cover
Contact Name
Eko Prasetio
Contact Email
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 23381833     EISSN : 25413155     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
PENGARUH OKSIGEN TERLARUT TERHADAP LAJU MINERALISASI AMMONIA, NITRIT, NITRAT DAN FOSFAT PADA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaus vannamei) Herlina Ashari; Burhanuddin Burhanuddin; Abdul Malik; Murni Murni; Syaiful Saleh
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i1.4646

Abstract

Usaha budidaya vanname, tidak terlepas dari faktor parameter kualitas air. Faktor parameter kualitas air mempunyai peranan penting terhadap kelangsungan hidup udang vannamei. Salah satu parameter kualitas air yang berperan sangat penting dalam kelangsungan hidup udang vanname ialah oksigen, dengan sistem aerasi pada wadah budidaya untuk memperbaiki dan mempertahankan kualitas air dan juga mampu menciptakan kondisi lingkungan yang mendukung perkembangan bakteria perombak bahan organik sehingga dapat mengurangi konsentrasi nutrien terlarut seperti ammonia (Fernandes et al., 2010). Untuk mengetahui oksigen terlarut mempengaruhi oksigen terlarut dan berdampak dengan laju mineralisasi ammonia, nitrit, nitrat, fosfat dan parameter kualitas air lainnya Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 3 ulangan. Adapun yang di uji perlakuan A (2 batu aerasi), B (3 batu aerasi), C (4 batu aerasi), dengan padat penebaran 500ekor/bak. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata oksigen terlarut tertinggi pada perlakuan C (5,33 mg/L) lebih tinggi dan sementara terendah pada perlakuan A (4,62 mg/L) untuk laju mineralisasi ammonia, nitrit, nitrat dan fosfat pada perlakuan C lebih cepat dibanding perlakuan A dan B. kelimpahan dan keragaman plankton lebih tinggi pada perlakuan A dan terendah ada perlakuan C, Total bakteri pada perlakuan A lebih tinggi dibanding perlakaun C, suhu tertinggi pada perlakuan A (26,90 oC) dan terendah pada perlakuan C (26,80 oC), salinitas tertinggi pada perlakuan C (26,19 ppt) dan terendah pada perlakuan A (25,91 ppt), pH tertinggi pada perlakuan C (7,44) dan terendah pada perlakuan A (7,22), TSS tertinggi pada perlakuan A (45,22 mg/L) dan perlakuan terendah pada perlakuan C (36,33 mg/L).oksigen terlarut mempengaruhi laju mineralisasi ammonia, nitrit, nitrat, fosfat dan parameter kualitas air seperti suhu, salinitas, pH, TSS dan bakteri pada perlakuan C
PENGARUH PEMBERIAN KALSIUM HIDROKSIDA (CA(OH)2) DAN FOSFOR (P) TERHADAP PERTUMBUHAN UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) PADA MEDIA AIR TAWAR Andre Rachmat Scabra; Muhammad Marzuki; Baiq Maoni Yarni
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i1.4855

Abstract

Udang merupakan salah satu komoditas unggulan di dalam bidang budidaya perikanan Indoneia.Salah satu jenis udang yang memiliki nilai ekonomis tinggi dibandingkan dengan jenis udang lainnya adalah Udang Vaname (Litopenaeus vannamei), jenis udang ini sangat banyak diminati untuk dibudidayakan oleh pembudidaya.Hal ini dikarenakan keunggulan yang dimiliki oleh udang vaname membuat para pembudidaya memproduksinya, salah satu keunggulan yang dimiliki adalah memiliki sifat euryhaline yaitu mampu toleransi dan bertahan hidup pada salinitas yang luas.Berdasarkan sifat euryhaline yang dimiliki, udang vaname berpotensi untuk dibudidayakan di media salinitas rendah atau air tawar. Namun jika dibudidayakan di media air tawar maka akan banyak sekali masalah yang akan dihadapi salah satunya adalah tidak terpenuhinya mineral yang dibutuhkan oleh udang tersebut, untuk itu harus menambahkan beberapa jenis mineral yang dibutuhkan seperti kalsium dan fosfor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa pengaruh pemberian kalsium hidroksida (Ca(OH)2) dan fosfor (P) terhadap pertumbuhan udang vaname yang dipelihara pada media air tawar, dengan dosis yang sesuai kebutuhan dapat memaksimalkan petumbuhan ada udang vaname yang dipelihara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Eksperimental dengan Racangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dati 5 perlakuan dan 3 kali ulangan, yaitu 80 ppm (Ca(OH)2), 80 ppm (Ca(OH)2) + 40 ppm P, 80 ppm (Ca(OH)2) + 80 ppm P, 80 ppm (Ca(OH)2) + 120 ppm P. penambahan mineral 80 ppm (Ca(OH)2) dan P memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan udang vaname, dengan nilai laju pertumbuhan bobot spesifik 2,70 %/hari, laju pertumbuhan panjang spesifik 6,62 %/hari, tingkat kelangsungan hidup 68,3 %, dan nilai rasio konversi pakan 1,06 terdapat pada P4 (Perlakuan 4).
PENAMBAHAN HORMONE OODEV DALAM PAKAN UNTUK MENINGKATKAN FREKUENSI PEMIJAHAN IKAN CUPANG (BETTA SPLENDENS) DILUAR MUSIM PEMIJAHAN Tuti Puji Lestari; Farida Farida; Hastiadi Hasan; Nurhidayat Nurdidayat
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i1.5266

Abstract

Ikan cupang merupakan ikan hias air tawar yang memijah tergantung dengan musim pemijahan dan hanya dapat memijah satu hingga dua kali pemijahan dalam musimnya. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penambahan hormone Oodev dalam pakan untuk meningkatkan frekuensi pemijahan ikan cupang. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yang terdiri dari lima perlakuan dan 3 ulangan, yaitu dosis hormon Oodev: 0.0 ml.kg-1 ikan; 0.5 ml.kg-1 ikan; 1.0 ml.kg-1 ikan; 1.5 ml.kg-1 ikan; dan 2.0 ml.kg-1 ikan. Ikan uji yang digunakan sebanyak 135 induk betina dan 135 induk jantan dengan bobot ± 1.15 – 2.15 gr ekor-1 dan sudah mencapai tingkat kematangan gonad II. Dosis pakan yang diberikan sebesar 5% per bobot biomas dengan frekuensi pemberian tiga kali sehari (pagi, siang dan sore) dan diberikan secara at satiation selama 45 hari. Parameter yang diamati meliputi: frekuensi pemijahan; fekunditas; fertilisasi; hatching rate; survival rate larva; dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi hormone Oodev dapat meningkatkan frekuensi pemijahan 3-5 kali pemijahan; fekunditas berkisar antara 306-333 butir; fertilisasi 80.13-82.70%; hatching rate 78.65-82.82%; survival rate larva 61.73–73.35% dan survival induk 72.22-86.11%. berdasarkan analisis regresi menunjukkan adanya hubungan positif antara induksi oodev terhadap frekuensi pemijahan dan menghasilkan dosis optimal sebesar 1.15 mL.kg-1 ikan. Kata kunci: Betta splendens, Hormon Oodev, Frekuensi Pemijahan
ANALISA KERAGAMAN WARNA PADA IKAN MAS KOKI (Carassius auratus) PERSILANGAN STRAIN RANCHU, BLACK MOOR DAN ORANDA Siti Aisyah Apriani; Muhammad Junaidi; Muhammad Marzuki
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i1.4686

Abstract

Komoditas ikan hias menjadi salah satu andalan Indonesia dalam menopang perekonomian masyarakat. Usaha budidaya ikan hias mampu memberikan keuntungan yang lebih bagi pembudidayanya. Warna merupakan salah satu parameter dalam penentuan nilai ikan hias. Semakin cerah warna suatu jenis ikan, maka semakin tinggi nilainya. Salah satu jenis ikan hias air tawar yang digemari oleh masyarakat dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi adalah ikan mas koki (Carassius auratus). Perpaduan warna yang lemah dan warna yang kurang menarik pada ikan mas koki mengakibatkan nilai jualnya berkurang sehingga perlu dilakukan hibridisasi atau persilangan antar strain ikan mas koki untuk mendapatkan keturunan yang unggul dan memiliki warna yang lebih indah dan mempunyai kualitas yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman warna ikan mas koki persilangan antara strain Ranchu, Black Moor dan Oranda. Penelitian ini dilakukan selama 50 hari dengan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Adapun perlakuan yang dilakukan yaitu : Perlakuan A : Rancu jantan x Black Moor betina, Perlakuan B : Black Moor jantan x Ranchu betina, Perlakuan C : Oranda jantan x Black Moor betina, Perlakuan D : Oranda jantan x Ranchu Betina. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil persilangan antar strain ikan mas koki di dapatkan pengukuran nilai hue yang terus menurun selama 45 hari pemeliharaan, yang berarti menunjukkan bahwa warna ikan semakin bagus. Tingkat perubahan pengukuran kecerahan warna tertinggi pada Perlakuan C (Oranda jantan × Black Moor Betina) yaitu 15,06±0,29. Peningkatan warna ikan mas koki disebabkan oleh faktor genetik, secara genetik ikan mewarisi warna-warna tertentu dari induknya, biasanya ikan jantan akan menampilkan warna lebih kuat daripada ikan betina. Kemiripan warna antara induk dan anakan pada ikan hias menunjukkan 50% dipengaruhi oleh gen induk.
Growth Performance and Health Status of Giant Gouramy (Osphronemus gouramy Lac.) Seed Feeded With A Combination of Chitosan and Probiotic Supplements (Sinbiotic) Fitram Novian; Roffi Grandiosa; Dra Rosidah; Dian Yuni Pratiwi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i1.4754

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the optimum level of addition of chitosan to the feed to increase the growth rate and daily feed consumption of giant gouramy. The method used in this research is an experimental method using a completely randomized design (CRD), which consists of five treatments and four replications. The treatments used were (A) giving 2.5 g/kg chitosan and 5 g/kg probiotics, (B) 5 g/kg chitosan and 5 g/kg probiotics, (C) 7 chitosan, 5 g/kg and 5 g/kg probiotics, (D) 10 g/kg chitosan and 5 g/kg probiotics, (E) without chitosan and probiotics (control). The test fish used were giant gouramy with a length of 7-9 cm and a weight of 7-9 g. The container used was hapa measuring 1 x 1 x 1 m3 as many as 20 pieces with a density of 20 fish for each treatment and 42 days of maintenance. The amount of feed given was 5% of the fish biomass. Data from observations of length and weight were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) with a 95% confidence level, if there was a significant difference, Duncan's multiple distance test was performed. The results showed that synbiotics administration of 7.5 g/kg chitosan and 5 g/kg probiotics on feed gave the best results with the highest absolute length growth of 4,48 ± 0,3 cm, the highest absolute weight growth of 24,03 ± 3,1 g, the highest daily growth rate of 57,20 ± 7,3 %, feed conversion ratio the lowest was 1.6 ± 0,3 and the highest survival was 98,8 ± 3,2 % in giant gouramy. Keywords: giant gouramy, synbiotic, growth,chitosan,probiotic
PENGARUH KOMBINASI PROBIOTIK DAN TEPUNG PISANG (Musa sp.) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Beni Putra Alva Ivano Hulu; Rita Rostika; Roffi Grandiosa; Iskandar Iskandar
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i1.4758

Abstract

Kombinasi probiotik dan tepung pisang merupakan bahan tambahan pakan yang digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar optimum penambahan kombinasi tepung pisang dan probiotik pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2022 – Mei 2022 di Kawasan Perikanan Darat Ciparanje Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran Kampus Jatinangor. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah A kontrol (tanpa tepung pisang dan probiotik), B (tepung pisang 2,5 g/kg dan probiotik 10 g/kg), C (tepung pisang 5 g/kg dan probiotik 10 g/kg), D (tepung pisang 7,5 g/kg dan probiotik 10 g/kg), E (tepung pisang 10 g/kg dan probiotik 10 g/kg). Ikan yang digunakan adalah benih ikan nila. Wadah pemeliharaan yang digunakan adalah hapa berukuran 1 m3 sebanyak 15 buah dengan kepadatan 20 ekor ikan tiap perlakuan dan lama pemeliharaan selama 40 hari. Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 3% dari biomassa ikan. Data hasil pengamatan panjang dan bobot dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95%, apabila terdapat perbedaan yang nyata maka dilakukan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan kadar optimum penambahan kombinasi tepung pisang dan probiotik pada pakan yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila berada pada perlakuan tepung pisang 7,5 g/kg pakan dan probiotik 10 g/kg pakan.
STUDI PERBANDINGAN KEANEKARAGAMAN BIVALVIA DAN GASTROPODA PADA PULAU-PULAU KECIL DI BANGKA Budi Afriyansyah; Rania Insyira; Tirma Papingka; Umiyatul Islamiyah; Ahmad Syazili; Lissoliha Lissoliha; Mutia Anggita Edelweis; Rani Arizki Roshan; Risna Meilya; Shella Indila Julisa; Raka Tiwi; Zaenab Fauziyah; M Yusuf Rangga; Hikmah Septiani; Genta Hazi Pratoyo; Winanto Winanto; Rahmad Lingga; Henri Henri
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i1.4369

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada ketiga pulau kecil yang ada di Bangka Belitung yaitu Pulau Putri, Pulau Panjang dan Pulau Semujur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman bivalvia dan gastropoda berdasarkan karakteristik masing-masing pulau. Metode yang digunakan adalah metode Purposive sampling dengan teknik transek garis yang dilakukan pengambilan garis tegak lurus terhadap garis pantai. Stasiun terdiri dari 3 stasiun dengan 5 plot pencuplikan yang dibuat kerangka kuadran berukuran 50×50cm2 dengan jumlah total daerah pencuplikan adalah 15 masing-masing pulau. Analisis data menggunakan rumus keanekaragaman Shannon Wiener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter fisik dan kimia pada lingkungan ketiga pulau tergolong baik dengan suhu rata-rata 31,9℃, pH 7,395 dan salinitas 4,15%. Keanekaragaman Gastropoda lebih besar daripada keanekaragaman Bivalvia. Hal ini ditunjukkan dengan adanya 21 spesies gastropoda di Pulau Putri, 18 spesies gastropoda di Pulau Panjang, dan 7 spesies gastropoda di Pulau Semujur sedangkan bivalvia 20 spesies di Pulau Putri, 13 spesies di Pulau Panjang, dan 2 spesies di Pulau Semujur. Famili dari kelas Gastropoda yang paling banyak ditemukan adalah Cerithiidae. Berdasarkan parameter yang diukur pada lokasi penelitian dan adanya perbedaan karakteristik dari ketiga pulau menyebabkan adanya perbedaan keanekaragaman gastropoda dan bivalvia, seperti di Pulau Putri yang didominasi oleh rataan terumbu karang yang sangat luas dan rapat dengan substrat berupa pasir, yang mana kondisi tersebut mempengaruhi tingginya keanekaragaman gastropoda dan bivalvia. Adapun di Pulau Panjang di dominasi oleh ekosistem lamun dengan tipe substrat yang lumpur berpasir, keberadaan lamun dapat menjadi sumber nutrisi serta habitat bagi moluska hal tersebut yang menyebabkan tingginya keanekaragaman gastropoda dan bivalvia. Adapun Kondisi lingkungan di Pulau Semujur di dominasi oleh ekosistem lamun dengan substrat berpasir, serta terdapat pemukiman warga, banyaknya aktivitas seperti rekreasi, memancing dan eksplorasi serta pengambilan fauna untuk koleksi pribadi di Pulau tersebut menyebabkan rendahnya keanekaragaman gastropoda dan bivalvia.
PENGARUH KOMBINASI FILTER DENGAN SISTEM RESIRKULASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Muhammad Farizi Maldino; Muhammad Junaidin; Dewi Putri Lestari
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i1.4632

Abstract

Sistem resirkulasi merupakan salah satu sistem budidaya yang mampu untuk menopang jalannya proses budidaya karena dalam sistem ini menerapkan pemanfaatan air secara berkelanjutan dan tidak memerlukan lahan yang terlalu luas dengan wadah besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi jenis filter terbaik terhadap tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila (O. niloticus) pada sistem resirkulasi. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuan dalam penelitian ini adalah perlakuan A (kapas sintetis, pasir malang, pecahan karang (kontrol)), B (kapas sintetis, pasir malang, pecahan genteng, pecahan karang), C (kapas sintetis, pasir malang, karbon aktif,pecahan karang), D (kapas sintetis, pasir malang, bioring, pecahan karang), dan E (kapas sintetis, pasir malang, bioball, pecahan karang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh kombinasi filter yang diterapkan menunjukkan hasil berpengaruh nyata terhadap nilai laju pertumbuhan benih ikan nila. Kombinasi filter yang diterapkan dengan sistem resirkulasi pada perlakuan D (kapas sintetis, pasir malang, pecahan karang, bioring) memberikan hasil yang signifikan terhadap parameter pertumbuhan berat mutlak sebesar 11. 07 g, panjang mutlak 4.62 cm, berat spesifik 5.04 %, dan panjang spesifik sebesar 1.58 %.
PERFORMA PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaus vannamei) PADA SALINITAS BERBEDA Fingki Yuni Lestari; Abdul Haris; Rahmi Rahmi; Hamsah Hamsah; Akmaluddin Akmaluddin
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i1.4593

Abstract

ABSTRACT Vannamei shrimp is one type of the Penaeid shrimp group that is able to adapt to high salinity waters of up to 50 g L-1 and also from freshwater waters, especially in juvenile to adult stages (Pan et al. 2007). Vannamei shrimp are included in the category of euryhalin organisms so that they can survive differently, this is in accordance with (Daviss, 2004). Vannamei shrimp have the ability to survive in a wide range of water salinity so that technology development for aquaculture environmental engineering can be carried out in conditions of water salinity that are quite diverse. The high tolerance ability of vaname shrimp to a wide range of salinity values is one of the triggers for increased activity of vaname shrimp farming, especially in some Asia (Shinn et al. 2018; FAO 2018). This study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments with three replications each. As for what was tested for treatment A (25 ppt salinity), B (20 ppt salinity), C (15 ppt salinity), D (10 ppt salinity). The results of different salinity studies showed a significant effect (P
PREVALENSI ORGANISME PENEMPEL PADA INDUK TIRAM MUTIARA (Pinctada maxima) Diah Ayu Satyari Utami; Anik Kusmiatun; Anisa Sufiati; Komang Sika Wati; Ricky Djauhari
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.5297

Abstract

Salah satu masalah utama yang dihadapi dalam budidaya tiram mutiara (Pinctada maxima) adalah adanya organisme penempel yang melekat pada keranjang maupun pada cangkang tiram mutiara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi organisme penempel pada induk tiram mutiara yang dipelihara dengan metode long line. Obyek penelitian yang diamati adalah induk tiram mutiara yang dipelihara dengan metode long line pada kedalaman 3-5 m. Induk tiram mutiara yang diamati sebanyak 46 induk yang berumur 3-14 tahun dengan panjang, lebar, dan ketebalan cangkang 11-16,5 cm, 11,8-17,5 cm, dan 0,21-0,40 cm. Induk tiram mutiara yang diambil sebagai sampel diambil secara acak dengan mengambil 1 sampel induk/pocket net. Parameter kualitas air yang diamati terdiri atas suhu, pH, oksigen terlarut, salinitas, kecerahan, total amoniak nitrogen (TAN), nitrit, nitrat, dan fosfat. Organisme penempel yang menyerang induk tiram mutiara selama penelitian terdiri atas Polydora sp., Balanus sp., Ascidian sp., Nereis sp., Cliona sp., dan Mytilus sp. Organisme penempel yang memiliki prevalensi tinggi pada induk tiram mutiara yaitu Ascidian sp. (85%), kemudian diikuti oleh Polydora sp., Balanus sp., dan Nereis sp. dengan prevalensi 80%. Cliona sp. dan Mytilus sp. menunjukkan prevalensi yang rendah pada induk tiram mutiara yaitu 37,5 dan 10%. Kualitas air pada lahan pemeliharaan induk tiram mutiara berada pada kisaran normal untuk pemeliharaan tiram mutiara.

Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan More Issue