cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology
ISSN : 20884230     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi Ulayat (JPU) [Indonesian Journal of Indigenous Psychology] is a peer-reviewed scientific journal in Psychology that publishes empirical based research articles of various topics related to psychology, particularly topics that emphasize indigenous values and cultures of Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 113 Documents
PERAN MUSIK DAN ASPEK KEPRIBADIAN TERHADAP KUALITAS HIDUP: STUDI KASUS TERHADAP TIGA PASIEN PASCA-STROKE DI JAKARTA Luvita, Irene; Hidajat, Lidia L.
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.139 KB) | DOI: 10.24854/jpu22017-105

Abstract

Mendengarkan musik dapat menimbulkan perasaan positif seperti perasaan bahagia, memberikan motivasi, mengurangi rasa sakit, meningkatkan relaksasi, dan meningkatkan kualitas hidup pada pasien pasca-stroke dengan depresi, stres dan kecemasan.  Aspek kepribadian juga memiliki peran ketika individu menghadapi kondisi stroke dan memengaruhi pemilihan musik yang didengarkan. Metode: action research dengan pendekatan kualitatif. Desain penelitian ini menggunakan studi kasus dan one group pre-test pos-test. Partisipan penelitian terdiri dari 3 orang dengan usia 40-75 tahun dan mengalami stroke pertama. Pengambilan data menggunakan wawancara, kuesioner DASS, SS-QOL, alat tes kepribadian TAT, dan workbook sebagai lembar kerja aktivitas intervensi. Hasil: ditemukan bahwa ketiga Partisipan mengalami penurunan kualitas hidup. Dua di antaranya mengalami depresi, stres, dan cemas karena kondisi stroke. Setelah dilakukan intervensi berupa mendengarkan musik setiap hari selama 2 minggu, didapatkan adanya peningkatan kualitas hidup pada beberapa dimensi. Musik yang mereka dengarkan sesuai dengan karakteristik kepribadian mereka. Kesimpulan: dampak stroke baik fisik, psikologis maupun sosial dapat menurunkan kualitas hidup seperti hubungan sosial, peran keluarga, emosi, perawatan diri, dan aspek lainnya. Mendengarkan musik setiap harinya sesuai dengan pilihan sendiri memberikan efek yang berbeda-beda bagi setiap orang dan ditemukan pula bahwa musik dapat meningkatkan kualitas hidup penderita pasca-stroke.
MOTIF, DAMPAK PSIKOLOGIS, DAN DUKUNGAN PADA KORBAN PERDAGANGAN MANUSIA DI NUSA TENGGARA TIMUR Kiling, Indra Yohanes; Kiling-Bunga, Beatriks Novianti
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Jurnal Psikologi Ulayat (Forthcoming)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.354 KB) | DOI: 10.24854/jpu02019-218

Abstract

Abstract – Female adults in East Nusa Tenggara (Nusa Tenggara Timur; NTT) are at risk to be victims of national and international human trafficking. This research describes the motives, psychological impacts, and supports perceived by adult female victims from NTT. Qualitative approach was applied with thematic analysis as the analysis method. Participants were five victims of human trafficking aged between 21 – 37 years old who have returned to NTT. It was found that participants were motivated to worked outside NTT due to economical, familial, and social reasons, while some other participants also reported being forced to work abroad. The perceived psychological impacts were maladaptive behaviors, deep sadness, helplessness, and being ashamed by stigma associated with being victims. Supports that were positively meaningful were the opportunity to share with other victims and to have a counseling sessions with mental health practitioners. Initiative to improve mental health services is indispensable as a base to combat human trafficking and to support victims.Abstrak — Wanita dewasa di Nusa Tenggara Timur (NTT) rentan terhadap kejahatan perdagangan manusia, baik dalam skala nasional maupun internasional. Penelitian ini mendeskripsikan tentang motif, dampak psikologis, dan dukungan yang dipersepsi oleh wanita dewasa dari NTT yang berhasil bertahan hidup dari pengalaman menjadi korban perdagangan manusia. Pendekatan kualitatif diaplikasikan dalam penelitian ini, dengan analisis tematik sebagai teknik analisis. Partisipan adalah lima orang wanita berusia antara 21–37 tahun yang dijadikan pekerja ilegal di luar NTT dan telah kembali ke NTT. Ditemukan bahwa motif yang mendorong partisipan untuk bekerja di luar NTT adalah motif ekonomi, keluarga, sosial, dan paksaan. Dampak psikologis yang dialami adalah perilaku maladaptif, rasa sedih yang mendalam dan tak berdaya, serta rasa malu oleh stigma. Dukungan yang dimaknai secara positif adalah kesempatan untuk berbagi semangat dengan sesama korban dan sesi konseling dengan praktisi kesehatan mental. Inisiatif untuk meningkatkan pelayanan kesehatan mental sangat dibutuhkan sebagai dasar untuk melawan perdagangan manusia dan untuk mendukung korban.
HUBUNGAN PERSEPSI ANAK MENGENAI DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA DENGAN SIKAP ANAK TERHADAP PERILAKU MENGKONSUMSI BUAH Anindia, Mina Henrietty; Fourianalistyawati, Endang
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.717 KB) | DOI: 10.24854/jpu22013-17

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan fenomena di mana anak lebih akrab dengan makanan yang memiliki kandungan gizi rendah. Buah merupakan salah satu komponen asupan makanan sehat yang memiliki banyak manfaat. Perilaku makan anak berhubungan dengan peran orangtua dalam memberikan dukungan sosial. Dukungan sosial yang diberikan berupa dukungan emosional, penghargaan diri, instrumental, informasional, dan jaringan sosial. Sikap merupakan evaluasi berbagai aspek dalam dunia sosial yang meliputi orang-orang di sekitar, objek, dan ide-ide. Sikap terbentuk dari komponen afektif, kognitif, dan perilaku. Ketiga komponen tersebut harus konsisten satu dengan yang lain, agar terjadi keselarasan dalam pembentukan sikap. Anak memiliki kemampuan untuk melihat dan menilai orang lain, disebut juga sebagai persepsi sosial. Sebanyak 70 siswa sekolah dasar dengan rentang usia 9-11 tahun berpartisipasi dalam penelitian ini. Anak dengan rentang usia tersebut telah mengalami perkembangan yang lebih maju secara kognitif maupun sosial. Dalam penelitian ini, skala penelitian dibuat sendiri oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signiikan antara persepsi anak mengenai dukungan sosial orangtua dengan sikap anak terhadap konsumsi buah. Dengan demikian, disarankan kepada pihak-pihak terkait untuk turut serta melakukan upaya-upaya meningkatkan konsumsi buah pada anak-anak, sebagai salah satu cara menjaga kesehatan
PENGARUH KEPRIBADIAN, LETAK KENDALI PERILAKU, DAN MOTIVASI TERHADAP OTONOMI REMAJA MEMILIH PERGURUAN TINGGI Hasnin, Hanrezi Dhania
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.386 KB) | DOI: 10.24854/jpu12015-33

Abstract

Abstract — This study examines the impacts of personality trait, locus of control and motivation to the adolescent’s autonomy on choosing university. Respondents are 222 adolescents, between 16 to 20 years of age, have graduated from high school, have decided to continue study into college or university and are preparing for university’s entry examinations. The data are collected using the Big Five Personality Traits questionnaire, Levenson's IPC Locus of Control questionnaire, Motivation, and Behavioral Autonomy questionnaire that are adapted for the purposes of this study. Results from multiple regression analyses show that some of dimensions in personality traits, locus of control and motivation affect adolescent’s autonomy from father, mother or both on choosing higher education institutions. Moreover, they show that (1) chance and encouragement from others had negative impacts to adolescent’s autonomy from father’s influence for choosing higher education institutions, while on the career motivation it has positive impact. (2) there is no significant impact of all dimensions in personality trait, locus of control, and motivation to adolescent’s autonomy form mother’s influence. (3) chance has significant negative impact to adolescent’s autonomy from parent’s influence. Abstrak — Penelitian ini menguji pengaruh dimensi kepribadian, letak kendali perilaku dan motivasi terhadap otonomi remaja dalam memilih perguruan tinggi. Responden terdiri dari 222 remaja, berusia antara 16 hingga 20 tahun, telah lulus dari sekolah menengah umum, telah memilih perguruan tinggi yang ingin dimasuki dan sedang mengikuti bimbingan belajar sebagai persiapan ujian masuk perguruan tinggi. Data yang dikumpulkan berasal dari kuesioner The Big Five Personality Traits, Levenson’s IPC Locus of Control, motivasi dan otonomi perilaku yang diadaptasi untuk kepentingan penelitian ini. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa beberapa dimensi dari kepribadian, letak kendali perilaku dan motivasi berpengaruh terhadap otonomi remaja dari pengaruh ayah, ibu, atau keduanya dalam memilih perguruan tinggi. Lebih lanjut, hasil-hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) chance dan motivasi dorongan orang lain berpengaruh negatif, sedangkan motivasi karir berpengaruh positif terhadap otonomi remaja dari pengaruh ayah dalam memilih perguruan tinggi. (2) tidak ada pengaruh dari semua dimensi kepribadian, letak kendali perilaku, dan motivasi terhadap otonomi remaja dari pengaruh ibu. (3) chance berpengaruh negatif terhadap otonomi remaja dari pengaruh orangtua.
PERMAINAN PASARAN SEBAGAI MEDIA UNTUK MENGEMBANGKAN KOMPETENSI INTERPERSONAL ANAK Murti, Heru Astika Setya
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.381 KB) | DOI: 10.24854/jpu22016-65

Abstract

Abstract — Interpersonal competence is a necessary capability in establishing relationships with others. During childhood, this ability has been developed and can be stimulated through various methods. Play is one of several methods that can be used as it is related as an activity that is close to a child’s life. This play can be in the form of pretend play with the settings ‘Pasaran’. This study aims to determine the effect of ‘Pasaran’ play on children’s interpersonal competence. The method used in this research was quasi experiment using the untreated control group design with dependent pre-test and post-test samples. Two groups were used in this research, an experimental group (Pasaran play was given as the treatment) and the control group. Interpersonal competence is measured using Interpersonal Competence Scale based on the aspects by Buhrmester, dkk. (1998). The result showed that there is a difference in interpersonal competence between the experimental group and control group. The experimental group, the group that did Pasaran play, had interpersonal competence higher than the control group. It was concluded, Pasaran play can be used as a tool to develop interpersonal competence in children. Abstrak — Kompetensi interpersonal merupakan kemampuan yang diperlukan dalam menjalin relasi dengan orang lain. Pada masa anak-anak, kemampuan ini sudah berkembang dan dapat distimulasi melalui berbagai metode. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah melalui permainan, sebab bermain merupakan aktivitas yang dekat dengan kehidupan anak. Bentuk permainan ini dapat berupa pretend play dengan setting ‘Pasaran’. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan pasaran terhadap kompetensi interpersonal anak. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan menggunakan desain untreated control group with dependent pre-test and post-test samples. Terdapat dua kelompok yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu kelompok eksperimen (dengan perlakuan yang diberikan adalah permainan pasaran) dan kelompok kontrol. Kompetensi interpersonal diukur dengan menggunakan skala kompetensi interpersonal yang disusun berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan oleh Buhrmester, dkk. (1998). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kompetensi interpersonal antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memiliki kompetensi interpersonal yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa permainan pasaran dapat digunakan sebagai media mengembangkan kompetensi interpersonal pada anak.Abstract— Interpersonal competence is a necessary capability in establishing relationshipswith others. During childhood, this ability has been developed and can be stimulatedthrough various methods. Play is one of several methods that can be used as it is relatedas an activity that is close to a child’s life. This play can be in the form of pretend playwith the settings ‘Pasaran’. This study aims to determine the effect of ‘Pasaran’ play onchildren’s interpersonal competence. The method used in this research was quasi experimentusing the untreated control group design with dependent pre-test and post-test samples.Two groups were used in this research, an experimental group (Pasaran play was givenas the treatment) and the control group. Interpersonal competence is measured usingInterpersonal Competence Scale based on the aspects by Buhrmester, dkk. (1998). The resultshowed that there is a difference in interpersonal competence between the experimentalgroup and control group. The experimental group, the group that did Pasaran play, hadinterpersonal competence higher than the control group. It was concluded, Pasaran playcan be used as a tool to develop interpersonal competence in children. Keywords: Pasaran play; Interpersonal competence; children Abstrak— Kompetensi interpersonal merupakan kemampuan yang diperlukan dalammenjalin relasi dengan orang lain. Pada masa anak-anak, kemampuan ini sudah berkembangdan dapat distimulasi melalui berbagai metode. Salah satu metode yang dapat digunakanadalah melalui permainan, sebab bermain merupakan aktivitas yang dekat dengan kehidupananak. Bentuk permainan ini dapat berupa pretend play dengan setting ‘Pasaran’. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan pasaran terhadap kompetensiinterpersonal anak. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan menggunakandesain untreated control group with dependent pre-test and post-test samples. Terdapatdua kelompok yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu kelompok eksperimen (denganperlakuan yang diberikan adalah permainan pasaran) dan kelompok kontrol. Kompetensi interpersonal diukur dengan menggunakan skala kompetensi interpersonal yang disusunberdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan oleh Buhrmester, dkk. (1998). Hasil penelitianmenunjukkan terdapat perbedaan kompetensi interpersonal antara kelompok eksperimendengan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memiliki kompetensi interpersonal yanglebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa permainan pasarandapat digunakan sebagai media mengembangkan kompetensi interpersonal pada anak.
HUBUNGAN KELEKATAN PADA IBU, AYAH, DAN TEMAN SEBAYA DENGAN KECENDERUNGAN ANAK MENJADI PELAKU DAN KORBAN BULLYING Arif, Fasli; Wahyuni, Sri
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.311 KB) | DOI: 10.24854/jpu22017-100

Abstract

Abstract — Bullying is a behavior of misusing physical force by stronger individuals or groups towards their weaker counterparts, which is intended to hurt and is repeatedly done.  The aim of the current study is to investigate the tendency of children to become bullies and victims of bullying in terms of attachment to the mother, father, and peers. Subjects in this study were 250 students with complete parents. This study found that there exists a negative relationship between attachment to mother and father and children’s tendency to be bullies. It was also found that only attachment to father that were negatively associated with children’s tendency to be victims of bullying. This study also found that peer attachment does not have a significant relationship with children’s tendency to be both bullies and victims of bullying. Further, both boys and girls are at risk of becoming victims of bullying.  Abstrak — Bullying adalah perilaku yang menyalahgunakan kekuatan fisik, dilakukan oleh individu atau kelompok yang lebih kuat terhadap individu atau kelompok yang lebih lemah dengan tujuan untuk menyakiti, dan dilakukan secara berulang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kecenderungan anak menjadi pelaku dan korban bullying ditinjau dari kelekatan pada ibu, ayah, dan teman sebaya. Subjek penelitian ialah 250 siswa yang memiliki orangtua yang lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara kelekatan dengan ibu dan ayah dengan kecenderungan anak menjadi pelaku bullying, namun hanya kelekatan dengan ayah yang berasosiasi negatif dengan kecenderungan anak menjadi korban bullying. Kelekatan dengan teman sebaya diketahui tidak berasosiasi dengan kecenderungan anak menjadi pelaku dan korban bullying. Anak laki-laki dan perempuan sama-sama berisiko menjadi korban bullying.
PENGARUH PERSEPSI KOMUNIKASI EFEKTIF DENGAN ORANG TUA TERHADAP KECENDERUNGAN KENAKALAN REMAJA DI SMA X JAKARTA Christian, Cyntia Verina; Jatmika, Devi
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.544 KB) | DOI: 10.24854/jpu02018-137

Abstract

Abstract – Communication is an essential aspect in the parent-adolescent interaction. An effective parents-adolescent communication is believed to create positive climate and interaction between parents and adolescent. Adolescents’ perception about parental communication helps them develop and achieve maturity, because through that communication, values, rules, and culture are permeated. The purpose of this study is to determine whether there is a significant effect of parents-adolescent communication perception on juvenile delinquency in a Senior High School Jakarta. This is a causal comparative quantitative study of 316 students from a Senior High School in Jakarta. Instruments used to measure parents-adolescent communication perception were constructed from the Effective Communication Theory and the tendency of juvenile delinquency, which was adapted from Wijaya, Widiastuti, and Nisfiannoor (2010). The result of this study showed that there is a significant contribution of the effect of parents-adolescent effective communication perception on juvenile delinquency in X Senior High School.Abstrak — Komunikasi merupakan hal terpenting dalam interaksi orang tua dan remaja dalam keluarga. Komunikasi orang tua dengan remaja menciptakan suasana dan interaksi yang positif antara orang tua dan remaja. Persepsi remaja mengenai komunikasi orang tua turut membantu remaja mengembangkan dan mencapai kematangan sebagai orang dewasa. Pada komunikasi orang tua terdapat penyampaian nilai-nilai, aturan, dan budaya yang dianut oleh keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh persepsi komunikasi orang tua dan remaja terhadap kecenderungan kenakalan remaja di SMA X Jakarta. Desain penelitian ini ialah kausal komparatif dengan pendekatan kuantitatif terhadap 316 siswa di salah satu SMA di Jakarta. Instrumen yang digunakan untuk mengukur persepsi komunikasi dengan orang tua dibuat berdasarkan teori komunikasi efektif dan kecenderungan kenakalan remaja yang diadaptasi dari Wijaya, Widiastuti, dan Nisfiannoor (2010). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi komunikasi efektif orang tua dan remaja terhadap kecenderungan kenakalan remaja.
DINAMIKA PSIKOSOSIAL ISTRI SEBAGAI PEKERJA SEKS KOMERSIAL SEIJIN SUAMI Rahayu, Asep Guntur; Soeranti, Tatie
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.097 KB) | DOI: 10.24854/jpu12012-12

Abstract

Hidup adalah pilihan, termasuk peran apa yang akan kita pilih dalam mengisi hidup ini, itu sepenuhnya terserah kita. Tetapi terkadang hidup ini kejam, karena seringkali kita dihadapkan kepada pilihan yang semuanya tidak menyenangkan bagi kita. Seperti halnya yang dialami oleh istri yang bekerja sebagai PSK, mereka harus menjalankan dua status yang saling berlawanan. Sebagai seorang isteri, mereka dituntut untuk bertingkah laku layaknya ibu rumah tangga lainnya. Sedangkan sebagai PSK ia harus bertingkah laku seperti PSK pada umumnya. Apa yang dilakukannya pada saat menjadi ibu rumah tangga sangat bertolak belakang dengan apa yang dilakukannya pada saat mereka menjadi PSK. Ketidakselarasan antara dua peran yang harus dijalankan oleh isteri yang juga PSK telah memicu ketegangan psikologis dalam diri mereka. Ketegangan psikologis tersebut harus mereka atasi agar mereka tetap bisa menjalankan kehidupannya. Ketegangan psikologis dan cara-cara para PSK untuk meredakannya merupakan hal unik dan menarik untuk yang menjadi fokus dari penelitian ini. Secara lebih spesifi k, permasalahan psikologis istri yang juga sebagai PSK akan digali melalui proses belajar, dan keselarasan serta ketidakselarasan konsep diri dalam kehidupannya.
VALIDASI KONSTRUK INVENTORI ADAPTASI INOVASI KIRTON DALAM BAHASA INDONESIA Tobing, Gracia; Angelina, Veronika Efata; Franceline, Dea; Anwar, Morina Yuandary; Suwartono, Christiany; Halim, Magdalena
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.043 KB) | DOI: 10.24854/jpu22013-28

Abstract

Semua orang adalah pemecah masalah, karena ia selalu berhadapan dengan berbagai masalah di kehidupannya yang harus diselesaikan. Masing-masing orang memiliki cara penyelesaian masalah yang berbeda meskipun dihadapkan pada masalah yang serupa karena ia memiliki gaya berpikir yang berbeda-beda. Gaya berpikir ini dapat diamati dari caranya melihat dan menyelesaikan masalahnya. Cara ia menyelesaikan masalah bisa jadi merupakan indikator paling baik untuk menunjukkan kreativitas seseorang. Kirton memandang kreativitas sebagai cara seseorang dalam menunjukkan kreativitasnya. Hal ini disebut Kirton sebagai creativity style yang diukur dengan alat ukur Kirton’s Adaption-Innovation (KAI). Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi KAI ke dalam Bahasa Indonesia. Kami menggunakan metode convenience sampling. Kami melakukan validasi konstruk dengan menggunakan faktor analisis konirmatori, khususnya tipe measurement model. Pengujian psikometri dilakukan untuk memastikan reliabilitas dan validitas KAI versi Bahasa Indonesia. Hasil pengujian Inter-Item Correlation, Correlation With Another Tests serta Factor Analysis menunjukkan bahwa KAI versi Bahasa Indonesia ini cukup reliabel namun membutuhkan revisi pada beberapa itemnya untuk meningkatkan validitasnya.
HUBUNGAN BELIEVING DAN BELONGING SEBAGAI DIMENSI RELIGIUSITAS DENGAN LIMA DIMENSI WELL-BEING PADA MAHASISWA DI TANGERANG Saputra, Andy; Goei, Yonathan Aditya; Lanawati, Sri
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.733 KB) | DOI: 10.24854/jpu12016-52

Abstract

Abstract — Recent studies showed that well-being has been decreasing in both Asia and the United States of America. Another study found that college students’ well-being was also declining. These findings suggest that ways to increase well-being become very crucial to be explored, such as exploring what variables that correlates or affect it. Previous findings found that religiosity, specifically believing and belonging dimension, affects well-being. This study explore how believing and belonging correlates with well-being and its five dimensions, positive emotions, engagement, positive relationships, meaning, and accomplishment among 181 college students. The result shows that both believing and belonging correlates with the five dimensions of well-being significantly, meaning that the belief in God and belonging into religious groups helps individual’s well-being to flourish. Abstrak — Studi-studi menemukan bahwa tingkat well-being di Asia dan Amerika Serikat dan juga pada mahasiswa menurun. Penemuan-penemuan ini menunjukkan bahwa cara-cara untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis (well-being) seseorang menjadi krusial untuk ditemukan, seperti mengeksplorasi variabel apakah yang dapat berkorelasi atau mempengaruhinya. Studi sebelumnya menemukan bahwa religiusitas, lebih spesifiknya dimensi believing dan belonging, berpengaruh secara signifikan terhadap well-being. Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana believing dan belonging berkorelasi dengan well-being dan dimensi-dimensinya, yaitu positive emotions, engagement, positive relationships, meaning, and accomplishment pada 181 mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa believing dan belonging berkorelasi secara signifikan dengan lima dimensi well-being, sehingga kepercayaan seseorang kepada Tuhan dan keterlibatannya dengan kelompok religius membantu meningkatkan kesejahteraan psikologisnya.

Page 6 of 12 | Total Record : 113