cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
TELKA - Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol
ISSN : 25021982     EISSN : 25409123     DOI : -
Jurnal TELKA merupakan jurnal yang sepenuhnya diperiksa oleh Redaksi Ahli yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Redaksi menerima artikel ilmiah berupa hasil penelitian, gagasan, dan konsepsi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Jurnal ini terbit 2 kali secara online dan cetak (terbatas) dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal meliputi bidang ilmu Teknik Elektro, maupun studi-studi interdisipliner yang terkait. Bidang-bidang tersebut meliputi, antara lain: Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi, Kontrol, dan Sistem Tenaga.
Arjuna Subject : -
Articles 187 Documents
Rancang Bangun Generator A xial F lux Tiga Fasa dengan Magnet Permanen Neodymium (NdFeB) Rotor dan Stator Ganda untuk Pengisian Baterai 12 Volt Utami, Ayu Lista; Hadi, Widyono; Chaidir, Ali Rizal
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 9, No 2 (2023): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v9n2.84-98

Abstract

Kenaikan kebutuhan energi listrik seiring dengan kenaikan jumlah penduduk di Indonesia. Untuk mengurangi lonjakan biaya listrik diperlukan pengembangan generator agar menghasilkan listrik yang optimal dan lebih ekonomis. Penelitian ini bertujuan melakukan perancangan generator menggunakan magnet permanen neodymium (NdFeB) untuk proses pengisian baterai 12 volt dengan tipe generator axial flux rotor ganda dan stator ganda. Target tegangan pada penelitian ini lebih dari 12 volt. Hasil perancangan yang dilakukan menggunakan kawat email 0.5 mm menghasilkan jumlah kumparan 12 kumparan dengan 1000 lilitan setiap kumparan dan magnet 16 kutup dengan ukuran magnet 30x2 mm. Pengujian tanpa beban saat 2000 rpm menghasilkan tegangan sebesar 15,67 Volt AC atau 21,21 Volt DC dan saat 2765 rpm menghasilkan tegangan sebesar 22,03 Volt AC atau 29,32 Volt DC. Pengujian ketika berbeban pada kecepatan 2000 rpm menghasilkan 14,3 Volt AC atau 17,8 Volt DC dengan arus 0,01155A dan pada kecepatan 2765 rpm menghasilkan 19,12 Volt AC atau 24,29 Volt DC dengan arus 0,01593A. Proses pengisian baterai pada kecepatan 2000 rpm membutuhkan waktu 525 menit dan pada 2765 rpm membutuhkan waktu 270 menit. Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa semakin besar kecepatan putar generator maka tegangan dan arus yang dihasilkan akan semakin besar serta berbanding lurus dengan waktu pengisian baterai yang semakin cepat dan frekuensi kerapatan gelombang yang semakin besar. Bentuk gelombang sinusoidal yang dihasilkan saat tanpa beban terpotong ketika terjadi pengujian dengan beban. The increase in demand for electrical energy is in line with the increase in population in Indonesia. To reduce the surge in electricity costs, generator development is needed to produce optimal and more economical electricity. This research aims to design a generator using neodymium permanent magnets (NdFeB) for the 12 volt battery charging process with axial flux generator type double rotor and double stator. The target voltage in this study is more than 12 volts. The results of the design carried out using 0.5 mm enameled wire resulted in a coil count of 12 coils with 1000 turns of each coil and 16 cap magnets with a magnet size of 30x2 mm. Testing without load when rotating speed at 2000 rpm produces a voltage of 15.67 Volts AC or 21.21 Volts DC and when 2765 rpm produces a voltage of 22.03 Volts AC or 29.32 Volts DC. Testing when loaded at 2000 rpm produces 14.3 Volts AC or 17.8 Volts DC with a current of 0.01155A and at 2765 rpm produces 19.12 Volts AC or 24.29 Volts DC with a current of 0.01593A. The battery charging process at 2000 rpm takes 525 minutes and at 2765 rpm takes 270 minutes. The results prove that the greater the rotational speed of the generator, the greater the voltage and current produced and directly proportional to the faster battery charging time and the greater wave density frequency. The sinusoidal waveform produced when no load is truncated when testing occurs with a load.
Rancang Bangun Aplikasi Kalkulator Sistem PLTS Berbasis Android dengan Mempertimbangkan Koreksi Peak Sun Hours Suhono, Suhono; Syahrian, Firma
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 11, No 1 (2025): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v11n1.42-51

Abstract

Penggunaan energi terbarukan khususnya energi surya memiliki potensi besar di Indonesia. Namun, sampai dengan tahun 2023 pemanfaatannya belum dapat mencapai target sebagaimana tercantum dalam rencana bauran energi nasional. Hal ini juga disebabkan adanya gap pengetahuan dan biaya konsultansi terkait PLTS yang dialami oleh masyarakat perseorangan. Oleh karena itu, sebuah aplikasi kalkulator sistem PLTS diperlukan agar masyarakat dapat melakukan perhitungan awal tanpa harus membayar konsultan yang mahal. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan mengembangkan aplikasi kalkulator sistem PLTS berbasis Android yang akurat tetapi dapat diakses dengan mudah dan murah. Untuk mendapatkan akurasi perhitungan awal, maka ditambahkan faktor koreksi peak sun hours (PSH) agar sistem PLTS yang dirancang tetap dapat memenuhi kebutuhan energi ketika nilai GHI rendah. Metode perhitungan yang digunakan terdiri dari mode simpel dengan input variabel yang sederhana dan mode lanjutan dengan input lebih detil seperti pengguna bisa menambahkan beban sendiri yang terdiri dari jenis beban, sumber, daya, dan durasi. Selain itu pengguna juga bisa meng-input data tambahan seperti efisiensi baterai, DoD max, hari otonom, tegangan baterai, tegangan baterai/unit, rasio performa PV, dan rasio AC/DC. Hasil pengujian menunjukkan penggunaan faktor koreksi PSH pada aplikasi ini dapat berfungsi dengan baik. Kedua mode mampu menampilkan hasil perhitungan berupa konsumsi energi harian, kapasitas baterai, kapasitas inverter, dan kapasitas panel surya. Namun, dapat disimpulkan bahwa penggunaan mode simple lebih mudah bagi pengguna, sedangkan mode lanjut dapat memberikan hasil lebih sesuai dengan kondisi sebenarnya. Harapannya hasil inovasi teknologi ini akan mampu mengedukasi dan mendorong minat masyarakat dalam bertransisi menggunakan energi terbarukan, khususnya energi surya.  Indonesia has a high potential for renewable energy resources, especially solar energy. However, by 2023, its utilization had not yet reached the national energy mix plan. The problem is also due to the gap in knowledge and consultancy costs associated with small-scale solar power plants experienced by private communities. Therefore, a calculator application for the solar power plant system is required so that the public can do the initial calculations without paying expensive consultancy fees. This research aims to design and develop an Android-based PLTS system calculator application that is accurate but easily accessible and inexpensive. The peak sun hours (PSH) correction factor is added to the application so that the solar power plant systems designed can still meet the energy requirements when the GHI values are low. The calculation method consists of a simple mode with simple variable inputs and an advanced mode with more detailed variables when users can add their load consisting of load type, source, power, and duration. In addition, users can also enter additional data such as battery efficiency, DOD max, autonomous days, battery voltage, battery voltage/unit, PV performance ratio, and AC/DC ratio. Both modes can display calculations of daily energy consumption, battery capacity, inverter capacity and solar panel capacity. In conclusion, the simple is easy to use, while the advanced can provide results with more relevant to actual conditions. Hopefully, the results of these technological innovations will be able to educate and encourage public interest in the transition to renewable energy, especially solar energy.
Desain Charging Baterai dengan Metode PI pada UPS Offline menggunakan STS untuk Menjaga Kontinuitas Suplai Daya Akhdan, Ganindra Anggara Anggara Putra; Suharyanto, Hendik Eko Hadi; Mahendra, Luki Septya; Raharja, Lucky Setiya Pradigta; Arif, Yahya Chusna
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 11, No 2 (2025): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v11n2.204-219

Abstract

Energi listrik dari PLN bisa saja padam atau mengalami gangguan tegangan jatuh dan lebih (undervoltage dan overvoltage). Oleh karena itu, disusun desain ini untuk membuat simulasi UPS sebagai back-up untuk mencatu beban sensitif apabila terjadi pemadaman dan gangguan sistem. UPS ini dirancang menggunakan sistem charging Baterai 12 V, 18 Ah untuk menyuplai inverter dengan metode arus konstan dan tegangan konstan (CC CV). Beban akan switch ke inverter apabila terjadi pemadaman atau gangguan tegangan. Sistem yang difokuskan adalah skema STS (Static Transfer Switch) menggunakan komponen semikonduktor TRIAC yang dikontrol menggunakan mikrokontroler. Logika If-Else digunakan untuk mengontrol penyulutan TRIAC sedangkan logika PI digunakan untuk mengatur sinyal PWM agar tegangan charging dapat stabil 3,6 A saat di kondisi CC dan 13.8 V saat kondisi CV. Hasil menunjukkan program PI dapat mengatur tegangan dan arus secara konstan demi menjaga umur baterai dan STS yang dapat melakukan switching saat terjadi gangguan tegangan. Power from the grid can occasionally fail or experience voltage drops and surges (undervoltage and overvoltage). This design simulates a UPS as a backup to supply sensitive loads during outages and system disturbances. The UPS uses a 12V, 18Ah battery charging system to supply an inverter with Constant Current and Constant Voltage (CC CV). The load switches to the inverter during outages or voltage issues. The focus is on a Static Transfer Switch (STS) using TRIAC semiconductors controlled by a microcontroller. If-Else logic controls the TRIAC firing, while PI logic regulates the PWM signal to stabilize charging at 3.6 A in CC mode and 13.8 V in CV mode. Results show the PI program effectively maintains constant voltage and current to preserve battery life, and the STS successfully switches during voltage disturbances.
Analisis Perbandingan Kinerja Sistem Radio Over Fiber dan Free Space Optic Dengan Input Sinyal RF Termodulasi QAM Ujang, Febrizal; Nugraha, Andhika
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 11, No 1 (2025): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v11n1.97-108

Abstract

Kemajuan teknologi saat ini telah memungkinkan untuk menumpangkan sinyal radio frequency (RF) di atas sinyal optik. Selain dapat ditransmisikan melalui fiber optik, sinyal optik juga dapat ditransmisikan melalui udara bebas yang dikenal dengan sistem Free Space Optic (FSO). Sinyal optik yang ditumpangi oleh sinyal RF dan ditransmisikan melalui serat optik dikenal dengan sistem Radio over Fiber (ROF). Pada sistem ROF, dispersi kromatik fiber menyebabkan terjadinya fluktuasi daya pada sinyal radio frequency (RF) yang diterima. Fluktuasi daya ini menyebabkan kinerja sistem ROF mengalami penurunan yang sangat besar pada panjang fiber tertentu. Pada sistem FSO, sinyal optik mengalami redaman yang dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Untuk menghindari kesalahan dalam menentukan panjang fiber yang digunakan pada sistem ROF dan jarak antara pemancar dan penerima pada sistem FSO yang dapat mengakibatkan kinerja sistem tidak memenuhi standar sistem komunikasi optik, maka perlu dilakukan pengukuran kinerja dari kedua sistem ini. Kinerja sistem dalam penelitian ini diukur dari nilai Q-factornya. Nilai Q-factor diperoleh dari simulasi menggunakan software OptiSystem. Hasil penelitian ini menunjukkan panjang fiber pada sistem ROF yang perlu dihindari adalah pada panjang fiber 0,9 – 1,3 km, 2,7 – 3,5 km, dan 4,7 – 5 km. Hal ini berlaku pada daya laser 0 maupun 10 dBm. Sedangkan jarak maksimum antara pemancar dan penerima pada sistem FSO  0,5 km saat daya laser sebesar 0 dBm dan 1,6 km pada saat daya laser sebesar 10 dBm. Current technological advances have made it possible to superimpose radio frequency (RF) signals over optical signals. Besides being transmitted through optical fiber, optical signals can also be transmitted through free air known as Free Space Optic (FSO) system. Optical signals that are superimposed by RF signals and transmitted through optical fibers are known as Radio over Fiber (ROF) systems. In ROF systems, fiber chromatic dispersion causes power fluctuations in the received radio frequency (RF) signal. These power fluctuations cause the performance of the ROF system to decrease greatly at certain fiber lengths. In FSO systems, optical signals experience attenuation which is influenced by weather conditions. To avoid errors in determining the length of fiber used in the ROF system and the distance between the transmitter and receiver in the FSO system which can result in system performance not meeting the standards of optical communication systems, it is necessary to measure the performance of these two systems. System performance in this study is measured by the Q-factor value. The Q-factor value is obtained from simulations using OptiSystem software. The results of this study show that the fiber lengths in the ROF system that need to be avoided are at fiber lengths of 0.9 - 1.3 km, 2.7 - 3.5 km, and 4.7 - 5 km. This applies to both 0 and 10 dBm laser power. Meanwhile, the maximum distance between the transmitter and receiver in the FSO system is 0.5 km when the laser power is 0 dBm and 1.6 km when the laser power is 10 dBm.
Sistem Pengontrol Nutrisi Otomatis Tanaman Hidroponik Berbasis IoT Rahmawati, Yunita Fifi; Wirman, Shabri Putra; Fitrya, Neneng
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 11, No 2 (2025): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v11n2.262-273

Abstract

Pertanian hidroponik adalah metode bercocok tanam tanpa tanah yang memerlukan pengelolaan nutrisi yang cermat untuk mencapai hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem otomatis pengontrol nutrisi serta menguji kinerjanya dalam mendukung pengelolaan tanaman hidroponik menggunakan metode Nutrient Film Technique (NFT) dengan fokus pada penggunaan sensor Total Dissolved Solids (TDS). Sistem ini mengintegrasikan sensor TDS dengan modul ESP8266 untuk mengirim data ke server pusat, yang kemudian diproses melalui aplikasi Blynk untuk menciptakan antarmuka pengguna yang memungkinkan pemantauan dan pengendalian sistem secara real-time melalui aplikasi smartphone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensor berada dalam batas akurasi yang dapat diterima, dengan tingkat error di bawah 2%, untuk hasil dari implementasi sistem IoT, terlihat bahwa pembacaan sensor TDS dan aplikasi Blynk memiliki error yang kecil, dengan rata-rata error sebesar 0,53%. Platform Blynk memungkinkan pengawasan secara real-time dan sistem ini dapat memberikan kontribusi pada inovasi teknologi pertanian dan meningkatkan keterampilan praktis dalam pengelolaan nutrisi hidroponik. Hydroponic farming is a method of growing crops without soil that requires careful nutrient management to achieve optimal results. This research aims to design and develop an automatic nutrient control system and test its performance in supporting hydroponic plant management using the Nutrient Film Technique (NFT) method with a focus on using the Total Dissolved Solids (TDS) sensor. The system integrates the TDS sensor with an ESP8266 module to send data to a central server, which is then processed through the Blynk application to create a user interface that allows real-time monitoring and control of the system through a smartphone application. The results show that the sensor is within acceptable accuracy limits, with an error rate below 2%, for the results of the IoT system implementation, it can be seen that the TDS sensor readings and the Blynk application have a small error, with an average error of 0.53%. The Blynk platform enables real-time monitoring and this system can contribute to agricultural technology innovation and improve practical skills in hydroponic nutrient management.
Sistem Monitoring Konsumsi Energi Listrik Berbasis IoT Menggunakan Fuzzy Logic Mamdani Atmanto, Dastin Aryo; Nanditama, Rastra Wardana; Suteddy, Wirmanto; Adiwilaga, Anugrah
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 11, No 2 (2025): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v11n2.151-166

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengatasi permasalahan penggunaan energi listrik yang kurang efisien, hal ini disebabkan oleh keterbatasan alat kWh Meter konvensional yang tidak memungkinkan pengguna untuk memantau secara langsung konsumsi energi listrik yang sedang digunakan. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu adanya pemantauan konsumsi energi listrik. Sistem yang dibangun dapat memberikan informasi detail terkait energi harian yang digunakan serta menampilkan grafik visual terkait pemakaian listrik pengguna. Sistem ini memanfaatkan ESP32 dan sensor PZEM004T-100A untuk mengukur data-data listrik yang disajikan menggunakan aplikasi berbasis website secara realtime. Metode fuzzy logic diadopsi untuk memprediksi pemakaian listrik ke dalam kategori hemat, normal, atau boros. Sementara, Real-Time Operating System (RTOS) diterapkan untuk proses monitoring dan komunikasi data yang lebih efisien. Selain itu, sistem ini dibangun dengan adanya robotic arm yang berfungsi untuk meningkatkan aksesibilitas pengguna dalam pengisian token listrik secara otomatis. Berdasarkan pengujian pada seluruh sistem berjalan dengan cukup baik, namun masih terdapat rata-rata nilai kesalahan pada pengukuran tegangan dan arus sensor PZEM004T-100A sebesar 0,27% dan 1,58%, serta nilai kesalahan pada perhitungan algoritma fuzzy sebesar 0,71%. Meskipun demikian, sistem ini berpotensi meningkatkan kesadaran pengguna terhadap konsumsi energi listrik harian, serta efektif dalam mengurangi penggunaan listrik yang tidak efisien, melalui pemanfaatan teknologi terkini dalam pemantauan dan pengelolaan energi listrik. This research aims to overcome the problem of inefficient use of electrical energy, this is caused by the limitations of conventional kWh Meter tools that do not allow users to directly monitor the consumption of electrical energy that is being used. Based on these problems, it is necessary to monitor the consumption of electrical energy. The system built can provide detailed information related to daily energy used and display visual graphs related to user electricity usage. This system utilises ESP32 and PZEM004T-100A sensors to measure electricity data which is presented using a website-based application in real time. Fuzzy logic method is adopted to predict electricity usage into saving, normal, or wasteful categories. Meanwhile, Real-Time Operating System (RTOS) is applied for a more efficient monitoring and data communication process. In addition, this system is built with a robotic arm that serves to increase user accessibility in charging electricity tokens automatically. Based on testing the entire system runs quite well, but there is still an average error value in measuring the voltage and current of the PZEM004T-100A sensor of 0.27% and 1.58%, as well as an error value in the calculation of the fuzzy algorithm of 0.58%. Nonetheless, this system has the potential to increase user awareness of daily electrical energy consumption, and is effective in reducing inefficient electricity use, through the utilisation of the latest technology in monitoring and managing electrical energy.
Rancang Bangun Infusion Pump Dengan Pemantauan Riwayat Pemberian Cairan Infus Pada Pasien Dilengkapi Website Pratama, I Gusti Agung Ngurah Devasya Putra; Suhartono, Suhartono; Sutrisnawati, Ni Nyoman Dwi; Mahardiananta, I Made Agus
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 11, No 1 (2025): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v11n1.52-63

Abstract

Infusion pump merupakan peralatan medis yang digunakan untuk memantau proses pemberian cairan ke dalam tubuh melalui intravena. Infusion pump mengatur cairan yang keluar dan memberikan indikator alarm ketika terjadi permasalahan pada proses terapi infus. Permasalahan yang sering terjadi adalah pemantauan infusion pump yang tidak dapat dilakukan secara jarak jauh sehingga perawat memiliki mobilitas yang tinggi untuk infusion pump. Pada penelitian ini dihasilkan rancang bangun alat nfusion pump yang dapat memantau kondisi terapi infus secara nirkabel. Menggunakan Optocoupler XD-51 sebagai sensor tetesan dan sensor gelembung udara, Photodioda FC-51 sebagai sensor darah naik pada selang, motor peristaltik sebagai pengatur flow rate, Node MCU ESP32 sebagai mikrokontroler, Firebase sebagai database pasien, website sebagai sistem wireless monitoring kondisi terapi infus. Back end website monitoring rancang bangun alat menggunakan Firebase Realtime dan front end website menggunakan Visual Studio Code. Dari hasil penelitian diperoleh persentase nilai rata-rata pengujian keakurasian flow rate 500 mL / 6 jam sebesar 97.6%, flow rate 500 mL / 8 jam sebesar 97.5%, dan waktu respon sistem alarm darah naik sebesar 5 detik, sistem alarm gelembung udara sebesar 5.2 detik, sistem alarm infus macet sebesar 7.3 detik serta pengujian terhadap sistem penyimpanan riwayat data dengan tinggat keakurasian sebesar 100%. Berdasarkan acuan nilai tolerasi error yang diijinkan pada infusion pump adalah sebesar 5% dengan waktu respon alarm sebesar 10 detik, maka dapat disimpulkan bahwa alat rancang bangun dapat bekerja sebagaimana mestinya dengan nilai persentase error yang masih dalam batas toleransi yang diperboleh sesuai dengan alat acuan. The infusion pump is a critical medical device for the controlled delivery of fluids through intravenous routes. It ensures precise regulation of fluid administration and includes an alarm system to signal issues during the infusion therapy process. However, the limitation lies in the inability to remotely monitor these pumps, leading to mobility challenges for nurses. To address this, a remote monitoring infusion pump was developed. It incorporates various components such as the Optocoupler XD-51 for detecting droplets and air bubbles, the FC-51 Photodioda to sense blood rising within the hose, a peristaltic motor for flow rate control, an ESP32 MCU Node as the central controller, Firebase for patient data storage, and a dedicated website for wireless monitoring. The backend of the website utilizes Firebase Realtime, while the frontend is developed using Visual Studio Code. Research findings indicate high accuracy in flow rate measurements, with 97.6% accuracy for 500 mL over 6 hours and 97.5% accuracy for 500 mL over 8 hours. Alarm response times, though slightly delayed, are within acceptable limits: the blood alarm system responds in 5 seconds, the air bubble alarm system in 5.2 seconds, and the infusion alarm system in 7.3 seconds. Furthermore, the data history storage system demonstrated 100% accuracy. Given that the reference values allow for a 5% error tolerance and require a 10-second alarm response time, it can be concluded that this designed tool effectively meets the necessary standards and functions within the allowable tolerance limits.
Optimalisasi Efisiensi Poros Turbin pada Unit Mikrohidro Portable menggunakan Model Turbin Sekrup Samsurizal, Samsurizal; Saifudin, Ilham; Rohman, Mucklis Aula; Makkulau, Andi
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 11, No 2 (2025): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v11n2.220-227

Abstract

Pemanfaatan energi terbarukan menjadi semakin penting untuk memenuhi kebutuhan energi yang berkelanjutan, salah satunya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) jenis mikrohidro. Mikrohidro portable merupakan salah satu solusi inovatif yang dapat menghasilkan energi listrik dengan memanfaatkan air yang tersedia di sekitar kita, seperti sungai atau aliran air kecil. Penelitian ini merancang sebuah mikrohidro portable dan melakukan pemodelan yang efisien dengan mengetahui pengaruh sudut kemiringan turbin dalam mikrohidro portable terhadap kinerja dan efisiensi konversi energi. Metode dalam penelitian ini ialah kuantitatif korelasi dan menggunakan regeresi. Pengujian dilakukan dengan melakukan pengukuran debit air, tegangan dan arus pada setiap sudut kemiringan yang diuji. Hasil pengukuran dianalisis untuk mengevaluasi efisiensi konversi energi dan daya listrik yang dihasilkan dalam berbagai kondisi dengan menggunakan pemodelan phyton. Dari hasil pengujian diperoleh hasil dalam pengujian tiap 1 jam nilai efisiensi sebenar 88, 24%. Selain itu diperoleh juga pengaruh kinerja dari generator yang digunakan, sudut kemiringan yang optimal diangka 200. Sedangkan hasil pemodelan dengan variasi sudut untuk kenaikan 50 memiliki tingkat akurasi terbaik dengan nilai Adj. R-squared 0,995 yang berarti sangat kuat pengarunya sudut turbin dengan efisiensi yang dihasilkan. The use of renewable energy is becoming increasingly important to meet sustainable energy needs, one of which is a micro-hydro hydroelectric power plant. Portable micro-hydro is one of the innovative solutions that can produce electrical energy by utilizing the water available around us, such as rivers or small water streams. This study designs a portable microhydro and conducts efficient modeling by determining the effect of the turbine tilt angle in the portable microhydro on the performance and efficiency of energy conversion. The method in this study is quantitative correlation and using regression. Testing is carried out by measuring water discharge, voltage and current at each angle of inclination tested. The measurement results were analyzed to evaluate the energy conversion efficiency and electrical power generated under various conditions using Python modeling. From the test results, the results in the test every 1 hour were obtained with a real efficiency value of 88.24%. In addition, the performance influence of the generator used was also obtained, the optimal tilt angle was 20o. Meanwhile, the modeling results with angular variation for increments of 5o have the best level of accuracy with an Adj. R-squared value of 0.995 means that the influence of the turbine angle is powerful with the efficiency produced.
Pengembangan Kontroler PID Digital Menggunakan Matlab dan Proteus Nurcahyo, Sidik; Sungkono, Sungkono; Yulianto, Yulianto; Shandy, Hairus
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 11, No 1 (2025): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v11n1.109-118

Abstract

Artikel ini membahas aspek teknis terkait desain dan implementasi kontroler PID digital pada mikrokontroler menggunakan Matlab dan Proteus. Matlab digunakan untuk mencari parameter PID digital yang tepat sesuai dengan beberapa kriteria perancangan, seperti gain margin, frekuensi crossover, dan amplitudo maksimal aktuator. Sedangkan Proteus digunakan untuk mengimplementasi dan menguji PID digital hasil rancangan. PID digital tersebut diimplementasikan pada mikrokontroler AVR 8-bit yang dilengkapi dengan program PID berupa kode C WinAVR. Fungsi alih plant yang akan dikontrol dianggap telah diketahui dan parameter PID ditala menggunakan tool Matlab bernama pidtune. Tahap implementasi dan pengujian dimulai dengan membuat diagram simulasi Proteus yang memuat plant, sensor, aktuator dan kontroler PID. Kode program PID pada mikrokontroler dibuat berdasarkan persamaan beda yang diturunkan dari rumus PID digital hasil diskritisasi Euler Backward. Untuk menjamin bahwa program PID dijalankan sekali setiap waktu sampling yang ditentukan maka kode program PID diletakkan pada vektor interupsi timer. Hasil pengujian dengan waktu sampling 10ms menunjukkan bahwa respon PID digital didalam Proteus sangat mendekati respon PID analog didalam Matlab, dimana selisih output pada waktu mantap hanya 0.0134 atau 0.089% dari setpoint. Hal ini membuktikan bahwa PID yang dirancang menggunakan Matlab telah berhasil diimplementasikan secara digital pada mikrokontroler AVR 8-bit. This article discusses technical aspects related to design and implementation of digital PID controller on microcontroller using Matlab and Proteus. Matlab is used to find the right digital PID parameters according to some design criterias, such as gain margin, crossover frequency, and maximum actuator amplitude. Meanwhile, Proteus is used to implement and test the designed digital PID. This controller is implemented on an 8-bit AVR microcontroller which is equipped with PID program in the form of WinAVR C code. The plant transfer function to be controlled is assumed to be known and the PID parameters are tuned using Matlab tool named pidtune. The implementation and testing begin by creating Proteus simulation diagram containing plant, sensor, actuator and PID controller. PID program code on the microcontroller is created based on difference equation derived from the digital PID formula result of Euler Backward Discreatization. To guarantee that this program is executed once every specified sampling time, this code is placed in timer interrupt vector. The test results with sampling time 10ms show that Digital PID response in Proteus response is very close to analog PID in Matlab response, where otput difference at setting time is only 0.0134 or 0.089% of setpoint. This proves that the digital PID designed with Matlab has been successfully implemented on 8-bit AVR microcontroller.
Sistem Pemantauan Kualitas Air Berbasis Internet of Things (IoT) Halawa, Yasman; Midyanti, Dwi Marisa; Kurniawan, Robbi; That, Shau; Arista, Agamita Sasya Cahyani
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 11, No 1 (2025): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v11n1.1-15

Abstract

Air merupakan kebutuhan mendasar bagi kelangsungan hidup manusia. Air yang tercemar dapat menimbulkan beberapa penyakit pada manusia, tumbuhan, dan hewan sehingga mengganggu siklus hidup ekosistem. Deteksi dini kontaminasi air memungkinkan penerapan tindakan yang tepat, sehingga mencegah keadaan kritis. Untuk menjamin akses terhadap air bersih, pemantauan kualitas air secara real-time harus dilakukan melalui website untuk memastikan kondisi pasokan air saat ini. Penelitian ini fokus pada pemantauan kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan sensor pH air, Suhu DS18B20, Turbiditas, dan DHT11 untuk mendeteksi nilai pH, suhu air, kekeruhan dalam air, suhu lingkungan, dan kelembaban. Penelitian ini berhasil mengembangkan sistem pemantauan kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) yang efektif dan efisien. Sistem ini dapat memberikan pemantauan kualitas air secara real-time. Data yang diperoleh dikirim ke cloud menggunakan aplikasi berbasis web untuk memantau kualitas air. Water is a fundamental necessity for human survival. Polluted water can lead to several human, plant, and animal diseases, disrupting the ecosystem's life cycle. Early detection of water contamination enables the implementation of suitable measures, thereby preventing critical circumstances. Real-time monitoring of water quality must be conducted via the website to guarantee access to clean water and ascertain the condition of the current water supply. This research focuses on monitoring water quality based on the Internet of Things (IoT) using water pH sensors, DS18B20 Temperature, Turbidity, and DHT11 to detect pH values, water temperature, turbidity in water, ambient temperature, and humidity. This research succeeded in developing an effective and efficient Internet of Things (IoT) based water quality monitoring system. The system can provide real-time monitoring of water quality. The data obtained is sent to the cloud using a web-based application to monitor water quality.