cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi
Published by Politeknik Negeri Bali
ISSN : 1412114X     EISSN : 25805649     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi is a peer-reviewed research journal aiming at promoting and publishing original high quality research in all disciplines of engineering and applied technology. All research articles submitted to Logic should be original in nature, never previously published in any journal or presented in a conference or undergoing such process across the world. All the submissions will be peer-reviewed by the panel of experts associated with particular field. Submitted papers should meet the internationally accepted criteria and manuscripts should follow the style of the journal for the purpose of both reviewing and editing.
Arjuna Subject : -
Articles 265 Documents
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN SIKAP KERJA TERHADAP EFEK PERUBAHAN PUSAT GRAVITASI DAN TITIK TUMPU I Gede Santosa Santosa
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 1 (2014): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.355 KB)

Abstract

Penelitian ini meneliti efek perubahan pusat gravitasi (CG) dan titik tumpu (PS) di tubuh selama berdiri/bekerja pada mesin bubut di saat mengalami kelelahan biomechanical. Sampai hari ini, pekerja yang bekerja pada posisi berdiri sering mengalami kelelahan biomechanical. dengan merancang kembali (PS) dan (CG) pekerja pada mesin bubut dari tegak berdiri ke half-sitting atau dengan tidak ada dukungan (HSWNS) posisi berdiri dan half-sitting atau dengan dukungan posisi (HSWS), posisi berdiri ergonomic dapat diperoleh. Oleh karena itu, kelelahan biomechanical dapat dikurangi berdasarkan konsep anaerobic metabolisme energi (AEM) di mana konsentrasi asam laktat dan glukosa dirubah. Penelitian ini menggunakan pre- pos dan grup desain Populasi 60 mahasiswa/pekerja di bengkel mekanik Politeknik Negeri Bali, memilih menggunakan kriteria dan di random. Ukurannya dari grup 10 subjek, HSWN 10, HSW 10, dan kontrol 6 subjek. ini dapat disimpulkan, pertama, pekerja mesin bubut yang tidak melakukan beberapa aktivitas untuk 3 jam menunjukkan tidak berubahnya asam laktat dan konsentrasi glukosa. (PS) dan (CG) selama bekerja di mesin bubut, mempunyai lebih tinggi (AEM) dari pada (HSWNS) dan (HSWS), dalam posisi berdiri. Kedua, (CG) dan (PS) selama bekerja di mesin bubut kita memerlukan kerutan tegap lebih tinggi daripada (HSWNS) dan (HSWS) dalam posisi berdiri. Ketiga, (CG) dan (PS) selama bekerja di mesin bubut (HSWS) dalam posisi berdiri, hasilnya dibandingkan. Untuk itu kita lebih nyaman dan (HSWNS) tinggi pada posisi berdiri. Ini direkomendasikan untuk perusahaan-perusahaan atau lembaga, pekerja harus bekerja pada posisi berdiri, harus merubah posisi pekerja mereka ke posisi half-sitting yang menyebabkan mereka menjadi lebih banyak santai untuk mereduksi kelelahan biomechanical
SIMULASI PENGENDALI PINTU PAGAR SWING BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA328P I Nyoman Sukarma; I Nyoman Sugiarta; Komang Agus Wahyudi
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 16 No 1 (2016): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.338 KB)

Abstract

Simulasi pengendali pintu pagar swing menggunakan remote control ini merupakan alat untuk memudahkan aktivitas manusia dalam membuka pintu pagar dari jarak jauh menggunakan remote control. Remote control tipe RF yang terdiri dari dua buah tombol di antaranya tombol A dan B mengendalikan pintu pagar dengan jarak jangkauan maksimal 5 meter. Ketika misalnya yang ditekan tombol B maka yang pertama terjadi adalah membuka tuas pengunci yang terdapat pada pintu, kemudian pintu bergerak membuka. Apabila yang ditekan tombol A, maka pintu agar bergerak menutup kemudian tuas kunci pada pintu bergerak mengunci pintu.
ANALISIS PENGUJIAN PENYETELAN RELAY ARUS LEBIH SPAJ 131 C DI LABORATORIUM PROTEKSI DAN DISTRIBUSI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO P0LITEKNIK NEGERI BALI I Wayan Sudiartha; I Ketut TA; I G A M Sunaya; Nyoman Mudiana
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 2 (2015): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.978 KB)

Abstract

Proses penyaluran energi listrik dari pembangkit sampai ke konsumen selalu ada gangguan-gangguanyang yang tidak dapat dihindari. Salah satu gangguan pada sistem tenaga listrik adalah over current (aruslebih). Kondisi yang menyebabkan adanya arus lebih yaitu over load (beban lebih) dan short circuit (hubungsingkat).Relay SPAJ 131 C yang ada di laboratorium proteksi dan distribusi jurusan teknik elektro Politeknik NegeriBali merupakan peralatan sistem proteksi jenis baru yang belum dioperasikan sebagai bahan atau pun modulpraktikum. Tujuan dari penelitian bagaimana cara mengoperasikan relay ini sebagai alat proteksi beban lebih danhubung singkat, dan bagaimana mengoperasikan software dari relay yaitu HTL-PL-Soft4. Pengujian yang dilakukanmenguji waktu pemutusan relay dengan karakteristik waktu normal inverse, very inverse,extremely inverse dandefenite serta mengoperasikan software HTL-PL-Soft4. Hasil pengujian NINV dengan setting arus 0.55 Amper danwaktu tunda 0.2 detik, saat arus gangguan sebesar 3 Amper, waktu pemutusannya 1.69 detik. Hasil pengujian VINVwaktu pemutusannya 1.19 detik dan hasil pengujian EINV waktu pemutusannya adalah 0.75 detik. Software HTLPL-Soft4 berfungsi sebagai monitoring data seting dan kerja darirelay.
SIMULASI PERBAIKAN KINERJA DAN KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI 20 KV MELALUI OPTIMASI PADA GARDU HUBUNG I Gusti Putu Arka
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 16 No 3 (2016): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.344 KB)

Abstract

Simulasi ini dilakukan untuk memperbaiki kinerja dan keandalan system distribusi dalam hal ini pada suatu penyulang gardu hubung dengan cara optimasi dengan memanfaatkan aplikasi ETAP (Electrical Transient Analisys Program). Daya listrik merupakan kebutuhan pokok manusia dalam kehidupan. Di Indonesia listrik sebagian dilayani oleh Perusahaan Milik Negara (PLN). Dengan semakin banyaknya kebutuhan listrik tersebut mengakibatkan pentingnya pengembangan kapasitas pembangkit dan saluran transmisi/distribusi. Jarak antara pembangkit dengan konsumen sangat jauh maka penyaluran daya listrik dilakukan melalui suatu saluran transmisi yang panjang umumnya berupa saluran udara terbuka. Gangguan-gangguan sering terjadi jika dibiarkan akan menyebabkan terjadinya arus gangguan yang cukup besar dan bisa mengganggu pendistribusian daya listrik ke konsumen. Hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian ini untuk memperbaiki kinerja dan keandalan sistem distribusi dengan melakukan optimasi penentuan pemasangan optimum kapasitor PT. PLN (Persero) Gardu Hubung diperoleh sebesar 3 x 600 kVAr menggunakan program ETAP sehingga diperoleh tegangan terima dapat diperbaiki sebesar 17,6 kV dan penghematan rugi-rugi daya sebesar 553 kW dan 817 kVAr. Dengan SAIDI dan SAIFI diperoleh tingkat keandalan sebesar 0,7638 (nilai indeks 76%).
PENGARUH PLATINA TERHADAP SISTEM PENGAPIAN PADA MESIN VESPA 2 TAK TAHUN 1981 I Nyoman Sutarna; I Nengah Darma Susila; I Made Aryana
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 17 No 3 (2017): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.209 KB) | DOI: 10.31940/logic.v17i3.606

Abstract

Vespa diproduksi oleh pabrikan kendaraan Italia. Menurut langkah kerjanya ada dua yaitu vespa 2 tak dan vespa 4 tak. Sistem pengapiannya terdiri dari koil penyalaan, platina, kondensor, busi, dan kumparan platina. Pada sistem pengapian ini sering terjadi kerusakan saat perjalanan jauh. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh platina terhadap sistem pengapian pada mesin vespa 2 tak. Penelitian dilakukan dengan eksperimen yaitu melakuan pengamatan langsung kepada pengguna vespa 2 tak tahun 1981. Data yang diperoleh dianalisis dari perbandingan sebelum dioperasikan dengan setelah dioperasikan sejauh 1500 km. Hasil analisis menunjukkan sebelum diopersaikan celah platina 0,03 mm dan setelah celah platina 0,05 mm, ini ada perubahan celah platina sebesar 0,02. Induksi yang terjadi sangat kecil mengakibatkan suara mesin vespa tak stabil, tarikan awal berkurang, terjadinya knoking. Kesimpulannya adalah platina berpengaruh terhadap sitem pengapian. Disarankan pengguna vespa 2 tak masih menggunakan sistem pengapian konvensional untuk rutin melakukan perawatan pada platina, mengurangi masalah pada saat berkendara.
FLUIDIZED BED GASIFICATION BERBAHAN BAKAR BIOMASSA DAN BATUBARA DENGAN VARIASI KOMPOSISI BAHAN BAKAR I Putu Angga Sukma Primantara; I Nyoman Suprapta Winaya; I Made Widiyarta
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 3 (2014): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.624 KB)

Abstract

:Gasifikasi merupakan sistem konversi bahan bakar mentah untuk dirubah menjadi gas yang mampu bakar, di beberapa negara gas ini akan digunakan untuk bahan bakar mesin diesel pada pembangkit listrik. Batubara biasanya digunakan sebagai bahan bakar utama dalam proses gasifikasi karena memiliki karbon dan nilai kalor yang cukup tinggi, namun di sisi lain batubara memiliki tingkat polusi yang cukup besar jika digunakan terus menerus dan batubara merupakan unrenewable energi dan ketersediaanya mulai menipis. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan cara co-gasifikasi, dimana sistem ini adalah pencampuran dua bahan bakar atau lebih yang bertujuan untuk meningkatkan performansi proses gasifikasi. Penelitian ini menggunakan empat jenis biomassa dicampur dengan batubara pada variasi komposisi massa (50%-50%, 60%40%, 70%-30%) dengan temperatur operasi 600OC. Reaktor gasifikasi berteknologi fluidized bed dengan diameter gasifier 96cm dan tinggi 162 cm menggunakan oil burner untuk memanaskan hamparan bed hingga mencapai teperatur operasi agar dapat terjadinya auto ignition. Keunggulan reaktor ini dapat digunakan untuk mengkonversi berbagai jenis bahan bakar dengan nilai kalor yang rendah untuk menghasilkan gas mampu bakar. Distribusi temperatur yang merata sepanjang reaktor diperoleh pada semua penelitian, persentase gas mampu bakar mengalami peningkatan dalam setiap penelitian, efisiensi konversi karbon tertinggi sebesar 86.10% dan efisiensi gasifikasi sebesar 95.09% pada penelitian komposisi 70% cangkang kelapa sawit dengan 30% batubara. Gas mampu bakar dan efisiensi gasifikasi mengalami peningkatan ketika bertambahnya massa biomassa pada perbandingan komposisi massa bahan bakar.
STUDI EKSPERIMENTAL UNJUK KERJA RADIATOR SEBAGAI SUMBER ENERGI PANAS PADA RANCANG BANGUN SIMULASI ALAT PENGERING I Kadek Ervan Hadi Wiryanta
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 17 No 2 (2017): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.749 KB) | DOI: 10.31940/logic.v17i2.544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unjuk kerja temperatur dari radiator bekas type tube and fins. Penelitian dilakukan secara eksperimental pada sebuah rancangan simulasi alat pengering. Skema ini terdiri dari sebuah tangki reservoir penampung air, heater sebagai pemanas air, pompa untuk mensirkulasikan air panas menuju radiator dan sebuah kipas pendingin untuk membuang panas. Laju alir massa air panas adalah 0,486 kg/s, dan kecepatan udara pendingin dari kipas sebesar 1 m/s. Unjuk kerja yang diamati adalah potensi panas buang yang dihasilkan oleh radiator dan efektivitas dari radiator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar panas buang yang dihasilkan oleh radiator cenderung meningkat terhadap waktu dengan besar laju perpindahan panas rata-rata 3974.3 Watt, dan besar laju perpindahan panas maksimum 4680 Watt pada waktu 6 menit. Efektivitas radiator (ɛ) terhadap waktu cenderung meningkat dengan rata-rata ɛ = 0.3 dan nilai efektivitas maksimum diperoleh pada waktu 12 menit yaitu sebesar 0.35
PENGARUH JARAK SUDU PENGARAH (GUIDEVANES) PADA ELBOW DUCTING TERHADAP PRESSURE DROP Adi Winarta; DaudSimon Annakotapary
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 2 (2013): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.091 KB)

Abstract

Padasistemrefrigerasiterpusatducting memiliki peranan yang sangat penting dalam distribusiudara yang akan maupun telah terkondisikan.Padasistem yang sederhana,udaradidalamductingmengalirdariruangan yang dikondisikanmenuju AHU (Air Handling Unit) dankembalilagimenujuruangantersebut. Blowerberfungsimenciptakanperbedaantekananpadaductingsehinggaudaradapatmengalirdarisisireturndanakhirnyak embalikesupply. Selama mengalir di dalam ducting udara mengalami berbagai hambatan sehingga terjadi pressure drop. Salah satu faktor penghambat adalah perubahan arah aliran yang disebabkan adanya belokan pada ducting. Hambatan yang terjadi pada elbow disebabkan olehgesekan (friction loss) danseparasialiran (separation loss).Kegiatanpenelitianiniadalahuntuk mengkaji fenomena aliran udara dengan Angka Reynolds, RE = 3.824 x 104pada rectangularelbow serta mengetahui bagaimana pengaruh pemasangan pengarah (guide vanes) yang memiliki jarak yang berbeda-beda. Berdasarkan data hasil penelitian, ternyata jarak kerapatan guide vanes(sudu pengarah) mempunyai andil terhadap pressure drop. Dari grafik terlihat bahwa pemasanganguide vanesmampumengurangipenurunantekananaliranfluidasaatmelaluielbow. Pemasanganguide vanesdengankerapatan 2,3 cmmenghasilkan pressure drop terkecilyaitu9,15%. Padakerapatanberturut-turutsebesar 1,8 , 1,5 dan 1,2 terjadikenaikanpressure dropsecaraperlahan. Dapat disimpulkan bahwa pemasangan guide vanes pada elbowdapat dijadikan suatu acuan dalam perancangan ductingHVAC sehingga dapat mengurangi penggunaan energi pada blower.
Design and Development of Login Security System Using Radio Frequency Identification I Gede Sujana Eka Putra; Ni Luh Putu Labasariyani
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 19 No 1 (2019): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.223 KB) | DOI: 10.31940/logic.v19i1.1301

Abstract

System security is important in information systems to prevent unauthorized users from accessing data. Login system applies security using encrypted passwords stored on RFID cards. This research designed login security system storing encrypted password using MD5 encryption into the Mifare Tag RFID card and equipped NFC reader to read data from RFID Card. By storing encrypted password characters on RFID cards, login system security is stronger and cannot be traced by unauthorized parties to log into systems. Some stage of system design are through study of literature, designing process flow, system algorithms, designing encryption methods and system interfaces, writing card module coding, card reading module coding, implementation, and system testing. The system login applied by scanning RFID card on the NFC reader, if the password on RFID matches then the user successfully logs into the system. Based on the testing of RFID Tag readings, the maximum distance from the reading of RFID Tag cards is up to 7 cm with a reading range of 00 to 300 with a success rate of 100% authentication. By using RFID Tag cards, increase security for logging into the system, because user cannot log in without having a card with the appropriate password.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS LOBORATORY TRAINING DALAM PRAKTEK PENGUJIAN BAHAN DAN METROLOGI UNTUK MENINGKATKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI PADA MAHASISWA POLITEKNIK NEGERI BALI I Komang Rusmariadi; I Ketut Rimpung; I Nyoman Gunung
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 3 (2013): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.921 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar praktek dalam bentuk jobsheet berbasis laboratory training dalam praktek pengujian bahan dan metrology untuk meningkatkan pencapaian kompetensi pada mahasiswa jurusan teknik mesin. Penelitian ini menggunakan model Dick dan carey karena lebih besar memberikan perhatian kepada kemampuan awal pembelajar, berorientasi pada tujuan dan pemecahan masalah belajar, menampilkan analisis pembelajaran yang rinci serta sistim evaluasi yang variatif, lebih detail memiliki karakteristik yang terdiri dari lembaran-lembaran pembelajaran yang disusun menjadi satu kesatuan yang utuh mencakup: information sheets, instruction sheets, operation sheets, self check sheet, dan perangkat evaluation sheets. Standar kompetensi yang dituntut dalam praktek pengujian bahan dan metrologi, yaitu Mengerti dan memiliki pemahaman pengetahuan yang lebih komprehensip dan menunjukkan keterampilan melakukan pengujian termasuk di dalamnya, mengumpulkan data, melaporkan hasil percobaan secara sistematis, menganalisis dan menuangkan dalam bentuk tugas laporan serta mampu menerapkan secara baik dan benar dalam memecahkan masalah dibidang teknik mesin. Berdasarkan hasil kuesioner, menunjukkan Karakteristik mahasiswa semester 6 jurusan teknik mesin, yaitu: . 1) umur rata-20-22 tahun; 2) Pemahaman terhadap materi praktek pengujian bahan dan metrologi : 26,76% baik, 69,01% sedang, 04,23% kurang; 3) Pengalaman melakukan eksplorasi: 69,01% sering ,30,98% jarang, 0% tidak pernah. Sedangkan terhadap pembelajaran praktek pengujian bahan dan metrologi saat ini, yaitu: 1) Pelaksanaan pembelajaran : 64,8 % menyenangkan, 35,2% kurang menyenangkan, 0% membosankan; 2) Cara penyajian: 56,3% menarik, 43,7% kurang menarik, 0% tidak menarik; 3) Relevansi materi: 21,13% sangat relevan, 78,87% relevan, 0% tidak relevan. Model pembelajaran yang paling sering digunakan dalam praktek pengujian bahan dan metrologi yaitu pembelajaran pelatihan laboratorium(Laboratory Training). Draf Bahan Ajar praktek berbentuk jobsheet terpadu dalam praktek pengujian bahan dan metrologi berbasis laboratory training, sebagai berikut a.Materinya dikembangkan berdasarkan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pencapain kompetensi. b. Ruang lingkup materi meliputi uji tarik, kekerasan, puntir, struktur mikro dan pengukuran. C.Urutan materi menggunakan pendekatan prosedural. d. Metode pencapaian pembelajaran menggunakan Laboratory Training e.Sumber materi diambil dari tulisan atau buku-buku; Metallurgy Fundamental (Daniel A Brant, 1985), Practical Mettalurgy and Material of Industry (John E Nelly, 1984) , Dasar Metalurgi untuk Rekayasawan (Bradbury E.J.1990), Metalurgi Fisik Modern (Smallman R.E. 1985). Juga sebagai bacaan buku-buku berkaitan dengan bahan teknik.Dalam kaitan temuan ini diharapkan Draft bahan ajar ini dapat dikembangkan lebih lanjut melalui proses penelitian sehingga menjadi buku ajar yang tervalidasi