cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
Praktik baik penanganan permukiman kumuh: Partisipasi masyarakat pada program KOTAKU di Kelurahan Tamansari, Bandung Sonia Dwi Katresna; Nabilla Dina Adharina
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.76717

Abstract

Perkembangan Kota Bandung tidak luput dari permukiman kumuh sebagai dampak negatif urbanisasi yang terjadi. Kelurahan Tamansari merupakan salah satu kelurahan dengan kawasan kumuh yang mampu mewujudkan praktik baik dalam implementasi program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat partisipasi masyarakat dalam mewujudkan praktik baik pada Program KOTAKU di Kelurahan Tamansari. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran dengan memakai desain penelitian exploratory sequential yang diawali dengan analisis kualitatif dengan coding dan dilanjutkan dengan analisis kuantitatif dengan skoring. Analisis terhadap data yang diambil dengan wawancara dan kuesioner menunjukkan  bahwa praktik baik Program Kotaku di Kelurahan Tamansari dapat terwujud akibat partisipasi masyarakat yang tinggi terutama pada tahap pemeliharaan. Meskipun begitu, dominasi peran pemerintah masih terlihat pada tahap perencanaan terutama yang berkaitan dengan inovasi atau terobosan.
Identifikasi keberjalanan Bank Sampah Induk Kota Cimahi (Samici) berdasarkan faktor-faktor keberlanjutan bank sampah induk Dwipayana, Andhika; Argo, Teti Armiati
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.79501

Abstract

Bank Sampah Induk Kota Cimahi (Samici) seharusnya menjadi pilar dalam pengelolaan sampah anorganik di Kota Cimahi. Namun, timbulan sampah plastik di Kota Cimahi masih menjadi salah satu kontributor tumpukan sampah di TPA Sarimukti yang sudah kelebihan kapasitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberjalanan Bank Sampah Induk Samici berdasarkan faktor-faktor keberlanjutan tambank sampah induk dengan sasaran mengidentifikasi kondisi dan/atau keberjalanan Bank Sampah Induk Samici dan mengidentifikasi ketercapaian faktor-faktor keberlanjutan bank sampah induk pada kondisi dan/atau keberjalanan Bank Sampah Induk Samici. Penelitian ini menggunakan data yang dikumpulkan dari data sekunder dan data primer melalui wawancara dan observasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif untuk menjelaskan ketercapaian faktor-faktor keberlanjutan bank sampah induk pada kondisi/keberjalanan Bank Sampah Induk Samici. Keberjalanan Bank Sampah Induk Samici masih belum sepenuhnya baik dalam beberapa hal. Kegiatan pengelolaan sampah yang belum efektif dan gap yang cukup besar di dalam kondisi finansial menjadi masalah yang cukup krusial yang harus ditinjau kembali agar Bank Sampah Induk Samici dapat menunjang pengelolaan sampah anorganik di Kota Cimahi.
Kesesuaian koridor sumbu filosofis Kota Yogyakarta bagian utara terhadap komponen fisik urban tourism Farhan Rizki; Rizon Pamardhi-Utomo; Murtanti Jani Rahayu
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.66805

Abstract

Kota Yogyakarta termasuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional menjadikannya salah satu destinasi utama di Indonesia dengan beragam produk wisata salah satunya adanya aktivitas urban tourism pada ruang perkotaan. Fenomena urban tourism terlihat di koridor Jalan Margoutomo, Jalan Malioboro, dan Jalan Margomulyo yang keberadaannya yang memiliki karakter kuat sebagai koridor wisata serta sumbu filosofis bagian utara Kota Yogyakarta. Koridor ini memiliki perbedaan pada aktivitas pariwisatanya yang cenderung pasif pada Jalan Margoutomo apabila disandingkan dengan koridor Jalan Malioboro dan Jalan Margamulyo yang terlihat ramai oleh wisatawan. Signifikansi perkembangan urban tourism di Kota Yogyakarta berimplikasi pada urgensi pemenuhan komponen fisik wisata yang adaptif di lingkungan perkotaan. Artikel ini berusaha mengetahui kesesuaian koridor perkotaan Kota Yogyakarta bagian utara terhadap komponen fisik urban tourism. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang diaplikasikan pada tiga variabel, yaitu keberadaan daya tarik urban tourism, keterjangkauan fasilitas pendukung, dan ketersediaan aksesibilitas penunjang urban tourism. Berdasarkan hasil skoring kesesuaian menggunakan metode pembobotan variabel weighted product menunjukan bahwa koridor perkotaan Kota Yogyakarta bagian utara menghasilkan presentase 89, 33% pada Jalan Margoutomo, 100 % pada Jalan Malioboro, dan 86 % pada Jalan Margomulyo. Berdasarkan hasil analisis tersebut menunjukan bahwa ketiga koridor mempunyai kesesuaian yang sangat tinggi dalam perannya sebagai destinasi urban tourism.
Sustainable development of Depok Beach, Yogyakarta: System dynamics approach to waste management and maritime economy enhancement Didi Nuryadin; Jamzani Sodik; Wahyu Dwi Artaningtyas; Indra Wahyu Pratama
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.72068

Abstract

Depok Beach is a tourist destination in Yogyakarta which has experienced significant development as part of the South Coast National Tourism Strategic Area of Yogyakarta. However, waste management is still the main challenge faced. The objectives of this study is to build a sustainable model for Depok Beach, to estimate the behaviour of the management system, and develop a strategy to promote the maritime economy in the. System dynamics was used for modelling the management strategy. Data were collected through observation and in-depth interviews with related stakeholders. The results showed that Depok Beach will continue to attract more tourists until 2030, but a decrease in visitor numbers is expected to occur after that. It is due to a decrease in the attractiveness value of the beach. Meanwhile, a comprehensive and integrated approach of policy implementation scenarios is needed to yield significant results. The development of Depok Beach required a comprehensive, integrated policy approach.
Identifikasi strategi peningkatan kualitas permukiman kumuh berdasarkan indikator pencetusnya (Studi kasus: Desa Sosok, Tayan) Nana Novita Pratiwi; Mira Sophia Lubis; Ely Nurhidayati; Agustiah Wulandari; Vita Elysia
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.77162

Abstract

Desa Sosok memberikan pengaruh kuat dalam pembentukan citra kawasan di Kota Tayan dengan perkembangan yang signifikan dari waktu ke waktu. Namun, keberadaan permukiman kumuh seluas 14,7 ha memerlukan penanganan untuk mencegah perburukkan citra kawasan. Kajian ini bertujuan menghasilkan strategi peningkatan kualitas permukiman di kawasan kumuh Desa Sosok berdasarkan indikator pencetus yang didasarkan pada aspek-aspek kualitas lingkungan permukiman. Analisis skoring digunakan untuk melihat tipologi kekumuhan, dilanjutkan dengan analisis deskriptif kualitatif untuk merumuskan strategi peningkatan kualitas. Temuan menunjukkan tipologi kekumuhan Desa Sosok tergolong ringan dengan status lahan legal dan prioritas tinggi. Dengan demikian, strategi peningkatan kualitas lingkungan kumuh dapat menerapkan konsep pemugaran dengan memprioritaskan indikator yang berpengaruh kuat yang menjadi pemicu. Adapun indikator kekumuhan yang berpengaruh kuat dalam menciptakan kekumuhan Desa Sosok adalah drainase, limbah dan persampahan. Maka, prioritas penanganan kumuh diutamakan untuk mengatasi masalah tersebut, dan disesuaikan dengan permasalahan pada setiap indikator kumuh.
Identifikasi faktor kegagalan perencanaan megaproyek: Studi kasus Megaproyek Brebes Internasional Industrial Park (Kawasan Industri Brebes) Muhammad Daffa Musyary; Annisya Alifvia Soehartono
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i1.83674

Abstract

Megaproyek Brebes Internasional Industrial Park (Kawasan Industri Brebes, KIB) merupakan salah satu proyek kawasan industri yang diamanahkan dalam Peraturan Presiden Nomor 79 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Provinsi Jawa Tengah. Dengan luas 3.976 ha yang meliputi tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bulakamba, Losari dan Tanjung,  KIB akan menjadi kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara. Namun, terdapat beberapa permasalahan yang menyebabkan pembangunan tersebut dialihkan ke Kabupaten Batang. Penelitian ini mengkaji kondisi pengelolaan megaproyek KIB dan mengidentifikasi faktor kegagalan dari perspektif pemangku kepentingan. Analisis deskriptif analitik dilakukan untuk memahami hubungan kondisi pengelolaan berbasis tinjauan literatur dan analisis skoring untuk menentukan faktor kegagalan mega proyek rencana KIB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tantangan keuangan pada mega proyek Kawasan Industri Brebes merupakan faktor kegagalan utama. Salah satu permasalahan utama dalam pembiayaan adalah pembebasan lahan yang mengalami permasalahan karena banyak makelar tanah yang terlibat menyebabkan lonjakan harga lahan di Brebes melebihi Nilai Jual Objek Pajak. Hal tersebut menyebabkan biaya pembebasan lahan meningkat hingga melebihi anggaran awal sehingga target pembebasan lahan tidak tercapai hingga akhir tahun 2021.
Sustainability-oriented Innovation pada Kampung Kreatif Dago dengan Pendekatan Actor Network Theory Hediyati Anisia Sinamo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i1.88019

Abstract

Inovasi muncul dalam diskusi pembangunan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengubah kebiasaan masyarakat, salah satunya inovasi berorientasi keberlanjutan atau Sustainability Oriented Innovation (SOI). Konsep SOI melihat inovasi dan mempertimbangkan keberlanjutan dari perspektif sosial, lingkungan, dan ekonomi merupakan proses yang melibatkan pemangku kepentingan yang saling berinteraksi. Fenomena Kampung Kreatif Dago Pojok menggambarkan konteks lain dari Sustainability-Oriented Innovation (SOI), yang mengacu pada inovasi untuk mencapai keberlanjutan ekonomi melalui upaya yang meminimalisir degradasi lingkungan dan kesenjangan sosial. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi peran aktor dalam perkembangan SOI di kampung kreatif di Kota Bandung, dengan studi kasus Kampung Kreatif Dago Pojok. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan logika deduktif. Data primer melalui wawancara serta observasi dan data sekunder dianalisis dengan metode analisis isi (content analysis) dan analisis jejaring aktor dengan pendekatan actor-network theory (ANT). Temuan menunjukkan bahwa antar aktor memiliki keterlibatan yang digambarkan melalui perspektif aktor-jaringan. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan adanya peran aktor dalam perkembangan SOI di Kampung Kreatif Dago Pojok, yang terlihat pada empat tahapan yakni Problematisation, Interessement, Enrollment, dan Mobilisation.
Implementasi lokalitas berkelanjutan pada perencanaan ruang terbuka: Kasus “Nosintuvu” pada Huntap Balaroa Irdinal Arief; Harifuddin Thahir
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i1.79588

Abstract

Dalam perencanaan berkelanjutan pada aras lokal, diperlukan partisipasi masyarakat yang aktif terlibat dalam setiap proses pelaksanaannya. Dalam penelitian ini, masyarakat tersebut adalah penduduk lokal yang tinggal di daerah terdampak bencana likuefaksi di Kampung Balaroa. Mereka direlokasi ke Hunian Tetap Balaroa (Huntap) dan mendapatkan bantuan dana stimulan untuk pemulihan dan kesejahteraan. Pasca bencana likuefaksi, terbentuk ikatan yang kuat dan keterlibatan yang majemuk pada masyarakat dan mendorong partisipasi masyarakat untuk saling bahu-membahu dan bekerja sama. Fenomena interaksi antar kerabat, maupun rasa keterikatan tersebut ternyata sudah terjadi sejak leluhur dengan filosofi “Nosintuvu”. Namun, bermasyarakat dalam Huntap Balaroa memunculkan beberapa dilema seperti tidak adanya ruang bersama untuk berkumpul (Tanalapa) untuk menciptakan rasa nyaman dan kekeluargaan. Upaya pemerintah dan lembaga donor untuk mewujudkan hal ini menggunakan pendekatan partisipasi masyarakat lokal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan partisipatif melalui focus group discussion. Hasil dari penelitian ini menghasilkan proses perencanaan ruang publik dan taman atau lapangan (Tanalapa) di Huntap Balaroa yang sesuai dengan filosofi Nosintuvu.
Kajian pola pergerakan penghuni kawasan berorientasi transit Lebak Bulus terhadap prinsip Transit Oriented Development (TOD) Muhamad Naufal Alifiansach; Paramita Rahayu; Candraningratri Ekaputri Widodo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i1.86774

Abstract

Transit Oriented Development (TOD) merupakan salah satu alternatif pemecahan masalah kemacetan perkotaan akibat penggunakan kendaraan pribadi yang lebih tinggi dibanding transportasi umum. Kawasan Berorientasi Transit Lebak Bulus merupakan salah satu kawasan TOD yang ditetapkan di DKI Jakarta. Penghuni kawasan TOD akan cenderung lebih menggunakan transportasi umum, berjalan kaki, ataupun bersepeda karena sarana dan prasarana dapat diakses dengan mudah. Dengan menggunakan data hasil observasi, kuesioner, dan studi dokumen, kesesuaian karakteristik kawasan terhadap prinsip TOD dianalisis menggunakan teknik analisis skoring dengan skala Guttman. Setelahnya, kesesuaian pola pergerakan penghuni kawasan terhadap prinsip TOD dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa kawasan penelitian belum memiliki karakteristik yang sesuai dengan prinsip TOD, tetapi terdapat rencana kawasan yang apabila terlaksana sesuai target, maka akan ada 3 dari 7 variabel yang sesuai (42,86%). Maksud dan tujuan pergerakan penghuni belum sesuai dengan prinsip TOD karena masih bersifat eksternal ke luar kawasan (68,3%). Pilihan moda pergerakan penghuni dalam melakukan pergerakan juga belum sesuai karena masih didominasi penggunaan kendaraan pribadi berupa motor (39,6%) dan mobil pribadi (13%).
Pengembangan aksesibilitas antar pusat kegiatan pada kawasan perkotaan bagian utara Kabupaten Semarang Ani Farida; Khristiana Dwi Astuti
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i1.79409

Abstract

Kabupaten Semarang terus berkembang seiring perannya sebagai penyangga Ibukota Provinsi Jawa Tengah serta bagian Kawasan Strategis Nasional Kedungsepur. Bagian utara yang bertampalan batas dengan Kota Semarang menjadi kawasan berkembang dengan tumbuhnya pusat-pusat kegiatan yang perlu didukung dengan arahan pengembangan aksesibilitas untuk menghubungkan antar pusat-pusat kegiatan yang ada. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi arah pengembangan aksesibilitas antar pusat kegiatan melalui pendekatan kuantitatif dengan analisis density dan kinerja jalan. Analisis density memberikan pertimbangan dalam penentuan pusat dan sub-pusat kegiatan serta analisis kinerja jalan yang meliputi perhitungan indeks aksesibilitas, indeks mobilitas, serta tingkat pelayanan jalan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan terpadat yang menjadi pusat kegiatan sesuai dengan sistem pusat permukiman pada rencana struktur ruang di RTRW Kabupaten Semarang Tahun 2023-2043, dengan tiga titik pusat kegiatan yaitu PKL (Pusat Kegiatan Lokal) Perkotaan Ungaran serta PPK (Pusat Pelayanan Kawasan) Perkotaan Bergas dan Pringapus. Antara pusat kegiatan satu dengan pusat kegiatan lainnya sudah terhubung oleh jaringan jalan dengan nilai aksesibilitas dan mobilitas yang telah berada di atas standar pelayanan minimum pada kelas D dan F. Arahan pengembangan aksesibilitas pada tahun 2043 dilakukan melalui pelebaran badan jalan sesuai standar pada ruas Jalan Karangjati-Pringapus.

Page 8 of 14 | Total Record : 137