cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
Penentuan prioritas strategi pengembangan industri pengolahan apel di Bumiaji menggunakan QSPM Hanif Ardian; Eko Budi Santoso
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i2.91884

Abstract

 Pengembangan wilayah bertujuan mendorong pertumbuhan daerah melalui optimalisasi sumber daya lokal. Kecamatan Bumiaji di Kota Batu, salah satu sentra produksi apel terbesar di Jawa Timur, menghadapi tantangan penurunan produksi dan luas lahan pertanian apel. Penelitian ini bertujuan merumuskan dan menentukan prioritas strategi pengembangan industri pengolahan apel di Kecamatan Bumiaji menggunakan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Metode meliputi analisis konten untuk mengidentifikasi karakteristik industri, analisis lingkungan internal-eksternal, analisis SWOT untuk merumuskan strategi, dan evaluasi prioritas dengan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan industri pengolahan apel berperan penting bagi ekonomi lokal dan pemberdayaan komunitas, dengan kekuatan pada kualitas dan diversifikasi produk. Kelemahan utama meliputi kapasitas produksi terbatas dan fluktuasi harga bahan baku. Peluang mencakup dukungan eksternal dan perkembangan pariwisata, sementara ancaman meliputi rendahnya produktivitas apel dan persaingan daerah lain. Analisis SWOT dan QSPM menghasilkan 11 strategi alternatif, dengan prioritas utama pada inovasi berkelanjutan, peningkatan kualitas produk, dan strategi pemasaran efektif. Implementasi strategi ini diharapkan mendorong pengembangan industri pengolahan apel di Kecamatan Bumiaji, memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mempertahankan apel sebagai komoditas khas Kota Batu.
Faktor prioritas pemilihan lokasi perumahan berdasarkan preferensi penghuni pada kawasan peri urban di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar Melinda Setyoningrum; Chrisna Trie Hadi Permana; Hakimatul Mukaromah
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 1 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i1.99753

Abstract

Rapid urbanization in urban areas has increased housing demand and accelerated residential development in peri-urban regions. Jaten Sub-district, Karanganyar Regency, has functioned as a peri-urban area of Surakarta City since 1990 and has experienced significant housing growth, land-use change, and rising population density. This condition requires an understanding of community preferences in housing location selection to support sustainable regional development. This study aims to identify priority factors influencing community decision-making in selecting housing locations in the peri-urban area of Jaten Sub-district. A deductive quantitative approach was employed, supported by factor analysis. Data were collected through surveys of housing residents, with initial variables including accessibility, environment, ownership attractiveness, facilities, and infrastructure. Factor analysis was conducted using SPSS to generate new factor components based on loading values. The results indicate that the most influential factors in peri-urban housing location selection are ease of access to the city center, disaster-free environmental conditions, certainty of land ownership, availability of commercial facilities, and the quality of drainage and solid waste networks. These findings emphasize the importance of integrating accessibility, regional safety, and basic infrastructure in peri-urban housing development planning.
Ketahanan masyarakat terhadap banjir akibat hujan lebat di Kelurahan Mangkang, Kota Semarang Setyo Aji Pramono; Kusuma Kusuma; Deffi Ayu Puspito Sari
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 1 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i1.101068

Abstract

Mangkang Wetan Sub-district is one of the areas in Semarang City that frequently experiences flooding triggered by heavy rainfall. Data from the National Disaster Management Agency (BNPB) indicate that flooding occurred more than ten times per year in Semarang City during 2019–2022 and reoccurred in January 2023, including in Mangkang Wetan. This condition has encouraged local communities to remain and adapt to recurring flood risks. This study aims to assess the level of community resilience in Mangkang Wetan Sub-district in facing flood hazards. A mixed-method approach was employed, with data collected through questionnaires distributed to flood-affected residents. Community resilience was assessed across five dimensions: physical, social, economic, government role, and natural environment. Questionnaire data were compiled, validated, statistically analyzed, and discussed exploratively. The results show resilience scores of 1.95 for the physical dimension, 2.15 for social, 1.80 for economic, 1.95 for government role, and 1.75 for the natural dimension on a 1–3 scale. Overall, community resilience falls within the moderate (less resilient) category. The natural dimension represents the weakest aspect and requires targeted improvement. Enhancing community awareness and preparedness, particularly during rainfall events exceeding 25 mm/day, is essential to support more adaptive and resilient regional development.
Evaluasi efektivitas pengelolaan sampah di TPS 3R: Studi kasus Kota Magelang Rifda Fatika Zumaira; Candraningratri Ekaputri Widodo; Hakimatul Mukaromah
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 1 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i1.102743

Abstract

Solid waste management in Magelang City has become increasingly complex due to population growth and limited landfill capacity. To support sustainable urban environmental development, the local government has implemented a 3R (Reduce, Reuse, Recycle)-based waste management system through the establishment of TPS 3R facilities. This study aims to evaluate the effectiveness of waste management practices at active TPS 3R sites in Magelang City. A quantitative approach was employed, using primary data collected through field observations and interviews, as well as secondary data from relevant documents. The evaluation covered four active TPS 3R facilities—Anggrek Potro, Dumpoh, Jurangombo, and Tidar Campur—based on five key aspects: operational techniques, institutional capacity, regulation, financing, and community participation. The results indicate that Anggrek Potro, Dumpoh, and Tidar Campur TPS 3R facilities are moderately effective, while Jurangombo TPS 3R is categorized as less effective. Despite these findings, the overall service coverage remains limited, serving only approximately 2.35% of the city area and processing about 2.29% of total waste generation. These results suggest that although TPS 3R-based waste management performs reasonably well in certain aspects, further expansion of service coverage, facility improvement, and enhanced community participation are required to achieve sustainable urban waste management in Magelang City.
Arahan pengembangan Objek Daya Tarik Wisata Kebun Teh Jamus Kecamatan Sine Kabupaten Ngawi Muhammad Fikri Khoirudin; Lilis Sri Mulyawati; Novida Waskitaningsih
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i2.92808

Abstract

Objek Wisata Kebun Teh Jamus yang terletak di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan. Namun, beberapa masalah seperti pengelolaan yang belum optimal dan persaingan yang semakin ketat menghambat perkembangannya. Studi ini bertujuan untuk merumuskan arahan pengembangan objek wisata ini dengan menganalisis kondisi terkini, potensi, dan kendala yang ada. Studi ini menggunakan metode deskriptif dan analisis Delphi dengan data yang dikumpulkan dari wisatawan, masyarakat sekitar, dan para ahli. Hasil studi menunjukkan bahwa Kebun Teh Jamus memiliki daya tarik wisata alam yang kuat, terutama pemandangan kebun teh yang indah dan asri, serta wisata buatan seperti Sumber Lanang dan kolam renang. Namun, beberapa masalah perlu diperhatikan, seperti kebersihan atraksi, variasi makanan dan oleh-oleh, serta kualitas akses jalan. Temuan menunjukkan pentingnya perbaikan dan penambahan fasilitas, peningkatan kualitas sarana dan prasarana, perbaikan aksesibilitas, promosi yang lebih efektif, serta peningkatan kesadaran masyarakat terkait kebersihan. Intervensi terhadap hal-hal tersebut dapat mendorong Kebun Teh Jamus menjadi destinasi wisata yang lebih menarik, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. 
Pendekatan partisipatif dalam pemetaan batas kampung dan potensi bahaya (Studi kasus: Kampung Cungkeng, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung) Nana Putri Yanto; Sahid Sahid; Dessy Reza Saputri
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 1 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i1.95130

Abstract

A participatory approach comes as a strategy for regional management and disaster mitigation. This study examined the application of participatory approach in mapping village boundaries and potential hazards in Kampung Cungkeng, Teluk Betung Selatan District, Bandar Lampung. The area faces several challenges such as territorial management, kampung boundary disputes, and disaster risks such as tsunamis, floods, and coastal abrasion. The study aimed to engage local communities in boundary mapping and hazard identification as a basis for regional development and disaster preparedness. A qualitative descriptive method was employed, using data collected through Focus Group Discussions (FGDs), in-depth interviews, and field observations. Global Positioning System (GPS) devices and ArcGIS software was used in mapping activities to produce accurate digital maps. The results indicate that participatory mapping provided clear delineation of village boundaries and identified key hazard potentials, particularly tsunamis and flash floods. This approach enhanced community awareness and capacity in understanding disaster risks. These findings highlight the importance of participatory mapping in supporting sustainable coastal regional development and disaster risk reduction.
Strategi perancangan koridor jalan ramah anak antara rumah dan sekolah di Kawasan Perkotaan Sungguminasa Agung Alif Pratama Kappi
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i2.73444

Abstract

Kebijakan zonasi layanan pendidikan membuat fasilitas pendidikan lebih dekat dan lebih mudah dijangkau dengan moda transportasi tidak bermotor. Kurangnya ketertarikan siswa yang berjalan atau bersepeda disebabkan persoalan akses fisik ke fasilitas, aktivitas, dan eksplorasi yang tidak aman di sepanjang jalur antara rumah dan sekolah. Penelitian ini bertujuan mengetahui elemen dan strategi perancangan yang dapat digunakan untuk koridor jalan ramah anak pada Kawasan Perkotaan Sungguminasa. Berkembangnya permukiman dan semakin banyaknya fasilitas pendidikan pada wilayah ini dibarengi dengan belum adanya perancangan koridor pada wilayah kajian yang ramah terhadap anak. Metode analisis yang digunakan adalah metode evaluatif yang membandingkan data hasil observasi dengan standar atau kriteria yang digunakan berdasarkan kajian literatur koridor jalan ramah anak. Dalam proses observasi, dilakukan pula analisis GIS terhadap rute origin dan destination anak-anak. Sesuai dengan hasil analisis GIS, terdapat 7 koridor jalan yang prioritas untuk dirancang dalam wilayah studi.  Hasil analisis keseluruhan menghasilkan 26 elemen dan 16 strategi perancangan yang diperlukan untuk merealisasikan koridor jalan ramah anak pada kawasan studi. 
Analisis kondisi urban compactness Kawasan Solo Baru Wahyu Wening Rahwati; Ratri Werdiningtyas; Candraningratri Ekaputri Widodo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i2.91161

Abstract

Kawasan Solo Baru yang awalnya direncanakan sebagai kawasan permukiman mengalami perubahan menjadi kawasan perdagangan, jasa, dan industri hingga membuat Kecamatan Grogol menjadi Pusat Kegiatan Lokal (PKL) Kabupaten Sukoharjo pada RTRW Kabupaten Sukoharjo Tahun 2011-2031. Selain penggunaan lahan yang berkembang ke arah campuran, kawasan Solo Baru memiliki kelengkapan fasilitas penunjang permukiman sehingga hal ini dapat membentuk kekompakan di kawasan Solo Baru. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi urban compactness kawasan Solo Baru. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis spasial pemetaan, network analysis, deskriptif kuantitatif, dan skoring terhadap komponen urban compactness yang terdiri dari penggunaan lahan campuran, keterjangkauan fasilitas, dan intensitas bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan compactness pada sebelas desa yang ada di kawasan Solo Baru yang terbagi menjadi lima tingkatan, dengan pembangunan yang terjadi secara acak.
Keterkaitan spasial infrastruktur fisik dan pertumbuhan ekonomi wilayah di Pulau Jawa Gabriel Ivo Aveliano Kusuma Adi Valentino; Amirullah Setya Hardi
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 1 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i1.94722

Abstract

Physical infrastructure development is a key instrument for promoting regional economic growth, particularly in Java as the center of national development activities. However, infrastructure development also generates varying spillover effects across regions. This study aims to analyze the impact of physical infrastructure on regional economic growth in six provinces on Java Island during the 2011–2022 period. Infrastructure variables include the length of public roads, toll roads, airport cargo activity as a proxy for airports, port cargo activity as a proxy for seaports, electricity sold, and the Construction Cost Index. Data were obtained from Statistics Indonesia (BPS), the Ministry of Public Works and Housing, the Ministry of Transportation, and CEIC Data. Spatial regression analysis using the Spatial Durbin Model (SDM) was applied to identify both direct effects and interregional spillover effects. The results show that the highest economic growth occurred in DKI Jakarta, while the spatial distribution of spillover effects across provinces is not clustered. Public road length and airport proxies have a significant positive impact on economic growth with positive spillover effects on neighboring regions. In contrast, toll road length exhibits a negative spatial effect with negative spillovers. Meanwhile, port proxies generate positive spillover effects. These findings indicate the need for careful consideration in infrastructure development planning to ensure alignment with regional interactions and balanced regional development.
Potensi pengembangan Transit-Oriented Development di kawasan Stasiun Klaten Ahmad Fariski; Paramita Rahayu; Candraningratri Ekaputri Widodo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i2.89606

Abstract

Urbanisasi memengaruhi perkembangan Perkotaan Klaten dan meningkatkan kebutuhan pelayanan penduduk, terutama akses transportasi, lapangan kerja, serta peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum guna mengurangi kemacetan, polusi udara, dan pengangguran. Pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD) merupakan konsep pembangunan yang ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda, didukung transportasi umum yang terintegrasi dengan tata guna lahan dan jaringan transportasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi kawasan Stasiun Klaten sebagai kawasan TOD berdasarkan prinsip keberagaman, kepadatan, konektivitas, serta kemudahan berjalan kaki dan bersepeda. Pendekatan yang digunakan bersifat deduktif dengan metode deskriptif kuantitatif melalui analisis spasial, analisis deskriptif, mixed-use development, dan skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Stasiun Klaten memenuhi kriteria TOD Sub-Kota dengan skor 53,8% pada prinsip keberagaman. Kawasan ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Namun, tantangannya meliputi integrasi Stasiun Klaten dengan Terminal Ir. Soekarno, penyediaan transportasi umum dalam kota, peningkatan jalur pedestrian, parkir sepeda, serta kolaborasi kelembagaan untuk perencanaan TOD. Ketersediaan lahan dapat dimanfaatkan untuk fasilitas publik, komersial, dan hunian guna meningkatkan kepadatan kawasan.