cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology
ISSN : 20884230     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi Ulayat (JPU) [Indonesian Journal of Indigenous Psychology] is a peer-reviewed scientific journal in Psychology that publishes empirical based research articles of various topics related to psychology, particularly topics that emphasize indigenous values and cultures of Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 113 Documents
HUBUNGAN ANTARA RASA PERCAYA DALAM HUBUNGAN ROMANTIS DAN KEKERASAN DALAM PACARAN PADA PEREMPUAN DEWASA MUDA DI JAKARTA Grace, Sheila; Pratiwi, Pradipta Christy; Indrawati, Grace
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.353 KB) | DOI: 10.24854/jpu02018-183

Abstract

Abstract – Conflict in close relationships are inevitable and likely to occur as a consequence of interpersonal disagreement. Conflict can be resolved if parties are open to communicate and being honest with each other. However, it is common to find individuals who employ violence as an approach to resolve relationship conflicts. Women tend to experience dating violence because they are positioned lower and perceived weaker than men. This research uses quantitative method, specifically correlational technique, to determine the relationship between the two variables. Total 165 samples of young adult women in line with the research criterias were obtained using purposive sampling. The scales used in this research are the Trust Scale and the adapted version of The Revised Conflict Tactics Scale. The result showed that there is a significant negative correlation between trust in close relationship and dating violence among young adult women in Jakarta. Abstrak — Perbedaan pendapat dengan pasangan merupakan hal yang tidak dapat dihindari dan biasanya menjadi sebuah pemicu timbulnya konflik dalam hubungan pacaran. Konflik dalam hubungan pacaran dapat diselesaikan dengan baik apabila pasangan bersikap secara terbuka dan jujur dalam berkomunikasi. Namun, tak jarang ditemukan adanya penggunaan tindak kekerasan sebagai metode untuk menyelesaikan konflik dalam hubungan pacaran. Perempuan seringkali dijadikan korban kekerasan dalam pacaran karena dianggap lemah dan memiliki kedudukan di bawah laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik korelasi. Sebanyak 165 sampel yang sesuai dengan karakteristik penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Trust Scale dan adaptasi alat ukur The Revised Conflict Tactics Scale atau CTS2. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara rasa percaya dalam hubungan romantis dan kekerasan dalam pacaran pada perempuan dewasa muda di Jakarta.
PENGARUH GAYA BERPIKIR, INTEGRITAS DAN USIA PADA PERILAKU KERJA YANG KONTRAPRODUKTIF Permatasari, Mira
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.885 KB) | DOI: 10.24854/jpu12012-11

Abstract

Penelitian ini ingin mengetahui pengaruh gaya berpikir (cognitive-experiential selftheory/ CEST), integritas (theory of moral identity) dan usia pada perilaku kerja yang kontraproduktif (counterproductive work behavior / CWB). Menggunakan desain penelitian between subject dengan sampel 122 pekerja dewasa muda dan 68 pekerja dewasa madya. Alat ukur menggunakan rational experiential inventory (REI) untuk gaya berpikir dan kuesioner self-report untuk perilaku kerja yang kontraproduktif dan integritas. Hasil menunjukkan bahwa integritas dan usia mempengaruhi perilaku kontraproduktif. Sedang tipe gaya berpikir yang berinteraksi dengan integritas dalam mempengaruhi perilaku kerja yang kontraproduktif adalah tipe gaya berpikir high-rational high-experiential
AKIBAT SETITIK KEJAHATAN, RUSAK KEBAIKAN SEBELANGA El Hafiz, Subhan
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.173 KB) | DOI: 10.24854/jpu22013-27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana individu melakukan penilaian moral pada situasi dilema jika bobot dari aspek yang diterima dan ditolak seimbang. Penelitian ini dilakukan melalui dua studi, Tujuan dari studi pertama adalah untuk mengidentiikasi perilaku jahat dan perilaku baik beserta alasannya, sedangkan studi kedua bertujuan untuk melihat penilaian moral pada dilema jika hasil studi pertama disilang, yaitu perilaku baik dengan alasan jahat dan perilaku jahat dengan alasan baik. Metode yang digunakan pada studi pertama adalah survei kepada 32 partisipan dan studi kedua adalah eksperimen kepada 53 partisipan yang berbeda. Hasil studi pertama menghasilkan delapan perilaku jahat dan enam perilaku baik yang paling banyak disebut bersama 12 alasan paling umum dari masing-masing kelompok tindakan. Pada studi kedua, hasil penelitian menunjukkan bahwa dilema yang dibentuk dari perilaku dan alasan yang bertolak belakang akan dinilai jahat oleh individu. Hasil ini menunjukkan bahwa kebaikan yang disatukan dengan kejahatan dalam sebuah dilema akan tetap dinilai jahat bagaimanapun urutannya. Berdasarkan penelitian ini, sebuah penilaian moral akan menilai dilema sebagai jahat jika bobot antara dua kutub seimbang.
ALAT TES PSIKOLOGI KONTEKS INDONESIA: TANTANGAN PSIKOLOGI DI ERA MEA Suwartono, Christiany
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.123 KB) | DOI: 10.24854/jpu12016-51

Abstract

Abstract — Currently, Indonesia is entering the era of the ASEAN Economic Community (AEC), a golden opportunity and a challenge to be able to identify the potential of the nation in order to become an important player in the ASEAN region and even the world. A solution to face this challenge is through the trustworthy  and  reliable psychological tests. Unfortunately in Indonesia, the realization becomes hard as the given attention and effort for the test development in the Indonesian context are little. The version of available tests are very far behind from the original version, in both content and standardization. In addition, the test questions have been leaked and relatively accessible to public. As the result, the scores obtained from these tests  become  questionable, mainly in terms of the validity. One of the efforts to renew the tests is through test adaptation. In order to ensure the validity of the test adaptation results, International Test Commission has issued guidance on the adaptation process of the test. The intention is for the adapted test to be as beneficial as its original version. The other effort is by making novel tests according to the context and needs on the practice area. Good cooperation between the different occupation should also be prioritized and strengthened in order to provide the availability of valid and reliable tests.Abstrak — Saat ini Indonesia sedang memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Hal ini merupakan suatu kesempatan emas sekaligus tantangan untuk lebih bisa mengidentifikasi potensi bangsa agar dapat memberikan kontribusi di wilayah ASEAN, bahkan dunia. Salah satu hal yang dapat mewujudkan hal tersebut adalah dengan adanya alat tes psikologi yang handal dan terpercaya. Sayangnya di Indonesia, realisasi hal ini terhambat karena upaya yang diberikan pun sedikit. Alat tes yang tersedia sudah tertinggal jauh dari versi aslinya, baik secara isi maupun standarisasinya. Ditambah lagi, beredarnya bocoran soal-soal tes yang dapat diakses oleh masyarakat awam. Hal ini membuat validitas sekor yang diperoleh dipertanyakan. Upaya untuk memperbaharui tes-tes tersebut dapat dilakukan dengan cara adaptasi tes. International Test Comission mengeluarkan panduan mengenai adaptasi tes untuk menjamin validitas hasil adaptasi sebuah tes tertentu. Hal ini dilakukan agar tes yang diadaptasi tetap memiliki nilai manfaat yang memadai. Upaya lain yang dapat dilakukan adalah dengan membuat alat tes sendiri yang tujuannya sudah disesuaikan dengan konteks serta kebutuhan lapangan. Terjalinnya kerja sama yang baik dalam pekerjaan sebaiknya semakin diutamakan, guna tersedianya tes yang reliabel dan valid. 
PERANAN DUKUNGAN SOSIAL DALAM MENCEGAH KEKERASAN DALAM PACARAN: STUDI KORELASI PADA REMAJA DI JAKARTA Mardiah, Ainul; Satriana, Dwi Puspita; Syahriati, Elida
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.242 KB) | DOI: 10.24854/jpu12017-78

Abstract

Abstract — The present study aims to examine the influence of social supports (i.e. family, friends, and significant others) on dating violence in adolescents. The measuring instruments used were Multidimential Scale of Perceived Social Support and Conflict Adolescent Dating Relationship Inventory. In the present study 400 adolescents participated with the age range of 15 to 18 years old, whereas 305 (76.3%) are female and 95 (23.8%) are male. The result from regression analysis revealed that family support is important in preventing dating violence in adolescent. On the contrary, social support from friends and significant others do not contribute in preventing dating violence. Result, limitation, and suggestion are discussed.Abstrak — Penelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran mengenai hubungan antara dukungan sosial (keluarga, teman dan orang terdekat) terhadap perilaku kekerasan dalam berpacaran pada remaja. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Multidimential Scale of Perceived Social Support dan Conflict Adolescent Dating Relationship Inventory. Partisipan dalam penelitian ini adalah 400 remaja yang berusia 15-18 tahun, yang terdiri dari 305 remaja perempuan (76.3%) dan 95 remaja laki-laki (23.8%). Dari hasil uji regresi didapatkan bahwa dukungan keluarga berperan penting dalam mencegah tindak kekerasan pada remaja di Jakarta. Namun tidak dengan dukungan sosial dan significant others. Kesimpulan, limitasi dan saran didiskusikan lebih lanjut. 
GAMBARAN PROSES PENERIMAAN SAUDARA KANDUNG PENYANDANG DISABILITAS INTELEKTUAL Sudarji, Shanty; Cindy, Stephanie
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.301 KB) | DOI: 10.24854/jpu12018-129

Abstract

Abstract — Intellectual disability is a developmental disorder which is characterized by deficiency in the mental processing. This deficit leads to the inability in adaptation, which makes individuals unable to fulfill their own living standard and social responsibilities in many aspects of life. Siblings play an important role in the development of children diagnosed with intellectual disability. The existence of children with intellectual disability could affect their sibling in positive or negative way. The purpose of this research was to illustrate the siblings’ acceptance regarding their siblings whom were diagnosed with intellectual disability, the factors that affect their acceptance, and the process of how the acceptance formed. This qualitative study used phenomenological approach by doing observation and interview to the responsdents. This research was conducted on five adolescents (15-18 years old) whose sibling diagnosed with intellectual disability. The result of this research showed that three subjects have reached the acceptance phase, while two other subjects have not reached acceptance phase. This research also indicates good family communication, proper knowledge, and positive perception regarding intellectual disability as several factors that affect three successful subjects to reach the acceptance phase.  Abstrak — Disabilitas intelektual merupakan gangguan selama periode perkembangan yang ditandai dengan kurangnya kemampuan mental secara umum. Akibat dari kurangnya kemampuan ini adalah gangguan dalam beradaptasi, sehingga individu gagal memenuhi standar kemandirian pribadi dan tanggung jawab sosial dalam satu atau lebih aspek kehidupan sehari-hari. Saudara kandung berperan penting bagi perkembangan anak yang menyandang disabilitas intelektual. Hadirnya anak yang menyandang disabilitas intelektual dapat memengaruhi secara positif ataupun negatif kehidupan dari saudara kandungnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran mengenai penerimaan saudara kandung penyandang disabilitas intelektual, faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan, dan proses dari penerimaan saudara kandung tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif jenis fenomenologi dengan metode observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data. Penelitian dilakukan kepada lima remaja berusia 15-18 tahun dan memiliki saudara kandung penyandang disabilitas intelektual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tiga subjek telah mencapai tahap acceptance, sementara dua subjek lainnya belum dapat mencapai tahap acceptance. Subjek yang telah mencapai tahap acceptance dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, komunikasi yang baik dalam keluarga, memiliki pengetahuan dan informasi mengenai disabilitas intelektual, dan persepsi postitif terhadap penyandang disabilitas intelektual.
SELF EFFICACY DAN KECEMASAN PEGAWAI NEGERI SIPIL MENGHADAPI PENSIUN Christian, Christian; Moningka, Clara
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.519 KB) | DOI: 10.24854/jpu12012-9

Abstract

Pensiun merupakan salah satu momok yang menakutkan bagi para individu dewasa madya, apalagi bila individu tersebut sedang berada di puncak karirnya. Ketakutan akan pensiun tersebut menimbulkan kecemasan. Mengatasi kecemasan dapat berbeda tergantung pada kemampuan untuk mengatasi kecemasan tersebut (Cheung & Sun dalam Pajares, 2006) dan ditingkatkan melalui kemampuan dan kompetensinya untuk melakukan sebuah tugas, mencapai tujuan, atau mengatasi hambatan yang kuat yang disebut self efficacy. (Bandura dalam Baron & Byrne, 2004). Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan kecemasan menghadapi pensiun pada pengawai negeri sipil. Adapun sampel dari penelitian ini adalah 87 orang yang akan menjelang pensiun hingga akhir tahun 2013 pada kementrian X. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan dua buah skala sebagai alat ukur, yaitu skala Self Effi cacy dan skala Kecemasan menghadapi pensiun yang diadaptasi dan dikembangkan oleh peneliti dengan menggunakan skala Likert berdasarkan komponen self effi cacy (Bandura, 1986) dan bentuk kecemasan menghadapi pensiun (Bucklew, 1980). Dari hasil analisa diperoleh diperoleh hubungan yang negatif antara self effi cacy dengan kecemasan menghadapi pensiun pada pegawai negeri sipil dengan nilai r = -.409 (p = .01). Artinya adalah semakin tinggi self effi cacy maka semakin rendah tingkat kecemasan pegawai negeri sipil yang akan menghadapi pensiun, dan sebaliknya semakin rendah self effi cacy maka semakin tinggi tingkat kecemasan pegawai negeri sipil yang akan menghadapi pensiun.
KECEMASAN DAN DEPRESI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS Caninsti, Riselligia
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.546 KB) | DOI: 10.24854/jpu22013-22

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronis dan terapi hemodialisis yang dilakukan 2-3 kali seminggu, membawa dampak pada kondisi psikologis pasien. Pasien merasa kecewa dan putus asa terhadap hidupnya sehingga mengalami kecemasan dan depresi, sering kali pasien baru dapat menerima kenyataan setelah yang bersangkutan berada di ambang kematian. Pada umumnya pasien yang menjalani pengobatan di rumah sakit hanya mendapatkan penanganan secara medis, sedangkan kondisi psikologis yang merupakan reaksi dari keluhan isik atau faktor lain yang merupakan akibat dari adanya keluhan isik yang dirasakan sering kali tidak diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi psikologis pasien, terutama yang terkait dengan kecemasan dan depresi melalui sebuah alat ukur yang dapat digunakan oleh Dokter, Perawat, Psikolog dan praktisi kesehatan lainnya di setting rumah sakit. Alat ukur yang digunakan adalah Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) yang telah dirancang untuk digunakan dalam setting rumah sakit dan hanya terdiri dari 14 item. Dengan diaplikasikannya alat ukur HADS kepada pasien, diharapkan dapat diketahui tingkat kecemasan dan depresi pasien, sehingga praktisi kesehatan mampu memberikan pendampingan yang tepat untuk mengatasi permasalahan psikologis pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73.33 % subjek memiliki tingkat kecemasan yang tergolong normal, 23.33 % borderline abnormal, dan 3.33 % normal. Sementara itu pasien yang mengalami depresi dalam tingkat normal sebanyak 76.67 %, borderline abnormal 23.33 % dan tidak ada yang mengalami depresi dalam kategori abnormal
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP POLA PENGASUHAN ORANG TUA ANAK BERUSIA MIDDLE CHILDHOOD DARI KELUARGA MISKIN Evelyn, Evelyn; Savitri, Luh Surini Yulia
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.14 KB) | DOI: 10.24854/jpu22015-38

Abstract

Abstract — This study aimed to determine the effect of social support on parenting style of middle childhood parents from poor families. A total of 78 parents were involved in the study by completing questionnaires to measure social support and parenting style. Social support was measured by using Multidimensional Scale of Perceived Social Support from Zimet et al. (1988), whereas parenting styles were measured by using Parenting Style Development Questionnaire Short Version from Robinson et al. (1995). In this study, 74 participants were found to apply authoritative parenting style, two applied authoritarian parenting style, and two others applied permissive parenting style. The result of this study indicates that social support has no significant effect on both authoritative and permissive parenting style. In contrast, social support affects authoritarian parenting style significantly. Abstrak — Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dukungan sosial terhadap pola pengasuhan orang tua yang memiliki anak berusia middle childhood dari keluarga miskin. Sebanyak 78 orang menjadi partisipan dalam penelitian ini dengan mengisi kuesioner untuk mengukur variabel dukungan sosial dan pola pengasuhan. Variabel dukungan sosial diukur menggunakan alat ukur Multidimensional Scale of Perceived Social Support oleh Zimet dkk., (1988), sedangkan variabel pola pengasuhan diukur menggunakan alat ukur Parenting Style Development Questionnaire Short Version oleh Robinson dkk., (1995). Pada penelitian ini, sebanyak 74 partisipan menerapkan pola pengasuhan authoritative, dua menerapkan pola pengasuhan authoritarian, dan dua menerapkan pola pengasuhan permissive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap pola pengasuhan authoritative dan permissive, Sebaliknya, dukungan sosial mempengaruhi pola pengasuhan authoritarian secara signifikan.
PERAN PELATIHAN STRATEGI “SMART” DALAM MENINGKATKAN SELF-REGULATED LEARNING (SRL) PADA SISWA SMP Lidiawati, Krishervina R.
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.837 KB) | DOI: 10.24854/jpu22016-69

Abstract

Abstract — This study examined the role of ‘SMART’ strategy in enhancing the Self-Regulation Learning (SRL) of Junior High School (SMP) students whose scores were under the school’s passing grade (KKM). Self-regulated learning (SRL) is a process in which a learner activates his thought (cognition), feeling (affection), and behavior and which is expected to help students achieve learning objectives systematically (Zimmerman & Schunk, 2001). SMART (Specific, Measureable, Attention, Realistic, and Time) is a strategy in a SRL process. There were 10 students who participated in this study; 6 males and 4 females. This study used quantitative action research which consisted of two cycles in each of which the researcher measured and evaluated the findings. Using the different paired sample t-test, the result of the first cycle showed that there was no significant change in the participants’ self-regulation (t = 1.476, p > .05). In the second cycle, it was also shown that there was no significant change of SRL score in post-test 1 and post-test 2 (t = 0.152, p > .05). Abstrak — Penelitian ini mengkaji peran pelatihan strategi ‘SMART’ dalam meningkatkan Self-regulated learning (SRL) pada siswa SMP yang memiliki nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Self-regulated learning (SRL) adalah suatu proses di mana seorang peserta didik mengaktifkan pikirannya (cognition), perasaannya (affect), dan perilaku (behavior) secara sistematis yang berorientasi pada pencapaian tujuan pembelajaran (Zimmerman & Schunk, 2001). SMART (Specific, Measurable, Action, Realistic, dan Time) merupakan strategi dalam pembentukan SRL. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah 10 orang yang terdiri dari 6 laki-laki dan 4 perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif action research. Penelitian ini terdiri dua siklus, pada masing-masing siklus dilakukan pengukuran untuk mengevaluasi hasil penelitian. Hasil penelitian pada siklus pertama dengan uji beda paired sample t-test menunjukkan tidak adanya perubahan regulasi diri yang signifikan pada partisipan (t = 1.476, p > .05). Pada siklus kedua juga menunjukkan tidak adanya perubahan skor SRL secara signifikan pada post-test 1 dan post-test 2 (t = 0.152, p > .05).

Page 5 of 12 | Total Record : 113