cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
Pengaruh dinamika tutupan lahan terhadap fenomena Urban Heat Island di Kota Tegal Luthfia Khairunnisa; Soedwiwahjono Soedwiwahjono; Erma Fitria Rini
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 1 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i1.100370

Abstract

Land cover change driven by urbanization significantly affects surface temperature increases and the emergence of the Urban Heat Island (UHI) phenomenon in urban areas. Tegal as a developing coastal city, has experienced dynamic regional development that influences land cover patterns and surface temperature distribution. This study aims to analyze the impact of land cover dynamics on the UHI phenomenon in Tegal during the 2000–2024 period. A quantitative remote sensing approach was applied using Landsat 5 TM and Landsat 8 OLI imagery to extract Land Surface Temperature (LST), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), and Normalized Difference Built-up Index (NDBI), along with supervised land cover classification. The relationship between land cover change and LST was examined using spatial regression models, namely Ordinary Least Squares (OLS) and Geographically Weighted Regression (GWR). The results indicate that agricultural land, vegetation canopy, and water bodies have a negative effect on surface temperature, while building density represented by NDBI contributes positively to temperature increases. The peak UHI intensity occurred in 2010, coinciding with intensified urbanization, and subsequently declined in 2024 due to the expansion of water bodies associated with seawater intrusion. Additionally, the spatial pattern of UHI shifted from areas near the port toward the southern part of the city, reflecting ongoing regional development dynamics. These findings provide important insights for regional development planning and climate adaptation strategies in coastal cities.
Dampak kota baru pada perkembangan dan pertumbuhan perumahan di daerah peri urbannya (Studi Kasus: BSD City dan Kecamatan Cisauk) Ishma Ufaira; Kusumastuti Kusumastuti; Paramita Rahayu
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i2.89527

Abstract

Bumi Serpong Damai (BSD) merupakan sebuah kawasan kota baru terencana yang bertujuan untuk dikembangkan sebagai penyedia perumahan skala besar dan mengurangi tekanan atas pembangunan yang terkonsentrasi di Jakarta. Perkembangan yang pesat mengakibatkan peningkatan signifikan nilai lahan BSD sehingga masyarakat mulai menargetkan kawasan perumahan di daerah pinggirannya, salah satunya Kecamatan Cisauk. Kecamatan Cisauk terletak bersebelahan dengan BSD yang terhubung dengan adanya jalan kolektor. Pada tahun 2010, BSD melakukan pengembangan yang melibatkan 1 desa dari Kecamatan Cisauk sebagai kawasan pengembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana perkembangan kota baru BSD berdampak terhadap penyediaan perumahan di daerah peri-urbannya. Penelitian ini menggunakan data tahun 2000, 2010, dan 2020 untuk melihat proses perkembangan secara spasial dengan teknik analisis deskriptif untuk analisis kepadatan penduduk dan analisis spasial. Temuan menunjukkan adanya perubahan di Kecamatan Cisauk yang dipengaruhi oleh BSD terutama pada perubahan guna lahan menjadi perumahan di sepanjang akses jalan yang menghubungkan kedua wilayah.
RETRACTED: Evaluasi klasterisasi pengembangan wilayah dalam muatan kebijakan RPJMD Provinsi Jawa Timur Tahun 2019-2024 berbasis Multi-Criteria Analysis (MCA) Shinta Novia Vera; Gde Abhicanika Pranata Dyaksa; Eko Budi Santoso; Andi Irawan
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksistensi klasterisasi wilayah berperan penting dalam mendorong kinerja pembangunan, aglomerasi ekonomi, dan trickle-down effect antarwilayah. Dalam RPJMD Provinsi Jawa Timur ditetapkan delapan klaster pembangunan sebagai stimulus akselerasi pembangunan dan koordinasi wilayah. Namun, implementasinya belum memberikan kontribusi signifikan terhadap pemerataan pembangunan. Struktur pembangunan yang monosentris dan pertumbuhan sektoral yang tidak merata menjadi faktor utama belum tercapainya tujuan pembentukan klaster. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja dan rasionalitas pembentukan klaster pembangunan RPJMD pada akhir masa implementasinya. Evaluasi dilakukan melalui pendekatan sektor unggulan, pertumbuhan sektoral, dan karakteristik spasial. Analisis LQ, Tipologi Klassen, dan LISA dikompilasi melalui Multi-Criteria Analysis (MCA) untuk menilai kinerja klaster secara komprehensif. Hasil analisis menunjukkan kinerja klaster berdasarkan sektor unggulan lebih baik dibandingkan pertumbuhan sektoral dan kecenderungan spasial, mengindikasikan kabupaten/kota di Jawa Timur beraglomerasi terutama pada sektor unggulannya. Analisis MCA mengungkap ketimpangan kinerja antar klaster; tidak ada satu pun klaster yang mencapai 50% kinerja, dan beberapa berada di bawah rata-rata. Secara keseluruhan, pembentukan klaster belum signifikan dalam menstimulasi pertumbuhan dan mengatasi ketimpangan antarwilayah di Jawa Timur.
Analisis daya dukung air untuk pemenuhan kebutuhan air bersih pada Sistem Penyediaan Air Minum Regional Buleleng-Jembrana (SPAM Burana) Komang Agus Aprianto; Putu Edi Yastika; I Nyoman Sudipa; I GD Yudha Partama
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 1 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i1.92997

Abstract

Water carrying capacity is a crucial aspect in supporting sustainable regional development, particularly in ensuring the long-term preservation of water resources. Along with population growth, the demand for clean water in the Buleleng–Jembrana Regional Drinking Water Supply System (SPAM Burana), which serves the communities of Busungbiu, Seririt, Banjar, Gerokgak, and Melaya districts, has continued to increase. This increase is assessed through a comparison of water utilization, water availability, and water demand. The raw water source for SPAM Burana is the Titab–Ularan Dam, the largest dam on the island of Bali, with a storage capacity of up to 12 million cubic meters. This study adopts a quantitative approach, utilizing primary data collected directly from field surveys related to water availability and water demand, supported by secondary data such as rainfall and raw water supply. The objective of this research is to assess the status of water carrying capacity within the service area. The results indicate that Busungbiu Sub-district has a surplus water carrying capacity of 58,067,651.91 m³/year. Seririt Sub-district is projected to experience a water carrying capacity deficit over the next ten years, amounting to 111,962,158.70 m³/year. Banjar Sub-district shows a surplus water carrying capacity of 20,111,317.27 m³/year, while Gerokgak Sub-district faces a deficit of 3,557,397.91 m³/year. These findings suggest that although regional raw water availability is relatively sufficient, strategic regional development measures are required, including increasing household connection capacity, optimizing water distribution systems, and developing a comprehensive business plan for SPAM Burana to enhance the quality and sustainability of clean water services.
Back Matter Vol. 20 No.2 (2025) Jurnal Region
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesesuaian layanan angkutan umum terhadap preferensi pengguna kereta rel listrik (studi kasus: Stasiun Transit Kota Depok) Fathin Muttaqin Frendra; Paramita Rahayu; Bambang S. Pujantiyo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i2.91177

Abstract

Kota Depok memiliki dua moda angkutan umum utama, yaitu Kereta Rel Listrik (KRL) dan angkutan kota. Namun, penggunaan angkutan umum menurun akibat meningkatnya kendaraan pribadi dan transportasi daring. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian layanan angkutan umum terhadap preferensi pengguna KRL di Stasiun Transit Kota Depok. Data primer dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan angkutan kota menjangkau 62% kawasan perumahan di Kota Depok. Pengguna KRL terbagi menjadi tiga kelompok moda lanjutan: angkutan kota, transportasi daring, dan kendaraan pribadi. Layanan angkutan kota sepenuhnya memenuhi preferensi kelompok pengguna angkutan kota, sementara pada dua kelompok lainnya hanya sebagian. Pada pengguna transportasi daring, kesesuaian terdapat pada tarif dan jarak tempuh; sedangkan pada pengguna kendaraan pribadi hanya pada aksesibilitas, tarif, dan jarak tempuh.
Faktor keberhasilan rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa berbasis persepsi lokal (Kasus: Kalurahan Segoroyoso, Kabupaten Bantul Vicky Dwi Settyawan; Nur Miladan; Mochamad Primasakti Satyagraha
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 1 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i1.103358

Abstract

The 2006 earthquake in Bantul Regency caused severe physical and socio-economic damage, necessitating extensive post-disaster rehabilitation and reconstruction. Segoroyoso Village, located along the Opak Fault, experienced one of the highest levels of damage yet demonstrated relatively successful and sustainable post-disaster recovery. This study aims to identify key factors influencing the success of post-earthquake rehabilitation and reconstruction based on local community perceptions in Segoroyoso Village, Bantul Regency. A quantitative approach using Exploratory Factor Analysis (EFA) was employed to analyze questionnaires administered to 97 respondents. A total of 24 variables representing social, economic, institutional, and physical aspects were analyzed using JASP software. The results identify four main factors influencing post-disaster recovery success: (1) information management and coordination, (2) level of physical damage caused by the earthquake, (3) regional and community economic recovery, and (4) community participation and collaboration. The findings indicate that successful post-disaster recovery is determined not only by technical support and external assistance but also by strong community involvement, institutional readiness, and effective cross-sectoral information and coordination systems. This study contributes to the formulation of adaptive and participatory post-disaster regional development strategies based on local data.
Planning process of sustainable village tourism masterplan based on local wisdom in Sutojayan Village, Malang Regency Isnandar Isnandar; Joko Samodra; Muhammad Aris Ichwanto; Wahyu Sakti Gunawan Irianto; Salsabila Thifal Nabil Haq; Rian Syahmulloh Hendranawan; Luhur Adi Prasetya; Amir Rofiudin; Ary Agung Wibowo; Irva Widiyawati; Khusnul Muttaqiyah
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 1 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i1.93913

Abstract

This study examines the planning process of a sustainable village tourism master plan based on local wisdom in Sutojayan Village, Pakisaji District, Malang Regency. A deductive rationalistic approach was applied, with data collected through field observations, in-depth interviews, questionnaires, and Focus Group Discussions (FGDs) involving local residents, village officials, and community leaders. The results indicate that Sutojayan Village possesses considerable tourism potential derived from its natural landscapes, traditional agricultural practices, and local cultural assets. Community participation in the planning process reached 80%, while government support in the form of training programs and basic facility provision accounted for approximately 70%, highlighting the need for improvements in budget allocation and infrastructure quality. Key recommendations include the development of thematic tourism, enhancement of infrastructure capacity, tourism management training, and environmental education for younger generations. A well-structured master plan grounded in local wisdom is expected to promote sustainable tourism development and improve community welfare.
Perubahan penggunaan lahan dengan data Nighttime Light pada kawasan terdampak gempa di Kabupaten Klatenten Klaten Muhammad Azmi Syarifuddin; Nur Miladan; Mochamad Primasakti Satyagraha
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 1 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i1.100410

Abstract

Increasing population density and regional development activities have intensified land demand for residential, commercial, and industrial uses. In disaster-prone areas, post-disaster land use dynamics are a critical issue in risk-based regional development planning. Klaten Regency is one of the regions affected by the 2006 earthquake and has undergone long-term reconstruction and socio-economic recovery processes. This study aims to analyze post-earthquake land use changes in Klaten Regency, particularly in affected areas, by utilizing Nighttime Light (NTL) data as a proxy for human activity and regional development. A deductive quantitative approach was applied using numerical analysis based on satellite-derived NTL data and spatial overlay techniques. The analysis focused on identifying changes in light intensity to represent land use dynamics and the concentration of post-reconstruction development. The results reveal a significant increase in light intensity in several areas, particularly in Central Klaten, reflecting growth in economic activities and infrastructure development. The observed pattern indicates a shift of community activities toward moderately and severely affected zones, with a predominance in moderately affected areas. These findings suggest that earthquake-affected areas continue to develop over time despite existing disaster risks. Therefore, risk-based regional development policies are essential to guide future growth toward safer and more sustainable zones.
Pengaruh faktor spasial terhadap pendapatan aktivitas komersial: Pusat Pelayanan Kota Surakarta Adhie Rum Muttaqin; Paramita Rahayu; Bambang S Pujantiyo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i2.89771

Abstract

Kota Surakarta adalah pusat bisnis dan ekonomi yang penting bagi wilayah sekitarnya. Sebagai motor penggerak, aktivitas perdagangan dioptimalisasi melalui pembentukan pusat-pusat pelayanan Jebres, Purwosari, Nusukan, Joyotakan, dan Koridor Slamet Riyadi. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh aspek spasial terhadap pendapatan aktivitas perdagangan dan jasa di pusat pelayanan kota menggunakan analisis regresi linear berganda. Variabel terikat dalam penelitian ini merupakan pendapatan aktivitas komersial, sedangkan variabel bebas meliputi sentralitas kawasan, jarak ke pusat, sirkulasi kendaraan, ketersediaan lahan parkir, persebaran dan keanekaragaman aktivitas komersial. Data diperoleh melalui observasi lapangan dan kuesioner dan diolah menggunakan teknik analisis kuantitatif dengan metode deskriptif, statistik, dan geospasial. Hasil analisis menunjukkan bahwa kawasan pusat pelayanan berada di lokasi yang sentral dengan rata-rata jarak antar pusat yang dekat, memiliki sirkulasi lalu lintas yang tidak stabil namun masih dapat dikendalikan, serta memiliki lahan parkir yang terbatas. Sarana komersial di kawasan penelitian cenderung mengelompok dengan keberagaman tinggi. Regresi linear menunjukkan bahwa sentralitas, jarak ke pusat, ketersediaan lahan parkir, persebaran, dan keanekaragaman aktivitas komersial berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, sedangkan sirkulasi lalu lintas tidak berpengaruh signifikan.

Page 11 of 14 | Total Record : 137