cover
Contact Name
Prama Wahyudi
Contact Email
pramawahyudi@lptik.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltpa@fateta.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 14101920     EISSN : 25794019     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas (JTPA) adalah publikasi ilmiah di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian terkait ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian yang belum pernah dipublikasikan di media lain (kecuali dalam bentuk abstrak atau karya ilmiah akademik atau dipresentasikan dalam seminar atau konferensi). JTPA diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Cakupan artikel Jurnal Teknologi Pertanian Andalas adalah: Teknologi Pertanian, Teknik Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Pertanian Agro-Industri, Teknologi Pangan dan Gizi.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
ANALISIS TEKNIK PENERAPAN PRODUKSI BERSIH PADA PROSES PENGOLAHAN Crude Palm Oil (CPO ) DAN INTI SAWIT (KERNEL) DI PT. JY Mufrida Zein; Ema Lestari; Artu Aru
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 23, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.298 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.23.2.179-186.2019

Abstract

PT. JY merupakan salah satu perusahaan agribisnis perkebunan yang bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit, kelapa sawit yang diolah dalam pabrik menghasilkan Crude Palm Oil (CPO) yang merupakan bahan setengah jadi dan Inti Sawit (kernel). Konsep produksi bersih direkomendasikan sebagai upaya memberikan keuntungan dalam hal teknik, ekonomi, dan lingkungan. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan melakukan analisis penerapan produksi bersih pada proses pengolahan CPO dan Kernel. Metode yang digunakan berupa metode deskriptif dengan wawancara, pengamatan yang menjadi data primer, data primer dianalisis sehingga didapatkan hubungan sebab akibat. Analisis data dilakukan terhadap data yang didapat di lapangan dan diatasi dengan tindakan penerapan produksi bersih berdasarkan permasalahan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa permasalahan yang terjadi di masing-masing stasiun proses produksi dapat diatasi dengan cara penerapan produksi bersih teknik good house-keeping, berupa tata cara operasi yang baik dan pelaksanaan SOP yang perlu dilakukan secara optimal, recovery (pungut ulang) dan peningkatan pemahaman karyawan akan produksi bersih
RANCANG BANGUN MESIN PERONTOK LADA (Piper Nigrum L.) TIPE SILINDER PERONTOK BERJARING Suhendra Suhendra; Yogi Hardi; Feby Nopriandy; Irma Fahrizal Butsinignsih
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.143 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.24.1.17-22.2020

Abstract

Lada hitam dihasilkan dari buah tanaman lada yang diproses dengan cara dirontok dan dikeringkan. Proses perontokan dapat dilakukan secara manual atau mekanis. Proses perontokan lada secara manual memiliki banyak kelemahan sehingga perlu dikembangkan sistem perontokan lada secara mekanis. Sistem perontokan yang didesain harus sesuai dengan kebutuhan petani lada yang umumnya adalah petani dengan luas lahan sempit. Mesin perontok lada tipe silinder perontok berjaring merupakan upaya untuk mengatasi permasalahan ini karena mesin memiliki konstruksi sederhana, murah dan terbuat dari bahan yang mudah diperoleh. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah merancang bangun dan menguji kinerja mesin perontok lada dengan mekanisme perontok berupa silinder perontok berjaring. Variabel bebas dalam pengujian adalah kekuatan tarik pegas sedangkan variabel tak bebas adalah kapasitas, efisiensi perontokan dan tingkat kerusakan buah lada. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan melakukan perancangan dan pembuatan komponen, dilanjutkan dengan melakukan pengujian. Hasil rancang bangun diperoleh mesin perontok lada tipe silinder perontok berjaring berpenggerak motor listrik 1/4 HP, kecepatan putar silinder perontok 339 rpm, sistem transmisi sabuk V dan puli, massa mesin 12 kg, panjang 50,0 cm, lebar 38,5 cm dan tinggi 68 cm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin kecil kekuatan tarik pegas dapat  meningkatkan kapasitas perontokan lada.  Sebaliknya, semakin besar kekuatan tarik pegas dapat meningkatkan efisiensi perontokan dan persentase kerusakan buah lada. Kapasitas dan persentase kerusakan buah lada tertinggi diperoleh pada kekuatan tarik pegas 0,19 kg/cm dengan kapasitas 117,8 kg/jam dan persentase kerusakan 8,8%, sedangkan efisiensi perontokan tertinggi diperoleh pada kekuatan tarik pegas 0,45 kg/cm yaitu sebesar 97,5%
PENGARUH KONSENTRASI KALSIUM KLORIDA (CaCl2) DAN SUHU SIMPAN TERHADAP KUALITAS BUAH STROBERI (Fragaria x ananassa) Wiji Lestari; Theresa Dwi Kurnia
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 23, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.306 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.23.2.117-124.2019

Abstract

Stroberi (Fragaria x ananassa) merupakan produk hortikultura yang mudah rusak (perishable). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian kalsium klorida berbagai konsentrasi pada suhu simpan yang berbeda terhadap karakteristik fisiologi buah selama masa penyimpanan dan mengkaji kombinasi perlakuan kalsium klorida dan suhu simpan yang dapat mempertahankan kualitas buah stroberi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial 5 x 2 dengan 3 kali pengulangan. Faktor perlakuannya adalah konsentrasi kalsium klorida (konsentrasi 0% (L0), konsentrasi 0.5% (L1), konsentrasi 1% (L2), konsentrasi 1.5% (L3), konsentrasi 2% (L4)) dan suhu simpan (suhu ruang (T1) dan suhu rendah (T2)). Parameter yang diamati meliputi susut bobot, kadar air, laju respirasi, vitamin C, kadar glukosa, dan tektur buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kalsium klorida dan suhu simpan berpengaruh terhadap kualitas buah stroberi. Kombinasi perlakuan perendaman CaCl2 konsentrasi 1 % penyimpanan suhu rendah (5oC) memberikan hasil terbaik pada parameter susut bobot, kadar air, vitamin C dan tektur buah.
STUDI KASUS AUDIT ENERGI PADA BUDI DAYA JAGUNG SUMATERA BARAT Renny Eka Putri; Celsy Lovena; Khandra Fahmy
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.485 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.24.1.54-66.2020

Abstract

Audit energi telah menjadi faktor utama dalam pertanian berkelanjutan. Produksi pertanian berkorelasi positif dengan input energi yang diberikan. Kegiatan pada budidaya tanaman jagung terbagi atas beberapa kegiatan meliputi proses penanaman, pemupukan, penyemprotan, dan pemanenan. Energi input yang dikeluarkan yakni energi manusia, benih, pupuk, dan herbisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi jumlah konsumsi kebutuhan energi pada proses budi daya tanaman jagung. Berdasarkan beberapa sumber input terdiri atas energi tenaga kerja manusia, energi benih, energi herbisida, dan energi pupuk, serta menghitung analisis biaya produksi saat proses budi daya. Distribusi energi untuk masing-masing kegiatan meliputi proses penanaman membutuhkan energi sebesar 292,402 MJ/ha (4%), pemupukan sebesar 4.264,311 MJ/ha (61%), penyemprotan sebesar 2.390,393 MJ/ha (34%), dan pemanenan sebesar 69,082 MJ/ha (1%). Distribusi energi berdasarkan sumber input meliputi, energi manusia sebesar 45,791 MJ/ha (1%), energi benih sebesar 210,639 MJ/ha (3%), energi herbisida sebesar 2.375,249 MJ/ha (34%), dan energi pupuk sebesar 4.247,136 MJ/ha (62%). Energi output yang dihasilkan sebesar 64.427,862 MJ/ha dengan berat hasil tiap satuan luas sebesar 4.382,848 kg/ha dengan rasio energi sebesar 9,183. Rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan petani selama proses budi daya sebesar Rp 2.283.594/ha
KARAKTERISASI MUTU YOGHURT DARI BEBERAPA TINGKAT CAMPURAN SUSU SAPI DENGAN EKSTRAK SELADA AIR (Nasturtium officinale, R.Br) Aisman Aisman; Tuty Anggraini; Melisa Zahra
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 23, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.328 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.23.2.187-195.2019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan campuran susu sapi dengan ekstrak selada air terhadap kualitas yoghurt yang dihasilkan. Yoghurt difermentasi menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus acidophillus dan Streptococcus thermophillus. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu; A (tanpa penambahan ekstrak selada air), B (campuran 90% susu dan 10% ekstrak selada air), C (campuran 80% susu dan 20 % ekstrak selada air), D (campuran 70% susu dan 30% ekstrak selada air) dan E (campuran 60% susu dan 40% ekstrak selada air). Data dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA) dilanjutkan dengan Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil peneltian menunjukan bahwa penambahan ekstrak selada air berpengaruh nyata terhadap jumlah bakteri asam laktat, angka lempeng total, kadar protein, kadar lemak, kadar abu, aktivitas antioksidan, viskositas, kadar kalsium dan kadar fosfor serta uji organoleptik (warna, aroma, rasa, konsistensi dan penampakan), tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap total padatan, nilai pH, dan total asam laktat yoghurt yang dihasilkan. Produk terbaik berdasarkan uji organoleptik adalah perlakuan B dengan nilai rata-rata warna 3,85; aroma 3,50; rasa 4,30; konsistensi 4,25 dan penampakan 3,75, serta memiliki kandungan protein 3,245%, lemak 18,163%, kadar abu 0,676%, total padatan 12,982%, nilai pH 4,5; total asam laktat 13,170%, aktivitas antioksidan 8,026%, viskositas 1.355,333 cP, kandungan kalsium 21,017 mg/l, kandungan fosfor 5,533 mg/l, BAL 2,4 x 108 cfu/g.
PENJERNIHAN MINYAK BIJI KARET MENGGUNAKAN BERBAGAI KONSENTRASI BENTONIT DIAKTIVASI DENGAN ASAM SULFAT (H2SO4) Rahmadanis Rahmadanis; Nola Resgita; Isa Istiqomah; Neswati Neswati
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 23, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.783 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.23.2.124-132.2019

Abstract

Minyak biji karet yang keruh bisa dijernihkan menggunakan bentonit yang diaktivasi menggunakan asam sulfat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi bentonit yang diaktivasi menggunakan asam sulfat untuk penjernihan minyak biji karet, dan pengaruhnya terhadap sifat fisiko kimia minyak biji karet. Rancangan peneltian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Analisis data menggunakan Analisys Of Variant (ANOVA) dan hasil yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji DNMRT (Duncan’s New Multiple Range Test) pada taraf 5%. Perlakuannya yaitu penjernihan minyak biji karet dengan penambahan bentonit aktivasi sebesar 0 %, 1%, 2%, 3%, 4%, 5%. Pengamatan dilakukan terhadap sifat fisika-kimia minyak biji karet. Hasil penelitian memperlihatkan perbedaan persentase bentonit yang diaktivasi menggunakan asam sulfat (H2SO4) pada penjernihan minyak biji karet memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap nilai rendemen, kadar air, viskositas, bilangan asam, bilangan asam lemak bebas, bilangan peroksida, bilangan iod, dan bilangan penyabunan yang dihasilkan, tetapi tidak berbeda nyata terhadap nilai massa jenis minyak biji karet. Perlakuan terbaik didapatkan dengan penambahan bentonit aktivasi 3% dari jumlah minyak biji karet
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI ASAM ASETAT DARI FERMENTASI KAKAO ACEH Yusya Abubakar; Heru P Widayat; Murna Muzaifa; Fitrah Atul Mega
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.24.1.23-28.2020

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan tanaman tropis yang berasal dari hutan tropis di Amerika Selatan yang juga menjadi komoditas andalan Aceh. Pengolahan kakao menjadi cokelat mebutuhkan proses fermentasi untuk meningkatkan cita rasa yang dihasilkan nantinya. Proses fermentasi tersebut melibatkan mikroorganisme, salah satunya adalah bakteri asam asetat. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui genus bakteri asam asetat yang berperan pada proses fermentasi kakao Aceh. Penelitian ini bersifat eksploratif yang dilakukan dalam 3 tahap, yaitu: fermentasi kakao, sampling serta isolasi dan identifikasi isolat bakteri secara konvensional berdasarkan sifat morfologi, sifat fisiologis dan biokimia. Pengambilan sampel untuk isolasi bakteri dilakukan pada fermentasi hari ke 2, 3 dan 4 pada 5 titik berbeda. Data hasil penelitian ditampilkan dalam bentuk gambar dan tabel serta dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan morfologi koloni dihasilkan 3 isolat dugaan bakteri asam asetat yaitu F1, F2 dan F3. Adapun berdasarkan hasil uji fisiologis dan biokimia, ketiga isolat teridentifikasi sebagai genus Acetobacter sp. dan Gluconobacter sp.
KAJIAN KOMBINASI KONSENTRASI SARI BUAH BELIMBING MANIS DAN KARAGENAN PADA PEMBUATAN JELLY DRINK BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola L) Mil Atu Qurrota Aini; Ainu Rahmi; Sutoyo Sutoyo
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 23, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.415 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.23.2.158-164.2019

Abstract

Perkembangan pemanfaatan belimbing yang memiliki karakter mudah rusak dapat dilakukan dengan pengembangan teknologi pengolahannya, yaitu dengan menggunakan sari buah belimbing dalam pembuatan jelly drink. Jelly drink merupakan produk minuman semi padat yang terbuat dari sari buah dan diolah dalam gula dengan penambahan bahan pembentuk gel. Pembuatan jelly drink diperlukan penambahan senyawa hidrokoloid atau bahan pembentuk gel yaitu karagenan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan jelly drink belimbing manis dengan kualitas fisik, kimia dan organoleptik terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan faktor pertama konsentrasi sari buah belimbing manis 300 g/L, 500g/L, 700 g/L dan faktor kedua konsentrasi karagenan 0,1%, 0,2% dan 0,3%.  Data pengamatan dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan uji DMRT. Kombinasi perlakuan konsentrasi sari buah belimbing manis dan karagenan yang tepat dengan menghasilkan jelly drink belimbing manis (Averrhoa carambola L) dengan kualitas fisik, kimia dan organoleptik terbaik adalah perlakuan kombinasi sari buah belimbing manis 500 g/L dan karagenan 0,1%.
PEMANFAATAN LIMBAH TULANG IKAN TUNA (Thunnus sp.) SEBAGAI SUMBER KALSIUM DALAM PEMBUATAN STIK RUMPUT LAUT Firat Meiyasa; Nurbety Tarigan
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.883 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.24.1.67-76.2020

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji penambahan tepung tulang ikan tuna dalam pembuatan stik rumput laut terhadap mutu stik yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor. Penelitian terbagi menjadi tiga tahap yaitu tahap pertama yaitu pembuatan tepung tulang ikan, tahap kedua yaitu penentuan formula dalam pembuatan stik, dan tahap ketiga yaitu penambahan tepung tulang ikan dalam pembuatan adonan, dengan konsentrasi: 0% (kontrol), 2%, 4%, dan 6%. Stik rumput laut yang dihasilkan kemudian diuji kadar kalsium dan kandungan proksimat (kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, dan kadar karbohidrat). Perlakuan terbaik dilihat berdasarkan nilai kadar kalsium tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung tulang ikan dengan konsentrasi 6% menghasilkan kadar kalsium sebesar 2,04%; kadar air sebesar 1,85%; kadar abu sebesar 5,58%; kadar lemak sebesar 34,62%; kadar protein sebesar 6,50% dan kadar karbohidrat sebesar 51,43%.
SIMULASI KONSERVASI LAHAN KRITIS TERHADAP HASIL AIR (WATER YIELD) DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KURANJI MENGGUNAKAN MODEL SWAT (SOIL AND WATER ASSESMENT TOOL) Doki Wardiman; Eri Gas Ekaputra; Yonariza Yonariza
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.709 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.24.1.77-85.2020

Abstract

Perubahan iklim dan penggunaan lahan memiliki dampak yang besar terhadap keseimbangan air. Perubahan penggunaan lahan merupakan penyebab utama tingginya run off dibandingkan dengan faktor lainnya. Bencana alam yang terjadi di wilayah DAS (Daerah Aliran Sungai) merupakan indikasi bahwa fungsi hidrologi di wilayah DAS dalam keadaan terganggu dan tidak dapat mendukung sistem tata air yang optimal. Hampir setiap tahun terjadi banjir di kawasan DAS Kuranji yang menimbulkan kerugian secara materil dan korban jiwa. Salah satu bentuk upaya untuk menjaga kelestarian DAS adalah dengan melakukan konservasi pada wilayah – wilayah yang memberikan dampak buruk terhadap DAS seperti lahan kritis. Tujuan penelitian ini adalah mensimulasikan konservasi lahan kritis DAS Kuranji terhadap perubahan hasil air. Simulasi dilakukan terhadap 3 skenario penggunaan lahan yaitu konservasi 50 %, 80 % dan 100 % terhadap luas lahan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 818,92 ha lahan kritis yang bisa digunakan untuk lahan konservasi. Simulasi perubahan penggunaan lahan terhadap lahan kritis dari beberapa skenario menunjukkan bahwa skenario konservasi 100 % menunjukkan kondisi hidrologi yang lebih baik. Artinya, semakin luas lahan yang di konservasi menjadi hutan campuran maka akan menurunkan hasil air, sehingga menurunkan aliran permukaan dan menaikkan volume air tanah DAS