Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Insight: Jurnal dan Bimbingan Konseling is a peer-reviewed, open access, and online journal about research, reports, book reviews, and commentaries on all aspects of guidance and counseling which is published by Department of Guidance and Counseling, Universitas Negeri Jakarta. Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling is published twice a year on June and December.
Articles
376 Documents
PERBANDINGAN SELF-REGULATED LEARNING PADA MAHASISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI JURUSAN BIMBINGAN KONSELING PADA SEMESTER 100 UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Aditiya Mapanji Wisnuwardana;
Sjenny Anggraeni Indrawati;
Meithy Intan Luawo
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1188.614 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.032.01
Perguruan tinggi dapat menjadi waktu penemuan intelektual dan perkembangan diri, khususnya dalam ketrampilan verbal dan kuantitatif, berpikir kritis, dan pemikiran moral. Mahasiswa dituntut untuk lebih mandiri dalam belajar. Tujuan dari penelitia ini adalah untuk melihat Perbandingan Tingkat Self-Regulated Learning Pada Mahasiswa Laki-Laki Dan Perempuan Di Jurusan Bimbingan Konseling Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini dilakukan di jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, Jalan Rawamangun Muka, Jakarta Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Jakarta yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan yang aktif pada semester 100 tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 309 orang, sedangkan pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan menggunakan sampel kuota dengan 80 responden, masing- masing 40 untuk tiap jenis kelamin. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan teknik analisis Uji Mann-Whitney U-Test.yang dilakukan dengan aplikasi Statistic Product and Service Solution (SPSS) versi 16.0, diperoleh data Self-Regulated Learning mahasiswa perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan Self-Regulated Learning mahasiswa laki-laki (245.30 < 261.02) dilihat dari Mean. Berdasarkan Levene’s test untuk uji homogenitas(perbedaan varians). Tampak bahwa F=4,304 (p=0,041). Karena nilai t (- 2,081) lebih rendah dibandingkan taraf signifikansi (0,05), maka dapat dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan antara skor Self-Regulated Learning pria dan wanita. Dengan kata lain data Self-Regulated Learning antara mahasiswa laki-laki dan perempuan tidak homogen.
REGULASI DIRI MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PROSES PENYUSUNAN SKRIPSI (Survey Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Angkatan 2008-2010 yang Bekerja)
Arip Nazarudin;
Indira Chanum;
Happy Karlina Marjo
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1046.194 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.032.02
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai regulasi diri mahasiswa Bimbingan dan Konseling angkatan 2008-2010 Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta yang bekerja pada saat penyusunan skripsi. Populasi penelitian berjumlah 60 mahasiswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik purpossive sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif jenis survey. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini merupakan adaptasi alat ukur Self Regulation Questionnaire (SRQ) yang dibuat oleh Miller & Brown, berisi 63 butir pernyataan dari tujuh indikator regulasi diri dan telah divalidasi oleh ahli. Hasil reliabilitas dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach diperoleh hasil sebesar 0,89. Teknik analisa data yang digunakan yaitu statistik deskriptif yang dijabarkan melalui kategorisasi. Berdasarkan hasil analisa data responden secara keseluruhan, yaitu: kategori rendah terdapat 10 mahasiswa (17%) artinya, memiliki regulasi diri rendah dalam beraktivitas termasuk bekerja dan menyusun skripsi, kategori sedang terdapat 44 mahasiswa (73%) artinya, memiliki regulasi diri cukup dalam beraktivitas termasuk bekerja dan menyusun skripsi, dan kategori tinggi terdapat 6 mahasiswa (10%) artinya, memiliki regulasi diri tinggi dalam beraktivitas termasuk bekerja dan menyusun skripsi. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa Bimbingan dan Konseling angkatan 2008-2010 memiliki regulasi diri sedang antara bekerja dan menyusun skripsi.
PENGARUH RATIONAL-EMOTIVE BEHAVIORAL THERAPY TERHADAP PENINGKATAN STRATEGI COPING MENGATASI KECEMASAN MENGHADAPI PERKULIAHAN
Ayu Mustikasari;
Eka Wahyuni;
Gantina Komalasari
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1064.774 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.032.03
Artikel ini bertujuan untuk memaparkan hasil penelitian tentang penggunaan Rational- Emotive Behavioral Therapy teknik kognitif dalam layanan konseling kelompok terhadap peningkatan strategi Coping mengatasi kecemasan menghadapi perkuliahan. Penelitian dilaksanakan pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Reguler 2013, Universitas Negeri Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre Eksperimental Design dengan kelompok One Group Pretes-posttest Design. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive sampling. Sampel berjumlah sepuluh mahasiswa berdasarkan hasil pretes strategi coping yang tergolong rendah. Pretes dan post-tes dilakukan dengan pemberian kuesioner tertutup yang berisi 46 butir item yang mewakili setiap indikator kepada 30 individu. Berdasarkan rumus Alpha Cronbach didapat nilai reliabilitas sebesar 0,92 yang menunjukkan bahwa reliabilitas tinggi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan rumus uji Wilcoxon Match Pair Test. Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa Ho ditolak dengan nilai asymp. Sig sebesar 0,005
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR MAHASISWA JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Daeri Rahmat;
Eka Wahyuni;
Herdi Herdi
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1024.029 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.032.04
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan karir mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa bimbingan dan konseling angkatan 2010 s.d. 2013 sebanyak 299 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 163 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian dari konstruk teori pengambilan keputusan karir yang diungkapkan oleh Mitchell dan Krumboltz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan karir adalah kondisi lingkungan dan kejadian-kejadian (70,97%) pengalaman belajar (69,90%) dan keterampilan menghadapi tugas (68,11%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah mahasiswa Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta dalam memilih jurusan BK dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang meliputi jumlah peluang kerja dan nilai-nilai orangtua. Implikasi dari penelitian ini adalah mahasiswa BK yang telah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya dalam mengambil keputusan karir perlu melakukan adaptasi karir dan melakukan strategi khusus dalam menjalani perkuliahan dan mampu meningkatkan kualitas diri sebagai calon guru BK.
PENGARUH POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP SIKAP SISWA DALAM PELAKSANAAN TATA TERTIB SEKOLAH (Studi Eks-post facto di Kelas VIII SMP Al Kautsar Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2013/2014)
Fatwiasih Al Humaira;
Dewi Justitia;
Djunaedi Djunaedi
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1118.073 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.032.05
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap terhadap pelaksanaan tata tertib sekolah siswa yang diasuh dengan pola asuh demokratis, otoriter, dan permisif serta untuk mengetahui perbedaan pengaruh pola asuh demokratis, otoriter, dan permisif terhadap sikap siswa dalam pelaksanaan tata tertib sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian ex- post facto. Instrumen yang digunakan yaitu instrumen sikap. Populasi peneitian berjumlah 300 orang siswa kelas VIII. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportionate random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang siswa. Berdasarkan hasil penelitian diketahui kecenderungan siswa dengan pola asuh demokratis bersikap positif sebesar 9.09%, netral 72.73%, dan negatif sebesar 18.18%. Sedangkan siswa dengan pola asuh otoriter yang memiliki kecenderungan sikap positif 10%, netral 75%, dan negatif sebesar 15%. Untuk siswa dengan pola asuh permisif memiliki sikap positif sebesar 33.33%, netral 33.33%, dan negatif 33.34%. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan ANAVA satu jalan didapatkan nilai sig. 0.00 dengan α 0.05 dan dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan pengaruh pola asuh demokratis, otoriter, dan permisif terhadap sikap siswa dalam pelaksanaan tata tertib sekolah. Selanjutnya berdasarkan hasil uji lanjutan t-Dunnet didapatkan hasil bahwa pengaruh pola asuh demokratis secara signifikan lebih tinggi dari pengaruh pola asuh otoriter, pengaruh pola asuh demokratis secara signifikan lebih tinggi dari pengaruh pola asuh permisif, dan pengaruh pola asuh otoriter secara signifikan lebih tinggi daripada pengaruh pola asuh permisif. Hasil Penelitian ini dapat digunakan oleh pihak sekolah khususnya guru Bimbingan dan Konseling untuk meningkatkan sikap positif siswanya. Guru Bimbingan dan Konseling dapat menyusun satuan layanan (satlan) bimbingan klasikal dengan materi tentang pentingnya pelaksanaan tata tertib sekolah, ataupun melaksanakan bimbingan kelompok membahas topik sikap positif terhadap pelaksanaan tata tertib sekolah.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN KEMATANGAN KARIR SISWA KELAS XI SMKN 8 JAKARTA
Iman Setiyanto;
Louise B Siwabessy;
Gantina Komalasari
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1174.467 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.032.06
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran empiris mengenai hubungan efikasi diri dengan kematangan karir siswa kelas XI di SMK Negeri 8 Jakarta, dengan populasi sebanyak 316 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling. Peneliti menggunakan 65 siswa sebagai sampel penelitian atau 20% dari jumlah populasi (316 siswa). Penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasional. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa kuesioner tentang efikasi diri dan CMI (Career Maturity Inventory milik Crites). Setelah dilakukan uji coba didapatkan hasil 28 item valid dengan nilai reliabilitas 0.896 untuk variabel efikasi diri dan 114 untuk CMI dengan nilai reliabilitas 0.82. Berdasarkan pengujian hipotesis antara efikasi diri dan kematangan karir variabel didapatkan koefisien korelasi sebesar 0.179 dengan (Ha : Ï â‰ 0), artinya terdapat hubungan yang positif antara efikasi diri dengan kematang an karir siswa. Semakin tinggi tingkat efikasi diri siswa maka semakin tinggi juga kematangan karir siswa, begitu pula sebaliknya, semakin rendah tingkat efikasi diri siswa maka semain rendah kematangan karir siswa. Selain itu didapatkan efikasi diri mempengaruhi kematangan karir sebesar 3.2% dan 96.8% dipengaruhi oleh faktor lain yaitu kualitas pengalaman pendidikan yang telah dilalui, dukungan keuangan yang tersedia mengikuti pelatihan tertentu dan potensi Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan bagi pihak sekolah khususnya bagi guru BK untuk memahami apa itu efikasi diri serta dapat dijadikan bahan acuan penyusunan program layanan BK agar para siswa dapat memahami efikasi diri dan memiliki kesadaran untuk meningkatkan efikasi diri untuk mencapai kematangan karir yang lebih baik.
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA BERDASARKAN POLA ASUH ORANGTUA (Siswa Kelas VII DI SMP Negeri 8 Jakarta Pusat)
Intan Ratri Ranggawuni;
Michiko Mamesah;
Happy Karlina Marjo
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1056.555 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.032.07
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran kemampuan berpikir kreatif siswa. Tujuan lain penelitian ini, untuk mendapatkan perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa berdasarkan pola asuh yang diterapkan orangtua (otoriter, demokratis, atau permisif). Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas VII SMP Negeri 8 Jakarta Pusat, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportionate random sampling dengan tingkat kesalahan 5%, sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 siswa kelas VII SMP Negeri 8 Jakarta Pusat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode komparatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket yang dikembangkan oleh peneliti mengenai kemampuan berpikir kreatif dan pola asuh orangtua.Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VII SMP Negeri 8 Jakarta Pusat berada pada kategori sedang. Artinya siswa sudah cukup memiliki keluwesan pikiran, kepekaan terhadap masalah, orisinalitas, dan kefasihan akan gagasan. Selain itu, pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig sebesar 0.844, yang berarti lebih besar dari nilai signifikansi α 0.05, sehingga Ho diterima, yaitu tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata kemampuan berpikir kreatif berdasarkan pola asuh otoriter, kemampuan berpikir kreatif berdasarkan pola asuh demokratis, dan kemampuan berpikir kreatif berdasarkan pola asuh permisif. Skor rata-rata kemampuan berpikir kreatif berdasarkan pola asuh permisif lebih besar dibandingkan skor rata-rata kemampuan berpikir kreatif demokratis dan otoriter.
DETERMINASI DIRI MAHASISWA JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA TAHUN ANGKATAN 2009-2013
Irma Ayuning Tyas;
Gantina Komalasari;
Eka Wahyuni
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1020.525 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.032.08
Artikel ini bertujuan untuk memaparkan hasil penelitian tentang determinasi diri mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Jakarta tahun angkatan 2009-2013. Penelitian dilaksanakan di jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Jakarta dengan populasi sebanyak 378 mahasiswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Proportional Random Sampling. Peneliti menggunakan 76 mahasiswa sebagai sampel penelitian atau 20% dari masing-masing jumlah populasi per angkatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner tentang determinasi diri yang merujuk pada teori Wehmeyer (1997). Setelah dilakukan uji coba, didapatkan hasil 55 item valid dan uji reliabilitas menggunakan koefisien Alpha Cronbach dengan nilai 0.753 yang berarti masuk dalam kategori tinggi dan layak untuk dijadikan alat ukur. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat determinasi diri mahasiswa BK UNJ berada pada kategori sedang 47.37%, rendah 28.95%, dan tinggi 23.68%.Persentase tertinggi berada pada kategori sedang yang artinya mahasiswa cukup mampu untuk membuat pilihan, membuat keputusan, mengatasi masalah, menetapkan tujuan dan pencapaian, mengobservasi diri, ketrampilan mengevaluasi diri, ketrampilan memberi penguatan diri, cukup memiliki lokus kontrol atau pusat kendali internal, cukup memiliki pengaruh positif dari efikasi dan harapan, cukup memiliki kesadaran diri, dan cukup memiliki pengetahuan diri.
HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN NASIONAL PADA SISWA SMP DEWI SARTIKA JAKARTA TIMUR
Istiharoh Putri Pratama;
Fahmi Idris;
Herdi Herdi
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.032.09
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang hubungan antara selfefficacy dengan kecemasan menghadapi Ujian Nasional.Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Dewi Sartika Jakarta Timur sebanyak 90 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Metode yang peneliti gunakan adalah korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner self-efficacyberdasarkan kriteria teori Albert Bandura (1997) danState and Trait Anxiety dari Spielberger (1979). Teknik analisis data menggunakan rumus Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan kecemasan menghadapi Ujian Nasional pada siswa kelas IX sebesar 0,342. Artinya, selfefficacy mempengaruhi kecemasan menghadapi Ujian Nasional sebesar 0,342.Hasil ini menunjukkan bahwa jika self-efficacy siswa tinggi maka kecemasan siswa dalam menghadapi Ujian Nasional juga tinggi.
PENYESUAIAN SOSIAL SISWA TUNARUNGU (Studi Kasus di SMK Negeri 30 Jakarta)
Karina Ulfa Zetira;
Atiek Sismiati Subagyo;
Dede Rahmat Hidayat
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (598.223 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.032.10
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap berbagai fakta tentang penyesuaian sosial pada siswa tunarungu di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 30 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 30 Jakarta, dengan dua responden yaitu siswa kelas XI Busana 2 dan XII Boga 3. Responden diambil berdasarkan hasil studi pendahuluan untuk mengetahui terdapat siswa yang memiliki keterbatasan dalam mendengar (tunarungu). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara yang dilakukan adalah wawancara terstruktur terhadap subjek atau kasus, teman sebangku, teman sebaya, wali kelas dan orang tua dengan mengacu pada teori penyesuaian sosial dari Hurlock. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui studi kasus, adapun penyajian data menggunakan narasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber data. Hasil penelitian keseluruhan menunjukan Responden RH memiliki penyesuaian sosial yang rendah. Prilaku sosial yang timbul pada RH lebih banyak diam dan menyendiri dari pada ikut serta bergabung dengan teman-teman lainnya. RH mengaku bahwa ia merasa tidak nyaman berada diantara teman- temannya, RH merasa minder dengan kondisinya sebagai anak tunarungu di sekolah umum. Hal ini karena teman-teman di kelas suka mengejeknya. RH merasa kurang dapat menyesuaikan diri di lingkungan sekolah. Sedangkan responden R memiliki penyesuaian yang cukup tinggi dibandingkan RH, perilaku sosial R mampu membangun hubungan yang baik dengan teman-temannya di sekolah, dimana R suka membantu temannya yang sedang mengalami kesulitan, berbagi cerita dengan teman-temannya, berbaur dengan kelompok saat sedang bercanda gurau. Walaupun terkadang R suka merasa minder dengan kondisinya sebagai anak tunarungu di sekolah umum tersebut, namun R selalu berusaha untuk lebih percaya diri. Diketahui bahwa RH dan R merupakan siswa SMKN 30 yang sama-sama berkebutuhan khusus yaitu tuna rungu, mereka memiliki penyesuaian sosial yang berbeda. RH memiliki penyesuaian sosial yang rendah, sedangkan R memiliki penyesuaian sosial yang cukup tinggi.