cover
Contact Name
Prama Wahyudi
Contact Email
pramawahyudi@lptik.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltpa@fateta.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 14101920     EISSN : 25794019     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas (JTPA) adalah publikasi ilmiah di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian terkait ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian yang belum pernah dipublikasikan di media lain (kecuali dalam bentuk abstrak atau karya ilmiah akademik atau dipresentasikan dalam seminar atau konferensi). JTPA diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Cakupan artikel Jurnal Teknologi Pertanian Andalas adalah: Teknologi Pertanian, Teknik Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Pertanian Agro-Industri, Teknologi Pangan dan Gizi.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
PENGGUNAAN TAUGE YANG BERBEDA SEBAGAI SUMBER NITROGEN PADA PEMBUATAN NATA DE YAM Wenny Surya Murtius; Alfi Asben; Risa Meutia Fiana; Indah Khairun Nisa
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 25, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.25.1.104-113.2021

Abstract

Penelitian ini menggunakan tauge dari kacang hijau sebagai sumber nitrogen untuk memproduksi nata dari bengkoang. Tauge yang digunakan adalah dari 4 kondisi tauge yang berbeda, dengan tujuan penelitian menentukan kondisi tauge terbaik sebagai sumber nitrogen berdasarkan karakteristik nata yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dengan 4 perlakuan dan 2 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini menggunakan kondisi tauge berbeda diantaranya adalah; tunas tauge, tauge segar, tauge akan busuk dan tauge layu. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah total gula dan nitogen pada bahan baku, serat kasar, rendemen, ketebalan, berat, tekstur dan organoleptik meliputi; warna, tekstur, aroma dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi tauge yang berbeda menyebabkan serat kasar, rendemen, ketebalan, berat, tekstur dan snsory yang berbeda. Berdasarkan karakteristik fisik dan kimia produk perlakuan D (tauge layu) merupakan produk terbaik dengan rata-rata nilai serat kasar 5,82%, rendemen 81,73%, ketebalan 1,05 cm, berat 335,07 g, tekstur 123,58 N/cm.
PEMANFAATAN KAYU KALIANDRA DAN LIMBAH TEH SEBAGAI BAHAN BAKU BIOBRIKET Wibawa Pradana; Anas Bunyamin
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 25, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.25.1.46-51.2021

Abstract

Keberadaan kayu kaliandra yang melimpah karena produktivitasnya yang tinggi tentunya perlu dimanfaatkan secara bijak dan baik. Produksi teh di Provinsi Jawa Barat yang juga tinggi menghasilkan limbah yang juga perlu diolah. Teknologi briquetting dirasa tepat untuk memaksimalkan karakteristik kayu kaliandra sebagai kayu energi dan juga limbah teh yang juga dapat dijadikan bioenergi. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dalam pembuatan serta pengujian mutu berdasarkan SNI dan juga dilakukan menggunakan pendekatan design thinking untuk mengetahui respon konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel dengan komposisi kayu kaliandra 75% dan limbah teh 25% merupakan komposisi terbaik dari segi SNI. Hasil analisis mutu berdasarkan SNI menunjukkan bahwa 2 dari 5 sampel lulus SNI.
KARAKTERISTIK KIMIA SARI BUAH PEDADA (Sonneratia caseolaris) SELAMA PENYIMPANAN Dini Wulan Dari; Mutia Ananda; Dini Junita
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.24.2.189-195.2020

Abstract

Buah pedada yaitu buah mangrove yang hidup di perairan payau, bagian dasar dibungkus kelopak bunga, dan tidak beracun. Masyarakat jarang mengkonsumsi langsung buah pedada karena rasanya yang asam.  Buah pedada memiliki beberapa kandungan gizi yang baik untuk kesehatan, namun buah pedada belum dimanfaatkan secara optimal. Buah tersebut dapat diolah menjadi produk pangan seperti sari buah. Pengolahan dan penyimpanan dapat mempengaruhi kandungan gizi produk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kimia pada sari buah pedada (Sonneratia caseolaris) selama penyimpanan. Penelitian ini terdiri atas tiga perlakuan yaitu sari buah pedada tanpa penambahan gula (P1), sari buah pedada dengan penambahan gula 60% (P2), dan sari buah pedada dengan penambahan gula 70% (P3), sari buah yang telah diolah kemudian disimpan pada tiga waktu penyimpan (hari ke-0, ke-3 dan ke-6) pada suhu 7˚C. Pada setiap waktu penyimpanan dilakukan uji karakteristik kimia untuk mengetahui rasio kenaikan dan penurunan zat gizi dan kapsitas antioksidan yang terjadi pada sari buah pedada (sonneratia caseolaris) selama penyimpanan. Karakteristik kimia sari buah pedada selama penyimpanan 0 hari, 3 hari dan 6 hari padaa suhu 70C mengalami kenaikan pada parameter kadar abu yaitu sebesar 0,02% dan serat sebesar  0,81%.  Kadar karbohidrat dan serat mengalami kenaikan yaitu berturut-turut sebesar 0,9% dan 0,81% serta penurunan berturut-turut sebesar 0,2% dan 0,51%. Parameter yang lainnya mengalami penurunan yaitu kadar protein sebesar 0,16%, vitamin C sebesar 3,27 mg dan aktivitas sebesar 0,65%. Sari buah pedada dengan karakteristik kimia terbaik selama penyimpanan adalah pedada 200 g dengan penambahan gula 70%.
APLIKASI BERAS KETAN HITAM (Oryza sativa var glutinous) DAN MADU SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN BODYSCRUB Nina Hairiyah; Nuryati Nuryati
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.24.2.114-121.2020

Abstract

Bodyscrub adalah salah satu produk yang menjadi andalan konsumen dalam menjaga kebersihan dan kesegaran kulit tubuh, bodyscrub berfungsi untuk mengangkat sel-sel kulit mati, kotoran pada kulit dan membuka pori-pori sehingga kulit menjadi lebih cerah dan putih. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik pada pembuatan bodyscrub berbahan dasar beras ketan hitam dan madu. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan sampel beras ketan hitam dan madu. Pengujian yang dilakukan adalah pengamatan terhadap sifat fisik organoleptik (warna, aroma dan tekstur), kelembaban kulit, iritasi kulit, pH dan stabilitas emulsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi terbaik adalah bodyscrub dengan formulasi 4,6% beras ketan hitam dan madu yang memiliki warna mauve, aroma sedikit berbau khas beras ketan hitam dan madu, tekstur lebih banyak butiran scrub, pH 7, tidak terjadi iritasi kulit, nilai rata-rata kadar kelembaban kulit sebesar 18,60%, dan stabilitas emulsi sebesar 79,72%.
APLIKASI MALTODEKSTRIN PADA PEMBUATAN YOGURT BUBUK BIJI NANGKA (Arthocarpus lineus) Masyhura MD; Misril Faudi; Surnaherman Surnaherman
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 25, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.25.1.73-80.2021

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi maltodekstrin terhadap kadar protein, total mikroba, total asam dan kadar air pada yogurt bubuk dari biji nangka. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap non-faktorial dengan konsentrasi maltodekstrin (M) terdiri dari 4 taraf (M1= 10%, M2= 15%  M3= 20%, M4= 25%) dan 3 ulangan. Penelitian ini menggunakan analisis secara kuantitatif yaitu kadar protein, total mikroba, total asam dan kadar air. Parameter penelitian ini diolah secara ANOVA dan dilanjutkan uji DMRT 5% menggunakan software IBM SPSS Statistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan konsentrasi maltodekstrin dari 10-25% menunjukkan peningkatan kadar protein, total mikroba, dan kadar air, namun menurunkan total asam pada yoghurt bubuk biji nangka dengan konsentrasi terbaik terdapat pada 25%.
ANALISA KAVITASI TERHADAP POMPA THORISHIMA BERDASARKAN VARIASI TEMPERATUR DAN KETINGGIAN INSTALASI DEARATOR Zulham Effendi; Siti Aisyah; Suhermansyah Pratama
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 25, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.25.1.6-15.2021

Abstract

Unjuk kerja pompa sentrifugal ditandai dengan besarnya efisiensi, head, dan kapasitas pompa tersebut apabila digunakan dengan daya yang sama. Untuk memperbaiki unjuk kerja tersebut, maka dibutuhkan penelitian dan kajian yang mendalam untuk mendapatkan karakteristik pompa sentrifugal yang diinginkan dalam mendistribusikan air ke deaerator dengan temperatur yang maksimal tanpa mengalami kavitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui headloss serta proses kavitasi yang terjadi pada pipa di PKS Tebing Tinggi. Dari hasil analisis yang telah dilakukan maka telah diketahui total headloss yang terjadi pada sistem perpipaan ketinggian 6 m sebesar 2,8498 m, ketinggian 8 m sebesar 3,4648 m , ketinggian 10 m sebesar 4.0698 m, ketinggian 12 m sebesar 4.6798 m. Kemudian proses terjadi kavitasi pada sistem perpipaan hanya terjadi pada ketinggian 6 m pada temperatur 102°C - 105°C dan ketinggian 8 m terlihat pada temperatur 105°C. Selanjutnya pada ketinggian 10 meter dan ketinggian 12 meter proses terjadinya kavitasi itu sudah tidak ada. Maka dari itu berdasarkan potensi yang telah diperhitungkan bahwa semakin tinggi instalasi deaerator kecil kemungkinan terjadinya kavitasi serta pada nilai efisiensi yang ideal terjadi pada ketinggian 10 meter dan 12 meter.
KAJIAN SIFAT FISIK, KIMIA, DAN SENSORIS SAMBAL TEMPOYAK (DURIAN TERFERMENTASI) BERKEMASAN RETORT POUCH Hesti Ayuningtyas Pangastuti; Lasuardi Permana; Dea Tio Mareta; Vita Fitriani; Amalia Wahyuningtyas
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.24.2.157-165.2020

Abstract

Tempoyak merupakan daging fermentasi durian yang diproses, dengan atau tanpa menggunakan garam. Tempoyak dapat divariasi menjadi berbagai olahan produk pangan, salah satunya adalah sambal tempoyak. Komersialisasi sambal tempoyak dapat dilakukan untuk meningkatkan umur simpan produk, salah satunya dengan menggunakan pengemasan retort. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan asam sitrat ke dan perbedaan waktu sterilisasi terhadap sifat fisikokimia dan sensoris sambal tempoyak dengan pengemasan retort untuk menghasilkan produk dengan kombinasi perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi penambahan asam sitrat dan perbedaan waktu sterilisasi memiliki pengaruh signifikan (p<0.05) terhadap parameter kadar air, pH, aktivitas air, viskositas, dan kecerahan pada produk. Setelah dilakukan teknik eliminasi menggunakan metode indeks efektivitas serta dilakukan evaluasi sensoris, diketahui bahwa perlakuan sambal tempoyak terbaik adalah produk dengan penambahan 3% asam sitrat dan waktu sterilisasi 35 menit.
PENGENDALIAN BANJIR KOTA PADANG MENGGUNAKAN METODE ZERO RUN OFF SYSTEM (STUDI KASUS DAS KURANJI) Hendri Gustian; Feri Arlius; Rusnam Rusnam; Eri Gas Ekaputra
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.24.1.86-91.2020

Abstract

Banjir pada umumnya terjadi akibat faktor alam seperti intensitas hujan yang  tinggi dan kerusakan DAS akibat penggunaan lahan yang tidak menerapkan kaidah-kaidah konservasi. Kota Padang merupakan daerah rawan banjir di Provinsi Sumatera Barat, yang disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi dengan durasi waktu yang lama. Pengendalian banjir tidak bisa terlepas dari pentingya pengelolaan DAS. Melalui penerapan metode Zero Run Off System (ZROS) yang dapat meminimalkan aliran permukaan (run-off) dan meningkatkan penyerapan air. Sumur resapan salah satu yang direkomendasikan pada bagian hilir DAS Kuranji. Jumlah sumur resapan yang dibutuhkan adalah sebanyak 12.244 unit untuk periode ulang curah hujan 2 tahun dan 16.864 unit untuk periode ulang curah hujan 50 tahun.
KAJIAN SEBARAN PRODUKTIVITAS PADI SAWAH MENGGUNAKAN DATA CITRA LANDSAT 8 DI DAERAH IRIGASI BATANG ANAI KABUPATEN PADANG PARIAMAN Rijal Budiman; Eri Gas Ekaputra; Isril Berd
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 25, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.25.1.46-53.2021

Abstract

Irigasi skala besar pada umumnya memiliki ketersediaan air cenderung tidak merata dari hulu, tengah dan hilir, sehingga mempengaruhi akan produktivitas tanaman padi. Daerah Irigasi Batang Anai merupakan irigasi skala besar dengan luas daerah layanan 13.604 ha tentu membutuhkan waktu, tenaga dan biaya yang tinggi untuk melakukan perhitungan produktivitas secara manual. Salah satu teknologi yang dimanfaatkan untuk mendukung perhitungan produktivitas padi adalah dengan memanfaatkan algoritma nilai Normalized Difference Vegetation Indeks (NDVI) dari analisis citra Landsat 8 selama 6 tahunan. Melalui identifikasi umur tanaman padi dapat diketahui pola tanam dan waktu panen. Nilai NDVI pada saat akan panen atau padi berumur 14-16 MST dijadikan acuan untuk pendugaan produktivitas yang dikorelasikan dengan produktivitas data ubinan. Analisis pada umur 14-16 MST didapatkan hubungan negatif. Semakin tinggi nilai NDVI maka produktivitas semakin rendah dengan nilai koefisien determinasi (R2) adalah 0,8856. Dengan persamaan regresi yang didapatkan y = -9,4514x + 10,467. Terdapat nilai simpangan tertinggi 10,86 % atau 0,61 ton, sedangkan yang terkecil yaitu 1,45 % atau 0,07 ton. Sebaran produktivitas padi berdasarkan nilai NDVI di Daerah Irigasi Batang Anai dibagi menjadi tiga kawasan yaitu hulu sebesar 6,45 ton/ha GKP, tengah sebesar 6,46 ton/ha GKP, dan hilir sebesar 5,42 ton/ha GKP.
PENGARUH PENAMBAHAN LARUTAN ALKALI DALAM PROSES DEKAFEINISASI BIJI KOPI KERING TERHADAP KARAKTRISTIK FISIKOKIMIA KOPI BUBUK Ruri Wijayanti; Malse Anggia
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.24.2.196-201.2020

Abstract

Kandungan kafein didalam kopi yang  cukup tinggi jika dikonsumsi secara berlebihan dapat membahayakan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan larutan alkali terhadap karakteristik fisiko kimia kopi bubuk yang dihasilkan dan menentukan konsentrasi alkali yang paling tepat digunakan agar diperoleh kadar kafein dan mutu kopi bubuk yang sesuai dengan SNI. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan pola faktorial 10 x 1 dengan 3 kali ulangan. Faktor perlakuannya adalah larutan alkali (NaOHdan Na2CO3) dengan 5 taraf yakni NaOH (Konsentrasi 3, 3.5, 4, 4.5, dan 5%) dan Na2CO3 (Konsentrasi 6, 6.5, 7, 7.5 dan 8%). Parameter yang diuji diantaranya adalah kadar air, kadar abu, dan kadar kafein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan larutan alkali memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar air, kadar abu dan penurunan kadar kafein bubuk kopi yang dihasilkan. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan penambahan Na2CO3 7% dengan kadar air 1,5756%, kadar abu 4,7155 % dan kadar kafein 0,978%