cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Reformasi : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
ISSN : 20887469     EISSN : 24076864     DOI : -
Core Subject : Social,
Reformasi adalah jurnal peer-review yang menerbitkan artikel tentang praktik, teori, dan penelitian di semua bidang komunikasi politik, komunikasi massa, media & gender, komunikasi pemasaran, pelayanan publik, manajemen publik, pelayanan publik, kebijakan publik, dan otonomi daerah. Scope jurnal terdiri dari sosial, politik, komunikasi. Setiap naskah yang diserahkan akan ditinjau oleh satu peer-reviewer menggunakan metode double blind review. Reformasi : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Politik diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Jurnal ini diterbitkan setiap enambulan sekali (Januari-Juni dan Juli-Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2025)" : 18 Documents clear
Faktor Elektoral dan Persepsi Kolektif: Studi Explanatory Sequential atas Kemenangan Paslon Pramono-Rano di Pilkada DKI Jakarta 2024 Prayitno, Adi; Otto Malindir, Gaston
REFORMASI Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i2.6952

Abstract

 This study aims to analyze and describe the factors of Pramono-Rano's victory in the 2024 Jakarta Special Region Provincial Election. The approach used in this research is a mixed methods approach with an explanatory sequential design. Quantitative data collection in this study was conducted through the use of electoral survey results. The results of this study indicate that Pramono-Rano's victory in the Election of Governor and Deputy Governor was influenced by several factors; (1) An effective campaign strategy, carried out by Pramono-Rano both directly and indirectly. Directly, the campaign carried out by Pramono-Rano was carried out using the door-to-door method on a massive scale. Pramono-Rano also campaigned massively through billboards, pamphlets, banners and campaign advertisements (indirectly) by raising the slogan "Jakarta Menyala". (2) Pramono-Rano's victory was also supported by the provision of support from Anies Baswedan followed by a shift in the votes of his supporters in Jakarta. (3) Pramono-Rano's victory was also supported by the accumulation of a number of issues that were not beneficial to Ridwan Kamil-Suswono. Starting from Suswono's joke which was considered insulting to the Prophet Muhammad, the Ridwan Kamil-Suswono couple who were considered not to be from Jakarta, to the issue of insults that Ridwan Kamil had once thrown at The Jack.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguraikan tentang faktor-faktor kemenangan Pramono-Rano pada Pilkada Provinsi Daerah Khusus Jakarta tahun 2024. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed methods atau metode campuran dengan desain explanatory sequential. Pengumpulan data kuantitatif dalam penelitian ini dilakukan melalui pemanfaatan hasil survei elektoral. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemenangan Pramono-Rano pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur dipengaruhi oleh beberapa faktor; (1) Strategi kampanye yang efektif, yang dilakukan oleh Pramono-Rano baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, kampanye yang dilakukan oleh Pramono-Rano dilakukan dengan metode dor to dor secara masif. Pramono-Rano juga masif melakukan kampanye melalui baliho, pamphlet, bener dan iklan kampanye (tidak langsung) dengan mengangkat jargon “Jakarta Menyala”. (2) Kemenangan Pramono-Rano juga didukung oleh adanya pemberian dukungan dari Anies Baswedan diikuti pergeseran suara masa pendukungnya di Jakarta. (3) Kemenangan Pramono-Rano juga didukung oleh akumulasi sejumlah isu yang tidak menguntungkan Ridwan Kamil-Suswono. Dimulai dari candaan Suswono yang dianggap menghina Nabi Muhammad, Pasangan Ridwan Kamil-Suswono yang dianggap bukan berasal dar Jakarta, sampai dengan isu penghinaan yang pernah dilontarkan Ridwan Kamil kepada The Jack.  
United States Strategy Change: From Build Back Better World (B3W) To Partnership For Global Infrastructure And Investment (PGII) Izza, Atina
REFORMASI Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i1.6384

Abstract

In June 2021, U.S. President Joe Biden and G7 leaders launched the Build Back Better World (B3W) initiative – an ambitious global infrastructure partnership grounded in democratic values, transparency, and high standards. B3W was seen as a response to China’s Belt and Road Initiative (BRI), aimed at expanding its influence across developing countries. However, a year later, the United States and G7 nations introduced a new strategy known as the Partnership for Global Infrastructure and Investment (PGII), marking a significant shift in their approach. This study employs a qualitative research method based on discourse analysis to examine this strategic transformation. The findings indicate that the shift from B3W to PGII was driven not only by geopolitical considerations but also by domestic political dynamics in the United States, particularly resistance in Congress. Internal political pressure prompted the Biden administration to adopt a more pragmatic and realistic approach. Accordingly, this study highlights how the interplay between domestic factors and great power rivalry has shaped U.S. foreign policy directions in responding to China’s influence through the BRI. Pada Juni 2021, Presiden AS Joe Biden dan para pemimpin G7 meluncurkan inisiatif infrastruktur global baru yang ambisius: Bangun Kembali Dunia yang Lebih Baik (B3W), sebuah kemitraan infrastruktur yang didorong oleh nilai-nilai, berstandar tinggi, dan transparan. B3W dipandang sebagai respons terhadap Belt and Road Initiative (BRI) yang diusung Tiongkok untuk memperluas pengaruhnya di negara-negara berkembang. Namun, setahun kemudian, Amerika Serikat dan negara-negara G7 memperkenalkan strategi baru bernama Kemitraan untuk Infrastruktur dan Investasi Global (PGII), menandai perubahan signifikan dalam pendekatan mereka. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis analisis wacana untuk menelaah dinamika tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa pergeseran dari B3W ke PGII tidak hanya dipengaruhi oleh konteks geopolitik, tetapi juga oleh dinamika politik domestik di Amerika Serikat, terutama resistensi dari Kongres. Tekanan politik internal mendorong pemerintahan Biden  untuk mengadopsi pendekatan yang lebih pragmatis dan realistis. Dengan demikian, studi ini menyoroti bagaimana interaksi antara faktor domestik dan rivalitas kekuatan besar membentuk arah kebijakan luar negeri AS dalan merespons pengaruh Tiongkok melalui BRI.
Smart Tourism: Comparative study of the Mandalika Special Economic Zone with Labuhan Bajo Lestanata, Yudhi; Hidayatullah, Hidayatullah; Andayani, Safira; Pratama, Danur Wenda
REFORMASI Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i2.7035

Abstract

The purpose of this study is to investigate how smart tourism differs from other digital tourism marketing. The tourism sector is experiencing a growing trend known as digital tourism, which leverages digital technologies to enhance the overall tourist experience.. The research method used is descriptive qualitative with data processing using NVivo 12 Plus. ResultsThis study shows that the Mandalika Special Economic Zone (KEK) shows significant advantages compared to Labuan Bajo in implementing the Smart Tourism concept. The Mandalika SEZ has effectively integrated digital technology, first with the implementation of Smart Advertising for data-driven marketing and culminating in the creation of Smart Attractions that enrich the digital experience for visitors. The main characteristics of Mandalika in attracting visitors are its modern infrastructure, improved public accessibility, and facilities that accommodate those with disabilities. In contrast, although Labuan Bajo is rapidly developing as a super-priority destination, the use of smart technology is still limited, especially related to digital integration and the use of Smart Advertising. In addition, improving facility management and inclusive accessibility in Labuan Bajo is essential to meet the criteria of international tourism destinations. Both destinations have significant potential for sustainable tourism expansion; however, a more systematic and integrated approach based on technological innovation, exemplified by the Mandalika SEZ, has shown greater efficacy in accelerating the achievement of creative, sustainable, and inclusive tourism development goals.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana pariwisata pintar berbeda dari pemasaran pariwisata digital lainnya. Sektor pariwisata sedang mengalami tren yang berkembang yang dikenal sebagai pariwisata digital, yang memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan pengalaman wisatawan secara keseluruhan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengolahan data menggunakan NVivo 12 Plus. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menunjukkan keunggulan yang signifikan dibandingkan dengan Labuan Bajo dalam menerapkan konsep Pariwisata Cerdas. KEK Mandalika telah mengintegrasikan teknologi digital secara efektif, pertama dengan penerapan Iklan Cerdas untuk pemasaran berbasis data dan berpuncak pada penciptaan Atraksi Cerdas yang memperkaya pengalaman digital bagi pengunjung. Karakteristik utama Mandalika dalam menarik pengunjung adalah infrastrukturnya yang modern, aksesibilitas publik yang ditingkatkan, dan fasilitas yang mengakomodasi mereka yang berkebutuhan khusus. Sebaliknya, meskipun Labuan Bajo berkembang pesat sebagai destinasi superprioritas, penggunaan teknologi pintar masih terbatas, terutama terkait dengan integrasi digital dan penggunaan Iklan Cerdas. Selain itu, peningkatan manajemen fasilitas dan aksesibilitas yang inklusif di Labuan Bajo sangat penting untuk memenuhi kriteria destinasi pariwisata internasional. Kedua destinasi tersebut memiliki potensi yang signifikan untuk perluasan pariwisata berkelanjutan; namun, pendekatan yang lebih sistematis dan terintegrasi berdasarkan inovasi teknologi, seperti yang dicontohkan oleh KEK Mandalika, telah menunjukkan kemanjuran yang lebih besar dalam mempercepat pencapaian tujuan pembangunan pariwisata yang kreatif, berkelanjutan, dan inklusif.
Preferensi Politik Generasi Muda: Analisis Perilaku Pemilih Pemula dalam Pemilu 2024 di Provinsi Jawa Tengah Huda Setiaji, Muhammad Miftakhul; Yuwanto, Yuwanto; Erowati, Dewi
REFORMASI Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i2.6836

Abstract

This study discusses what factors are most dominant in influencing the preferences of novice voters when making their choices in the implementation of the 2024 General Election in Central Java Province. The purpose of this study is to analyze various factors that are suspected to affect voters preferences for candidates, political parties and legislative members in the 2024 Election. The method used in this study is qualitative with a descriptive approach, the target of this research is novice voters who sit in high school and early level students. The results of this study are that there are 4 main factors that can affect the preferences of novice voters in the 2024 Election in Central Java Province, the most dominant factor is from the sociological or environmental aspect, the next is cultural factors or background similarity, the third is psychological factors that arise from oneself, and the last is the rational choice factor. It can be concluded that novice voters in determining their choice preferences are more influenced by the environment where they interact daily and the similarity of backgrounds, novice voters have a nature that is still labile so that rational choice is not so influential, besides that it is also because the vision and mission of candidates are often not well received by the public, especially novice voters. Penelitian ini membahas mengenai faktor apa yang paling dominan dalam mempengaruhi preferensi pemilih pemula saat menentukan pilihannya dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 di Provinsi Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis berbagai faktor yang diduga dapat mempengaruhi preferensi pemilih pemila terhadap kandidat, partai politik maupun anggota legislaitf dalam Pemilu tahun 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif, sasaran penelitian ini yaitu pemilih pemula yang duduk di bangku SMA dan mahasiswa tingkat awal. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat 4 faktor utama yang dapat mempengaruhi preferensi pemilih pemula pada Pemilu 2024 di Provinsi Jawa Tengah, faktor paling dominan yaitu dari aspek sosiologis atau lingkungan, berikutnya yaitu faktor budaya atau kesamaan latar belakang, ketiga yaitu faktor psikologis yang muncul dari diri sendiri, dan yang terakhir faktor rational choice. Dapat disimpulkan bahwa pemilih pemula dalam menentukan preferensi pilihannya lebih dipengaruhi pada lingkungan dimana sehari-hari berinteraksi serta adanya kesamaan latar belakang, pemilih pemula memiliki sifat yang masih labil sehingga rational choice tidak begitu berpengaruh, selain itu juga disebabkan karena visi dan misi kandidat seringkali tidak diterima dengan baik oleh masyarakat terutama pemilih pemula.  
Analisis Perilaku Split Ticket Voting antara Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif pada Pemilu 2024 Kabupaten Karo Br Lingga, Sarah Anggreiny
REFORMASI Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i2.6845

Abstract

The phenomenon of split ticket voting in the 2024 Election in Karo Regency shows an interesting pattern where there is a split of votes between party choices (PDIP) and presidential choices (Prabowo-Gibran). This study aims to analyze the factors that influence split ticket voting behavior and its impact on PDIP's vote acquisition and Prabowo-Gibran's victory in Karo Regency. Using a qualitative approach with a case study method, this study explores data through in-depth interviews with 5 key informants including chairman of the PDIP PAC in Karo, PDIP cadre, Prabowo-Gibran campaign, and is supported by field observations and document analysis. The results of the study show that split ticket voting in Karo Regency is influenced by the following factors: (1) the strong figure of Prabowo-Gibran which goes beyond party identification, (2) the effectiveness of the campaign and political strategy of the candidate pair, (3) pragmatic considerations of voters regarding the programs offered, and (4) local political dynamics that influence voter preferences. This phenomenon produces a pattern where PDIP continues to gain significant votes at the legislative level but its mass base does not fully support the presidential candidate supported by the party. These findings contribute to the understanding of voter behavior and local political dynamics in the context of simultaneous elections. Fenomena split ticket voting pada Pemilu 2024 di Kabupaten Karo menunjukkan pola menarik dimana terjadi pembelahan suara antara pilihan partai (PDIP) dan pilihan presiden (Prabowo-Gibran). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku split ticket voting serta dampaknya terhadap perolehan suara PDIP dan kemenangan Prabowo-Gibran di Kabupaten Karo. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menggali data melalui wawancara mendalam dengan 5 informan kunci meliputi Ketua PAC PDIP di Kabupaten Karo, kader PDIP, timses Prabowo-Gibran, serta didukung observasi lapangan dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa split ticket voting di Kabupaten Karo dipengaruhi oleh faktor: (1) kuatnya figur Prabowo-Gibran yang melampaui identifikasi kepartaian, (2) efektivitas kampanye dan strategi politik pasangan calon, (3) pertimbangan pragmatis pemilih terkait program yang ditawarkan, dan (4) dinamika politik lokal yang mempengaruhi preferensi pemilih. Fenomena ini menghasilkan pola dimana PDIP tetap memperoleh suara signifikan di tingkat legislatif namun basis massanya tidak sepenuhnya mendukung calon presiden yang diusung partai. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman tentang perilaku pemilih dan dinamika politik lokal dalam konteks pemilu serentak.  
Marriage Dispensation as A Legal Political Instrument: Juridical Insights and Islamic Law Considerations Saputro, Triyono Adi; Ikhsan, Iqbal Nur Artianto
REFORMASI Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i2.6954

Abstract

The current surge in marriage dispensation requests among the public makes it a compelling topic for deeper study into the conditions surrounding this phenomenon. This research aims to analyze the essence of marriage dispensation from an Islamic legal perspective. The research method is normative legal research with a case, legislation, and concept approach, supported by primary and secondary legal data, such as Surah An-Nur, Al-Qiyamah, MUI Fatwa,  Maqashid syariah and John Rawls' Theory of Justice. The data collection technique is literature study, processed using qualitative descriptive analysis. This research also examines court decisions related to marriage dispensations. The results show that dispensation can be used as an alternative solution to address the prevalence of early marriage in society, considering various factors. As for some considerations and reasons, such as out-of-wedlock pregnancies, arranged marriages, and economic limitations. Dispensations have both positive (preventing adultery, protecting children's rights) and negative impacts (early marriage is at risk of divorce, reproductive health problems). In Islamic law, there is no specific age limit for marriage. The views of contemporary scholars are also diverse. This research recommends that the Religious Courts prioritize the best interests of the child, and that there is a need for education about the negative impacts of early marriage as a foundation and asset for children in the future, so that the risk of increased early marriage can be minimized and marriages that comply with religious law and state regulations can be realized.Maraknya permintaan dispensasi nikah di kalangan Masyarakat saat ini menjadikan daya Tarik tersendiri untuk dikaji lebih dalam mengenai kondisi hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang esensi dispensasi pernikahan dari perspektif hukum Islam. Metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus, undang-undangan dan konsep yang didukung dengan data hukum primer maupun sekunder, seperti QS. An-Nur, Al-Qiyamah, Fatma MUI, Maqashid syariah dan Teori keadilan John Rawls.  Teknik pengumpulan data dengan studi kepustakaan yang diolah dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Penelitian ini juga menelaah putusan pengadilan terkait dispensasi nikah. Hasilnya menunjukkan bahwa dispensasi dapat dijadikan sebagai solusi alternatif untuk mengatasi maraknya pernikahan dini di masyarakat dengan berbagai pertimbangan. Adapun beberapa pertimbangan dan alasan, seperti kehamilan di luar nikah, perjodohan, dan keterbatasan ekonomi. Dispensasi memiliki dampak positif (mencegah perzinahan, melindungi hak anak) dan negatif (pernikahan dini berisiko perceraian, masalah kesehatan reproduksi). Dalam hukum Islam, tidak ada batasan usia khusus untuk menikah. Pandangan ulama kontemporer pun beragam. Penelitian ini merekomendasikan Pengadilan Agama mengutamakan kepentingan anak, serta perlunya edukasi tentang dampak negatif pernikahan dini sebagai bekal dan modal bagi anak ke depan sehingga dapat menimalisir resiko meningkatnya pernikahan dini dan mewujudkan pernikahan yang sesuai syariat Agama maupun aturan negara. 
Menelisik Kesempatan Kerja Disabilitas pada Sektor Publik dalam Perspektif Narrative Policy Framework Aini, Intan Nor; Putri, Revalina Agustina; Handika, Yola Rezki; Maulana, Muhammad Iqbal; Negoro, Abul Haris Suryo
REFORMASI Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i2.6694

Abstract

 Disability is a crucial issue in Southeast Asia. People with disabilities are vulnerable to living below the poverty line due to social discrimination in accessing public services such as employment. Through inclusive policies, the state plays a role in realizing policies based on equality and justice. This research aims to describe the implementation of inclusive policies on employment opportunities for persons with disabilities in the public sector in five Southeast Asian countries: Indonesia, Malaysia, Thailand, Philippines and Vietnam. This research was conducted using a literature review method of main articles from Scpous-indexed international journals and sinta-indexed national journals with a publication range of 2019-2024. The collected data were then classified into three levels of Narrative Policy Framework (NPF) analysis, namely micro, meso, and macro. The results show that there are similarities and differences in policy implementation narratives in each country. Strategic steps in policy formulation that are not well implemented by each country are similarities that result in the absence of policy sustainability. The differences that arise are due to the different minimum quotas provided in each country. The findings of this study indicate that the policy on employment opportunities for persons with disabilities has not been optimal. As a recommendation, the government needs to develop a set of measures to determine policy implementation based on the experience of persons with disabilities.Disabilitas menjadi salah satu isu krusial di Asia Tenggara. Penyandang disabilitas rentan memiliki kehidupan di bawah garis kemiskinan karena diskriminasi sosial dalam akses layanan umum seperti dalam hal pekerjaan. Melalui kebijakan inklusif, negara berperan dalam mewujudkan kebijakan berdasarkan kesetaraan dan keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan inklusif kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di sektor publik di lima negara Asia Tenggara: Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Penelitian ini dilakukan dengan metode tinjauan literatur terhadap artikel utama dari jurnal internasional terindex Scpous dan jurnal nasional terindex sinta  dengan rentang publikasi tahun 2019-2024. Data yang terkumpul kemudian diklasifikasikan ke dalam tiga tingkat analisis Narrative Policy Framework (NPF) yaitu mikro, meso, dan makro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan narasi implementasi kebijakan di setiap negara. Langkah-langkah strategis dalam perumusan kebijakan yang tidak terimplementasikan dengan baik oleh masing-masing negara merupakan kesamaan yang berakibat pada tidak adanya keberlanjutan kebijakan. Perbedaan yang muncul disebabkan kuota minimum yang disediakan di setiap negara berbeda. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas belum optimal. Sebagai rekomendasi, pemerintah perlu mengembangkan seperangkat ukuran untuk mengetahui implementasi kebijakan berdasarkan pengalaman penyandang disabilitas. 
Repositioning of the UM Pancasila Laboratory: Building a Center of Excellence for Multicultural and Local Excellence in the Digital Era Aminulloh, Akhirul; Wijayanti, Febry; Widodo, Wahyu; Ayudha, Nora Titahning
REFORMASI Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i2.7751

Abstract

Pancasila as the basis of the state and the ideology of the Indonesian nation plays a central role in maintaining national integration and social diversity. However, in today's digital and globalization era, Pancasila values face serious challenges, especially among the younger generation. The massive flow of information, the development of transnational ideologies, and the dominance of individualistic culture have led to a disorientation of values, so that the relevance of Pancasila as a guideline for life has begun to be questioned. This study aims to analyze the strategic repositioning of the Pancasila Laboratory (Lapasila) of the State University of Malang in responding to the challenges of ideological and social disruption, as well as exploring its potential as a center of excellence in science and technology in the field of Pancasila, multiculturalism, and local wisdom. Using a qualitative approach with data collection techniques in the form of in-depth interviews with internal stakeholders, this study found that Lapasila has significant historical strength, academic legitimacy, and digital potential. However, internal weaknesses such as weak institutional management, low research productivity, and lack of digital strategies are the main obstacles. Meanwhile, external opportunities such as national policy support, public needs for ideological references, and digital media space can be used to the fullest. This study recommends the repositioning of Lapasila through digital transformation, interdisciplinary approaches, strengthening collaborative networks, and innovation-based institutional reform. Thus, Lapasila can play a strategic role in the actualization of Pancasila values in a contextual and sustainable manner in the midst of the dynamics of a multicultural society.Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia memiliki peran sentral dalam menjaga integrasi nasional dan keragaman sosial. Namun, di era digital dan globalisasi saat ini, nilai-nilai Pancasila menghadapi tantangan serius, terutama di kalangan generasi muda. Arus informasi yang masif, berkembangnya ideologi transnasional, serta dominasi budaya individualistik telah menyebabkan disorientasi nilai, sehingga relevansi Pancasila sebagai pedoman hidup mulai dipertanyakan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reposisi strategis Laboratorium Pancasila (Lapasila) Universitas Negeri Malang dalam merespons tantangan disrupsi ideologis dan sosial, serta mengeksplorasi potensinya sebagai pusat unggulan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang Pancasila, multikulturalisme, dan kearifan lokal. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan internal, penelitian ini menemukan bahwa Lapasila memiliki kekuatan historis, legitimasi akademik, dan potensi digital yang signifikan. Namun, kelemahan internal seperti lemahnya manajemen kelembagaan, rendahnya produktivitas riset, dan kurangnya strategi digital menjadi hambatan utama. Sementara itu, peluang eksternal seperti dukungan kebijakan nasional, kebutuhan publik terhadap referensi ideologis, serta ruang media digital dapat dimanfaatkan secara optimal.Penelitian ini merekomendasikan reposisi Lapasila melalui transformasi digital, pendekatan interdisipliner, penguatan jejaring kolaboratif, serta reformasi kelembagaan berbasis inovasi. Dengan demikian, Lapasila dapat memainkan peran strategis dalam aktualisasi nilai-nilai Pancasila secara kontekstual dan berkelanjutan di tengah dinamika masyarakat multikultural. 
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Perempuan terhadap Motivasi Kerja Pegawai Kantor Dinas Perindustrian Provinsi Sumatera Selatan Dewi, Inne Miftah; Marleni, Marleni; Marhamah, Faila Sufa
REFORMASI Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i2.6750

Abstract

Leadership is the process by which a leader guides and motivates members to achieve organizational goals, including in the context of women's leadership, which is gaining increasing attention. In predominantly male-led organizations, leadership is often associated with the dominance of power. However, women also have equal potential with men in terms of leadership, and many of them have occupied strategic positions. This study aims to identify and analyze the effect of women's leadership style on employee work motivation at the Office of the Industry Service of South Sumatra Province. The research method used is descriptive quantitative, with data analysis using simple linear regression. Before regression analysis is performed, the data is tested using the classical assumption test and reliability test to ensure its validity. Data processing was carried out with the help of SPSS 26.0 software. The results showed that the hypothesis (H1) was accepted, which means that women's leadership style has a significant influence on increasing employee work motivation.  This is evidenced by the partial hypothesis test (t test), where the female leadership style has a significance value of 0.000 (smaller than 0.05) and a t_count value of 4.442 (greater than the t_table of 0.308). Thus, it can be concluded that women's leadership style plays an important role in increasing employee work motivation at the Industry Office of South Sumatra Province. Kepemimpinan merupakan proses di mana seorang pemimpin membimbing dan memotivasi anggotanya untuk mencapai tujuan organisasi, termasuk dalam konteks kepemimpinan perempuan yang semakin mendapat perhatian. Dalam organisasi yang mayoritas dipimpin oleh laki-laki, kepemimpinan sering dikaitkan dengan dominasi kekuatan. Namun, perempuan juga memiliki potensi yang setara dengan laki-laki dalam hal kepemimpinan, dan banyak di antaranya telah menduduki posisi strategis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan perempuan terhadap motivasi kerja pegawai di Kantor Dinas Perindustrian Provinsi Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Sebelum analisis regresi dilakukan, data diuji menggunakan uji asumsi klasik dan uji reliabilitas untuk memastikan validitasnya. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS 26.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis (H1) diterima, yang berarti gaya kepemimpinan perempuan memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan motivasi kerja pegawai. Hal ini dibuktikan melalui uji hipotesis parsial (uji t), di mana gaya kepemimpinan perempuan memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 (lebih kecil dari 0,05) dan nilai t_hitung sebesar 4,442 (lebih besar dari t_tabel sebesar 0,308). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan perempuan berperan penting dalam meningkatkan motivasi kerja pegawai di Dinas Perindustrian Provinsi Sumatera Selatan. 
Institutional Limits of Regional Counterterrorism: ECOWAS Responses to Boko Haram Bah, Fatoumatta; Parasetyono, Edy
REFORMASI Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i2.7126

Abstract

 West Africa has witnessed a dramatic increase in terrorist violence in the last ten years, especially from Boko Haram-affiliated groups. There has been a corresponding rise in frequency and scale of attacks with thousands of civilian deaths, destruction of schools, health care facilities and market infrastructure, and mass displacement of populations throughout Nigeria, Niger, Cameroon and Chad. The geographical response has revolved mainly around the Economic Community of West African States (ECOWAS), which has come to adopt protocols and frameworks to prevent violent extremism and harmonize member states' responses against it. This paper assesses the level of effectiveness of ECOWAS in fighting terrorism, adopting a qualitative case study of Boko Haram. Based on ECOWAS communiqués, regional policy documents, and think tank reports from 2010 to 2024, the study uses process tracing to gauge how ECOWAS has responded to countering terrorist threats. The results indicate that even in the presence of formal mandates and regional commitments, ECOWAS struggles with substantial operational problems, such as financial constraints, limited power of enforcement, overlapping mandates with the African Union, and political unwillingness by member states. This study targets mechanisms for institutional response, thereby contributing to the existing literature on counterterrorism strategy by providing a locally grounded analysis of these strategies, which characterize regional security cooperation based on structural constraints and political dynamics.Afrika Barat telah menyaksikan peningkatan dramatis dalam kekerasan teroris selama sepuluh tahun terakhir, terutama dari kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Boko Haram. Peningkatan ini disertai dengan frekuensi dan skala serangan yang semakin besar, yang telah menyebabkan ribuan kematian warga sipil, penghancuran sekolah, fasilitas kesehatan, dan infrastruktur pasar, serta pengungsian massal penduduk di seluruh Nigeria, Niger, Kamerun, dan Chad. Respons secara geografis sebagian besar berpusat pada Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS), yang telah mengadopsi protokol dan kerangka kerja untuk mencegah ekstremisme kekerasan serta menyelaraskan respons negara-negara anggotanya terhadap ancaman tersebut. Penelitian  ini mengevaluasi tingkat efektivitas ECOWAS dalam memerangi terorisme, dengan menggunakan studi kasus kualitatif terhadap Boko Haram. Berdasarkan komunike ECOWAS, dokumen kebijakan regional, dan laporan lembaga pemikir dari tahun 2010 hingga 2024, studi ini menggunakan metode process tracing untuk menilai bagaimana ECOWAS merespons ancaman teroris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat mandat formal dan komitmen regional, ECOWAS masih menghadapi berbagai permasalahan operasional yang signifikan, seperti keterbatasan keuangan. 

Page 1 of 2 | Total Record : 18