cover
Contact Name
Eko Prasetio
Contact Email
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 23381833     EISSN : 25413155     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
STUDI MORFOMETRIK IKAN JULUNG-JULUNG (Hyporhamphus dussumieri) DI PERAIRAN MUARA ANGKE, JAKARTA UTARA Ester Restiana Endang Gelis; Yoppie Wulanda; Farhan Ramdhani; Sayyiddah Fatchiyyah; Sutanto Hadi; Hawis Maddupa
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.5324

Abstract

Ikan julung-julung (Hyporhamphus dussumieri) termasuk salah satu ikan yang kerap ditemui dalam kegiatan penangkapan ikan di perairan sekitar Muaro Angke, hal ini menunjukan bahwa potensi ikan julung-julung masih sangat tinggi. Untuk mengetahui hubungan panjang berat ikan tersebut maka dilakukan penelitian pada bulan April 2018. Sebanyak 30 ikan yang tertangkap dengan jumlah ikan betina 9 ekor dan ikan jantan 29 ekor. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey studi kasus. Hasil analisis hubungan panjang berat ikan julung-julung yang didapat dari perairan Muara Angke menunjukan koefisien korelasi (r) yaitu 0.9305. Ini mengartikan bahwa pertumbuhan ikan julung-julung menunjukan sifat isometrik. Adanya hasil korelasi yang erat memiliki arti bahwa semakin bertambah panjang baku (PB) pada ikan julung-julung maka morfometrik pembandingnya juga bertambah. Hasil korelasi tersebut diduga dipengaruhi oleh ketersediaan makanan. Faktor ketersediaan makanan saat berperan dalam proses pertumbuhan. Dari hasil korelasi ini menunjukan bahwa ketersediaan makanan di perairan Muara Angke masih mendukung kehidupan ikan julung-julung.
PEMIJAHAN SEMI ALAMI IKAN BAWAL AIR TAWAR (Colossoma macropomum) DI BALAI BENIH IKAN (BBI) OGAN KOMERING ULU (OKU) TIMUR Dwi Aprilensia; Retno Cahya Mukti
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.5044

Abstract

Kegiatan pembenihan ikan khususnya ikan bawal sudah meningkat, namun kebutuhan benih masih belum mencukupi. Tujuan dari penelitianini adalah untuk mengetahui teknik pemijahan semi alami ikan bawal air tawar di Balai Benih Ikan (BBI) Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Parameter yang diukur meliputi fekunditas, derajat pembuahan (HR), derajat pentasan (FR) dan kelangsungan hidup (SR) larva ikan bawal.. Hasil penelitian didapatkan hasil bahwa fekunditas sebesar 260.000 butir, derajat pembuahan telur sebesar 80%, derajat penetasan telur 80%, dan kelangsungan hidup sebesar 80 %. Kata kunci: ikan bawal, pemijahan semi alami, fekunditas
PERSENTASE JANTAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) HASIL PERENDAMAN DENGAN EKSTRAK DAUN SENGGANI (Melastoma candidum) DOSIS BERBEDA Muhammad Safir; Indira Ghandi; Novalina Serdiati; Madinawati Madinawati
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.4888

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis optimum ekstrak daun senggani dalam menghasilkan persentase jantan tertinggi pada ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian didesain menggunakan rancangan acak lengkap yang teridiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diujikan yakni dosis ekstrak daun senggani; 0 (A/kontrol); 20 (B); 40 (C); 60 (D); 80 ppm (E). Larva ikan nila umur 7 hari direndam dalam air yang berisi ekstrak daun senggani sesuai dosis perlakuan selama 4 jam. Pasca perendaman, larva ikan nila dipelihara selama 60 hari. Pakan berupa cacing sutera diberikan selama 30 hari pertama dan selebihnya diberi pellet. Frekuensi pemberian pakan sebanyak 3 kali sehari (pukul 07.30-08.00, 12.30-13.00, dan 17.30-18.00 Wita). Hasil penelitian menunjukkan persentase kelamin jantan (KJ) pada perlakuan A, B, C, D, dan E secara berurut masing-masing sebesar 45%, 65%, 72%, 77,5%, dan 80%. Laju pertumbuhan harian (LPH) dan kelangsungan hidup (KH) untuk semua perlakuan berkisar antara 7,28-7,58 %/hari dan 85-95%. Hasil analisis menunjukkan persentase KJ ikan nila tertinggi terdapat pada perlakuan 80 ppm yakni sebesar 80%. LPH dan KH tidak berbeda secara signifikan antar semua perlakuan (P>0,05). Kesimpulan, ekstrak daun senggani (M. candidum) dengan dosis 80 ppm menghasilkan persentase jantan tertinggi (80%) pada ikan nila.
PEMANFAATAN TEPUNG RUMPUT LAUT Ulva lactuca SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Fadilah Fadilah; Salnida Yuniarti Lumbessy; Laily Fitriani Laily Fitriani Mulyani
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.4828

Abstract

Rumput laut Ulva lactuca atau selada laut adalah makro alga yang tergolong dalam divisi chlorophyta dan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pemanfaatan tepung rumput laut U. lactuca sebagai bahan baku pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (O. niloticus). Metode digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu kontrol (A), tepung U. lactuca 8% (B), 16% (C), dan 24% (D). Ikan nila yang digunakan berukuran 1-2 g dan panjang 3-5 cm dengan lama pemeliharaan 50 hari. Parameter yang diukur adalah berat mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik harian, feed convertion ratio (FCR), efesiensi pemanfaatan pakan (EPP), tingkat kelangsungan hidup dan kualitas air. Data dianalisa menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung U. lactuca dapat meningkatkan berat mutlak dan panjang mutlak ikan nila, namun tidak mempengaruhi laju pertumbuhan spesifik harian, FCR, efisiensi pemanfaatan pakan dan tingkat kelangsungan hidup ikan nila. Penambahan tepung U. lactuca sampai dengan konsentrasi 16% memberikan kemampuan yang sama dengan perlakuan kontrol dalam meningkatkan berat mutlak ikan nila sebesar 4,88 g dan panjang mutlak sebesar 2,42 cm.
PENGARUH LAMA PENYINARAN TERHADAP WARNA TUBUH, PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP PADA IKAN MOLLY (Poecillia sphenops) Ilham Ramananda; Hastiadi Hasan; Tuti Puji Lestari
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.5722

Abstract

Ikan molly merupakan ikan hias yang sangat diminati, dikarenakan bentuk, warna cemerlang, kelengkapan fisik dan tingkah laku yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lama penyinaran terhadap peningkatan warna tubuh, pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup pada ikan molly. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulanggan. Variabel pengamatan meliputi pengamatan warna, laju pertumbuhan spesifik, kelangsungan hidup (SR), komsumsi oksigen dan kualitas air. Berdasarkan hasil penelitian menunjukn bahwa hasil pengamatan pada warna ikan yang paling baik terdapat pada perlakuan E (24 jam/hari) dengan nilai skor 7 TCF 0915, pada laju pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup terdapat hasil yang berbeda sangat nyata. Nilai laju pertumbuhan spesifik d engan rata-rata berat awal 1,4 g dan pada berat akhir menjadi 3,5 g pada ikan molly dan panjang spesifik dengan rata-rata panjang awal 3,6 cm dan panjang akhir 6 cm, kelangsungan hidup ikan molly di pada perlakuan A, B, C, D dan E 100%(SR), komsumsi oksigen dengan nilai terbaik pada perlakuan C (12 jam/hari). Dan kualitas air yang diperoleh selama penelitian yaitu suhu 27-28ºC, pH 6,2-7,0, Do 9,3-9,7 dan ammoniak 1,0-1,5
ARTIKEL REVIEW: TEKNIK PEMBENIHAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) DENGAN METODE PEMIJAHAN ALAMI Ayu Winna Ramadhani; R. Adharyan Islamy; Faisal Hakim
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.5538

Abstract

Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) merupakan komoditas perikanan yang potensial untuk dibudidayakan karena pertumbuhannya cepat, berukuran besar, serta tingkat prevelansi penyakit yang rendah. Faktor utama yang perlu diperhatikan dalam pembenihan Udang Galah adalah pemilihan induk, pemeliharaan calon induk, metode pemijahan, manajemen pakan, pengendalian hama dan penyakit, serta manajemen kualitas air. Dengan demikian, kegiatan ini membutuhkan perhatian khusus untuk mencapai keberhasilan budidaya Udang Galah. Pelaksaan observasi partisipatif dilaksanakan selama satu bulan di Instalasi Budidaya Air Payau (IBAP) Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini bertujuan mengetahui kondisi optimal yang diperuntukkan pembenihan Udang Galah. Pembenihan Udang Galah di Instalasi Budidaya Air Payau (IBAP) Kabupaten Probolinggo menghasilkan benur Udang Galah sebanyak 11.000 ekor. Kualitas air dari bak pemeliharan benih yang meliputi suhu, salinitas dan DO diantaranya ialah 27℃ - 29℃; 6 – 11 ppt; pH 8,2 – 8,5 dan 7,5 – 8,2 mg/L.
SUPLEMENTASI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) DAN VITAMIN E DALAM PAKAN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PRODUKSI DAN DAYA TAHAN TUBUH BENIH IKAN PATIN (Pangasius sp.) Radhi Fadhillah; Zulfadhli Zulfadhli; Tuti Puji Lestari; Burhanis Burhanis; Alauddin Alauddin
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.5328

Abstract

Keberhasilan kegiatan produksi budidaya ikan patin sangat erat kaitannya dengan peningkatan pertumbuhan ikan patin dalam proses pemeliharaan. Pemberian suplemen yang tepat pada pakan diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ikan. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kinerja produksi dan daya tahan tubuh benih ikan patin (Pangasius sp.) melalui suplementasi ektrak daun kelor dan vitamin E dalam pakan. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakukan penelitian yang diteliti terdiri dari 4 Perlakukan dan 4 Ulangan, yaitu: A). Kontrol: Pakan Komersil; B). Pakan Komersil+ EDK 100mL/kg pakan + Vit. E 200 mg/kg pakan; C). Pakan Komersil + EDK 150 ml/kg pakan + Vit. E 200 mg/kg pakan; D). Pakan Komersil + EDK 200 ml/kg pakan + Vit. E 200 mg/kg pakan. Hasil Analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa suplementasi ekstrak daun kelor dan vitamin E kedalam pakan dapat meningkatkan kinerja produksi benih ikan patin seperti penambahan bobot mutlak, Efisiensi pakan, Food convertion ratio dan laju pertumbuhan spesifik benih ikan patin (P0,05). Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa suplementasi EDK dan Vit.E dalam pakan menghasilkan perbedaan yang nyata, hal ini ditunjukkan perlakuan yang terbaik diperoleh pada perlakuan C yaitu penambahan EDK 100ml/kg pakan+ Vit. E 200mg/kg pakan.
KOMBINASI KITOSAN DAN TEPUNG PISANG SEBAGAI SUPLEMEN PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN GURAME (Osphronemus gouramy) Roffi Grandiosa; Dind Ayu Febrianti; Iskandar Iskandar; Rosidah Rosidah
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.4815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar optimum penambahan kitosan pada pakan terhadap peningkatan laju pertumbuhan ikan gurame. Metode yang digunakan dalam riset ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang tediri dari lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah (A) tanpa pemberian kitosan dan tepung pisang (kontrol), (B) pemberian kitosan sebesar 7,5 g/kg dan tepung pisang sebesar 5 g/kg, (C) pemberian kitosan sebesar 7,5 g/kg dan tepung pisang sebesar 10 g/kg, (D) pemberian kitosan sebesar 7,5 g/kg dan tepung pisang sebesar 15 g/kg, (E) pemberian kitosan sebesar 7,5 g/kg dan tepung pisang sebesar 20 g/kg. Ikan uji yang digunakan adalah ikan gurame dengan ukuran panjang 4 – 6 cm dan bobot 2 – 4 g. Wadah yang digunakan adalah hapa berukuran 1 x 1 x 1 m3 sebanyak 15 buah dengan kepadatan 15 ekor ikan tiap perlakuan dan lama pemeliharaan selama 42 hari. Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 3% dari biomassa ikan. Data hasil pengamatan panjang dan bobot dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95%, apabila terdapat perbedaan yang nyata maka dilakukan uji jarak berganda Tukey. Hasil riset menunjukkan pemberian kitosan sebesar 7,5 g/kg pakan memberikan hasil terbaik dengan pertumbuhan panjang mutlak tertinggi sebesar 2,23 cm, pertumbuhan bobot mutlak tertinggi sebesar 1,93 g, laju pertumbuhan harian tertinggi sebesar 5,46%, rasio konversi pakan terendah sebesar 1,10 dan kelangsungan hidup tertinggi sebesar 93,3% pada ikan gurame.
PENINGKATAN KANDUNGAN NUTRISI TEPUNG ECENG GONDOK YANG DIFERMENTASI DENGAN CAIRAN RUMEN SAPI (Eichhornia crassipes)SEBAGAI PAKAN IKAN IKAN AIR TAWAR Reni Novitaszari; Burhanuddin Burhanuddin; Akmaluddin Akmaluddin; Hamsah Hamsah; Nur Insana Salam
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.5700

Abstract

Eceng gondok (Eichomia crassipes)adalah tanaman air yang dapat diolah menjadi pakan ikan. baik untuk ikan yang sifatnya pemakan tumbuhan, hewan, maupun keduanya. Jenis ikan yang sifatnya pemakan keduanya adalah ikan Nila, selain itu, jenis ikan ini juga memiliki nilai ekonomis tinggi serta mudah untuk dibudidayakan. Tanaman eceng gondok (Eichomia crassipes) eceng gondok memiliki kandungan nilai gizi yang sangat baik dapat dengan mudah dicerna oleh ikan. Pengolahan eceng gondok menjadi pakan, dapat dilakukan dengan proses fermentasi. Penggunaan tanaman eceng gondok (Eichomia crassipes) sebagai pakan, memiliki kandungan nutrisi cukup tinggi yaitu bahan kering 8,05%, protein kasar 13,86%, serat kasar 21,10%, lemak kasar 0,98%, abu 1,65%, bahan eksrak tanpa nitrogen (BETN) 29,16%. Salah satu kegunaan fermentasi merupakan untuk menurunkan kadar serat yang terdapat pada bahan seperi tepung eceng gondok dengan bantuan mikrooerganisme. Salah satu sumber mikroorganisme yang dapat digunakan dalam proses fermentasi adalah cairan rumen sapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Kualitas Nutrisi Tepung eceng gondok (Eichomia crassipes) yang difermentasi cairan rumen sapi. Penelitian ini akan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuan yang diuji. Berdasarkan dari hasil penelitian Peningkatan Kandung tepung eceng gondok yang dimanfaatkan cairan rumen sapi dapat disimpulkan bahwa tepung eceng gondok yang di fermentasi mengunakan cairan rumen dengan dosisng 1,5% mampu menikatakan derajat hidrolisis protein, derajat hidrolisis karbohidrat dan derajat hidrolisis serat dan derajat hidrolisis lemak dan mampu juga meningkatkan kadar protein kasar dan mampu meningkatkan kadar serat bahwa dosis 1,5% yang terbaik untuk dijadikan sebangai bahan baku pakan.
EFEKTIVITAS EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya) TERHADAP KESEMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoevenii) YANG DIINFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila Endang Rahayu; Eko Dewantoro; Farida Farida; Dini Hadiarti
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.5704

Abstract

Jelawat fish (Leptobarbus hoevenii) are found in several rivers in Kalimantan and Sumatra. Often encountered obstacles in fish farming is the bacterial disease Aeromonas hydrophila, known as Motile Aeromonas Septicemia (MAS). Treatment of disease can use natural ingredients that function as antimicrobials. Papaya seeds contain antimicrobials; besides that, they also contain secondary metabolites such as phenols, terpenoids, alkaloids, and saponins. The terpenoid group is the main component of papaya seeds and has antibacterial activity. This study aims to determine the effectiveness of the best papaya seed extract on the survival of jelawat fish infected with Aeromonas hydrophila bacteria. The treatment in this study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The treatments were treatment A (soaking with papaya seed extract at 0 ppm), treatment B (soaking with papaya seed extract at 40 ppm), treatment C (soaking with papaya seed extract at 80 ppm), and treatment D (soaking with papaya seed extract at 120 ppm). The results showed that the administration of papaya seed extract by immersion had a significant effect on the response to high feeding, with an average absolute weight growth value of 1.33 grams, a 100% survival rate, and wound healing in sharks infected with A. hydrophila bacteria starting to normalize or heal. Meanwhile, the water quality observed during the study was quite supportive for the survival of the jelawat, with temperatures ranging from 27–28, dissolved oxygen (DO) ranging from 7-8.7 mg/L, pH ranging from 6.5 to 7.3, and ammonia values from 0.1–0.3 mg/L. Giving 80 ppm through soaking papaya seed extract with jelawat fish is the best.

Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan More Issue