cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Studi tingkat aksesibilitas sumber air penanggulangan kebakaran di Kecamatan Tambora Kota Administrasi Jakarta Barat Difa Nur Tsaqila; Nur Miladan; Rizon Pamardhi Utomo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i2.34272

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu bencana yang sering melanda permukiman. Adanya kebakaran dapat memberikan kerugian terutama kerugian material. Kawasan permukiman yang sering dilanda kebakaran pada umumnya merupakan kawasan permukiman padat. Salah satu provinsi dengan kawasan permukiman padat yang cukup banyak yaitu Provinsi DKI Jakarta. Tercatat 1.471 kejadian kebakaran di DKI Jakarta pada tahun 2018. Kecamatan dengan angka kebakaran tertinggi di DKI Jakarta yakni Kecamatan Tambora. Pada tahun 2018, kejadian kebakaran di Kecamatan Tambora dapat mencapai 45 kejadian kebakaran. Penyebab utama kebakaran didominasi oleh masalah jaringan listrik. Penyebab utama kebakaran yakni masalah jaringan listrik dan kepadatan wilayah yang sangat tinggi. Kemudahan memperoleh prasarana kebakaran dan menuju titik kebakaran menjadi hal yang penting dalam proses pemadaman api. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat aksesibilitas prasarana kebakaran di permukiman padat Kecamatan Tambora, salah satunya tingkat aksesibilitas sumber air untuk penanggulangan kebakaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif serta teknik analisis buffer, skoring, dan deskriptif. Data untuk melakukan analisis diperoleh dari kegiatan observasi lapangan, kuisioner dan wawancara, serta dokumen institusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa 82% dari luas kawasan Kecamatan Tambora memiliki tingkat aksesibilitas terhadap sumber air penanggulangan kebakaran yang rendah, dan 18% lainnya dengan tingkat aksesibilitas terhadap sumber air penanggulangan kebakaran sedang. Tingkat aksesibilitas prasarana kebakaran tersebut dipengaruhi oleh terbatasnya ketersediaan prasarana sumber air penanggulangan kebakaran berupa hidran dan adanya sisi sungai yang tidak dapat diakses oleh masyarakat setempat.
Studi kesesuaian lahan pertanian sawah organik (Studi kasus: Desa Gempol, Kabupaten Klaten) Andrea, Roofid; Aliyah, Istijabatul; Yudana, Galing
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i2.25468

Abstract

Kabupaten Klaten memiliki visi untuk menjadi lumbung padi dan menjadi kawasan agropolitan terbesar di provinsi Jawa Tengah. Pertanian di Kabupaten Klaten masih menggunakan teknik pertanian anorganik atau masih menggunakan bahan-bahan kimia dalam pelaksanannya. Penggunaan bahan-bahan kimia yang berlebihan akhirnya menyebabkan kerusakan kondisi lingkungan dan kesehatan manusia. Para petani yang sadar terhadap bahaya tersebut akhirnya melakukan teknik bercocok tanam yang lebih ramah lingkungan atau disebut pertanian organik. Pertanian sawah organik yang menonjol di Kabupaten Klaten terdapat di Desa Gempol Kecamatan Karanganom. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian lahan Desa Gempol terhadap pertanian sawah organik. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni menggunakan analisis skoring untuk mengetahui kesesuaian lahan Desa Gempol terhadap pertanian organik. Berdasarkan hasil analisis skoring kemampuan lahan, maka diketahui bahwa Desa Gempol yang masuk kedalam kelas lahan III, dimana kelas lahan III diperuntukan sebagai lahan pertanian. Selain itu ditinjau dari analisis skoring jaringan irigasi di Desa Gempol sudah sesuai hanya terdapat beberapa zona yang tidak sesuai karena tata letak tanam yang jauh dari sumber air. Namun jika ditinjau dari hasil analisis skoring kemampuan lahan dan jaringan irigasi maka diketahui bahwa Desa Gempol sudah sesuai diperuntukan sebagai lahan pertanian organik.
Eksistensi ruang publik menghadapi transformasi penggunaan ruang di permukiman kota Sushanti, Ima Rahmawati; Yuniati, Sri Rahmi; Angelia, Tisa
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i2.47859

Abstract

Ruang publik hadir memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat perkotaan melalui interaksi sosial, ekonomi dan budaya. Ruang publik sebagai sarana interaksi bersama warga perkotaan saat ini menghadapi transformasi terkait munculnya pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) yang mengancam eksistensi ruang publik. Aturan protokol kesehatan yang wajib dipenuhi setiap individu saat beraktivitas pada akhirnya disarankan pemerintah dan organisasi kesehatan dunia. Setiap individu sebaiknya beraktivitas di rumah tinggal atau lingkungan permukiman sekitarnya untuk mencegah meluasnya pandemi. Hadirnya kebijakan dan pandemi tersebut mempengaruhi individu saat beraktivitas menggunakan ruang publik. Tujuan penelitian adalah mengetahui eksistensi ruang publik di permukiman kota dalam menghadapi transformasi penggunaan ruang yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif berdasarkan studi literatur dan studi kasus pada ruang publik di permukiman kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi ruang publik masih terjaga meskipun telah terjadi transformasi penggunaan ruang publik selama pandemi. Upaya adaptasi fisik maupun non fisik diperlukan untuk menghadapi perubahan yang terjadi. Perubahan penggunaan ruang fisik dari skala kota ke skala permukiman kota dihadapi dengan melengkapi fasilitas protokol kesehatan. Perubahan aktivitas penggunaan ruang non fisik dilakukan dengan penerapan kebijakan mematuhi protokol kesehatan bagi warga dan warga wajib untuk mematuhinya agar terjaga kesehatan dan keselamatannya termasuk memanfaatkan teknologi untuk berinteraksi dan memenuhi kebutuhan hidupnya.
Relationship of social characteristics and local economic development (LED) activity for slum upgrading in Batik Thematic Village Semarang City Astrini Dewi Ulamdhani; Sunarti Sunarti
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i2.41254

Abstract

The process of LED activities that starts from access to raw material, production, and product marketing will have an impact on the quality of settlements. The aspects of slum handling  affected by LED activities include: 1) street, 2) waste, and 3) garbage. The LED activities in this research are focused on 1) the business length and 2) income. The two variables of LED activity and slum handling will be assessed for correlation with social characteristics including: 1) gender, 2) education, 3) length of stay, and 4) family income. Research location is in Batik Thematic Village, Semarang City. The problems at the location in the form of environmental impacts due to the LED activities have not been supported by the involvement of LED actors. The non-optimal participation of LED actors can be seen from the lack of communal WWTP and waste banks. The purpose of this study is to examine the relationship of social characteristics and LED activities for slum upgrading. The study employed a quantitative approach, through a questionnaire technique with a population of 33 respondents. The data was processed through descriptive analysis. The results of the study illustrate that the longer the perpetrators stay,the longer the businesses start and the income get.  Meanwhile, based on gender and education level, there are no relations that affect LED activities. The social characteristics and slum upgrading has strong correlation with the aspects of the street. The aspect of waste has very weak correlation, while the garbage aspect has no relation. Street aspect has high correlation because business actors get benefit from LED product access. The waste aspect has weak correlation because there are few entrepreneurs do the process independently, while the garbage aspect does not exist due to the similarity of handling and retribution.
Analisis kesesuaian koridor Jalan Gatot Subroto dan Jalan Dr. Radjiman sebagai pusat pelayanan perdagangan dan jasa Subosukowonosraten Shafa Nisrina Noorani; Kusumastuti Kusumastuti; Soedwiwahjono Soedwiwahjono
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i2.29728

Abstract

Pusat pelayanan memiliki fungsi untuk melayani wilayah hinterlandnya. Menurut RTRW Kota Surakarta Tahun 2011-2031, salahsatu pusat pelayanan perdagangan dan jasa terletak di Koridor Jalan Gatot Subroto dan Jalan Dr. Radjiman. Berdasarkan observasi lapangan, koridor ini merupakan pusat perbelanjaan yang sudah ada sejak lama sebelum munculnya pusat perbelanjaan modern di Kota Surakarta. Namun, masih terdapat permasalahan yang berkaitan dengan fungsinya sebagai pusat pelayanan. Permasalahan tersebut berupa daya tarik serta fasilitas pendukung yang kurang memadai. Penelitian ini akan membahas tentang kesesuaian koridor penelitian terhadap kebutuhan konsumen berdasarkan pada segmentasi pasar yaitu masyarakat menengah-bawah. Peneliti menggunakan data primer berupa observasi lapangan dan wawancara serta data sekunder berupa peraturan dan dokumen pemerintah. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis skoring. Dalam mengetahui kesesuaiannya, terdapat 2 konsep yang digunakan sebagai variabel penelitian. Konsep tersebut adalah threshold dan range. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa koridor penelitian memiliki beberapa permasalahan serta potensi yang dapat dikembangkan. Permasalahan tersebut berkaitan dengan daya tarik yang berdampak pada luas jangkauan pelayanan. Dilain pihak, potensi yang dimiliki berupa daya dukung lokasi dan threshold yang sudah memadai.
Front Matter Vol. 15 No.2 (2020) Erma Fitria Rini
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v15i2.53256

Abstract

Dampak kepariwisataan terhadap perubahan pola urbanisasi di Indonesia Alfred Rodriques Januar Nabal; Komara Djaja
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v17i1.41465

Abstract

Indonesia memasuki era perkotaan, ditandai oleh dominannya proporsi penduduk yang tinggal di kota. Urbanisasi memberi dampak bagi pertumbuhan ekonomi dan kelayakan hidup orang Indonesia. Namun, urbanisasi juga menciptakan kesenjangan pembangunan antar-wilayah serta munculnya masalah kemiskinan dan kekumuhan. Di tengah paradoks urbanisasi ini, kepariwisataan muncul sebagai penggerak utama pembangunan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dampak kepariwisataan terhadap perubahan pola urbanisasi di Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan model deskriptif-analitik. Pengumpulan data dan informasi melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan pergeseran paradigma, strategi pengembangan, dan pola pengelolaan pariwisata di Indonesia mengubah corak urbanisasi dalam dua pola. Pertama, munculnya pola urbanisasi yang mengubah desa menjadi daerah yang memiliki ciri perkotaan karena pengembangan pariwisata perdesaan. Kedua, berkembangnya kota-kota kecil, sedang, dan kota-kota (daerah urban) baru karena tren wisata kota. Kedua pola ini menciptakan urbanisasi yang proporsional dan berkontribusi dalam agenda pemerataan pembangunan di Indonesia.
Perencanaan wilayah perkotaan melalui konsep smart city di Kabupaten Jember Ulfatus Sofiyah; Endah Kurnia Lestari; Duwi Yunitasari
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v17i1.43001

Abstract

Smart city adalah sebuah konsep perencanaan wilayah kota yang mengedepankan peran teknologi diimbangi dengan kebijakan pemerintah sebagai pendukung penerapan smart city. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan Kabupaten Jember menerapkan konsep smart city menggunakan alat analisis Weight Means Score dan untuk menganalisis strategi perencanaan dengan alat analisis SWOT. Hasil analisis weight means score menyimpulkan bahwa variabel smart governance, smart economy, smart branding, dan smart society berada di kategori siap, smart living kategori sangat siap, dan smart environment kategori cukup siap. Analisis tingkat kesiapan diperuntukkan kepada pemerintah Kabupaten Jember agar mendapatkan pandangan dalam mengambil kebijakan dan mengelola prosedur tepat sasaran. Hasil analisis SWOT menyimpulkan bahwa keenam variabel smart city menggunakan strategi (strengths opportunity) di kuadran satu, yaitu memaksimalkan kekuatan internal untuk menangkap peluang demi mendukung program smart city Jember.
Potensi dan permasalahan penyediaan air bersih di Kelurahan Kariangau menggunakan root cause tree analysis Wahyu Dewantoro; Devi Triwidya Sitaresmi
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v17i1.50919

Abstract

Kebutuhan akan air bersih menjadi salah satu hal yang sangat diperhatikan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air domestik maupun non domestik. Pada Kelurahan Kariangau meskipun telah terlayani oleh salah satu instalasi pengolahan air, menurut RPLP Kota Balikpapan tahun 2018 hanya sebesar 65% masyarakat terlayani sarana air bersih untuk keperluan mandi dan cuci yang mengindikasikan permasalahan terkait dengan penyediaan air bersih pada Kelurahan Kariangau. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis potensi serta permasalahan yang berkaitan dengan penyediaan air bersih dan mengidentifikasi akar permasalahan dari penyediaan air bersih. Analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu root cause analysis dengan langkah pertama yaitu analisis skala likert untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan penyediaan air bersih, current reality tree untuk menentukan akar permasalahan serta diagram fault tree sebagai ilustrasi akar permasalahan. Berdasarkan hasil analisis didapatkan potensi dari penyediaan air bersih yaitu warna air, bau air, rasa, kandungan zat kimia, kandungan biologis, volume penampungan air masyarakat dan sumber air alternatif. Permasalahan yang diperoleh yaitu waktu menampung air, banyaknya jumlah air pada sumber, distribusi air dalam 24 jam, distribusi air perjam kegiatan, keterjangkauan jarak, keterjangkauan waktu. Akar permasalahan yang diperoleh yaitu debit air rendah, belum tersedia pipa distribusi air bersih, pengaruh musim, ketersediaan sumber air, penggunaan air secara komunal, serta lokasi sumber air.
Kebertahanan fisik Kampung Beting sebagai kawasan permukiman waterfront heritage Mariska Jessica Yastri; Winny Astuti; Rufia Andisetyana Putri
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v17i1.33390

Abstract

Semakin berkembangnya kawasan komersial di daratan, maka semakin berkembang pula permasalahan di bagian kota lainnya. Seperti halnya permukiman Kampung Beting di tepian Sungai Kapuas, Kota Pontianak. Angka kemiskinan yang tinggi serta tingkat pendidikan penduduknya yang sangat rendah membentuk karakter kampung yang negatif bagi sebagian besar masyarakat di Kota Pontianak. Kampung Beting juga tidak dapat terlepas dari nilai sejarah yang dimilikinya sebagai cikal bakal permukiman pertama, sejarah tersebut membentuk karakter kampung yang sarat akan budaya Melayu Pontianak baik dari maupun non fisiknya yaitu budaya perairan. Permasalahan tentang menurunnya kualitas kampung tepian air atau sungai, telah diatasi dengan program kampung tepi air oleh pemerintah dan masyarakat. Program tersebut bertujuan untuk memperbaiki kualitas fisik dan kualitas hidup masyarakat di dalamnya, yang nantinya akan menghasilkan kampung wisata. Kebertahanan adalah dimana kawasan tersebut dapat beradaptasi dalam mempertahankan karakter kawasannya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebertahanan kawasan dengan karakter kampung waterfront heritage yang ideal melalui adaptasi fisiknya. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan model analisis data Miles dan Huberman, didapat hasil bahwa kebertahanan Kampung Beting melalui adaptasi fisik memiliki nilai kebertahanan yang cukup. Karakter fisik kampung menunjukkan bahwa kawasan tersebut memiliki elemen-elemen fisik yang dapat menunjukkan karakter atau identitas waterfront heritage yang ideal dari segi ketersediaan dan kesesuaian fungsinya. Yakni elemen jalur jalan, sarana dan prasarana transportasi air, promenade, dan aset historis yang mengalami konservasi. Sementara elemen lainnya yakni ruang terbuka dan bangunan tepi air belum mampu menunjang karakter atau identitas kawasan sebagai permukiman waterfront heritage yang ideal.