cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi
Published by Politeknik Negeri Bali
ISSN : 1412114X     EISSN : 25805649     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi is a peer-reviewed research journal aiming at promoting and publishing original high quality research in all disciplines of engineering and applied technology. All research articles submitted to Logic should be original in nature, never previously published in any journal or presented in a conference or undergoing such process across the world. All the submissions will be peer-reviewed by the panel of experts associated with particular field. Submitted papers should meet the internationally accepted criteria and manuscripts should follow the style of the journal for the purpose of both reviewing and editing.
Arjuna Subject : -
Articles 265 Documents
PEMBANGUNAN JEMBATAN LABUAN SAIT – SULUBAN YANG RAMAH LINGKUNGAN I Wayan Intara
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 17 No 1 (2017): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.394 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi mempengaruhi dari setiap sistem ataupun metoda yang dipergunakan dalam pelaksanaan konstruksi. Hal ini mengakibatkan berbagai dampak yang positif terhadap lingkungan baik negatif maupun positif. Indonesia selaku negara berkembang Perkembangan juga meberikan konstribusi baik berkaitan dengan mutu, biaya serta waktu dari konstruksi yang dilaksanakan. dan sedang membangun, telah memiliki cetak biru bagi sektor konstruksi sebagai grand design dan grand strategy yang disebut dengan Konstruksi Indonesia 2030. Di tahun 2007 dalam Konferensi PBB yang diselenggarakan di Bali. Indonesia menyepakati akan menurunkan kadar CO2 di udara sebesar 26% sampai dengan 41% di akhir tahun 2020 dan disepakati tentang “peta jalur hijau” dengan pola pembangunan abad ke-21 yang berkadar rendah karbon (Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2011). Pernyataan tersebut memunculkan wacana green costruction (konstruksi ramah lingkungan). Wacana tersebut menuntut pada pelaksanaan konstruksi untuk sangat memperhatkan dari metoda pelaksanaan yang akan dilaksanakan. Disamping itu, melaksanakan kontruksi ramah lingkungan ini akan mempengaruhi biaya serta waktu pelaksanaan dari proyek. Dalam pelaksanaan proyek pembangunan jembatan Labuan Sait – Suluban dilaksanakan dengan memperhatikan lingkungan sekitar. Pekerjaan yang diamati meliputi pekerjaan pengadaan beton dengan metoda precast dan cast in situ. Dengan hasil metoda precast lebih ramah lingkungan. Penggunaan beton precast memerlukan biaya sebesar Rp.1.556.750.000, sedangkan beton cast in situ memerlukan biaya Rp.743.828.563, lebih murah 47,78% dari beton precast. Dilihat dari segi waktu penggunaan beton precast lebih cepat 28 hari dibanding penggunaan beton cast in situ lebih cepat 71,79%.
ANALISIS PENGARUH JENIS PAHAT BUBUT TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN ALUMINIUM HASIL BUBUT MESIN KOMPUTER NUMERICAL CONTROLLED Ida Bagus Puspa Indra
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 1 (2013): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.769 KB)

Abstract

Ada beberapa faktor utama yang dapat mempengaruhi kualitas pembubutan logam pada mesin Computer Numerical Controlled(CNC) khususnya aluminium,di antaranya ditentukan oleh jenis pahat bubut yang digunakan, terdapat tiga jenis pahat bubut di pasaran yaitu : High Speed Steel(HSS), Boron Karbida, dan Diamond(Polycristaline Diamond). Oleh karena sifat-sifat kimia dan fisik High Speed Steel, Boron Karbida dan Diamond tersebut di atas berbeda, maka kekasaran permukaan yang dihasilkanpun berbeda. Sangatlah penting bagi para praktisi dan programmer CNC untuk mengetahui pengaruh jenis pahat bubut yang digunakan terhadap kekasaran permukaan yang dihasilkan pada proses pembubutan aluminium. Ketiga jenis pahat bubut yang digunakan untuk membubut Aluminium, menunjukkan bahwa kekasaran permukaan atau surface roughness(Ra) yang paling kecil dapat dihasilkan oleh pahat jenis Polycristaline Diamond, yaitu pada putaran mesin (N)= 1500 [ rpm], kecepatan potong(Vc)= 89 [ m/mnt] dan dept of cut (DOC)= 0.25 [mm] dapat menghasilkan kekasaran permukaan (Ra)= 1.1[ µm.]
The Effect of Baffle Spiral on The Performance of Heat Exchanger Adi Pratama Putra; Ikhwanul Qiram
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 18 No 3 (2018): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.947 KB) | DOI: 10.31940/logic.v18i3.1132

Abstract

The application of heat exchanger still causes many problems. Research on the performance improvement of the heat exchanger is also conducted by adding baffle. This research is aimed at finding out the influence of spiral baffle on the performance of heat exchanger. Research is conducted by doing experiment. The heat exchanger used is the opposite flow type. The independent variable includes round and triangular springs with gap spacing of 1, 2 and 3 cm which are installed in the heat pipe. The flow rate of the water is varied by 100, 150, 200 and 250 ml / sec. The dependent variable includes the temperature of hot water (in and out) and the temperature of cold water (in and out). Temperature measurement is done by using a K type thermocouple every minute for 5 minutes. Discharge measurement is done by using flow meter and stopwatch. The results showed that there were effects of the spiral and water discharge variation on the rate of heat transfer. The phenomenon of water discharge is inversely proportional to the rate of temperature change. Maximum heat temperature displacement occurred at a variation of 1.5 cm with a flow rate of 31.25 was 1.44o. The minimum heat transfer temperature occurred at a variation of 0.5 cm with a flow rate of 38.46 was 0.82o. The maximum cold temperature heat transfer occurred at a variation of 1.5 cm with a flow rate of 31.25 was 0.52o and the minimum occurred at variation of 0.5 cm with a flow discharge of 38.46 was 0.14o.
KEANDALAN SISTEM SMART GRID ( LITERATUR REVIEW) Ida Bagus Ketut Sugirianta; I Nyoman Sukarma
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 2 (2015): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.185 KB)

Abstract

Smart grids menawarkan salah satu solusi yang paling menarik untuk mengatasi masalah yang dihadapi pada sektor energi. Smart grid sendiri merupakan bagian dari energi inisiatif yang cerdas, yaitu menggabungkan berbagai teknologi yaitu teknologi informasi, komunikasi, pembangkitan, distribusi, dan transmisi. Dengan sistem ini banyak cara yang bisa dilaksanakan untuk mendapatkan suatu sistem listrik yang mempunyai keandalan yang tinggi, efisien, dan mempermudah penggunaan energi baru terbarukan. Peningkatan efisiensi dapat dilaksanakan dengan berbagai cara dengan mengaplikasikan teknologi informasi dan komunikasi pada sistem tenaga listrik
PENGARUH PERLAKUAN PANAS TERHADAP KEKERASAN BAJA (St. 42) DENGAN TEMPERATUR PEMANASAN 800◦C, METODE BRINELL, DI LABORATORIUM UJI BAHAN POLITEKNIK NEGERI BALI I Ketut Rimpung
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 16 No 2 (2016): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.837 KB)

Abstract

Bahan teknik baja dihasilkan dari pengolahan bijih besi berturut-turut melalui: proses pendahuluan, proses peleburan di dalam dapur tinggi dan proses lanjutan pada converter. Baja sebagai bahan teknik konstruksi, ketahanannya terhadap beban luar sangat perlu untuk diketahui sebelum dipergunakan sebagai komponen mesin. Beban luar yang sering terjadi pada komponen mesin adalah beban: puntir, gesek, tarik, bengkok, dan beban tumbuk. Penelitian ini menganalisis kekerasan baja (St.42 standar) dibandingkan dengan baja jenis yang sama setelah mendapat perlakuan panas untuk dikeraskan maupun baja yang dilunakkan. Penelitian ini dilakukan di laboratorium uji bahan Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Bali. Hasilnya menunjukkan adanya ketidak sesuaian antara teori dibandingkan dengan fakta hasil pengujian yaitu; baja yang dikeraskan melalui pemanasan 800◦C dan didnginkan cepat menggunakan air tawar, ternyata menjadi lebih ulet/lunak dibandingkan dengan baja (St.42standar), sedangkan baja yang dilunakkan hasil pengujiannya sesuai dengan teori.
ANALISIS PENGARUH PEMASANGAN KAWAT TANAH TERHADAP GANGGUAN SURJA PETIR PADA SISTEM DISTRIBUSI SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH 20 KV I Nengah Sunaya
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 2 (2013): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.808 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada Penyulang Sempidi Gardu Induk Kapal dalam rangka menganalisis pengaruh pemasangan kawat tanah terhadap gangguan surja petir pada sistem distribusi SUTM 20 kV. Berdasarkan penelitian ditunjukkan bahwa jumlah gangguan penyulang Sempidi akibat sambaran petir sebelum dan sesudah terpasang kabel tanah, terdapat penurunan gangguan sebesar 85,71%, serta penurunan durasi pemadaman sejumlah 38 menit 34 detik. Sudut perlindungan (perisai) pada SUTM yang digunakan sebesar 41° dan 29°. Hal ini berarti sudut tersebut telah sesuai dengan toleransi sudut perlindungan. Dari hasil tersebut, maka perlu dipasangnya pengaman terhadap surja petir berupa kawat tanah.
Props Design on Manual Assembly Lines in Industrial Engineering Design Practicum 3 With Learning Factory Approach Ahmad Syarif Yumna Najmudin; Lobes Herdiman; W.A. Jauhari
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 19 No 2 (2019): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1496.622 KB) | DOI: 10.31940/logic.v19i2.1369

Abstract

Industry requires educational institutions as providers of labor to continue to optimize the learning process on material that is in harmony with existing cases in the industrial world. The Industrial Engineering Study Program of Sebelas Maret University Surakarta (PSTI-UNS) has sought these demands by implementing integrated practice learning with the learning factory concept approach. Identification of design needs was obtained after observations and evaluations of the learning process on PTI Practicum 3. This study contains requirements in designing tools to accommodate lab work in linear PTI Practicum manuals. The tools needed include storage, hand trolleys, storage racks, and work stations. The selection of the work station concept was carried out with Focus Group Discussion (FGD) with specified selection criteria. The criteria for selecting a tool for practicum facilities include the suitability of learning objectives, material
PENGUJIAN PERFORMANCE BIODIESEL BIJI ALPUKAT DI TINJAU DARI KARAKTERISTIK PANJANG PENYEMPROTAN DAN UKURAN BUTIRAN Anak Agung Surya Dwi Pramana; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Made Widiyarta
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.264 KB)

Abstract

Minyak biji alpukat merupakan salah satu jenis minyak yang bersumber dari minyak nabati yang dapat dijadikan sebagai pilihan bahan bakar alternatif karena biji buah alpukat yang biasanya menjadi sampah buangan oleh masyarakat apabila dapat diberdayakan kembali akan memberikan suatu dampak positif, baik lingkungan dalam hal pengurangan jumlah sampah ataupun dari segi pemanfaatanya sebagai salah satu sumber bahan bakar terbarukan. Oleh karena itu, telah dilakukan suatu pengujian eksperimental untuk menguji karakteristik semprotan (spray) biodiesel biji alpukat yang diuji pada ruang pengujian bermekanisme nosel injektor mesin diesel. Adapun variasi campuran pengujian bahan bakar yaitu 5%, 10%, 15%, 20%, 100%BD, dan 100%D. Karakteristik semprotan bahan bakar yang di uji adalah panjang tip penetrasi semprotan (L), kecepatan semprotan (Uin), sudut semprotan (Ɵ), dan distribusi besar butiran yang terbentuk pada masing – masing campuran bahan bakar biodiesel yang di uji. Dari pengujian yang telah dilakukan maka didapatkan sebagai berikut, dengan penambahan biodiesel minyak alpukat pada solar murni berpengaruh pada penurunan kecepatan terbentuknya tip penetrasi semprotan juga memperkecil sudut semprotan.
PANEL AUTOMATIC TRANSFER SWITCH (ATS) – AUTOMATIC MAIN FAILURE (AMF) DI PERUMAHAN DIREKSI BTDC Ni Wayan Rasmini
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 1 (2013): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.945 KB)

Abstract

Dalam menjalankan fungsi maupun produksinya di tempat-tempat tertentu seperti pusat perdagangan, perhotelan, perbankkan, rumah sakit maupun industri, memerlukan energi listrik secara kontinu dan handal.Untuk itu biasanya dipergunakan generator set (genset) sebagai sumber energi listrik cadangan untuk memback-up suplai utama (PLN). Sebagai kontrol kapan genset mengambil alih suplai tenaga listrik ke beban ataupun sebaliknya dipergunakan sebuah sistem atau alat yang disebut Automatic Transfer Switch (ATS) – Automatic Main Failure (AMF). Sesuai dengan namanya alat ini dapat bekerja secara otomatis. Untuk mengetahui dan memahami cara kerja rangkaian control ATS – AMF ini hendaknya dipahami terlebih dahulu komponen-komponen pendukungnya. Dari hasil analisis yang dilakukan dapat diuraikan bahwa komponen-komponen yang dirangkai menjadi sistem ATS – AMF, mempunyai peran masing-masing diantaranya : sebagai proses pemanasan serta start genset saat PLN padam, mematikan genset saat PLN hidup kembali, sebagai start bantu bila terjadi gagal start, serta mematikan genset saat terjadi gangguan over heating dan low pressure oil .
DESAIN ALAT KEDUDUKAN PELAT PADA ANGKAT DAN ANGKUT PELAT ESER UNTUK MENURUNKAN BEBAN KERJA, KELUHAN OTOT SKELETAL DAN MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA I Nyoman Sutarna; I Nengah Darma Susila; I Ketut Sutapa
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 18 No 1 (2018): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.753 KB) | DOI: 10.31940/logic.v18i1.790

Abstract

Aktivitas mengangkat dan mengangkut pelat eser bila dilakukan dengan posisi badan tidak ergonomis akan mengakibatkan keluhan pada otot. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan beban kerja, keluhan otot skeletal dan peningkatan produktivitas kerja. Metode yang digunakan rancangan sama subjek (treatment by subjects design) jumlah sampel 16 0rang. Keluhan otot skeletal di ukur dengan kuesioner nordic body map, beban kerja diprediksi dengan cara mengukur denyut nadi kerja dengan metode 10 denyut, dan produktivitas di hitung dengan selisih rerata produktivitas antar perlakuan per waktu kerja. Data dianalisis dengan uji t – paired dengan taraf signifikan p<0,005.Hasil analisis setelah dilakukan intervensi ergonomic yaitu membuat alat kedudukan pelat terjadi perbedaan yang bermakna (p<0,05) antara sebelun dan setelah perlakuan yaitu: (1) penurunan keluhan otot skeletal dari rerata skor 80,1 menjadi 70,0, (2) penurunan beban kerja mahasiswa dari 104,4 denyut permenit menjadi 93,5 denyut permenit, dan (3) peningkatan produktivitas kerja dari 5 kali per jam menjadi 12 kali per jam , terjadi peningkatan sebesar 58,3%. Disimpulkan bahwa mendesain alat kedudukan pelat pada aktivitas angkat dan angkut pelat dapat menurunan beban kerja, keluhan otot skeletal, dan meningkatkan produktivitas kerja. Disarankan kepada para pengambil kebijakan di pendidikan vokasional agar memperhatikan kondisi alat dan fasilitas kerja yang ergonomis.