cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Nizham Journal of Islamic Studies
ISSN : 23391235     EISSN : 25417061     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Studi Keislaman merupakan terbitan berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Pascasarjana IAN Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 261 Documents
Analisis Paradigma Mimpi dalam Sudut Pandang Islam sita isna malyuna
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 11 No 02 (2023): Vol 11 No 02 (2023): Nizham: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/nizham.v11i02.7504

Abstract

Abstract Dreams are mental phenomena that occur during sleep. Precognitive dreams are a type of dream, where these dreams come true in the future. This dream is often experienced by certain people such as prophets, saints and others. The purpose of this article will be to discuss how dreams are from an Islamic point of view. The method in this article is library research. The results of the study show: First, the presence or absence of God's contribution that causes the sacredness of dreams. Second, the comparison of seeing images that appear when dreaming. Third, the difference in terms of dream axiology. Fourth, the ethics of interpretation or interpretation of dreams. All humans experience dreams that are synonymous with sleeping flowers or in the form of images that don't make sense, but dreams actually show the quality of one's spirit or soul. The better and clearer a person's soul is, the more meaningful the truth of his dreams will be. Therefore, it is desirable for humans and Muslims in particular, to always improve themselves both in external and spiritual practices, so that they are able to get dreams that are of good quality and contain truth. Keywords: Analysis, Paradigm, Dreams, Islam
POTRET PENYELESAIAN MASALAH HUKUM ERA SAHABAT MELALUI IJTIHAD Edi Susilo; Yahya Aziz; Sabki Ati Murtafi’ah
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 11 No 01 (2023): Nizham: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/nizham.v11i01.6951

Abstract

Artikel ini membahasa tentang praktik ijtihad di masa sahabat, di mana pada era tersebut merupakan masa setelah wafatnya Rasulullah saw. problem sosial yang berkaitan dengan huku mulai bermunculan sering dengan perkembangan wilayah Islam diberbagai daerah seperti Mesir, Siria, Irak, dan juga Iran. Sedangkan para sahabat dituntut untuk dapat memberri solusi hukum terhadap masalah hukum yang muncul di masyarakat, ketika jawaban tidak ditemukan di dalam al-Qur’an maupun al-Hadits maka mau tidak mau penyelesaian masalah tersebut harus diselesaikan melalui ijtihad. Peneitian ini merupakan penelitian libraryresearch, di mana pengambilan sumber berrasal dari jurnal, buku, dan dokumen lain yang berkaitan dengan ijtihad yang dilakukan oleh sahabt nabi. Hasil penelitian ini adalah berbagai penyeesaian masalah hukum melalui Ijtihad diantaranya adalah Abu Bakar memutuskan bagian warisan nenek adalah seperenam, meskipun bagian nenek tidak dijelaskan di dalam al-Qur’an. Umar tidak memberlakukan potong tangan dalam kasus pencurian sebab saat itu musim paceklik dan orang itu mencuri karena kelaparan. Ijtihad juga dilakukan oleh Utsman yakni tentang penambahan adzan salat Jum’at agar masyarakat segera bersiap dan lebih awal hadir di masjid. Ali bin Abi Talib pernah melepaskan seorang perempuan yang telah berada di tangan eksekutor yang akan mengeksekusinya, sebab perempuan tersebut lemah akalnya (gila).
PERAN MARTABAT MANUSIA DALAM MENYIKAPI LGBT: Nurul Fitri Habibah
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 11 No 02 (2023): Vol 11 No 02 (2023): Nizham: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/nizham.v11i02.7367

Abstract

This study aims to find out how the role of human dignity in responding to LGBT perspectives of Islam, human rights and Maqasidh Sharia. This study used qualitative research. The method of data collection is by using literature studies or literature that uses books and journals. The data analysis technique is sourced from literature studies. The author emphasizes on which references or libraries are related to the author's title to conduct research. lgbt acts are not permissible according to Islam, human rights and Maqasidh Sharia. But we must not judge people who commit deviant acts like lgbt. The need to set aside religious rules first does not mean to justify lgbt actions but it is related to human values or what we can call human dignity. It would be better if we could embrace people who commit these lgbt acts in the hope that they can return to being normal human beings and carry out their sexual orientation accordingly by and large. Keywords: Human Dignity, LGBT, Islam, Human Rights and Maqasidh Sharia Abstrak Penelitian ini berorientasi supaya mengetahui bagaimana peran martabat manusia dalam menyikapi lgbt perspektif islam, ham dan maqosidh Syariah. Adapun penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Adapun cara pengumpulan datanya dengan menggunakan studi literatur atau kepustakaan yang menggunakan buku dan jurnal. Adapun teknik analisis datanya bersumber dari studi literatur. penulis menekankan pada referensi atau pustaka mana yang terkait dengan judul penulis untuk melakukan penelitian. Tindakan lgbt tidak dibenarkan menurut islam, ham dan maqosidh Syariah. Namun kita tidak boleh menghakimi manusia yang melakukan tindakan menyimpang seperti lgbt ini. perlunya untuk menyampingkan aturan agama terlebih dahulu bukan berarti untuk membenarkan tindakan lgbt tetapi ini berkaitan dengan nilai-nilai kemanusian atau yang bisa kita sebut dengan martabat manusia. Alangkah lebih baiknya jika kita bisa merangkul manusia yang melakukan tindakan lgbt ini dengan harapan supaya bisa kembali menjadi manusia yang normal dan melakukan orientasi seksualnya sesuai pada umumnya. Kata kunci: Martabat Manusia, LGBT, Islam, HAM dan Maqasidh Syariah
KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA DENGAN ANAK DALAM MENCEGAH LGBT PERSPEKTIF AL-QURAN Muhammad Solihin; Akhmad Rifa’i; Robby Aditya Putra
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 11 No 01 (2023): Nizham: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/nizham.v11i01.6443

Abstract

Abstract In Indonesia, the number of cases involving LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, And Transgender) individuals continues to rise. It is anticipated that parental role will prevent children from engaging in sexual behavior. From the perspective of the Qur'an, this article presents descriptive analytic methods for illustrating how interpersonal communication between parents and children can help prevent LGBT. According to the review, interpersonal communication between parents and children is crucial to preventing LGBT behavior. Preventing LGBT behavior through interpersonal communication between parents and children. Before explaining the dangers of LGBT behavior, the Koran's perspective can be started with openness, empathy, support, equality, and a positive attitude. It is hoped that parents will be better able to encourage their children to express what is on their minds so that they can communicate effectively through honesty and openness. Keywords: Interpersonal Communication, LGBT, Al-Qur'an Perspective Abstrak Di Indonesia, jumlah kasus yang melibatkan individu LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) terus meningkat. Peran orang tua diharapkan akan mencegah anak-anak untuk melakukan perilaku seksual. Dari perspektif Al-Qur'an, artikel ini menyajikan metode analisis deskriptif untuk menggambarkan bagaimana komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak dapat membantu mencegah LGBT. Menurut review, komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak sangat penting untuk mencegah perilaku LGBT. Mencegah perilaku LGBT melalui komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak. Sebelum menjelaskan bahaya perilaku LGBT, perspektif Alquran bisa dimulai dengan keterbukaan, empati, dukungan, kesetaraan, dan sikap positif. Diharapkan para orang tua lebih mampu mendorong anaknya untuk mengungkapkan apa yang ada di pikirannya sehingga dapat berkomunikasi secara efektif melalui kejujuran dan keterbukaan. Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, LGBT, Perspektif Al-Qur'an
Kepemimpinan Nabi Daud As dan Nabi Sulaiman As dalam al-Qur'an Muhammad Nurfaizi Arya Rahardja
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 11 No 02 (2023): Vol 11 No 02 (2023): Nizham: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/nizham.v11i02.7568

Abstract

Kepemimpinan adalah sebuah unsur yang tidak bisa dipisahkan dalam Islam dan kehidupan sehari-hari, karena kepemimpinan adalah fitrah seorang manusia untuk hidup dalam sebuah kelompok dan dalam setiap kelompoknya dibutuhkan seorang pemimpin untuk dijadikan pedoman kelompok tersebut. Salah satu isu kepemimpinan dalam al-Qur’an adalah kisah kepemimpinan Nabi Daud As. dan Nabi Sulaiman As. Banyak peneliti yang telah meneliti kepemimpinan Nabi Daud As. dan Nabi Sulaiman As. namun hanya berfokus kepada sifat yang dimiliki Nabi Daud As. dan Nabi Sulaiman As. sebagai figur pemimpin. Berdasarkan hal itu penulis melihat adanya ruang kosong dalam penelitian tentang kepemimpinan Nabi Daud As. dan Nabi Sulaiman As. yaitu bagaimana Nabi Daud As. dan Nabi Sulaiman As menjalankan kepemimpinannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan menggunakan teknik library research untuk mendapatkan data penelitiannya. Sumber data utama dari penelitian ini adalah Qs. al-Naml/ 27: 36-37 dan Qs. Ṣād/ 38: 22-24. Data yang didapat dari penelitian ini akan dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analisis dengan menggunakan metode penafsiran maudū‘ī. Hasil dari penelitian ini adalah, 1. Adanya perubahan Nabi Daud As. dalam menyelesaikan masalah, yaitu sebelum diuji dan pasca diuji oleh Allah Swt. 2. Nabi Daud As. bertugas untuk mengelola wilayah kepemimpinannya dengan baik, mendengarkan aspirasi yang memilihnya, dan menyelesaikan masalah dengan adil dan benar, 3. Nabi Sulaiman As. merupakan seorang pemimpin yang tegas, berhati-hati dan berpendirian, 4. Nabi Sulaiman As. pemimpin yang sangat percaya diri.
Fenomena Childfree Dalam Pandangan Mahasiswa Beragama Islam Riris Almutiroh; Nurti Budiyanti; Neng Mulyanti; Laila Nur Sampurna; Aeldi Despriyadi; Noor Azmi
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 11 No 01 (2023): Nizham: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/nizham.v11i01.6948

Abstract

Pasangan yang memilih tidak mempunyai anak atau dikenal dengan istilah childfree memunculkan stigma yang berbeda pada setiap orang. Istilah childfree juga dianggap keluar dari nilai budaya dan sosial yang dianut dalam masyarakat bahkan agama. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pandangan mereka tentang fenomena childfree dan tinjauannya menurut pandangan Islam. Metodologi yang digunakan melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik kuisioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa alasan seseoang memilih childfree disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Sedangkan hukum childfree ialah diperbolehkan sesuai dengan kondisi atau alasan maslahah dharuriyat, akan tetapi jika karena disengaja dan bertentangan dengan maqashid al syari’ah maka childfree dilarang dalam agama Islam. Kata Kunci: Childfree, Keluarga, Mahasiswa
THE SHARIA ECONOMIC INSTITUTION'S HISTORY IN INDONESIA SYAHRUDDIN KADIR
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 11 No 02 (2023): Vol 11 No 02 (2023): Nizham: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/nizham.v11i02.7619

Abstract

The goal of this research is to learn more about the institutionalization of the Islamic economy in Indonesia, which is a fair economic system that works to preserve social and political life within bounds that don't jeopardize the general welfare. This study employs a method known as a literature review or literature study. The findings of this study show that external factors, such as the establishment of Islamic banks in other nations, trade missions, and preaching that facilitate the implementation of the Islamic economic system, have played a significant role in the history of Islamic economic thought and institutionalization in Indonesia. The internal aspect is public awareness, namely Muslim intellectuals' efforts to adopt an Islamic-based economic system among Indonesia's mostly Muslim population. With several laws controlling Islamic contracts and goods, institutionalization, and systems run by Islamic banks in Indonesia, the Islamic economy has up until now continued to grow. The growth of Islamic economic institutions, however, still falls short of Islamic financial literacy, where knowledge of Islamic economics is still quite poor.
POLIGAMI DALAM PERSPEKTIF ISLAM: Sebagai Sarana Pelaksanaan Maqashid al-Syari’ah
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 11 No 01 (2023): Nizham: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/nizham.v11i01.5855

Abstract

Dalam perjalanannya, Syari’at Islam menjadi sasaran kritik yang sangat empuk oleh orang-orang yang tidak menyukai Islam terutama ketika berbicara mengenai konsep perkawinan, terutama syari’at poligami yang ada di dalamnya. Poligami dari masa ke masa selalu menimbulkan pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat dengan berbagai macam dalil dan argumentasi baik dari pihak yang pro maupun kontra. Oleh karena itu, tulisan ini di maksudkan untuk membahas poligami dalam Islam sebagai sarana dalam melaksanakan maqashi al-syari’ah yang ada di dalamnya. Adapun metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode studi pustaka.
TELA’AH KONSEP PENDIDIKAN IBADAH DALAM AL-QUR’AN Didi Maslan
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 11 No 02 (2023): Vol 11 No 02 (2023): Nizham: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/nizham.v11i02.7664

Abstract

Islam views that worship education is one of the priorities that must take precedence over teaching life skills for a child. It's just that the misunderstanding of parents and teachers often makes the purpose of instilling religious education not produce the expected results. This happens due to a lack of understanding by parents and teachers regarding religious education, the foundation of which is already in the Qur'an. This paper is intended to discuss the concept of worship education in the Qur'an. The method used in collecting the required data is the literature study method by collecting literature related to the contents in this paper, both from books, journals and digital literature such as the Maktabah Syamilah.
LIVING HADIS ISLAM WASATHIYAH: Analisis terhadap Konten Dakwah Youtube “Jeda Nulis” Habib Ja’far Ibnu Akbar Maliki
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 11 No 01 (2023): Nizham: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/nizham.v11i01.6753

Abstract

Islam wasathiyah menjadi tolak ukur normatif umat Islam dalam menjalankan moderasi beragama di tengah bangsa multikultural. Toleransi merupakan sikap yang mesti diterapkan dalam menghadapi kehidupan bangsa multi religi. Namun kenyataannya, hal tersebut sangat sulit diwujudkan akibat adanya penyebaran paham radikalisme dan ekstremisme secara masif di media sosial. Habib Ja’afar adalah salah satu pendakwah milenial yang sering melakukan dialog lintas agama di media sosial. Dialog tersebut dikemas dalam konten dakwah dan senantiasa mengedepankan prinsip Islam Wasathiyah. Artikel ini mengkaji nilai-nilai syiar Islam dalam konten Youtube “Jeda Nulis” milik Habib Ja’far dengan menggunakan pendekatan studi living hadith. Penelitian ini merupakan hasil kajian lapangan bersifat deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan observasi serta dianalisis dengan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tentang Islam wasathiyah telah hidup dalam dakwah Habib Ja’far. Melalui media Youtube, Habib Jaa’far menghidupkan nilai-nilai hadist Islam wasathiyah melalui tiga tradisi. Pertama, tradisi lisan yakni melalui konten podcast dan ceramah. Kedua, tradisi tulisan yakni quotes bertajuk moderasi beragama. Ketiga, tradisi praktik yakni melalui dialog lintas agama dengan menghadirkan berbagai sudut pandang dan perspektif. Adapun kontribusi penelitian ini ialah sebagai ikhtiar dakwah Islam wasathiyah di era digital, terutama di platform media sosial Youtube.