cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Higea
ISSN : -     EISSN : 25413554     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2018)" : 9 Documents clear
UJI EFEK ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) TERHADAP KAKI TIKUS PUTIH JANTAN Rahimatul Uthia; Widya Kardela; Kukuh Bima Transida
Jurnal Farmasi Higea Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.604 KB) | DOI: 10.52689/higea.v10i1.177

Abstract

Daun sambung nyawa (Gynura rocumbens (Lour.) Merr.) adalah tumbuhan yang banyak digunakan masyarakat sebagai pengobatan tradisional. Daun sambung nyawa mengandung beberapa senyawa kimia diantaranya alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa aktif berkhasiat sebagai Antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antiinflamasi ekstrak etanol daun sambung nyawa dan pengaruh terhadap jumlah sel leukosit pada tikus putih jantan yang diinduksi karagen 1 %, serta mengetahui dosis ekstrak yang paling efektif terhadap penurunan volume edema kaki tikus dan pengaruh terhadap jumlah sel leukosit pada tikus putih jantan. Hewan percobaan dibagi sebanyak 5 kelompok yaitu kelompok negatif diberi Na-CMC 0,5 %, kelompok positif diberi karagen 1 %, kelompok uji diberi ekstrak daun sambung nyawa 75 mg/kgBB, 150 mg/kgBB, dan 300 mg/kgBB. Volume edema kaki tikus putih jantan diukur setiap jam selama 6 jam menggunakan alat Pletismometer dan jumlah sel leukosit diukur pada jam pertama dan ke enam menggunakan alat Haemacytometers. Data yang diperoleh dianalisa dengan uji ANOVA satu arah yang dilanjutkan dengan uji Duncan dengan taraf kepercayaan 95 %. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa daun sambung nyawa dapat menurunkan volume edema kaki tikus putih jantan dan berpengaruh pada jumlah sel leukosit pada jam ke enam yang di induksi karagen 1 % dengan daya antiinflamasi ekstrak daun sambung nyawa diperoleh persen inhibisi 75 mg/kgBB sebesar 23,32 %, 150 mg/kgBB sebesar 60,65 %, dan 300 mg/kgBB sebesar 11,09 %. Pada hasil rata-rata jumlah sel leukosit jam pertama ekstrak sambung nyawa diperoleh 75 mg/kgBB sebanyak 12.900 sel/mm3, 150 mg/kgBB sebanyak 11.400 sel/mm3, 300 mg/kgBB sebanyak 15.900 sel/mm3 dan pada jam ke enam diperoleh 75 mg/kgBB 14.117 sel/mm3, 150 mg/kgBB sebanyak 10.100 sel/mm3, dan 300 mg/kgBB sebanyak 15.567 sel/mm3.
Kompleks Inklusi Amlodipin Besilat – β-siklodekstrin Dengan Metode Kneading Indra Makmur; Auzal Halim; Maria Dona Oktavia; Helvia Angraeni
Jurnal Farmasi Higea Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.726 KB) | DOI: 10.52689/higea.v10i1.194

Abstract

Preparation and characterization of inclusion complex of amlodipine besylat with β - cyclodextrin has been done. Preparation of the inclusion complex was carried kneading method. Formed inclusion complex was characterized by X-ray diffraction, FT - IR spectrophotometer, Scanning Electron Microscopy (SEM), and the dissolution test. Data from X-ray diffraction, FT - IR, SEM can be concluded that inclusion complexes with kneading method give the best results. The dissolution efficient  results showed that the inclusion complex of amlodipine besylat - β - cyclodextrin with a kneading method increased significantly when compared with the active ingredient and the mixture of physics.
AKTIVITAS ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL HERBA GREGES OTOT (Equisetum debile Roxb.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN Rahmad Abdillah; Aried Eriadi; Yetti Nurul Khasanah
Jurnal Farmasi Higea Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.348 KB) | DOI: 10.52689/higea.v10i1.178

Abstract

Diare merupakan masalah yang banyak terdapat di negara berkembang dimana diare dapat menyebabkan dehidrasi yang merupakan salah satu penyebab kematian. Herba greges otot (Equisetum debile Roxb.) merupakan salah satu tanaman obat yang berkhasiat sebagai antidiare. Pada penelitian ini dilakukan uji aktivitas antidiare ekstrak etanol herba greges otot (Equisetum debile Roxb.) pada mencit putih jantan. Metode yang digunakan adalah metode proteksi dan metode transit intestinal. Ekstrak diberikan secara oral dengan dosis 250 mg/kgBB, 500 mg/kgBB dan 750 mg/kgBB, sebagai pembanding digunakan loperamid HCl dosis 2 mg/kgBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol herba greges otot (Equisetum debile Roxb.) pada dosis 750 mg/kgBB memberikan pengaruh antidiare lebih baik dibandingkan dengan dosis 500 mg/kg BB dan dosis 250 mg/kgBB (p<0.05). Peningkatan aktivitas antidiare terlihat seiring dengan peningkatan dosis pemberian ekstrak etanol greges otot (Equisetum debile Roxb.).
Mikroenkapsulasi Isoniazid Menggunakan Natrium Carboxymethilcellulose (NaCMC) sebagai Polimer Dengan Metode Pengeringan Semprot Adik Ahmadi; Auzal Halim; Agel Sagreatra
Jurnal Farmasi Higea Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.017 KB) | DOI: 10.52689/higea.v10i1.174

Abstract

Isoniazid merupakan obat antituberkulosis yang memiliki waktu paruh pendek. Penelitian ini bertujuan untuk memperpanjang pelepasan isoniazid dengan membentuk sediaan mikrokapsul menggunakan polimer NaCMC dengan metode pengeringan semprot. Mikrokapsul dibuat dalam 3 formula dengan perbandingan isoniazid dengan NaCMC yaitu 1:1; 1:2; 1:3. Karakterisasi mikrokapsul Isoniazid-NaCMC meliputi Penetapan kadar dan uji disolusi yang ditunjang dengan analisa distribusi ukuran partikel, SEM, XRD, DSC dan FT-IR. Penghambatan pelepasan obat paling baik ditunjukkan oleh formula 3 yaitu terdisolusi 95,33 % pada waktu 2 jam dibanding formula 1 sebesar 100,34% dan formula 2 sebesar 100,18 %. Hasil statistik efisiensi disolusi menggunakan uji ANOVA diperoleh nilai Sig. 0,000 (<0,05) dan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penambahan NaCMC terhadap laju disolusi isoniazid melalui uji Dunnet. Pemeriksaan yang dilakukan telah memenuhi syarat mikrokapsul dan mengkonfirmasi hasil disolusi. ukuran distribusi partikel telah memasuki rentang 5-5000 µm dan Morfologi SEM menunjukkan bentuk sferis. Perlambatan laju disolusi dikonfirmasi melalui pemeriksaan XRD yang menunjukkan penurunan intensitas dan derajat kristalin dari isoniazid dan penurunan nilai entalpi pada pemeriksaan DSC serta tidak adanya interaksi kimia antara isoniazid-NaCMC pada pemeriksaan FT-IR.
UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK DAUN WARU (Hibiscus tiliaceus L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN Sri Oktavia; Ifora Ifora; Adelina Damayanti Putri
Jurnal Farmasi Higea Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.244 KB) | DOI: 10.52689/higea.v10i1.179

Abstract

Daun waru (Hibiscus tiliaceus L.) banyak digunakan sebagai obat tradisional. Pembuktian secara ilmiah mengenai keamanannya penting untuk diketahui, salah satunya melalui uji toksisitas akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai LD50 dan toksisitas tertunda dengan pemberian ekstrak daun waru terhadap mencit putih jantan. Toksisitas tertunda diamati selama 14 hari meliputi perubahan berat badan, volume konsumsi air minum, dan berat relatif organ seperti paru-paru, jantung, hati, ginjal, dan lambung. Pemberian ekstrak daun waru secara oral hingga dosis 16 g/kgBB menunjukkan bahwa ekstrak daun waru termasuk kategori praktis tidak toksik  (LD50>15 g/kgBB). Efek toksisitas tertunda terlihat pada perubahan berat badan dan volume konsumsi air minum. Hasil statistik menggunakan ANOVA dua arah, untuk perubahan berat badan dan volume konsumsi air minum terdapat perbedaan signifikan (P<0,05). Kemudian dilakukan uji lanjut Duncan, dimana semua dosis yang diberikan menunjukkan perubahan berat badan, sedangkan pada volume konsumsi air minum dosis yang  mempengaruhi adalah dosis 8 g/kgBB dan 16 g/kgBB. Pada berat relatif organ menggunakan ANOVA satu arah menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan (P>0,05).
Uji Aktivitas Fraksi Dari Ekstrak Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour)Merr.) Terhadap Bakteri Shigella dysenteriae Dwi Dinni Bakhtra; Junuarti Jubahar; Elvira Yusdi
Jurnal Farmasi Higea Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.351 KB) | DOI: 10.52689/higea.v10i1.175

Abstract

Daun sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour) Merr) adalah salah satu bahan pengobatan alternatif dari alam yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri karena mengandung komponen bioaktif berupa alkaloid, flavonoid dan saponin. Penelitian ini dilakukan dengan menguji aktivitas antibakteri fraksi dari ekstrak daun sambung nyawa dan bakteri yang digunakan adalah Shigella dysenteriae. Metode yang digunakan adalah metode difusi kertas cakram. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan 3 fraksi yaitu fraksi heksan, fraksi etil asetat dan fraksi butanol dengan variasi konsentrasi 30 %, 20 % dan 10 % serta kontrol negatifnya adalah DMSO dan kontrol positif adalah kloramfenikol. Hasil dari penelitian ini adalah adalah dari 3 fraksi yang diuji, fraksi paling aktif sebagai antibakteri adalah fraksi etil asetat dengan konsentrasi 30 % yang memberikan daya hambat sebesar 10,5 mm. Sedangkan fraksi heksan dan fraksi butanol dengan konsentrasi 30 % hanya memberikan daya hambat 7 mm.
BIJI MELINJO (Gnetum gnemon L.) : AKTIVITAS SEBAGAI ANTIDIARE Widya Kardela; Fitra Fauziah; Sonya Mayesri
Jurnal Farmasi Higea Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.534 KB) | DOI: 10.52689/higea.v10i1.180

Abstract

Salah satu tumbuhan obat Indonesia yang masih dibutuhkan pengujian efek farmakologinya adalah Melinjo (Gnetum gnemon L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol biji melinjo (Gnetum gnemon L.) terhadap diare pada mencit putih jantan yang diinduksi dengan minyak jarak (Oleum ricini). Metode yang digunakan untuk pengujian antidiare adalah pola defekasi dan metode transit intestinal. Parameter yang diamati meliputi frekuensi defekasi, konsistensi feses, berat feses setiap 30 menit selama 4 jam, dan panjang marker norit pada usus mencit. Ekstrak diberikan secara oral dengan dosis 150 mg/kBB, 300 mg/kg BB dan 600 mg/kg BB,sebagai pembanding digunakan loperamid HCl dosis 2 mg/kgBB. Dari hasil penelitian didapat bahwa ekstrak etanol biji Melinjo (Gnetum gnemon L.) pada dosis 600 mg/kgBB memberikan pengaruh antidiare lebih baik dibandingkan dengan dosis 300 mg/kgBB dan dosis 150 mg/kg BB. Peningkatan aktivitas antidiare terlihat seiring dengan peningkatan dosis pemberian ekstrak etanol biji Melinjo (Gnetum gnemon L.) (P < 0,05).
Aktivitas Anti-Inflamasi Ekstrak Etanol Herba Genjer (Limnocharis flava (L.) Buchenau) Pada Tikus Putih Jantan Ifora Ifora; Fitra Fauziah; Risa Resky Delita
Jurnal Farmasi Higea Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.934 KB) | DOI: 10.52689/higea.v10i1.176

Abstract

Secara tradisional, genjer (Limnocharis flava (L.) Buchenau) digunakan untuk sayuran. Gejer terbukti memiliki aktivitas antioksidan dan anti-lipooksigenase. Penelitian ini bertujaun untuk melihat pengaruh pemberian ekstrak genjer terhadap aktivitas anti-inflamasi dan jumlah sel leukosit mencit putih jantan setelah diinduksi karagen 1%.. Dosis ekstrak herba genjer yang digunakan adalah 40 mg/kg BB, 80 mg/kg BB, 160 mg/kg BB. Natrium diklofenak sebagai kontrol positif, karagena 1 % sebagai kontrol negatif dan Na. CMC sebagai kontrol normal. Parameternya yaitu volume radang  yang diukur pada jam ke 0,1,2,3,4,5,6 menggunakan pletismometer dan jumlah sel leukosit yang diukur pada jam ke-1 dan jam ke-6 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh pemberian ekstrak etanol herba genjer terhadap persentase radang (P<0,05) dan pada persen inhibisi radang menunjukkan adanya hambatan radang pada tikus putih jantan. Ekstrak etanol herba genjer tidak mempengaruhi jumlah sel leukosit tikus putih jantan (P>0,05).
MIKROENKAPSULASI PIRAZINAMIDA MENGGUNAKAN MANITOL DENGAN METODE EMULSIFIKASI PENGUAPAN PELARUT Henni Rosaini; Auzal Halim; Resti Astuti
Jurnal Farmasi Higea Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.942 KB) | DOI: 10.52689/higea.v10i1.193

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan mikroenkapsulasi pirazinamid yang merupakan obat terapi tuberkulosis dengan menggunakan penyalut manitol. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan waktu paruh dari pirazinamid. Mikroenkapsulasi dibuat dengan perbandingan pirazinamid : manitol yaitu 1:1, 1:2, dan 1:3 menggunakan metode emulsifikasi penguapan pelarut. Mikrokapsul yang terbentuk diuji karakteristik menggunakan scanning electron microscopy (SEM), distribusi ukuran partikel, analisis difraksi sinar X, differential scanning calorimetry (DSC), dan spektrum inframerah (FT-IR). Hasil uji SEM terlihat morfologi pirazinamid disalut oleh manitol. Hasil difraksi sinar X terjadi penurunan derajat kristalinitas. Hasil analisis DSC terjadi pergeseran titik lebur pada mikrokapsul pirazinamid-manitol yang menandakan terjadi interaksi fisika membentuk campuran eutektik sederhana. Hasil % terdisolusi  selama 360 menit untuk pirazinamid murni, mikrokapsul formula 1, formula 2 dan formula 3 berturut-turut adalah adalah 99,36%, 90,278%, 80,758% dan 64,19%.

Page 1 of 1 | Total Record : 9