cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
TINGKAT KESIAPAN KOTA SURAKARTA TERHADAP DIMENSI MOBILITAS CERDAS (SMART MOBILITY) SEBAGAI BAGIAN DARI KONSEP KOTA CERDAS (SMART CITY) Alfariani Pratiwi; Soedwiwahjono Soedwiwahjono; Ana Hardiana
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v6i2.8482

Abstract

The city has a problem that often arises due to the construction of their own city. To prevent that, city management needs through a sustainable approach to the concept of planning. Now, the concept of smart city is developing, where several major cities in Indonesia have started implementing the concept. Surakarta be a pioneer in the use of technology of transportation commonly called Intelligent Transport Systems(ITS). Surakarta indicated to apply the concept of smart city. Together with Indosat, subsidiary of PT. Starone Partner Telecommunications (SMT) cooperate to apply the concept of smart city in Surakarta for example, e-transportation. E-transportation similar to the principle of smart mobility in the theory of smart city. Howerver not only the application of smart mobility technology, but also need to look at the aspects that provide comfort, security, and sustainability.This study wanted to see the level of readiness of Surakarta to smart mobility dimension as part of the smart city concept. The aspects of this research are local accessibility, international accessibility, multi-modal access, information and communication technology infrastructure supporting urban mobility, sustainable transport and safety. The analytical method used in this research is the analysis technique of scoring which  assess the readiness of each aspect and the overall readiness. The results showed that Surakarta belongs to the category ready but conditional on the application of smart mobility. This means Surakarta need to do several requirements either repair or procurement in some aspects. Aspects that have been prepared but has some requirements which need to be done are the aspect of local accessibility, international accessibility, multi-modal access, and information and communication technology infrastructure supporting urban mobility. Sustainable transport and safety aspects belong to the category not ready to support the implementation of smart mobility in Surakarta. Keywords: smart city, smart mobility, smart transportation
STRATEGI PERANCANGAN KAWASAN BENTENG VASTENBURG SEBAGAI MUSEUM KOTA SURAKARTA DENGAN PENDEKATAN INFILL DESIGN Hildaria Putri Lestari Siregar; Kusumaningdyah Nurul Handayani; Hari Yuliarso
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v12i1.11592

Abstract

Vastenburg Fortress is a fortress of Dutch army built within Sala village in 1832. As time goes on, the building stands by as 'silent witness' of every steps of social dynamics in Surakarta. Therefore, the fortress shows important potencies for society development in future. Based of the mapping of those existing potencies, the design potencies is to create a place that able to experimentally connect new significancy between future society development and all historical components within the site. Hence, the new function as urban museum does really fit in this category. To adapt with the new function as urban museum, using infill design as the main design approach is supported by several design methods; earth-sheltered architecture, sequence concept. Infill design is the main approach to integrate the old elements and the new elements within the site. Earth-sheltered architecture is the structural approach of the design that fits the site condition with its historical elements. Sequence concept is the basic concept of integrating the site with other heritage areas around it.
Kesesuaian Pemenuhan Kebutuhan Difabel Tunanetra dan Tunadaksa di Kota Surakarta terhadap Kriteria Kota Ramah Difabel Yuli alfiani Tauda; Soedwiwahjono Soedwiwahjono; Rufia Andisetyana Putri
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v12i2.14498

Abstract

Kota Surakarta mempunyai sejarah baik tentang penanganan difabel mulai dari menjadi kota rujukan Asia Pasifik dalam penyelenggaraan rehabilitasi difabel pada tahun 1957, memperoleh piagam kebijakan inovasi tahun 2014 dari Zero Project Internasional, menjadi nominator 15 besar dari 155 kota akses difabel yang dilaksanakan di Vienna tahun 2014 sejarah yang baik ini manjadikan kota surakarta sebagai surganya para difabel yang telah menarik difabel untuk datang ke Surakarta guna mendapatkan pelayanan yang dibutuhkannya. Dengan sejarah yang baik dan penghargaan yang beragam maka harusnya kota Surakarta telah menyediakan semua kebutuhan difabel baik itu pelayanan sosial sampai pada pemenuhan sarana prasarananya tanpa terkecuali. oleh karena itu, pentingnya meneliti kesesuaian pemenuhan kebutuhan difabel tuna netra dan tuna daksa terhadap kriteria kota ramah difabel untuk dapat ,mengetahui seberapa besar tingkat kesesuian kota surakarta dalam meraih predikat sesuai dengan standar kota ramah difabel yang dilihat dari enam kriteria yaitu transportasi umum, rehabilitasi, pendidikan, bantuan alat, peran serta pembangunan dan lapangan pekerjaan. Peneliti menggunakan teknik analisis skoring untuk mengetahui nilai dan bobot dari masing-masing kriteria indikator pada masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Surakarta termasuk dalam klasifikasi kurang sesuai, disebabkan adanya beberapa kriteria yang belum memenuhi standar antara lain : kriteria aksesibilitas transportasi umum dan lapangan pekerjaan masuk dalam klasifikasi tidak sesuai, peran serta pembangunan termasuk dalam klasifikasi kurang sesuai dan kriteria rehabilitasi, pendidikan formal dan bantuan alat termasuk dalam klasifikasi sesuai.  The submission has not been previously published, nor is it before another journal for consideration (or an explanation has been provided in Comments to the Editor).The submission file is in OpenOffice, Microsoft Word, RTF, or WordPerfect document file format.Where available, URLs for the references have been provided.The text is single-spaced; uses a 12-point font; employs italics, rather than underlining (except with URL addresses); and all illustrations, figures, and tables are placed within the text at the appropriate points, rather than at the end.The text adheres to the stylistic and bibliographic requirements outlined in the Author Guidelines, which is found in About the Journal.If submitting to a peer-reviewed section of the journal, the instructions in Ensuring a Blind Review have been followed.  
Manajemen Risiko Produksi Tembakau Menghadapi Perubahan Iklim (Climate Change) di Kabupaten Temanggung Fitri Susilowati; Suryanto Suryanto
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v13i2.16282

Abstract

AbstrakPerubahan iklim telah menjadi isu yang nyata dalam pertanian. Dampak negatif terhadap sektor pertanian tidak hanya melibatkan panen, tetapi juga sektor sekunder yang terkait dengan pertanian. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan manajemen risiko dalam menghadapi risiko perubahan iklim oleh petani tembakau di Kabupaten Temanggung; (2) determinan variabel yang mempengaruhi keputusan petani dalam manajemen risiko, seperti pendapatan, pendidikan, usia petani, persepsi risiko, dan luas lahan dengan menggunakan Willingness to Pay (WTP). Perubahan iklim adalah fenomena alam yang tidak bisa dihindari. Gejala fenomena alam ini adalah bencana curah hujan, kelembaban, radiasi dan suhu banjir, kekeringan atau pergeseran musiman. Pertanian tembakau memiliki kerentanan terhadap perubahan iklim. Para petani memiliki potensi untuk mengalami kerugian dan produksi tembaku di Temanggung sebagai ujubg tombak penurunan perekonomian Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis variabel yang diduga mempengaruhi keputusan petani untuk mengurangi risikonya. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, observasi, dan studi pustaka. CVM adalah pendekatan kuantitatif yang digunakan untuk mendapatkan keputusan atau keinginan petani untuk mengurangi risiko dalam menghadapi perubahan iklim. Berdasarkan survei dan wawancara tentang strategi adaptasi untuk petani tembakau di Kecamatan Parakan adalah dengan mulsa, mundurnya musim tanam, pendagiran dan konservasi lahan. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani tentang manajemen risiko dengan Willingness To Pay (WTP) adalah tingkat pendidikan dan persepsi risiko. Kata kunci: Iklim, Manajemen resiko
Kajian infrastruktur dalam mendukung kegiatan industri lurik ATBM (Studi kasus: Desa Tlingsing, Klaten) Dimas Indo Saputro; Galing Yudana; Istijabatul Aliyah
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v15i1.24136

Abstract

Ketersediaan infrastruktur merupakan faktor penting dalam kelancaran kegiatan di kawasan industri lurik. Salah satu kawasan industri lurik ATBM terbesar yakni di Desa Tlingsing, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten. Desa Tlingsing dalam pengembangan kawasan industri lurik Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) memiliki kendala dalam ketersediaan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan infrastruktur dalam memenuhi kebutuhan kawasan industri lurik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis skoring guna mengetahui ketersediaan infrastruktur dalam memenuhi kebutuhan kawasan industri lurik ATBM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh infrastruktur yang tersedia sudah mampu memenuhi kebutuhan sebagai kawasan industri lurik, terkecuali jaringan pengolah limbah dan drainase.
Modal sosial dalam ketahanan komunitas terhadap bencana banjir di Kelurahan Kemijen dan Krobokan, Kota Semarang Avinda Dyah Norzistya; Wiwandari Handayani
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v15i2.29694

Abstract

Berdasarkan letak geografisnya, Kota Semarang sering dilanda bencana banjir dan rob. Manajemen bencana telah dilakukan di wilayah ini tetapi masih bersifat teknis. Aspek sosial jarang diperhatikan dalam tahapan manajemen bencana. Hal ini tentunya berdampak pada ketahanan komunitasnya dalam merespon dan menyerap dampak terhadap bencana banjir. Membangun ketahanan komunitas bergantung pada hubungan sosial, jaringan, dan keterhubungan di antara komunitas. Beberapa faktor tersebut terdapat pada modal sosial sebagai sumberdaya potensial yang dapat menstimulasi berbagai fungsi yang terikat dalam struktur sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketahanan komunitas terhadap manajemen bencana banjir di Kelurahan Kemijen dan Krobokan yang dilihat dari sejauh mana nilai-nilai modal sosial yang tertanam pada Kelurahan Siaga Bencana (KSB). Ini didukung dengan menggunakan pendekatan campuran antara kuantitatif yang menggunakan metode survei serta kualitatif menggunakan metode case study. Pendekatan campuran ini didukung dengan metode analisis skoring, normalisasi, dan deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai modal sosial pada KSB Kemijen dan Krobokan dalam manajemen bencana banjir. Perbedaan terlihat pada nilai bonding dan bridging di KSB Kemijen lebih kuat dibandingkan dengan KSB Krobokan. Salah satunya dipengaruhi oleh keaktifan anggota komunitas dalam mengikuti tahap kesiapsiagaan bencana banjir. Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi modal sosial di KSB Krobokan dalam manajemen bencana banjir salah satunya dipengaruhi oleh peran ketua KSB yang selalu menginformasikan terkait kebencanaan. Selain itu, keberadaan institusi lokal sebagai media dalam meningkatkan modal sosial di kedua KSB. Modal sosial yang tertanam pada KSB berperan dalam ketahanan komunitas Kelurahan Kemijen dan Krobokan dalam manajemen bencana banjir.
Perhitungan waktu tempuh koridor Jl. Sukarno-Hatta Budi Sugiarto Waloejo; Gunawan Prayitno
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v15i2.40565

Abstract

Tarikan dan bangkitan tata guna lahan, pergerakan antar kota atau antar kawasan pusat kota dengan sub pusat kota, atau subpusat kota dengan subpusat kota lainnya menyebabkan terjadinya penumpukan arus pergerakan lokal yang menyebabkan terjadinya peningkatan waktu tempuh pada ruas jalan.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui model interaksi tata guna lahan-sistem jaringan jalan di Kawasan Jl. Sukarno-Hatta Kota Malang; mengetahui komponen-komponen yang berpengaruh terhadap penentuan estimasi waktu tempuh; dan menganalisa model hubungan arus lalu lintas dengan penentuan estimasi waktu tempuh. Metode analisis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan analisis kualitatif, metode korelasional (metode Pearson Product Moment), dan analisis kuantitatif yang meliputi analisis regresi metode Stepwise, analisis ANOVA, analisis sistem perparkiran, analisis perhitungan kapasitas jalan, analisis tingkat pelayanan jalan. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa rekayasa lalu lintas dapat memperbesar kapasitas ruas jalan terutama yang berada di frontage area guna mencapai tingkat pelayanan jalan ideal. Temuan dari penelitian ini adalah dibutuhkan rasio yang merupakan representasi dari karakteristik pergerakan bangkitan/tarikan tiap-tiap guna lahan pada setiap jamnya. Pengembangan guna lahan campuran (mixed use) yang diharapkan dapat mengurangi pergerakan antar tata guna lahan ternyata menimbulkan pengaruh terhadap peningkatan estimasi waktu tempuh pada ruas jalan tersebut. Komponen yang mempengaruhi estimasi waktu tempuh di Jl. Soekarno Hatta adalah kemacetan dan lama traffic light.
KAJIAN PERENCANAAN KOTA PADA GEDUNG BEKAS RSJ MANGUNJAYAN, SRIWEDARI, SURAKARTA Kusumastuti Kusumastuti
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v7i1.5776

Abstract

Kota dan bagian-bagiannya adalah suatu sistem tatanan yang menggambarkan bagaimana pandangan hidup masyarakatnya ditata dan tercermin dalam penggunaan ruang-ruang kotanya. Banyak hal bisa dibaca dari tatanan ruang sebuah kota, mulai dari kerjasama ataupun konflik dari berbagai kelompok yang mendiaminya, hubungan masyarakat warga dan elit-elitnya serta struktur ekonomi dari kehidupan kota dan faktor-faktor kehidupan yang mempengaruhi perkembangan kota tersebut. Kajian ini akan melihat bagaimana konstelasi hubungan dan posisi bangunan-bangunan di dalam ruang Kota Surakarta, khususnya hubungan antara berbagai peristiwa dengan pembangunan eks bangunan RSJ Mangunjayan, Taman Sriwedari dan RS Kadipolo pada era pemerintahan Paku Buwono X. Metode yang digunakan adalah deskriptif, yaitu menjabarkan  suatu keadaan melalui studi literature terhadap tulisan, fakta sejarah, foto dan peta yang berhubungan dengan pembangunan RSJ Mangunjayan dan menggambarkan kedudukan RSJ Mangunjayan di dalam struktur Kota Kolonial di Surakarta pada masa itu.
KESESUAIAN SENTRA INDUSTRI BATIK MASARAN KABUPATEN SRAGEN SEBAGAI SENTRA INDUSTRI KREATIF KERAJINAN Az Zahra Hemas Merdekawati; Soedwiwahjono Soedwiwahjono; Rufia Andisetyana Putri
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v7i2.11574

Abstract

Regional economic growth can not be separated from the contribution of economic sectors, one of them is industrial sector. Development of information and technology change society becomes more critical creating creative and innovative human resources including in the industrial sector, known as the creative industries. On the other hand, efforts to accelerate economic growth through local economic development (LED) can be supported by the activities of industrial centers. Therefore, the application of the concept of the creative industrial centers can support the region's economic growth, especially through economic development locally owned by an area. Masaran Batik Industrial Center is one axis of the local economy in Sragen. This industrial centers has contributed greatly to the Sragen District is in employment and increase in revenue. Local economic growth of Masaran Batik Industrial Center can be increased by applying the concept of creative industries center in particular craft subsector. To that end, the purpose of this research is to find out the conformity ofMasaran Batik Industrial Center as a creative craft industrial center, as a whole and based on 14 criteriasof creative craft industrial center. The method in this study using quantitative analysis techniques, which consists of the scoring method, Analytic Hierarchy Process and the ssubstitution of equation. The results of this study stated that Masaran Batik Industrial Center included in the appropriate closer classification as a creative craft industrial center. It is caused by two criteria thataren’t included in the appropriate classification, such as accessibility and infrastructure. Therefore, these criteria need to be upgraded to fit creative craft industrial center in Masaran Batik Industrial Center
Penerapan Konsep Superblok dalam Perancangan Kawasan Terpadu Di Jalur Lingkar Utara Kota Surakarta Valentinus Boris; Samsudi Samsudi; Agung Kumoro
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v12i2.12316

Abstract

The number of population in cities has increased into a very spectacular number. That phenomenon simultaneously pushes the cities to find the solutions that could comprehensively solve many urban problems. Especially in the developing cities, the problems are much complexier. Inefficient urban planning is the main problem which is derived into such problems: traffic jam; backlog increasing number; floods; etc. One that could be the solution is the superblock concept. Superblock could provide an integrative planning between many function zones: residencials; offices; shopping center; public spaces; etc. In this concept, citizens could do their daily activities just in one site because all places are closely connected.City of Surakarta is one of developing cities in Indonesia which has many urban problems and potentials. High population density, backlog number, and traffic jam are the problems. On the other hand, the city also has potentials: high public economic level, high property commercial market, and developments of the city. By those problems and potentials, City of Surakarta could adapt the superblock concept to develops a mixed-use area.Mixed-use area could solve the vital problems: backlog number. By the superblock concept, the mixed-use area can not only provide residencial facilities but also provide commercial areas to develop the city such as shopping center and retail offices for the inhabitant’s lifestyle fulfillment. 2500 units apartment, 250 units retail office, shopping center, and public park are the main facilities in this mixed-use area. Each facility is also devided into some supporting facilities. By adapting the concept of superblock in planning a mixed-use area, several of urban problems in the City of Surakarta are hopefully solved.

Page 8 of 27 | Total Record : 263