cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences)
ISSN : 25982087     EISSN : 25982095     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Current Pharmaceutical Sciences is a scholarly journal and expects to Publish articles related to the science of pharmaceutical science became the main focus of the problem at this time. This journal may publish research results as well as the results of theoretical studies and reviews. JCPS has had an ISSN print version 2598-2087 and has an online version 2598-2095 since Vo. 1 No.1 year 2017.
Arjuna Subject : -
Articles 112 Documents
FORMULASI DAN PENENTUAN NILAI SPF SEDIAAN LOTION EKSTRAK SARI BUAH JERUK MANIS (Citrus x aurantium L.) SEBAGAI TABIR SURYA Nopi Rantika; Siti Hindun; Ajeng Siti Fauziyah; Framesti Frisma Sriarumtias; Aji Najihudin
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 4 No 1 (2020): September 2020
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi sediaan lotion ekstrak sari buah jeruk manis (Citrus x aurantium L.) sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula yang baik dan aman untuk digunakan bagi pemakainya. Pengujian tabir surya dilakukan dengan penentuan nilai SPF dengan spektrofotometer Uv – Vis. Pengukuran nilai SPF dilakukan dengan mengukur serapan sediaan spektrofotometer setiap 5 nm pada panjang gelombang 290 – 320 nm. Evaluasi sediaan Lotion meliputi organoleptik, homogenitas, pH, Viskositas, dan daya sebar selama 28 hari. Berdasarkan hasil evaluasi sediaan lotion relatif stabil. Lotion yang mengandung ekstrak sari buah jeruk manis (Citrus x aurantium L.) dengan konsentrasi 4% menghasilkan nilai SPF 24 yang berarti pada nilai SPF yang dihasilkan bisa melindungi kulit secara ultra
Hubungan HUBUNGAN MEDICATION BELIEFS TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II Andrey Wahyudi
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 4 No 2 (2021): March 2021
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Mellitus adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak lagi dapat membuat insulin, atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi dengan baik. Sebuah desain penelitian korelasional, untuk memungkinkan peneliti menentukan hubungan antara keyakinan pengobatan dan kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes mellitus. Sebuah populasi total direkrut untuk penelitian, dimana semua terdaftar pasien dewasa diundang untuk bergabung dengan penelitian secara sukarela dan persetujuan lisan diperoleh, setelah menjelaskan manfaat penelitian. Sebanyak 93 pasien dengan diabetes berpartisipasi dalam penelitian ini. Menggunakan Beliefs about Medication Questionnaire (BMQ)-spesific dan Kuesioner Medication Adherence Report Scale (MARS). Penelitian dilakukan di dua provinsi Indonesia yaitu jawa tengah, desa Leyangan, kecamatan Ungaran Timur dan kalimantan timur, kabupaten tapin. Populasi dari semua pasien Diabetes Mellitus tipe 2 dengan perawatan dibiayai oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan biaya pribadi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa hasil P = 0,321 dengan nilai signifikansi 0,004 < 0,05 artinya ada hubungan antara keyakinan pasien dan tingkat kepatuhan pengobatan mereka. Oleh karena itu, untuk memperbaiki tingkat kepatuhan pengobatan, keyakinan pasien juga harus ditingkatkan.
FORMULASI GREEN TEA LEAVES (Camellia sinensis L.) GEL WITH THE COMBINATION OF METHYL CELLULOSA AND CARBOPOL 940 AS ANTIOXIDANT AGENT Ariis Purwanto; Irfan Zamzani
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 4 No 1 (2020): September 2020
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Green tea extract can be used as an antioxidant because it contains catechins in massive, the use of this extract in direct application can an unpractical, so it was made in the form of gel. The addition of the methylcellulose and carbopol were used as the basis of the gel formation. The aim of this research was to get the gel optimum formula of the green tea extract using two addition substances they were methylcellulose and carbopol. The green tea extract was obtained by maceration using ethanol 70% then it was evaporated to obtain concentrated extract. The gel made in four formulas based. The gel produced were tested for physical characteristics of organoleptic, viscosity, spreading ability, the time of sticking, and activity of antioxidant. The optimum formula based on parameters of physical characteristics of the gel; they are viscosity, the spreading ability, the time of sticking. The results showed that the tea leaf extract can be made as a gel which has anti-toxic agents. The IC50 value in the four tea leaf extract gel formulas can be a very strong antioxidant agent (IC50 value <50).
Activity of N-Hexane, Ethyl Acetate and Methanol Extracts from Passiflora foetida Leaves as α-Glucosidase Enzyme Inhibitor Nita Triadisti; Irfan Zamzani
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 4 No 2 (2021): March 2021
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus is a major health problem characterized by an increase in postprandial blood glucose levels, where α-glucosidase enzyme inhibitors are an effective therapeutic option. The limited choice of α-glucosidase enzyme inhibitors has triggered a study to obtain new α-glucosidase inhibitor candidates. Kelubut (Passiflora foetida) has been used for generations in the treatment of diabetes in Kalimantan, usually the roots and leaves are part of the plant used in the treatment of diabetes. Scientific data regarding α-glucosidase inhibition have not been reported. The extraction was carried out using the multilevel maceration method, while the α-glucosidase inhibition test was carried out by the spectrophotometric method using a microplate reader. The assay results showed that all extracts had inhibitory activity against α-glucosidase, and the best activity was the methanol extract of Passiflora foetida leaves with IC50 580.04 µg / mL
PENGARUH PEMBERIAN DAGING SIPUT SAWAH (Filopaludina javanica v.d Busch 1844)TERHADAP PENYEMBUHAN TUKAK LAMBUNG PADA TIKUS WISTAR BETINA YANG DIINDUKSI ASETOSAL Rizka Mulya Miranti; Andreanus A. Soemardji; Siti Kusmardiyani
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 4 No 1 (2020): September 2020
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Siput sawah (Filopaludina javanica v.d Busch 1844) telah digunakan oleh masyarakat Jawa Barat untuk mengobati tukak lambung secara empiris, namun belum ada penelitian yang membuktikan efek tersebut. Pengujian ini merupakan pengujian farmakologi yang bertujuan mengetahui penurunan indeks tukak lambung pada tikus yang diinduksi asetosal. Induksi asetosal dosis 405 mg/kg diberikan selama 10 hari. Daging siput sawah yang telah direbus diberikan selama tiga hari dengan dosis 3,310 g/kg dan dosis 6,620 g/kg. Obat pembanding yang digunakan adalah Lansoprazol dosis 5 mg/kg. Hasil pengujian menunjukan bahwa persentasi penyembuhan dosis 3,310 g/kg adalah sebesar 4,92 % dan dosis 6,620 g/kg sebesar 8,20 %. Indeks tukak lambung pada tikus kelompok uji lebih rendah dari kelompok kontrol positif dengan signifikasi P>0,05. Kata kunci : Siput sawah, Filopaludina javanica v.d Busch 1844, antitukak lambung, asetosal ABSTRACT People in West Java consume rice field snail (Filopaludina javanica v.d Busch 1844) to treat peptic ulcers but no scientific studies have proven that effect. This research is a pharmacological test that aims to determine the reduction in the index of peptic ulcers in mice indusced by acetosal. Rat-peptic ulcer model was induced with acetosal 405 mg/kg body weight for 10 days. Boiled rice snail meat is given for three days at a dose of 3,310 g / kg and a dose of 6,620 g / kg. The comparison drug used is Lansoprazol dose of 5 mg / kg. The results showed that the gastric ulcer healing dose 3,310 g/kg and 6,620 g/kg were 4,92% and 8,20%. Peptic ulcer index in the test group mice was lower than the positive control group even though there was no significant difference (P> 0.05). Keyword: Rice field snail, Filopaludina javanica v.d. Busch 1844, Peptic ulcer activity, Acetosal
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN CEMPEDAK (Artocarpus integer), NANGKA (Artocarpus heterophyllus), dan TARAP (Artocarpus odoratissimus) ASAL KALIMANTAN SELATAN Muhammad Ikhwan Rizki
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 4 No 2 (2021): March 2021
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antioksidan memiliki kemampuan dalam melawan atau menetralkan dari radikal bebas. Nangka (A. heterophyllus), cempedak (A. integer), dan tarap (A. odoratissimus) adalah tanaman yang banyak terdapat di Kalimantan Selatan. Belum pernah diteliti aktivitas antioksidan dari ketiga daun dari genus tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan antioksidan dari ekstrak etanol daun nangka (A. heterophyllus), cempedak (A. integer), dan tarap (A. odoratissimus). Prosedur penelitian dimulai dari proses ekstraksi secara maserasi. Pelarut yang dipakai untuk ekstraksi yaitu etanol. Ekstrak cair kemudian diuapkan hingga didapat ekstrak kental. Ekstrak diuji antivitas antioksidan menggunakan pereaksi DPPH dengan Spektrofotometer UV-Vis. Selanjutnya dilakukan perhitungan nilai IC50. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun nangka (A. heterophyllus) termasuk kategori sedang dengan nilai IC50 yaitu 151,7856 ppm, ekstrak etanol daun cempedak (A. integer) termasuk kategori aktif dengan nilai IC50 yaitu 52,7706 ppm, dan ekstrak etanol daun tarap (A. odoratissimus) kategori aktif dengan nilai IC50 yaitu 87,9513 ppm
PENGARUH FRAKSI BAWANG DAYAK (Eleutherine americana (L) Merr) TERHADAP MEMORI SPASIAL MENCIT JANTAN GALUR BalB/C YANG DIINDUKSI ALKOHOL 10% Mujtahid Bin Abd. Kadir
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 4 No 2 (2021): March 2021
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memori spasial adalah memori kerja yang digunakan untuk mengingat kembali pada saat melakukan tugas tertentu serta merupakan perpaduan antara perhatian, konsentrasi, dan memori jangka pendek. Kandungan senyawa yang bersifat anti oksidan pada bawang dayak dapat mencegah terjadinya penurunan memori. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh fraksi bawang dayak terhadap memori spasial mencit jantan yang diinduksi alkohol 10%. Penelitian ini memnggunakan 25 ekor mencit jantan galur BalB/C yang dibagi 5 kelompok, kelompok 1 kontrol negatif (NA-CMC), Kelompok 2 Kontrol Positif (gingkobiloba), Kelompok 3, 4 dan 5 kelompok perlakuan dengon dosis 38 mg/KgBB, 76 mg/KgBB, 114 mg/KgBB. Metode yang digunakan adalah metode Y maze dengan melihat ketepatan hewan uji dalam memasuki lengan secara berurutan dan dengan melihat kerusakan sel pada bagian cortex cerebral. Hasil perhitungan waktu pada Y maze dan hasil kerusakan jumlah sel pada cortex serebral dianalisa secara statistik dengan one-way ANOVA.Hasil uji Y Maze dan jumlah kerusakan sel pada bagian cortex cerebral menunjukkan bahwa fraksi etil asetat bawang dayak memberikan efek pada memori spasial dan tidak terdapat perbedaan bermakna dengan kelompok kontrol positif (gingkobiloba). Fraksi etil asetat bawang dayak (Eleutherine americana (L) Merr memiliki pengaruh terhadap memori spasial pada mencit jantan galur BalB/C yang diinduksi alkohol 10%..
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BEBERAPA KULIT BUAH TERHADAP BAKTERI Eschericia coli Inur Tivani
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 4 No 2 (2021): March 2021
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab utama penyakit infeksi yaitu bakteri. Eschericia coli merupakan salah satu bakteri penyebab penyakit diare. Banyak beredar produk guna mengatasi masalah ini. Namun, penggunaan bahan alam banyak diminati oleh masyarakat. Kulit buah nanas madu, kulit pepaya dan kulit pisang kepok memiliki kandungan saponin serta glikosida sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kulit buah mana serta pada konsentrasi berapa yang paling efektif menghambat pertumbuhan bakteri Eschericia coli. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Program Studi DIII Farmasi Politeknik Harapan Bersama. Ekstrak kulit buah dibuat dengan menggunakan metode soxhletasi. Ekstrak beberapa kulit buah selanjutnya dibuat 3 konsentrasi yaitu 5%, 15% dan 25%. Pengujian antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata diameter daerah hambat untuk ekstrak kulit nanas dengan konsentrasi 5% sebesar 32,86 ±1,22 mm, konsentrasi 15% sebesar 37,06 ± 0,61 mm, konsentrasi 25% sebesar 42,83 ± 5,96 mm. Ekstrak kulit pepaya dengan konsentrasi 5% sebesar 25,4 ±0,79 mm, konsentrasi 15% sebesar 28,09 ±1,05 mm dan konsentrasi 25% sebesar 31,78 ± 1,93. Ekstrak kulit pisang kepok konsentrasi 5% sebesar 19,95 ±1,58 mm, 15% sebesar 25,23 ± 0,47 mm dan konsentrasi 25% sebesar 29,48 ± 1,55 mm. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kulit buah yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Eschericia coli yaitu ekstrak kulit buah nanas madu dengan konsentrasi 25%
STUDI LITERATUR POLA PENGGUNAAN OBAT OFF-LABEL PADA PASIEN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI Handyta Okta Ningrum; Herda Ariyani; Mustika Muthaharah
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 4 No 1 (2020): September 2020
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat off-label merupakan obat diluar indikasi yang tertera dalam label atau diluar persetujuan oleh lembaga izin edar seperti Badan POM dan FDA (Food and Drug Administration). Beberapa alasan penggunaan obat off-label adalah kurangnya respon klinis pada pengobatan sebelumnya, kontraindikasi dengan obat alternatif lain seperti tersedianya obat yang disetujui sesuai indikasi serta pasien dengan pengobatan alternatif karena alasan klinis. Metode penelitian yang digunakan studi literatur. Hasil penelusuran literatur misoprostol obat off-label yang paling banyak ditemukan penggunaannya dari. 5 penelitian memaparkan misoprostol dengan indikasi kehamilan patologis yang perlu tindakan dengan rute tersering didapatkan secara pervaginam. 2 penelitian memaparkan penggunaan obat off-label ondansetron indikasi hyperemesis gravidarum (HG) dengan dosis 4 mg dan 8 mg per oral. 1 penelitian penggunaan off-label rute pemberian dari Nifedipine sebagai tokolitik pada persalinan preterm imminens dengan dosis 10-20 mg/oral, sublingual setiap 15-20 menit dalam 3 dosis. 1 penelitian penggunaan obat off-label methotrexate sebagai penanganan kehamilan ektopik dosis tunggal 1 mg/kg atau 50mg/m² secara IM. 1 penelitian memaparkan penggunaan mifepristone yang dikombinasikan dengan misoprostol. Off-label drugs are drugs outside the indications stated on the label or outside the approval by distribution permit agencies such as the POM and the FDA (Food and Drug Administration). Some of the reasons for using off-label drugs are lack of clinical response to previous treatment, contraindications with other alternative drugs such as availability of approved drugs as indicated and patients with alternative treatments for clinical reasons. The research method used is literature study. The most search results of the off-label drug misoprostol were found to be of use. 5 studies described misoprostol with indications of a pathological pregnancy requiring action by the most frequent route obtained vaginally. 2 studies described the use of the off-label drug ondansetron indicated by hyperemesis gravidarum (HG) at a dose of 4 mg and 8 mg orally. 1 study the use of off-label route of administration of Nifedipine as a tocolytic in preterm imminent labor at a dose of 10-20 mg / oral, sublingually every 15-20 minutes in 3 doses. 1 study using the off-label drug methotrexate as the management of ectopic pregnancy as a single dose of 1 mg / kg or 50 mg / m² IM. 1 study described the use of mifepristone in combination with misoprostol.
PROFIL PENYIMPANAN OBAT PADA DESA DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Isnenia Isnenia
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 4 No 2 (2021): March 2021
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya penyimpanan obat di rumah tangga di Indonesia merupakan hasil dari perilaku pengobatan dan dapat menjadi penyebab kerugian bagi masyakarat dari sisi kesehatan, ekonomi, atau lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran penyimpanan obat meliputi jumlah obat, jenis efek terapi, golongan obat, cara memperoleh, status obat tersebut. Penelitian ini bersifat observasional cross-sectional. Data dianalisis secara deskriptif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang dengan teknik sampling purposive sampling. Hasil yang diperoleh bahwa rata-rata jumlah obat yang disimpan berjumlah 4 dengan golongan obat terbanyak adalah obat bebas (68%). Obat dengan efek terapi analgetika-antiinflamasi merupakan obat terbanyak yang ada di rumah tangga (136%). Pembelian dengan resep merupakan cara terbanyak yang digunakan (42%). Obat yang disimpan paling banyak merupakan obat sisa pengobatan sebelumnya (65%) dan 47,69% diantaranya adalah antibiotik.

Page 6 of 12 | Total Record : 112