cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Kesesuaian sepuluh destinasi wisata terhadap konsep Community-based Tourism di Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar Aulia Basundhari Widyaningsih; Istijabatul Aliyah; Rufia Andisetyana Putri
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v17i2.43886

Abstract

Kecamatan Ngargoyoso merupakan kecamatan yang dicanangkan menjadi wisata dengan Konsep Community Based Tourism. Potensi wisata yang dikembangkan antara lain pelestarian budaya lokal, makanan khas setempat, sumber mata air yang melimpah, serta pelibatan masyarakat dalam berbagai bentuk. Namun, terdapat beberapa atraksi yang ditengarai merusak lingkungan lokal seperti wisata di tengah kebun teh dan pembangunan goa di ujung tebing. Peberdaan tersebut memunculkan kebutuhan penelitian yang bertujuan menganalisis kesesuaian pengembangan destinasi wisata terhadap Konsep Community Based Tourism di Kecamatan Ngargoyoso. Dengan pendekatan penelitian kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat 15 sub komponen dari total 23 komponen yang tidak sesuai dengan pengembangan destinasi wisata terhadap Konsep Community Based Tourism.
Kesiapan masyarakat dan pemerintah desa dalam pembangunan pelabuhan di Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang Riffa Laudhia Safira; R.Raisya Insani Prasiwi; Aan Julia; Novandri Rahadian Putra
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v17i2.59327

Abstract

Pembangunan Pelabuhan Patimban yang tidak didukung oleh kesiapan masyarakat menimbulkan respon negatif, walaupun pembangunan tersebut ditujukan untuk mengembangkan Desa Patimban. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kesiapan masyarakat dan pemerintah desa dalam pembangunan Pelabuhan Patimban dengan menggunakan Community Readiness Model (CRM) yang terdiri dari lima dimensi, yaitu pengetahuan masyarakat, pengetahuan masyarakat terkait isu, sumber daya terkait isu, kepemimpinan, dan iklim masyarakat. Tingkat kesiapan masyarakat dilihat melalui perspektif tujuh informan kunci yang mewakili masyarakat dan pemerintah desa. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata tingkat kesiapan masyarakat berada pada tahap inisiasi dengan dimensi terendah pada sumber daya terkait isu. Sementara itu, pada sisi pemerintah desa, tingkat kesiapan berada pada tahap confirmation/expansion dengan dimensi terendah pada pengetahuan masyarakat terkait isu dan iklim masyarakat. Strategi  yang diajukan untuk meningkatkan tingkat kesiapan adalah dengan mendengarkan aspirasi masyarakat dan melakukan pendampingan untuk mencegah marginalisasi masyarakat dengan mendorong peningkatan kualitas SDM.
Inisiasi model konseptual Transfer of Development Rights (TDR) bagi kawasan cagar budaya Gusti Aditya Rahadyan; Doddy Aditya Iskandar
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v17i2.53339

Abstract

Kawasan Pecinan Ketandan di Kota Yogyakarta sebagai salah satu bagian dari kawasan permukiman etnis Tionghoa memiliki keterbatasan dalam hal pengembangan bangunan setelah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya. Akibatnya, timbul kesulitan bagaimana menyetarakan hak milik dan hak pembangunan dikarenakan fungsi perlindungan dan pelestarian yang melekat tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah membentuk instrumen salah satunya melalui pengalihan hak membangun (transfer of development rights/TDR). Agar dapat berfungsi secara optimal sebagai sebuah kebijakan, maka perlu dirumuskan model konseptual TDR melalui pendekatan ahli. Dengan memilih Kawasan Pecinan Ketandan di Kota Yogyakarta sebagai studi kasus, perumusan model konseptual TDR dilakukan melalui metode deskriptif kualitatif dengan alat analisis Delphi. Hasil penelitian menghasilkan model konseptual TDR di Kawasan Pecinan Ketandan yang terdiri atas tahap awal, tahap transaksi serta tahap akhir dan evaluasi. Didalam model tersebut telah termuat indikator-indikator utama keberhasilan TDR, yaitu adanya area pengirim, area penerima, pasar TDR, dan nilai TDR.
Pendekatan keruangan tingkat pemerataan Sekolah Menengah Atas Negeri terhadap implementasi kebijakan zonasi pendidikan di Kabupaten Temanggung Muhammad Hardifan Asananjaya; Rizon Pamardhi-Utomo; Nur Miladan
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v17i2.47331

Abstract

Seiring perkembangan permukiman dan pertumbuhan penduduk, sebaran fasilitas pendidikan diharapakan dapat melayani keseluruhan wilayah secara merata dan ideal. Sistem fasilitas pendidikan yang terstruktur dan saling terkait satu sama lain akan membentuk struktur ruang yang baik dalam wilayah. Hal ini menjadi dasar diberlakukannya sistem zonasi pada berbagai jenjang pendidikan. Namun, fasilitas pendidikan SMA Negeri yang ada di Kabupaten Temanggung terpusat pada Kecamatan Temanggung saja sehingga berpengaruh terhadap layanan saat peraturan zonasi diberlakukan. Oleh karena itu, perlu dilakukan tinjauan dari konteks keruangan yang melihat dari segi pelayanan fasilitas berdasarkan pemerataan sarana pendidikan melalui aspek spasial dan observasi langsung. Tingkat pemerataan sarana pendidikan ini diukur dari sub variabel kapasitas SMA, kelompok usia SMA, pola sebaran sarana pendidikan, dan radius jangkauan pelayanan dengan menggunakan metode skoring skala Guttman. Hasil dari tinjauan sistem zonasi berdasarkan perspektif spasial menunjukkan bahwa Kabupaten Temanggung memiliki tingkat pemerataan pendidikan pada kategori sedang dengan indikator yang perlu ditingkatkan adalah kebutuhan ruang kelas dan persebaran lokasi sarana pendidikan SMA Negeri. Maka dari itu, kebijakan sistem zonasi perlu dipertimbangkan kembali dengan meninjau secara spasial pemerataan sarana pendidikan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan menjadi lebih baik dan tercapainya tujuan sistem zonasi.
Backlog kepenghunian rumah di Kota Surakarta dan faktor yang mempengaruhinya Dian Rivia Hanifa; Galing Yudana; Erma Fitria Rini
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v17i2.43366

Abstract

Perkembangan Kota Surakarta yang cukup pesat mengakibatkan jumlah penduduk yang meningkat dan berpengaruh terhadap kebutuhan rumah di Kota Surakarta. Kebutuhan rumah yang tidak diimbangi dengan penyediaan perumahan menyebabkan terjadinya backlog kepenghunian rumah yang besar di Kota Surakarta. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Susenas tahun 2018, jumlah backlog kepenghunian rumah di Kota Surakarta sebesar 33.446 KK. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap angka backlog kepenghunian rumah di Kota Surakarta. Dengan menggunakan pendekatan deduktif kuantitatif, analisis faktor dilakukan terhadap data kuesioner oleh 100 responden yang tersebar di Kota Surakarta. Hasil penelitian didapatkan faktor yang mempengaruhi backlog kepenghunian rumah terbagi dalam 3 kelompok faktor, yaitu: (1) Faktor ekonomi mampu menjelaskan 42,436% dari keragaman total, terdiri atas pendapatan, jenis pekerjaan, harga sewa rumah, dan kemudahan pinjaman; (2) Faktor infrastruktur dapat menjelaskan 13,612% dari keragaman total, terdiri atas kemudahan transportasi, prasarana lingkungan, sarana lingkungan, dan jarak dengan pusat kota; (3) Faktor pertumbuhan penduduk, terdiri atas tingkat pertumbuhan penduduk dengan besar varian terkecil yaitu sebesar 12,213%. Kelompok faktor ekonomi memiliki pengaruh paling besar dalam mempengaruhi backlog kepenghunian rumah di Kota Surakarta.
Perubahan penggunaan lahan dan faktor-faktor yang mempengaruhi di kawasan Jalan Ahmad Yani Kartasura berdasarkan persepsi masyarakat Qonnita Putri Mulya; Istijabatul Aliyah; Galing Yudana
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v17i2.38660

Abstract

Pesatnya perkembangan Kota Surakarta berdampak pada kawasan di sekitarnya. Salah satu kawasan yang terdampak adalah Kartasura di Kabupaten Sukoharjo yang berkembang pesat didukung oleh keberadaan Jalan Ahmad Yani sebagai jalan arteri primer yang melayani kegiatan dalam skala luas. Perkembangan Kartasura terlihat dari perubahan penggunaan lahan pada kawasan Jalan Ahmad Yani Kartasura. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan pada kawasan Jalan Ahmad Yani Kartasura berdasarkan persepsi masyarakat menggunakan analisis skoring. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deduktif dengan menggunakan kuesioner untuk memperoleh persepsi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan pada kawasan penelitian terjadi karena faktor-faktor peluang ekonomi, ketersediaan sarana dan prasarana, aksesibilitas, kondisi fisik lingkungan, kebijakan pengembangan, harga lahan, dan sosial ekonomi.
Pemangku kepentingan dalam pengembangan Kota Lama Semarang berdasarkan peran dan tingkat kepentingan Olyna Ayuning; Fadjar Hari Mardiansjah
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v17i2.42358

Abstract

Salah satu potensi wisata Kota Semarang yang saat ini sedang dikembangkan adalah Kota Lama Semarang menyusul masuknya dalam daftar tentative Kota Warisan Dunia oleh UNESCO. Pengembangan ini tertuang dalam program kerja walikota dari tahun 2015 yang berfokus pada revitalisasi Kota Lama Semarang.Namun hal ini menimbulkan pro dan kontra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan tingkat kepentingan stakeholders dalam pembangunan Kota Lama Semarang. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, dilakukan observasi lapangan dan wawancara untuk mengumpulkan data. Wawancara mendalam dengan teknik purposive dilakukan kepada narasumber terpilih berdasarkan saran dan rekomendasi dari kelompok pemangku kepentingan pada pengembangan Kota Lama Semarang. Kelompok narasumber dibagi menjadi lima kategori, yaitu pemerintah, pengusaha, masyarakat, BPK2L, dan masyarakat. Setelah dilakukan analisis deskriptif kualitatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangku kepentingan di Kota Lama Semarang memiliki persepsi yang beragam mengenai perkembangan Kota Lama Semarang. Salah satu masalah penting yang teridentifikasi adalah kurangnya komunikasi antar pemangku kepentingan selama pembangunan sehingga berdampak pada keseluruhan kegiatan di Kota Lama Semarang.
Kesesuaian aksesibilitas kawasan wisata budaya Kota Surakarta ditinjau dari jalur pedestrian sebagai NMT Indah Nugraheni; Galing Yudana; Erma Fitria Rini
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v17i2.43365

Abstract

Kota Surakarta sebagai Kota Budaya memiliki beragam destinasi wisata budaya sebagai komponen pengembangan kota. Aksesibilitas merupakan hal pendukung penting  yang dipenuhi dengan menyediakan sarana transportasi publik untuk menunjang pergerakan wisatawan. Integrasi transportasi berbasis kendaraan (motorized transport, MT) dengan non kendaraan (non-motorized transport, NMT), seperti jalur pedestrian sebagai feeder bagi transportasi publik, dibutuhkan untuk menciptakan transportasi yang berkelanjutan. Namun, aksesibilitas pada kawasan wisata budaya Kota Surakarta belum didukung oleh keberadaan jalur pedestrian yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian jalur pedestrian sebagai non-motorized mode feeder untuk mendukung aksesibilitas di kawasan wisata budaya Kota Surakarta. Hasil skoring menggunakan skala Guttman menunjukan bahwa kesesuaian jalur pedestrian sebagai non-motorized mode feeder untuk mendukung aksesibilitas di kawasan wisata budaya Kota Surakarta termasuk dalam kategori mendekati tidak sesuai dengan capaian kesesuaiannya sebesar 41,26%. Hanya aspek keamanan  yang memiliki capaian lebih dari 50%. Untuk aspek lainnya yaitu aspek konektivitas, kenyamanan, dan kemudahan masih di bawah 50%. Hal ini menunjukan bahwa masih diperlukan peningkatan jalur pedestrian agar dapat mencapai kondisi yang sesuai pada masing-masing segmen dari segi keamanan, konektivitas, kenyamanan, dan kemudahan.
Kajian ritel modern berdasarkan analisis space syntax di Kota Semarang Rizky Adriyanto; Istijabatul Aliyah; Galing Yudana
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v17i2.33780

Abstract

Ritel modern di Kota Semarang berkembang pesat, sehingga penentuan lokasinya perlu diperhatikan agar dapat memberikan pelayanan yang efisien. Dalam menentukan lokasi ritel modern yang baik, faktor aksesibilitas menjadi penting agar dapat mudah terjangkau oleh pengunjung. Analisis space syntax merupakan alat yang digunakan untuk menganalisis aksesibilitas melalui 3 variabel utama yaitu konektivitas, integrasi, dan intelligibility. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan ritel modern di Kota Semarang berdasarkan analisis space syntax dan overlay menggunakan sistem informasi geografis. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar ritel modern di Kota Semarang sudah berlokasi pada area dengan tingkat aksesibilitas tinggi yang ditunjukkan dengan berlokasi pada area dengan nilai konektivitas dan integrasi yang tinggi. Secara umum, lokasi ritel modern di Kota Semarang sudah sesuai berdasarkan dari hasil analisis space syntax.
Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kampung dari semi kumuh menjadi kampung kreatif (studi kasus: Kampung Bekelir, Kelurahan Babakan, Kota Tangerang) Noorselly Dyah Permatasari; forina lestari; Anna Karenina; Anthony P Nasution
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v17i2.54876

Abstract

Kampung Bekelir merupakan kampung “warna-warni” di Kota Tangerang yang mengalami proses transformasi dari kampung kumuh menjadi kampung kreatif. Sebelum bertransformasi menjadi Kampung Bekelir, kampung ini dahulunya bernama Kampung Babakan RW 01 yang memiliki persoalan sosial di dalam masyarakatnya. Saat ini, kondisi lingkungan dan masyarakat di Kampung Bekelir telah mengalami banyak perubahan sejak ditetapkannya kampung ini sebagai kampung kreatif yang berorientasi wisata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kampung dari kampung kumuh menjadi kampung kreatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling dalam pengumpulan data. Adapun analisis yang dilakukan berupa analisis sejarah perkembangan kampung dan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kampung seperti analisis faktor fisik lingkungan, faktor sosial masyarakat, faktor ekonomi, faktor peran inisiator, faktor partisipasi masyarakat, dan faktor peran pemerintah. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa peran inisiator merupakan faktor dominan yang mempengaruhi perubahan di Kampung Bekelir. Selain itu, faktor partisipasi masyarakat juga turut mendukung terwujudnya perubahan kondisi lingkungan dan kebiasaan masyarakat Kampung Bekelir.