cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Kriteria ketahanan kota berdasarkan jenis bencana prioritas di Kota Balikpapan Ariyaningsih Ariyaningsih; Bagus Erik; Benny Sukmara
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i1.44149

Abstract

Resilient City merupakan konsep yang memiliki hubungan dengan pembangunan berkelanjutan, yang juga dibangun di atas tiga dimensi mitigasi, adaptasi, dan respons. Konsep tersebut sangat berkaitan dengan bahaya yang akan dihadapi oleh sebuah kota. Bahaya tersebut dapat mengancam kehidupan manusia, dan mengakibatkan kerusakan dan kerugian. Salah satu bentuk bahaya adalah bencana, dimana di Indonesia merupakan salah satu negara dengan frekuensi bencana paling tinggi di dunia. Salah satu Kota dengan resiko cukup tinggi terhadap bencana adalah Kota Balikpapan, dengan kejadian bencana di Kota Balikpapan yaitu bencana banjir dan tanah longsor, abrasi, puting beliung, dan kebakaran hutan. Kota Balikpapan merupakan daerah strategis untuk pembangunan di Provinsi Kalimantan Timur, sehingga diperlukan sebuah konsep perencanaan kota yang dapat memiliki ketahanan terhadap bencana yang akan dihadapi. Adanya upaya untuk menurunkan risiko terhadap bencana, dengan menggunakan konsep resilient city. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis AHP (Analytical Hierarchy Process) yang digunakan untuk menganalisis jenis bencana prioritas yang akan mempengaruhi ketahanan Kota Balikpapan. Hasil yang diperoleh adalah bencana banjir menjadi prioritas yang mempengaruhi ketahanan Kota Balikpapan. Metode kedua adalah dengan analisis Delphi yang digunakan untuk menganalisis kriteria ketahanan Kota yang di butuhkan agar Kota Balikpapan dapat menjadi tangguh terhadap bencana banjir tersebut. Hasil yang didapat adalah kriteria aspek kesehatan, aspek infrastruktur, aspek strategi, dan aspek sosial budaya masyarakat.
PENGARUH BUDAYA DALAM PEMBENTUKAN RUANG KOTA SALA SEJAK PERPINDAHAN KRATON SAMPAI DENGAN PELETAKAN MOTIF DASAR KOLONIAL Kusumastuti Kusumastuti
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v7i1.5786

Abstract

Kota Surakarta atau sering dikenal dengan sebutan Kota Sala adalah salah satu kota yang pernah mengalami dualisme kepemimpinan antara Kraton Surakarta dan Kolonial Belanda. Hal ini kemudian berpengaruh pada pola-pola bentukan ruang kota yang sampai sekarang masih jelas terlihat di setiap sudut ruang-ruang kotanya, tergambar jelas dalam wujud bangunan sebagai simbol-simbol budaya penguasa saat itu. Menurut Kuntowijoyo, budaya dibedakan menjadi dua, yaitu nilai dan simbol. Nilai merupakan budaya yang tidak kasat mata, sedangkan simbol adalah budaya yang kasat mata dan melibatkan nilai dalam perwujudannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengkaji pengaruh budaya dalam pembentukan ruang kota sebagai bentuk dari simbol budaya. Metode penelitian menggunakan deskripitf kualitatif. Sehingga analisis dilakukan dengan memaparkan berbagai sumber peta dan tulisan, dan hasil pengamatan di lapangan kemudian hasilnya dideskripsikan. Hasil temuan menunjukkan bahwa dualisme kepemimpinan di Solo sangat berpengaruh pada pola bentukan ruang. Artinya nilai-nilai budaya yang dibawa dari masing-masing penguasa mempengaruhi pola bentukan ruang kotanya yang merupakan wujud dari simbol-simbol budaya penguasa, seperti Beteng Vastenburg merupakan simbol Pemerintah Kolonial dan alun-alun sebagai simbol Kraton Surakarta.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PENATAAN PKL SEBAGAI STRATEGI PENATAAN RUANG KOTA SURAKARTA Murtanti Jani Rahayu; Rr. Ratri Werdiningtyas; Musyawaroh Musyawaroh
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v7i2.11582

Abstract

Hunger and poverty countermeasure was appointed to be the first target in the Millennium Development Goals (MDGs) global mandate. It is relevant with Indonesia’s condition in the last three years in which the amount of poverty-stricken people grew significantly. To boost the population’s economy to a sustainable level, Solo’s City Government try to give more space to the informal sectors in the city. This policy doesn’t aim to improve the economy quantitatively but also equitably by facilitating the informal sectors, so that they can compete with the formal sectors that are dominated by the “big companies” as in nearly every big city in Indonesia.One of the growing informal sectors is the street vendors. Relocation and stabilization are the two programs run by the Surakarta government to give a better chance for the street vendors to survive the competition with the formal sectors. Hundreds even thousands of street vendors in Solo has been regulated to empower the city’s local economy. The factors that influence the success of the street vendor regulation isn’t only perceived from the city’s aesthetics, which always became the main reason, but also perceived from the quality growth in activity performance after the program has been done to ensure sustainability.The success of the street vendor regulation must be seen from the street vendor’s perspective. Unique character and street vendor behavior that vary richly must be known to ensure the street vendors can accept the planned program. In order to point out the location character role in the city’s spatial arrangement strategy, the focal point of this research is exploring the factors that influence street vendor regulation adjusting with the needs and demands of street vendors
Kesesuaian Taman Kota di Surakarta Berdasarkan Konsep Kota Layak Anak Septyani Widyastuti; Ana Hardiana; Rufia Andisetyana Putri
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v12i2.14906

Abstract

Surakarta City is one of a city in Indonesia which has chosen for developing as child friendly city. Child friendly city is the concepts of a city which ensure the rights of children, such as providing city park as recreative and cerative place for children. Therefore, city park in Surakarta should suitable with child friendly city concept. The research question is to know the suitability of city park in Surakarta with the concept of child friendly city. There are five components for assessing this suitability: (1) accessibility, (2) recreation utility. (3) sport utility, (4) supporting facilities and (5) vegetation. The research method uses quantitive method with deductive approach and scoring analysis technique. The result shown that all of city park in Surakarta is not suitable with the criteria above. From the research, we can conclude that is Surakarta should increase the quantity and quality of whole components of city park based on the child friendly concept. Therefore, child friendly city in city park can be implementated and have the impact to guarantee the needs of children for playing in comfortable and safe park.
Persepsi Pelaku Industri terhadap Program Pengembangan Sentra Industri Jamu di Desa Nguter Kabupaten Sukoharjo Bagus Adhi Wicaksono; Paramita Rahayu; Hakimatul Mukaromah
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v13i2.21314

Abstract

Desa Nguter telah ditetapkan sebagai sentra industri jamu sekaligus kampung jamu di Kabupaten Sukoharjo. Sentra industri jamu Nguter mulai terlihat geliat ekonomi yang meningkat pasca ditetapkan menjadi kampung jamu oleh pemerintah pusat di tahun 2012 dan dibarengi dengan program turunan yang diberikan oleh berbagai pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, perguruan tinggi dan swasta. Dengan program tersebut aktivitas industri jamu menjadi meningkat baik dari segi volume penjualan, penyerapan tenaga kerja, pemasaran, produksi, modal, dan unit usaha. Pembahasan pada penelitian ini tentang pengaruh program pengembangan sentra industri terhadap peningkatan aktivitas industri dan perkembangan sentra industri di wilayah penelitian. Di dalamnya terdapat komponen meliputi perkembangan aktivitas dan karakteristik keruangan sentra industri, program-program pengembangan sentra industri berdasarkan persepsi masyarakat. Penelitian ini menggunakan data primer berupa observasi lapangan dan kuesioner; serta data sekunder. metode analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif, studi kasus, dan skoring.Perkembangan sentra industri yang ditinjau dari aktivitas industri yang ada didalamnya di wilayah penelitian mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, sementara itu wilayah penelitian mendapatkan bantuan program terkait pengembangan sentra industri baik dari pemerintah dan pihak lain secara berkesinambungan dan rutin pada setiap tahunnya. Lebih lanjut, menurut persepsi masyarakat mendapatkan hasil yakni rata-rata secara umum masyarakat/pelaku usaha jamu mendapatkan manfaat dari setiap program yang ada. Berdasarkan perihal tersebut, maka program-program pengembangan sentra industri jamu di Desa Nguter memiliki pengaruh positif terhadap aktivitas industri jamu. Kata Kunci: Pengaruh; Perkembangan Sentra Industri; Aktivitas Industri; Program Persepsi Masyarakat.
Efektivitas infrastruktur perkotaan dalam penanganan risiko banjir di Kota Surakarta Ari Annisa S. Pramitha; Rizon Pamardhi Utomo; Nur Miladan
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v15i1.23258

Abstract

Kota Surakarta merupakan dataran rendah dengan ketinggian ± 92 m dari permukaan laut dan merupakan cekungan yang dikelilingi oleh pegunungan-pegunungan di Kabupaten Boyolali, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Sukoharjo. Selain itu, Kota Surakarta merupakan salah satu kota yang dilewati oleh sungai Bengawan Solo. Hal tersebut menyebabakan Kota Surakarta memiliki potensi untuk terjadinya bencana banjir. Maka dari itu, perlu adanya suatu manajemen risiko bencana banjir untuk mengurangi dampak yang dapat ditimbulkan dari bencana tersebut. Manajemen risiko banjir tersebut salah satunya adalah dengan mitigasi struktural berupa pembuatan sarana dan prasarana pengendali banjir dan pengadaan alat sistem peringatan dini. Penelitian ini berfokus kajian pada kajian tingkat efektivitas dari infrastruktur penanganan risiko bencana banjir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengaji efektivitas dari infrastruktur perkotaan dalam penanganan risiko banjir yang ada di Kota Surakarta. Metode yang digunakan adalah dengan deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat efektivitas dari infrastruktur pengendali banjir di Kota Surakarta menunjukkan pada tingkat kurang efektif. Komponen infastruktur tanggul, bendung, dan sudetan sudah efektif menurunkan risiko kejadian (luasan, tinggi banjir, waktu kejadian) banjir dari tahun 2007 hingga tahun 2016. Namun, early warning system bencana banjir yang ada di Kota Surakarta menunjukkan pada hasil tidak efektif karena alat ini belum merata dan belum dapat menjangkau seluruh kawasan rawan banjir. Saat ini, banjir di Kota Surakarta sudah dapat dikendalikan, namun masih bermasalah dengan terjadinya genangan.
Hubungan Spasial dalam Ketahanan Pangan tingkat Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat AR. Rohman Taufiq Hidayat; Muhammad Dito; Gunawan Prayitno
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v14i2.29346

Abstract

Kerawanan pangan berdampak pada stabilitas sosial ekonomi wilayah. Populasi provinsi jawa barat tumbuh 1,54% setiap tahun nya tanpa diikuti peningkatan produksi pangan secara linear. Kondisi ini berpeluang memicu kekurangan persediaan beras dan kerawan pangan. Pada tingkat provinsi, kota/kabupaten dapat bekerja sama untuk mencapai ketahanan pangan. Oleh sebab itu, penelitian ini berusaha untuk mengidentifikasi status ketahanan pangan kota/kabupaten di Provinsi Jawa Barat dengan menggunakan indikator WFP dan Permentan no 65 tahun 2010. Indikator tersebut berjumlah 9 indikator dan menggunakan konsep swasembada pangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa 25 kota dan kabupaten berada pada kondisi sangat tahan pangan. Hanya 2 kota/kabupaten yang memiliki status tahan pangan. 8 kota/kabupaten memiliki hubungan yang tinggi yang berpusat di Kabupaten Sumedang (hot spot dengan Gi * 1.6021). Sedangkan 19 kabupaten/kota memiliki low value dan berpusat di Kabupaten Cirebon (Cold spot dengan Gi* value * - 1.67778). Kota/kabupaten dapat menggunakan hasil pengelompokan tersebut untuk mencapai mempertahankan dan memperbaiki status ketahanan pangan dengan cara kerjasama antar wilayah. Terutama dalam hal pemenuhan ketersediaan beras
Partisipasi masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata Tirtasari Sonsang Kabupaten Agam Tsurayya Nabila; Joni Purwohandoyo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i1.35219

Abstract

Pariwisata berbasis masyarakat adalah salah satu pendekatan yang digunakan untuk mengembangkan sektor pariwisata satu daerah. Wisata Tirtasari Sonsang melibatkan masyarakat dalam pengembangannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk partisipasi masyarakat, menganalisis intensitas partisipasi masyarakat, dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh dalam partisipasi masyarakat Jorong Sonsang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik analisis deskriptif kualitatif untuk menggambarkan fakta yang ditemukan di lapangan. Hasil menunjukkan masyarakat Jorong Sonsang memiliki bentuk partisipasi berupa kemitraan dan mobilisasi dengan kemauan sendiri atau interactive participation dan self-mobilization, serta partisipasi langsung dan tidak langsung. Berdasarkan matriks cakupan dan intensitas partisipasi, partisipasi masyarakat Jorong Sonsang termasuk ke dalam genuine participation atau skenario kelima. Faktor yang berpengaruh dalam partisipasi masyarakat Jorong Sonsang adalah motivasi untuk meramaikan Jorong Sonsang, rasa memiliki yang kuat terhadap embung Tirtasari, memiliki kemampuan yang dibutuhkan, serta keinginan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
HUBUNGAN KARAKTER AKTIVITAS DAN KARAKTER BERLOKASI PKL DI KOTA SURAKARTA Murtanti Jani Rahayu; Rina Wulandari
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v7i1.5774

Abstract

PKL sebagai bagian dari sektor informal mempunyai karakteristik aktivitas berbeda dengan pedagang sektor formal. Selain itu, PKL juga memiliki karaktersitik khusus dalam memilih lokasi berdagang. Dengan alasan-alasan tertentu, PKL memilih lokasi yang tepat untuk menjaga keberlangsungan usaha dagang/pelayanan mereka yang sesuai dengan persepsi yang dimiliki. Karakteristik berlokasi PKL memiliki hubungan dengan karakteristik aktivitasnya, antara lain: luas tempat berdagang, jenis sarana dagang, lama berjualan dalam sehari, lama transaksi, jumlah konsumen, dan asal konsumen. Sedangkan karakteristik berlokasinya terdiri dari 4 hal yaitu jenis aktivitas yang didekati, pola pengelompokkan usaha, sifat layanan, dan kedekatan dengan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakter berlokasi PKL dengan karakter aktivitasnya. Untuk mengetahui hubungan tersebut dilakukan analisi crosstab. Berdasarkan hasil analisis tersebut, ditemukan bahwa aktivitas yang dilakukan PKL akan berpengaruh terhadap keputusan PKL dalam berlokasi. Hal ini terlihat pada hubungan yang terjalin antara jenis aktivitas yang didekati PKL dengan jenis sarana dagang, jumlah konsumen, dan asal konsumen; hubungan antara pola pengelompokkan PKL dengan luas tempat berdagang dan lama transaksi; sifat layanan PKL yang berhubungan dengan jenis sarana dagang, luas tempat berdagang, dan asal konsumen; dan hubungan antara kedekatan dengan konsumen dengan jumlah konsumen.
THE CORRELATION BETWEEN LANDUSE CHANGES WITH ROAD DENSITY IN URBAN FRINGE SOUTH SURAKARTA Dewangga Megaloka Putri; Kuswanto Nurhadi; Erma Fitria Rini
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v7i2.11572

Abstract

From time to time the poplulation growth effect on the needs-of-lands. The growth of the city affect the changes of the sub-urban in a phisycal and activities. It arises as a result from the need-for-land that already not able to be fullfiled by the city Itself. Eventually, lands in the sub-urban transformed which previously dominated by non-built-up land  turn into built-up land. The movements from sub-urban to city also increased. The feeder roads between sub-urban and the city gets more dense. The study aims to review developments on the land use and density of roads in the period of time between 2010 Until 2016 and the correlation between land use development and density of roads. This research is using deductive method and ordinal regression analysis techniques. The datas that be used are primary data obtained through field observation and secondary data through study documents. The result shows the correlation between the land use development and density urban roads in the South urban fringe in the Surakarta city

Page 6 of 27 | Total Record : 263