cover
Contact Name
Prama Wahyudi
Contact Email
pramawahyudi@lptik.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltpa@fateta.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 14101920     EISSN : 25794019     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas (JTPA) adalah publikasi ilmiah di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian terkait ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian yang belum pernah dipublikasikan di media lain (kecuali dalam bentuk abstrak atau karya ilmiah akademik atau dipresentasikan dalam seminar atau konferensi). JTPA diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Cakupan artikel Jurnal Teknologi Pertanian Andalas adalah: Teknologi Pertanian, Teknik Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Pertanian Agro-Industri, Teknologi Pangan dan Gizi.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
APLIKASI FOTO UDARA UNTUK MEMPREDIKSI POTENSI SAWAH KOTA SOLOK DENGAN MENGGUNAKAN PESAWAT TANPA AWAK Fadli Irsyad
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.779 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.21.2.86-92.2017

Abstract

Peningkatan produksi beras sangat berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Usaha pencapaian ketahanan pangan sebagian besar difokuskan pada peningkatan kemandirian (self-sufficiency) pangan di masing-masing wilayah, baik provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan nagari/desa. Potensi sawah di suatu wilayah perlu dihitung untuk menghitung produksi padi guna menganalisis ketahanan pangan wilayah. Perlu dilakukan identifikasi potensi luasan sawah sebagai rujukan dalam pengambilan keputusan bagi instansi pemerintah. Salah satu daerah yang perlu dilakukan analisis potensi sawah yakni Kota Solok, yang menjadi salah satu sentral produksi beras di Provinsi Sumatera Barat. Luas areal sawah Kota solok adalah 1.233,80 ha (21,41%), dengan 393,40 ha adalah sawah irigasi, sawah tadah hujan atau non irigasi seluas 208,97 ha. Aplikasi foto udara untuk menghitung potensi sawah merupakan salah satu langkah dalam mengidentifikasi luasan dan produktifitas lahan sawah. Pengukuran luasan sawah yang tepat akan membantu dalam menganalisis produktifitas lahan sawah suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi lahan sawah di Kota Solok. Selanjutnya diketahui potensi produktifitas lahan sawah yang ada di Kota Solok. Metode identifikasi potensi sawah dilakukan dengan mengambil foto udara menggunakan pesawat tanpa awak yakni DJI Phantom 3 Professional. Adapun tahapan dalam penelitian ini yakni : (i) Pengambilan foto udara menggunakan pesawat tanpa awak, (ii) Klasifikasi sawah, dan (iii) Analisis potensi sawah. Berdasarkan pengukuran luasan dengan menggunakan foto udara dan kombinasi citra udara Spot 5 maka diperoleh luasan sawah tahun 2015 yakni 811.58 ha. Telah terjadi penurunan luasan sawah dari 869.723 ha di tahun 2012 sebesar 6.68 % di tahun 2015. Hal ini menjadikan potensi produksi padi di Kota Solok menjadi berkurang. Total produksi padi di tahun 2015 untuk satu musim tanam didapatkan sebesar 2028.94 ton.
KARAKTERISTIK MIE BASAH DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG BENGKUANG TERMODIFIKASI HEAT MOSITURE TREATMENT (HMT) Agus Setiyoko; Nugraeni Nugraeni; Sri Hartutik
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 22, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.717 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.22.2.102-110.2018

Abstract

Pada umumnya mie basah merupakan hasil olahan dari tepung terigu. Hal ini menyebabkan ketergantungan masyarakat terhadap impor tepung gandum. Oleh karena itu, penggunaan tepung bengkuang termodifikasi dengan teknik heat moisture treatment (HMT) sebagai bahan pengganti tepung terigu dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan konsumsi produk olahan dari tepung gandum yaitu mie basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung bengkuang termodifikasi heat moisture treatment (HMT) terhadap karakteristik sifat kima, fisik dan organoleptik mie basah. Penelitian ini diawali dengan pembuatan tepung bengkuang termodifikasi HMT dilanjutkan dengan pembuatan mie basah serta analisa sifat kimia, fisik dan organoleptik. Metode yang digunakan  dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan dalam penelitian ini adalah variasi rasio campuran tepung terigu : tepung bengkuang termodifikasi HMT, yaitu (100:0; 90:10; 70:30; dan 50:50). Mie basah yang dihasilkan kemudian  dilakukan karakterisasi sifat kimia berupa kadar air dan sifat fisik mie berupa cooking loss, swelling index, tensile strength dan rendemen. Karakteristik organoleptik yang dianalisa adalah uji kesukaan meliputi aroma, warna, rasa, tekstur dan penerimaan secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mie basah dengan rasio tepung terigu : tepung bengkuang termodifikasi HMT sebanyak 90:10 paling disukai oleh panelis dengan karakteristik kimia berupa kadar air 35,68% (bb), sifat fisik berupa cooking loss 3,82%, swelling index 60,71%,  tensile strength 0,04N dan rendemen 163,03%.
RANCANG BANGUN MESIN PEMBUAT PUPUK ORGANIK GRANULAR TIPE SCREW Elvin Hasman; Naswir Naswir; Irwan A
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.523 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.19.2.25-28.2015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Mesin Pembuat Pupuk Organik Granular Tipe Screw. Mesin menghasilkan pupuk organik berbentuk granular yang kompak sehingga mudah untuk dibawa dan diaplikasikan ke lahan. Keberadaan mesin ini dapat mengolah bahan-bahan organik yang tersedia di sekitar areal pertanian dibuat menjadi pupuk organic granular sehingga dapat mengatasi masalah kekurangan ketersediaan pupuk bagi petani. Penelitian ini menggunakan pendekatan fungsional dan pendekatan struktural. Data teknis mesin yang dibuat adalah;  panjang  160 cm, lebar 80 cm, tinggi 140 cm, mesin penggerak  24 Hp, Rpm 1200, transmisi 1: 6 berat 188 kg. Hasil pengujian kinerja mesin  didapat hasil sebagai berikut; kapasitas efektif  penggranularan  sebesar 409,94 kg per jam  pada Rpm  198,2 ; granular yang dihasilkan diameter 6 mm panjang  6-10 mm, daya motor terpakai 3,052 Hp dan dengan tingkat  kebisingan 97,4 dB operator dapat mengoperasikan mesin selama 3 jam tanpa berpengaruh buruk pada dirinya.  Hasil analisa ekonomis mesin didapat nilai BP = Rp. 35,34/kg; BEP =  4013,067kg; BC ratio = 1,414  dan NVP = 28.474.600.Keberhasilan penelitian ini dapat memacu perkembangan industri pupuk organik dan industri alsitan di Sumbar serta dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat seperti tumbuhnya bengkel alsitan baru dan  jadi pengusaha pupuk organik.Kata kunci: Mesin, pupuk organic, granular, tipe screw dan kinerja.
OPTIMASI PRODUKSI MALTODEKSTRIN BERBASIS PATI SAGU MENGGUNAKAN α-AMILASE DAN METODE SPRAY DRYING Vioni Derosya; Anwar Kasim
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.434 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.21.1.28-32.2017

Abstract

Sagu (Metroxylon sagu Rottb) merupakan sumber pati melimpah di Indonesia namun belum dimanfaatkan secara optimal. Di satu sisi, Indonesia masih mengimpor pati termodifikasi termasuk maltodekstrin yang berbahan dasar pati untuk memenuhi kebutuhan industri terutama obat-obatan dan pangan. Produksi maltodekstrin dari pati sagu diharapkan dapat mendukung pengembangan produk turunan pati berbasis tanaman lokal. Pada penelitian ini, maltodekstrin berbasis pati sagu diproduksi menggunakan spray dryer dengan konsentrasi 10%, 20% dan 30% sedangkan enzim alfa amilase yang digunakan adalah 0,05 ml dan 0,1 ml.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi konsentrasi substrat pati sagu dan konsentrasi enzim yang menghasilkan maltodekstrin dengan kadar air, rendemen, viskositas, dan gula reduksi terbaik. Kadar air dari maltodekstrin berbasis pati sagu berkisar dari 3,46-5,68% dengan rendemen berkisar 17,84 - 41,36 %, viskositas 0-32 BU, dan gula pereduksi berkisar antara 0,73-1,47 %.
SURVEI PROSES PEMBUATAN MINUMAN KAHWA DAUN DI PROPINSI SUMATERA BARAT, INDONESIA Rilma Novita; Anwar Kasim; Tuty Anggraini; Deddi Prima Putra
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 22, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.457 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.22.1.32-36.2018

Abstract

Minuman kahwa daun adalah minuman yang terbuat dari daun kopi yang dikeringkan dan merupakan minuman khas Sumatera Barat. Survei proses pembuatan minuman kahwa daun telah dilakukan dengan  mengunjungi tempat-tempat pembuatan minuman kahwa daun yang tersebar di tiga kabupaten yang ada di Sumatera Barat yaitu Kabupaten Tanah datar, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi proses pembuatan minuman kahwa daun yang ada dan berkembang di Sumatera Barat. Data primer proses pembuatan minuman telah dikumpulkan dari 34 kedai atau kafe yang memproduksi dan menjual minuman kahwa daun yang terdapat di tiga kabupaten yang menjadi sentra budaya masyarakat Sumatera Barat (Minang). Pemilihan kedai atau kafe didasarkan pada kemudahan akses dan berada di pinggir jalan utama yang menghubungkan ketiga kabupaten. Data diperoleh dengan teknik wawancara, observasi langsung, dan dibantu daftar pertanyaan. Dari hasil pengamatan terhadap proses pembuatan minuman kahwa daun yang ada dan berkembang di Sumatera Barat diketahui bahwa ada tiga proses pembuatan minuman kahwa daun atau proses ekstraksi yaitu 1) pemasakan (air dan daun kopi dimasak secara bersamaan sampai mendidih) dikerjakan oleh 91,2 % pembuat minuman kahwa daun, 2) penyeduhan (daun kopi diseduh dengan air panas 80-90oC) dikerjakan oleh 2,9 % pembuat minuman kahwa daun, dan 3) pelarutan (air dimasak sampai mendidih kemudian daun kopi dimasukkan dan dibiarkan mendidih selama 3-5 menit), dikerjakan oleh 5,9 % pembuat minuman kahwa daun. Proses pembuatan minuman kahwa daun terbanyak dilakukan di Kabupaten Tanah Datar (52,9 %).
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN PERKEBUNAN DI KECAMATAN BUNGUS TELUK KABUNG KOTA PADANG Delvi Yanti; Feri Arlius; Waldi Nurmansyah
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.032 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.19.1.15-26.2015

Abstract

Pemanfaatan lahan tertinggal merupakan salah satu upaya untuk mengatasi penurunan produktifitas lahan. Lahan tertinggal memiliki peluang yang besar untuk dapat dimanfaatkan, terutama dalam kegiatan perkebunan.  Salah satu daerah di Kota Padang yang sudah banyak mengalami perubahan lahan dan berpotensi menjadi lahan tertinggal adalah di Kecamatan Bungus Teluk Tabung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lahan untuk dikembangkan menjadi lahan perkebunan di Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh lahan yang tersedia di Kecamatan Bungus Teluk Kabung memiliki luas 3.004,81 ha atau 31,35% dari total luas Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Lahan tersedia ini merupakan lahan yang berpotensi untuk ditanami durian, kakao, dan karet, yaitu perkebunan campuran, lahan terbuka, dan semak/belukar. Setelah dilakukan analisis kesesuaian lahan, Kelurahan Bungus Barat, Bungus Timur, Bungus Selatan, dan Teluk Kabung Utara sangat sesuai (S1) ditanami durian, kakao, dan karet, karena keempat daerah ini rata–rata memiliki kategori sangat sesuai pada lahan yang tersedia lebih dari 56%. Sementara itu, di Kelurahan Teluk Kabung Tengah dan Teluk Kabung Selatan, tanaman kakao tidak direkomendasikan karena curah hujan yang tinggi dan kurang sesuai di daerah ini. Tanaman yang direkomendasikan di daerah ini adalah durian dan karet karena lebih dari 77% dari luas lahan yang tersedia di Kelurahan Teluk Kabung Tengah dan Teluk Kabung Selatan sesuai (S2) untuk tanaman durian dan karet.Kata kunci: Bungus Teluk Kabung, Kesesuaian Lahan, Tanaman Perkebunan
ANALISA EKONOMI PENGOPERASIAN ALAT DAN MESIN PENGADUK ADONAN KERUPUK MERAH Sandra Melly; Mimi Harni
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.177 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.20.2.33-38.2016

Abstract

Di Sumatera Barat, sentra industri kerupuk merah terdapat di daerah Piladang Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota dan jumlah industri ini terus meningkat (14, 16 % pada tahun 2011) seiring dengan meningkatnya permintaan kerupuk merah. Namun,   permasalahan pada industri kerupuk merah ini adalah teknologi pengolahan yang masih sederhana (manual) dari hulu sampai ke hilir dalam proses produksi kerupuk merah  yang  membutuhkan waktu dan tenaga kerja yang banyak sehingga biaya operasionalnya pun menjadi besar. Kapasitas produsi kerupuk merah sangat ditentukan oleh proses pencampuran adonan  (proses awal) yang selama ini 3-4 orang tenaga pria sebagai tenaga pengaduknya yang mengaduk adonanan 500  kg selama 2,5 jam – 3 jam. Proses ini menjadi pekerjaan yang melelahkan, membutuhkan waktu yang lama dan menurunkan kuantitas dan kualitas produksi. Oleh karena itu, didesignlah  alat pencampur adonan kerupuk merah yang dapat meningkatkan kapasitas produksi dan efisien waktu serta lebih higienis.Hasil penelitian Melly dan Harni (2015) menunjukkan secara teknis alat dan mesin pencampur adonan kerupuk merah yang didesign layak digunakan karena dapat meningkatkan produksi serta efektif dan efisien dari segi waktu dan tenaga kerja dimana berkapasitas 906,34 kg/jam dengan kecepatan 27,2 rpm serta membutuhkan 1 orang operator dalam pengoperasiannya. Selanjutnya perlu dikaji dari segi eknomisnya.Penelitian ini dilakukan di workshop Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh  dan industri kerupuk merah Payakumbuh pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2015.  Metode yang digunakan adalah metode perhitungan biaya pengoperasian alat yang memperhitungkan biaya tetap dan biaya tidak tetap. Dari segi biaya pengoperasian alat pencampuran kerupuk merah lebih ekonomis dibandingkan dengan cara manual dimana biaya pengoperasian alatnya Rp.42,112/kg, sedangkan secara manual membutuhkan biaya Rp. 140,625/kg. Dengan demikian alat pencampuran adonan kerupuk merah ini secara teknis dan ekonomis layak digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi kerupuk merah pada industri kerupuk merah dan lebih efisien waktu, tenaga dan biaya.
KAJIAN KUALITAS DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BERBAGAI FORMULA MINUMAN JAMU KUNYIT ASAM Nur Arifah Qurota A’yunin; Umar Santoso; Eni Harmayani
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 23, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.251 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.23.1.37-48.2019

Abstract

Minuman jamu kunyit asam adalah minuman herbal khas Indonesia yang terbuat dari rimpang kunyit, buah asam jawa, gula kelapa, air dengan atau tanpa penambahan sari jeruk nipis dan ekstrak daun sirih. Proses produksi dilakukan secara tradisional dan banyak dilakukan oleh industri rumah tangga. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan dan kualitas mikrobiologis dari variasi waktu perebusan dan formula minuman jamu kunyit asam. Waktu perebusan terdiri atas 2,5 dan 7,5 menit serta variasi formula yaitu minuman jamu kunyit asam (KA), KA dengan penambahan sari jeruk nipis, dan KA dengan penambahan ekstrak daun sirih. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Variabel yang diamati meliputi pH, total padatan terlarut, total fenolik, total flavonoid, total curcumin kasar, aktivitas antioksidan (metode DPPH‘Radical Scavenging Activity dan Ferric Reducing Antioxidant Power), dan total mikrobia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perebusan 7,5 menit menyebabkan kualitas mikrobiologis dan total flavonoid minuman lebih tinggi dan total curcumin lebih rendah dibandingkan perebusan 2,5 menit. Waktu perebusan tidak berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan, total fenolik dan pH. Adanya penambahan sari jeruk nipis pada formula minuman jamu kunyit asam menyebabkan kenaikan total flavonoid. Penambahan ekstrak daun sirih menyebakan total fenolik, aktivitas antioksidan, dan kualitas mikrobiologis minuman jamu kunyit asam sirih lebih tinggi dibandingkan formula minuman lainnya. Secara umum, perlakuan panas dan penambahan ekstrak daun sirih dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dan kualitas mikrobiologis minuman jamu kunyit asam.
RANCANG BANGUN ALAT MESIN HAMMER MILL UNTUK PENGOLAHAN JAGUNG PAKAN Zulnadi Zulnadi; Indovilandri Indovilandri; Irfandi Irfandi
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.936 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.20.1.35-43.2016

Abstract

Dalam rangka mempertahankan usaha peternak ayam di Kabupaten limapuluh Kota, sangat perlu diterapkan alat tepat guna penanganan pasca panen, khususnya yang berhubungan dengan pengolahan jagung sebagai pakan ternak. Bagi peternak ayam dalam skala kecil dan menengah sangat memerlukan mesin pengolahan jagung yang sederhana dan terjangkau dalam penggunaannya, sehingga ketersediaan pakan ternak tidak lagi tergantung pada harga pasar.Salah satu alat tepat guna dalam penanganan pasca panen adalah mesin penggiling jagung tipe hammer. Alat ini diharapkan mampu untuk mempermudah petani, khususnya bagi peternak ayam dalam menyediakan pakan ternak untuk usahanya, karena selama ini peternak ayam di Kabupaten Limapuluh Kota cenderung membeli pakan ternak ketimbang menggilingnya sendiri. Alat mesin hammer mill yang dibuat mempunyai spesifikasi: tinggi 135 cm, lebar 37 cm, panjang 128 cm, menggunakan motor bensin 4 HP sebagai tenaga penggerak. Hammer (pemukul) terbuat dari besi strip dengan ketebalan 6 mm, ukuran hammer 13 cm x 4 cm. Terdapat 4 buah sisi pemukul tempat terpasangnya mata hammer, dimana masing-masing sisi terdapat 4 buah hammer.  Dari pengujian didapat kapasitas kerja alat 100 kg/jam dengan rendemen 93% dengan dengan biaya pokok pengoperasian alat sebesar Rp. 1.333,75/kg. Break Even Point (BEP) adalah sebesar 11.853,81 kg/tahun.
IDENTIFIKASI KONSENTRASI NATRIUM KLORIDA (NaCl) PADA JAHE DAN LENGKUAS GILING DIBEBERAPA PASAR TRADISIONAL DI KOTA PADANG Lisa Yusmita
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.436 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.21.2.122-126.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar garam (NaCl) yang terdapat pada jahe giling dan lengkuas giling yang dijual di beberapa pasar tradisional di kota Padang. Sampel diambil di beberapa tempat di Pasar Tradisional Kota Padang terutama pasar yang dikelola oleh Pemerintah Daerah. Pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling dengan mempertimbangkan bahwa jahe giling dan lengkuas giling berasal dari penyalur dan pedagang yang memproduksi sendiri, diambil dari pedagang yang paling ramai dikunjungi dan paling banyak menjual jahe giling dan lengkuas giling. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan kadar Natrium Klorida (NaCl) yang teridentifikasi < 2% pada seluruh sampel yang diuji.

Page 9 of 32 | Total Record : 312