cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Efektivitas Perkotaan Gemolong sebagai Pusat Pelayanan Permukiman di Kabupaten Sragen Sri Murdiati Rin Permata Sari; Ana Hardiana; Rufia Andisetyana Putri
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v12i1.10172

Abstract

The nodal’s region is a region that is functionally dependent between the center (core) and the peripheral area (the area served). The existence of the order level in each center also affects the size of the service area served. The Sragen regency that is applying the concept of nodal region has two residential center; “urban Sragen” and “urban Gemolong”. Although urban Gemolong has become a nodal center of settlements for the six sub-districts which are the area of service but there are still services that are not available such as universities, museums and theaters. Apart from that, the location of Gemolong urban service area that is close to Solo, Porwodadi, and Boyolali, in which have higher order(hierarchy) would attract people in the outskirts to meet the needs of their settlement services into these cities. Therefore, this study is aim to identify the effectiveness of urban Gemolong as a settlement service center in the Sragen regency. There are two objective of this research; (1) First to identify the condition of urban service of Gemolong as settlement service center in Sragen regency in terms of effectiveness variable of settlement service center and, (2) secondly analyze the effectiveness of urban Gemolong as settlement service center in Sragen regency. The research approach used is deductive, with the quantitative research type using scoring analysis. Survey conducted for this research is the primary survey in the form of observation, and secondary survey in the form of data review. From the result, the effectiveness Gemolong urban which has three variables there is only one variable is suitable (service purpose), while service efficiency and affordability are not suitable. The effectiveness of the urban Gemolong as settlement service center in Sragen regency is approaching into effectiveness, which means it has not been effective, so it needs to be improved, especially for the availability and scope of services.
Dampak Perkembangan Aglomerasi Industri Gondangrejo, Karanganyar terhadap Perubahan Spasial Darul Amal Sholihah; Soedwiwahjono Soedwiwahjono; Kusumastuti Kusumastuti
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v13i2.20960

Abstract

Industri merupakan suatu aktivitas ekonomi yang mampu memicu konsentrasi spasial. Terkonsentrasinya industri pada suatu kawasan tidak terlepas dari pemilihan lokasi yang didasarkan pada faktor kebijakan, sarana prasarana, pasar, serta dampak yang ditimbulkan. Salah satu dampak yang menjadi pertimbangan dari terpusatnya aktivitas industri adalah peristiwa aglomerasi. Berdasarkan observasi lapangan tahun 2018, aglomerasi industri Gondangrejo berada di sepanjang jaringan Jl. Solo Purwodadi guna mendapatkan kemudahan aksesibilitas. Konsentrasi industri Gondangrejo semakin berkembang dengan adanya dukungan peruntukan ruang di dalam RTRW Kabupaten Karanganyar tahun 2013-2032. Penelitian ini membahas dampak perkembangan aglomerasi industri Gondangrejo, Karanganyar terhadap perubahan spasial. Penelitian ini menggunakan data primer berupa observasi lapangan dan wawancara serta data sekunder. Teknik analisis yang digunakan adalah metode analisis skoring, overlay, korelasi, dan deskriptif. Perkembangan aglomerasi industri Gondangrejo dapat diidentifikasi melalui perkembangan jumlah industri, kedekatan lokasi industri yang mengelompok, dan peningkatan jumlah tenaga kerja industri. Hal ini berdampak terhadap perubahan spasial yang dapat diidentifikasi melalui perkembangan sarana prasarana seperti penambahan jaringan jalan, penurunan tingkat pelayanan jalan, perubahan sarana transportasi umum, perubahan guna lahan, peningkatan sarana permukiman, dan peningkatan bangunan permukiman. Perkembangan aglomerasi industri Gondangrejo berdampak bagi perubahan spasial yaitu memunculkan pusat-pusat pertumbuhan baru di sekitar kawasan industri, sehingga terdapat perbedaan yang jelas antara zona kawasan pertumbuhan dengan zona kawasan permukiman pedesaan.Kata Kunci: Aglomerasi; Dampak; Industri; Konsentrasi; Spasial;
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Jayengan Kampoeng Permata sebagai Kampung Wisata Industri Kreatif Deviliana Sekar Kusuma Dewi; Winny Astuti; Hakimatul Mukaromah
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v14i1.22196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan Jayengan Kampoeng Permata sebagai kampung wisata industri kreatif. Kampung wisata industri kreatif merupakan salah satu bentuk upaya untuk melayani pariwisata minat khusus yang tengah dikembangkan oleh pemerintah di unit lokasi desa atau kampung.  Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kampung wisata yaitu keunikan lokasi, keterlibatan pelaku wisata utama (masyarakat setempat), pembiayaan aktivitas pariwisata, peran tokoh penggerak/leadership dan  link antarstakeholder. Salah satu kampung wisata industri kreatif tersebut terletak di Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Surakarta atau sering disebut Jayengan Kampoeng Permata (JKP) dimana memiliki potensi industri kreatif pengolahan permata, budaya kuliner dan budaya religius. Jayengan Kampoeng Permata dalam pengembangannya masih memiliki kendala. Berdasarkan analisis AHP, prioritas faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan Jayengan Kampoeng Permata terfokus pada tiga faktor yaitu atraksi wisata, pembiayaan aktivitas wisata dan peran stakeholder. Prioritas subfaktor yang mempengaruhi pengembangan Jayengan Kampoeng Permata sebagai kampung wisata industri kreatif yaitu produk industri kreatif, pembiayaan dari lembaga internal, lembaga internal dan peran lembaga internal. Keywords: Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan; Kampung Wisata; Industri Kreatif; AHP
Efektivitas sistem penyediaan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di kawasan permukiman sekitar Universitas Sebelas Maret, Surakarta Murena Ulfarina; Galing Yudana; Istijabatul Aliyah
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i1.25362

Abstract

Penyediaan air bersih kawasan permukiman sekitar kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dilayani oleh Instalasi Pengolahan Air (IPA) Jurug dengan air baku berasal dari Sungai Bengawan Solo. Sistem penyediaan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terdiri dari lima unit yaitu unit air baku, transmisi, produksi, distribusi, dan pelayanan. Pola persebaran permukiman juga memiliki keterkaitan terhadap sistem penyediaan air bersih. Efektivitas sistem penyediaan air terbagi menjadi tiga kategori, yaitu tidak efektif, kurang efektif dan efektif. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data sekunder yang didapat dari survey data ke PDAM dan BAPPPEDA Surakarta, sedangkan data primer didapat dari wawancara dan kuesioner pelanggan PDAM. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data primer dan sekunder diolah menggunakan teknik analisis skoring, sedangkan pola persebaran permukiman dianalisis menggunakan analisis tetangga tedekat pada software ArcGIS 10.1 kemudian didapatkan pola persebaran permukiman yaitu mengelompok. Pola persebaran permukiman mengelompok mempermudah dalam pendistribusian air bersih. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa sistem penyediaan air bersih di kawasan permukiman di sekitar Kampus Kentingan UNS Surakarta kurang efektif namun sudah mendekati efektif.
Modal sosial dalam upaya pengelolaan sampah berkelanjutan di Kampung Iklim Joyotakan Surakarta Hakimatul Mukaromah; Kusumastuti Kusumastuti
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i1.34512

Abstract

Keterbatasan lahan dalam penyediaan prasarana persampahan menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan sampah. Sampah juga turut menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca yang berimplikasi pada perubahan iklim. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia mencanangkan program kampung iklim sebagai bentuk peningkatan kapasitas mitigasi terhadap perubahan iklim melalui serangkaian kegiatan, salah satunya adalah pengelolaan sampah berkelanjutan. Pergeseran paradigma pengelolaan sampah konvensional menuju konsep berkelanjutan dengan prinsip reuse, reduce, dan recycle (3R) mulai diimplementasikan. Modal sosial menjadi salah satu aspek penting keberhasilan program yang berbasis pada partisipasi masyarakat.  Wilayah studi dalam penelitian ini adalah Kampung Iklim Joyotakan yang ditetapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta pada tahun 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana modal sosial dalam upaya pengelolaan sampah di Kampung Iklim Joyotakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat aspek modal sosial yang menjadi fokus pembahasan pada penelitian ini, yaitu kualitas/kapasitas sumber daya manusia, bentuk interaksi/organisasi sosial, kepemimpinan, dan penyelenggaraan pemerintahan, memiliki hubungan yang positif terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Meskipun terdapat beberapa hal yang potensial untuk memperkuat modal sosial dalam konteks untuk memaksimalkan partisipasi masyarakat dalam upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Di antaranya adalah peningkatan nilai tambah dalam pengelolaan sampah agar memiliki nilai ekonomi, transfer pengetahuan terkait pengolahan dan teknologi pengolahan sampah kepada seluruh masyarakat karena ada potensi interaksi sosial yang cukup besar, dan pelibatan masyarakat yang lebih besar (penerapan model bottom up) dalam berbagai program yang diinisiasi oleh berbagai stakeholder.
SUPPORTING LOCATION FACTORS TOWARDS SALAK AGROINDUSTRIAL DEVELOPMENT IN SLEMAN AGROPOLITAN DISTRICT Abimanyu Putra Azhari; Kusumastuti Kusumastuti; Isti Andini
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v6i1.8492

Abstract

Agropolitanconsept is developed as critics of industrial development failure in several Asian development countries which caused by high urbanization, unequal incomeand depletion of resources (Friedmann and Douglass, 1975). This consept also emphasize in agroindustrial development as part of successful agropolitan. Slemanagropolitan district has developed competitive commodites such as salak which can be process to high value products. AfterSlemanAgropolitan District established, the agroindustrial development still has not give the contribution for it. Many industries have limited quantity and there is no connection among other industries, so the industries just walked by itself. Many of them do not observe the important thing on their development, like location. Location has an important role for sustaining agroindustrial development. Based on this issues, the research goal is the achievement value of supporting location factors to salakagroindustrial development in SlemanAgropolitan District. The method is scoring analysis in every location factors variable in agroindustrial development to find the value achivement of supporting location factors.The result of this research, location factors have strongly support for salakagroindustrial development in SlemanAgropolitan District. Raw identified through origin, distance and how to gather the raw has value 96,4% which means strongly support. Labour identified through quantity, origin and distance has value 66,9% which means support. Market identified through origin, distance and how to distribute has value 90,6% which means strongly support. Transportation/accesibility identified through road, transportation cost and time has value 84,2% which means strongly support. Land identified through topography and disasten vulnerability has value 97,5% which means strongly support for agroindustrial development. Keywords:agropolitan, agroindustrial development, location factor
STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN BUMI PERKEMAHAN KEPURUN KLATEN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGIS Ayu Ratna Pertiwi; Sri Yuliani; Agus Heru Purnomo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v12i1.12138

Abstract

The development of Kepurun Camping Ground in Klaten with Ecological Architecture is motivated by the existing condition of the Camping Ground after being temporary shelter while the eruption of Mount Merapi in 2010 has a change function and can not longer be used for camping activities. Kepurun Camping Ground is the only camping ground in Klaten that organized by Kwartir Cabang Klaten, it is necessary to do the refunction and also the development of facility to reactivate the KepurunCamping Ground as a place of camping activity in Klaten. The method used is the architectural method which is the essence of ecologycal architecture according to Heinz Frick and Kenneth Yeang according to the design of Kepurun Camping Ground. Then combine the essence of Architectural Ecology into the design. The strategy in essence design is the result of interaction between earth, nature, and natural potential existing of Kepurun Camping Ground is a camping facility, such as, hall, agrotourism area, and out bound area.
Asimilasi sebagai Terjemahan Bentuk Adaptasi dalam Resiliensi Komunitas Kampung Kota di Kampung Sudiroprajan Surakarta Tendra Istanabi; Muhammad Sani Roychansyah; Deva Fosterharoldas Swasto
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v13i1.17124

Abstract

Resilience is a concept that integrates between mitigation, adaptation and innovation. On a smaller scale, community-based resilience forms a translation of strong social capital. In Indonesia the majority of the urban community is formed in a container called Kampung Kota. Kampung Kota has the character of tolerance, cohesiveness, and solidarity. Kampung Kota becomes important to be used as research setting because with its characteristic, Kampung Kota able to produce its own value so that it can face threat, pressure and turmoil with its way. Kampung Sudiroprajan is one of the kampung Kota in Surakarta City that has unique resilience experience especially related to the relationship between Javanese and Chinese. This study aims to determine the concept of resilience that is formed in Kampung Sudiroprajan as part of the Kampung Kota community. Kampung Sudiroprajan can give an idea of resilience concept of community scale which tend to original and typical. This research uses case study methodology by exploring the form of resilience conducted in Kampung Sudiroprajan. This study found the uniqueness of adaptation process of Kampung Sudiroprajan community. Adaptation is translated in the form of assimilation. The assimilation resulted in the social condition of the society which tends to be more fluid, especially in the face of several times the events that become threats, pressure, and turmoil for the Chinese. Assimilation creates a new value that becomes the glue of the relationship for the Javanese Ethnic community and the Chinese Ethnic Community.
Faktor-faktor yang Mempengatuhi Peran Aktivitas Pariwisata di Taman Nasional Komodo terhadap Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Kabupaten Manggarai Barat Yoseph Stefianus Hironimus; R. Rijanta; Doddy Aditya Iskandar
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v14i2.23280

Abstract

Kabupaten Manggarai Barat merupakan wilayah yang paling berdampak dari hadirnya Taman Nasional Komodo sebagai salah satu destinasi, dari 7(tujuh) keajaiban dunia. Wilayah ini menjadi satu-satunya pintu masuk bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi obyek wisata tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi peran aktivitas pariwisata di Taman Nasional Komodo terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah kabupaten Manggarai Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan model eksploratif. Pembahasan peran aktivitas pariwisata di Taman Nasional Komodo terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah Kabupaten Manggarai Barat dilakukan dengan cara menyimpulkan hasil wawancara yang dilakukan kepada setiap responden tentang pertanyaan penelitian. Pertumbuhan ekonomi dilihat dari peran pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah, Pendapatan Domestik Regional bruto dan Angka partisipasi angkatan kerja yang ada di Kabupaten Manggarai Barat. Kemudian, diidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses keterkaitan diantara kedua variabel melalui triangulasi data dari hasil wawancara. Hasil penelitian menemukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi peran aktivitas pariwisata di Taman Nasional Komodo terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah kabupaten Manggarai Barat terdiri dari : Pengembangan kawasan wisata, Kesiapan daerah, Kepemilikan modal, Sumber Daya, Karakteristik pariwisata, Fungsi kontrol pemerintah, dan Karakteristik masyarakat.Kata Kunci: Peran, Aktivitas Pariwisata, pertumbuhan ekonomi
Preferensi pemilihan moda transportasi oleh wisatawan domestik di Kota Surakarta Rizky Arif Nugroho; Eko Budi Santoso; Cahyono Susetyo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v15i1.24384

Abstract

Pariwisata sangat erat kaitannya dengan sektor transportasi. Bagi pariwisata, sektor transportasi berfungsi sebagai penyedia akses menuju suatu tempat tujuan. Hal ini berarti fungsi utama transportasi sangat erat kaitannya dengan aksesibilitas. Dengan kata lain, sektor transportasi memudahkan penggunanya mengunjungi daerah tertentu, misalnya objek wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi pemilihan moda transportasi oleh wisatawan domestik di Kota Surakarta. Paradigma dalam penelitian ini adalah rasionalistik. Analisis dilakukan menggunakan analisis korespondensi untuk mengetahui hubungan antara kategori moda transportasi pilihan wisatawan dan kategori alasan pemilihannya. Hasilnya diketahui jika wisatawan banyak memilih menggunakan sepeda motor karena alasan bebas macet, santai, murah, dan efisien.

Page 7 of 27 | Total Record : 263