cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Dakwah
ISSN : 16938054     EISSN : 2581236X     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
FOCUS The focus is to provide readers with a better understanding of dakwah knowledge and activities the life on Indonesian Muslims. SCOPE The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of communication and broadcasting Islam, guidance and counseling Islam, management dakwah, development of Islamic societies and many more. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
Perkembangan Dakwah Muhammadiyah di Tombolo Pao Kabupaten Gowa Rifai, Imran
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 41, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v41.1.5255

Abstract

Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi masyarakat keagamaan memiliki misi melakukan perubahan dalam kehidupan umat Islam kepada kondisi yang lebih baik. Melalui strategi amar ma’ruf nahi munkar sebagai dasar gerakan, Muhammadiyah bertujuan untuk memurnikan kembali ajaran Islam yang banyak dipengaruhi oleh hal-hal mistis. Termasuk yang terjadi di Kecamatan Tombolo Pao, keadaan masyarakat masih dipengaruhi oleh kepercayaan animisme dan dinamisme dengan praktik-praktik ibadah yang penuh dengan bid’ah, khurafat, takhyul dan syirik. Seiring dengan berdirinya Muhammadiyah, perlahan tapi pasti selalu memberikan bimbingan dan pencerahan dengan metode dakwah berdasarkan Al quran dan Hadis. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik analisis data yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Tulisan ini fokus pada sejarah berdirinya Muhammadiyah serta pengaruh pemikiran dakwah Muhammadiyah di Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa.  Implikasinya, dakwah yang dilakukan Muhammadiyah melalui berbagai sektor dan sasaran dakwah bisa dianut oleh organisasi masyarakat keagamaan lainnya, supaya diterima kalangan masyarakat luas seperti halnya yang terjadi di Tombolo Pao.***Muhammadiyah as one of the religious community organizations has a mission to make changes in the lives of Muslims to a better condition. Through the strategy of amar ma'ruf nahi munkar as the basis of the movement, Muhammadiyah aims to purify the teachings of Islam which are heavily influenced by mystical things. Including what happened in Tombolo Pao District, the condition of the community is still influenced by animistic beliefs and dynamism with worship practices that are full of heresy, superstition and shirk. Along with the establishment of Muhammadiyah, slowly but surely always provide guidance and enlightenment with da'wah methods based on the Qur'an and Hadith. This type of research uses qualitative methods, data analysis techniques, namely data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. This paper focuses on the history of the founding of Muhammadiyah and the influence of Muhammadiyah's da'wah thought in Tombolo Pao District, Gowa Regency. The implication is that the da'wah carried out by Muhammadiyah through various sectors and targets of da'wah can be embraced by other religious community organizations, so that it is accepted by the wider community as happened in Tombolo Pao.
Strategi Dakwah pada Pengikut Tarekat Khalidiyah wa Naqsabandiyah di Masjid Kwanaran Kudus Aida, Bakhita
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 40, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v40.1.5570

Abstract

Tarekat khalidiyah wa naqsabandiyah develops rapidly, but researchers find problems that arise in internal religious practices of the tarekat khalidiyah wa naqsabandiyah, including: 1) The number of members participating in suluk is only half of the total members; 2) Majority of the followers of the tarekat khalidiyah wa naqsabandiyah are the elderly. The purpose of this research is to find out the da'wah strategy in the congregation of khalidiyah wa naqsabandiyah to overcoming problems. The subject of his research was the congregation of the khalidiyah wa naqsabandiyah at the Kwanaran Kudus Mosque. The method in this study is interviews, observations, uses social learning theory and da’wah bil hal. The results of research on to overcoming the problems is to use transformative da'wah, which is to provide direct community assistance in the form of preaching activities Ershad al-Islam. The method used is the dialog method, the applicative method and the exemplary method. Recommendations: 1) Question and answer intersperse and balance lectures to reduce misunderstandings of the mad'u; 2) Applicative methods that emphasize the practice of prayer and reading the Qur'an with sorogan; 3) The exemplary method by involving students of Pondok Yanbu'ul Qur’an in suluk as a companion and role model.Keywords: Khalidiyah wa naqsabandiyah; transformative da'wa; irsyad al-Islam; suluk.Tarekat khalidiyah wa naqsaabandiyah berkembang pesat, namun peneliti menemukan permasalahan yang muncul pada internal praktik keagamaan tarekat khalidiyah wa naqsabandiyah, diantaranya : 1) Jumlah anggota yang mengikuti kegiatan khalwat atau suluk pada tarekat ini hanya setengah dari jumlah keseluruhan anggota, yaitu 240 dari 450 anggota; 2) Pengikut tarekat khalidiyah wa naqsabandiyah mayoritas adalah lanjut usia. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui strategi dakwah yang tepat pada jamaah tarekat khalidiyah wa naqsabandiyah dalam mengatasi masalah pada jama’ah. Subjek penelitiannya adalah jama’ah tarekat khalidiyah wa naqsabandiyah di Masjid Kwanaran Kudus. Metode pada penelitian ini adalah wawancara dan observasi serta menggunakan teori pembelajaran sosial dan dakwah bil hal. Hasil penelitian tentang strategi dakwah dalam mengatasi permasalahan jama’ah tarekat adalah menggunakan dakwah transformatif, yaitu melakukan pendampingan masyarakat secara langsung dan berbentuk kegiatan dakwah Irsyad al-Islam. Metode yang digunakan adalah metode dialog, metode aplikatif dan metode keteladanan. Rekomendasi dalam menghadapi permasalahan meliputi: 1) Tanya jawab menyelingi dan mengimbangi ceramah untuk mengurangi kesalahpahaman para mad’u; 2) Metode aplikatif yang menekankan materi praktek shalat dan membaca Al-Qur’an dengan sistem sorogan; 3) Metode keteladanan dengan melibatkan santri putri Pondok Yanbu’ul Qur’an dalam suluk sebagai pendamping dan teladan kepada anggota tarekat.
Retorika dakwah KH Syukron Djazilan pada pengajian rutin masjid Rahmat Kembang Kuning Surabaya Alvino, Ach Tofan
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 41, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v41.1.8255

Abstract

This paper describes the da'wah rhetoric delivered by KH Syukron Djazilan through regular recitations. By knowing the preaching rhetoric of KH Syukron Djazilan as a topic of discussion, an overview of his preaching rhetoric application is expected to got, especially in routine recitations. In addition, the da'wah rhetoric presented by KH Syukron Djazilan can be used as a comparison material to the da'wah development for novice preachers. The method used in this study is a qualitative method with descriptive analysis based on the canon of rhetoric theory. The data collection techniques are conducted by observation and documentation through interviews. Observation by observing the preaching rhetoric of KH Syukron Djazilan in one of the themes presented in routine recitations at the Rahmat Kembang Kuning Mosque in Surabaya. The results of this research show that KH Syukron Djazilan has applied the canons of rhetoric in preaching (discovery, arrangement, style, delivery, and memory). However, KH Syukron Djazilan has prepared everything. He is also fluent in speaking and used it frequently, sometimes repeating his words when giving a religious lecture and it is fair-minded. This research have implicaiton that rhetoric in preaching is a must. It will be better includes unique public speaking skill (humorous) to gain the attention.***Tulisan ini menjelaskan retorika dakwah yang disampaikan oleh KH Syukron Djazilan melalui pengajian rutinan. Dengan mengetahui retorika dakwah KH Syukron Djazilan pada salah satu topik pembahasan, diharapkan akan memperoleh gambaran tentang penerapan retorika dakwah beliau khususnya pada pengajian rutinan. Di samping itu, retorika dakwah yang disajikan oleh KH Syukron Djazilan dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan bagi pengembangan dakwah untuk para pendakwah pemula. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif berdasarkan teori kanon retorika. Adapun teknik pengumpulan datanya melalui observasi dan dokumentasi serta wawancara. Observasi dengan cara mengamati retorika dakwah KH Syukron Djazilan dalam salah satu tema yang disampaikan dalam pengajian rutin di Masjid Rahmat Kembang Kuning Surabaya. Hasil riset ini menunjukkan bahwa KH Syukron Djazilan telah menerapkan kanon retorika dalam berdakwah yaitu (penemuan, pengaturan, gaya, penyampaian, dan ingatan). Namun demikian, KH Syukron Djazilan sudah menyiapkan segala sesuatunya, dan juga sudah lancar berbicara dan terbiasa, ada kalanya mengulangi ucapan ketika berceramah, dan hal tersebut merupakan yang wajar saja. Penelitian ini memiliki implikasi bahwa retorika dakwah itu perlu, akan lebih baik ketika disertai keahlian berbicara di depan umum yang unik (humoris) untuk menarik perhatian.
Komunikasi dakwah da’i dalam pembinaan komunitas mualaf di kawasan pegunungan Karomba kabupaten Pinrang Tahir, Aswar; Cangara, Hafied; Arianto, Arianto
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 40, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v40.2.6105

Abstract

Komunikasi dakwah yang dilakukan oleh da’i dalam membinaan mualaf sangat penting bagi perrubahan sudut pandang dan perilaku komunitas mualaf dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan ajaran Islam, mengingat da’i sebagai tokoh sentral bagi pengetahuan keagamaan mualaf. Penelitian ini berupaya untuk mengetahui dan menganalisis komunikasi dakwah yang dilakukan da’i dalam pembinaan komunitas mualaf di kawasan pegunungan Karomba yang meliputi da’i sebagai komunikator, materi atau pesan ajaran Islam yang disampaikan, media yang digunakan dalam pembinaan dan perubahan sikap komunitas mualaf yang menerima pembinaan keagamaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung. Sedangkan data sekunder didapatkan dari studi pustaka pada berbagai sumber bacaan yang sesuai dengan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, komunikasi dakwah dilakukan dengan tatap muka secara langsung dalam kelompok pengajian dan konsultasi syari’ah, ceramah keagamaan serta kelompok belajar mengaji. Kedua, materi yang disampaikan da’i berupa nilai-nilai dasar keagamaan, keutamaan Islam dan keindahan-keindahan Islam, shalat dan mengaji. Ketiga, media yang digunakan da’i dalam pembinaan adalah dengan cara tatap muka secara langsung. Keempat,  terjadi perubahan sikap pada diri mualaf setelah mendapatkan pembinaan, yaitu meningkatnya pengetahuan komunitas mulaf tentang Islam, seperti pengetahuan tentang nilai-nilai tauhid, akhlak dan syariat. The da'wah communication carried out by the da'i in fostering converts is very important for changing the perspective and behavior of the converts community in daily life according to Islamic teachings, considering that the da'i is a central figure for converts' religious knowledge. This study seeks to identify and analyze the da'wah communication carried out by preachers in coaching the community of converts in the Karomba mountain area which includes preachers as communicators, the material or messages of Islamic teachings conveyed, the media used in coaching, and changes in the attitudes of the converts who accept religious formation. The research method used in this research is a qualitative method with a case study approach, primary data collection is done by interview and direct observation. Meanwhile, secondary data were obtained from literature studies on various reading sources in accordance with the theme. The results showed that first, da'wah communication was carried out face-to-face in recitation groups and shari'ah consultations, religious lectures, and Koran study groups. Second, the material presented by the da'i was in the form of basic religious values, the virtues of Islam and the beauties of Islam, prayer, and recitation. Third, the media used by da'i in coaching is face-to-face. Fourth, there is a change in the attitude of the converts after receiving guidance, namely increasing knowledge of the mulaf community about Islam, such as knowledge of the values of tawhid, morals, and sharia.
Efektivitas Dakwah melalui Program Kuliah Subuh di Muhammadiyah Kota Gorontalo Kango, Andries; Jefri, Jefri
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 40, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v40.1.5219

Abstract

Da'wah needs to be developed in a systematic, systematic, planning, organizing, directing, and supervising process, which in the modern context is called Da'wah management. One of the da'wah activities is the dawn lecture organized by Muhammadiyah Gorontalo City. The organization certainly aims to achieve better results and not fail. Therefore it needs to be well organized. On this basis the researchers conducted research related to the effectiveness of da'wah through the dawn lecture program organized by Muhammadiyah Gorontalo City. This research is a descriptive qualitative study using a da'wah approach, sociology and management. Data collection techniques are done through observation, interviews and documentation. While the validity of the data uses triangulation techniques. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the da'wah process in the Muhammadiyah dawn lecture program in Gorontalo City, and to find out the supporting and inhibiting factors of this program. The results of the study that preaching through the dawn lecture program in the City of Gorontalo Muhammadiyah based on the Qur'an and Hadith. The program has a planning flow that is deliberating in forming an effective and efficient work program, organizing in accordance with the organizational structure in general, there are two parts in the preaching of dawn lectures in the Muhammadiyah City of Gorontalo, namely internal and external, evaluation in general a process for determining or making decisions to what extent program objectives have been achieved. The inhibiting factors are only found in unfavorable weather and difficult to find addresses, because the people who ask are different so the addresses are different. The supporting factors are the commitment of the organizers of the Gorontalo City Muhammadiyah organization, the members of the dawn lecture itself and the cost / funds, as well as from the local government. Dakwah perlu dikembangkan dengan proses perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan yang sudah ditetapkan terlebih dahulu secara sistematis, yang dalam konteks modern dinamakan manajemen dakwah. Aktivitas dakwah salah satunya yakni kuliah subuh yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah Kota Gorontalo. Organisasi tentu bertujuan mencapai hasil yang lebih baik dan tidak gagal. Oleh karena itu perlu terorganisir dengan yang baik. Atas dasar ini peneliti melakukan penelitian terkait efektivitas dakwah melalui program kuliah subuh yang diadakan oleh Muhammadiyah Kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan dakwah, sosiologi dan manajemen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, interview dan dokumentasi. Sedangkan keabsahan data mengunakan teknik triangulasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keefektifan proses dakwah pada program kuliah subuh Muhammadiyah Kota Gorontalo, serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat program ini. Hasil penelitian bahwa dakwah melalui program kuliah subuh di Muhammadiyah Kota Gorontalo berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits. Adapun program ini memiliki alur perencanaan yaitu bermusyawarah dalam membentuk program kerja yang efektif dan efisien, pengorganisasian sesuai dengan struktur organisasi pada umumnya, penggerakkan dalam dakwah kuliah subuh di Muhammadiyah Kota Gorontalo ada dua bagian yakni internal dan eksternal, evaluasi secara umum suatu proses untuk menentukan atau membuat keputusan sejauh mana tujuan program yang telah tercapai. Adapun factor penghambat hanya terdapat pada cuaca yang kurang mendukung dan alamat yang sulit untuk ditemukan, karena yang meminta orang berbeda sehingga alamat pun berbeda-beda. Adapun faktor pendukung terdapat pada komitmen para pengurus organisasi Muhammadiyah Kota Gorontalo, jamaah kuliah subuh itu sendiri dan biaya/dana, serta dari kalangan pemerintah setempat.
Mechanization of Islamic moderation da’wah in the Nahdlatul Ulama pesantren tradition Hamidah, Kamilia; Chasannudin, Arif
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 41, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v41.1.7134

Abstract

Pesantren (madrassah) is Indonesia's oldest educational institution; it is through pesantren (madrassah) that the country's national educational system was formed, and despite the rapid changes in society, pesantren has managed to keep its characteristics. The kyai, santri, mosque, and classical reference books are at least three key parts of pesantren culture (Kitab Kuning). Pesantren play a critical role in distributing Islamic moderation in the society to maintain community resilience, since the tendency of social religiosity in today's Indonesian culture has reached into religious conservatism to some extent. The objective of this research is to describe pesantren elements (Kyai, Santri, Masjid, and Kitab Kuning) are engaged in producing religious moderation character-building approaches and patterns. This research examines five renowned Nahdhatul Ulama pesantren in Central and East Java using a qualitative methodology. According to results this study that based on in-depth observations, documentation, and observation of the pesantren environment under independent investigation, as well as interviews with pesantren leaders (kyai) and other informants who are fully acquainted with the pesantren under research. The Pesantren-Islamic boarding school-style integrated education system and the classical halaqah system, according to the findings of this study, became an integrated and complementary educational system, preparing social cadre with an understanding of religious moderation, which was actualized in the form of national commitment, religious tolerance, anti-violence da'wah, and accommodative behavior to local culture. The results of this study can be implemented that the four elements of pesantren can be used as a strategy in strengthening the values of islamic moderation not limited to the pesantren but extended to the scope of national life.***Pesantren adalah lembaga pendidikan tertua di Indonesia; Dari pesantren (madrasah) perkembangan sistem pendidikan nasional di Indonesia terbangun, meski terjadi perubahan masyarakat yang dinamis, pesantren tetap mampu mempertahankan ciri khasnya. Setidaknya ada tiga unsur penting dalam budaya pesantren, yaitu kyai, santri, masjid, dan kitab klasik (kitab kuning). Tren religiusitas sosial dalam masyarakat Indonesia saat ini - sampai batas tertentu - telah menunjukkan gejala ke arah konservatisme agama, oleh karena itu pesantren memainkan peran krusialnya dalam mensosialisasikan diskursus moderasi Islam di masyarakat untuk membentengi sekaligus membangun resiliensi sosial dari arus konservatisme agama yang ekstrem. Tujuan dalam penelitian ini adalah menggambarkan elemen pesantren (Kyai, Santri, Masjid, dan Kitab Kuning) yang digunakan dalam mengembangkan strategi dan pola pembentukan karakter moderasi beragama. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan melihat lima pesantren ikonic Nahdhatul Ulama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Berdasarkan hasil observasi mendalam dengan mendokumentasikan dan mengamati lingkungan pesantren melalui inkuiri independen, serta wawancara mendalam dengan beberapa informan yang benar-benar mengenal pesantren yang menjadi objek kajian. Selanjutnya temuan penelitian ini, sistem pendidikan terpadu ala pesantren dan sistem halaqah klasik-sistem pendidikan terpadu dan komplementer pesantren- telah mampu mempersiapkan kader masyarakat yang memahami moderasi beragama, yang diaktualisasikan dalam bentuk komitmen kebangsaan, toleransi beragama, dakwah tanpa kekerasan, dan perilaku akomodatif terhadap budaya lokal. Hasil kajian ini dapat diimplementasikan bahwa empat elemen pesantren dapat dijadikan strategi dalam memperkuat nilai-nilai moderasi beragama tidak terbatas pada lingkungan pesantren tapi diperluas pada lingkup kehidupan berbangsa dan bernegara.
Desain Praktek Pengalaman Lapangan Berbasis KKNI Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang Umriana, Anila
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 40, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v40.1.6009

Abstract

This article is a result of research with the Developmental Research Approach with the aim to produce the Design of PPL based on KKNI of BPI FDK Department of UIN Walisongo Semarang. The research is devided into two steps, they are pre-development and development. Pre-development consist of the purpose formulating and begining study through need assessment. The development step is conducted by formulating PPL design based on need assessment result. The research restriction is producing prototype product as PPL design with the base of KKNI. The design has two products which has its excellence each. The description of design consists of; definition, purpose, target, time allocation and standard/ criterion. The result of the research is supposed to be the material and suggestion to BPI department in conducting PPL program. Artikel ini merupakan hasil penelitian dengan pendekatan Developmental Research dengan model Borg and Gall yang bertujuan menghasilkan desain Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) berbasis KKNI pada Jurusan BPI FDK UIN Walisongo Semarang. Hal ini penting dilakukan mengingat adanya perubahan kurikulum 2010 yang berbasis KTSP menjadi kurikulum 2015 yang berbasis KKNI. Tahapan penelitian terbagi menjadi dua, yaitu pra pengembangan dan pengembangan. Tahap pra pengembangan meliputi perumusan tujuan dan studi pendahuluan melalui need assesment. Tahap pengembangan dilakukan dengan merancang desain PPL berdasarkan hasil need assesment. Pembatasan penelitian ini hanya sampai menghasilkan prototipe produk berupa Desain PPL berbasis KKNI. Desain yang dihasilkan ada dua bentuk, yang memiliki keunggulan masing-masing. Deskripsi desain meliputi; Definisi, Tujuan, Target, Alokasi Waktu, dan Standar/Kriteria. Hasil penelitian ini diharapkan sebagai bahan dan masukan bagi Jurusan BPI dalam pelaksanaan program PPL.
Dakwah di masa pandemi Covid-19: Eksistensi, problematika serta solusi Suprima, Suprima; Parhan, Muhamad; Khairulimam, Abizar; Nurfitriyani, Mita; Ababil, Salza Nabila
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 41, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v41.1.8287

Abstract

This research is motivated by the presence of the covid-19 outbreak, which causes many activities that cannot be done by gathering and meeting face to face. This impact is not only in the world of business or education, but also has an impact on worship activities and other religious activities such as congregational prayer at the mosque, weekly recitation at the mosque, including listening to dakwah directly from the ulama.  With the covid-19 outbreak as a pandemic that has spread to various countries, another step is needed in religious activities to prevent and break the covid-19 chain so that it does not spread widely. So staying at home and maintaining a distance is the choice of muslims when circumstances are felt to be detrimental to themselves and other.  In respone to this, it is necessary to conduct a study of some of the impact that occur in dakwah activities in the middle of a pandemic, which aims to find out whether due to the many obstacles, dakwah activities are still being carried out or not. To achieve this goal, this study used a qualitative-descriptive research method with litelature study techniques. The result of this study obtained data and the fact that there are many problems in dakwah in a pandemic situation like this. However, the data shows that the problems that occur are not a barrier to the existence of dakwah amid the covid-19 pandemic. ***Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hadirnya wabah covid-19, yang menyebabkan banyaknya aktivitas dan kegiatan yang tidak bisa dilakukan dengan berkumpul dan bertatap muka secara langsung. Dampak tersebut bukan hanya dalam dunia usaha ataupun pendidikan saja, tetapi juga berdampak pada kegiatan beribadah dan kegiatan keagamaan lainnya seperti salat fardhu berjama’ah di masjid, pengajian mingguan di masjid, termasuk mendengarkan dakwah dari para ulama secara langsung pun terhenti. Dengan adanya wabah covid-19 sebagai pandemi yang telah tersebar ke berbagai negara, diperlukan suatu langkah lain dalam kegiatan keagamaan untuk pencegahan dan memutus rantai covid-19 agar tidak tersebar dan tidak meluas. Maka tetaplah di rumah dan tetap menjaga jarak merupakan pilihan umat Islam saat keadaan sekitar dirasa dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Menyikapi hal tersebut perlu kiranya dilakukan kajian terhadap beberapa dampak yang terjadi pada kegiatan berdakwah di tengah pandemi, yang bertujuan untuk mengetahui apakah dengan banyaknya kendala, kegiatan berdakwah tetap terlaksana atau tidak. Untuk mencapai tujuan tesebut, dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif dengan teknik studi pustaka. Hasil dari penelitian ini diperoleh data dan fakta bahwa banyak sekali problematika dalam dakwah di dalam situasi pandemi seperti ini, tetapi di dalam data tersebut menunjukan bahwa problematika yang terjadi tidak menjadi penghalang dalam keeksistensian dakwah di tengah pandemi covid-19.
Social media utilization in Covid-19 epoch: Virtual da’wah-ramadan lectures in Northern Nigeria Sule, Muhammad Maga
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 40, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v40.2.5809

Abstract

Social media have become part of the individual and public lifestyles of Muslims globally. The paper examined the utilization of social media platform such as Facebook and YouTube as an available option to conduct Virtual Da’wah Ramadan lectures on the commentary of the Glorious Qur’an and Ta’aleem in Northern Nigeria and this was done with the sampled of scholars from the three zones in Northern Nigeria, i.e. North-West, North-Central and North-East. The paper adopts the use of secondary data as method of data collection where In-depth survey of the various pages/channels on social media and participant observation to obtain data. The researchers purposively sampled nine scholars for the study and survey was carried out on their various social media pages/channels to ascertain their level of utilization of the technology during the COVID-19 period to teach their followers with the restriction of movement and gathering in places of worship in Nigeria.  Some of the findings of the study revealed that the sampled Muslims scholars finds it convenient to present live programme of their teachings virtually and post video and audio of their Virtual Da’wah Ramadan lectures on the commentary of the Glorious Qur’an and Ta’aleem social media. The research paper concludes Muslim scholars to continue with the utilization of the social media platforms even after the Ramadan and Post-COVID-19 pandemic in carrying out their day to day virtual teachings so that other audience who are not close to their Masjid will benefit from their lectures on the various teachings of Islam.
Pondok Pesantren dan Dakwah Politik: Kajian Histori Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari Bangsri Jepara Asiyah, Siti; Chasanudin, Arif
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 40, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v40.1.5296

Abstract

Political Da'wah at the Islamic boarding school (pesantren) is an interesting theme that needs to be discussed. Many people have a perception that Islamic boarding school and Political Da'wah are separated from each other. The purpose of this study was to analyze the efforts of Hasyim Asy'ari Islamic Boarding School in embed political da'wah to students and the role of caregivers in applying political da'wah towards students and the community. This research was conducted with a historical qualitative approach. The results of this study are, Islamic Boarding School Hasyim Asy'ari in an effort to embed Political Da'wah to students by (1) learning about leadership and politics in pesantren, (2) conducting leadership training, (3) applying political culture. In addition, the role of caregivers (pengasuh) in carrying out Political Da'wah to students (santri) is seen in religious teaching by embedding spiritual, moral and social values as a provision for students to face social life. The role of caregivers in carrying out political da'wah to the public is by serving as an official in the government, caregivers are able to provide knowledge to the public about the importance of politics and the political system of the country, the role of government in making policies, and participation in political activities (balanced between rights and obligations as citizens), so that the public is aware of the importance of politics and is able to choose leaders who are competent and trustworthy. Dakwah Politik yang di lakukan di pondok pesantren menjadi tema menarik yang perlu dibahas karena banyak orang memiliki persepsi bahwa pondok pesantren dan dakwah politik memiliki sekat yang tidak mampu disatukan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis terhadap upaya Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari dalam penanaman dakwah politik kepada santri serta peran pengasuh dalam menerapkan dakwah politik kepada santri dan masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitattif historis. Hasil kajian ini membuktikan bahwa, Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari dalam upaya penanaman dakwah politik kepada santri dengan cara (1) melakukan pembelajaran tentang kepemimpinan dan politik di pesantren, (2) mengadakan pelatihan kepemimpinan, (3) menerapkan budaya politik. Selain itu, peranan pengasuh dalam melakukan dakwah politik kepada santri dapat dilihat dalam mengajarkan pendidikan agama dengan menanamkan nilai-nilai spiritual, moral dan sosial kemasyarakatan sebagai bekal santri dalam menghadapi kehidupan bermasyarakat. Adapun peranan pegasuh dalam melakukan dakwah politik kepada masyarakat yaitu dengan mengabdikan diri sebagai pejabat di pemerintahan, pengasuh mampu memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya politik dan sistem politik negara, peran pemerintah dalam membuat kebijakan, serta pasrtisipasi dalam kegiatan politik (seimbang antara hak dan kewajiban sebagai warga negara), sehingga masyarakat sadar akan pentingnya politik dan mampu memilih pemimpin yang kompeten dan amanah.

Page 11 of 36 | Total Record : 352