Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Articles
137 Documents
Analisis kinerja jalan pada Kawasan Pasar Lama di Jalan Kisamaun, Kota Tangerang
Manisa Edelin Jingga;
Nur Miladan;
Bambang S. Pujantiyo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v19i1.64531
Jalan Kisamaun adalah pintu masuk menuju Kawasan Pasar Lama, Kota Tangerang yang merupakan kawasan komersial. Hal ini menjadikan Jalan Kisamaun memiliki volume lalu lintas yang tinggi dan menyebabkan penurunan tingkat pelayanan jalan sehingga munculnya kemacetan lalu lintas. Perhitungan kinerja jalan dalam menampung arus lalu lintas kendaraan menjadi hal yang penting untuk diidentifikasi dan menjadi dasar intervensi lanjutan. Metode analisis kinerja jalan menggunakan analisis kuantitatif dengan indikator yaitu arus kendaraan (Q), kapasitas jalan (C), derajat kejenuhan (Dj), dan tingkat pelayanan jalan (Level of Service). Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan pada jam-jam puncak. Kawasan penelitian memiliki nilai arus lalu lintas mencapai 1243,6 smp/jam. Sementara, nilai kapasitas jalan mencapai 2414 skr/jam dan nilai derajat kejenuhan mencapai 0,88. Temuan ini menunjukkan kinerjra jalan pada kelas E dengan kecepatan kendaraan kadang terhenti sehingga menyebabkan antrian panjang. Kemampuan kinerja jalan pada Jalan Kisamaun tidak sesuai dengan kebutuhan kinerja untuk pengembangan kawasan komersial. Turunnya kemampuan kinerja jalan menyebabkan adanya penumpukkan kendaraan pada jam puncak sehingga terjadinya kemacetan lalu lintas pada Kawasan Pasar Lama, Jalan Kisamaun, Kota Tangerang.
Intangible heritage in Astana Gunungjati Tomb Complex, Cirebon
Ina Helena Agustina;
Hilwati Hindersah;
Ivan Chofyan;
Kintan Ayu Sevila;
Chairunisa Matondang
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v19i1.60310
Astana Gunungjati is a tomb complex for the descendants of the palaces in Cirebon. One of them is the tomb of Sunan Gunungjati, one of The Walisanga and also the King of the Cirebon Sultanate. The purpose of this research was to describe the phenomenon of intangible heritage cultural values from Jeneng-Bekel-Kemit in Astana Gunungjati. Jeneng-Bekel-Kemit is the term used for the caretaker of the tomb. The existence of a caretaker known as kuncen in the Astana Gunungjati room played an important role in the service of tomb pilgrimage tourists. Kuncen at Astana Gunungjati has a unique value system in his work, and values are part of a culture that is an intangible heritage. The research method used a qualitative descriptive method. The method of data collection was carried out by interviewing several kuncen who were met by using Snowball. Field observations were carried out to visually record the space and the activities of the kuncen. The analysis method was carried out using qualitative description. Data was collected and classified. Observations made to the linkage among groups of categories to form a concept. The results of the research show ethical, spiritual, cultural, and esoteric values. The findings can be documented as intangible text attached to the Astana Gunungjati space.
Analisis tingkat walkability index jalur pedestrian di kawasan Pasar Sungai Durian, Kecamatan Sintang
Nur Alamil Islami;
Agustiah Wulandari;
Nana Novita Pratiwi
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v19i2.76867
Kawasan Pasar Sungai Durian merupakan pusat perdagangan dan jasa di Kabupaten Sintang. Seiring dengan perkembangan zaman dan bertambahnya penduduk, kawasan ini menjadi salah satu kawasan kumuh di Kecamatan Sintang. Kekumuhan ini disebabkan karena peningkatan penduduk yang tidak diimbangi dengan peningkatan pelayanan kawasan. Oleh karena itu, dibangunlah jalur pedestrian di Kawasan Pasar dengan tujuan untuk mengatasi kondisi kekumuhan. Namun dalam penggunaannya terdapat ketidaksesuaian penggunaan jalur pedestrian oleh pengguna. Motor serta barang dagangan yang diletakkan di atas jalur merupakan pemandangan yang akan terlihat jika berkunjung ke kawasan tersebut. Ketidaksesuaian penggunaan jalur pedestrian yang dapat mengganggu pejalan kaki dalam menggunakan jalur menimbulkan pertanyaan, seberapa ramah jalur pedestrian ini dapat dilalui oleh pejalan kaki dengan berjalan kaki. Penelitian ini menggunakan analisis walkability index yang bertujuan untuk mengetahui seberapa ramah jalur pedestrian dapat dilalui dengan berjalan kaki. Hasil dari penelitian ini yaitu didapatkan skor sebesar 74,8 yang berarti bahwa pada jalur pedestrian ini sebagian besar kegiatan dapat dilakukan dengan berjalan kaki. Skor tersebut ditunjang dengan fakta di lapangan berupa telah tersedianya jalur pejalan kaki yang sudah terintegrasi dengan jalur pemandu bagi kelompok penyandang cacat. Selain itu, jalur pedestrian juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung serta kantong parkir, tempat duduk, tempat sampah, food stall hingga lampu penerangan. Meskipun masih terdapat konflik serta kendala di jalur pedestrian yang sebagian besar disebabkan oleh pengguna, namun hal tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan jalur pedestrian.
Strategi inovasi smart city Ibu Kota Negara yang berkelanjutan (Studi kasus di lima kota dunia)
Raden Roro Intan Dwi Nuraini
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v19i2.85258
Kota dan teknologi tumbuh bersama seiring waktu. Seiring dengan pertumbuhan tersebut, kota menghadapi tantangan seperti penurunan kualitas lingkungan, dinamika sosial, serta ketimpangan ekonomi. Konsep inovasi smart city dinilai potensial untuk diterapkan sebagai wujud pemberdayaan Ibu Kota Negara (IKN) yang berkelanjutan. International Institute for Management Development tahun 2023 menyatakan bahwa Singapura, Canberra, Copenhagen, Helsinki, dan Oslo memiliki peringkat dan strategi inovasi smart city terbaik yang dapat dijadikan sebagai best practice untuk pembangunan IKN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis isi dengan metode eksploratif untuk memahami secara mendalam dan mendeskripsikan hubungan dan strategi inovasi smart city untuk IKN yang berkelanjutan dengan best practice dari lima kota dunia. Dalam hasil penelitian ini, strategi inovasi smart city dibagi menjadi tiga pilar, meliputi smart environment, smart community, serta smart economy. Pembagian pilar ini berlandaskan kepada kebutuhan dasar dalam pembangunan ibu kota yang holistik dan berkelanjutan serta Rencana Induk Ibu Kota Negara.
Analisis ketersediaan sarana dan prasarana perumahan MBR di Kota Palembang
Endy Agustian;
Hala Haidir;
Alim Anugrah Al Kholiq
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v19i1.67135
Maraknya pembangunan perumahan permukiman yang kurang selaras dengan penyediaan sarana dan prasarana bagi masyarakat khususnya untuk perumahan MBR yang menjadi salah satu isu di Kota Palembang yang dapat mempengaruhi wajah kota. Kota Palembang merupakan ibu kota Provinsi Sumatera Selatan yang di dalam dokumen RTRW Kota Palembang 2012-2023 menunjukkan bahwa daerah pinggiran Kota Palembang diarahkan untuk pembangunan perumahan, namun terdapat isu kurangnya penyediaan sarana dan prasarana dasar pada perumahan MBR tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kesesuaian penyediaan prasarana dan sarana perumahan MBR di Kota Palembang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah mix method perbandingan antara kondisi eksisting dengan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuisioner, wawancara, dan dokumentasi. Dari analisis yang sudah dilakukan pada Perumahan Griya Asri, Perumahan Villa Bayani, Perumahan Griya Revari Indah, dan Perumahan Grand Wijaya Persada yang berlokasi di Kota Palembang tersebut, didapati bahwa tingkat kesesuaian sarana dan prasarana sudah sesuai dan terlayani, baik pada perumahan-perumahan dengan tahun pembangunan yang terbilang baru seperti perumahan Villa Bayani dan perumahan yang cukup lama seperti Perumahan Griya Asri.
Analisis tingkat partisipasi anak untuk pembangunan kota berkelanjutan di Kampung Pelangi
Dhiyan Krishna Wardhani;
Alfons Christian Hardjana;
Augustina Sulastri;
Sri Sumjati
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v19i2.81156
Semarang sebagai kota dengan ritme pembangunan yang cepat dan masif dalam beberapa tahun terakhir berpotensi menjadi kota yang berkelanjutan dengan prioritas pembangunan infrastruktur publik dalam rangka meningkatkan kualitas kota. Tak terkecuali kawasan kampung Pelangi yang lebih dikenal sebagai kawasan Gunung Brintik pada komunitas lokal. Sebagai kawasan kumuh vertikal di tengah kota Semarang, Kampung Pelangi telah mengalami revitalisasi untuk peningkatan kualitas kawasan dengan partisipasi masyarakat menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Semarang. Anak-anak adalah bagian dari masyarakat kota sebagai agen perubahan dan generasi penerus. Mereka perlu terlibat dalam segala proses dan memiliki pengetahuan penuh mengenai tujuan dari pembangunan kota untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Riset ini bertujuan untuk mengukur tingkat partisipasi anak-anak di kawasan Kampung Pelangi dalam proses pembangunan dan perencanaan kota berbasis partisipasi masyarakat, dengan analisis didasarkan pada tangga partisipasi Roger Hart. Dari studi yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa Kampung Pelangi perlu menaikkan tingkat partisipasi anak dalam pembangunan kota dan pelestarian lingkungan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Thematic analysis bencana kebakaran di Sangatta Kalimantan Timur pada periode 2012-2022
Zuhri Ruslan
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v19i1.64679
Kebakaran adalah bencana sosial yang kerap terjadi di Sangatta dan menimbulkan korban jiwa, kehilangan harta benda, serta menyisakan trauma. Tujuan penelitian ini adalah menginvestigasi penyebab dan proses terjadinya peristiwa kebakaran di Sangatta. Penelitian ini menggunakan thematic analysis dengan mengumpulkan berita terkait kebakaran di Sangatta sepanjang periode 2012-2022, membuat kode, dan menarik tema dari data. Hasil penelitian dari 35 sampel peristiwa kebakaran menunjukkan kebakaran terjadi mayoritas disebabkan karena korsleting listrik dan kelalaian penggunaan kompor. Tipe rumah kayu dan semi permanen serta angin kencang mempermudah meluasnya peristiwa kebakaran. Saat terjadi kebakaran pemadam datang dalam waktu 30 menit dan kebakaran rata-rata dapat dipadamkan dalam waktu dua jam. Kesulitan proses memadamkan api adalah gapura masuk gang yang sempit, jalan gang yang kecil, kawasan padat penduduk, dan warga yang berkumpul mengakibatkan akses keluar masuk pemadam kebakaran menjadi sulit. Mobil pemadam perusahaan di sekitar Sangatta dalam beberapa peristiwa ikut membantu proses pemadaman api. Penelitian merekomendasikan beberapa solusi, diantaranya adalah penyediaan kendaraan roda tiga pemadam api untuk masuk ke dalam gang.
Front Matter Vol. 19 No.1 (2024)
Jurnal Region
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v19i1.83854
Kekhasan penerapan konsep smart city pada wilayah kabupaten
Muhammad Akbar;
Achmad Djunaedi
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v19i1.71313
Smart city pada kabupaten merupakan hasil adaptasi dari konsep smart city yang dibangun untuk kawasan perkotaan dengan mempertimbangkan karakteristik, potensi, dan kearifan lokal. Wilayah kabupaten dapat memiliki perbedaan karakteristik satu sama lain. Perbedaan tersebut membutuhkan generalisasi dan pendetailan penerapan konsep smart city pada karakteristik setiap kabupaten. Penelitian ini menggunakan pendekatan abduktif kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengidentifikasi kekhasan penerapan konsep tersebut. Data diolah menggunakan analisis triangulasi dan komparasi terhadap penerapan konsep smart city antara Kabupaten Bantul sebagai studi kasus dengan penelitian sebelumnya yakni Kabupaten Kulon Progo dan Sukoharjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan terhadap penerapan konsep smart city pada wilayah kabupaten. Namun demikian, perbedaan terletak pada obyek yang didukung program inovasi smart city. Kabupaten pesisir memungkinkan pengembangan branding pariwisata pantai serta sistem peringatan dini dan mitigasi bencana tsunami, kabupaten fokus pertanian memungkinkan pengembangan pertanian dan ekonomi lokal berbasis pertanian, kabupaten penyangga kota memiliki infrastruktur TIK jaringan internet dan telekomunikasi lebih memadai pada area aglomerasi perkotaan dibandingkan di luar area aglomerasi perkotaan, dan kabupaten administrasi khusus memungkinkan pengembangan program inovasi smart city didukung dana khusus.
Kajian tingkat efektivitas pemanfaatan ruang terbuka publik di Kota Jambi
Ahmad Dhoifullah;
Tri Mulyani Sunarharum
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v19i2.78661
Ruang publik menjadi salah satu kebutuhan masyarakat perkotaan yang menjadi sarana penunjang dalam melakukan kegiatan. Saat ini belum ada informasi terukur yang menilai keefektifan ruang publik di Kota Jambi dalam mewadahi terjadinya interaksi sosial bagi masyarakat. Dari fenomena tersebut, perlu kajian mengenai efektivitas pemanfaatan ruang publik oleh masyarakat Kota Jambi pada empat taman aktif yang ada di Kota Jambi. Untuk mengkaji tingkat efektivitas ruang publik, penelitian ini menggunakan metode Good Public Space Index menggunakan nilai indeks dari 0 hingga 1. Ruang publik dengan tingkat efektivitas tertinggi yaitu Taman Jomblo yang memiliki indeks sebesar 0,67, sedangkan efektivitas terendah dimiliki oleh Taman Arena Remaja dan Taman PKK The Hok dengan indeks 0,61. Walaupun demikian, keseluruhan taman pada penelitian ini memiliki interpretasi indeks berupa tingkat efektivitas yang tinggi.