cover
Contact Name
Muhamad Sidiq Wicaksono
Contact Email
m.sidiq.wicaksono@ugm.ac.id
Phone
+62274-589750
Journal Mail Official
jpt.sv@ugm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Bisnis Perjalanan Wisata, Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pariwisata Terapan
ISSN : 25801031     EISSN : 2580104X     DOI : https://doi.org/10.22146
Core Subject : Economy, Education,
Jurnal Pariwisata Terapan (JPT) is a biannual, peer-reviewed, open access academic journal dedicated to studies in applied tourism science in Indonesia. JPT invites authors in the field of applied tourism to submit manuscripts written in English or Bahasa Indonesia. The objective of JPT is delivering comprehensive knowledge on applied tourism science in Indonesia. JPT invites manuscript in three main topics, but not limited to an application of tourism science in hospitality industry, tourism businesses, and destination development in Indonesia. We encourage different perspectives on tourism science application to broader views in the field of tourism and contribute to tourism science development in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 117 Documents
Klasifikasi Paket Wisata di Kota Yogyakarta: Sebuah Pemetaan Pradana, Cerry Surya; Ahimsa-Putra, Heddy Shri; Suprihanto, John
Jurnal Pariwisata Terapan Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpt.110712

Abstract

Perjalanan wisata telah diklasifikasikan oleh United Nation (UN) Tourism, dengan dua klasifikasi besar yaitu, perjalanan personal dan perjalanan bisnis. Sementara ini, Pemerintah Indonesia membuat undang-undang yang mengatur jenis destinasi wisata di Indonesia. Sebagai salah satu destinasi wisata yang memiliki pergerakan wisatawan yang besar di Indonesia, Yogyakarta memiliki banyak pilihan paket perjalanan wisata yang dibuat oleh operator perjalanan wisata. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis perjalanan wisata yang ada di Yogyakarta, berdasarkan pada paket wisata yang dibuat oleh dua jenis operator perjalanan wisata, yaitu kampung wisata dan biro perjalanan wisata di Kota Yogyakarta. Metode penelitian yang yang digunakan yaitu wawancara pada para informan dan studi pustaka pada sumber-sumber tertulis terkait dengan paket wisata yang tersedia pada seluruh kampung wisata dan sebagian biro perjalanan wisata di Kota Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa perjalanan wisata yang ada di Kota Yogyakarta berdasarkan tujuannya terdiri atas (1) education and training; (2) holidays, leisure, and recreation; (3) religion/pilgrimage; (4) shopping; (5) transit; dan (6) others, sedangkan dua jenis perjalanan wisata lainnya tidak ditemukan di Kota Yogyakarta, yaitu visiting friends and relatives dan health and medical care. Paket wisata budaya menduduki posisi teratas berdasarkan destinasi wisata yang dikunjungi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa, aktivitas edukasi dan pelatihan mendominasi jumlah paket wisata di Kota Yogyakarta, serta destinasi wisata budaya menempati peringkat teratas.  Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya dilaksanakan di Kota Yogyakarta, sehingga paket wisata yang diteliti terbatas hanya di laksanakan di area ini. Potensi studi terkait pengembangan paket wisata di Kota Yogyakarta juga masih dapat dikembangkan pada penelitian-penelitian berikutnya.
Menggali Pesona Kuliner Outdoor: Strategi Daya Tarik Wisata Yogyakarta Firstantin, Theresia Avila Rencidiptya Gitanati; Rohani, Elisa Dwi
Jurnal Pariwisata Terapan Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpt.111214

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena berkembangnya tren wisata kuliner outdoor di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai salah satu strategi daya tarik wisata yang efektif. Wisata kuliner saat ini tidak hanya dipandang sebagai aktivitas pelengkap dalam perjalanan, melainkan telah menjadi motivasi utama wisatawan dalam menentukan tujuan wisata. Dengan memanfaatkan kekayaan lanskap alam seperti Gunung Merapi di Sleman, perbukitan Menoreh di Kulon Progo, pantai selatan di Gunungkidul, hutan pinus di Bantul, hingga ikon kota seperti Tugu Jogja dan lintasan kereta api, destinasi kuliner outdoor di Yogyakarta menghadirkan perpaduan unik antara pengalaman kuliner dan panorama alam.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengelola dan wisatawan, serta analisis data kunjungan wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lokasi, suasana, keunikan, dan cita rasa merupakan kunci utama yang membentuk daya tarik wisata kuliner outdoor. Suasana yang instagramable, penataan ruang yang nyaman, serta dukungan promosi digital melalui media sosial semakin memperkuat eksistensi kuliner outdoor sebagai produk unggulan pariwisata.Secara keseluruhan, tren wisata kuliner outdoor di Yogyakarta terbukti berperan penting dalam memperkuat branding destinasi dan meningkatkan daya saing pariwisata baik di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus memberi manfaat ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat lokal.
The Dynamic of ASEAN Tourism Forum (ATF) in Tourism Development in ASEAN Countries Salam, Usmar
Jurnal Pariwisata Terapan Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpt.111720

Abstract

ATF, or the ASEAN tourist Forum, was created in 1981 to help Southeast Asia become more cohesive in its tourist industry. Through cooperation between state and non-state actors within ASEAN, the ATF expands the list of actors that contribute to the promotion of ASEAN as a common tourism destination. Nevertheless, it is still to be determined how effectively the ATF achieves this goal, namely, whether it functions as a platform for competition rather than cooperation. The present study utilises a qualitative case study approach to examine the activities, responses, and outcomes of the ATF throughout its existence. The primary emphasis is on the dynamic interplay between cooperation and competitiveness among member states of the ATF, particularly within the framework of ATSP 1 and ATSP 2. The findings show that while the ATF has promoted regional tourism collaboration, competition among member countries sometimes limits deeper integration. The results also show that some countries prioritize domestic tourism over integrated regional destinations due to their domestic conditions. This analysis uses tourism to shed light on Southeast Asian regionalization in the ATF. Access to this information also suggests ways to create more effective, harmonious, and comprehensive policies. 
Snorkeling Safety in Karimunjawa: Guide Skills, Training, and Tourist Comfort Madyaningrum, Ika Ristiyani; Baiquni, Muhammad; Marfai, Muh Aris; Kusworo, Hendrie Adji
Jurnal Pariwisata Terapan Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpt.111722

Abstract

This study explores the relationship between snorkelers perceptions of service quality by snorkeling guide. This study investigated the essential safety skills and knowledge of snorkeling guide in the Karimunjawa Islands, a popular marine tourism destination within Indonesia’s exotic Coral Triangle. Ensuring proper safety standards in critical for minimizing risk and enhanching the destination’s appeal. To understand the guides role in delivering safe, comfortable, and memorable experiences. The study employed a qualitative methodology, data was gathered through interviews with tourist, guide and the Indonesian Tourist Association management. Complimented by field observations to document activities and validate information. The key findings reveal that guides are highly effective at providing informative briefings, supervising tourist, and possess relevant training in water rescue and guide competency. The study concludes that investing in guide skills is a proven strategy for improving tourist safety and preventing future water accidents, recommending ongoing training updates.
Penerapan Gastronomi Gourmet dalam Menciptakan Dining Experience di Restoran SAYYA Taufan, Maulana; Mbulu, Yustisia Pasfatima; Nabila, Maitsa Virya; Putri, Rania Kalissa; Haridia, Rahel
Jurnal Pariwisata Terapan Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpt.115673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan gastronomi gourmet dalam menciptakan dining experience di Restoran SAYYA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pihak pengelola dan tamu restoran, serta studi literatur. Analisis penelitian difokuskan pada tiga dimensi utama dalam penerapan gastronomi gourmet, yaitu food quality, service quality, dan physical environment. Penelitian yang didapat menggunakan metode observasi secara langsung ke restoran SAYYA dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan gastronomi gourmet di Restoran SAYYA dalam menciptakan dining experience, diwujudkan melalui pemilihan bahan baku berkualitas, pengolahan dan penyajian menu yang mengombinasikan cita rasa internasional dengan adaptasi lokal, serta konsistensi standar rasa sebagai bagian dari food quality. Dari sisi service quality, pengelola menerapkan sistem pelayanan yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada efisiensi operasional tanpa mengurangi kualitas pengalaman bersantap. Sementara itu, physical environment dimanfaatkan sebagai strategi penunjang nilai dengan menciptakan suasana restoran yang nyaman serta penentuan lokasi yang mendukung keseimbangan antara kualitas dan harga.
Peran Bakpia Pathok 25 Dalam Mendorong Wisata Gastronomi dan Memperkuat City Branding Yogyakarta Rahmawati, Aneke; Sumbawati, Suci
Jurnal Pariwisata Terapan Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpt.116552

Abstract

Wisata gastronomi merupakan salah satu bentuk pengembangan pariwisata berbasis pengalaman yang menempatkan kuliner lokal sebagai representasi identitas budaya dan daya tarik destinasi. Yogyakarta sebagai kota budaya memiliki beragam produk kuliner ikonik, salah satunya Bakpia Pathok 25 yang telah berkembang dari industri rumahan menjadi simbol oleh-oleh dan identitas kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Bakpia Pathok 25 dalam mendorong wisata gastronomi serta kontribusinya dalam memperkuat city branding Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap karyawan dan wisatawan, observasi non-partisipan terhadap proses produksi dan aktivitas wisata, serta analisis dokumen promosi dan kebijakan pariwisata. Analisis data dilakukan secara induktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menjaga keabsahan data melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bakpia Pathok 25 berperan signifikan dalam menciptakan pengalaman wisata gastronomi yang autentik melalui keaslian proses produksi, keterlibatan multi sensorial, dan narasi budaya yang kuat. Selain itu, keberadaan Bakpia Pathok 25 memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai pasok berbasis komunitas, serta efek pengganda bagi usaha mikro di sekitarnya. Dalam konteks city branding, Bakpia Pathok 25 berfungsi sebagai simbol kuliner yang memperkuat citra Yogyakarta sebagai destinasi budaya dan gastronomi. Temuan ini menegaskan bahwa kuliner tradisional dapat menjadi aset strategis dalam pengembangan wisata berkelanjutan dan pembentukan identitas kota.
Evaluasi Pengembangan Taman Wisata Jati Larangan dalam Perspektif 6A Astriecia, Aisha; Bandiyah, Uswatun Nurul
Jurnal Pariwisata Terapan Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpt.116614

Abstract

Pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat memerlukan pendekatan evaluatif yang mampu menggambarkan kondisi aktual pengelolaan destinasi secara komprehensif. Pendekatan 6A yang meliputi daya tarik wisata, aksesibilitas, amenitas, akomodasi, aktivitas, dan layanan pendukung digunakan untuk memahami dinamika pengembangan destinasi pada fase pemulihan setelah krisis. Kajian ini mengambil lokasi di Taman Wisata Jati Larangan sebagai destinasi yang telah kembali beroperasi, namun belum menunjukkan perkembangan yang optimal meskipun telah dinyatakan siap pada tahap awal pengembangan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain deskriptif-evaluatif melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh komponen 6A telah tersedia, tetapi belum berkembang secara seimbang. Daya tarik wisata dan amenitas dasar cenderung lebih dominan, sementara komponen aktivitas, akomodasi, dan layanan pendukung masih terbatas. Ketimpangan ini berdampak pada rendahnya keterlibatan wisatawan, terbatasnya pengalaman wisata, serta belum optimalnya daya tarik destinasi dalam meningkatkan kunjungan. Selain itu, keterbatasan akses informasi dan promosi turut menghambat visibilitas destinasi. Temuan ini menegaskan bahwa kesiapan destinasi tidak secara otomatis berimplikasi pada keberlanjutan pengembangan. Dalam hal ini, pendekatan 6A tidak hanya berfungsi sebagai alat identifikasi komponen destinasi, tetapi sebagai instrumen evaluatif untuk mengungkap ketimpangan pengembangan antar komponen. Kebaruan kajian ini terletak pada penggunaan 6A untuk mengevaluasi dinamika perkembangan destinasi, bukan sekadar menilai kesiapan awal. Implikasi pengembangan mengarah pada perlunya penguatan aktivitas wisata, peningkatan kualitas amenitas, serta penguatan kelembagaan dan promosi secara terpadu. Kajian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan pariwisata terapan, khususnya dalam evaluasi dan perencanaan destinasi wisata berbasis masyarakat.

Page 12 of 12 | Total Record : 117