cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. manggarai,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
ISSN : 14441659     EISSN : 25029576     DOI : -
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio (JPKM) is published regularly twice a year in January and June by the Institute for Research and Community Service (LPPM), Santu Paulus College of Teacher Training and Education. This journal contains scientific articles from research in the fields of religion, education, social, culture, and humanities. The JPKM Editorial Team receives scientific articles that have never been published in journals or other media. The published article script has been evaluated through a review and editing process to fit the style of the JPKM.
Arjuna Subject : -
Articles 314 Documents
PENDIDIKAN SEBAGAI ARENA PETUALANGAN: BERSELANCAR BERSAMA ALFRED NORTH WHITEHEAD Marselus Ruben Payong
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.001 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v10i1.60

Abstract

Praksis pendidikan harus mampu membebaskan para siswa dan membuat mereka menjadi individu yang mampu mengeksplorasi pemikiran dan gagasan-gagasannya melalui perjumpaan dengan realitas tertentu. Pendidikan harus memberikan rasa penasaran, mendorong rasa keingintahuan yang tinggi serta semangat untuk menyelidiki. Whitehead menawarkan gagasan tentang pendidikan sebagai arena petualangan, peluang di mana para siswa dapat bereksplorasi, menggunakan nalar dan imajinasi serta kemampuan-kemampuan lainnya untuk mengembangkan diri. Hasil akhir dari sebuah proses petualangan adalah kegembiraan dan kenikmatan serta kebijaksanaan hidup. Inilah gagasan penting Whitehead yang dieksplorasi dalam artikel ini
PERSEKUTUAN YANG MEMBEBASKAN DALAM PERSPEKTIF BIBLIS I KOR 12: 12-31 DAN KEBUDAYAAN MANGGARAI Benediktus Feliks Hatam
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.228 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v10i1.61

Abstract

Manusia adalah makhluk sosial. Kesejatian sebagai makhluk sosial mengharuskan manusia untuk menciptakan sosialitas dengan yang lain. Interese dengan yang lain terwujud dalam persekutuan (koinonia). Persekutuan ini bukan anonimitas melainkan identitas bersama yang mudah diidentifikasi oleh banyak pihak. Salah satunya adalah persekutuan yang dibentuk oleh Yesus Kristus yang sampai saat ini dikenal sepanjang masa. Kristus adalah kepala dari Persekutuan itu dan melalui sakramen pembabtisan mengangkat kita sebagai anggota-Nya (I Kor 12:12-14;27). Persekutuan tersebut adalah persekutuan Kristus. Iman yang bersatu dalam Kristus, menjadikan semua anggota sebagai saudara dengan yang lain (1 Kor 1:1;5:11;16:12). Sebagai saudara, setiap anggota persektuan diarahkan untuk dapat saling membebaskan melalui penghayatan iman. Persekutuan yang membebaskan adalah hasil dari dorongan dan komitmen setiap pribadi untuk mewujudkan nilai-nilai iman dalam relasi dengan orang lain, baik relasi antar anggota persekutuan maupun dalam relasi antar kelompok. Oleh karena itu, persekutuan yang menciptakan kebebasan bagi setiap individu untuk menikmati keadilan, ketenangan, tesejahteraan, perdamain tidaklah sekali jadi, tetapi proses yang terus menerus.
RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH DALAM KONTEKS MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) Vitalis Tarsan
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.291 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v10i1.62

Abstract

Agar sekolah tetap eksis, great dan excellence, maka perlu melakukan upaya pengembangan. Sekolah melakukan pengembangan karena adanya tuntutan dari pihak internal dan eksternal sekolah, serta tantangan globalisasi. Tuntutan tersebut antara lain perlunya melakukan perubahan aspek-aspek: pengajaran/kurikulum, SDM, tata kelola lembaga, teknologi/fasilitas, dan pengaturan lingkungan fisik sekolah. Rencana tersebut terlaksana, apabila sekolah memiliki sumber daya yang cukup memadai, antara lain: human resources; financial resources; physical resources; informational resources. Adapun hal-hal yang perlu disiapkan dalam rencana tersebut, yakni asesmen lingkungan, identifikasi pelanggan, merumuskan visi, misi, prinsip, nilai-nilai, tujuan dan sasaran.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN AUTENTIK MEMBACA INTENSIF SISWA KELAS VII DI KECAMATAN LANGKE REMBONG Petrus Redy Partus Jaya; Marianus Supar Jelahut; Yoakim Jekson Kebol
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.35 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v10i1.63

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen penilaian membaca dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VII. Prinsip dasar yang memotivasi pelaksanaan penelitian ini adalah urgensi penilaian sebagai test driven instruction dalam pembelajaran. Keterampilan membaca siswa dapat ditingkatkan apabila guru memiliki referensi model penilaian membaca yang menjangkau semua kompetensi membaca siswa. Pengembangan instrumen dimulai dengan mendeskripsikan model penilaian membaca yang telah digunakan oleh guru bahasa Indonesia kelas VII. Pada tahap ini, ditemukan bahwa instrumen yang dikembangkan guru belum menjangkau semua kompetensi dasar yang menjadi target kegiatan membaca. Selanjutnya, peneliti mengembangkan instrumen penilaian membaca. Instrumen yang dikembangkan berupa instrument jawaban singkat, uraian, dan rubrik penilaian kinerja. Instrumen yang dikembangkan ini digunakan untuk menilai kegiatan membaca teks hasil observasi, teks tanggapan deskriptif, dan teks eksposisi.
POLITENESS CONSTRUCTION IN MANGGARAI CULTURE: A STUDY ON THE LINGUISTIC ASPECT OF MANGGARAI LANGUAGE Ignas Loy Semana
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 8 No. 1 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.758 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v8i1.67

Abstract

Language is everything. Whatever people do in their daily life, when they come together, they use language. Language is tightly woven into human’s existence, that is, human is a thoughtful and ethical creation. In order to understand their humanity then we have to understand the language they use. Therefore, language is unique to human being because language it self can distinguish human from human, and human from animal. Human’s language is influenced by the social relationship between man and man. The construction of language chosen is indicated by the social status and the type of social relationship developed in the society. Conversely, the type of the social relationship and the social status are expressed in the construction of thechosenlanguage. The aim of the study, then, is to analyze and describe the construction of politeness developed in Manggarai society for the purpose of expressing the politeness in Manggarai culture. It is also to show the linguistic aspects developed in Manggarai language
KONTRIBUSI TOPIK-TOPIK PRAGMATIK UNTUK BAHASA INDONESIA DI PERGURUAN TINGGI Antonius Nesi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 8 No. 1 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.307 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v8i1.68

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan topik-topik pragmatik. Setiap topik memiliki kontribusinya untuk pembelajaran bahasa Indonesia di perguruan tinggi. Telaah terhadap publikasi-publikasi terdahulu yang relevan diletakkan sebagai konteks masalah. Pembahasan meliputi hakikat pragmatik yang didasarkan pada referensi-referensi. Selanjutnya, topik-topik pragmatik yang meliputi tindak tutur, prinsip kerja sama, praanggapan, dan kesantunan berbahasa diuraikan. Uraian setiap topik disusul langsung dengan kontribusinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Hasil analisis menggambarkan bahwa topik-topik pragmatik relevan untuk pembelajaran bila diintegrasikan dalam keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Dengan itu, tujuan akhir pembelajaran bahasa Indonesia tercapai, yaitu mahasiswa memiliki kompetensi komunikatif
FILSAFAT POLITIK KANT DAN RELEVANSINYA BAGI PERLINDUNGAN MARTABAT MANUSIA Fransiskus Sales Lega
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 8 No. 1 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.463 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v8i1.69

Abstract

Politik merupakan bagian yang inheren dari kehidupan segenap umat manusia. Tidak ada manusia yang apolitis. Melalui politik manusia mampu memanusiakan diri dan sesamanya. Kant menegaskan bahwa manusia adalah mahkluk yang bermartabat. Jika politik dilihat sebagai sarana untuk memanusiakan manusia, maka politik tidak pernah boleh melecehkan martabat manusia. Politik harus memainkan peranan penting dalam melindungi martabat manusia. Immanuel Kant adalah filsuf politik yang menempatkan martabat manusia pada pusat filsafat politiknya. Menurut Kant, perlindungan terhadap martabat manusia dapat dijamin oleh negara-negara dan konstitusi yang berbentuk republikan dan kemajuan kerjasama internasional demi terciptanya perdamaian abadi tanpa menggunakan perang sebagai sarana mencapainya.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKARUMAH ADAT SUKU LIO KABUPATEN ENDE UNTUK PEMBELAJARAN GEOMETRI Maria Trisna Sero Wondo; Maria Fatima Mei; Finsensius Y. Naja
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.135 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v12i1.71

Abstract

This study aims to describe the symbols and geometry that exist in the traditional house of the Lio tribe of Wolokoli Village, Wolowaru District, Ende Regency in ethnomathematics perspective in terms of mathematical concepts. This type of research is qualitative research with an ethnographic approach. The subjects of this study consisted of several informants (chiefs, village heads, teachers and students). Using observation and interview techniques, and using qualitative descriptive analysis. The results showed the existence of symbol shapes and geometry in the building of traditional houses of the Lio tribe of Wolokoli Village, Wolowaru District, Ende Regency. Other symbolic forms include leke (foundation pillars made of stone and wood), there are twenty oval-shaped stone pillars and one rectangular wooden pole, Tenga (lante beam) in the form of a tube. Dalo is rectangular in shape. Rectangular lure. Wisu (four main pillars) shaped beam. Kebi (wall) is rectangular in shape. Mangu (nok pole) shaped beam. Block shaped jara. Pene / Pere is rectangular in shape. Eba beams. Lara is a block. Hubu (roof) is made of trapezoid-shaped reeds. Form symbols and geometrical structures that exist in the traditional Lio Tribe of Wolokoli Village, namely lines, angles, squares, rectangles, triangles, trapezoid, parallelogram, triangles, hexagons, beams, tubes, and triangular prisms. The shape in these parts of the house can change the paradigm of children and society that mathematics has a relationship with daily activities and relationships with culture and can be learned in a fun way in solving problems of learning geometry material.
URGENSI CONCEPT BUILDING DALAM PEMBELAJARAN YANG BERMAKNA SOSIAL-SPASIAL Marianus Mantovanny Tapung
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 8 No. 1 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.78 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v8i1.72

Abstract

Dunia yang senantiasa berubah dan memiliki kompleksitas ide, benda dan manusia menuntut seseorang untuk memiliki konsistensi dan koherensi dalam berpikir, yang hanya mungkin bila berdasarkan pada konsep yang tepat, valid, eviden, benar, dan bermanfaat. Konsep merupakan suatu kegiatan akal budi yang ditandai dengan melakukan refleksi/abstraksi terhadap fakta/data, atribut dan pengalaman nyata. Konsep yang kuat, akurat dan benar merupakan keberlanjutan yang utuh antara sensasi dan refleksi, yang akan menentukan kualitas berpengetahuan, bersikap dan berketerampilan seseorang. Dalam dunia pembelajaran, konsep yang matang dan jelas akan menentukan kemampuan untuk penguasaan dan pengembangan materi yang baik bagi guru dan siswa, yang berakibat pada tingkat capaian hasil belajarnya. Lebih dari itu, penguasaan dan penguatan konsep yang baik pada diri siswa akan membantu pembelajaran yang lebih bermakna spasial, di mana dapat membantu menumbuhkan kesadaran dan kepekaan siswa dalam melakukan interaksi, interrelasi dan interdependensi dengan sesama dan alam lingkungannya. Konsep yang baik tentang diri, sesama dan alam lingkungan akan menentukan cara siswa memposisikan diri dalam ruang lingkungan alam.
MOTIVATION AND AFFECTIVE PRINCIPLE IN LANGUAGE LEARNING: IMPLICATIONS TO EFL LEARNERS AND TEACHERS Tobias Gunas
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 8 No. 1 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.368 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v8i1.81

Abstract

Teaching and learning language are essentially interrelated with the factor of motivation and affective principle. Many researches have revealed that motivation factor and affective principle have contributed to the success of language learning. In this case, the effect of motivation and affective principle prove to be of importance for learners in the course of language learning. This article is mainly intended to explore the concept of motivation, affective principle, types of motivation, and motivational strategies as well as implications.

Filter by Year

2015 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 9 No. 2 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 9 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 8 No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 8 No 2 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 8 No. 1 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 8 No 1 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 7 No 2 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 7 No 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio More Issue