cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. manggarai,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
ISSN : 14441659     EISSN : 25029576     DOI : -
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio (JPKM) is published regularly twice a year in January and June by the Institute for Research and Community Service (LPPM), Santu Paulus College of Teacher Training and Education. This journal contains scientific articles from research in the fields of religion, education, social, culture, and humanities. The JPKM Editorial Team receives scientific articles that have never been published in journals or other media. The published article script has been evaluated through a review and editing process to fit the style of the JPKM.
Arjuna Subject : -
Articles 314 Documents
MENDIDIK INSAN BERILMU YANG BERHATI TEDUH, BERPIKIR SOLUTIF DAN BERTINDAK ETIS: MENCARI SEBUAH HUMANISME INTEGRAL DI TENGAH KRISIS ANTROPOLOGIS Inosensius Sutam
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 8 No. 1 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.525 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v8i1.102

Abstract

Mendidik adalah seluruh upaya untuk mentransformasikan seseorang, sehingga ia menjadi manusia bermutu atau manusia (berhati) emas. Manusia emas adalah orang yang berilmu, berhati teduh, berpikir solutif dan bertindak etis. Berilmu atau memiliki ilmu sangat penting untuk mendukung keberadaan manusia. Di sini sering kita berhadapan dengan ketegangan antara memiliki dan ada. Karena itu kita membutuhkan keharmonisan dalam tiga pusat kekuatan dalam diri manusia, yaitu hati, pikiran, dan tindakan. Hati yang teduh menjadi sumber keindahan (indah-jelek) dan spiritualitas (suci-jahat). Pikiran menjadi sumber rasionalitas (benar-salah), yang dapat memberi jalan keluar terhadap semua masalah yang dihadapi manusia. Isi hati dan pikiran diungkapkan dalam tindakan. Tindakan manusiawi (actus humanus) bersumberkan etika (baik-buruk). Manusia yang mempunyai hati teduh, pikiran solutif, dantindakan etis akan menjadi manusia integral, dan hal itu akan menghasilkan sebuah humanisme integral, yaitu pemahaman yang menyeluruh tentang manusia, di mana semua aspek kehidupannya mendapat perhatian yang sama dan seimbang.
APRESIASI MATEMATIKA DITINJAU DARI PERSPEKTIF GENDER PADA SISWA KELAS VIII Sebastianus Fedi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 8 No. 1 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.872 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v8i1.106

Abstract

Apresiasi matematika adalah penilaian secara sadar akan peran penting matematika dalam hidup kita. Makin tinggi apresiasi matematika maka motivasi belajar matematika juga makin tinggi. Sementara ada pendapat ahli yang mendukung perbedaan di mana pada urusan yang sulit dan abstrak seperti matematika, apresiasi kaum laki-laki lebih tinggi daripada wanita. Melalui penelitian deskriptif-kiantitatif, dengan pada nilai rata-rata, yang melibatkan 114 pria dan 114 wanita dari 560 siswa kelas VIII sekecamatan Poco Ranaka Barat, Manggarai Timur, NTT, diperoleh kesimpulan (1) apresiasi matematika siswa kelas VIII sekecamatan Poco Ranaka Barat berada pada tingkat sedang; dan (2) tidak ada perbedaan tingkat apresiasi matematika antara siswa laki-laki dengan siswa perempuan.
KURIKULUM 2013 DAN KEMAMPUAN PROFESIONALISME GURU DALAM MENERAPKANNYA Marselus Ruben Payong
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 8 No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.136 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v8i2.109

Abstract

Kurikulum2013 (K-13) akan segera diberlakukan secara menyeluruh pada jenjang pendidikan dasar dan menengah diseluruh Indonesia. Implementasi K-13 menuntut kesiapan guru sebagai salah satu ujung tombak pentingterutama kemampuan profesionalnya. Dari analisis terhadap hasil-hasil pendidikan dan juga hasil-hasilpenilaian terhadap kompetensi guru (UKG) terutama kompetensi pedagogic dan kompetensi professionalpada 2015 memperlihatkan bahwa guru di Indonesia belum siap menerapkan K-13 secara efektif. Karena ituprogram peningkatan profesionalisme guru secara berkelanjutan merupakan salah satu cara untuk membuatguru semakin siap dalam menerapkan K-13 dalam pembelajarannya. Tulisan ini mengkaji dua hal penting:karakteristik K-13 dan kesiapan guru terutama kemampuan profesionalnya dalam menerapkan K-13.
KETERAMPILAN BERTANYA: STRATEGI PENGEMBANGAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN BERBAHASA ANAK USIA DINI Fransiskus De Gomes
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 8 No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.726 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v8i2.110

Abstract

Masa anak usia dini merupakan periode yang sangat penting bagi perkembangan anak pada masa selanjutnya. Jika anak mendapatkan banyak stimulasi dari lingkungannya maka kecerdasan anak akan semakin meningkat. Sebaliknya, jika anak memeroleh sedikit stimulasi, maka kecerdasan yang terbentuksemakin minim. Hal ini berimplikasi pada upaya memberikan stimulasi yang tepat bagi anak. Stimulasi terhadap aspek perkembangan anak harus dipertimbangan secara tepat agar tidak menimbulkan risiko pada anak. Salah satu strategi pengembangan kemampuan kognitif dan berbahasa anak usia dini adalah keterampilan bertanya. Keterampilan bertanya (pertanyaan) memotivasi anakuntuk terlibat dalam kegiatan mental sehingga mendapatkan pemahaman yang mendalam. Artikel ini merupakan telaah konsep stimulasi perkembangan anak
KOMPETENSI BERBIROKRASI SEORANG GURU Yohanes Mariano Dangku
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 9 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.611 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v9i1.111

Abstract

Isu berbirokrasi tidak hanya di bidang pemerintahan. Sudah luas di berbagai bidang, termasuk di bidang pendidikan. Di sekolah, pendidik adalah aparat birokrasi. Dia adalah seorang birokrat. Sebagai seorang birokrat, dia harus mengenali gagasan, prinsip dan cara melaksanakannya di kelas. Seorang guru membutuhkan kompetensi birokratis untuk menage kelasnya.
MINORITY LANGUAGE RIGHTS Yosefina Helenora Jem
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 9 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.037 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v9i1.112

Abstract

This article discusses some issues relating to minority language rights in general. This stems from the phenomenon of the language where English is used as the number one language in the world. Furthermore, in this article we explain the nature of minority language rights and their objectives as well as the grouping of minority language rights. Furthermore, there is also a link between language and education specifically in the education system in Indonesia.
LINGKARAN KEKERASAN TERHADAP ANAK DALAM MASYARAKAT MANGGARAI Yohanes Servasius Lon; Fransiska Widyawati
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 9 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1089.538 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v9i1.113

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi lingkaran kekerasan terhadap anak di dalam masyarakat Manggarai dengan pertanyaan kunci, bagaimana kecenderungan fenomena kekerasan terhadap anak dan apakah akar masalah dari fenomena tersebut? Pertanyaan ini dijawab melalui penelitian mix method, kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini menemukan bahwa: secara kuantitatif angka kejadian kekerasan terhadap anak sangatlah tinggi pada setiap jenis kekerasan yang ada. Pelakunya adalah orang dewasa yang akrab dengan kehidupan anak. Pelaku umumnya pernah mengalami trauma kekerasan di masa kecilnya. Karena itu ada mata rantai dan pewarisan kekerasan dari generasi ke generasi. Hal ini makin diperkuat oleh tradisi Manggarai yang memposisikan anak sebagai objek orang dewasa.
PARENTAL GUIDANCE SERVICE: KIAT MENINGKATKAN KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM PAUD Fransiskus de Gomes
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 9 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.891 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v9i1.114

Abstract

Salah satu faktor penghambat keberhasilan PAUD adalah rendahnya keterlibatan orang tua siswa. Hal ini disebabkan oleh minimnya pemahaman orang tua akan bentuk dan manfaat keterlibatannya dalam proses dan pengalaman belajar anaknya di PAUD. Mereka tidak terlibat karena tidak mengerti. Solusinya adalah sekolah menyediakan suatu layanan bimbingan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua siswa akan bentukdan manfaat keterlibatannya di PAUD. Pemahaman itulah yang akan memotivasi orang tua untuk terlibat aktif dalam pendidikan anaknya di PAUD.
PROSES BERPIKIR KRITIS SISWA SMA DALAM PENGAJUAN SOAL MATEMATIKA BERDASARKAN TINGKAT KEMAMPUAN MATEMATIKA Fulgensius Efrem Men
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 9 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.653 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v9i1.115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis siswa SMA dalam pengajuan soal matematika berdasarkan tingkat kemampuan matematika yang terdiri atas kemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Subjek penelitian adalah siswa kelas X dan berjumlah lima orang. Adapun hasil penelitian yang menggambarkan proses berpikir kritis siswa SMA dalam pengajuan soal berdasarkan tingkat kemampuan matematika sebagai berikut. Pertama, siswa berkemampuan matematika tinggi kategori baik dalam pengajuan soal matematika memahami petunjuk dan informasi, menggunakan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya sebagai sumber ide dan memiliki beberapa kriteria untuk membuat soal. Kedua, siswa berkemampuan matematika sedang dengan kategori baik dalam pengajuan soal matematika memahami petunjuk dan informasi pada masalah terkait pengajuan soal, mengenali perintah dan mengidentifikasi asumsi-asumsi mendasar berupa apa yang diketahui pada informasi yang diberikan. Ketiga, siswa berkemampuan matematika rendah kategori kurang baik dalam pengajuan soal matematika memahami petunjuk dan informasi yang pada masalah terkait pengajuan soal. Siswa menggunakan pengetahuan sebagai sumber ide dan memiliki beberapa kriteria untuk membuat soal. Mengacu pada hasil penelitian terlihat bahwa proses berpikir kritis siswa SMA dalam pengajuan soal matematika berdasarkan tingkat kemampuan matematika berbeda-beda.
PENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA DAN SOSIAL ANAK MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN BEYOND CENTER AND CIRCLE TIME (BCCT) Ferdinandus Arifin Sulaiman
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 9 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.628 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v9i1.116

Abstract

Proses pembelajaran pada layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) secara jelas diupayakan untuk membantu anak dalam mencapai tingkat perkembangan. Layanan bantuan yang diberikan oleh guru sangat penting dalam upaya untuk mencapai tujuan dimaksud. Masalah yang dihadapi selama ini adalah para pendidik di PAUD cenderung melakukan proses pembelajaran secara formal, berpusat pada guru, dan menekankan pada aspek membaca, menulis, menghitung, memberikan lembar kerja, dan pekerjaan rumah juga secara formal. Fenomena tersebut tidak sesuai dengan prinsip pembelajaran di PAUD yang berbasis pada perkembangan terutama pada keenam aspek perkembangan anak. Dua dari keenam aspek perkembangan tersebut adalah aspek perkembangan bahasa dan sosil. Untuk mengembangkan kedua aspek perkembangan tersebut, salah satu pendekatan pembelajaran yang digunakan saat ini adala pendekatan pembelajaran Beyond Center Circle Time (BCCT). Pendekatan pembelajaran ini juga sering disebut dengan pembelajaran sentra yang menekankan pada karakteristik anak melalui kegiatan bermain.

Filter by Year

2015 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 9 No. 2 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 9 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 8 No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 8 No 2 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 8 No. 1 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 8 No 1 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 7 No 2 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 7 No 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio More Issue