cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology
ISSN : 20884230     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi Ulayat (JPU) [Indonesian Journal of Indigenous Psychology] is a peer-reviewed scientific journal in Psychology that publishes empirical based research articles of various topics related to psychology, particularly topics that emphasize indigenous values and cultures of Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 113 Documents
KESENJANGAN ASPIRASI KARIR ANTARA REMAJA DAN ORANGTUA Nurhayati, Entin
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.999 KB) | DOI: 10.24854/jpu12012-5

Abstract

Studi ini bermaksud melihat seberapa besar kesenjangan aspirasi karir remaja dengan orang tua berhubungan dengan oleh tingkat interaksi dan independensi emosi dengankeluarga. Remaja pada penelitian ini adalah siswa SMA kelas XI dan XII sebuah SMA di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Dari 295 subjek didapatkan gambaran terdapat hubungan negatif yang signifi kan antara gap aspirasi karir remaja dengan independensi emosi (aspek parental deidealization, Ʈ =-0.118, ρ = 0.006). Artinya semakin tinggi independensi emosi remaja semakin rendah gap aspirasi karir antara remaja dengan orang tua, dan begitu pula sebaliknya. Begitu pula hubungannya dengan interaksi dengan keluarga menunjukkan korelasi negatif yang signifi kan (Ʈ = -0.331, ρ = 0.000). Artinya semakin tinggi interaksi dengan keluarga semakin rendah kesenjangan aspirasi karir antara remaja dengan orangtua, begitu pula sebaliknya. Hasil penelitian ini menunjukkan betapa penting perkembangan emosi remaja dan hubungannya dengan keluarga dalam memperkecil kesenjangan aspirasi karir antara remaja dan orang tua. 
ASERTIVITAS SEKSUAL DAN PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA MAHASISWA Tholense, Natalia; Rahardjo, Wahyu
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.172 KB) | DOI: 10.24854/jpu22013-21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat korelasi asertivitas seksual dan perilaku seks pranikah pada mahasiswi. Partisipan penelitian ini adalah 100 orang mahasiswi dari Universitas Gunadarma di Jakarta. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa asertivitas seksual memiliki korelasi negatif yang signiikan terhadap semua bentuk perilaku seks pranikah. Hal ini memperlihatkan bahwa asertivitas seksual penting dimiliki, terutama oleh perempuan, dalam hal ini mahasiswi, agar dapat menjaga dirinya dari stimulus yang dapat menyebabkannya terlibat dalam perilaku seks pranikah.
PENGARUH DYADIC COPING TERHADAP KEPUASAN PERNIKAHAN PADA PASANGAN MENIKAH DI TANGERANG Dermawan, Soesanto; Goei, Yonathan Aditya; Kirana, Kartika Chandra
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.335 KB) | DOI: 10.24854/jpu22015-37

Abstract

Abstract — Marital satisfaction is one of the important topics in marital research, because marital satisfaction has major influence on marital stability. One factor that affects marital satisfaction is dyadic coping. This study tested the effect of positive and negative dyadic coping on marital satisfaction. Data was gained from 115 couples. Actor-Partner Interdependence Model (APIM) was used to guide the analysis and calculation was done with multiple level regression. The result indicated significance actor effects from both positive dyadic coping and negative dyadic coping on marital satisfaction. However, none of partner effect was found significant. Abstrak — Kepuasan pernikahan merupakan salah satu faktor penting dalam penelitian tentang pernikahan, karena kepuasan pernikahan banyak mempengaruhi kestabilan pernikahan. Salah satu faktor mempengaruhi kepuasan pernikahan adalah dyadic coping. Penelitian ini menguji pengaruh positive dan negative dyadic coping pada kepuasan pernikahan.  Data didapatkan dari 115 pasangan. Analisa data dipandu oleh Actor-Partner Interdependence Model (APIM), sedangkan perhitungan data menggunakan multi level regression. Hasil perhitungan menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari positive dyadic coping dan negative dyadic coping terhadap marital satisfaction pada actor effect, namun tidak signifikan pada partner effect.
EMPATI DAN PENGGUNAAN SITUS JEJARING SOSIAL SEBAGAI FAKTOR DALAM MEMBENTUK MORAL REMAJA Selviana, Selviana
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.501 KB) | DOI: 10.24854/jpu22016-68

Abstract

Abstract — This study aimed to look at the effect of empathy and the use of social networking sites as factors to moral behavior of adolescents. The subjects of this study were 294 students of grade 10th and 11th years of a public high school at Bekasi. Results showed that empathy directly affects moral behavior, which means that when the level of empathy is improved, it can form morals into a better direction. Meanwhile, the use of social networking sites affects moral behavior directly, which means that when the use of social networking sites are used for positive things, it can shape moral and when used for negative purposes, it will be the opposite. The findings demonstrate empathy and the use of social networking sites in shaping moral. Abstrak — Penelitian ini bertujuan untuk melihat besarnya pengaruh empati dan penggunaan situs jejaring sosial terhadap faktor-faktor pembentuk perilaku moral remaja. Partisipan dalam penelitian ini adalah 294 orang siswa SMA dan SMK kelas X dan XI sebuah sekolah di kawasan Bekasi. Hasil penelitian menunjukkan empati berpengaruh secara langsung terhadap perilaku moral dengan, yang berarti bahwa bila kadar empati atau kepedulian terhadap sesama semakin ditingkatkan, maka dapat membentuk moral remaja ke arah yang lebih baik. Sementara itu, penggunaan situs jejaring sosial memberikan pengaruh secara langsung terhadap moral remaja, yang berarti bahwa bila penggunaan situs jejaring sosial dipakai untuk hal-hal yang baik, maka dapat turut membentuk moral remaja ke arah yang lebih baik; dan bila dipakai untuk tujuan yang negatif, maka akan sebaliknya. Hasil ini menunjukkan betapa pentingnya empati dan penggunaan situs jejaring sosial dalam membentuk moral remaja masa kini.
HUBUNGAN ANTARA AGRESI RELASIONAL DAN SELF-ESTEEM MAHASISWI UNIVERSITAS X Harianto, Erika; Matahari, David; Ariela, Jessica
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.565 KB) | DOI: 10.24854/jpu22017-104

Abstract

Abstract — The present study examines the relationship between relational aggression and self-esteem. Participants of this study were 281 active student of University X aged 18-25 years. Data collection was done by employing online questionnaires. The questionnaires included three measuring instruments that have been adapted to the Indonesian language, which were Rosenberg Self-Esteem Scale, Self-Report of Aggression and Social Behavior Measure, and the Marlowe-Crowne Social desirability Scale Form C. The results showed that there is no significant correlation between relational aggression and self-esteem. Other findings related to the research variables are also discussed in the present study. Abstrak — Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara agresi relasional dan self-esteem mahasiswi. Partisipan dari penelitian ini terdiri dari 281 mahasiswi aktif Universitas X yang berusia 18-25 tahun. Peneliti menggunakan kuesioner secara online untuk mengumpulkan data. Kuesioner mencakup tiga alat ukur yang sudah diadaptasi, yaitu Rosenberg Self-Esteem Scale, Self-Report of Aggression and Social Behavior Measure, dan Marlowe-Crowne Social Desirability Scale Form C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya korelasi yang signifikan antara agresi relasional dan self-esteem. Penemuan lainnya terkait dengan variabel penelitian juga didiskusikan dalam penelitian ini.
PENGARUH HARAPAN TERHADAP RESILIENSI WANITA DEWASA MUDA YANG PERNAH MENGALAMI ABORTUS SPONTAN Cathlin, Cintya Amelia; Anggreany, Yuliana; Dewi, Wiwit Puspitasari
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12.337 KB) | DOI: 10.24854/jpu02019-106

Abstract

Abstract – A child presence is a waited moment for young married couples. Unfortunately, some couples have difficulties for having a child. One of the reasons is because of miscarriage or spontaneous abortion. Spontaneous abortion can cause stress to young adult women. They need hope as a protective factor to remain resilient in overcoming stress and to function like before. Thepurpose of this study is to examine the effect of hope on young adult women resilience with spontaneous abortion. The regression models were developed using cross-sectional data. Fifty six participants were recruited through purposive sampling method from Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, and Bekasi. Result showed that hope affects 18.9 percent on resilience of young adult women with spontaneous abortion. The study demonstrated that there is a significant effect of hope on resilience among young adult women with spontaneous abortion. Abstrak — Kehadiran anak menjadi salah satu hal yang dinantikan pasangan muda yang baru menikah. Namun, sejumlah pasangan harus berjuang untuk mendapatkan anak. Salah satu penyebab sulitnya wanita dewasa muda dalam memiliki anak adalah keguguran atau abortus spontan. Kejadian abortus spontan dapat meninggalkan dampak yang membuat wanita dewasa muda masuk dalam kondisi stres. Oleh karena itu, dibutuhkan harapan sebagai faktor protektif resiliensi agar mereka dapat keluar dari kondisi stres dan berfungsi seperti sedia kala. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh harapan terhadap resiliensi wanita dewasa muda yang pernah mengalami abortus spontan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif regresi melalui data cross-sectional. Sebanyak 56 partisipan diperoleh melalui teknik purposive sampling dengan lingkup geografis di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 18.9 persen harapan memengaruhi resiliensi wanita dewasa muda yang pernah mengalami abortus spontan. Studi ini menunjukkan terdapat pengaruh harapan yang signifikan pada resiliensi wanita dewasa muda yang pernah mengalami abortus spontan. 
PENGARUH PERSPEKTIF WAKTU (TIME PERSPECTIVE) TERHADAP KUALITAS RELASI SOSIAL Evanytha, Evanytha
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.18 KB) | DOI: 10.24854/jpu12012-16

Abstract

Salah satu pengalaman subyektif terpenting bagi manusia adalah waktu. Para eksistensialis menyatakan bahwa manusia adalah makhluk (being) yang ada dalam hubungannya dengan waktu dan tempat tertentu, serta makna tertentu. Waktu merupakan elemen dari eksistensi manusia, yang mendasari dan mengatur perilaku sosial individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perspektif waktu (time perspective) terhadap kualitas relasi sosial. Partisipan penelitian ini adalah 96 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan skala Zimbardo Time Perspective Inventory dan Positive Relations with Others. Perspektif waktu meliputi lima dimensi, yaitu Past-Positive, Past-Negative, Present-Hedonistic, Present-Fatalistic dan Future. Analisis data menggunakan multiple regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima dimensi perspektif waktu secara bersama-sama berpengaruh terhadap kualitas relasi sosial. Secara parsial, dimensi Past- Positive dan Future berpengaruh signifi kan terhadap kualitas relasi sosial.
IDENTITAS BUDAYA PADA MAHASISWA BATAK TOBA YANG KULIAH DI MEDAN Nauly, Meutia; Fransisca, Vivi
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.219 KB) | DOI: 10.24854/jpu12015-32

Abstract

Abstract — The phenomenon that underlies the condition of Batak students who grew up in the city of Medan, which no longer uses the language batak, even with their own families, and a lack of understanding for the value of the main culture Bataknese, namely Hamoraon, Hagabeon and Hasangapon and understanding Dalihan na tolu as a concept family relationship in the Batak, raised a main concern of this study. This was a non-experimental and comparison study that aimed to find differences of cultural identity, which consists various aspects, including: perception, importance, esteem, maintenance and behavioral expression, on Batak Toba students who enrolled at the University of North Sumatra, in terms of where the subjects were raised. Results of the data analysis showed the existence of significant difference of the cultural identity in student's Batak Toba, who enrolled at the University of North Sumatra, in terms of where the subject was raised – between the ones who were born and raised in Batak Toba and within the city of Medan. The results shows that cultural identity of students who were born and raised in Batak Toba tends to be stronger than the one possessed by students who were born and raised from the city of Medan. It expressed the need to keep transmitting these values to the younger generation, so that these values remain intact. Abstrak — Penelitian ini diawali dengan semakin banyaknya ditemukan mahasiswa Batak yang dibesarkan di Kota Medan, yang tidak lagi menggunakan bahasa Batak, bahkandengan keluarga mereka sendiri,dan kurangnya  pemahaman akan nilai budaya utama Orang Batak, yakni Hamoraon, Hagabeon dan Hasangapon serta pemahaman akan Dalihan na Tolu sebagai konsep hubungan kekeluargaan pada orang Batak. Penelitian ini merupakan penelitian komparasi non eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan identitas budaya yang terdiri dari aspek perception, importance, esteem, maintenance dan behavioral expression pada mahasiswa Batak Toba yang berkuliah di Universitas Sumatera Utara, ditinjau dari tempat subjek dibesarkan. Hasil analisa data menunjukkan adanya perbedaan identitas budaya pada mahasiswa Batak Toba yang berkuliah di Universitas Sumatera Utara, ditinjau dari tempat subjek dibesarkan, dalam hal ini antara yang lahir dan besar di Tanah Batak Toba dan yang lahir dan besar di Kota Medan.Identitas budaya mahasiswa yang lahir dan besar di Tanah Batak Toba lebih kuat dibandingkan yang dimiliki oleh mahasiswa yang lahir dan besar di Kota Medan.Diutarakan adanya kebutuhan untuk tetap mentransmisikan nilai-nilai budaya terhadap generasi muda, agar nilai-nilai ini tetap terjaga.
COMMUNICATION SKILLS IN YOUNG CHILDREN WITH EMOTIONAL DISORDER IN KUPANG Kiling-Bunga, Beatriks Novianti; Halla, Oktovianus; Kiling, Indra Yohanes
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.371 KB) | DOI: 10.24854/jpu12016-56

Abstract

Abstract — Young children with disabilities are a group that is prone to stigma and discrimination. Therefore, World Health Organization and United Nations Children’s Fund declared a global agenda in 2012 to address the needs of inclusive ECCD to improve the participation and development of young children with disabilities. In respond to that agenda, it is crucial to understand the particular needs of young children with emotional disorder such as their communication ability, before they can be included into inclusive ECCD service. This research aims to describe the communication skills of young child with emotional disorder in Kupang, Nusa Tenggara Timur. The participant in this study showed insignificant performance in verbal communication skills like linguistic content, structures and the use of language. Meanwhile in non verbal communication skills such as face expression, body gesture and hand gesture, the child showed considerable performance. The research method used qualitative method, which is direct observation to the child and interview to the subject’s parents. Parents and ECCD tutors should consider to set a communication-stimulating relationship in house and ECCD post to support the verbal skills development. The result of this study can give impact in the development of inclusive ECCD science in East Nusa Tenggara, also to aid future research in inventing best practice models in the field. Abstrak — Anak-anak penyandang disabilitas merupakan kelompok yang rentan terhadap stigma dan diskriminasi. Oleh karena itu, World Health Organization dan United Nations Children’s Fund menyatakan suatu agenda global pada tahun 2012 dengan tujuan untuk menangani kebutuhan PAUD inklusif, terutama pada peningkatan partisipasi dan perkembangan kebutuhan tersebut pada anak-anak penyandang cacat. Menanggapi agenda itu, hal pertama yang diperlukan adalah pemahaman akan kebutuhan pada  anak-anak berkebutuhan khusus, salah satunya anak dengan gangguan emosional, seperti pemahaman akan kemampuan komunikasi mereka, sebelum mereka dimasukkan ke dalam layanan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran komunikasi anak-anak dengan gangguan emosional di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Partisipan dalam penelitian ini menunjukkan kinerja yang tidak signifikan pada keterampilan komunikasi verbal seperti konten linguistik, struktur, dan penggunaan bahasa. Sementara itu dalam keterampilan komunikasi non-verbal seperti ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan gerakan tangan, anak menunjukkan kinerja yang cukup. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan metode pengumpulan data dengan cara observasi langsung ke subjek dan wawancara kepada orangtua subjek. Orangtua dan guru PAUD harus mempertimbangkan untuk mengatur stimulus-stimulus yang berhubungan dengan pelatihan komunikasi di rumah dan setelah PAUD untuk mendukung pengembangan kemampuan verbal. Hasil penelitian ini bisa memberikan dampak dalam pengembangan wawasan pada PAUD inklusif di Nusa Tenggara Timur, juga untuk membantu penelitian di masa depan dalam menciptakan model-model praktis terbaik di lapangan.
GAMBARAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA WANITA KETURUNAN ARAB YANG MELAKUKAN PERNIKAHAN DENGAN ETNIS LAIN Ragoan, Syarifah; Untoro, Vinaya; Ari, Diana Rita
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.16 KB) | DOI: 10.24854/jpu22017-99

Abstract

Abstract — The present study intends to describe the dynamics of marital satisfaction of women of Arabian descent who married a spouse of another ethnicity. The marriage of women of Arabian descent with someone from a different ethnicity is considered as breaking the cultural norms. In the present study, marital satisfaction consists of many aspects, namely communication, the personality of the spouse, the ability to solve conflicts, sexual relationship, leisure activity, the presence of children and parenting, financial management, role suitability, religious orientation, as well as family and friends. The present study employed qualitative methods with 2 participants. Participants were women of Arabian descent who married someone from another ethnicity for two to five years and at least graduated from high school.  Data were gathered through interview and observation. The results showed that participants feel uncomfortable due to their marriage being disapproved by their extended family, however it does not seem to influence their marital satisfaction significantly. The most significant factor influencing marital satisfaction of both participants was financial or economic factor.Abstrak — Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dinamika kepuasan pernikahan pada wanita keturunan Arab yang melakukan pernikahan dengan etnis lain. Pernikahan wanita keturunan Arab dengan etnis di luar Arab dianggap bertentangan dengan adat istiadat.  Kepuasan pernikahan pada penelitian ini dilihat dari beberapa aspek kepuasan pernikahan, di antaranya komunikasi, kepribadian pasangan, kemampuan menyelesaikan masalah, hubungan seksual, aktivitas waktu luang, kehadiran anak dan menjadi orangtua, mengatur keuangan, kesesuaian peran, orientasi keagamaan, serta keluarga dan teman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan 2 partisipan. Karakteristik partisipan adalah wanita keturunan Arab yang menikah dengan etnis lain, usia pernikahan antara dua sampai lima tahun, dan tingkat pendidikan minimal SMA atau sederajat. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya rasa ketidaknyamanan dalam rumah tangga ketika keluarga besar tidak menyetujui pernikahan partisipan, namun hal tersebut kurang memberikan pengaruh besar kepada kepuasan pernikahan kedua partisipan. Faktor yang berpengaruh besar dalam kepuasan pernikahan kedua partisipan adalah faktor ekonomi  atau keuangan. 

Page 4 of 12 | Total Record : 113