cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
SOSHUM : Jurnal Sosial dan Humaniora [Journal of Social Sciences and Humanities]
Published by Politeknik Negeri Bali
ISSN : 20882262     EISSN : 25805622     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
SOSHUM : Jurnal Sosial dan Humaniora [Journal of Social Sciences and Humanities][p-ISSN 2088-2262 | e-ISSN 2580-5622 | DOI 10.31940/soshum] aims to develop itself as a pioneer journal in social sciences and humanities. Starting from the year 2018, it publishes all papers in English. Areas relevant to the scope of the journal include Social Sciences, Education, Media and Communication studies, Humanities, Tourism, Arts and Culture, Linguistics, Literature, Philosophy, and Religious Studies. Research as well as literary study articles submitted to SOSHUM should be original and have never been published anywhere.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 3 (2017): November 2017" : 10 Documents clear
PASRAMAN SEBAGAI ENERGI PENDIDIKAN AGAMA DAN SENI HINDU DALAM DOMINASI DAN HEGEMONI PENDIDIKAN MODERN I Ketut Suda
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 3 (2017): November 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.744 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v7i3.714

Abstract

Artikel ini ditulis dalam rangka mengkaji keberadaan pendidikan pasraman, yakni sebuah model pendidikan Hindu yang keberadaannya sampai saat ini masih belum begitu jelas. Hal ini disebabkan dalam kurun waktu yang sangat lama belum ada kekuatan hukum yang jelas berupa Peraturan Menteri Agama yang bisa dijadikan pedoman pelaksanaan teknis dari lembaga pasraman atau pasantian sebagai salah satu lembaga pendidikan formal dalam agama Hindu. Di samping itu, adanya dominasi dan hegemoni pendidikan modern terhadap lembaga-lembaga pendidikan tradisional, termasuk lembaga pendidikan pasraman yang berbasis pendidikan agama dan budaya, membuat keberadaan pendidikan ini menjadi semakin termarjinalkan dalam masyarakat. Untuk membahas keberadaan pasraman sebagai lembaga pendidikan formal agama Hindu dalam konteks pendidikan modern, maka penulis memandang perlu melakukan kajian yang lebih mendalam tentang hal tersebut. Untuk itu, penulis melakukan kajian ini dengan metode deskriptif kualitatif. Hasilnya, belakangan ini dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Agama No.56 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Hindu, telah memberikan angin segar bagi kelangsungan hidup lembaga pendidikan pasraman sebagai lembaga pendidikan Hindu ke depannya. Akan tetapi untuk memantapkan pelaksanaan pendidikan pasraman dan agar lembaga pendidikan ini mampu bersaing dengan lembaga pendidikan modern yang telah berkembang pesat saat ini, maka masih perlu usaha maksimal dari para pengelola lembaga pendidikan pasraman ini, baik menyangkut aspek manajemennya, aspek kurikulumnya, strategi yang diterapkan, maupun berbagai infrastruktur pendukung pendidikan pasraman itu sendiri.
LIMITATION OF HOTEL BUILDINGS IN SUPPORTING SUSTAINABLE TOURISM (IMPLEMENTATION OF REGULATION OF BADUNG REGENCY NO. 36 YEAR 2014) Solihin Solihin; Ni Made Rai Sukmawati; Nyoman Mastiani Nadra; Budi Susanto
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 3 (2017): November 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.74 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v7i3.718

Abstract

Dinamika kepariwisataan di Kabupaten Badung, antara lain tercermin dengan pesatnya pembangunan fasilitas akomodasi wisata. Dalam periode 2010 – 2015, jumlah kamar hotel atau penginapan di Kabupaten Badung meningkat sebanyak 47%. Untuk mengantisipasi dampak negatif dari pesatnya pendirian fasilitas akomodasi wisata, Pemerintah Kabupaten Badung menerapkan Peraturan Bupati Badung No 36 tahun 2014 Tentang Standar Minimal Luas Lahan untuk bangunan Hotel dan Kondotel. Makalah ini membahas Peraturan Bupati Badung No 36 tahun 2014 dan implementasinya dalam membatasi bangunan hotel untuk mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan. Makalah ini merupakan bentuk kajian pariwisata yang menggunakan pendekatan kualitatif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, studi kepustakaan, dan wawancara mendalam dengan 8 informan pelaku dan pemerhati pariwisata Bali. Analisis data dilakukan secara deskriptif–intepretatif dalam perspektif kajian ilmu pariwisata. Hasil kajian menunjukkan bahwa Peraturan Bupati Badung No 36 tahun 2014 merupakan kebijakan yang terkait dengan orientasi pembangunan sektor pariwisata dan pengaturan luas lahan minimal untuk pendirian bangunan hotel dan kondotel di Kabupaten Badung. Kebijakan ini berorientasikan kepada upaya pembangunan pariwisata berkelanjutan, yaitu pembangunan pariwisata yang mendukung upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat lokal. Stakeholders terkait, termasuk calon investor, pemilik dan manajemen hotel serta kondotel dapat terus mendukung dalam upaya mewujudkan pembangunan pariwisata berkelanjutan.
POTENCY AND DEVELOPMENT OF ECOTOURISM OF BUTTERFLY PARK IN SESANDAN VILLAGE, TABANAN REGENCY I Putu Budiarta; I Ketut Ardiasa; I Wayan Nurjaya; I Nyoman Kanca
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 3 (2017): November 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.681 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v7i3.704

Abstract

Purpose of this research is to identify the potencies and development of Butterfly Park in Sesandan Village, Tabanan Regency. Data of this research were collected through observation, in depth interview, and questionnaires. The findings showed that the butterfly park in Sesandan Village has 4 (four) tourism components namely attraction, accessibility, amenity, and ancillary (4 A). Those components should be developed so that the number of visitors to the village could increase. The development includes some strategies such as Strength-Opportunities Strategy which include development of small scale tourism, alternative tourism and sustainable tourism. Weakness-Opportunities Strategies which include the development of human resources in Sesandan Village on knowledge and skill in tourism. Strength-Threats Strategies, which include keeping and increasing the security of Sesandan Village and by doing benchmarking to the more-developed destination. Weakness Threats Strategies which is done by preserving the ecosystem of the butterfly to keep the balance of the nature and to enlarge the area of the conservation so that it becomes more attractive to be visited.
WACANA SOSIAL MITOS KERIS KI BARU GAJAH DALAM TRADISI NGREBEG DI KECAMATAN KEDIRI, TABANAN Anak Agung Ayu Meitridwiastiti
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 3 (2017): November 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.871 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v7i3.713

Abstract

Penelitian wacana sosial atas mitos keris Ki Baru Gajah dalam tradisi Ngrebeg di Kecamatan Kediri, Tabanan dilakukan untuk menganalisis struktur mitos yang bersifat tekstual, menjelaskan implementasi dan fungsi mitos keris Ki Baru Gajah dalam Purana Pura Luhur Pakendungan pada Tradisi Ngrebeg. Penelitian ini juga mengungkapkan wacana sosial yang ada dan berkembang di masyarakat Kecamatan Kediri, Tabanan yang bersifat kontekstual.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori fungsi dan semiotika (Charles Sander Pierce). Pengumpulan data dikumpulkan melalui studi pustaka, wawancara, dan perekaman. Analisis data yang digunakan adalah hermeneutika dan deskriptif analitik.Penyajian hasil analisis data yang digunakan adalah metode informal. Implementasi mitos keris Ki Baru Gajah meliputi tradisi Ngrebeg, sedangkan fungsinya meliputi fungsi pelengkap upacara Dewa Yadnya, sebagai media pendidikan masyarakat, mempererat hubungan sosial masyarakat, dan pengusir wabah penyakit. Wacana sosial meliputi makna dari mitos tersebut, yaitu makna simbolik, loyalitas, dan kesuburan. Diharapkan dengan tradisi yang berasal dari sebuah mitos dapat memberikan keharmonisan dan kesejahteraan kehidupan dalam masyarakat Kecamatan Kediri, Tabanan.
KEPUASAN MAHASISWA JURUSAN PARIWISATA TERHADAP KINERJA PERMATA TOURS Nyoman Mastiani Nadra; Ni Luh Eka Armoni; AAA Ngurah Harmini; I Gusti Made Wendri
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 3 (2017): November 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.22 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v7i3.705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dianggap penting oleh pelanggan serta faktor-faktor yang perlu mendapatkan prioritas untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dikuantitatifkan menggunakan skor. Data yang diolah berupa data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner keresponden. Dengan menggunakan Performance Important Analysis didapat hasil bahwa tidak ada atribut/variable pada kuadran A yang menyebabkan mahasiswa tidak puas/kecewa. Pada kuadran B menunjukkan faktor faktor atau atribut yang mempengaruhi kepuasan pelanggan, kuadran ini perlu dipertahankan karena pada umumnya tingkat pelaksanaannya telah sesuai dengan kepentingan dan harapan mahasiswa. Kuadran C menunjukkan beberapa variable yang kurang penting pengaruhnya bagi pelanggan, dalam pelaksanaanya oleh perusahaan biasa biasa saja, dianggap kurang penting dan kinerjanya kurang memuaskan. Kuadran D menunjukkan variabel yang mempengaruhi pelanggan kurang penting tetapi pelaksanaannya berlebihan, dianggap kurang penting tapi kinerjanya memuaskan. Rekomendasi berupa self evaluation bagi Permata Tours dan Peace Tours dan dapat dipakai acuan dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa dalam memberikan pelayanan yang lebih berkualitas.
SEGELAS TEH DAN SEPOTONG KUE DAPAT MENURUNKAN KELELAHAN DAN MENINGKATKAN KONSENTRASI I Ketut Widana
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 3 (2017): November 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.874 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v7i3.712

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengaruh asupan nutrisi terhadap kelelahan dan konsentrasi petani saat beraktivitas. Penelitian dilakukan di daerah Bedugul, tepatnya di Desa Taman Tanda. Daerah Taman Tanda dipilih karena merupakan salah satu Subak yang masih setia dengan teknologi ramah lingkungan dan salah satu Subak yang menghasilkan produk pertanian organik. Selama ini, seperti sudah disepakati secara diam-diam bahwa makan atau minum di tengah-tengah aktivitas di ladang tidak dibenarkan. Padahal, tahun tujuh puluhan sampai era delapan puluhan, jeda istirahat merupakan hal yang biasa. Sangat sulit merubah suatu prilaku yang bersifat komunal. Diperlukan bukti dan orang terpercaya untuk memberi keyakinan bahwa asupan nutrisi di tengah-tengah aktivitas sangat bermanfaat untuk mempertahankan kebugaran tubuh selama beraktivitas. Dalam penelitian ini dilakukan intervensi pada asupan nutrisi yang dikonsumsi oleh petani. Untuk mengukur manfaat dari intervensi atau perlakuan bagi peningkatan derajat kesehatan petani maka akan dilakukan pengukuran, baik pre-test maupun post-test melalui penelitian eksperimental Treatment by Subjects Design. Subjek adalah petani laki-laki dengan jumlah 20 orang, berumur antara 35 – 50 tahun, dengan pengalaman kerja lebih dari 5 tahun. Variabel yang akan diukur adalah kelelahan dan konsentrasi yang dirasakan oleh petani. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan di lokasi penelitian, kondisi kelembaban relatif di Desa Taman Tanda adalah 78,65, kecepatan angin rata-rata 13,62 m/menit dan suhu bola kering 30,11oC dan bola basah 26,58oC sedangkan intensitas bunyi 76,83 dB(A). Hasil penelitian menunjukkan rerata kelelahan petani adalah skor 52,03 dan setelah intervensi skor 43,04, atau menurun sebesar 17,28%. Indikator konsentrasi, yang terdiri dari kecepatan, ketelitian dan konstansi juga mengalami perbaikan masing-masing sebesar 12,70%; 10,69% dan 21,62%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa asupan nutrisi berupa pemberian segelas teh manis dan 75 gram kue ketan di tengah- tengah aktivitas dapat menurunkan kelelahan dan meningkatkan konsentrasi.
INDONESIAN-BALINESE MULTI-PARTY CASUAL CONVERSATION: INDEXING EPISTEMIC AUTHORITY THROUGH QUESTION AND ANSWER SEQUENCE Kadek Ratih Dwi Oktarini
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 3 (2017): November 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.988 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v7i3.710

Abstract

Secara umum pertanyaan digambarkan sebagai jenis kalimat yang meminta informasi dari seseorang yang dianggap sebagai pihak yang tahu (K+) oleh pihak lain yang tidak tahu (K-) " (Stivers, 2010). Dalam hal status pengetahuan, untaian percakapan pertanyaan dan jawaban dapat secara tidak langsung menunjukkan status keilmuan dari peserta percakapan, orang yang memberi pertanyaan dianggap sebagai orang yang tidak tahu (K-) sedangkan orang yang menjawab dianggap sebagai orang yang tahu (K+). Makalah ini menyajikan sebuah studi terperinci dan mendalam tentang percakapan multi- partai di antara teman-teman, dalam bahasa Indonesia-Bali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif Analisa Percakapan atau Conversation Analysis (CA). Metode Analisa Percakapan menggunakan percakapan yang terjadi secara alami sebagai datanya dan memperhatikan rincian percakapan secara mendetail dalam interaksi. Makalah ini menyajikan bagaimana peserta menunjukkan dan mengklaim otoritas atas kepemilikan pengetahuan (epistemic) mereka dalam untaian percakapan tanya jawab, yang kebetulan saling terkait dengan urutan lain, yaitu menggoda. Seorang peserta mengutarakan sebuah pertanyaan kepada seorang peserta lain. Pertanyaan ini dapat juga dijawab oleh peserta lainnya karena mereka bekerja di bidang yang sama (ilmuwan). Terungkap bahwa dalam untaian percakapan tanya jawab, peserta berpedoman kepada status epistemik mereka yang sifatnya relative antara satu sama lain. Peserta yang memiliki status epistemik dan otoritas tertinggi menjalankan wewenang dan klaim epistemiknya dengan mengabaikan jawaban dari peserta yang sekiranya memiliki peringkat epistemik lebih rendah dari dirinya.
POLA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADA DAERAH TUJUAN WISATA BAHARI DI KABUPATEN KARANGASEM I Wayan Mudana
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 3 (2017): November 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.901 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v7i3.716

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk: mendeskrepsikan tanggapan masyarakat terhadap model pemberdayaan masyarakat, bentuk deversifikasi usaha yang dikembangkan, bentuk kelembagaan yang dikembangkan, dan berbagai hambatan–hambatan yang dihadapi dalam mewujudkan pengembangan pariwisata bahari yang berkelanjutan di Kabupaten Karangasem. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Sehubungan dengan hal itu maka teknik penentuan informan menggunakan porposive snowball. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan dengan triangulasi secara berkelanjutan. Berdasarkan atas hal itu dapat dikemukakan bahwa masyarakat memberikan tanggapan positif terhadap model pola pemberdayaan yang dikembangkan, masyarakat mengembangkan berbagai bentuk diversifikasi usaha sebagai bentuk keikutsertaan masyarakat dalam memanfaatkan peluang yang ada, kelembagaan yang dikembangkan dalam bentuk kelembagaan mengembangkan kelembagaan kelompok sadar wisata, Diving Center (Pelatihan/tutorial, penyewaan, pendampingan/ pemandu wisata), kelompok nelayan pengangkut wisatawan, pelestarian terumbu karang, pecalang segara, dan Pokmaswas serta Badan Usaha Milik Desa. Pengembangan berbagai kelembagaan tersebut dilakukan melalui proses dialog antar kelompok masyarakat dan pecalang segara. Memang harus diakui ada beberapa hambatan dalam pengembangan pariwisata bahari yang berkelanjutan, diantaranya regulasi, dukungan infrastruktur, wawasan masyarakat tentang pengembangan wisata bahari yang berkelanjutan, terbatasnya modal usaha yang dimiliki, dan keterbatasan atraksi wisata yang ada di kawasan pesisir Kabupaten Karangasem
PENGARUH METODE MIND MAPPING TERHADAP KEMAMPUAN PRESENTASI LISAN MAHASISWA KELAS VII A D4 MANAJEMEN PROYEK KONSTRUKSI JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BALI I Gusti Ayu Putu Dewi Paramita; Evin Yudhi Setyono
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 3 (2017): November 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.192 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v7i3.715

Abstract

Dalam mempelajari bahasa Inggris, mahasiwa membutuhkan sebuah metode yang efektif yang bisa membantu mereka mencapai tujuan pembelajaran. Pengajar memberikan sebuah metode yang efektif yang bisa mempermudah mereka dalam belajar. Penulis tertarik dengan sebuah metode yaitu metode mind mapping, yaitu sebuah metode pemetaan pikiran yang bisa diterapkan pada mahasiswa.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemberian metode mind mapping ini berpengaruh terhadap nilai presentasi mahasiswa. Adapun yang dijadikan objek penelitian adalah mahasiswa semester VII kelas A D4 Manajemen Proyek Konstruksi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan statistik. Dari olah data yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemberian mind mapping dalam pembelajaran membawa pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan presentasi bahasa Inggris mahasiswa. Ini ditunjukkan dengan peningkatan kemampuan presentasi bahasa Inggris sesudah pemberian mind mapping yakni masing-masing sebesar 79,65 dengan standar deviasi 5,86 dan sebesar 77.00 dengan standar deviasi sebesar 4,79
MODEL KEWIRAUSAHAAN MEMANDU WISATA MENDAKI GUNUNG AGUNG DI DESA SELAT, KARANGASEM I Gede Mudana; I Ketut Sutama; Cokorda Istri Sri Widhari
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 3 (2017): November 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.531 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v7i3.717

Abstract

Penelitian tentang kewirausahaan pendakian Gunung Agung di Desa Selat, Karangasem ini bertujuan melahirkan model kewirausahaan kepemanduan mendaki gunung. Penelitian ini memiliki urgensi (keutamaan) dalam kebermanfaatannya secara bersama-sama dan saling menguntungkan bagi pemerintah, swasta/industri pariwisata, dan masyarakat setempat, khususnya para pemandu pendakian, selain untuk kepentingan kelestarian alam pegunungan, budaya, dan kesuciannya. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif berupa reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan serta penggunaan teori-teori terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kewirausahaan memandu wisata mendaki Gunung Agung di Desa Selat dapat dikembangkan karena faktor-faktor berikut. Pertama, Gunung Agung memiliki daya tariknya sendiri, baik daya tarik alamiah maupun daya tarik budaya dan/atau supranatural-spiritualitas-religiusitasnya di mana Desa Selat merupakan tempat paling strategis bagi pertemuan antara pemandu dan wisatawan pendaki sebelum menuju pendakian melalui Dusun Sogra/Pura Pasar Agung. Daya tarik supranatural- spiritualitas-religisuitas terkait juga dengan praktik marketing Kabupaten Karangasem melalui slogan “Karangasem Spirit of Bali” yang memiliki makna dalam, enak dibaca, dan mengena. Kedua, tersedia sumber daya manusia terkait yang ada di Desa Selat yang cukup kapabel untuk mengembangkan kewirausahaan. Ketiga, adanya modal popularitas Bali sebagai daerah tujuan wisata populer dan terbaik dunia serta berkembangnya pasar wisatawan pendaki (alam) yang sangat memengaruhi wisata pendakian Gunung Agung. Keempat, tersedianya daya tarik wisata (tourist attraction) di sekeliling kawasan Desa Selat. Kelima, terdapatnya pengembangan kewirausahaan wisata mendaki Gunung Agung melalui upaya maksimalisasi teknologi digital di mana, meskipun secara geografis cukup terpencil dan relatif jauh dari pusat-pusat kepariwisataan (tourist spots) di Bali.

Page 1 of 1 | Total Record : 10