cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology
ISSN : 20884230     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi Ulayat (JPU) [Indonesian Journal of Indigenous Psychology] is a peer-reviewed scientific journal in Psychology that publishes empirical based research articles of various topics related to psychology, particularly topics that emphasize indigenous values and cultures of Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 113 Documents
PENGAJARAN NILAI TOLERANSI USIA 4-6 TAHUN Patnani, Miwa
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.629 KB) | DOI: 10.24854/jpu12012-15

Abstract

Tahun 1995 dideklarasikan sebagai tahun toleransi oleh UNESCO. Hal ini dipicu oleh makin meningkatnya konfl ik dan kekerasan yang mengindikasikan adanya penurunan sikap toleransi. Dengan demikian, toleransi merupakan hal yang sangat diperlukan untuk mencapai kehidupan bersama yang damai. Kegiatan pengajaran nilai toleransi ini dirancang untuk anak usia 4-6 tahun, mengingat sikap tidak toleran mulai dikembangkan sejak anak berusia dini. Kegiatan pengajaran ini mudah untuk dilakukan baik di rumah maupun sekolah. Aktivitas dalam kegiatan pengajaran ini disimpulkan dari materi program pendidikan toleransi yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Living Values dan Education for Mutual Education Program. Materi yang diajarkan dalam kegiatan ini adalah: penghargaan terhadap diri sendiri, penghargaan terhadap orang lain, penghargaan terhadap perbedaan budaya, dan penyelesaian konfl ik secara damai. Keempat materi ini kemudian dijabarkan dalam 16 aktivitas dengan memperhatikan perkembangan anak secara sosial emosional, bahasa kognitif, fi sik estetis dan motivasi. Semua aktivitas dalam kegiatan ini menggunakan metode bermain yang sangat dekat dengan kehidupan anak. Evaluasi terhadap kegiatan ini menggunakan metode observasi sistematis yang dikombinasikan dengan checklist yang dilakukan oleh pengajar.
PENGARUH RELIGIUSITAS TERHADAP GRATITUDE PADA REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN KRISTEN Agata, Winny; Sidabutar, Fransisca M
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.24 KB) | DOI: 10.24854/jpu12015-31

Abstract

Abstract — Adolescents who live in the orphanage usually don’t live with their own family for a variety of reasons. Separation and disappointment with the family often make them hard to show gratitude. Previous studies show that there is a correlation between religiosity and gratitude. But even when they were educated in Christian orphanage that has a routine religious activity, many are found has a hard time to show his or her gratitude. By this research, author wanted to find out the influence of religiosity to gratitude, also the influence of each dimension of religiosity to gratitude. This study used The Four Basic Dimensions of Religiousness Scale and Gratitude Questionnaire – 6 Item Form. The participants of this study are 88 Christian adolescents who live at Christian orphanage, which are 11-20 years old. The result of this study shows that there is a significant influence of religiosity to gratitude (R2= .176, p= .003), with the most significant influence of religiosity’s dimension is behaving (B= .302, p= .019).   Abstrak — Remaja yang tinggal di panti asuhan umumnya tidak tinggal bersama keluarga mereka karena berbagai alasan. Perpisahan dan kekecewaan dengan keluarga seringkali membuat mereka sulit untuk menunjukkan gratitude. Penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan adanya korelasi antara religiusitas dan gratitude. Namun walaupun mereka dididik dalam panti asuhan Kristen yang memiliki kegiatan keagamaan yang rutin serta aturan dan didikan yang disesuaikan dengan Alkitab, banyak pula yang masih sulit menunjukkan gratitude. Peneliti ingin mencari tahu bagaimana pengaruh gratitude, serta pengaruh dimensi-dimensi dalam religiusitas terhadap gratitude melalui penelitian ini. Penelitian ini menggunakan The Four Basic Dimensions of Religiousness Scale dan Gratitude Questionnaire – 6 Item Form. Partisipan dari penelitian ini adalah 88 remaja Kristen yang tinggal di panti asuhan Kristen, yang berumur 11-20 tahun. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari religiusitas terhadap gratitude (R2= .176, p= .003). Tinjauan dari empat dimensi religiusitas, maka dimensi behaving menunjukkan pengaruh yang signifikan (B= .302, p= .019).
DESCRIPTION OF PROSOCIAL BEHAVIOR IN YOUNG CHILDREN WITH INTELLECTUAL DISABILITY IN EAST NUSA TENGGARA Kiling-Bunga, Beatriks Novianti; Ngawas, Kresensia Wea Aga; Kiling, Indra Yohanes
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.81 KB) | DOI: 10.24854/jpu12016-55

Abstract

Abstract — World Health Organization and United Nations Children’s Fund have stated in year 2012 that one of their global agenda is to fulfill the needs of inclusive Early Childhood Care and Development (ECCD) to increase the participation and development of young children with disabilities. One of important things for the agenda are understanding various special needs of young children with various kind of mental disability, such as mental retardation or nowadays known as intellectual disability. This research aims to narratively describe the prosocial behaviors of a young child with intellectual disability in special school of Pembina Kupang, East Nusa Tenggara. This research used qualitative approach with child observation and interview to the parents as the main technique to gather data. This research shows that prosocial behaviors in young children with intellectual disability are divided into four aspects, those are: a) the ability to join groups, b) supportive acts, c) empathy and caring, and d) self-adjustment. These behaviors were shown in the child’s daily activities, her habits, affected by the culture and daily activities of her parents and siblings, and also by the interaction with her friends and family. This research could give important information about the importance of managing the social interaction in inclusive ECCD by putting emphasis in four aspects described above, and also the role of parents and ECCD tutors in facilitating activities that could help stimulate specific needs of social skills in young children with intellectual disability. Abstrak — World Health Organization dan United Nations Children’s Fund telah menyatakan pada tahun 2012 bahwa agenda global mereka adalah untuk memenuhi kebutuhan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) inklusif, salah satunya untuk meningkatkan partisipasi dan perkembangan anak-anak dengan disabilitas. Salah satu hal penting untuk agenda ini adalah pemahaman terhadap berbagai kebutuhan khusus anak-anak dengan berbagai jenis disabilitas mental, seperti retardasi mental atau saat ini dikenal sebagai disabilitas intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara naratif mengenai perilaku prososial anak muda dengan disabilitas intelektual di sekolah khusus Pembina Kupang, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan observasi pada anak dan wawancara dengan orangtua, sebagai teknik utama untuk mengumpulkan data. Penelitian ini mendapatkan bahwa perilaku prososial pada anak-anak dengan disabilitas intelektual dibagi menjadi empat aspek, yaitu: a) kemampuan untuk bergabung dengan grup, b) tindakan yang mendukung perilaku prososial, c) empati dan peduli, serta d) penyesuaian diri. Perilaku ini ditunjukkan dalam kegiatan sehari-hari anak, kebiasaannya, dipengaruhi oleh budaya dan kegiatan sehari-hari dari orangtua dan saudaranya, juga oleh interaksi dengan teman-teman dan keluarganya. Penelitian ini dapat memberikan informasi penting tentang pengelolaan interaksi sosial dalam PAUD inklusif dengan menempatkan penekanan dalam empat aspek yang dijelaskan di atas, dan juga peran orangtua dan pengajar PAUD dalam kegiatan yang bisa membantu merangsang kebutuhan spesifik dari keterampilan sosial pada anak-anak dengan disabilitas intelektual.
PERANAN PENYESUAIAN DIRI DI PERGURUAN TINGGI TERHADAP STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA PERANTAU DI JAKARTA Saniskoro, Bia Sabrina Rahayu; Akmal, Sari Zakiah
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.553 KB) | DOI: 10.24854/jpu12017-82

Abstract

Abstract — Many qualified educational institution in Jakarta became one of the factors that make students decide to study in Jakarta. The migrant students experience different situation from non-migrant students, they are required to be able to adapt themselves to the academic transition and other issues like social environment in their new region. The failure of migrant students in adjusting themselves in university and their neighborhood can cause negative effects, such as academic stress. This study aims to determine the role of college adjustment on academic stress, by involving 310 migrant students in Jakarta. This study employed the Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ) and Educational Stress Scale for Adolescents (ESSA). The results of multiple regression test showed that there was 17.9% of role of collage to adjustment on academic stress. The dimensions that contribute to academic stress include personal-emotion adjustment and institutional attachment.  Abstrak — Banyaknya jumlah institusi pendidikan yang berkualitas di Jakarta menjadi salah satu faktor yang membuat mahasiswa memutuskan untuk merantau. Perubahan yang dialami mahasiswa perantau berbeda dengan mahasiswa non- perantau, mereka dituntut untuk lebih dapat menyesuaikan dirinya dengan transisi akademik dan juga hal di luar akademik seperti lingkungan sosial di daerah perantauannya. Kegagalan mahasiswa perantau dalam menyesuaikan dirinya di perguruan tinggi dan di lingkungan perantauannya dapat menyebabkan dampak negatif, salah satunya seperti stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan penyesuaian diri di perguruan tinggi terhadap stres akademik dengan melibatkan 310 mahasiswa perantau di Jakarta. Penelitian ini menggunakan alat ukur penyesuaian diri di perguruan tinggi (SACQ) dan stres akademik (ESSA). Hasil uji regresi ganda menunjukkan bahwa terdapat sebesar 17.9% peranan penyesuaian diri di perguruan tinggi terhadap stres akademik. Dimensi yang berperan terhadap stres akademik yaitu personal-emotion adjustment dan institutional attachment.
UPAYA MENCEGAH ANAK BEKERJA DI JALANAN: APLIKASI KUALITATIF TEORI MOTIVASI PROTEKSI Cahyawan, William; Nugroho, Wahyu Cahyo
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.344 KB) | DOI: 10.24854/jpu02018-133

Abstract

Abstract – This study seeks to explore the mothers of street children’s appraisal by using Protection Motivation Theory. Only a few studies have been conducted regarding the parents of street children, although the phenomenon of street children is also caused by parental factors. This study aims to discover the mothers’ appraisal on the threats faced by their children and their responses to prevent their children from working in the street. Three mothers of street children in East Jakarta participated in this study. Data are presented descriptively along with quoted verbatim from the interview. The participants assessed several possible threats faced by their children, while acknowledging the result of financial gains they may get. However, there are some who were not sure in responding that way and opted to respond in another manner to reduce the likelihood of the occurrence of harm suffered by their children.  Other related findings are discussed as well. Abstrak – Penelitian ini berusaha mengeksplorasi penilaian ibu dari anak jalanan dengan menggunakan Teori Motivasi Proteksi. Studi terhadap orang tua anak jalanan belum banyak ditemukan, padahal keberadaan anak di jalanan salah satunya dikarenakan faktor orang tua. Penelitian berupaya mencari tahu penilaian ibu tentang ancaman yang dihadapi anak dan penilaian terhadap respons untuk mencegah anak bekerja di jalanan. Partisipan penelitian ialah tiga orang ibu dari anak jalanan di Jakarta Timur. Data disajikan secara deskriptif disertai dengan kutipan hasil wawancara. Partisipan menilai terdapat beberapa bahaya yang mungkin diderita anak, walaupun juga terdapat keuntungan finansial yang didapatkan. Ada beberapa partisipan yang merasa tidak yakin mampu melakukan respons tersebut dan memilih melakukan respons lain untuk mengurangi kemungkinan anak terkena bahaya. Hasil penelitian lain yang berkaitan juga turut didiskusikan.
PERILAKU INOVATIF Soebardi, Rusdijanto
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.549 KB) | DOI: 10.24854/jpu12012-10

Abstract

Perilaku kerja inovatif dapat mendorong kinerja dan mengembangkan kompetensi organisasi dalam upayanya mencapai sasaran yang ditetapkan. Sebagai salah satu aspek perilaku organisasi, perilaku kerja inovatif pada dasarnya merupakan hasil interaksi antara individu sebagai pekerja, kelompok sebagai suatu proses kerja, dan proses organisasional sebagai praktek manajemen yang biasa dilakukan di dalam organisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek ekspektasi kinerja pekerja dalam memberikan makna terhadap perilaku pemimpin dalam memunculkan perilaku inovatif di dalam pelaksanaan tugas. Populasi penelitian dilakukan pada kelompok perusahaan logistik yang secara praktek manajemen mendorong seluruh jajaran pekerja untuk dapat mengembangkan perilaku inovatif dalam pelaksanaan pekerjaan. Pemilihan sampel pada populasi yang melibatkan sepuluh perusahaan diperoleh 199 subyek penelitian dengan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Dengan skala perilaku inovatif yang dikembangkan De jong dan dengan teknik analisis jalur diperoleh total efek sebesar 0,47. Ada pengaruh ekspektasi kinerja baik secara langsung maupun tidak langsung dalam memediasi perilaku pemimpin terhadap perilaku inovatif pekerja.
GAMBARAN RESILIENSI REMAJA PENDERITA LUKA BAKAR DI PANTI ASUHAN Pertiwi, Nesya Ayu; Vinaya, Vinaya; Yudha, Yusuf Hadi
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.461 KB) | DOI: 10.24854/jpu22013-26

Abstract

Peristiwa kebakaran yang menyebabkan luka bakar kerap menimbulkan pengaruh negatif secara psikologis terhadap diri penderitanya. Selain kerusakan isik yang dialaminya, peristiwa tersebut dapat pula mengakibatkan hilangnya anggota keluarga yang dicintai, yang mengharuskan penderitanya tinggal di Panti Asuhan, karena sudah tidak memiliki keluarga dan tempat tinggal, lagi dan juga harus berhadapan dengan kondisi-kondisi sulit dan menekan dalam kehidupannya. Penderita luka bakar yang mampu mengembangkan kemampuan resiliensinya dengan baik dapat menyesuaikan diri, bangkit, bahkan berhasil menjadi individu yang lebih baik. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kemampuan resiliensi dan faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi pada remaja penderita luka bakar yang tinggal di Panti Asuhan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi yang dilakukan pada satu subjek yang rentang usianya termasuk dalam usia remaja yang memiliki luka bakar dan harus tinggal di panti asuhan. Hasil penelitian ini menjabarkan deskripsi kemampuan resiliensi pada remaja penderita luka bakar yang tinggal di panti asuhan, dengan berbagai faktor risiko dan protektifnya.
HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN OCEAN DAN BRAND TRUST PADA KONSUMEN MASKAPAI PENERBANGAN LOW COST CARRIER Octavianty, Octavianty; Jatmika, Devi
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.397 KB) | DOI: 10.24854/jpu22015-42

Abstract

Abstract — The need of air transportation is increasing day by day. In order to satisfy this need, airline industries build low cost carrier airlines concept. However, low cost carrier concept may have some risk factors, especially the safety concern of passengers that should be the main priority of the aviation industries. This study aims to determine the relationship between OCEAN personality type and brand trust ofAirAsia’s consumers. Quantitative research method was conducted in this research. The number of sample was 266 users of low cost carrier airline. Sampling technique used was accidental sampling. Data were collected and were statistically analyzed by using Spearman correlation technique. The results in this study indicate that there is a positive and significant correlation between personality type of Extraversion (r= 0.155; p< .05), conscientiousness(r= 0.216; p< .05), agreeableness(r = 0.254; p< .05), openess to experience (r= 0.613; p< .05) towards the brand trust. Moreover, there is significantand negative correlation between neuroticsm and brand trust(r= -0.268; p< .05).The descriptiveanalysis of brand trust revealed that consumers tend to have low trust to the low cost carrier airline. Abstrak — Kebutuhan masyarakat akan transportasi udara semakin hari semakin meningkat, sehingga maskapai penerbangan dengan konsep low cost carrier(berbiaya murah) semakin marak.Namun, pada perusahaan maskapai dengan konsep low cost carrier ini, masih terdapat berbagai masalah terutama dalam hal jaminan keamanan dan keselamatan penumpang yang merupakan prioritas utama dalam penerbangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kepribadian tipe OCEAN dan brand trust pada konsumensalah satu maskapai penerbangan low cost carrier. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kuantitatif. Subjek penelitian sebanyak 266 orang dari berbagai kalangan yang pernah menggunakan layanan maskapai penerbangan low cost carrier. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Teknik analisa data menggunakanteknik korelasi Spearman. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara tipe kepribadian extraversion(r = 0.155; p< .05), conscientiousness(r = 0.216; p< .05), agreeableness(r= 0.254; p< .05), openess to experience (r= 0.613; p< .05) dengan kepercayaan terhadap merek (brand trust), serta terdapat hubungan negatif dan signifikan antara tipe kepribadian neuroticismdengan kepercayaan terhadap merek (brand trust)(r = -0.268; p< .05) pada konsumen salah satu maskapai penerbangan low cost carrier. Hasil analisa deskriptif dari kepercayaan konsumen terhadap merek pada maskapai penerbangan low cost carrier cenderung rendah.
PEMAKNAAN ISTRI NAPI TEROR TERHADAP TINDAKAN SUAMI Rufaedah, Any; Sarwono, Sarlito W.; Putra, Idhamsyah Eka
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.998 KB) | DOI: 10.24854/jpu12017-77

Abstract

Abstract — Terrorism is one of the topics that have been studied much by psychology at least in one and half last decades. Many research explained motivation, personality tendention, and thinking structure of terrorist's. But studies to terrorist’s wives were not much conducted yet. Terrorist’s wives are individuals which not always have same thought with the husband. Eventhough they have high conformity level, not all of them adopt husband’s thought. There are wives that more inclusive or more radical than their husband. This research purpose to know how wives means terror act of husband. Whether they accept or decline. Wive’s interpretation is also explain whether they agree or deny to terror act commontly. The participants of this research are 4 wives of terror convict in Jakarta, Semarang, and Cilacap. The approach used is qualitative with interview method and qualitative thematic analysis as analysis technic. The data is displayed descriptively with excerpts of interview to give strengthening. The result shows that 2 wives think that their husbands’ terror act is right. They handling husbands’ acts are da’wah and struggling for Islam, not terror. 2 others wives think that their husbands are wrong. Their husbands are convicted due to against the law. If husband does not against the law, they will not be convicted. This research also finds that the difficult live which wive facing for convict time of husband is not always linear with declining to terror act.Abstrak — Terorisme menjadi salah satu topik yang banyak dikaji oleh ilmu psikologi setidaknya satu setengah dasawarsa terakhir. Berbagai penelitian telah menjelaskan motivasi, kecenderungan kepribadian, dan struktur berpikir para teroris. Namun penelitian terhadap istri teroris belum banyak dilakukan. Istri teroris adalah individu yang tidak selalu memiliki pemikiran sama dengan suami. Meskipun memiliki kepatuhan yang tinggi, tidak semuanya mengadopsi faham suami. Ada istri yang lebih inklusif, ada pula yang lebih radikal dari suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana istri memaknai tindakan teror suami. Apakah mereka membenarkan atau menyalahkan. Pemaknaan istri sekaligus dapat mendeskripsikan apakah mereka setuju atau menolak tindakan teror. Partisipan penelitian adalah 4 istri narapidana teror (napiter) di Jakarta, Semarang, dan Cilacap. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode wawancara dan qualitative thematic analysis sebagai teknik analisis. Data disajikan secara deskriptif disertai kutipan-kutipan hasil wawancara untuk memberikan penguatan. Hasil penelitian menunjukkan 2 istri memandang tindakan terorisme suaminya benar. Mereka memaknai tindakan suami adalah dakwah dan perjuangan Islam, bukan teror. Dua istri lainnya memandang suaminya yang salah. Suami ditangkap karena melanggar hukum. Jika tidak melanggar hukum suami mereka tidak akan di penjara. Penelitian juga menemukan bahwa kesulitan yang dialami istri selama masa tahanan suami tidak selalu linier terhadap penolakan terhadap tindakan teror.
HUBUNGAN ANTARA RELIGIOSITAS DENGAN AGRESIVITAS PADA KOMUNITAS PEMUDA GEREJA Wijaya, Eirena Fiola; Aditya, Yonathan; Matahari, David
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.45 KB) | DOI: 10.24854/jpu12018-128

Abstract

Abstract — A lot of individuals have lived their lives with a strong attachment towards religion; however some of them still have a high aggressive behavior. This phenomenon is also evident in the youth communities within the church. The core teaching of the Christianity is love, in which love is supposed to inhibit individuals to initiate aggressive behavior. This study aims to explore the correlation between religiosity, which has two components (intrinsic religiosity orientation and extrinsic religiosity orientation), towards aggressive behavior in youth communities within the church. This study used quantitative method. To obtain and collect the data, we used the aid of questionnaire distributed through purposive technique towards 87 subjects. The instruments included the Verbal Aggressive Scale for the aggressive behavior, the I/E-R Scales to measure religious orientation, and Faith Development Scale to measure the development of faith in each individual. The result of this research pointed out that there is no significant correlation between intrinsic religious orientation and aggressive behavior and that is a positive correlation between extrinsic religious orientation and aggressive behavior.Abstrak — Banyak individu yang memiliki hidup dengan keterkaitan yang erat dengan agama, namun di sisi lain perilaku agresivitas mereka tetap tinggi. Fenomena ini juga terjadi dalam komunitas pemuda gereja. Inti dari ajaran agama Kristen adalah kasih, di mana idealnya kasih tersebut menahan individu untuk tidak melakukan perilaku agresif. Untuk menjelaskan fenomena ini, dilakukan penelitian mengenai hubungan antara religiositas, yang di dalamnya terdiri dari orientasi religiositas intrinsik dan ekstrinsik, dengan agresivitas pada pemuda gereja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner di mana sampel diambil dengan teknik purposive sampling kepada 87 responden. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Verbal Aggressiveness Scale untuk mengukur agresivitas, I/E-R Scales untuk mengukur orientasi religiositas, dan Faith Developmental Scale untuk mengukur perkembangan iman. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya korelasi yang signifikan antara religiositas intrinsik dengan agresivitas, namun terdapatnya korelasi positif antara religiositas ekstrinsik dengan agresivitas.

Page 3 of 12 | Total Record : 113