cover
Contact Name
Hilda Hilaliyah
Contact Email
hilda.unindra@gmail.com
Phone
+6287878741498
Journal Mail Official
jurnal.deiksis@gmail.com
Editorial Address
Ruang Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Indraprasta PGRI Kampus A Gedung 3 lantai 2, Jl. Nangka No. 58 C (TB. Simatupang), Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530, Jakarta, Indonesia.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Deiksis
Deiksis is a journal that aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish scientific works from national and international lecturers, researchers, students, and practitioners to present their new ideas, concepts, and theories in Indonesian language and literature education focused on Language Learning and Indonesian Literature, Class Action Research (CAR) of the teaching of Language and Indonesian Literature, Indonesian Linguistics and Literature, Linguistic and Literary analysis as well as related topics. All articles are peer-reviewed by at least two peer-reviewers. Deiksis is managed to be issued twice in every volume. The scope of Deiksis is Indonesian Language and Literature Learning Model, Assessment and Evaluation of Teaching Indonesian Language and Literature, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, cognitive linguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics and other scientific fields related to language studies.
Articles 411 Documents
RECOGNIZING THE STUDENTS’ INTELLIGENCES EARLIER Adip Arifin
Deiksis Vol 8, No 03 (2016): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.476 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v8i03.691

Abstract

Banyak guru telah mendengar tentang Multiple Intelligence dan gaya belajar siswa. Namun, berapa banyak dari mereka yang memahami tentang Multiple Intelligence dan cara membedakannya. Isu tentang Multiple Intelligence sebenarnya sudah dipublikasikan secara luas sejak pertama kali teori ini diperkenalkana pada tahun 1983 oleh Howard Gardner. Perubahan paradigma tentang kecerdasan manusia secara perlahan telah bergeser dari test IQ menuju Multiple Intelligence yang fokus pada kecerdasan manusia yang beragam. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana teori MI bekerja untuk menentukan kecerdasan dalam rangka memfasilitasi siswa dalam belajar dengan tetap memperhatikan keragaman intelegensinya. Mengenali kecerdasan siswa merupakan hal yang penting bagi seorang guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Teori MI terbagi menjadi sembilan jenis kecerdasan, yakni: linguistik, logika-matematika, musikal, kinestetik, spasial, interpersonal, intrapersonal, natural dan eksistensial. Berdasarkan ragam kecerdasan ini, pendekatan yang dapat digunakan harus memperhatikan aspek berikut: konstruksi desain pemebelajaran, unit interdisiplin, proyek/tugas siswa, penilaian, dan pemahaman materi melalui magang. 
WAYANG KREASI: AKULTURASI SENI RUPA DALAM PENCIPTAAN WAYANG KREASI BERBASIS REALITAS KEHIDUPAN MASYARAKAT Dendi Pratama
Deiksis Vol 3, No 04 (2011): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.169 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v3i04.442

Abstract

Wayang sebagai sebuah produk budaya tidak dapat dilepaskan dari keberadaan masyarakat dan lingkungannya. Begitu juga dengan Wayang Kreasi, diciptakan untuk menjawab persoalanpersoalan sosial dalam dinamika kehidupan masyarakat melalui pendekatan desain dan kebudayaan. Penciptaan Wayang Kreasi didasari atas inspirasi kreatif dari wayang-wayang lain yang sebelumnya pernah ada dengan beberapa penyesuaian-penyesuain bentuk untuk mengikuti perkembangan dan pengetahuan yang ada disuatu masyarakat. Dengan pendekatan interpretatif bentuk, fungsi dan makna, secara kritis peneliti mengamati tokoh-tokoh Wayang Kreasi sebagai refleksi pemikiran, sindiran dan kondisi tentang masyarakat dan dinamikanya di sebuah tatanan masyarakat, sehingga penciptaan ini dapat menjadi warna baru dalam dunia pewayangan dan menambah khasanah seni dan budaya di Indonesia saat ini.Kata Kunci : Wayang Kreasi, Kebudayaan, Desain dan Sosial
Pengaruh Penguasaan Kosakata dan Tata Bahasa terhadap Pemahaman Membaca Teks Narasi Bahasa Inggris Vickry Ramdhan
Deiksis Vol 9, No 02 (2017): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.226 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v9i02.1299

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penguasaan kosakata terhadap pemahaman membaca teks narasi bahasa Inggris. Mengetahui pengaruh tata bahasa terhadap pemahaman membaca teks narasi bahasa Inggris. Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh penguasaan kosakata dan tata bahasa secara bersama-sama terhadap Pemhaman membaca teks narasi bahasa Inggris. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, sampel diambil sebanyak 30 siswa dengan teknik acak sederhana. Pengumpulan data menggunakan instrument: tes, analisis data menggunakan statistika deskriptif seperti mencari mean, median, modus, standar deviasi dan statika inpresial yaitu untuk mencari koefisien korelasi dengan uji t. Proses penelitian ini berlangsung hampir 1 bulan dimana peneliti melakukan tes langsung di kedua kelas tersebut. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2016. Hasil menunjukkan; 1) Terdapat pengaruh yang signifikan penguasaan kosakata dan penguasaan tata bahasa secara bersama-sama terhadap pemahaman membaca teks narasi. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai Sig. 0,000 < 0,05 dan Fh = 12,281. Secara bersama-sama penguasaan kosakata dan penguasaan tata bahasa memberikan kontribusi sebesar 34,3 % terhadap variable pemahaman membaca teks narasi. 2) Terdapat pengaruh yang signifikan penguasaan kosakata terhadap pemahaman membaca teks narasi. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai Sig. 0,010 < 0,05 dan th = 3,349. Variabel penguasaan kosakata memberikan kontribusi sebesar 21,89 % dalam meningkatkan  pemahaman membaca teks narasi. 3) Terdapat pengaruh yang signifikan penguasaan tata bahasa terhadap pemahaman membaca teks narasi. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai Sig. 0,027 < 0,05 dan th = 2,287. Variabel penguasaan tata bahasa memberikan kontribusi sebesar 12,44 % dalam meningkatkan  pemahaman membaca teks narasi.Kata Kunci: Penguasaan Kosakata, Tata Bahasa, Pemahaman Membaca Teks Narasi Bahasa Inggris
KAJIAN MITOLOGI DAN DEKONSTRUKSI TOKOH WAYANG TETUKA Febrianto Saptodewo
Deiksis Vol 5, No 03 (2013): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.168 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v5i03.474

Abstract

Dalam pewayangan sendiri tokoh Tetuka di pewayangan versi Jawa maupun India sendiri Bambang Tetuka hanya sebagian kecil dari cerita kelahirannya Gatotkaca. Yang menarik adalah bahwa epos Mahabharata juga menjadi sumber bagi mitologi wayang orang Jawa meski dalam beberapa hal sudah mengalami perubahan dan penyesuaian. Tafsir terhadap mitologi wayang pun beragam. Di satu sisi ia sering dikaitkan sebagai sumber ajaran yang luhur tetapi di sisi lain, khususnya dalam bidang sosio politik, ia dituduh ikut menyuburkan dan melanggengkan budaya feodal. Sedangkan dalam mendekonstruksi berarti memisahkan, melepaskan, dalam rangka mencari dan membeberkan suatu teks. Secara khusus dekonstruksi melibatkan pelucutan oposisi biner hierarkis semisal tuturan/ tulisan, realitas/penampakan, alam/ kebudayaan, kewarasan/ kegilaan, dan lain-lain, yang berfungsi menjamin kebenaran dengan cara mengesampingkan dan mendevaluasi bagian 'inferor' oposisi biner tersebut. Dari cerita Tetuka kita dapat membayangkan bentuk Tetuka walaupun dalam bentuk wayangnya belum ada mencirikan dari teks tersebut. Kata Kunci : Wayang Kulit, Tetuka, Gatotkaca
Tinjauan Psikologi Sastra pada Tokoh Utama dalam Novel Metropop One Last Chance Karya Stephanie Zen Ryan Hidayat; Fauzi Rahman
Deiksis Vol 10, No 02 (2018): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.389 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v10i02.2110

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sejauh mana tinjauan psikologi sastra pada tokoh utama Novel Metropop One Last Chance karya Stephanie Zen. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan analisis isi, dengan mendeskripsikan tinjauan psikologi sastra pada tokoh utama Novel Metropop One Last Chance karya Stephanie Zen. Data penelitian ini diperoleh dari Novel Metropop One Last Chance karya Stephanie Zen. Stephanie Zen lebih memunculkan Ego pada tokoh utama wanita. Super ego serta Id tidak terlalu dimunculkan pada tokoh Adrienee selaku tokoh utama wanita dalam novel One Last Chance. Tidak bisa dipungkiri bahwa unsur-unsur kejiwaan pengarang tercerminkan pada jiwa tokoh utama.Kata Kunci: Psikologi Sastra, novel, one last chance
AN ANNOTATED TRANSLATION OF SIMPLE WAYS TO MAKE YOUR FAMILY HAPPY Herlina Lindaria Simanjuntak
Deiksis Vol 7, No 02 (2015): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.03 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v7i02.542

Abstract

This research is an annotated translation. The object of the research is an English book Simple Ways To Make Your Family Happy. The purposes of this study are: (1) to attain factual information concerning the problems faced by the researcher in translating the source text, and (2) to give plausible solution to the difficulties. The researcher uses the introspective and retrospective methods in conducting this annotated translation research. The result of the study covered two main points. First, the finding revealed that from the twenty five most difficult problems, five were in the form of words, eight were phrases, five were idioms, three were clauses, and four were sentences. Theseannotations of hers indicated that during the course of her translation, she had difficulties with them. Second, those difficulties were solved by referring to the relevant theories of translation and the theories of English and Indonesian languages.Keywords: Annotated, Translation, your, family, happy.
Implikatur Percakapan dalam Kumpulan Sketsa Betawi Bang Jali Kondangan Mirza Ghulam Ahmad
Deiksis Vol 8, No 02 (2016): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.043 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v8i02.720

Abstract

Penelitian ini terfokus pada kajian pragmatik berupa wujud implikatur percakapan dalam kumpulan sketsa Betawi Bang Jali Kondangan karya Aba Mardjani. Kumpulan sketsa ini berisi sekelumit kehidupan masyarakat Betawi yang disisipi dengan percakapan serta tindakan tokoh yang mengandung humor. Wacana humor yang ada dalam kumpulan sketsa tersebut menggambarkan realita sosial kehidupan masyarakat Betawi sehari-hari secara menarik, apa adanya, tetapi lucu sehingga menimbulkan tawa bagi yang membacanya. Dalam penelitian ini ditemukan implikatur percakapan yang berfungsi pragmatik ada 78 tuturan humor yang meliputi 28 tuturan merupakan implikatur ekspresif, 22 representatif, 14 direktif, 9 asertif, dan 5 komisif. Hal ini menandakan bahwa percakapan humor dalam kumpulan sketsa Betawi Bang Jali Kondangan lebih menonjolkan fungsi ekspresinya dengan maksud agar implikaturnya menjadi bahan evaluasi tentang hal yang diimplikasikan dalam tuturannya. Wujud implikatur percakapan yang terdapat dalam kumpulan sketsa Bang Jali Kondangan adalah mengkritik dan berada dalam implikatur ekspresif. Hal ini menandakan bahwa kumpulan sketsa Betawi Bang Jali Kondangan menekankan pada menilai atau mengkritik seseorang yang sebetulnya ditujukan untuk menyindir sikap masyarakat yang salah.Kata kunci: implikatur, percakapan, sketsa.
KESANTUNAN BERBAHASA MAMPU MENJAGA HARKAT DAN MARTABAT DIRI SERTA MAMPU MENGHORMATI ORANG LAIN Aswinarko Aswinarko
Deiksis Vol 3, No 03 (2011): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.205 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v3i03.433

Abstract

Bahasa adalah alat komunikasi bagi manusia. Berbahasa yang baik dan benar saja belum cukup dalam berkomunikasi, tetapi berbahasa santun adalah merupakan kebutuhan bagi setiap manusia, agar dalam berkomunikasi dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Pada hakikatnya setiap manusia ingin dihormati oleh orang lain, maka dengan menggunakan bahasa yang santun mampu menjaga harkat dan martabat dirinya dan sekaligus mampu menghormati orang lain.Kata Kunci : Santun, Bahasa, Hormat
Implementasi Metode Bermain Peran Profesional dalam Pembelajaran Keterampilan Berbicara Individual Mahasiswa Progdi PBSI Universitas PGRI Semarang Mukhlis Mukhlis; Siti Ulfiyani; Rawinda Fitrotul Mualafina
Deiksis Vol 9, No 01 (2017): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.1 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v9i01.1122

Abstract

Secara langsung ataupun tidak, keterampilan berbicara menjadi satu keterampilan yang penting untuk dikuasai, terutama bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memaksimalkan penguasaan keterampilan berbicara oleh mahasiswa. Salah satu upaya yang sudah dilakukan dengan mencoba menerapkan berbagai metode yang sesuai. Metode yang kemudian direkomendasikan karena terbukti efektif dan menghasilkan keluaran yang baik adalah metode bermain peran profesional. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian dipilih dengan teknik cluster random sampling sehingga terpilih kelas IA Program Studi PBSI. Data yang diperlukan diperoleh dengan teknik pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Penerapan metode bermain peran profesional dilaksanakan dalam tiga tahapan. Ketiga tahapan dimulai dari tahap prabicara, bicara, dan pascabicara. Dalam penerapannya digunakan instrumen pengamatan untuk melihat kemampuan berbicara, dengan dengan dua aspek penilaian, yaitu aspek kebahasan dan aspek nonkebahasaan. Dengan penerapan metode bermain peran profesional mahasiswa mencapai nilai rata-rata 77, 67. Artinya, metode bermain peran sesuai jika diterapkan untuk praktik berbicara individual.   Kata kunci: keterampilan berbicara, berbicara individual, bermain peran, kebahasaan, nonkebahasaan
KAJIAN DESKRIPTIF WACANA MANTRA Aswinarko Aswinarko
Deiksis Vol 5, No 02 (2013): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.685 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v5i02.465

Abstract

Kajian deskriptif wacana mantra ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran umum nilai-nilai estetika dalam wacana mantra. Dalam hal ini mantra termasuk wacana tradisional-kultural yang dipergunakan secara khusus; misalnya, upacara-upacara adat. Mantra memiliki ciri-ciri bahasa yang literer. Aspek literer dimaksud selain untuk memberikan unsur keindahan, juga diyakini memiliki kekuatan magis. Medium mantra adalah bahasa. Sesuai dengan sifat bahasa yang dinamis, mantra mengalami perubahan. Perubahan tersebut antara lain dipengaruhi oleh agama dan budaya: Islam, Hindu, Budha, dan Kepercayaan. Temuan kajian wacana mantra menunjukkan bahwa wacana mantra didukung oleh diksi dari poetika sastra Nusantara, antara lain: bahasa Kawi, bahasa Jawa, bahasa Sanskerta, bahasa Arab, bahasa Sunda, bahasa Melayu dan sebagainya, sehingga selain nilai-nilai estetika, wacana mantra juga dipercayai mengandung kekuatan magis.Kata kunci: wacana, mantra, kajian deskriptif

Page 4 of 42 | Total Record : 411