Journal of English Language Teaching
Journal of English Language Teaching is a journal published by English Language Teaching Study Program of FBS Universitas Negeri Padang. This journal is published three times a year (March, June, and September). The main purpose of this journal is to advance and foster English Language Teaching or education, research, and professionalism in Indonesia. The journal provides research and paper to increase awareness, consideration and analysis of issues in Teaching English as Foreign Language, and also promotes the interchange of ideas, and comparative studies in this field.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1 (2013): Serie A"
:
10 Documents
clear
AN ANALYSIS OF STUDENTS’ ABILITY AND PROBLEMS IN WRITING RECOUNT TEXTS AT GRADE VIII OF SMPN 29 PADANG
Fitri Purnama Sari;
Refnaldi Refnaldi;
Rusdi Noor Rosa
Journal of English Language Teaching Vol 2, No 1 (2013): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (403.39 KB)
|
DOI: 10.24036/jelt.v2i1.2591
AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk melihat kemampuan siswa dalam menulis sebuah teks recount dan masalah-masalah yang dihadapi siswa dalam menulis teks recount tersebut. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 29 Padang. Penelitian ini termasuk dalam descriptive study. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas VIII 5 SMPN 29 Padang memiliki kemampuan menulis teks recount pada level menengah. Hal ini bisa dilihat dari hasil tes menulis siswa, lebih dari 50% siswa memperoleh nilai di bawah 60. Sedangkan untuk melihat masalah yang dihadapi siswa dalam menulis, peneliti menggunakan hasil tes yang di analisis berdasarkan aspek-aspek menulis yaitu; content, organization, vocabulary, grammar, dan mechanics. Selain itu, peneliti juga menggunakan angket yang dibagikan kepada siswa. Rata-rata siswa mengalami masalah pada penguasaan grammar dan vocabulary.Keywords: writing ability, writing problems, recount text
THE USE OF DICTOGLOSS METHOD IN TEACHING LISTENING A HORTATORY EXPOSITION TEXT AT SENIOR HIGH SCHOOL
Eka Juwita Sari;
Aryuliva Adnan
Journal of English Language Teaching Vol 2, No 1 (2013): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (358.245 KB)
|
DOI: 10.24036/jelt.v2i1.2588
AbstrakTerdapat beberapa masalah yang sering ditemukan di lapangan dalam pengajaran keterampilan mendengar teks hortatory exposition. Diantara masalah tersebut ialah kurangnya kosa kata dari siswa untuk memahami teks serta media yang kurang menarik. Hal ini berdampak negatif terhadap kemajuan belajar siswa. Untuk pemecahan masalah tersebut dibutuhkan metoda dan media yang dapat memotivasi siswa belajar. Metoda dictogloss dan video dianggap cocok untuk memecahkan permasalahan yang ada. Dalam pelaksanaannya, dictogloss terdiri atas empat tahapan; preparation, dictation, reconstruction, dan analysis and correction. Video sebagai media akan digunakan pada tahap reconstruction. Pada tahap reconstruction siswa dituntut untuk menulis sebuah teks berdasarkan apa yang telah mereka dengar dan tulis di tahap dictation. Video yang diputarkan pada tahap reconstruction merupakan visualisasi dari apa yang telah di dengar oleh siswa pada tahap dictation. Video tersebut dapat membantu siswa memperoleh informasi penting untuk menulis teks di tahap reconstruction yang mana informasi tersebut mugkin mereka lewatkan di tahap dictation. Selain itu video juga dapat memotivasi siswa untuk menyelesaikan tugas mereka di tahap reconstruction. Makalah ini membahas penggunaan dictogloss method dalam pengajaran keterampilan mendengar hortatory exposition text di sekolah menengah atas.Key words: dictogloss method, hortatory exposition text, teaching listening
AN ANALYSIS OF TEACHERS’ ELICITATION TECHNIQUES IN THE CLASSROOM AT SMA PEMBANGUNAN LABORATORIUM UNP
Delvia Sasmita;
Jufri Jufri;
Yuli Tiarina
Journal of English Language Teaching Vol 2, No 1 (2013): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (684.235 KB)
|
DOI: 10.24036/jelt.v2i1.2584
AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk melihat jenis teknik elisitasi yang digunakan oleh tiga orang guru bahasa Inggris SMA Pembangunan Laboratorium UNP. Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Dalam mengobservasi, proses belajar mengajar direkam dengan menggunakan kamera vidio. Hasil rekaman ini ditranskripsikan dan dianalisis. Wawancara dilakukan dengan guru untuk mendapatkan informasi tambahan dari data yang didapat melalui observasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa guru memakai empat macam teknik elisitasi yaitu mengajukan pertanyaan (54,8%), mengajukan pertanyaan yang dikombinasikan dengan gambar (5,5%), mengajukan pertanyaan yang dikombinasikan dengan teks atau dialog (38,7%), dan mengajukan pertanyaan yang dikombinasikan dengan bahasa non verbal (1%). Teknik mengajukan pertanyaan menempati posisi paling tinggi. Teknik mengajukan pertanyaan yang dikombinasikan dengan permainan atau kegiatan tidak dipakai oleh guru.Key words: interaction, participation, elicitation
TEACHING READING BY USING HERRINGBONE TECHNIQUE AT JUNIOR HIGH SCHOOL
Chyka Suriani;
Jufri Jufri
Journal of English Language Teaching Vol 2, No 1 (2013): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (495.61 KB)
|
DOI: 10.24036/jelt.v2i1.2583
AbstrakDalam Paper ini penulis membahas tentang meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami bacaan dan menarik kembali minat siswa dalam membaca dengan menggunakan teknik Herringbone. Teknik ini bisa di gunakan pada siswa kelas 4 sampai kelas 12, namun dalam Paper ini penulis lebih memilih untuk menggunakan teknik ini pada siswa SMP karena berdasarkan pengamatan di lapangan banyak siswa SMP kurang tertarik dan merasa bosan belajar bahasa Inggris khususnya membaca, hal ini di sebabkan karena kemampuan membaca mereka yang rendah dan begitu banyak kosa kata baru yang menyebabkan mereka malas untuk membaca. Teknik Herringbone adalah proses membuat garis besar terstruktur yang di rancang untuk membantu siswa mengorganisasikan informasi penting dalam sebuah teks. Dalam teknik ini guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, lalu guru memberikan sebuah teks, beberapa pertanyaan dan bagan berbentuk ikan, kemudian guru meminta siswa untuk bekerja dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan dan menuliskan jawabannya pada bagan, kemudian siswa diminta mencari ide utama dari teks berdasarkan jawaban-jawaban yang telah mereka temukan. Teknik ini lebih tepat di tujukan pada siswa yang kemampuan belajarnya di bawah rata-rata sehingga siswa tersebut bisa memahami teks.Key words : Outlining, answer the questions and fish diagram
THE USE OF RIDER (READ OR LISTEN, IMAGE, DESCRIBE, EVALUATE AND REPEAT) STRATEGY IN TEACHING LISTENING DESCRIPTIVE TEXT AT JUNIOR HIGH SCHOOL
Diana Novita;
Sunaryo Sunaryo
Journal of English Language Teaching Vol 2, No 1 (2013): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (395.769 KB)
|
DOI: 10.24036/jelt.v2i1.2587
AbstrakTujuan penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan penerapan RIDER strategi guna memotivasi siswa dan meningkatkan kemampuan mendengar siswa dalam belajar mendengarkan teks descriptive pada satuan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP). RIDER (Read or listen, Image, Describe, Evaluate and Repeat) strategi merupakan salah satu strategi alternatif yang bisa digunakan oleh guru dalam meningkatkan keterampilan mendegarkan teks descriptive. Strategi ini terdiri dari beberapa langkah. Pertama, Read or Listen, yakni siswa mendengarkan teks descriptive tersebut. Kedua Image, yakni para siswa membayangkan apa yang sudah didengarnya. Ketiga, Describe, siswa menuangkan apa yang sudah dibayangkannya pada langkah sebelumnya dalam bentuk kata kata dan gambar. Keempat, Evaluate, siswa mengevaluasi apa yang telah dibuatnya dan juga didengarnya. Kelima, Repeat, siswa melakukan pengulangan kembali, dimulai dari langkah awal hingga langkah keempat. Dengan demikian, RIDER strategy diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih baik dalam pengajaran mendengarkan teks descriptive bagi siswa di SMP.Key words: RIDER strategy, teks descriptive
MAKING USE ELT-RAP IN STUDYING INTERPERSONAL AND TRANSACTIONAL TEXTS FOR SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS
Afriliani Afriliani;
An Fauzia Rozani Syafe'i
Journal of English Language Teaching Vol 2, No 1 (2013): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jelt.v2i1.2582
AbstrakMakalah ini menyajikan teori-teori dan alasan menggunakan English Language Teaching Rap (ELT-Rap) dalam pembelajaran bahasa Inggris dalam hal ini keahlian berbicara pada teks Interpersonal dan Transactional untuk siswa sekolah menengah atas. ELT-Rap adalah belajar bahasa inggris dimana music Rap dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan pembelajaran. Selanjutnya, makalah ini membahas alasan, manfaat, dan prosedur penggunaan dari ELT-Rap sebagai kegiatan berkelanjutan dalam pembelajaran yang mengeksplorasi teks. Dalam pembahasannya, terdapat keterangan lebih mendalam atas manfaat dari ELT-Rap dari sisi berbicara dengan konteks yang lebih nyata dan keadaan yang lebih santai, pengembangan keahlian fonem, pengetahuan fonologi, penguasaan perbendaharaan kata, dan mengiramakan dialog menjadi bentuk pembelajaran yang menarik. Makalah Ini juga membahas manfaat yang diberikan selain dari sisi penguasaan bahasa dan juga dari sisi manajemen kelas diantaranya penyusunan tempat duduk, sikap belajar siswa, penilaian diri, pemikiran kritis, dan kenyamanan sosial.Key words: ELT Rap, English language teaching, Interpersonal text, Transactional text.
TEACHING READING BY USING METACOGNITIVE STRATEGY: IN MY HEAD AT SENIOR HIGH SCHOOL
Dian Trinoviyani;
Yuli Tiarina
Journal of English Language Teaching Vol 2, No 1 (2013): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (369.095 KB)
|
DOI: 10.24036/jelt.v2i1.2586
AbstrakPengajaran membaca di sekolah menengah atas memiliki beberapa permasalahan. Diantara masalah tersebut ialah strategi yang digunakan oleh guru dalam mengajar belum menunjang tujuan pembelajaran secara utuh. Hal ini berdampak padapemahaman siswa terhadap isi bacaan yang masihjauh dari apa yang diharapkan oleh guru. Untuk pemecahan masalah tersebut dibutuhkan strategi yang tepat dan yang dapat membantu serta mempermudah siswa dalam membaca serta memahami sebuah teks bahasa inggris. StrategiIn My Head dianggap cocok untuk diaplikasikan pada pengajaran membaca karena strategiini dapat membantu siswa dalam menyusun ide – ide yang mereka tangkap dari isi bacaan, yang mana ide-ide tersebut nantinya akan dituangkan siswa ke dalam sebuah handout secara individual. Setelah itu guru akan menanyakan pemahaman masing-masing siswa dan pada akhirnya guru akan merangkum pemahaman siswa secara umum mengenai keseluruhan isi teks sehingga terciptalah sebuah pemahaman yang sempurna.Kata Kunci: In My Head strategy, handout, pengajaran membaca.
USING PRAISE – QUESTION – POLISH (PQP) TECHNIQUE IN TEACHING WRITING A HORTATORY EXPOSITION TEXT TO SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS
Fatma Ismed;
Fitrawati Fitrawati
Journal of English Language Teaching Vol 2, No 1 (2013): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (396.951 KB)
|
DOI: 10.24036/jelt.v2i1.2590
AbstrakKeterampilan menulis adalah salah satu keterampilan yang paling mendasar bagi semua siswa di tingkat Sekolah Menengah Atas. Namun ada beberapa permasalahan yang sering kali muncul di dalam pengajaran keterampilan menulis, terutama dalam menulis teks Hortatory Exposition, seperti terbatasnya kemampuan siswa dalam mengetahui kosakata bahasa Inggris, kurangnya pemahaman mereka dalam menggunakan tata bahasa yang baik, serta faktor ketidaknyamanan kelas yang munculakibat perlunya pembaharuan dan kreatifitas guru dalam mengelola proses pembelajaran di dalam kelas. Agar siswa dapat menulis secara terarah dan lebih baik, penulis memilih teknik PQP ( Praise – Question – Polish ) sebagai teknik untuk mengajarkan keterampilan menulis bagi siswa.Di dalam prosesnya teknik ini akan meliputi pujian (praise), pertanyaan (question), dan saran/kritikan (polish), serta ide-ide dari pembaca sehingga siswa bisa menulis teks dengan lebih baik. Penulis juga berharap agar teknik ini dapat memberikan kontribusi positif bagi guru dalam mengajarkan kemampuan menulis serta bisa meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis.Key words: keterampilan menulis, praise-question-polish (PQP) teknik,Hortatory Exposition,
THE INTEGRATION OF TEACHING READING AND WRITING BY USING MUDDLE WORDS GAME FOR YOUNG LEARNERS
Elfa Yanti;
Zul Amri
Journal of English Language Teaching Vol 2, No 1 (2013): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (360.351 KB)
|
DOI: 10.24036/jelt.v2i1.2589
AbstrakDalam proses belajar mengajar di sekolah dasar, banyak siswa malas saat diminta membaca dan menulis teks bahasa inggris karena kurangnya kreativitas guru dalam menciptakan kegiatan yang menarik. Makalah ini bertujuan untuk memaparkan salah satu strategi pengajaran membaca dan menulis di sekolah dasar melalui sebuah permainan. Permainan ini adalah Muddle Words game. Permainan ini dapat digunakan untuk mengajarkan keahlian membaca dan menulis pada siswa sekolah dasar. Dalam permainan ini, guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok. Lalu guru menempelkan sebuah kartu di papan tulis. Pada kartu tersebut terdapat sebuah gambar benda dan huruf-huruf yang masih diacak. Guru meminta siswa bekerja dalam kelompok untuk menyusun huruf acak tersebut menjadi sebuah kata. Tetapi sebelum siswa menyusunnya dalam kelompok, siswa diminta untuk melafalkan huruf yang masih acak tersebut. Kelompok yang tercepat menyusun akan mendapat poin. Kegiatan ini dilakukan berulang-ulang. Kelompok yang paling banyak mendapat poin akan menjadi pemenangnya. Setelah banyak kartu di papan tulis, semua siswa disuruh membaca nyaring kata di papan tulis tersebut. Dengan begitu, indikator pembelajaran reading dan writing pada siswa kelas IV sekolah dasar akan tercapai.Key words: Muddle words game, reading a word, arrange letters and sound out
THE EFFECT OF HERRINGBONE TECHNIQUE ON STUDENTS’ READING COMPREHENSION IN RECOUNT TEXT AT SECOND GRADE OF SMPN 2 ENAM LINGKUNG PADANG PARIAMAN
Desima Rafain;
Zainuddin Amir;
Yuli Tiarina
Journal of English Language Teaching Vol 2, No 1 (2013): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (359.166 KB)
|
DOI: 10.24036/jelt.v2i1.2585
ABSTRAKArtikel ini membahas tentang pengaruh Herringbone Technique terhadap pemahaman membaca siswa kelas VIII.3 SMPN 2 Enam Lingkung Padang Pariaman dalam teks recount. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian eksperimen. Hasil analisa posttest siswa memperlihatkan bahwa t-obtained lebih besar daripada t-table (2.8 > 2.00). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan Herringbone Technique meningkatkan pemahaman membaca siswa dalam teks recount yang dapat dilihat dari dua hal. Pertama, rata-rata pemahaman membaca siswa kelas VIII.3 SMPN 2 Enam Lingkung Padang Pariaman dalam teks recount secara umum meningkat dari 68.33 menjadi 80.33. Kedua, rata-rata pemahaman membaca siswa berdasarkan tiga indikator yang digunakan lebih tinngi dibandingkan dengan sebelum melakukan penelitian.Kata kunci: Herringbone Technique, Teaching Reading Comprehension, Recount Text, Junior High School.