cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis
ISSN : 1412968X     EISSN : 25989405     DOI : -
Core Subject : Economy, Science,
E-Mabis menerima artikel hasil riset dari para peneliti baik dosen, mahasiswa maupun praktisi dalam bidang ekonomi, manajemen dan bisnis yang belum pernah diterbitkan pada jurnal lain, artikel dapat berupa hasil kajian teoritis maupun hasil penelitian yang ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris. E-Mabis terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 226 Documents
ANALISIS PENERAPAN STANDARD MARINE COMMUNICATION PHRASES PADA CREW DI MV. SAO MASTER Muhammad Ayatullah Ananta Wahyu; Dion Lebang; Yohanis Kosso Tedang
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1629

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan Standard Marine Communication Phrases (SMCP) sebagai standar komunikasi internasional dalam mendukung keselamatan pelayaran dan mencegah terjadinya miskomunikasi di atas kapal. Permasalahan penelitian muncul dari insiden near miss yang terjadi pada saat proses berthing dan anchoring MV. Sao Master di Pelabuhan Lianyungang, China, akibat penggunaan bahasa non-standar dalam komunikasi antara Master dan Pilot. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan SMCP oleh crew MV. Sao Master selama kegiatan navigasi dan operasional kapal serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas penggunaannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi selama praktik laut, wawancara mendalam terhadap Master, Chief Officer, dan Third Officer, serta dokumentasi operasional kapal. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai penerapan SMCP di lingkungan kerja kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SMCP di lingkungan internal MV. Sao Master telah berjalan dengan baik dan konsisten. Hal tersebut didukung oleh penggunaan Bahasa Inggris Maritim sebagai bahasa kerja utama, pelaksanaan toolbox meeting, monthly safety meeting, dan monthly drill yang menggunakan komunikasi berbasis SMCP. Namun demikian, masih ditemukan kendala pada komunikasi eksternal, khususnya saat berinteraksi dengan pilot dan pihak pelabuhan yang tidak selalu menggunakan frasa standar IMO. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan miskomunikasi yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran. Oleh karena itu, penerapan SMCP secara disiplin oleh seluruh pihak yang terlibat dalam operasi kapal menjadi faktor penting dalam meningkatkan keselamatan, efektivitas komunikasi, dan kelancaran operasional pelayaran. Kata Kunci: SMCP, komunikasi maritim, keselamatan pelayaran, miskomunikasi, navigasi kapal
ANALISIS TANK CLEANING DI MT. PIS MAHAKAM Syamsul Bahri; Zainal Yahya Idris; Nurul Hatifah
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1630

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterlambatan operasional MT. PIS Mahakam yang disebabkan oleh tangki kargo yang belum siap untuk memuat muatan yang berbeda jenis karena tangkinya belum bersih. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan proses pembersihan ruang muat di MT. PIS Mahakam serta mengidentifikasi faktor-faktor dominan yang menjadi kendala dalam kegiatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap proses tank cleaning di kapal, wawancara mendalam dengan kru kapal seperti Chief Officer dan Bosun, serta pengumpulan dokumen pendukung seperti cargo record. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang sistematis dan mendalam mengenai pelaksanaan pembersihan ruang muat sesuai prosedur operasional dan standar keselamatan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pembersihan tangki telah dilaksanakan sesuai dengan standar operasional yang ditetapkan. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat kendala internal, yaitu terjadinya kerusakan pada mesin butterworth saat proses pembersihan berlangsung selama 15 menit sehingga harus menggunakan butterworth portable yang berdampak pada waktu pembersihan melebihi dari waktu yang ditentukan. Kerusakan tersebut menjadi hambatan dalam kegiatan tank cleaning. Selain itu, terdapat pula kendala eksternal yang mempengaruhi proses pembersihan, yaitu adanya perbedaan antara jenis muatan sebelumnya dengan muatan yang akan dimuat selanjutnya. Kata Kunci: efektivitas pembersihan, faktor eksternal, faktor internal, kapal tanker, sistem Butterworth.
ANALISIS FIRE DRILL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESIAPAN CREW DALAM MENGHADAPI KEBAKARAN DI MV. SAO LOUIS Ivan Claudhio Randa Linggi; Egbert Edward Djajasasana; Abdul Majid
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan fire drill dalam meningkatkan kesiapan crew menghadapi kebakaran di atas MV. SAO LOUIS, mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi selama pelaksanaan fire drill, serta mengetahui dan mengevaluasi upaya-upaya yang dilakukan guna meningkatkan kesiapan crew dalam menghadapi keadaan darurat kebakaran. Penelitian dilaksanakan dengan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Penelitian dilaksanakan selama periode Agustus 2024 - Agustus 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan fire drill di MV. SAO LOUIS pada umumnya telah dilaksanakan sesuai prosedur yang mengacu pada ketentuan SOLAS dan Safety Management System perusahaan. Namun, masih terdapat beberapa kendala, seperti kurangnya pemahaman crew baru terhadap prosedur keadaan darurat, kurangnya komunikasi dan koordinasi saat latihan berlangsung, serta masih ditemukannya kesalahan dalam penggunaan peralatan pemadam kebakaran. Upaya peningkatan kesiapan crew dilakukan melalui pelaksanaan familiarization, safety meeting, evaluasi setiap selesai fire drill, serta pemberian arahan dan pengawasan secara langsung oleh para perwira kapal. Kata Kunci: fire drill, kebakaran, kesiapan crew, safety culture
EVALUASI KESIAPSIAGAAN DAN RESPON PETUGAS PELABUHAN SERTA KRU KAPAL TERHADAP TUMPAHAN MINYAK PADA KEGIATAN BONGKAR MUAT DI MV. SK CARINA Aryawiguna Trias Alfaris.D; Rachmat Tjahjanto; Muhammad Rifani
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1632

Abstract

Kegiatan bongkar muat bahan bakar di pelabuhan merupakan aktivitas berisiko tinggi terhadap terjadinya tumpahan minyak (oil spill) yang dapat mencemari lingkungan laut dan mengganggu keselamatan operasional. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa keterlambatan respons sering disebabkan oleh lemahnya koordinasi antara kapal dan otoritas pelabuhan, namun evaluasi terpadu terhadap tiga aspek pelatihan personel, kesiapan peralatan, dan koordinasi komunikasi pada kapal berukuran menengah seperti MV. SK Carina masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapsiagaan petugas pelabuhan dan kru kapal dalam menghadapi potensi tumpahan minyak. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam terhadap enam informan (nakhoda, perwira, ABK, dan petugas pelabuhan), serta dokumentasi prosedur dan peralatan. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Penelitian dilaksanakan di Pelabuhan Lamongan Shorebase selama periode Agustus 2024–Agustus 2025. Hasil penelitian menunjukkan kesiapsiagaan dan respons kru kapal belum sepenuhnya optimal: frekuensi pelatihan penanggulangan tumpahan minyak masih terbatas (satu hingga dua kali per tahun) dan belum melibatkan seluruh kru secara aktif; peralatan tanggap darurat telah tersedia sesuai ketentuan namun pemahaman teknis penggunaannya belum merata; serta koordinasi antar departemen dan dengan pihak pelabuhan belum terintegrasi, sehingga terjadi keterlambatan respons sekitar 15 menit pada kasus minor spill di area manifold. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan pelatihan berbasis simulasi, pemeliharaan peralatan, dan mekanisme komunikasi terpadu antara kapal dan pelabuhan. Kata Kunci: kesiapsiagaan, komunikasi maritim, koordinasi, respons darurat, tumpahan minyak
UPAYA PERAWATAN FIRE EXTINGUISHER UNTUK MENCEGAH BAHAYA KEBAKARAN DI ATAS KAPAL Kabul Mulyanto; Egbert Edward Djajasasana; Abd. Majid
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1633

Abstract

Kapal tanker merupakan salah satu jenis kapal yang memiliki tingkat risiko kebakaran tinggi karena mengangkut muatan mudah terbakar, seperti aspal cair pada MT. Edricko 2. Oleh karena itu, kesiapan dan kondisi alat pemadam api ringan (fire extinguisher) menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan kebakaran di atas kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi dan perawatan fire extinguisher serta mengidentifikasi kendala dalam pelaksanaannya sebagai bagian dari sistem keselamatan kapal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di atas kapal, wawancara dengan awak kapal yang bertanggung jawab terhadap perawatan alat keselamatan, serta studi dokumentasi terhadap prosedur dan logbook perawatan. Penelitian dilaksanakan selama kegiatan Praktik Laut (PRALA) periode September 2024 hingga September 2025 di atas kapal MT. Edricko 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi dan perawatan fire extinguisher di atas kapal belum sepenuhnya optimal. Hal ini ditunjukkan dengan ditemukannya kerusakan pada komponen alat, yaitu pin segel pengaman yang tidak dalam kondisi layak pakai. Selain itu, ditemukan kendala berupa kurangnya ketelitian dalam pemeriksaan komponen kecil, pencatatan perawatan yang belum konsisten, serta pemahaman awak kapal terhadap standar kelayakan alat yang masih terbatas. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara pelaksanaan di lapangan dengan ketentuan internasional seperti SOLAS Chapter II-2 yang mengharuskan seluruh peralatan pemadam kebakaran selalu dalam kondisi siap pakai. Kata Kunci: Fire Extinguisher, Perawatan, Kebakaran Kapal, SOLAS, MT. Edricko 2
ANALISIS KESIAPAN SARANA BONGKAR MUAT DI MT. RATU RENGGANIS Muhammad Ashari Ahmad; Prolin Tarigan Sibero; Bachri
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1634

Abstract

Kesiapan sarana bongkar muat merupakan faktor krusial dalam menjamin efisiensi dan keselamatan operasional kapal tanker. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan sarana serta mengidentifikasi faktor penyebab ketidaksiapan operasional di MT. Ratu Rengganis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan adanya kendala signifikan pada bulan Oktober 2024 di Pelabuhan FT Tual berupa kebocoran sambungan pipa muatan dan kemacetan valve pada common line. Analisis teknis mengungkapkan bahwa kebocoran disebabkan oleh degradasi komponen gasket dan flange, sedangkan kemacetan valve dipicu oleh akumulasi residu muatan yang tidak ter-flush sempurna. Faktor utama penyebab ketidaksiapan ini meliputi pelaksanaan Planned Maintenance System (PMS) yang tidak konsisten, pemeriksaan pra-operasi yang hanya bersifat visual tanpa pengujian fungsi (functional test), serta tekanan waktu jadwal pelayaran yang ketat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan prosedur checklist pra-operasi sesuai standar ISGOTT, digitalisasi logbook perawatan, dan peningkatan frekuensi perawatan preventif pada komponen kritis. Optimalisasi kesiapan sarana terbukti signifikan dalam mengurangi keterlambatan laytime dan mencegah risiko pencemaran laut sesuai standar MARPOL. Kata Kunci: Kesiapan Sarana, Bongkar Muat, Planned Maintenance System, ISGOTT.