cover
Contact Name
Suwarsi
Contact Email
jk_respati_jogja@respati.ac.id
Phone
+62274-4437888
Journal Mail Official
jk_respati_jogja@respati.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Tajem KM. 1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta
ISSN : 20888872     EISSN : 25412728     DOI : 10.35842/jkry
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta (p-ISSN: 2088-8872; e-ISSN:2541-2728 http://nursingjurnal.respati.ac.id/) adalah peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu keperawatan. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas), atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada di Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta diterbitkan oleh Progam Studi S1 Ilmu Keperawatan & Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 439 Documents
STUDY KOMPARATIF KAPASITAS VITAL PARU DAN SATURASI OKSIGEN PADA ATLET FUTSAL DAN NON ATLET DI YOGYAKARTA Damayanti, Santi
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 3, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.59 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v3i2.27

Abstract

INTISARI  Latar Belakang : Pada saat ini olahraga futsal semakin digemari masyarakat Indonesia, terutama dikalangan remaja  maupun mahasiswa. Futsal merupakan olahraga aerobic. Efek latihan aerobik adalah kebugaran kardiorespiratori, karena latihan tersebut mampu meningkatkan jumlah  ambilan  oksigen,  meningkatkan  kapasitas  darah  untuk  mengangkut oksigen. Seorang atlet futsal  harus  memiliki  kondisi  fisik yang baik agar  tingkat efesiensi fungsi jantung dan  paru-paru dalam menerima  oksigen  tidak mengalami kelelahan yang berlebihan. Untuk meningkatkan nilai saturasi oksigen dalam tubuh para atlet agar dapat menghasilkan ketahanan dan kebugaran fisiknya  untuk  mendongkrak  prestasi  para  atlet  futsal. Seseorang yang menyukai futsal belum tentu dikatakan sebagai atlet. Beberapa mahasiswa yang menyukai futsal hanya melakukan olahraga futsal sebanyak 1-2 kali seminggu, dikarenakan kesibukan sebagai mahasiswa. Dari hasil wawancara dengan pemain futsal tersebut dari 8 pemain, 4 orang menyatakan masih merasa cepat lelah dan nafas cepat atau berat ketika menaiki tangga sampai 5 lantai.   Tujuan Penelitian : mengatahui perbedaan  kapasitas vital paru dan  saturasi oksigen pada atlet dan non atlet futsal di Yogyakarta. Metode Penelitian: Jenis penelitian studi komparatif, Pendekatan penelitian dengan retrospekstif case control. Teknik pengambilan sampel cosencutive sampling. Analisa bivariat dengan menggunakan Mann Whitney dan Sperman Rho dengan 0.05. Hasil : pada kelompok atlet kapasitas vital paru terendah 80% dan tertinggi 122%, dengan rata-rata kapasitas vital paru 95,64%. Pada kelompok non atlet kapasitas vital paru terendah 76% dan tertinggi 117% dengan rata-rata kapasitas vital paru 87,76%. saturasi oksigen kelompok atlet terendah 95% dan tertinggi 99%, dengan rata-rata saturasi oksigen 97,85%. Pada kelompok non atlet saturasi oksigen terendah 96% dan tertinggi 98%, dengan rata-rata saturasi oksigen 96,67%. Berdasarkan uji statistic bivariat perbandingan kapasitas vital paru kelompok atlet dan non atlet didapat P value sebesar 0,001 ( < 0,05). Berdasarkan uji statistic bivariat perbandingan saturasi oksigen kelompok atlet dan non atlet didapat didapat P value sebesar 0,000 ( < 0,05)                                                                             Kesimpulan : ada perbedaan yang signifikan kapasitas vital paru antara kelompok atlet dan non atlet futsal di Yogyakarta. ada perbedaan yang signifikan saturasi oksigen antara kelompok atlet dan non atlet futsal di Yogyakarta.    Kata Kunci : kapasitas vital paru, saturasi oksigen, atlet futsal
STUDI FENOMENA TENTANG PEMBENTUKAN IDEAL DIRI TRANSGENDER DI DAERAH YOGYAKARTA Fajarina, Yossi Ayu; Judha, Mohammad; Murdhiono, Wahyu Rochdiat
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.726 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v4i1.63

Abstract

Masalah ideal diri pada transgender merupakan persepsi seorang transgender tentang bagaimana seharusnya seorang transgender bertingkah laku sesuai dengan keinginan dirinya untuk menjadi seorang wanita yang bertingkah laku feminin dengan mengubah kesehariannya dan bertingkah seolah-olah mereka adalah wanita. Tujuan penelitian ini adalah menemukan pola pembentukan ideal diri pada transgender di wilayah perempatan lampu merah Sagan Yogyakarta melalui eksplorasi dan pendalaman terhadap fenomena yang terjadi pada mereka. Desain penelitian ini menggunakan studi fenomenologi kualitatif melalui tehnik wawancara mendalam. Penelitian ini melibatkan tiga orang transgender yang biasa bekerja di perempatan lampu merah Sagan. Hasil penelitian didapatkan pembentukan ideal diri pada transgender terkait dengan cita-citanya waktu kecil dan dewasanya mengalami perubahan berdasarkan keadaannya mereka saat ini. Harapan untuk berubah menjadi laki-laki hanya didapat oleh P1 Sedangkan P2 dan P3 sudah memiliki ideal diri yang paten untuk menjadi wanita. Berbagai upaya yang dilakukan P2 dan P3 untuk menjadi wanita dengan menggunakan terapi hormonal dan suntik silikon. Mereka juga berkeinginan untuk operasi ganti kelamin. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan ideal diri pada transgender disebabkan oleh pola asuh orang tua terhadap anaknya yang memperlakukannya seperti wanita dan dukungan dari teman sepermainan. Kesimpulan penelitian ini adalah pola asuh orang tua terhadap anaknya dan dukungan dari teman sepermainan mempengaruhi pembentukan ideal diri sebagai seorang transgender.  Kata Kunci: Transgender, Konsep Diri, Ideal Diri
PENGALAMAN CARE WORKER DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN DASAR RETARDASI MENTAL DI PANTI ASUHAN Judha, Mohamad
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 3, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.912 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v3i1.134

Abstract

Penderita retardasi mental adalah penderita dengan keterbatasan dalam melakukan aktivitas perawatan secara mandiri. prevalensi retardasi mental di dapatkan bahwa  ringan pada anak yang berusia 5-16 tahun sebanyak 0,4%,untuk retardasi mental sedang dan berat pada kelompok usia 15-19 tahun ialah kira-kira 3-4 per 1000. Adapun usia anak yang diasuh berusia 6 tahun sampai 15 tahun  Setiap manusia memiliki kebutuhan dasar yang sama, karena kebutuhan dasar merupakan hal penting untuk itu peran Care worker memenuhi kebutuhan dasar pada anak retardasi mental. Untuk mengetahui bagaimana pengalaman Care Worker dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia pada penderita retardasi mental. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan fenomenologi. hasil penelitian menggambarkan bahwa pengasuh berusaha memenuhi kebutuhan dasar manusia dengan berbagai cara dan berusaha memenuhi kebutuhan makan minum,  minum, eliminasi, tidur dan istirahat, mempertahankan suhu tubuh, kebersihan diri, serta terhindar dari bahaya dan  mencederai orang lain,. Kesimpulan penelitian  terdapat usaha yang dilakukan oleh Care Worker dalam usaha memenuhi kebutuhan dari penderita retardasi mental dengan memenuhi 14 kebutuhan dasar Hendersone, perlu adanya dukungan dari berbagai pihak misalnya bantuan perawat dalam mengidentifikasi kebutuhan anak dengan retardasi mentalkata kunci : pengalaman care worker,  kebutuhan dasar, penderita retardasi mental                                                AbstractPeople with mental retardation are people with disabilities in performing maintenance activities independently. the prevalence of mental retardation in getting that mild in children aged 5-16 years as much as 0.4%, to moderate and severe mental retardation in the age group 15-19 years is approximately 3-4 per 1000. The age of children within the age 6 years to 15 years Every human being has the same basic needs as basic needs is essential for the role of Care worker meet the basic needs of children with mental retardation. To find out how the Care Worker experience in the fulfillment of basic human needs in patients with mental retardation. The study is a qualitative study with phenomenology. the results illustrate that caregivers try to meet the basic human needs in different ways and trying to meet the needs of eating and drinking, drinking, elimination, sleep and rest, maintain body temperature, personal hygiene, and avoid danger and injure another person ,. Conclusions of research there are efforts made by the Care Worker in an effort to meet the needs of people with mental retardation to meet the basic needs Hendersone 14, needs the support of various parties eg nurses aid in identifying the needs of children with mental retardationkeywords: care worker experience, basic needs, people with mental retardation
A DESCRIPTION STUDY OF NURSING STUDENTS IN CLINICAL PRACTICE Marlina, Theresia Titin
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.514 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v4i3.162

Abstract

Background: Nursing clinical practice is a learning process in order to give nursing services bypracticing as nurses in the clinical setting. The students practiced nursing process approach, andperformed the attitude, behavior, and skills in a professional manner.Objective: The aim of this studyis to describe of medical-surgical the nursing students in clinical practice which includes preparation,guidance, role models, opportunities to apply science and behavioral transformation. Methods : Thiswas survey study that conducted in a private nursing academic in Yogyakarta. A questionnaire wasused to describe the preparation, mentoring, role models, opportunities to apply science and behaviortransformation in clinical practices. The participants were informed concented and selected usingpurposive sampling with inclusion criteria for the 3rd semester student who just completed the firstnursing clinical practice, l7-20 years old and willing to become respondents. Ninty eight studentswere taken as samples. Descriptive statistic with the presentage were used. Results: 54.5% studentsstated that the explanation of nursing clinical practice is quite clear, while 27.3 % stated that it wasclear enough, 58.4% students said that their instructor gave a very good guidance, while 54.5% saidthat the instructor gave them average level of guidance, 88.2% said that there were sufficient numberof patients available to achieve the target of competence, and 76.2% said that they achieve thecompetence level above the target. 98.7% of students said that they had a nurse role model thatpossess a professional behaviour, attitude, and skills, 57.1% of the stated that they could apply thetheory in real setting. Conclusion: Implementation of nursing clinical practice of students in privatenursing academy in Yogyakarta has done well, with clear learning objectives delivery, properguidance, many practice opportunities, enough cases availability and good role model acquired bystudents during the practice.
Hubungan Tahapan Mobilisasi Dini Ibu Dengan Waktu Inisiasi Pemberian Asi Pada Bayi Baru Lahir Secara Seksio Sesar Di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta Noven, Hanani Ria; Mendri, Ni Ketut; Vidayanti, Venny
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.524 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v5i1.129

Abstract

Ibu paska seksio sesar akan merasa sulit untuk melakukan mobilisasi dini karena ibu masih merasakan nyeri saat bergerak. Selain hambatan mobilisasi dini, sebagian besar ibu paska seksio sesar akan mengalami hambatan dalam pemberian ASI karena di akibatkan oleh rahim ibu yang sering berkontraksi karena masih dalam proses pemulihan atau proses kembalinya rahim ibu ke bentuk semula, sulit untuk menyusui juga dikarenakan akibat rasa nyeri yang muncul dari jahitan paska operasi sesar. Keterlambatan produksi ASI dipengaruhi oleh perasaan nyeri yang dirasakan di area sekitar jahitan paska operasi, kelemahan, dan mengalami hambatan mobilisasi pada ibu paska seksio sesar. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan tahapan mobilisasi dini ibu dengan waktu inisiasi pemberian ASI pada bayi baru lahir secara seksio sesar di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan di ruang Alamanda tiga di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta pada tanggal 20 Mei 2016. Penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian adalah 48. Teknik sampel yang di gunakan adalah Consecutive sampling. Uji bivariat yang di gunakan adalah Chi-square dan instrument peneliti menggunakan lembar wawancara. Hasil analisa menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%, diketahui P value 0.010. Hasil analisa tahapan mobilisasi dini dengan kategori cepat yaitu 58,3% dan waktu inisiasi pemberian ASI dengan kategori cepat yaitu 52,1%. Ada hubungan tahapan mobilisasi dini ibu dengan waktu inisiasi pemberian ASI pada bayi baru lahir secara seksio sesar di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta.
Pengaruh Diabetes Self Management Education (DSME) Terhadap Tingkat Health Literacy Dalam Penanganan Ulkus Kaki Diabetik Di Kota Manado Pondaag, Ferlan Ansye
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.103 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v5i3.221

Abstract

Health literacy yang rendah merupakan salah satu faktor yang menyebabkan keterlambatan penanganan ulkus kaki diabetik sehingga tidak sedikit penderita yang mengalami amputasi kaki, sehingga perlu edukasi berhubungan erat dengan manajemen Diabetes Melitus menggunakan Diabetes Self Managemen Education (DSME). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pemgaruh Diabetes Self Management Education (DSME) terhadap tingkat health literacy dengan penanganan  ulkus kaki diabetik di Kota Manado. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Health literacy diukur dengan mengunakan quesioner diabetic literacy dan diabetes numeracy. Sampel yang ikut dalam penelitian ini sebanyak 60 orang yang memiliki ulkus kaki diabetik, diperoleh melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistic chi-square untuk melihat hubungan antara variabel independen dan dependen dan uji dan McNemar untuk melihat perbedaan tingkat health literacy sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan health literacy dan penanganan ulkus kaki diabetik dengan uji chi-square dengan nilai p=0,01. Selanjutnya, ada perbedaan tingkat health literacy setelah diberikan intervensi DSME yang ditunjukkan melalui uji McNemar dengan nilai p=0,006. Pasien yang memiliki keterbatasan health literacy cenderung mengalami keterlambatan dalam penanganan ulkus kaki diabetik. Oleh sebab itu petugas kesehatan perlu mengetahui tingkat health literacy ketika berkomunikasi dengan pasien.
Pengaruh Implementasi Modern Dressing Terhadap Kualitas Hidup Pasien Ulkus Diabetikum Rukmi, Dwi Kartika
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.689 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v5i0.281

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit yang ditandai dengan kenaikan kadar gula darah (hypergliclemia) kronik. Kadar gula darah secara berkepanjangan dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi salah satunya adalah ulkus kaki diabetik. Luka kronik yang ditimbulkan berdampak pada penurunan kualitas hidup penderitanya, sehingga diperlukan intervensi yang dapat membantu dalam meningkatkan status kesehatan dan status kualitas hidupnya Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perawatan luka dengan modern dressing terhadap perbaikan kualitas hidup pasien ulkus diabetikum. Rencana Penelitian ini adalah Pra-Exsperimental dengan desainone-group pra-post test design. Jumlah sampel yang digunakan adalah 17 responden dari Klinik Griya Pusat Perawatan Luka. Analisa data yang digunakan adalah uji t-berpasangan dengan tingkat kesalahan p<0,05. Terdapat perbedaan yang bermakna antara kualitas hidup sebelum dan setelah dilakukan perawatan luka (pv=0,000). Rata rata perubahan skor kualitas hidup adalah 13 poin. Kesimpulan penelitian ini adalah perawatan luka dengan modern dressing dapat meningkatkan kualitas hidup, terlihat dari adanya peningkatan hasil perhitungan kualitas hidup pada pasien dengan ulkus diabetikum. Perbaikan derajat luka serta karakteristik luka sebelum dan setelah dilakukan perawatan luka dapat mempengaruhi dari perbaikan kualitas hidup.
Intervensi Keperawatan Dalam Penurunan Kadar Kolesterol Darah Dan Tekanan Darah Pada Kelompok Lansia Yang Diberikan Cupping Therapy Di Desa Wedomartani Sleman Suwarsi, Suwarsi
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 6, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.259 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v6i1.299

Abstract

Belum tuntasnya pembuktian ilmiah tentang terapi alternative bekam atau cupping therapy menjadikan perawat perlu melakukan pembuktian terhadap penurunan tekanan darah dan kadar kolesterol pada lansia.. Tujuan penelitian ini untuk pembuktian ilmiah tentang penurunan kadar kolesterol dan tekanan darah setelah diberikan Cupping Therapy pada kelompok lansia di Desa Wedomartani, Sleman. Metode penelitian dengan jenis kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen semu. Pre-test and Post-test nonequivalent control group. Kelompok perlakuan diberikan terapi bekam basah sedangkan kelompok control diberikan bekam kering. Responden dipilih menggunakan teknik sampel purposive sampling. Hasil penelitian ini Kadar kolesterol darah lansia pada kelompok intervensi setelah dilakukan terapi rata-rata mengalami penurunan 42,89 mg/dl, sedangkan untuk kadar kolesterol darah pada kelompok kontrol mengalami penurunan rata-rata 20,95 mg/dl. Tekanan darah systole lansia pada kelompok intervensi setelah dilakukan terapi rata-rata mengalami penurunan 10,74 mmHg, sedangkan untuk tekanan darah systole pada kelompok kontrol mengalami penurunan rata-rata 1,58 mmHg. Tekanan darah diastole pada kelompok perlakuan mengalami penurunan 5,842 mmHg, pada kelompok kontrol tekanan darah diastole terjadi penurunan 2,12 mmHg. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Bekam basah dan bekam kering sama-sama signifikan terhadap penurunan kadar kolesterol darah dan tekanan darah, namun bekam basah lebih banyak menurunkan kadar kolesterol darah.
PENGARUH KOMPRES DINGIN TERHADAP TINGKAT NYERI ANAK USIASEKOLAH SAAT PEMASANGAN INFUS DI POLIKLINIK PERSIAPAN RAWAT INAPRSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL Asriani, Ni Kadek; Lestiawati, Endang; Retnaningsih, Listyana Natalia
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.494 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v4i1.53

Abstract

Anak usia sekolah mengalami nyeri saat prosedur pemasangan infus. Nyeri yang tidak ditangani dapat menimbulkan dampak yang merugikan bagi anak antara lain  ansietas, kesulitan tidur, ketidakberdayaan dan keputusasaan. Kompres dingin merupakan salah satu tindakan keperawatan yang mampu mengurangi nyeri dengan memberikan  efek anestesi lokal pada area yang akan di pasang infus.Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompres dingin terhadap tingkat nyeri anak usia sekolah saat pemasangan infus. Desain penelitian menggunakan quasi experiment post-test only nonequivalent control group.Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan sampel sebanyak 36 responden terbagi menjadi dua kelompok (kelompok kontrol dan kelompok intervensi).Kompres dingin dilakukan selama 3 menit sebelum pemasangan infus dilakukan.Analisa data menggunakan uji Mann Withney.Hasil penelitian menunjukkan tingkat nyeri anak pada kelompok kontrol mayoritas mengalami sakit yang paling sakit 44,4%. Tingkat nyeri pada kelompok intervensi mayoritas mengalami sedikit nyeri 38,9%. Perbedaan rata-rata tingkat nyeri diketahui tingkat nyeri kelompok intervensi lebih rendah 2,17 dibandingkan kelompok kontrol. Hasil uji Mann Withney didapatkan p value 0,000.Ada pengaruh kompres dingin terhadap tingkat nyeri anak usia sekolah saat pemasangan infus di Poliklinik Persiapan Rawat Inap RSUD Panembahan Senopati Bantul. Kata Kunci:  Anak usia sekolah, Kompres dingin, Tingkat Nyeri, Pemasangan infus
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PENANGANAN PERTAMA SISWA SYNCOPE DI SMAN 1 NGAGLIK SLEMAN YOGYAKARTA Nugroho, Panji; Nekada, Cornelia D.Y; amestiasih, tia
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.451 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v4i1.54

Abstract

Syncope adalah hilangnya kesadaran dan kontrol otot dalam  beberapa detik hingga beberapa menit yang menyebabkan seseorang jatuh pingsan. Kejadian syncope sering terjadi di SMA Negeri 1 Ngaglik Sleman Yogyakarta kurang lebih sebanyak 6-8 orang dalam 1 bulan. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan tingkat pengetahuan terhadap penanganan pertama siswa syncope di SMA Negeri 1 Ngaglik Sleman Yogyakarta Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif analitik menggunakan pendekatan crossectional, jumlah sampel pada penelitian ini 64 responden dari 176 siswa, Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan metode purposive sampling. Statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah somer. Data di ambil pada tanggal 28 Maret 2016 sampai 1 April 2016 di SMA Negeri 1 Ngaglik Sleman Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan baik responden sebanyak 34 orang (53,1%) dan penanganan pertama baik responden sebanyak 38 orang (59,4%) nilai P-Value 0,679 (>0,1). Keterampilan dalam memberikan penanganan pertama siswa syncope tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan saja akan tetapi ada hal lain yang berkontribusi seperti motivasi dan interaksi. Tidak ada hubungan tingkat pengetahuan terhadap penanganan pertama siswa syncope di SMA Negeri 1 Ngaglik Sleman Yogyakarta.Kata Kunci :  SPGDT, Syncope, Pengetahuan.

Page 10 of 44 | Total Record : 439


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2025): January 2025 Vol 10 No 3 (2023): SEPTEMBER 2023 Vol 10 No 2 (2023): MAY 2023 Vol 10 No 1 (2023): JANUARY 2023 Vol 9 No 3 (2022): SEPTEMBER 2022 Vol 9 No 2 (2022): MAY 2022 Vol 9 No 1 (2022): JANUARY 2022 Vol 9 No 1 (2022): JANUARI 2022 Vol 8 No 3 (2021): SEPTEMBER 2021 Vol 8 No 2 (2021): MAY 2021 Vol 8 No 1 (2021): JANUARI 2021 Vol 8 No 1 (2021): JANUARY 2021 Vol 7 No 3 (2020): SEPTEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): MEI 2020 Vol 7 No 2 (2020): MAY 2020 Vol 7 No 2 (2020): MEI 2020 Vol 7, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 7 No 1 (2020): JANUARY 2020 Vol 7 No 1 (2020): Januari 2020 Vol 6 No 3 (2019): SEPTEMBER 2019 Vol 6, No 3 (2019): September 2019 Vol 6, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 6 No 2 (2019): MAY 2019 Vol 6 No 1 (2019): JANUARY 2019 Vol 6, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 5, No 3 (2018): September 2018 Vol 5 No 3 (2018): SEPTEMBER 2018 Vol 5 No 2 (2018): MEY 2018 Vol 5, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 5, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 5, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 5 No 1 (2018): JANUARY 2018 Vol 5 (2018): FEBRUARI 2018 Vol 4, No 3 (2017): September 2017 Vol 4 No 3 (2017): SEPTEMBER 2017 Vol 4 No 2 (2017): MAY 2017 Vol 4, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 4, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 4 No 1 (2017): JANUARY 2017 Vol 4, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 3, No 2 (2016): September 2016 Vol 3 No 2 (2016): SEPTEMBER 2016 Vol 3 No 1 (2016): MARCH 2016 Vol 3, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 3, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 2, No 2 (2015): September 2015 Vol 2 No 2 (2015): SEPTEMBER 2015 Vol 2, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 2 No 1 (2015): MARCH 2015 Vol 2 No 4 (2014): MAY 2014 Vol 2, No 4 (2014): Mei 2014 More Issue