cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
TELKA - Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol
ISSN : 25021982     EISSN : 25409123     DOI : -
Jurnal TELKA merupakan jurnal yang sepenuhnya diperiksa oleh Redaksi Ahli yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Redaksi menerima artikel ilmiah berupa hasil penelitian, gagasan, dan konsepsi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Jurnal ini terbit 2 kali secara online dan cetak (terbatas) dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal meliputi bidang ilmu Teknik Elektro, maupun studi-studi interdisipliner yang terkait. Bidang-bidang tersebut meliputi, antara lain: Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi, Kontrol, dan Sistem Tenaga.
Arjuna Subject : -
Articles 187 Documents
Analisis Metode Fuzzy C-Means (FCM) dalam Menentukan Performansi Kinerja Karyawan Lapendy, Jessica Crisfin; Resky, Andi Aulia Cahyana; Surianto, Dewi Fatmarani
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 11, No 1 (2025): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v11n1.29-41

Abstract

Tercapainya sasaran perusahaan di setiap tahunnya dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia atau karyawan yang dimiliki oleh perusahaan terkait. Kualitas ini berkaitan dengan kompetensi yang dimilikinya, baik itu dalam aspek skill maupun knowledge. Untuk melihat kualitas dari karyawan yang ada di perusahaan terkait, perlu dilakukan penilaian performansi kinerja karyawan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai performansi kinerja karyawan yang ada di salah satu perusahaan swasta Makassar yang sebelumnya melakukan penilaian dengan melihat dari segi keuangan dan program kerja yang berhasil dipenuhi oleh setiap divisi. Perlunya penilaian kinerja adalah agar dapat membantu Human Resource Development (HRD) ataupun manajer dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan prestasi yang telah dicapai oleh setiap karyawan. Dalam penilaian kinerja karyawan ini digunakan metode Fuzzy C-Means yang merupakan teknik pengklasteran data yang ditentukan oleh derajat keanggotaan. Setelah tahapan-tahapan metode penelitian dilakukan dengan menggunakan Matlab, dihasilkan 3 klaster yang mengelompokkan kualitas karyawan menjadi karyawan dengan performansi kinerja baik sebanyak 11 karyawan, kinerja sedang sebanyak 11 karyawan, dan kinerja buruk sebanyak 6 karyawan. Hasil pengklasteran tersebut didasarkan pada hasil pengolahan data dari 5 kriteria penilaian, yaitu kejujuran, kedisiplinan, kepemimpinan, kehadiran, dan kualitas kerja. Di antara kelima kriteria tersebut, terdapat 2 kriteria yang cukup mempengaruhi hasil penilaian performansi kinerja karyawan di perusahaan terkait, yaitu kepemimpinan dan kualitas kerja. Adapun hasil evaluasi jumlah klaster dilakukan menggunakan metode silhouette coefficient dengan nilai tertinggi didapatkan yakni 0,5653 pada jumlah klaster adalah 3. The achievement of company goals each year is influenced by the quality of human resources or employees owned by the company. This quality is related to the competence they have, both in terms of skills and knowledge. To see the quality of employees in related companies, it is necessary to assess employee performance. Therefore, this study aims to assess the performance of existing employees in one of Makassar's private companies that previously conducted an assessment by looking at the financial aspects and work programs that were successfully fulfilled by each division. The need for performance appraisal is to be able to help Human Resource Development (HRD) or managers in making decisions related to the achievements that have been achieved by each employee. In this employee performance assessment, the Fuzzy C-Means method is used, which is a data clustering technique determined by the degree of membership. After the stages of the research method were carried out using Matlab, 3 clusters were produced which grouped the quality of employees into employees with good performance as many as 11 employees, moderate performance as many as 11 employees, and poor performance as many as 6 employees. The clustering results are based on the results of data processing from 5 assessment criteria, namely honesty, discipline, leadership, attendance, and work quality. Among the five criteria, there are 2 criteria that are quite influential in the results of employee performance assessment in related companies, namely leadership and work quality. The results of evaluating the number of clusters are carried out using the silhouette coefficient method with the highest value obtained, namely 0.5653 at the number of clusters is 3.
Perancangan Sistem Pemantauan Ketersediaan Air Jarak Jauh Pada Tangki Komunal Di Daerah Kekeringan Mafaza, Izza; Choir, Anisa’ Septyaning; Irsyadi, Fakih
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 11, No 2 (2025): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v11n2.191-203

Abstract

Dropping air bersih menjadi sangat penting bagi daerah yang terdampak kekeringan, terutama saat musim kemarau berkepanjangan. Oleh karena itu, sistem pemantauan yang memberikan informasi terkini tentang ketersediaan air secara real-time sangat dibutuhkan. Hal ini memungkinkan lembaga penyedia air bersih untuk mengoptimalkan penjadwalan pengiriman bantuan ke daerah yang mengalami kekurangan pasokan. Sensor ultrasinik akan mengukur ketinggian air, dan ESP32-S bertanggung jawab atas pengumpulan dan pengolahan data. Komunikasi lokal antar perangkat pemantau dilakukan untuk memastikan pengumpulan data yang komprehensif. Data pemantauan ditransmisikan secara real-time melalui modul GSM ke platform ThingSpeak untuk visualisasi dan analisis data. Sistem ini juga dilengkapi dengan baterai dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya agar operasi berjalan mandiri dan berkelanjutan. Sistem pemantauan ini berfungsi dengan baik dan berhasil mengirimkan data pemantauan dari tangki-tangki penampungan ke platform ThingSpeak secara real-time. Akurasi pengukuran menunjukkan tingkat kesalahan yang rendah, berkisar antara 0,02% hingga 0,61%. Komunikasi lokal menggunakan protokol ESP-NOW terbukti efektif hingga jarak 100 meter, sementara kualitas sinyal untuk transmisi data melalui modul GSM meningkat secara signifikan dengan penambahan antena eksternal. Implementasi mode kerja dan mode tidur pada ESP32-S terbukti efektif dalam mengoptimalkan penggunaan daya, memastikan efisiensi operasional sistem. Dropping clean water is very important for areas affected by drought, especially during prolonged dry seasons. Therefore, a monitoring system that provides real-time updates on water availability is urgently needed. This allows water supply agencies to optimize the scheduling of relief deliveries to areas experiencing shortages. An ultrasynthetic sensor measures the water level, and the ESP32-S is responsible for data collection and processing. Local communication between monitoring devices is performed to ensure comprehensive data collection. Monitoring data is transmitted in real-time via a GSM module to the ThingSpeak platform for data visualization and analysis. The system is also equipped with batteries and a Solar Power Plant for self-sufficient and sustainable operation. The monitoring system functioned well and successfully transmitted monitoring data from the holding tanks to the ThingSpeak platform in real-time. The measurement accuracy showed a low error rate, ranging from 0.02% to 0.61%. Local communication using the ESP-NOW protocol proved effective up to 100 meters, while signal quality for data transmission via the GSM module improved significantly with the addition of an external antenna. The implementation of work mode and sleep mode on the ESP32-S proved effective in optimizing power usage, ensuring the operational efficiency of the system.
Monitoring Kelembaban Tanah Cabai Katokkon Toraja Berbasis Regresi Linear Pineng, Martina; Pata’dungan, Adewidar Marano; Tasik, Amal Payung; Rumpa, Lantana Dioren
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 11, No 1 (2025): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v11n1.86-96

Abstract

Pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai Katokkon sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, terutama kelembaban tanah. Kelembaban yang terlalu tinggi atau rendah dapat menyebabkan pertumbuhan yang terhambat bahkan kematian pada tanaman. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemantauan kelembaban tanah dengan keakurasian yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai akurasi pengukuran kelembaban tanah menggunakan alat yang telah dirancang, serta mengembangkan sistem pemantauan kelembaban tanah pada lahan cabai Katokkon berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi IoT memberikan cara yang praktis bagi pengguna, termasuk petani, untuk memantau kondisi lahan mereka secara jarak jauh tanpa harus hadir langsung, sehingga dapat menghemat waktu secara signifikan. Jenis metode dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kuantitatif. Data yang dikumpulkan terdiri dari pembacaan kelembaban tanah yang diambil menggunakan sensor dan soil tester. Data yang diperoleh kemudian dikelompokkan berdasarkan variabel tertentu, dilanjutkan dengan pengujian dan pengukuran kesalahan menggunakan pemodelan regresi linear. Hasil pengukuran kelembaban tanah dengan alat rancangan menunjukkan tingkat akurasi yang sangat tinggi, yaitu 98,85%, dengan margin error sebesar 1,162. Tingkat akurasi yang tinggi ini menunjukkan bahwa alat yang dikembangkan layak digunakan untuk mengukur kelembaban tanah pada berbagai kondisi, khususnya untuk tanaman cabai Katokkon. Dengan alat ini, petani dapat lebih mudah memantau dan mengelola kelembaban tanah, yang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai Katokkon. The growth and productivity of Katokkon chili plants are greatly influenced by environmental conditions, especially soil moisture. Excessively high or low moisture can hinder growth and even cause plant death. Therefore, it is important to monitor soil moisture with high accuracy. The aim of this study is to assess the accuracy of soil moisture measurements using a specially designed tool and to develop an Internet of Things (IoT)-based soil moisture monitoring system for Katokkon chili fields. IoT technology offers a practical way for users, including farmers, to remotely monitor their land conditions without the need for direct presence, thus saving significant time. The research method used in this study is a quantitative approach. The data collected consists of soil moisture readings taken using a sensor and a soil tester. The data obtained is then grouped based on certain variables, followed by error testing and measurement using linear regression modeling. The results of soil moisture measurements with the designed tool show a very high accuracy rate of 98.85%, with a margin of error of 1.162. This high accuracy indicates that the developed tool is suitable for measuring soil moisture under various conditions, particularly for Katokkon chili plants. With this tool, farmers can more easily monitor and manage soil moisture, which is expected to improve the growth and productivity of Katokkon chili plants.
Rancang Bangun Prototipe Monitoring Volume Cairan Infus dan Kapasitas Oksigen Medis dengan Warning System berbasis Internet of Things Somantri, Nivika Tiffany; Adji, Tatag Purnomo; Yuliana, Hajiar; Charisma, Atik; Winanti, Naftalin; Haz, Fauzia; Nurjaman, Dede Furqon
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 11, No 2 (2025): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v11n2.248-261

Abstract

Infus dan oksigen medis merupakan komponen vital dalam perawatan pasien di rumah sakit. Ketidakakuratan dalam pemantauan volume cairan infus dan kapasitas oksigen dapat mengakibatkan keterlambatan penanganan yang membahayakan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan merancang prototipe sistem pemantauan volume cairan infus dan kapasitas oksigen medis berbasis Internet of Things (IoT) dengan warning system untuk meningkatkan efisiensi perawatan. Sistem ini menggunakan sensor load cell dengan modul HX711 sebagai sensor pendeteksi ketersediaan cairan infus pasien, NodeMCU ESP32 sebagai komponen kontrol yang terhubung dengan jaringan internet, sensor load cell dan Sensor HK1100C untuk membaca kapasitas tekanan oksigen medis pada tabung. Data hasil pengkuran sensor tersebut di sajikan pada web server hinger,io dan google spreadsheet serta dalam tampilan LCD. Hasil pengujian sistem setelah dilakukan perbandingan dengan alat ukur yang terkalibrasi serta pengujian fungsi internet of things didapatkan bahwa alat ini memiliki tingkat keakurasian pembacaaan sensor dengan error 0,37% untuk sensor loadcell dan error 3,72% untuk sensor tekanan oksigen. Prototipe ini diharapkan dapat menjadi solusi otomatis dalam meminimalkan risiko human error dan meningkatkan respons tenaga medis. Infusion and medical oxygen are vital components in patient care in hospitals. Inaccuracy in monitoring the volume of infusion fluids and oxygen capacity can result in delays in treatment that endanger patient safety. This study aims to design a prototype of an Internet of Things (IoT)-based monitoring system for infusion fluid volume and medical oxygen capacity with a warning system to improve care efficiency. This system uses a load cell sensor with the HX711 module as a sensor to detect the availability of patient infusion fluids, NodeMCU ESP32 as a control component connected to the internet network, a load cell sensor and an HK1100C sensor to read the capacity of medical oxygen pressure in the cylinder. The measurement data from the sensor is presented on the thinger.io and google spreadsheet web servers and on the LCD display. The results of system testing after comparison with calibrated measuring instruments and testing the internet of things function showed that this tool has a level of sensor reading accuracy with an error of 0.37% for the load cell sensor and an error of 3.72% for the oxygen pressure sensor. This prototype is expected to be an automatic solution in minimizing the risk of human error and increasing the response of medical personnel.
Implementasi 5G Core Network Pada Bare Metal Server Suranegara, Galura Muhammad; Setyowati, Endah; Fauzi, Ahmad; Zakaria, Diky
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 11, No 2 (2025): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v11n2.142-150

Abstract

5G Core (5GC) Network merupakan salah satu teknologi utama pada teknologi seluler generasi ke-5. Perubahan besar yang terjadi pada 5GC adalah perubahan dari arsitektur monolithic menjadi arsitektur yang modular dan aksesnya dibuka untuk umum. Hal ini merubah pengembangan 5GC menjadi lebih baik. Beberapa penelitian yang sudah dilakukan masih menggunakan 5GC non-standalone yang ditandai dengan hadirnya Evolved Packet Core (EPC) dalam implementasinya. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan arsitektur 5GC standalone yang didefinisikan oleh 3GPP release 15 pada baremetal server. Kemudian 5GC diintegrasikan dengan User Equipment (UE) dan Radio Access Network (RAN). Percobaan ini menggunakan metode penelitian yang mencakup instalasi dan konfigurasi source code Free5GC, integrasi dengan simulator UERANSIM, serta pengujian performa menggunakan metrik bandwidth, throughput, dan round-trip time (RTT). Setelah dilakukan pengukuran performa menggunakan beberapa metrik pengukuran dari 5GC yang telah dibangun dapat disimpulkan bahwa 5GC yang dibangun berhasil diimplementasikan dan berfungsi dengan baik dalam mendukung konektivitas data. Pengujian performa mencatat bandwidth rata-rata sebesar 3,5 Gbps, throughput rata-rata 21,04 Mbps untuk unduh dan 19,125 Mbps untuk unggah, serta RTT rata-rata 21,229 ms. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan jaringan 5G yang terbuka dan dapat diandalkan, terutama pada aspek konektivitas data. 5G Core (5GC) Network is a key technology in fifth-generation cellular systems. One of the significant advancements in 5GC is the shift from a monolithic to a modular architecture with open access, enabling better development of the technology. However, many existing studies still focus on non-standalone 5GC, which includes the Evolved Packet Core (EPC) in its implementation. This study aims to implement a standalone 5GC architecture, as defined by 3GPP Release 15, on a bare metal server. The implementation integrates 5GC with User Equipment (UE) and Radio Access Network (RAN). The research methodology involves installing and configuring the Free5GC source code, integrating it with the UERANSIM simulator, and evaluating its performance using metrics such as bandwidth, throughput, and round-trip time (RTT). Results show that the implemented 5GC operates successfully and effectively supports data connectivity. The performance tests recorded an average bandwidth of 3.5 Gbps, a download throughput of 21.04 Mbps, an upload throughput of 19.125 Mbps, and an average RTT of 21.229 ms. This study contributes significantly to the advancement of open, flexible, and reliable 5G networks, particularly in enhancing data connectivity performance.
Rancang Bangun Sistem Peringatan Persimpangan Jalan Kampung Padat Penduduk Menggunakan ESP8266 Maulana, Muhamad Waldi; Pratama, Legenda Prameswono; Vresdian, Devan Junesco; Manfaluthy, Mauludi; Putri, Arisa Olivia; Al-Humairi, Safaa Najah Saud
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 11, No 3 (2025): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v11n3.399-410

Abstract

Sistem peringatan keamanan lalu lintas pada pertigaan jalan telah dikembangkan pada penelitian ini. Sistem ini dirancang untuk mengganti penggunaan rambu dan alat bantu seperti cermin yang kurang efektif karena keterbatasan bidang pantulan dan gangguan akibat kondisi cuaca. Sensor PIR dan mikrokontroler ESP8266 digunakan untuk pemrosesan program pendeteksi kendaraan yang mendekati area pertigaan dengan pembagian skema menggunakan modul DOT MATRIC219. Penelitian ini memberikan beberapa skema pesan seperti ”STOP”, ”SLOW”, dan “HATI-HATI” dalam pemberian perintah disertakan isarat lampu merah, kuning dan hijau sebagai peringatan konvensional. Metode perancangan menggunakan basic pemrograman Arduino IDE. Dengan penerapan peringatan, pengendara dari berbagai arah diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan sehingga risiko kecelakaan di area pertigaan dapat dikurangi. Hasil penelitian menunjukkan sensor PIR dapat mendeteksi pergerakan ketika objek ditempatkan dengan jarak 50 cm sampai 325 cm dari sensor. Uji efektivitas sudut sensor PIR pada jarak 50 cm sampai 300 cm dengan sudut 0º sampai 60º sensor PIR dapat mendeteksi pergerakan. Logika sistem ESP8266 yang sudah diprogram berjalan dengan baik ketika menerima perintah maupun dalam keadaan standby. This study developed a traffic safety warning system for T-junctions. It replaces traditional signs and mirrors, which are often less effective due to limited reflection and adverse weather. Specifically, the system uses passive infrared (PIR) sensors and ESP8266 microcontrollers to detect vehicles, while the DOT MATRIC219 module handles message display. Warning messages like "STOP," "SLOW," and "CAUTION" are shown with red, yellow, and green lights. These alerts provide clear visual warnings. For system design, an approach with Arduino IDE programming was employed. The purpose of these warning signals is to improve driver vigilance from all directions and reduce accident risk at T-junctions. Experimental results show that the PIR sensor reliably detects movement at distances between 50 cm and 325 cm and is effective within an angle range of 0º to 60º from 50 cm to 300 cm. Finally, the programmed ESP8266 logic works correctly in both command and standby modes.
Rancang Bangun Node Nirkabel Kendali Air Conditioner Berbasis Internet of Things Winasis, Winasis; Priswanto, Priswanto; Mubyarto, Agung; Prasetyo, Rifqi Sufyan
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 11, No 3 (2025): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v11n3.293-301

Abstract

Air Conditioner (AC) merupakan peralatan listrik pada bangunan dengan tingkat konsumsi energi paling tinggi, sekitar 70%. Tingginya konsumsi energi AC ini selain karena kebutuhan akan tingkat kenyamanann juga disebabkan oleh penggunaan yang tidak tepat, seperti seting suhu terlalu rendah dan lupa mematikan peralatan saat tidak digunakan. Makalah ini menyajikan rancangan perangkat node kendali berbasis Internet of Things (IoT) untuk mengendalikan operasi AC secara otomatis dalam menjaga suhu nyaman ruangan saat terdapat kehadiran dan mengurangi utilisasi energi listrik melalui strategi pengendalian AC yang berbeda. Rancangan node kendali menggunakan nodeMCU ESP8266 sebagai perangkat pengolah data, sensor suhu DHT22 dan sensor kehadiran LD2410 untuk memantau kondisi ruangan serta transmitter Infrared untuk mengirimkan sinyal perintah kendali ke AC. Pengujian rancangan menunjukkan sensor suhu membaca suhu ruangan dengan eror pengukuran 1.1% sedangkan sensor kehadiran mampu mendeteksi kehadiran hingga jarak 5m dan radius 60°. Sementara itu jarak jangkauan transmitter infrared sampai dengan 5m dan radius 50°. Perangkat yang dirancang juga mengendalikan operasi AC dengan baik berdasar skenario pengendalian yang direncanakan dengan memperhatikan kehadiran dan suhu ruangan. Perangkat kendali menjaga suhu ruangan pada batas suhu ruangan yang ditetapkan ketika terdapat kehadiran. Sedangkan pada kondisi tidak ada kehadiran, perangkat secara otomatis mematikan AC. Air Conditioners (AC) are electrical equipment in buildings with the highest energy consumption, around 70%. The high energy consumption of AC is not only due to the need for comfort but also due to improper use, such as setting the temperature too low and forgetting to turn off the equipment when not in use. This paper presented the design of an Internet of Things (IoT) based control node device to automatically control AC operations in maintaining a comfortable room temperature when there is a presence and reducing electricity consumption through different AC control strategies. The design of the control node used the ESP8266 nodeMCU as a data processing device, a DHT22 temperature sensor, an LD2410 presence sensor to monitor room conditions, and an infrared transmitter to send control command signals to the AC. The device test results showed that the DHT22 sensor read the room temperature with a measurement error of 1.1% while the presence sensor detected presence up to a distance of 5m and 60 degree radius. Then the range of the infrared transmitter was up to 5m and 50 degree radius. The device also controlled AC operations well based on the planned control scenario by considering the presence and room temperature. It maintained the room temperature at the set room temperature limits when there was a presence. While in the absence of presence, the device automatically turned off the AC.
Implementasi dan Konfigurasi VLAN Menggunakan Cisco Packet Tracer untuk Optimalisasi Jaringan Kalisa, Abelia Naja Salma; Setyowati, Endah
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 11, No 3 (2025): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v11n3.349-360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengonfigurasi Virtual Local Area Network (VLAN) dengan Cisco Packet Tracer guna mengoptimalkan jaringan. Latar belakang permasalahan penelitian ini didasari oleh kebutuhan akan jaringan yang efisien dan aman dalam lingkungan lokal seperti kampus atau kantor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan memanfaatkan perangkat lunak simulasi Cisco Packet Tracer versi 8.2.1. Simulasi dilakukan pada dua skenario konfigurasi VLAN, yaitu tanpa trunking dan dengan trunking. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rata-rata latency berada pada kisaran 5,2–7,1 ms, throughput stabil di atas 940–980 kbps, dan packet loss tercatat 0% pada seluruh skenario. Dibandingkan konfigurasi dasar tanpa trunking, penggunaan trunking menyebabkan kenaikan latency sekitar 30–36% (dari 5,2 ms menjadi 6,8–7,1 ms) serta sedikit penurunan throughput sebesar 3–4% (dari 980 kbps menjadi 940–950 kbps) akibat overhead tagging IEEE 802.1Q, namun tetap menjaga performa jaringan dalam kategori baik. Selain itu, isolasi VLAN terbukti mampu menurunkan broadcast traffic dan meningkatkan keamanan dengan membatasi akses antar perangkat pada VLAN berbeda. Dengan demikian, konfigurasi VLAN dapat diimplementasikan secara efektif untuk optimalisasi jaringan lokal dari sisi efisiensi, kinerja, dan keamanan. This study aims to implement and configure a Virtual Local Area Network (VLAN) using Cisco Packet Tracer in order to optimize network performance. The research background is based on the need for an efficient and secure network within local environments such as campuses or offices. The research method applied is an experimental approach utilizing Cisco Packet Tracer version 8.2.1. The simulation was conducted under two VLAN configuration scenarios: without trunking and with trunking. The test results indicate that the average latency ranged from 5.2 to 7.1 ms, throughput remained stable at 940–980 kbps, and packet loss was recorded at 0% in all scenarios. Compared to the basic configuration without trunking, the use of trunking resulted in an increase in latency of approximately 30–36% (from 5.2 ms to 6.8–7.1 ms) and a slight decrease in throughput of about 3–4% (from 980 kbps to 940–950 kbps) due to IEEE 802.1Q tagging overhead, while still maintaining overall network performance within a good category. Furthermore, VLAN isolation was proven to reduce broadcast traffic and enhance security by restricting access between devices in different VLANs. Therefore, VLAN configuration can be effectively implemented to optimize local networks in terms of efficiency, performance, and security.
Meningkatkan Antarmuka Pengguna dengan Integrasi AR-IoT dalam Sistem Irigasi Tanaman Cerdas Az-Zahra, Fathia Frazna; Apriandari, Winda; Indrayana, Didik; Prajoko, Prajoko; Anadella, Shakira; Andriyana, Rifki; Nasrul, Elvan
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 11, No 3 (2025): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v11n3.411-421

Abstract

Teknologi Internet of Things (IoT) dan Augmented Reality (AR) menciptakan peluang untuk meningkatkan efisiensi dalam berbagai aktivitas, termasuk perawatan tanaman hias. Pemilik tanaman umumnya menghadapi praktik penyiraman yang tidak konsisten, yang berdampak buruk terhadap pertumbuhan tanaman. Sistem IoT sering memerlukan biaya tambahan untuk perangkat antarmuka fisik seperti layar. Penelitian ini mengusulkan sistem penyiraman tanaman hias berbasis IoT dengan visualisasi data AR, memanfaatkan smartphone sebagai antarmuka utama untuk pemantauan dan kontrol real-time tanpa perangkat tambahan. Tujuannya adalah mengembangkan penyiraman rutin, terjadwal, dan meningkatkan interaksi pengguna melalui antarmuka AR. Metodologi pengembangan menggunakan pendekatan iteratif dan inkremental yang memfasilitasi evaluasi berkelanjutan dan perbaikan hingga mencapai hasil optimal. Produk akhir adalah aplikasi AR yang menampilkan data sensor dan mengontrol perangkat penyiraman yang terhubung ke sistem IoT. Pengujian usability menggunakan skala Likert mencapai skor tinggi: usefulness 90,65%, ease of use 91,2%, ease of learning 89,01%, dan satisfaction 92,3%. Hasil menunjukkan integrasi IoT dan AR yang efektif meningkatkan kepuasan interaksi pengguna dalam pengembangan sistem penyiraman otomatis. Internet of Things (IoT) and Augmented Reality (AR) technologies create opportunities to enhance efficiency in various activities, including ornamental plant care. Plant owners commonly face inconsistent watering practices, adversely affecting plant growth. IoT systems often require additional costs for physical interface devices like displays. This study proposes an IoT-based ornamental plant watering system with AR data visualization, utilizing smartphones as primary interface for real-time monitoring and control without additional devices. The objective is developing routine and scheduled watering while improving user interaction through AR interface. Development methodology employs iterative and incremental approach facilitating continuous evaluation and improvement until achieving optimal results. The final product is an AR application displaying sensor data and controlling watering devices connected to IoT system. Usability testing using Likert scale achieved high scores: usefulness 90.65%, ease of use 91.2%, ease of learning 89.01%, and satisfaction 92.3%. Results demonstrate effective IoT and AR integration enhances user interaction satisfaction in automated watering system development.
Sistem Deteksi Penyakit Ikan Koi Menggunakan Metode YOLOv5 Pratiwi, Citra Zaskia; Jayanti, Shara; Subiantoro, Raedy Anwar; Ziliwu, Boby Wisely; Mustono, Eddy
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 11, No 3 (2025): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v11n3.302-314

Abstract

Penyebab utama peningkatan kematian di budidaya perikanan adalah penyakit ikan. Salah satu ikan yang mudah terserang hama dan penyakit adalah ikan koi. Identifikasi penyakit ikan koi secara otomatis pada tahap awal merupakan langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit. Deteksi penyakit ikan koi dapat dilakukan melalui berbagai cara yaitu pemeriksaan visual, penggunaan sensor fisik, analisis genetik, teknologi citra dan pengolahan citra, biosensor dan biochips, teknologi saringan molekuler, jaringan saraf tiruan (artificial neural networks) dan pembelajaran mesin. Sistem deteksi penyakit ikan koi pada penelitian ini menggunakan YOLOv5. Hal ini dikarenakan YOLOv5 memiliki beberapa kelebihan antara lain memiliki tingkat akurasi yang tinggi, dapat mendeteksi secara real time, model ringan, sederhana dalam training, dan open source. Penelitian ini melalui beberapa tahap, yaitu pengumpulan dan penyiapan data, pelatihan model dengan algoritma YOLOv5, serta proses evaluasi terhadap performa model. Pada tahap ini, model dievaluasi berdasarkan nilai accuracy, recall, precision, dan mean Average Precision (mAP). Nilai accuracy sebesar 90% didapatkan sebagai hasil evaluasi model, nilai precision untuk ikan sehat (healthy-fish) sebesar 83,33% sedangkan untuk ikan sakit (sick-fish) sebesar 80%, recall sebesar 100%, dan mean Average Percision (mAP) sebesar 81,67%. Hal ini menunjukan bahwa model mampu mengklasifikasikan secara akurat ikan sehat dan ikan sakit. The main reason for higher mortality in aquaculture is fish-related diseases. One type of fish that is highly susceptible to pests and diseases is the koi fish. Early-stage automatic identification of koi fish diseases is an essential step in preventing the spread of infection. Koi fish disease detection can be conducted through various methods, including visual inspection, physical sensors, genetic analysis, image technology and image processing, biosensors and biochips, molecular screening technology, artificial neural networks, and machine learning. The disease detection system in this study uses YOLOv5, due to its several advantages: high accuracy, real-time detection capability, lightweight model, simplicity in training, and being open-source. This research comprises a series of steps, starting from data preparation and model training using YOLOv5, to the evaluation process which measures accuracy, precision, recall, and mean Average Precision (mAP). A 90% accuracy was achieved through the evaluation of the model, precision scores were 83.33% for healthy fish and 80% for sick fish. The model achieved a recall score was 100%, with mAP score was 81.67%. This model evaluation confirms the accurate detection of both healthy and sick fish.