cover
Contact Name
Prama Wahyudi
Contact Email
pramawahyudi@lptik.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltpa@fateta.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 14101920     EISSN : 25794019     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas (JTPA) adalah publikasi ilmiah di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian terkait ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian yang belum pernah dipublikasikan di media lain (kecuali dalam bentuk abstrak atau karya ilmiah akademik atau dipresentasikan dalam seminar atau konferensi). JTPA diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Cakupan artikel Jurnal Teknologi Pertanian Andalas adalah: Teknologi Pertanian, Teknik Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Pertanian Agro-Industri, Teknologi Pangan dan Gizi.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
PEMANFAATAN LINDI HITAM HASIL ISOLASI LIGNIN DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT SEBAGAI ANTI MIKROBA Muhammad Ferdiansyah Mulya Harahap; Sri Hidayati; Subeki Subeki
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.24.2.122-128.2020

Abstract

Telah dilakukan isolasi lignin dari lindi hitam hasil proses pulping menggunakan metode formacell dari tandan kosong kelapa sawit.  Hasil monomer dari pemecahan lignin diduga memiliki senyawa yang bersifat anti mikroba.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi hasil pemecahan monomer lignin dengan perlakuan 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5%, dan 15% terhadap daya hambat sebagai antimikroba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemurnian menggunakan fraksi 3% MeOH:CHCl3 pada konsentrasi 12,5 dan 15% memiliki aktivitas antimikroba yang sama dan tertinggi terhadap E. coli dengan diameter zona hambat sebesar 6,33 mm, sedangkan aktivitas antimikroba terendah terhadap E. coli dimiliki fraksi 3% MeOH:CHCl3 pada konsentrasi 2,5% dengan diameter zona hambat sebesar 5,17 mm.
PENGARUH KONDISI PENGERINGAN DENGAN KELEMBABAN DAN SUHU RENDAH TERHADAP PENYUSUTAN TEMULAWAK Akbar Surtaya Putra; Heru Kuncoro
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 25, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.25.1.81-89.2021

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan tanaman obat yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan jamu atau obat tradisional. Pengawetan temulawak dibutuhkan untuk memperoleh umur simpan yang lama. Pengeringan adalah salah satu metode pengawetan temulawak. Suhu, kelembaban dan kecepatan udara pada proses pengeringan dapat mempengaruhi hasil pengeringan temulawak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan zat aktif temulawak akan tetap tinggi apabila pengeringan dilakukan pada temperatur rendah sehingga akan lebih efektif apabila menggunakan mekanisme dehumidifikasi. Untuk meningkatkan kualitas hasil pengeringan, maka perlu dipelajari kondisi proses pengeringan yang dapat menjamin tercapainya kadar air yang dipersyaratkan. Maka pada proses pengeringan harus menghindari dari terjadinya penyusutan. Berdasarkan permasalahan tersebut maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kondisi pengeringan dengan kelembaban dan suhu rendah terhadap penyusutan temulawak. Metode pengeringan menggunakan metode dehumidifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengeringan dengan suhu dan kelembaban rendah tidak mengalami presentase penyusutan yang sangat besar pada awal pengeringan, yaitu pada menit ke 60 mengalami penyusutan dengan nilai presentase 6.55% sampai dengan 15.51%. Pada penelitian ini penyusutan terbesar terdapat pada temulawak kondisi 2 yaitu 29.30%. Ukuran temulawak mempengaruhi waktu proses pengeringan hingga mencapai standar kadar air yang ditentukan.
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PABRIK DALAM UPAYA EFISIENSI MATERIAL HANDLING DI UD. DONESI Intan Nurhaliza Irmanto; M. Indra Darmawan; Yuliana Ningsih
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 25, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.25.1.16-24.2021

Abstract

UD. Donesi merupakan suatu industri yang bergerak dibidang pembuatan kue kering tradisional. Saat ini kondisi tata letak fasilitas produksi di UD. Donesi masih kurang efisien dalam pengaturan material handling. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rancangan tata letak fasilitas pabrik yang efisien dengan menggunakan metode ARC dan menganalisis secara kuantitatif dengan meminimalkan material handling, waktu dan menghitung ongkos material handling Pendekatan yang digunakan pada perancangan ulang tata letak fasilitas produksi di UD. Donesi dengan menggunakan analisis kualitatif menggunakan Activity Relationship Chart (ARC) dan analisis kuantitatif melalui perhitungan jarak, waktu dan ongkos material handling dalam menentukan keberhasilan proses perancangan ulang tersebut. Hasil yang diperoleh dari rancangan Layout usulan berdasarkan analisis ARC yaitu jarak material handling berkurang sebesar 68,5 m dan waktu material handling  menjadi 358,46 detik serta  ongkos  material handling Rp 20.664.
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI USAHA PENYEWAAN AMMDES PENGOLAH KOPI UNTUK AKTIFITAS PENGOLAHAN KOPI HULLER DAN PULPER Fajar Maulana; Asep Yusuf; Ahmad Thoriq; Wahyu Kristian Sugandi
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.24.2.166-171.2020

Abstract

Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) pengolah kopi merupakan inovasi produk PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia. Keunggulan alat tersebut adalah dapat dioperasikan secara mobile dan dapat melakukan proses huller dan pulper dimana saja sesuai keinginan petani. Penelitian ini bertujuan mencari biaya sewa yang layak secara ekonomi pada mesin huller dan pulper AMMDes Pengolah Kopi. Metode yang digunakan adalah memperhitungkan biaya tetap dan biaya variabel. Mesin huller mempunyai jam kerja 2 jam perhari, sedangkan mesin pulper mempunyai jam kerja 6 jam perhari. Kapasitas produksi mesin huller sebesar 107,413 kg/jam, sedangkan kapasitas produksi mesin pulper sebesar 390,076 kg/jam. Hasil penelitian menunjukkan pada umur penyewaan AMMDes selama 120 bulan, diperoleh biaya jasa minimum pengolahan kopi layak secara ekonomi untuk huller sebesar Rp 500/kg dan pulper sebesar Rp 300/kg .
PEMBUATAN MANISAN INSTAN BERAS RENDANG Wenny Surya Murtius; Risa Meutia Fiana; Aurian Ming
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.24.1.91-97.2020

Abstract

Beras rendang merupakan salah satu makanan tradisional Minang yang berasal dari Kota Payakumbuh dan sekitarnya. Beras rendang biasa dikonsumsi dalam bentuk makanan cemilan, sangat cocok dijadikan buah tangan karena termasuk endemik. Salah satu kelemahan dari makanan ini adalah umur simpan yang sangat pendek. Beras rendang terdiri dari tepung beras rendang dan manisannya.. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk tetap bisa menyajikan beras rendang di luar daerah adalah dengan membuat manisan instan. Manisan terbuat dari campuran gula, santan dan bahan tambahan lainnya. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan serbuk santan dan gula  terbaik dalam pembuatan manisan instan beras rendang berdasarkan karakteristik kimia. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan serbuk santan dan gula yang berbeda berpengaruh terhadap kadar lemak dan kadar gula. Namun tidak berpengaruh terhadap kadar air, kadar abu, kadar protein dan karbohidrat. Perbandingan serbuk santan dan gula terbaik berdasarkan karakteristik kimia adalah 20%:30%, dengan karakteristik kadar air: 28,89%; kadar lemak 1,20%; kadar protein 4,40%; kadar abu 0,65%; karbohidrat 64,86%; total gula 26,03%.
SUBTITUSI TEPUNG BIJI LIMBAH SENGON BUTO (Enterolobium Cyclocarpum) DENGAN TEPUNG TERIGU DALAM PEMBUATAN KUE KERING Hari Minantyo; Leonardo Pratama; v Yuwono
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 25, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.25.1.54-58.2021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan kue kering dengan bahan dasar tepung limbah sengon buto, yang dicampur dengan tepung terigu dan bahan lainnya. Uji organoleptik dilakukan pada 90 orang panelis secara acak yang dibagi dalam tiga kali pengulangan dengan membagikan kuesioner dengan penilaian menggunakan skala likert. Uji organoleptik dilakukan untuk menilai tekstur, aroma, warna dan rasa dari kue kering. Ada 4 jenis komposisi tepung limbah sengon buto dengan komposisi (0%, 50%, 75%, dan 100%). Dari hasil uji organoleptik panelis paling menyukai warna coklat terang - keemasan, rasa manis dan gurih, aroma biji sengon yang tidak terlalu pekat, dan tekstur renyah serta tidak mudah hancur pada komposisi II (50%)
TRANSFORMASI DATA HUJAN – DEBIT MENGGUNAKAN MODEL GR2M PADA DAS AIR DINGIN Nika Rahma Yanti; Rusnam Rusnam
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.24.2.202-209.2020

Abstract

Pengelolaan sumberdaya air untuk masa yang akan datang sangat berkaitan dengan ketersediaan data. Terdapat beberapa model hidrologi yang telah dikembangkan untuk kegiatan pengelolaan DAS, salah satu model yang bisa digunakan adalah model GR2M. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sensitivitas DAS Air Dingin terhadap perubahan curah hujan yang terjadi menggunakan model GR2M. Variabel utama yang dibutuhkan pada model ini adalah data curah hujan dan data evapotranspirasi. Penelitian ini dilaksanakan pada DAS Air Dingin dengan outlet debit yang tersedia pada DAS Air Dingin. Tahapan awal dalam pelaksanaan penelitian ini yakninya pengolahan data curah hujan,, evapotranspirasi bulanan, lalu penentuan parameter X1 (kapasitas simpanan kelembaban tanah) dan X2 (koefisien penyerapan air tanah), dilanjutkan tahapan kalibrasi serta validasi model. Hasil penelitian menunjukan pada tahapan kalibrasi diperoleh hasil koefisien deterministik (R2) sebesar 0,7 dan koefisien efisiensi model Nash (Q) sebesar 0,71 sehingga model GR2M mampu mempresentasikan DAS Air Dingin dengan kriteria memuaskan.
PERANAN ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI DAN PORASI BONGGOL PISANG PADA PERTUMBUHAN KENCUR (Kaempferia galanga L.) Fitri Kurniati; Nur Arifah Qurota A’yunin; Elya Hartini; Miranda Miranda
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.24.2.129-137.2020

Abstract

Salah satu permasalahan dalam budidaya kencur (Kaempferia galanga L.) adalah periode dormansi yang lama sehingga pertumbuhan yang tidak seragam. Pematahan masa dormansi dapat dilakukan dengan perendaman dalam air atau pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT). Selain itu pada masa pertumbuhan diperlukan pula suplai unsur hara, salah satunya pupuk organik fermentasi (porasi) batang pisang. Tujuan penelitian untuk mengetahui peranan ZPT alami yang berinteraksi dengan porasi bonggol pisang terhadap pertumbuhan kencur. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial. Perlakuan yaitu : Faktor pertama ZPT, terdiri dari j0 = kontrol (tanpa ZPT), j1= bawang merah, j2 = rebung bambu, j3 = bonggol pisang. Faktor kedua porasi bonggol pisang , yaitu : p0 = tanpa porasi, p1 = 2,5 ton/ha porasi, p2 = 5 ton/ha porasi.  Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara ZPT alami dengan dosis porasi batang pisang terhadap panjang akar umur 60 hari setelah tanam. Akar terpanjang terdapat pada dosis porasi 10 ton per hektar  tanpa perlakuan ZPT, sedangkan pada dosis porasi 5 ton per hektar, ZPT bawang merah lebih baik daripada ZPT lainnya. Secara mandiri ZPT alami, yaitu bawang merah, rebung bambu dan bonggol pisang menunjukkan peranan lebih baik daripada kontrol pada parameter  kecepatan tumbuh. Sedangkan pada parameter luas daun umur 60 HST, bawang  merah menunjukkan peranan yang lebih baik  daripada rebung bambu, bonggol pisang dan control
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI SALIBU DAERAH SUMATERA BARAT Rahmi Awalina; Delvi Yanti; Fadli Irsyad
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 25, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.25.1.90-95.2021

Abstract

Pada budidaya padi salibu ada beberapa faktor yang berpengaruh antara lain; 1) tinggi pemotongan batang sisa panen, 2) varietas, 3) kondisi air tanah setelah panen, dan 4) pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi produksi padi salibu pada daerah Sumatera Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survai dan pengamatan langsung di lapangan. Pengamatan dilakukan terhadap kondisi air tanah setelah panen, tinggi pemotongan batang padi sisa panen, varietas, dan produksi lahan. Lokasi penelitian adalah beberapa daerah di Propinsi Sumatera Barat yang diambil secara acak. Data hasil pengamatan dianalisis sidik ragamnya yaitu one way anova dengan post test uji Duncan  pada taraf α = 0.05.  Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu waktu panen dan tinggi potongan batang padi sisa panen berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan padi salibu. Kondisi air tanah pada saat panen berpengaruh pada produksi lahan. Kadar air yang optimum saat panen adalah kondisi lembab.
PENYISIHAN LOGAM Cr LIMBAH CAIR INDUSTRI ELEKTROPLATING MENGGUNAKAN BIONANOMATERIAL CHITOSAN LIMBAH CANGKANG KULIT UDANG Shinta Elystia; Zultiniar Zultiniar; Juniwarnis Juniwarnis
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 25, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.25.1.25-32.2021

Abstract

Nanomaterial merupakan material fungsional yang berukuran dibawah 100 nm. chitosan merupakan nanomaterial dari alam yang ramah lingkungan, mudah terurai dan tidak beracun. Kemampuan chitosan menjadi bionanomaterial dapat meningkatkan kemampuan dalam mengadsorpsi logam berat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakterisasi chitosan menggunakan FTIR dan ukuran bionanomaterial chitosan menggunakan XRD serta mengetahui kemampuan penyisihan logam Cr menggunakan bionanomaterial chitosan dengan variasi massa 2, 4, 6, 8 gram dan waktu pengadukan 30, 60, 90 menit menggunakan jart test dengan kecepatan putaran 100 rpm.  Hasil adsorpsi dianalisa konsentrasinya menggunakan spekrofotometer serapan atom (AAS). Dari hasil spektrum FTIR Chitosan yang dibuat pada penelitian ini terdapat gugus fungsi Chitosan serta diperoleh nilai DD sebesar 90,9%. Ukuran partikel bionanomaterial chitosan dari hasil analisa XRD yaitu 73,73 nm. Efisiensi penyisihan optimum logam Cr pada limbah cair elektroplating yaitu pada massa 4 gram selama 30 menit sebesar 97,528% dengan konsentrasi akhir 0,534 mg/L. Sehingga dapat disimpulkan bahwa