cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
Potensi pengembangan Transit-Oriented Development di kawasan Stasiun Klaten Ahmad Fariski; Paramita Rahayu; Candraningratri Ekaputri Widodo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i2.89606

Abstract

Urbanisasi memengaruhi perkembangan Perkotaan Klaten dan meningkatkan kebutuhan pelayanan penduduk, terutama akses transportasi, lapangan kerja, serta peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum guna mengurangi kemacetan, polusi udara, dan pengangguran. Pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD) merupakan konsep pembangunan yang ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda, didukung transportasi umum yang terintegrasi dengan tata guna lahan dan jaringan transportasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi kawasan Stasiun Klaten sebagai kawasan TOD berdasarkan prinsip keberagaman, kepadatan, konektivitas, serta kemudahan berjalan kaki dan bersepeda. Pendekatan yang digunakan bersifat deduktif dengan metode deskriptif kuantitatif melalui analisis spasial, analisis deskriptif, mixed-use development, dan skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Stasiun Klaten memenuhi kriteria TOD Sub-Kota dengan skor 53,8% pada prinsip keberagaman. Kawasan ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Namun, tantangannya meliputi integrasi Stasiun Klaten dengan Terminal Ir. Soekarno, penyediaan transportasi umum dalam kota, peningkatan jalur pedestrian, parkir sepeda, serta kolaborasi kelembagaan untuk perencanaan TOD. Ketersediaan lahan dapat dimanfaatkan untuk fasilitas publik, komersial, dan hunian guna meningkatkan kepadatan kawasan.
Front Matter Vol. 21 No.1 (2026) Jurnal Region
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 1 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis efisiensi penggunaan lahan perkotaan untuk pembangunan berkelanjutan dengan citra satelit di Jawa Barat Rahadian Eka Bagus Indra Rinangku; Elfina Dea Rosalita; Nindy Nur Setiawati; Diva Putra Pratama; Sri Nurmala Ningsih; Fitri Kartiasih
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i2.94200

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi meningkatkan kebutuhan lahan, sementara ketersediaannya terbatas. Urbanisasi di Provinsi Jawa Barat sebagai provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia sangat penting untuk diteliti. Dalam urbanisasi, perubahan penggunaan lahan tak terhindarkan dan mempengaruhi lahan terbangun di wilayah perkotaan. Penelitian ini menggunakan Landsat 8 yang membawa muatan dua sensor Operational Land Imager (OLI) dan Thermal Infrared Sensor (TIRS) sehingga cocok digunakan sebagai sumber data citra satelit yang andal. Perbandingan antar wilayah dan antar periode sangat dibutuhkan sebagai landasan pengambilan keputusan untuk mewujudkan urbanisasi yang berkelanjutan. Nilai Rate of Change (ROC) digunakan untuk mengukur perbandingan antar periode waktu. Perkotaan di Jawa Barat mengalami laju konsumsi lahan lebih tinggi dibanding pertumbuhan penduduk, namun ada efisiensi penggunaan lahan pada periode 2018-2020 dibanding 2016-2018 dengan penurunan laju LCRPGR sebesar 49.92%. Korelasi LCR dan PGR menunjukkan tren positif namun sangat lemah, menunjukkan adanya faktor lain yang mempengaruhi laju penggunaan lahan perkotaan di Jawa Barat.
Perencanaan sistem drainase berwawasan lingkungan di Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru Rony Riduan; Dewi Astuti Sri Devi Kurniawan
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 1 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i1.97657

Abstract

Several inundation points remain in Liang Anggang District due to insufficient drainage capacity to accommodate a five-year return period flood discharge. This condition highlights the need for environmentally oriented drainage planning to support sustainable regional development. This study aims to design an eco-drainage system through the application of infiltration wells to reduce surface runoff. Analyses included hydrological and hydraulic simulation using maximum daily rainfall data over a 10-year period (2013–2022). Runoff simulations before and after infiltration well implementation were conducted using the Storm Water Management Model (SWMM) with the Low Impact Development (LID) feature. The simulation results indicate that prior to implementation, 94 drainage channels experienced overflow. The application of 3,750 infiltration wells with a diameter of 1 m and a depth of 3 m significantly reduced the number of overflowing channels. Additionally, total runoff volume in Liang Anggang District decreased by 29%, from 585.03 × 10⁶ liters to 415.34 × 10⁶ liters. These findings demonstrate that environmentally oriented drainage systems are effective in mitigating urban flooding and supporting sustainable drainage infrastructure development.
Pola distribusi spasial luas areal sertifikasi benih Padi Inbrida di Provinsi Banten Okta Wulandono; Happy Suryati
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 1 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i1.101544

Abstract

Rice is the main staple food in Indonesia, making increased rice production a key component of regional agricultural development and national food security. The use of certified high-quality rice seeds is a crucial factor in improving rice productivity. Therefore, understanding the spatial distribution patterns of certified inbred rice seed areas is essential for regional planning. This study aims to analyze the spatial distribution patterns of certified inbred rice seed areas in Banten Province. The dataset covers four planting seasons from 2022 to 2024 and includes seed classifications of Basic Seed (BD), Foundation Seed (BP), and Certified Seed (BR). The analytical methods employed include global and local spatial autocorrelation analyses using Moran’s Index and Local Indicators of Spatial Association (LISA). The results indicate that 33.33% of the observations exhibit strong spatial autocorrelation among sub-districts, while the remaining 66.67% display random spatial patterns. The spatial patterns vary across planting seasons and seed classes but are generally dominated by random distributions. LISA analysis identifies clustering patterns—High–High (HH), Low–Low (LL), Low–High (LH), and High–Low (HL)—primarily occurring in sub-districts within Lebak and Pandeglang Regencies. These findings provide valuable insights for regional agricultural development planning, particularly in determining priority locations for the expansion and distribution of certified high-quality rice seeds in Banten Province.
Identifikasi tingkat kekumuhan pada kawasan permukiman nelayan di Kecamatan Puger Ananda Alif Ramadani; Dewi Junita Koesoemawati; Dano Quinta Revana
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i2.91395

Abstract

Kecamatan Puger adalah daerah pesisir yang terletak di Kabupaten Jember bagian selatan. Berdasarkan Perda Kabupaten Jember Nomor 1 Tahun 2015, Kecamatan Puger ditetapkan sebagai kawasan strategis perekonomian dan akan dikembangkan menjadi kawasan minapolitan. Permukiman nelayan di Kecamatan Puger, terutama di Desa Puger Kulon dan Desa Puger Wetan, berkembang dengan adanya Pelabuhan Ikan dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger. Permukiman nelayan tersebut menunjukkan fenomena kekumuhan, seperti penumpukan sampah di badan air, saluran drainase, dan tepi jalan, serta ketidakteraturan bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran tingkat kekumuhan di Desa Puger Kulon dan Desa Puger Wetan pada tingkat dusun serta mendapatkan pola dan arahan penanganan kekumuhan. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan metode skoring untuk mengetahui tingkat kekumuhan dan analisis triangulasi untuk menyusun arahan penanganan. Penelitian ini dilakukan di delapan dusun yang ada di Desa Puger Kulon dan Desa Puger Wetan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat lima dusun yang teridentifikasi kumuh dengan tingkat kekumuhan ringan, sementara tiga dusun lainnya tidak teridentifikasi kumuh. Pola penanganan yang dapat diterapkan berdasarkan matriks pada Permen PUPR Nomor 14 Tahun 2018 adalah peremajaan.
Optimization of regional long-term development plans (RPJPD): a scenario planning approach Lestari Eko Wahyudi; Laily Akbariah; Durratun Nashihah
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i2.94210

Abstract

The implementation of scenario planning approaches provides essential tools for local governments and stakeholders to manage uncertainty and risk, ensuring that development decisions are based on relevant and accurate information. This study aims to optimize the Regional Long-Term Development Plan (RPJPD) through a scenario planning approach. This approach allows for the formulation of multiple alternative scenarios that encompass various future conditions and the evaluation of their impacts on development goals. The study employs quantitative analysis with secondary data from the RPJPD of districts/cities in East Java Province. The findings indicated that although the RPJP and RPJPD documents are flexible and can change according to conditions, they still possess significant potential to enhance local planning capacity. This condition reflects variations in performance achievement among districts/cities in East Java, with Probolinggo Regency and Probolinggo City demonstrating the best performance, while Gresik Regency and Sampang Regency ranked the lowest. Time-series analysis revealed that performance achievements on several indicators remain low, particularly regarding access to improving quality of life. This study underscores the importance of continuous evaluation and adjustment of development plans to achieve desired outcomes. It is hoped that this study will contribute significantly to improving the quality of regional development planning documents and assist local governments in achieving established development goals.
Dinamika perubahan tutupan lahan pascabencana likuefaksi 2018 di Kelurahan Petobo, Kota Palu Tika Nurhasanah; Girlly Marchlina Listyono; Tanuda Pedro Rusdiono; Eko Kusratmoko
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 1 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i1.97724

Abstract

Land use and land cover change (LULCC) is a key indicator for understanding regional spatial dynamics, particularly in disaster-affected areas. Palu City, which experienced severe liquefaction in 2018, requires detailed land cover change analysis to support disaster-responsive regional development and spatial planning. This study aims to analyze land cover change dynamics in Petobo Sub-district before and after the 2018 liquefaction event using Pleiades imagery and aerial photographs from 2017, 2018, and 2022. A quantitative remote sensing approach was applied, employing automated classification on the Google Earth Engine (GEE) platform using the Random Forest (RF) method, followed by spatial analysis using ArcGIS Pro. The classification results demonstrate high accuracy, with Kappa coefficients of 0.82 in 2017 and 2018, and 0.86 in 2022. The analysis reveals significant land cover changes due to the 2018 liquefaction, particularly a reduction in built-up areas of more than 50%, from 25.03% in 2017 to 12.16% in 2018, before increasing to 15.60% in 2022. The dominance of low vegetation cover, reaching 58.46% in 2022, reflects post-disaster land-use adaptation and policy changes. These findings confirm the effectiveness of remote sensing technologies in supporting post-disaster regional development planning.
Back Matter Vol. 21 No.1 (2026) Jurnal Region
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 1 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh guna lahan terhadap tingkat pelayanan jalan pada koridor Jalan Affandi Yogyakarta Fadhilah Laila Wibowo; Galing Yudana; Chrisna T Permana
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i2.93739

Abstract

Sebagai koridor utama yang menghubungkan Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman yang sekaligus menjadi kawasan komersial pada timur aglomerasi Kota Yogyakarta, Jalan Affandi berkembang sebagai dampak dari adanya kawasan pendidikan di sekitarnya. Koridor ini memiliki arus lalu lintas tinggi dengan lebar jalan terbatas dan dua jalur terpisah. Penelitian ini menganalisis pengaruh pemanfaatan lahan terhadap kinerja jalan pada koridor Jalan Affandi Yogyakarta. Data dikumpulkan dengan observasi, traffic counting, dan digitasi citra satelit pada wilayah penelitian. Analisis dilakukan menggunakan analisis regresi linier berganda untuk melihat pengaruh luas, intensitas, dan pola sebaran penggunaan lahan terhadap kinerja jalan. Hasilnya menyatakan bahwa pemanfaatan lahan memiliki pengaruh kuat dan signifikan terhadap kinerja jalan dengan nilai R square sebesar 0,627.