cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis
ISSN : 1412968X     EISSN : 25989405     DOI : -
Core Subject : Economy, Science,
E-Mabis menerima artikel hasil riset dari para peneliti baik dosen, mahasiswa maupun praktisi dalam bidang ekonomi, manajemen dan bisnis yang belum pernah diterbitkan pada jurnal lain, artikel dapat berupa hasil kajian teoritis maupun hasil penelitian yang ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris. E-Mabis terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 226 Documents
ANALISIS KEGAGALAN CLEANING PALKA PADA MV. XH SPRING Muhammad Wahyuniansyah; Nurwahidah; Muhammad Hidayat
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1612

Abstract

Abstrak Transportasi laut memiliki peran penting dalam mendukung distribusi barang di Indonesia sebagai negara kepulauan, dengan kapal curah menjadi salah satu sarana utama pengangkutan berbagai jenis muatan. Dalam pengangkutan muatan food grade, kebersihan palka menjadi persyaratan utama untuk mencegah kontaminasi dan menjamin kualitas muatan. Berdasarkan hasil observasi di MV. XH SPRING, masih terjadi kegagalan cleaning palka yang menyebabkan penundaan proses pemuatan akibat ruang muat belum memenuhi standar kebersihan, sehingga diperlukan analisis terhadap faktor-faktor penyebab terjadinya permasalahan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh secara langsung dari lokasi (kapal) penelitian melalui observasi, wawancara langsung dengan Captain, Chief Officer, dan Bosun, serta studi dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan melalui berbagai metode dimulai dari observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis lalu disimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan cleaning palka di kapal MV XH SPRING sudah berjalan sesuai tahapan standar namun terdapat beberapa kekurangan dalam pelaksanaannya yang disebabkan oleh banyak faktor. Faktor yang menyebabkan kegagalan cleaning palka diakibatkan oleh kondisi cuaca, keterbatasan waktu, karakteristik muatan biji besi, serta kurangnya pengawasan dan kesiapan kru. Akibatnya, masih ditemukan residu saat inspeksi sehingga diperlukan pembersihan ulang. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan, pengawasan, dan peningkatan kompetensi kru untuk memenuhi standar kebersihan palka. Kata Kunci: Cleaning Palka, Muatan Curah, Food Grade Cargo, Kapal Kargo
PERSIAPAN RUANG MUAT KAPAL CURAH GUNA MENUNJANG KEBERHASILAN DALAM PROSES PEMUATAN DI MV. AMANAH HALMAHERA AMC Arjun Fanky; Rachmat Tjahjanto; Muhammad Rifani
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1615

Abstract

Persiapan ruang muat menjadi aspek krusial yang memengaruhi keberhasilan pemuatan pada kapal curah. Permasalahan klasik yang sering muncul adalah keterlambatan pemuatan akibat ruang muat yang belum siap dan belum memenuhi standar kebersihan serta kelayakan sesuai persyaratan surveyor. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji proses persiapan ruang muat kapal curah MV. Amanah Halmahera AMC dalam rangka mendukung kelancaran proses pemuatan. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data diperoleh melalui observasi langsung selama praktik laut, wawancara mendalam dengan nakhoda, perwira, bosun, dan awak kapal, serta studi dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan tahapan-tahapan dalam persiapan ruang muat beserta kendala yang dihadapi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa persiapan ruang muat dilaksanakan melalui lima tahap utama: pembersihan sisa muatan, pencucian menggunakan air laut, pembersihan sistem bilge, pembilasan dengan air tawar, dan pengeringan ruang muat sebelum inspeksi surveyor. Berbagai hambatan yang teridentifikasi mencakup keterbatasan personel awak kapal, gangguan fungsi pada peralatan pembersihan, kondisi cuaca buruk, serta keberadaan residu muatan sebelumnya yang masih menempel. Penerapan prosedur persiapan ruang muat secara sistematis dan terstruktur terbukti mampu memenuhi standar kelayakan ruang muat dan melancarkan proses pemuatan. Penelitian ini menekankan bahwa pengawasan intensif, disiplin tinggi dari awak kapal, serta kesiapan peralatan pendukung merupakan faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas persiapan ruang muat. Kata Kunci: bulk carrier, pemuatan, persiapan ruang muat, ruang muat, surveyor
ANALISIS PEMELIHARAAN LIFEBOAT DI. MV SINAR KUTA Rewang Alengka Jennar; Zainal Yahya Idris; Nurul Hatifah
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1616

Abstract

Fokus Penelitian dimotivasi mengarahkan pada analisis sekoci penyelamat, guna memastikan keutuhan selama situasi emergency. Dari hasil penelitian di MV. Sinar Kuta , dijumpai masalah pada sekoci penyelamat jatuh bebas akibat kebocoran pada silinder hidrolik. Fokus Penelitian untuk menganalisis implementasi perawatan dewi-dewi dan juga mengidentifikasi faktor - faktor yang menyebabkan implementasi sistem perawatan yang kurang optimal. Teknik penelitian yang dipakai yaiut deskriptif kualitatif, serta memanfaatkan teknik pengumpulan data seperti pengamatan langsung , wawancara ,dan dokumentasi. Pada hasil penelitian terlihat bahwa manajemen perawatan dewi-dewi belum terealisasi secara baik akibat kurangnya pemeliharaan berkala, keringnya pelumasan, dan tidak dilakukannya penjadwalan rutin sesuai PMS. Tantangan utama terdiri keterbatasan waktu operasional, suku cadang, human error, serta pengaruh korosi lingkungan laut. Kata kunci: Dewi-dewi, Perawatan Sekoci, Planned Maintenance System (PMS), Sistem Hidrolik, SOLAS 1974..
ANALISIS TERJADINYA BAHAYA TUBRUKAN DI KM. SABUK NUSANTARA 72 Nur Rahmat Syah; Bruce Rumangkang; Nurul Hatifah
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1620

Abstract

Bahaya tubrukan merupakan salah satu ancaman terbesar dalam operasi pelayaran dan dapat timbul akibat kurang optimalnya pengawasan navigasi. Pada KM. Sabuk Nusantara 72 masih ditemukan beberapa kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko tubrukan, terutama terkait pelaksanaan dinas jaga, efektivitas komunikasi antarperwira, serta ketertiban dalam pencatatan navigasi seperti pengisian Deck Log Book dan penerapan Master's Night Order. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya bahaya tubrukan pada kapal tersebut melalui peninjauan terhadap implementasi standar dinas jaga dan prosedur navigasi sesuai STCW Code dan COLREG 1972. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan studi dokumentasi di atas kapal. Observasi difokuskan pada kegiatan jaga di anjungan, penggunaan alat bantu navigasi seperti Radar, ECDIS, dan AIS, serta sistem komunikasi antarperwira. Wawancara dilakukan dengan nakhoda, mualim, dan juru mudi untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai pelaksanaan jaga, sementara studi dokumentasi digunakan untuk menilai kesesuaian prosedur jaga dengan pedoman Safety Management System (SMS) dan Standing Orders. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dinas jaga di KM. Sabuk Nusantara 72 pada dasarnya telah mengikuti standar internasional, namun belum sepenuhnya dilaksanakan sesuai dengan aturan yang tertera di atas kapal. Masih ditemukan perwira yang belum optimal dalam melakukan pengamatan keliling, prosedur serah terima jaga yang belum tertib, serta keterlambatan perwira pengganti jaga. Selain itu, kurangnya koordinasi dan minimnya kedisiplinan awak kapal turut memengaruhi produktivitas kerja di atas kapal. Kata Kunci: bahaya tubrukan, dinas jaga, keselamatan pelayaran
ANALISIS STRATEGI PENCEGAHAN TERJADINYA CARGO LOSS PADA MT. BERKAT ANUGERAH 03 Muhammad Abrar Muis; Prolin Tarigan Sibero; Bachri
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1622

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya selisih muatan Biosolar B40 pada MT. Berkat Anugerah 03. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui triangulasi yang meliputi observasi partisipatif saat operasi kargo di Ambon dan Tulehu, wawancara mendalam dengan nakhoda dan perwira dek, serta studi dokumentasi terhadap Ullage Report dan Cargo Calculation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cargo loss yang terjadi pada MT. Berkat Anugerah 03 didominasi oleh Apparent Loss (kerugian semu) akibat ketidakakuratan prosedur sounding. Faktor penyebab utama meliputi pengabaian waktu stabilisasi muatan (settling time) pasca-blending, malfungsi alat ukur flow meter yang tidak terkalibrasi, serta kelalaian kru dalam menerapkan tabel koreksi trim dan list kapal. Selain itu, ditemukan rendahnya familiarisasi kru terhadap pedoman ISGOTT. Langkah strategis yang direkomendasikan adalah formalisasi prosedur settling time minimal 30 menit sebelum pengukuran final, modernisasi alat ukur menggunakan UTI (Ullage Temperature Interface) Tape, serta peningkatan kedisiplinan kru dalam pengisian Pre-Transfer Checklist dan pelaksanaan kalibrasi instrumen secara berkala sesuai standar internasional. Kata Kunci: apparent loss, biodiesel b40, isgott, kehilangan muatan, ullage
OPERASIONAL PERSIAPAN BONGKAR MUAT PADA MT. KIRANA NAWA Muhammad Taufik Mu’min; Nurwahidah; Muhammad Hidayat
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1624

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesiapan sistem dan peralatan dalam proses bongkar muat pada kapal tanker guna menjamin efisiensi operasional dan keselamatan kerja. Berdasarkan pengalaman praktik laut di MT. Kirana Nawa, ditemukan kendala saat bongkar muatan vacuum residu, yakni penurunan tekanan pompa kargo yang mengakibatkan menurunnya pumping rate serta keterlambatan proses bongkar muat sekitar empat jam dari waktu normal. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan dalam operasional bongkar muat, terutama pada sistem pompa kargo, tekanan gas inert, serta kesiapan awak kapal dalam melaksanakan prosedur operasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung selama praktik laut, wawancara mendalam dengan Chief Officer serta seluruh awak kapal, dan dokumentasi menggunakan checklist operasional serta logbook. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan bongkar muat di MT. Kirana Nawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses bongkar muat belum berjalan optimal akibat menurunnya tekanan pompa kargo, yang berdampak pada penurunan pumping rate serta keterlambatan waktu penyelesaian. Permasalahan tersebut dipengaruhi oleh kurangnya perawatan berkala pompa kargo, kurangnya koordinasi antar kru, serta belum maksimalnya penerapan SOP sebelum kegiatan bongkar muat. Diperlukan peningkatan perawatan pompa kargo secara rutin, pemeriksaan tekanan gas inert sebelum operasi, pelaksanaan toolbox meeting, pelatihan awak kapal, serta penguatan koordinasi agar proses bongkar muat berjalan lebih efisien, aman, dan sesuai jadwal. Kata Kunci: bongkar muat, efisiensi operasional, gas inert, pompa kargo
PENDEKATAN STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) DALAM MEMETAKAN FAKTOR DETERMINASI MINAT ADOPSI TEKNOLOGI MICROSERVICES UMKM DI ACEH Apridar; Jeliteng Pribadi; Rita Meutia
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1625

Abstract

Keterbatasan arsitektur TI monolitik menghambat skalabilitas dan integrasi sistem UMKM dalam ekosistem digital. Menggunakan kerangka kerja Technology Acceptance Model (TAM) yang diperluas, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penentu niat mengadopsi teknologi microservices pada UMKM di Aceh. Melalui pendekatan metode campuran (mixed-methods), data kuantitatif dikumpulkan menggunakan teknik purposive sampling dari 173 manajer UMKM dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) melalui IBM SPSS AMOS 23, yang kemudian dilengkapi dengan wawancara mendalam. Hasil empiris menunjukkan bahwa pengetahuan teknologi berpengaruh signifikan terhadap Persepsi Kemudahan (b = 0,81) dan Persepsi Kemanfaatan (b = 0,52). Selanjutnya, Persepsi Kemudahan (b = 0,41) dan Persepsi Kemanfaatan (b = 0,21) secara signifikan memengaruhi Sikap, yang pada akhirnya memberikan dampak positif yang kuat terhadap Niat (Intention) untuk menggunakan microservices (b = 0,89). Sebaliknya, temuan kualitatif mengungkapkan bahwa literasi nyata mengenai microservices di kalangan pelaku UMKM masih berada pada tahap awal, sehingga dukungan eksternal dari pemerintah dan perguruan tinggi menjadi sangat krusial untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan tersebut. Penelitian ini berkontribusi pada perluasan teori TAM dalam organisasi periferal dan merumuskan strategi digitalisasi UMKM berbasis kolaborasi Triple Helix Kata Kunci: Technology Acceptance Model, Microservices, UMKM, Structural Equation Modeling, Triple Helix
OPTIMALISASI PENCEGAHAN TUBRUKAN DI ALUR PELAYARAN SEMPIT DI MT. AEROSEA CATALINA Yusran Ababil; Prolin Tarigan Sibero; Firnayanti
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1626

Abstract

Navigasi pada alur pelayaran sempit menuntut kewaspadaan situasional yang tinggi serta koordinasi yang selaras antara awak kapal dan pandu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi olah gerak kapal MT Aerosea Catalina dalam mencegah tubrukan pada alur sempit dan berkepadatan tinggi di Sungai Barito, Banjarmasin. Dengan menerapkan metode deskriptif kualitatif berbasis praktik, data dihimpun melalui observasi langsung di anjungan selama dinas jaga navigasi, wawancara terstruktur dengan Nakhoda dan pandu, serta analisis dokumentasi instrumen anjungan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kejadian nyaris tubrukan (near-miss) yang terjadi pada tanggal 2 Oktober 2024 utamanya dipicu oleh perbedaan penilaian situasi serta putusnya komunikasi antara pandu dan Nakhoda pada saat manuver menyalip yang kritis. Kendala lingkungan, seperti arus melintang yang kuat dan lebar alur yang terbatas, semakin memperberat risiko navigasi dengan menimbulkan sudut hanyut (drift angle) yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi pencegahan tubrukan pada alur sempit memerlukan kepatuhan yang ketat terhadap COLREGs (khususnya Aturan 6 dan 9), verifikasi silang yang cermat terhadap data instrumen (AIS, Radar, dan ECDIS), serta penerapan aktif prinsip Bridge Resource Management (BRM), khususnya prosedur “challenge and response”. Kata Kunci: bridge resource management (brm), colregs, olah gerak kapal, pencegahan tubrukan, alur sempit
ANALISIS PENYEBAB TERJADINYA TUBRUKAN MT ERA STAR DI SUNGAI PUSSUR BANGLADESH Stefi A. Tumba Ruru; Aries Allolayuk; A. Dirga Noegraha
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1627

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan menyusul terjadinya tubrukan antara MT Era Star dan MV Mizan di Sungai Pussur, Bangladesh, yang mencerminkan lemahnya penerapan pengamatan (lookout), komunikasi, dan koordinasi di antara para perwira jaga anjungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor manusia yang berkontribusi terhadap kecelakaan tersebut, dengan fokus pada kewaspadaan, kesalahan komunikasi, dan penerapan aturan COLREG 1972 di perairan sempit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara terhadap awak kapal dan pandu, observasi di atas kapal, serta analisis dokumen, termasuk Statement of Fact, rekaman CCTV anjungan, dan laporan investigasi internal. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola kesalahan, keterkaitan antar faktor manusia, dan efektivitas praktik keselamatan navigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tubrukan tersebut disebabkan oleh kegagalan sistemik di anjungan yang meliputi lemahnya pengamatan visual, miskomunikasi antara awak kapal dan pandu, serta ketergantungan yang berlebihan pada pandu tanpa verifikasi perintah oleh nakhoda. Penelitian ini menekankan bahwa integrasi kewaspadaan manusia, komunikasi yang efektif, dan pemanfaatan alat bantu navigasi secara optimal sangat penting untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa di perairan terbatas. Kata Kunci: Faktor Manusia, Komunikasi, Lookout, BRM, Alur Pelayaran Sempit.
OPTIMALISASI PENGGUNAAN PPE (PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT) GUNA MENGHINDARI RESIKO KECELAKAAN KERJA DI SV. SEA WAVE Syamsul Bahril Mandar; Endang Lestari; Ade Chandra
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1628

Abstract

Keselamatan kerja di atas kapal sangat dipengaruhi oleh kepatuhan awak kapal dalam menggunakan Personal Protective Equipment (PPE) selama melaksanakan aktivitas operasional. Rendahnya kesadaran dan kedisiplinan penggunaan PPE berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja serta menurunkan efektivitas penerapan sistem keselamatan di kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penggunaan PPE oleh awak kapal SV. Sea Wave, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan penggunaan PPE, serta merumuskan upaya optimalisasi untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja di atas kapal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan awak kapal, serta dokumentasi selama praktik laut selama satu tahun di kapal AHTS SV. Sea Wave. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk menggambarkan kondisi aktual penggunaan PPE, pelaksanaan safety meeting, safety drill, dan pengawasan terhadap kepatuhan awak kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan PPE belum optimal karena masih ditemukan peralatan keselamatan yang tidak layak pakai, khususnya safety glasses, pelaksanaan safety meeting dan drill yang belum konsisten, serta pengawasan yang belum mampu membentuk perilaku keselamatan secara menyeluruh. Upaya peningkatan keselamatan kerja dapat dilakukan melalui penyediaan PPE yang memenuhi standar, penguatan pengawasan penggunaan APD, pelaksanaan safety meeting dan drill secara berkala, serta evaluasi berkelanjutan terhadap implementasi prosedur keselamatan kerja. Penerapan langkah-langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan budaya keselamatan dan meminimalkan risiko kecelakaan kerja di atas kapal. Kata Kunci: budaya keselamatan, kepatuhan awak kapal, keselamatan kerja, manajemen keselamatan, safety meeting