cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
Satu dekade urbanisasi Tangerang Raya: Analisis perubahan lahan terbangun menggunakan NDBI dan bahaya kekeringan Fathin Aulia Rahman
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 2 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i2.103232

Abstract

Tangerang Raya, yang mencakup Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang, mengalami urbanisasi pesat dalam satu dekade terakhir yang mendorong perluasan area terbangun secara signifikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan area terbangun dari tahun 2014–2023 menggunakan indeks NDBI (Normalized Difference Built-up Index) serta mengidentifikasi keterkaitannya dengan tingkat bahaya kekeringan. Metode penelitian mengombinasikan analisis spasial citra satelit Landsat 8 OLI USGS dengan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk penyusunan peta bahaya kekeringan berdasarkan variabel penggunaan lahan, kemiringan lereng, jenis tanah, dan curah hujan. Integrasi AHP dan analisis spasial digunakan untuk mengidentifikasi tipologi hubungan antara bahaya kekeringan dengan pertumbuhan lahan terbangun. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan area terbangun yang masif. Luas area terbangun pada kelas permukiman padat meningkat lebih dari 120% antara tahun 2014-2023, berdasarkan rerata Kawasan Perkotaan Tangerang Raya. Pertumbuhan ini terjadi terutama di kawasan perkotaan dan sepanjang jaringan infrastruktur utama, yang meluas hingga wilayah pinggiran. Pertumbuhan terpadat terjadi di Pamulang, Pondok Aren, Ciputat, Larangan, dan Ciledug, serta wilayah Pagedangan, Sindang Jaya, dan Tigaraksa di Kabupaten Tangerang. Pertumbuhan tersebut berkorelasi positif dengan peningkatan indeks bahaya kekeringan, sehingga diperlukan perencanaan tata ruang yang berkelanjutan dan berbasis mitigasi risiko di Tangerang Raya.
Developing a WebGIS-based spatial information system integrating historical data to map cultural heritage buildings in Palopo Indrajaya Indrajaya; Amiruddin Akbar Fisu; Zulham A. Hafid; Rakhmawati Natsir; Ahmad Dahlan; Liza Utami Marzaman
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 2 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i2.115327

Abstract

The preservation of cultural heritage buildings in Palopo City faces significant challenges due to rapid urbanization and the absence of robust spatial and historical documentation systems. This study aims to develop a WebGIS-based information system integrated with multi-criteria analysis as a foundation for determining conservation priorities. The research methodology combines a descriptive-qualitative approach with quantitative analysis using Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA). The empirical assessment covered 17 cultural heritage buildings in Palopo City, comprising royal and sacred heritage assets, colonial public buildings, military and administrative facilities, and public service buildings. Data were collected through literature review, field surveys, and in-depth interviews with experts, including cultural heritage specialists, architects, and civil engineers, to establish the weights of 17 assessment criteria adapted from international standards and national regulations. Each building’s score was calculated by multiplying the expert-assigned weights with field condition assessments, producing a classification of conservation priorities. MCDA results classified three buildings as high priority, four as medium-high priority, and ten as medium priority. The results were then integrated into a WebGIS platform that interactively displays location maps, historical narratives, architectural attributes, and conservation scores. The system serves not only as a medium for documentation and public education but also as an evidence-based decision-support tool for government, academics, and local communities in preserving the cultural heritage of Palopo City.
Simulation-based assessment of urban heat island mitigation in commercial districts Miftahul Huda; Respati Wikantiyoso; Nurul Aini; Pindo Tutuko; Erlina Laksmiani Wahjutami
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 2 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i2.115232

Abstract

Commercial districts in tropical cities are especially vulnerable to the Urban Heat Island (UHI) effect, leading to higher outdoor air temperatures and poorer microclimate conditions. This study examines the efficiency of UHI mitigation strategies to lower the outdoor air temperature in a commercial area in Malang, Indonesia. The research utilized ENVI-met microclimate simulation software to analyse the effectiveness of different UHI mitigation strategies. Four mitigation strategies were developed: structural-based, vegetation-based, material-based, and an integrated mitigation approach. The results were compared to the current conditions. Simulations were conducted to represent the hottest day during the dry season, measuring air temperature at a height of 1.4 m throughout the day. The results indicate that all mitigation scenarios maintain a similar daily temperature pattern to the current condition, with peak air temperatures occurring in the early afternoon. The major difference among all mitigation strategies is the amount of cooling effect. The structural-based mitigation scenario provides the minimum amount of cooling effect, at 0.12 °C. The vegetation-based mitigation scenario provides 0.38 °C, while the material-based mitigation scenario provides 0.61 °C. The integrated mitigation scenarioproduced the greatest cooling effect, reducing the temperature by 0.86 °C. These findings demonstrate that integrated, multi-mechanism strategies can effectively reduce daytime heat exposure in tropical commercial areas, while also showing the need for additional comfort assessments that look beyond just air temperature.
Pola dan perilaku pergerakan wisatawan budaya Kota Surakarta Muhammad Miftahur Rozaq; Ratri Werdiningtyas; Bambang S. Pujantiyo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 2 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i2.105319

Abstract

Pembangunan pariwisata bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan aktivitas wisata yang berkualitas melalui penyediaan layanan pariwisata untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Studi pola dan perilaku pergerakan wisatawan dipandang sebagai salah satu bentuk upaya memahami dinamika sistem kepariwisataan. Penelitian ini bertujuan memahami karakteristik pergerakan wisata budaya sebagai aset utama pengembangan pariwisata Kota Surakarta melalui integrasi elemen pola dan perilaku pergerakan wisatawan. Penelitian ini menggunakan data primer dari 168 responden yang dipilih dengan metode proportionate strateified random sampling. Analisis dilakukan dengan mendeskripsikan karakteristik wisatawan dan memetakan garis pergerakan responden dan melihat pola yang terbentuk dengan analisis spasial Line Density. Hasil penelitian menunjukkan keterkaitan antara dimensi spasial (pola) dan non-spasial (perilaku) pergerakan wisatawan. Pergerakan wisata budaya di Kota Surakarta dalam penelitian ini menunjukkan dominasi perjalanan wisata satu hari yang berpusat pada destinasi di area pusat kota. Wisatawan mayoritas berkunjung ke satu hingga tiga lokasi dengan lokasi kunjungan tertinggi ada di Pasar Antik Triwindu. Hasil temuan dalam penelitian ini dapat menjadi pertimbangan dalam penyusunan strategi pengembangan pariwisata budaya yang berkelanjutan dan pelayanan transportasi wisata terintegrasi di Kota Surakarta.
Penilaian kesesuaian pemanfaatan ruang melalui mekanisme pernyataan mandiri berdasarkan Rencana Detail Tata Ruang di Kabupaten Pasuruan Ruwanda Destory Dwi Bintoro; Susilo Widiyantoro; Sutaryono Sutaryono; Widhiana Hestining Puri; Tunjung Fitra Wijanarko
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 2 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i2.108097

Abstract

Pertumbuhan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Kabupaten Pasuruan meningkat pesat seiring penerapan perizinan berusaha melalui mekanisme pernyataan mandiri (self-declare). Namun, ditemukan pelanggaran pemanfaatan ruang melalui pernyataan mandiri secara nasional sebanyak 815 lokasi usaha. Penelitian ini bertujuan menilai kesesuaian izin pemanfaatan ruang melalui pernyataan mandiri terhadap RDTR, mengidentifikasi faktor penyebab ketidaksesuaian, serta merumuskan alternatif solusi terhadap pelanggaran pemanfaatan ruang. Metode yang digunakan adalah mixed method, dengan data dari studi dokumen, survei, dan wawancara. Populasi penelitian adalah pernyataan mandiri yang telah mengajukan KRK tahun 2024 pada wilayah RDTR terintegrasi OSS. Sampel menggunakan metode sampling jenuh, dan informan dipilih secara purposive sampling. Analisis dilakukan terhadap 40 lokasi sampel dan analisis tematik terhadap hasil wawancara. Penelitian menunjukkan ketidaksesuaian terhadap ketentuan penggunaan sebesar 57,5%, terhadap ketentuan intensitas pemanfaatan ruang sebesar 47,5%, terhadap tata bangunan sebesar 77,5%, dan terhadap ketentuan khusus LP2B sebesar 7,5%. Ketidaksesuaian pemanfaatan ruang disebabkan oleh ketidaktepatan jenis usaha dengan peruntukan ruang, ketidakpatuhan terhadap izin, perbedaan peta dasar, kesalahan penetapan zona, keterbatasan PPNS, serta ketiadaan regulasi daerah. Solusi yang diusulkan meliputi sosialisasi penataan ruang, kebijakan satu peta, peningkatan partisipasi masyarakat, dan percepatan penyusunan regulasi pengendalian pemanfaatan ruang. Mekanisme self-declare berpotensi menghasilkan ketidaksesuaian pemanfaatan ruang apabila tidak diikuti pengawasan dan verifikasi yang memadai.
Land suitability analysis for settlement development based on geographic information system in Temanggung Regency Dhafa Yoga Nurpratama
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 2 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i2.110830

Abstract

Temanggung Regency has experienced a population growth of 11.12% over the last decade, which implies an increasing demand for settlement land in the future. On the other hand, Temanggung Regency has complex topographic conditions with variations ranging from flat to very steep terrain, necessitating land suitability assessment to support sustainable settlement development. This study aims to provide recommendations for settlement development by generating land suitability analysis for settlement areas. This research employs a quantitative approach utilizing spatial data as the primary analytical material. The methods used include scoring analysis and overlay techniques through geographic information system software. The results of this study classify settlement land suitability into four categories, non-developable, low/difficult development, reserved development, and recommended development. The recommended development land covers an area of 14,216 hectares or 16.41% of Temanggung Regency's total area, with the highest distribution found in Temanggung District, Pringsurat District, Kedu District, Kranggan District, and Parakan District. This research is expected to serve as a recommendation for the Temanggung Regency government in planning settlement development within the region. The findings indicate that settlement expansion opportunities are spatially concentrated in relatively flat, accessible, and low-hazard areas, providing practical guidance for spatial planning and land use control.
Analisis strategis pengembangan peta jalan Smart Tourism City Kota Blitar menggunakan integrasi kerangka Iceberg-Ishikawa-PESTLE Natan Waskito Firtanto; Titik Poerwati; Kevie Desderius
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 2 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i2.108569

Abstract

Kota Blitar memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata kebangsaan berbasis warisan sejarah, namun transformasi menuju smart tourism city masih menghadapi tantangan berupa tata kelola yang terfragmentasi, rendahnya integrasi ekosistem digital, serta terbatasnya kapasitas inovasi para pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan menyusun peta jalan strategis pengembangan smart tourism city melalui identifikasi isu-isu mendasar yang memengaruhi transformasi digital sektor pariwisata Kota Blitar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan analisis dokumen. Data dianalisis secara integratif menggunakan Model Iceberg, Diagram Ishikawa, dan kerangka PESTLE untuk mengidentifikasi permasalahan pada level peristiwa, pola, struktur, model mental, serta faktor lingkungan eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isu strategis utama bukan terletak pada keterbatasan potensi wisata, melainkan pada belum terbangunnya ekosistem digital pariwisata yang terintegrasi dan tata kelola kolaboratif yang mampu menghubungkan pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan wisatawan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian merumuskan peta jalan strategis yang terdiri atas lima pilar, yaitu pembentukan tata kelola terpadu, pengembangan platform digital Visit Blitar, penyediaan pengalaman wisata berbasis teknologi imersif, peningkatan kapasitas digital masyarakat dan UMKM, serta pengelolaan destinasi berbasis data. Peta jalan ini memberikan kerangka operasional bagi transformasi digital pariwisata sekaligus memperkuat daya saing dan keberlanjutan destinasi wisata berbasis warisan budaya.
Implikasi proyeksi kinerja jaringan jalan terhadap kebijakan transportasi Kabupaten PPU akibat pembangunan Ibu Kota Nusantara Ariyaningsih Ariyaningsih; Dwiana Novianti Tufail; Priyo Wibisono; Riki Herliansyah
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 2 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i2.115722

Abstract

Penajam Paser Utara (PPU) mengalami peningkatan tekanan mobilitas karena berfungsi sebagai wilayah penyangga, pintu masuk logistik, dan penghubung regional menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menilai kinerja jaringan jalan eksisting; (2) memproyeksikan perubahan kinerja jaringan pada 2030, 2035, dan 2045; (3) mengevaluasi kesiapan layanan angkutan umum sebagai alternatif kendaraan pribadi; dan (4) merumuskan implikasi kebijakan transportasi-spasial yang terintegrasi. Analisis menggunakan data pencacahan lalu lintas, kapasitas ruas, matriks asal-tujuan, proyeksi penduduk dan ekonomi, perubahan tata ruang, survei persepsi pengguna, serta analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis. Kinerja ruas dinilai melalui rasio volume terhadap kapasitas (VCR), sedangkan layanan angkutan umum dianalisis dengan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar ruas masih memiliki VCR di bawah 0,30, tetapi beberapa koridor strategis telah mendekati kondisi jenuh; nilai tertinggi yang teridentifikasi mencapai 0,774 dan volume harian pada salah satu koridor utama mencapai 4.419 smp/hari. Dalam skenario tanpa intervensi, kelas VCR 0,50–1,00 semakin meluas pada 2030–2035 dan beberapa ruas strategis diproyeksikan melampaui VCR 1,00 pada 2045. Pada saat yang sama, CSI angkutan umum hanya 53,43% atau berkategori sangat buruk, terutama pada aspek kenyamanan, kapasitas, aksesibilitas, dan keterpaduan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pelebaran jalan secara parsial tidak memadai. Kebijakan perlu diarahkan pada penanganan koridor kritis secara bertahap, reformasi layanan angkutan umum, pengembangan jaringan multimoda, pengendalian pemanfaatan ruang di sekitar pusat kegiatan, serta koordinasi PPU–IKN–Balikpapan dalam satu sistem transportasi regional.
Pemetaan potensi Perkotaan Galing sebagai pusat pertumbuhan baru penyangga perbatasan antar negara di Kabupaten Sambas Chairunnisa - Chairunnisa
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 2 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i2.107847

Abstract

Perkotaan Galing ditetapkan sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) dan memiliki posisi strategis sebagai kawasan penyangga perbatasan Indonesia–Malaysia yang dilalui oleh jalan nasional. Kondisi tersebut membuka peluang pengembangan kawasan sebagai pusat pertumbuhan baru, namun pengembangannya masih menghadapi kendala berupa rendahnya kualitas aksesibilitas serta belum optimalnya pemanfaatan fasilitas ekonomi yang telah tersedia. Penelitian ini bertujuan memetakan potensi dan kendala pengembangan Perkotaan Galing serta merumuskan arahan pengembangannya sebagai pusat pertumbuhan baru kawasan perbatasan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods melalui analisis deskriptif, Location Quotient (LQ), serta analisis indeks aksesibilitas dan mobilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perkotaan Galing memiliki sektor basis pada komoditas hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang didukung oleh posisi strategis di koridor jalan nasional perbatasan. Namun demikian, rendahnya indeks aksesibilitas dan mobilitas, kondisi jaringan jalan yang belum memenuhi standar, serta keterbatasan konektivitas antarwilayah akibat belum tersedianya jembatan menjadi kendala utama pengembangan kawasan. Berdasarkan temuan tersebut, arahan pengembangan difokuskan pada optimalisasi pasar rakyat sebagai pusat komoditas lokal yang dilengkapi rest area, peningkatan kapasitas pengolahan hasil pertanian, serta pengembangan infrastruktur jalan dan jembatan untuk memperkuat fungsi Perkotaan Galing sebagai pusat pertumbuhan baru penyangga kawasan perbatasan.
Komparasi preferensi berlokasi pedagang kaki lima berdasarkan kelas jalan di Kawasan Pendidikan Tinggi Jebres Jasmine Chelsea Alfano; Murtanti Jani Rahayu; Hakimatul Mukaromah
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 2 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i2.102026

Abstract

Pertumbuhan sektor informal di kawasan perkotaan, khususnya pedagang kaki lima (PKL), menjadi solusi ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah namun sering menimbulkan persoalan tata ruang, terutama di kawasan pendidikan tinggi Jebres, Surakarta. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengkomparasi preferensi berlokasi pedagang PKL berdasarkan karakteristik lokasi dan kelas jalan di kawasan pendidikan tinggi Jebres. Metode yang digunakan adalah pendekatan deduktif dengan jenis penelitian eksploratori dan deskriptif kuantitatif, menggunakan data primer dari observasi dan kuesioner, serta data sekunder dari dokumentasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas PKL merupakan penjual makanan siap saji dengan latar pendidikan menengah, beroperasi secara menetap di lokasi strategis yang dekat pusat aktivitas mahasiswa, seperti kos-kosan dan kampus. Faktor utama yang mempengaruhi preferensi lokasi PKL yang beragam pada setiap kelas jalan, diantaranya dan berdasarkan faktor visibilitas, aksesibilitas, aglomerasi, dan ketersediaan sarana prasarana, dengan pola penyebaran linier di sepanjang jalur utama kawasan. Kesimpulannya, preferensi lokasi PKL di kawasan pendidikan tinggi Jebres sangat dipengaruhi oleh kemudahan akses, visibilitas tinggi, kedekatan dengan konsumen utama, serta fasilitas pendukung pada setiap kelas jalan sehingga diperlukan kebijakan penataan PKL yang mempertimbangkan faktor-faktor tersebut untuk menciptakan kawasan yang tertata.