cover
Contact Name
Wening Cahyawulan
Contact Email
wening@unj.ac.id
Phone
+6287780818966
Journal Mail Official
jurnal-insight@unj.ac.id
Editorial Address
LPPM UNJ, Gedung Ki Hajar Dewantara Lt.6-7, Jalan Rawamangun Muka, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
ISSN : 22529055     EISSN : 25978039     DOI : https://doi.org/10.21009/INSIGHT
Core Subject : Education,
Insight: Jurnal dan Bimbingan Konseling is a peer-reviewed, open access, and online journal about research, reports, book reviews, and commentaries on all aspects of guidance and counseling which is published by Department of Guidance and Counseling, Universitas Negeri Jakarta. Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling is published twice a year on June and December.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 376 Documents
PROFIL RESILIENSI MANTAN PECANDU NARKOBA (Studi Kasus di Balai Besar Rehabilitasi Narkoba, BNN, Lido) Uripah Nurfatimah; Retty Filliani; Karsih Karsih
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4 No 2 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.478 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.042.19

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menggambarkan profil resiliensi mantan pecandu narkoba, meliputi tujuh aspek di dalamnya, yaitu regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, analisis penyebab masalah, empati, efikasi diri, dan reaching out. Metode yang digunakan adalah studi kasus dalam pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Balai Besar Rehabilitasi Narkoba Badan Narkotika Nasional dengan subjek penelitian sebanyak dua orang, yaitu WS, berusia 32 tahun; dan MM, berusia 31 tahun. Subjek penelitian dipilih berdasarkan hasil studi pendahuluan untuk mengetahui kesesuaian dengan karakteristik penelitian dan kesedian subjek. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, pengisian intrumen Resilience Quotient Test (RQ Test) yang dikembangkan oleh Karen Reivich dan Andrew Shatte dan telah diadaptasi, serta observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap mantan pecandu yang dapat mempertahankan kebebasannya dari penyalahgunaan narkoba memiliki kemampuan resiliensi yang baik. Subjek merasa ada banyak pengetahuan, hikmah, dan keterampilan yang akhirnya mereka pelajari karena kejatuhannya ke dalam dunia narkoba. Kedua subjek penelitian merasa bersyukur atas kemampuan resiliensi yang dimiliki, sehingga sampai saat ini masih dapat mempertahankan kesembuhannya dari ketergantungan terhadap narkoba. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan resiliensi tersebut dibentuk oleh beberapa faktor, yakni dukungan dari luar diri, kekuatan yang berasal dari dalam diri, dan kemampuan individu untuk berinteraksi dengan orang lain. Kata kunci: resiliensi, mantan pecandu narkoba, pecandu narkoba
PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL DALAM LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL TERHADAP PEMAHAMAN SISWA MENGENAI PACARAN YANG SEHAT Dewinta Arya Rini; Michiko Mamesah; Dede R Hidayat
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 1 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.012 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.031.06

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penggunaan media audiovisual dalam bimbingan klasikal terhadap pemahaman siswa kelas VII SMP Bina Insani Tangerang mengenai pacaran yang sehat. Sampel penelitian ini menggunakan satu kelas yaitu kelas VII – 4 dengan jumlah responden 44 orang siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Metode yang digunakan adalah metode pra-eksperimen, dengan desain One-Group Pre test-Post test Design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terhadap 44 responden berbentuk multiple choice yang terdiri dari 25 butir soal adalah olahan uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisa data yang digunakan adalah uji perbedaan dengan Wilcoxon Match Pair Test dengan taraf signifikan 5%. Karena sampel penelitian ≥ 25, maka digunakan rumus z untuk menghitung perbedaan. Hasil perhitungan uji hipotesis dengan uji z diperoleh zhitung sebesar 7,82175. Karena z hitung = 7,82175 > z tabel = 1,645, maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audio visual dalam layanan bimbingan klasikal berpengaruh positif signifikan terhadap pemahaman siswa kelas VII – 4 SMP Bina Insani Tangerang mengenai pacaran yang sehat.
PENGARUH KONSELING KELOMPOK DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK MENULIS JURNAL UNTUK MENGURANGI PERILAKU BULLYING Anis Mahfiroh; Indira Chanum; Dede Rahmat Hidayat
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4 No 1 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.246 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.041.01

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 53 Jakarta pada bulan November 2014. Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok dengan menggunakan teknik menulis jurnal untuk mengurangi perilaku bullying pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 53 Jakarta. Pengambilan sampel dipilih menggunakan teknik sampling purposive, sehingga sampel dalam penelitian ini adalah sepuluh orang siswa untuk menjadi kelompok eksperimen dan sepuluh orang siswa untuk menjadi kelompok kontrol yang merupakan siswa yang memiliki perilaku bullying dengan kategori sangat tinggi dan tinggi. Metode penelitian adalah Kuantitatif, dengan desain penelitian quasi experimental (nonequivalent control group design). Pengumpulan data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen perilaku bullying. Teknik analisis data yang digunakan dalam menguji hipotesis pada penelitian ini adalah Mann Whitney U-Test untuk membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig sebesar 0.000, yang berarti lebih kecil dari nilai signifikansi α 0.05. Dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dapat ditarik kesimpulan teknik menulis jurnal berpengaruh dalam mengurangi perilaku bullying siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 53 Jakarta.
EMPATI MAHASISWA ETNIS BETAWI PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING PADA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA Chandra Jon Trafolta; Moch. Dimyati; Awaluddin Tjalla
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4 No 1 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.062 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.041.02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran empati mahasiswa etnis Betawi program studi Bimbingan dan Konseling pada beberapa Universitas di DKI Jakarta. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan jenis penelitian survey. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 mahasiswa etnis Betawi program studi Bimbingan dan Konseling dari 4 Universitas di DKI Jakarta; Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Katolik Atma Jaya, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA), dan Universitas Islam Assafi’iyah. Instrumen yang digunakan adalah instrumen Empati dari Darrick Jollife dan David P Farrington (2006) dengan r = 0,857. Pengujian instrumen diolah dengan menggunakan SPSS 17.0.Uji Validitas dari 20 butir pernyataan terdapat 17 butir pernyataan yang valid dan 3 butir pernyataan yang tidak valid.Butir-butir pernyataan yang tidak valid di revisi dan diperbaiki redaksinya menjadi pernyataan baru. Hasil penelitian empati mahasiswa etnis Betawi program studi Bimbingan dan Konseling berada pada kategori tinggi sebesar 73%, pada kategori sedang diperoleh sebanyak 27%, sedangkan pada kategori rendah diperoleh 0%. Berdasarkan hasil yang didapatkan, bahwa sebagian besar empati mahasiswa etnis Betawi Bimbingan dan Konseling berada pada kategori tinggi.Implikasi dalam penelitian ini adalah untuk mahasiswa yang berada pada ketegori sedang, untuk lebih meningkatkan empatinya, yaitu dengan memanfaatkan media seperti televisi, ataupun film yang mengandung unsur-unsur empati.Dengan melihat langsung melaui film dapat menumbuhkan secara lansung perasaan empati kita pada film tersebut, dan bagaimana kita merespon atau memandangnya.
PENGARUH LAYANAN KONSELING KELOMPOK ADLERIAN DALAM MENINGKATKAN PENALARAN MORAL SISWA KELAS IV SDN 07 PAGI UJUNG MENTENG Dini Rachmawati; Indira Chanum; Happy Karlina Marjo
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4 No 1 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.898 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.041.03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh layanan konseling kelompok dalam meningkatkan penalaran moral siswa kelas IV Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan pretest-posttest nonequivalent group design. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling, yakni delapan orang siswa kelas IVb yang memiliki tingkat penalaran moral rendah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen penalaran moral yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan teori Kohlberg. Uji coba intrumen dilakukan terhadap 70 responden. Hasil perhitungan validitas menggunakan rumus Product Moment menyatakan 28 item valid dan 8 item tidak valid. Sementara itu, reliabilitas instrumen dihitung menggunakan rumus Alpha menunjukkan 0,755 yang berarti instrumen termasuk dalam kategori reliabilitas yang tinggi. Teknik analisis data untuk hipotesis menggunakan Mann Whitney U-Test. Hasil uji hipotesis dilakukan dengan bantuan program SPSS 17.0 for windows yang menunjukan bahwa nilai Asymp. sig sebesar 0,001, yang berarti lebih kecil dari nilai signifikansi α 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan penalaran moral siswa yang mendapatkan layanan konseling kelompok Adlerian lebih tinggi dibandingkan peningkatan penalaran moral siswa yang tidak mendapatkan layanan konseling kelompok Adlerian. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian ini, layanan konseling kelompok Adlerian dapat meningkatkan penalaran moral siswa di Sekolah Dasar.
PENGARUH PENGGUNAAN GENOGRAM DALAM KONSELING KARIR UNTUK MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIR PESERTA DIDIK KELAS XII Erlina Dewi Yulianti; Susi Fitri; Herdi Herdi
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4 No 1 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.006 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.041.04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kematangan karir peserta didik kelas XII SMA Negeri 109 Jakarta Selatan melalui penggunaan genogram. Penggunaan genogram diterapkan sesuai dengan tahapan penggunaan genogram dalam konseling karir menurut Rae Wiemers Okiishi (1987). Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan pretest-posttest nonequivalent group design. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen kematangan karir, yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan teori Donald E. Super (1990). Uji coba instrumen dilakukan terhadap 76 responden. Hasil perhitungan validitas menggunakan rumus Product Moment menyatakan 85 butir item valid dan 9 butir item tidak valid. Reliabilitas instrumen dihitung menggunakan rumus Alpha Cronbach menunjukan 0.96, berarti instrumen termasuk dalam kategori reliabilitas yang sangat tinggi. Teknik analisis data untuk memperoleh gambaran kematangan karir menggunakan statistik deskriptif dan teknik analisis data untuk uji hipotesis menggunakan Mann Whitney U-Test. Hasil uji hipotesis dilakukan dengan bantuan program SPSS 20.0 for windows, menunjukan bahwa nilai Asymp. Sig sebesar 0.021, yang berarti lebih kecil dari nilai signifikansi α (0.05), disimpulkan bahwa ditolak. Hasil penelitian menunjukan bahwa skor kematangan karir peserta didik yang mendapatkan layanan konseling karir dengan menggunakan genogram lebih tinggi dibandingkan skor kematangan karir peserta didik yang tidak mendapatkan layanan konseling karir dengan menggunakan genogram.
PEMENUHAN STANDAR SARANA DAN PRASARANA BIMBINGAN DAN KONSELING (Survei Terhadap Sekolah Menengah Atas Negeri di Jakarta Barat) Fatin Intishar; Indira Chanum; Aip Badrujaman
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4 No 1 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.345 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.041.05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemenuhan standar sarana dan prasarana bimbingan dan konseling di sekolah menengah atas negeri Jakarta Barat. Metode yang digunakan adalah survei dengan menggunakan instrument pedoman observasi standar sarana dan prasarana bimbingan dan konseling yang dikembangkan dari pedoman penyelenggaraan bimbingan dan konseling pada pendidikan dasar dan menengah. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak empat belas sekolah yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh.Teknik analisis data yang digunakan untuk mendeskripsikan pemenuhan standar sarana dan prasarana yaitu statistik deskriptif dengan teknin persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga belas sekolah berada pada kategori tidak memenuhi standar(92,8%) dan satu sekolah berada pada kategori memenuhi standar (7,14%). Pada aspek ruang bimbingan dan konseling seluruh sekolah tidak memenuhi standar(100%) . Pada aspek instrumen pengumpul data tiga belas sekolah berada pada kategori memenuhi standar(92,8%) dan satu sekolah tidak memenuhi standar(7,14%). Pada aspek kelengkapan penunjang teknis sepuluh sekolah memenuhi standar(71,4%) dan empat sekolah lainnya tidak memenuhi standar(28,6%). Pada aspek dokumen seluruh sekolah memenuhi standar(100%).Oleh karena itu, aspek sarana dan prasarana bimbingan dan konseling harus mendapatkan perhatian lebih dari berbagai pihak, (Dinas Pendidikan DKI Jakarta, ABKIN, MGBK, Kepala Sekolah, dan Guru BK).
PROFIL EMPATI MAHASISWA SUNDA (Survei Yang Dilakukan Pada Mahasiswa Jurusan Bimbingan Dan Konseling Universitas Di DKI Jakarta) Harun Surya Permadi; Dewi Justitia; Happy Karlina Marjo
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4 No 1 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.466 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.041.06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai profil empati mahasiswa Bimbingan dan Konseling yang berasal dari etnis Sunda di DKI Jakarta.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan jenis survei. Populasi penelitian ini adalah Mahasiswa Bimbingan dan Konseling etnis sunda di DKI Jakarta sebanyak 67 mahasiswa dari 3 Universitas yaitu Universitas Negeri Jakarta, Universitas Muhannadiyah Prof. DR. Hamka, Universitas Islam Asyafi’iyah. Teknik sampling yang digunakan adalah sample jenuh.Teknik ini digunakan karena semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.Uji validitas butir instrumen penelitian dilakukan dengan rumus korelasi Product Moment.Hasil uji validitas dari 20 item menghasilkan 17 butir item valid dan 3 item drop.Item pernyataan yang tidak valid diubah dan diperbaiki redaksinya menjadi pernyataan baru.Uji realibilitas dengan rumus Alpha Cronbach didapatkan hasil penelitian 0,803 yang berarti bahwa instrumen memiliki tingkat realibititas sangat tinggi. Hasil penelitian diperoleh tingkat empati mahasiswa Bimbingan dan Konseling etnis sunda di DKI Jakarta yang tinggi (64,18%), sedang (35,82%), rendah (0%). Hasil penelitian ini menunjukkan mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling etnis Sunda di DKI Jakarta memiliki tingkat empati pada tingkat tinggi. Hal ini ditandai dengan lebih dominan hasil yang di dapat pada kategori sedang (64,18%). Rekomendasi penelitian ditunjukkan kepada mahasiswa bimbingan dan konseling untuk melakukan peningkatan terhadap empati. Empati Mahasiswa etnis Sunda di DKI Jakarta saat ini sebagian besar masih berada tingkat tinggi.Namun, masih ada mahasiswa Bimbingan dan Konseling yang memiliki empati pada klasifikasi sedang sehingga penelitian ini dapat dijadikan dasar pengembangan kemampuan empati setiap mahasiswa Bimbingan dan Konseling.
PENGARUH PELATIHAN ASERTIF UNTUK MENINGKATKAN ASERTIVITAS TERHADAP PENYALAHGUNAAN NARKOBA (Single Subject Research Anak didik di Lapas Anak Pria Tangerang) Herli Hartati; Moch. Dimyati; Herdi Herdi
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4 No 1 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.956 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.041.07

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data mengenai pengaruh pelatihan asertif untuk meningkatkan asertivitas terhadap penyalahgunaan narkoba, dengan satu responden yaitu anak didik dengan kasus penyalahgunaan narkoba. Responden diambil dengan pertimbangan dan tujuan tertentu. Penelitian ini menggunakan metode Single Subject Research dengan menggunakan desain A-B. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan perilaku asertif dengan melakukan latihan asertif yang telah diterapkan kepada anak didik dalam waktu empat belas hari. Anak didik tersebut dapat meningkatkan asertivitas baik verbal maupun non verbal dengan langkah-langkah yang terdapat dalam latihan asertif. Teknik ini dapat dilaksanakan dengan baik oleh anak didik, diasumsikan anak didik mampu dan memiliki keberanian dalam meningkatkan asertivitas terutama dalam penyalahgunaan narkoba. Hal tersebut terbukti dalam penelitian Single Subject Research yang telah dilakukan oleh peneliti, bahwa pentingnya memiliki perilaku asertif dalam kehidupan sehari-hari dan terutama pada usia remaja.
GAMBARAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU MATA PELAJARAN DENGAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMPN 1 JAKARTA Jamilah Jamilah; Michiko Mamesah; Awaluddin Tjalla
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4 No 1 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.777 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.041.08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran komunikasi interpersonal guru mata pelajaran dengan guru BK di SMP Negeri 1 jakarta. Penelitian dilaksanakan dengan subjek penelitian 34 orang guru mata pelajaran dengan menggunakan teknik sampling jenuh. . Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner . Berdasarkan hasil penelitian bahwa komunikasi interpersonal guru mata pelajaran di SMP Negeri 1 Jakarta masuk dalam kategori sedang dengan persentase 64,71% Data ini ditunjukkan dengan hasil kategorisasi dimana persentase terbesar pada masing-masing aspek berada pada kategori sedang, yaitu aspek keterbukaan dengan persentase 91,18%, Aspek empati dengan persentase 76,47%, kemudian aspek sikap mendukung dengan persentase 79,41%, lalu aspek sikap positif dengan persentase 76,47%, dan aspek kesetaraan dengan persentase 73,53%. Hasil ini menunjukkan bahwa penelitian ini dapat dijadikan informasi bagi guru mata pelajaran untuk dapat melakukan upaya meningkatkan aspek komunikasi interpersonal yang belum optimal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara turut berpartisipasi dalam seminar maupun pelatihan-pelatihan yang dapat menunjang komunikasi interpersonal yang ada pada diri guru mata pelajaran. Apabila penelitian ini tidak dilakukan maka tidak akan diketahui kondisi komunikasi interpersonal guru mata pelajaran dengan guru BK. Hal ini berdampak tidak adanya evaluasi pada guru mata pelajaran di SMP Negeri 1 Jakarta.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 14 No. 1 (2025): INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 13 No. 2 (2024): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 13 No. 1 (2024): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 12 No. 2 (2023): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 12 No. 1 (2023): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 2 (2022): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 1 (2022): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10 No 2 (2021): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10 No 1 (2021): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9 No 2 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9 No 1 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8 No 2 (2019): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8 No 1 (2019): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7 No 2 (2018): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7 No 1 (2018): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6 No 2 (2017): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6 No 1 (2017): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5 No 2 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5 No 1 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4 No 2 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4 No 1 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3 No 1 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2 No 2 (2013): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2 No 1 (2013): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1 No 2 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1 No 1 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling More Issue