran yang mengarah pada pembentukan kepribadian muslim, dimana salah satu gejala kepribadian muslim adalah tertanamnya jiwa patriotisme wathaniyah dan diniyah. Karena itu, pesantren dan madrasah menjadi institusi pendidikan Islam yang berbahaya bagi kelangsungan daerah jajahan. Tak heran pula, institusi pendidikan Islam semacam pesantren dan madrasah selalu mendapat perlakukan diskriminatif dari kaum penjajah bahkan masih terasa hingga kini. Padahal, harus diakui, peranan pesantren dan madrasah  telah nyata-nyata memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia.
JARINGAN ULAMA HADITS INDONESIA Hasan Su’aidi
Jurnal Penelitian Vol 5 No 2: Nopember 2008
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v5i2.240

Abstract

Sebagai salah satu dari sumber hukum Islam kedua setelah al-Qur’an, hadits mendapatkan banyak perhatian dari para cendekiawan muslim, tidak terkecuali para cendekiawan muslim Indonesia. Namun demikian, selama ini tokoh dan pemerhati hadits Indonesia kurang terekspos dibandingkan dengan para pemerhati hadits dari negara-negara lain, khususnya Negara-negara yang termasuk wilayah Timur Tengah. Padahal banyak di antara para ulama atau cendekiawan muslim Indonesia yang mempunyai perhatian khusus dan menggeluti bidang tersebut kemudian dituangkan ke dalam beberapa kitab atau buku yang membahas tentang hadits maupun ilmunya. Bahkan dari ulama-ulama tersebut kemudian terbentuk jaringan ulama khususnya yang membidangi hadits maupun ilmu hadits.
PERSEPSI MAHASISWI TERHADAP JILBAB GAUL Sopiah *; Abdul Khobir; Amat Zuhri; Ely Mufidah
Jurnal Penelitian Vol 5 No 2: Nopember 2008
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v5i2.241

Abstract

Penelitian ini mengkaji persepsi jilbab gaul di kalangan mahasiswi STAIN Pekalongan. Jilbab gaul dimaksudkan sebagai busana muslimah yang gaul, yang cenderung seksi sehingga di satu sisi menutup tubuh pemakainya, di sisi lain menampilkan keseksian. Kajian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan paradigma naturalistik. Sifat penelitian ini deskriptif analisis kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswi STAIN Pekalongan terhadap jilbab gaul sangat positif, syar’i secara kognitif namun secara afektif bervariasi. Faktor yang melatarbelakangi pemakaian jilbab gaul berupa faktor personal dan faktor situasional.
KULTUR EKONOMI PADA KLUSTER INDUSTRI KECIL (Pendekatan Sosiologi terhadap Relasi Ekonomi & Agama Melalui Strategi: Moral, Rasional & Modal Sosial) Susminingsih *
Jurnal Penelitian Vol 5 No 2: Nopember 2008
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v5i2.242

Abstract

Fenomena industri kecil dipandang sebagai salah satu tahap dari sebuah proses besar evolusi masyarakt di Indonesia. Pasca krisis moneter era 1997an, sektor industri justru didominasi usaha kecil dan menengah (small and medium enterprises atau SMEs). Di Kota Pekalongan sendiri, sektor industri skala mikro atau kecil mempunyai eksistensi tersendiri walaupun kehadirannya tidak jarang hanya dilihat sebagai effect multiplier dari industri-industri besar. Dengan struktur kepemilikan dan pola kerja antara pengusaha dan karyawan yang sangat unik dilihat dari sisi moral, rasional sekaligus menjadikannya sebagai modal sosial yang tidak mudah dikesampingkan begitu saja. Konsekuensinya, profil industri dalam kategori dormant cluster ini perlu didukung, dibina dan dikembangkan tanpa menghilangkan identitas mereka sebagai kaum santri.
FORMULASI PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS BAGI PEMELUK AGAMA LOKAL Moh. Rosyid
Jurnal Penelitian Vol 5 No 2: Nopember 2008
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v5i2.243

Abstract

Hak pelayanan pendidikan bagi warga negara yang memiliki kebutuhan khusus dilindungi oleh negara. UU nomor 20 tahun 2003 pasal 5 (2) warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif noninteraktif ini mengkaji formulasi pendidikan layanan khusus bagi pemeluk agama lokal, masyarakat Samin Kudus. Kajian ini menunjukkan bahwa praktik pendidikan belum mengakomodir formulasi pendidikan khusus bagi pemeluk agama lokal. Praktik pendidikan rumahan (homeschooling) pada dasarnya pendidikan mengakomodir kebutuhan masyarakat Samin, akan tetapi, produk hukum tentang homeschooling belum ada. Dengan demikian, pendidikan formal adalah solusi yang harus dipenuhi untuk pelayanan pendidikan bagi pemeluk agama Samin.
FORMALISASI DAN TRANSFORMASI PENDIDIKAN PESANTREN Ahmad Takrifin; Muhlisin Muhlisin; Maskhur Maskhur; Miftahul Ula
Jurnal Penelitian Vol 5 No 2: Nopember 2008
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v5i2.244

Abstract

Kajian ini menyimpulkan bahwa upaya formalisasi pendidikan pesantren yang dilaksanakan pada beberapa pesantren di Kota Pekalongan dengan orientasi "setengah hati", tidak diikuti pendirian lembaga pendidikan formal, justru berdampak negatif terhadap perkembangan pesantren. Sebaliknya, jika diikuti dengan pendirian lembaga pendidikan formal seperti MTs dan MA maka berpengaruh terhadap perkembangan pesantren secara kondusif. Formalisasi pesantren juga berdampak terhadap pergeseran pola kepemimpinan pesantren, dari kepemimpinan individu ke kepemimpinan kolektif yayasan; dari sistem pendidikan tradisional ke sistem pendidikan persekolahan; dari kurikulum kitab kuning oriented ke kurikulum integrative; dan dari metode tradisional salafi yang kyai oriented (weton, sorogan, hapalan, ceramah) ke metode student oriented (diskusi, resitasi, problem solving, kerja kelompok) dan lain-lain. Yang menarik, ketika pesantren-pesantren yang diteliti memformalisasikan pendidikannya, kurikulum pesantren salaf yang berbasis kitab kuning tetap dipertahankan, sedangkan ilmu umum hanya dijadikan pendukung ilmu agama yang ada di kurikulum salaf. Ilmu umum dipandang sebagai kebutuhan/tantangan modernisasi pendidikan.
DIMENSI FEMINIS TUHAN: Paradigma Baru bagi Kesetaraan Gender Tri Astutik Haryati
Jurnal Penelitian Vol 5 No 2: Nopember 2008
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v5i2.245

Abstract

Gender inequality seringkali dianggap devine creation (segalanya bersumber dari Tuhan). Di sinilah teologi Islam sebenarnya mendapat batu ujian. Karena teologi seharusnya merupakan refleksi kritis agama terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat sehingga tidak hanya bicara tentang konsep ketuhanan, tetapi  yang metafisik diterjemahkan kepada persoalan sosial terutama persoalan perempuan. Lebih tepatnya, teologi perempuan adalah teologi yang menggali aspek-aspek feminim Tuhan demi kesetaraan jender. Penelitian ini berusaha melacak akar-akar teologis perempuan serta mengekplorasi sifat-sifat feminim Tuhan agar kesetaraan gender dapat tercipta.  Perendahan terhadap kualitas feminim perempuan bernilai sama dengan pengabaian kualitas feminim Tuhan. Atas dasar hal tersebut, diskriminasi jender sesungguhnya tidak memiliki legitimasi teologis tetapi justru pengingkaran terhadap Tuhan secara utuh. Alasannya, relasi jender secara mengesankan telah direpresentasikan oleh Tuhan sendiri.