cover
Contact Name
Trianokta Akbar Wardana
Contact Email
trianokta.akbar@yarsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkedokteran@yarsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
YARSI Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 08541159     EISSN : 24609382     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 232 Documents
EOSINOFIL DAN ASMA A. Jalal, Elyusrar
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 13, No 1 (2005): JANUARI - APRIL 2005
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.977 KB) | DOI: 10.33476/jky.v13i1.1059

Abstract

Eosinophils are often found as dominant inflammatory cells present in the airways of asthma patients, but the importance of these white blood cells has been poorly understood. The eosinophil functional activity, like immune response in general may be beneficial or harmful for the organism. They could have an important role in the disordered repair that leads to permanently impaired function of airways tissue in asthmatic. This paper is a review focused on the relationship of eosinophil and their products with asthma.
PROFIL DISTRIBUSI NYERI PUNGGUNG BAWAH DI RSU PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA TAHUN 2005-2007 DITINJAU DARI BERBAGAI FAKTOR Syukran Akbar, Syifa Mahmud; Ardiansyah, Muhammad
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 23, No 1 (2015): JANUARI - APRIL 2015
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.663 KB) | DOI: 10.33476/jky.v23i1.93

Abstract

Low Back Pain (LBP) menjadi masalah kesehatan di hampir semua negara. Hampir bisa dipastikan 50?80% orang berusia 20 tahun ke atas pernah mengalami nyeri punggung bawah atau yang disebut low back pain. Nyeri punggung bawah disebabkan oleh berbagai macam keadaan yang mendasarinya, seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan faktor penyebabnya. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran umum nyeri punggung bawah menurut kelompok tertentu di RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Gambaran yang ada diharapkan dapat membantu memberikan solusi terhadap dampak negative low back pain.Penelitian dilakukan secara retrospektif deskriptif terhadap pasien nyeri punggung bawah yang pernah menjalani rawat inap / rawat jalan di RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta selama rentang waktu 3 tahun sejak 1 Januari 2005 ? 31 Desember 2007. Hal yang dicatat adalah umur, jenis kelamin, pekerjaan faktor penyebab nyeri punggung bawah. Data diperoleh dengan melihat rekam medis pasien di Bagian Rekam Medis RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta, dan kemudian hasilnya disajikan dalam bentuk tabulasi.Selama 3 tahun terdapat 52 kasus nyeri punggung bawah yang terdiri dari pasien laki-laki berjumlah 19 orang (36,5%) dan pasien wanita 33 orang (63,5%). Insidensi nyeri punggung bawah terbanyak pada kelompok usia 41?50 tahun dan tidak didapatkan pada kelompok umur 0?10 tahun dan kelompok umur 11-20  tahun. Pekerjaan pasien nyeri punggung bawah terbanyak adalah ibu rumah tangga sebanyak 16 orang (30,8%) dan petani sebanyak 12 orang (23,1%). Penyebab nyeri punggung bawah terdiri dari causa non-trauma sebanyak 25 kasus (48,1%) dan causa trauma sebanyak 27 kasus (51,9%). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan untuk pencatatan status pasien, anamnesis, pemeriksaan untuk menentukan diagnosis, dan terapi yang benar bagi pasien nyeri punggung bawah.Low back pain (LBP) has become a serious health concern in almost every country. It was predicted that 50-80% of people above 20 years old ever suffer from low back pain. Many conditions may underly this problem, such as age, gender, occupation, and many other etiological factors. This study was aimed to describe a better picture about low back pain in various group of patients at RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Understanding factors underlying this disorder would hopefully reduce its negative impact.A descriptive study was conducted retrospectively on LBP patients who had ever been recorded as in-patient or out-patient of RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta within 3 year periods since January 1st, 2005 until December 31st, 2007. Related informations were recorded i.e. age, gender, occupation and other possible etiologies of LBP. Data was obtained collection from the Medical Record.There were 52 incident of LBP cases in 3 years, consisted of 19 males (36.5%), and 33 females (63.5%). The highest incidence was in the age group of 41-50 years, and no cases were found in the age group of 0-10 years, and 11-20 years. The must frequent occupation LBP patients were housewife (16 people, 30.8%), and farmer (12 people, 23.1%). The etiology was classified as trauma and non trauma cases i.e. 27 cases (51.9%) and 25 cases (48.1%) respectively. This result is expected to be used as an input for patients? status recording, history taking, and examination to determine the diagnosis, and appropriate therapy for LBP patient. 
EFEK KURKUMIN SINTESIS DAN PENTAGAMAVUNON-0 TERHADAP PRODUKSI PROGESTERON KULTUR SEL LUTEAL DENGAN PEMBERIAN FORSKOLIN Purwaningsih, Endang; Meiyanto, Edy; Dasuki, Djaswadi; Kadarsih Soejono, Sri
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 15, No 3 (2007): SEPTEMBER-DESEMBER 2007
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.724 KB) | DOI: 10.33476/jky.v15i3.1075

Abstract

Curcumin is one of the common traditional medicines that is often used for fertility regulation. Curcumin analogue, pentagamavunon-0/PGV-0, exerted similar effect with curcumin. Synthetic curcumin and PGV-0 possesses molecular structures similar to prostaglandin. It has been reported that luteal cells are able to produce progesterone in vitro by addition of several hormones such as LH and prostaglandin F2? (PGF2?). Stimulation of luteal cell cultures with LH and/or PGF2? in the presence of synthetic curcumin and PGV-0 will interfere with the progesterone production. Nevertheless, the precise site of action of curcumin remains unknown. The present study aims to determine the effect of synthetic curcumin and PGV-0 on the progesterone production by luteal cell cultures in the presence or absence of several known stimulators or inhibitors sucs as LH, PGF2? and forskolin, respectively. The results indicated that synthetic curcumin reduced the progesterone concentration significantly (p 0,05) in the luteal cell culture treated with solvent, LH and/or PGF2?, in the presence or absence of forskolin. In the groups treated with PGV-0, and induced with LH and/or PGF2?, the concentration of progesterone did not change significantly (p 0,05). Addition of forskolin on the control group resulted in higher progesterone concentration as that of LH. The findings indicated that synthetic curcumin inhibits progesterone production by the luteal cell cultures through the cAMP/PKA/MAP-Kinase signaling cascade, but PGV-0 might have the site of action in the PLC/PKC/MAP-Kinase signaling cascade. 
HIPERTENSI RESISTEN Rampengan, Starry H
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 23, No 2 (2015): MEI - AGUSTUS 2015
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.308 KB) | DOI: 10.33476/jky.v23i2.116

Abstract

Hipertensi resisten merupakan faktor risiko utama dari berbagai penyakit, sehingga terjadi peningkatan kejadian penyakit jantung iskemik, gagal jantung, kejadian serebrovaskular, dan disfungsi ginjal. Hipertensi dikatakan resisten terhadap pengobatan ketika strategi terapi yang mencakup modifikasi gaya hidup yang tepat ditambah penggunaan diuretik dan dua obat antihipertensi lain dari kelas yang berbeda pada dosis yang memadai (tapi tidak harus termasuk antagonis reseptor mineralokortikoid) gagal untuk menurunkan angka tekanan darah ke 140/90mmHg. Lebih jauh, prevalensi hipertensi yang tidak terkontrol juga meningkat, meskipun terjadi kemajuan dalam farmakoterapi. Pasien dengan pengobatan hipertensi resisten (tekanan darah ? 140/90 mmHg) meskipun telah menggunakan  ? 3 obat antihipertensi, termasuk diuretik, sering memiliki faktor risiko tinggi untuk kejadian penyakit jantung dan akibatnya beresiko lebih tinggi mengalami kerusakan organ serta morbiditas kardiovaskular. Penyebab hipertensi resisten bervariasi seperti hipertensi white-coat, ketidakpatuhan terhadap terapi obat, dan pilihan obat atau dosis yang tidak tepat, maka estimasi proporsi pasien dengan rentang dirawat karena hipertensi 5-16%.Resistant hypertension  is a major risk factor of numerous diseases, that resulting the increase of incidence of ischemic heart disease, heart failure, cerebrovascular events, and renal dysfunction. Hypertension is defined resistant to the treatment if  therapeutic strategy that includes appropriate lifestyle modification and the using of  diuretic and two antihypertensive drugs from  different classes in adequate doses (without mineralocorticoid receptor antagonist) fails to reduce blood pressure level to   140/90mmHg. Furthermore, the prevalence of uncontrolled hypertension is also increase, in spite of advances in pharmacotherapy. The treatment of patients with resistant hypertension (blood pressure ? 140/ 90 mmHg despite ? 3 antihypertensive medications, including a diuretic) often have other risk factors for cardiovascular disease and consequently they have higher risk for end-organ damage and cardiovascular morbidities. The proportion of patients with resistant hypertension ranges from 5 to 16%, when confounding causes, such as white-coat hypertension, non-adherence to drug therapy, and inappropriate drug selection or dosing, are eliminated. 
PATOFISIOLOGI DAN DIAGNOSIS INFILTRASI LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT KE SISTEM SARAF PUSAT Adilistya, Tika
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 25, No 2 (2017): MEI - AGUSTUS 2017
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.212 KB) | DOI: 10.33476/jky.v25i2.262

Abstract

Leukemia limfoblastik akut (LLA) adalah keganasan hematologi yang disebabkan oleh proliferasi prekursor sel limfoid yang menyebabkan akumulasi sel blas di darah tepi dan sumsum tulang. Berbagai kemajuan dalam terapi, seperti targeted therapy, telah berhasil menurunkan angka kematian pasien dengan LLA. Salah satu komplikasi fatal LLA adalah keterlibatan sistem saraf pusat (SSP). Pasien dengan keterlibatan SSP seringkali underdiagnosed baik secara klinis maupun laboratoris. Peranan laboratorium sangat penting untuk deteksi keterlibatan SSP mengingat sulitnya gejala klinis tidak khas bahkan sebagian pasien justru asimtomatis. Dengan adanya deteksi dini, pasien dapat diberikan terapi profilaksis sehingga angka kesintasan meningkat.Meskipun memiliki banyak kelemahan, pemeriksaan sitologi pada spesimen sitosentrifugasi masih dipertimbangkan sebagai ?baku emas? untuk diagnosis infiltrasi sel leukemik pada SSP. Pemeriksaan lain seperti immunophenotyping flow cytometry (FCM) dan polymerase chain reaction (PCR) memiliki nilai diagnostik yang dua kali lipat lebih baik apabila digunakan secara kombinasi dengan sitologi, namun tidak dapat menggantikan peran pemeriksaan sitologi. FCM dan PCR bermanfaat apabila volume sampel CSS atau jumlah sel pada CSS sangat sedikit. Hingga saat ini belum ada penanda biokimiawi yang handal untuk mendeteksi leukemia SSP.
UJI EFIKASI INSEKTISIDA PIRETHROID SINTETIK BERBAHAN AKTIF D-ALLETHRIN DAN PERMETHRIN TERHADAP AEDES AEGYPTI DENGAN APLIKASI PENGASAPAN Suwasono, Hadi; Boesri, Hasan
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 15, No 3 (2007): SEPTEMBER-DESEMBER 2007
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.575 KB) | DOI: 10.33476/jky.v15i3.1080

Abstract

Aedes aegypti, vector of DHF, control has been relied on insecticides to prevent the disease transmission. Vector resistance will be speeded up by frequent use of insecticides; therefore alternative insecticides should be sought and tested. In this study, an efficacy test of insecticide containing active ingredient of d-allethrin 10% and permethrin 20% against caged Ae. aegypti hang indoor and outdoor was conducted by thermal fogging application.  Both concentrations of 5 ml and 7,5 ml by product per liter diesel oil showed a knockdown effect of about 98 ? 100% in less than 60 minutes. After 24 hours holding period at the laboratory about 98 ? 100% of Ae.aegypti mortality was observed. It was concluded that the insecticide was effective in killing Ae. aegypti.
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DAN PERILAKU TERHADAP KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DI DESA TALOK KECAMATAN KRESEK Ariano, Alvin; Retno Bashirah, Ayu; Lorenza, Dhina; Nabillah, Muthiah; Noor Apriliana, Santi; Ernawati, Kholis
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 27, No 2 (2019): MEI-AGUSTUS 2019
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.383 KB) | DOI: 10.33476/jky.v27i2.1119

Abstract

Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting untuk diperhatikan, karena merupakan penyakit akut dan bahkan dapat menyebabkan kematian pada balita di berbagai negara berkembang termasuk Indonesia. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya ISPA adalah lingkungan dan perilaku masyarakat. Tiga Faktor lingkungan juga dapat disebabkan dari pencemaran udara dalam rumah seperti asap rokok, asap dari dapur karena memasak dengan kayu bakar serta kebiasaan menggunakan obat nyamuk bakar didalam rumah. Beberapa perilaku penduduk yang dapat menimbulkan terjadinya ISPA antara lain meludah sembarangan, membakar sampah, kebiasaan merokok, kebiasaan membuka jendela, dan kebiasaan tidur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dan desain penelitiannya berupa cross-sectional. Data yang diambil merupakan data primer dengan teknik wawancara terpimpin menggunakan kuesioner mengenai faktor lingkungan rumah dan perilaku. Dari 28 responden warga binaan diketahui bahwa terdapat kejadian ISPA pada 23 orang (82,1%), terdapat rumah tidak sehat 23 rumah (82,1%), dan perilaku kurang baik 12 orang (42,9).Dari hasil analisis didapatkan nilai P=0,007 terhadap lingkungan, dan p=0,03 terhadap perilaku risiko. terdapat hubungan signifikan faktor lingkungan dan perilaku terhadap Kejadian ISPA.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PARTISIPASI IBU UNTUK MENIMBANG BALITA KE POSYANDU Reihana, Reihana; Budi Susila Duarsa, Artha
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 20, No 3 (2012): SEPTEMBER - DESEMBER 2012
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.205 KB) | DOI: 10.33476/jky.v20i3.167

Abstract

Salah satu tujuan Posyandu adalah memudahkan memantau keadaan gizi anakbalita serta membantu pencegahan dini masalah gizi. Kasus kurang gizi dangizi buruk sulit ditemukan di masyarakat, karena ibu tidak menimbangbalitanya ke Posyandu. Di Kota Bandar Lampung tahun 2009 cakupan D/S dancakupan N/D pada balita belum mencapai standar KW-SPM, pada  PuskesmasPanjang sejak tahun 2006 sampai tahun 2008 menunjukkan trend yangmenurun dari 89,2% pada tahun 2006, menjadi 75,8% tahun 2007, dan tahun2008 hanya 70,71%. Tahun 2009 meningkat menjadi 82,6% namun di wilayahkerja Puskesmas Panjang masih ditemukan 2 kasus gizi buruk. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengantingkat partisipasi ibu menimbang Balita ke Posyandu. Penelitian dengandesain studi croos sectional, dilakukan pada bulan Desember 2010 pada 407orang ibu yang mempunyai balita sampai umur 60 bulan.Hasil penelitian didapatkan 54,8% ibu berpartisipasi aktif menimbang balita kePosyandu, hal ini menunjukan bahwa partisipasi ibu untuk menimbang balitake Posyandu di wilayah Puskesmas Panjang  belum optimal. Hasil uji statistikmenunjukan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu, pengetahuanibu, dukungan keluarga, kehadiran petugas, pemberian makanan tambahan,motivasi, dan umur balita dengan partisipasi ibu. Variabel yang palingdominan pengaruhnya adalah interaksi antara pengetahuan ibu denganpendidikan ibu setelah dikontrol variabel pendidikan ibu, umur balita, motivasidan dukungan keluarga dengan nilai OR 4,614.Saran yang diberikan adalah perlu dilakukan pendekatan secara Komprehensifdalam meningkatkan kunjungan ibu datang ke Posyandu melalui pengaktifanPokjanal, pemberian makanan tambahan, penyuluhan pada saat hari bukaPosyandu, peningkatan sumber daya manusia dalam pengadaan PMTpenyuluhan dan pemulihan.Salah satu tujuan Posyandu adalah memudahkan memantau keadaan gizi anakbalita serta membantu pencegahan dini masalah gizi. Kasus kurang gizi dangizi buruk sulit ditemukan di masyarakat, karena ibu tidak menimbangbalitanya ke Posyandu. Di Kota Bandar Lampung tahun 2009 cakupan D/S dancakupan N/D pada balita belum mencapai standar KW-SPM, pada  PuskesmasPanjang sejak tahun 2006 sampai tahun 2008 menunjukkan trend yangmenurun dari 89,2% pada tahun 2006, menjadi 75,8% tahun 2007, dan tahun2008 hanya 70,71%. Tahun 2009 meningkat menjadi 82,6% namun di wilayahkerja Puskesmas Panjang masih ditemukan 2 kasus gizi buruk. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengantingkat partisipasi ibu menimbang Balita ke Posyandu. Penelitian dengandesain studi croos sectional, dilakukan pada bulan Desember 2010 pada 407orang ibu yang mempunyai balita sampai umur 60 bulan.Hasil penelitian didapatkan 54,8% ibu berpartisipasi aktif menimbang balita kePosyandu, hal ini menunjukan bahwa partisipasi ibu untuk menimbang balitake Posyandu di wilayah Puskesmas Panjang  belum optimal. Hasil uji statistikmenunjukan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu, pengetahuanibu, dukungan keluarga, kehadiran petugas, pemberian makanan tambahan,motivasi, dan umur balita dengan partisipasi ibu. Variabel yang palingdominan pengaruhnya adalah interaksi antara pengetahuan ibu denganpendidikan ibu setelah dikontrol variabel pendidikan ibu, umur balita, motivasidan dukungan keluarga dengan nilai OR 4,614.Saran yang diberikan adalah perlu dilakukan pendekatan secara Komprehensifdalam meningkatkan kunjungan ibu datang ke Posyandu melalui pengaktifanPokjanal, pemberian makanan tambahan, penyuluhan pada saat hari bukaPosyandu, peningkatan sumber daya manusia dalam pengadaan PMTpenyuluhan dan pemulihan.
KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN TANJUNG PRIOK JAKARTA UTARA TAHUN 2009 Umniyati, Helwiah
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 18, No 1 (2010): JANUARI - APRIL 2010
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.639 KB) | DOI: 10.33476/jky.v18i1.175

Abstract

Pelayanan kesehatan yang bermutu dari Puskesmas dapat diukur salah satunya dengan mengetahui kepuasan pasien terhadap layanan. Bagi Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok kepuasan pasien merupakan hal yang sangat penting, mengingat visi Puskesmas ini adalah menjadikan Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok sebagai unit pelayan kesehatan prima, merata dan terjangkau oleh masyarakat demi mendukung pencapaian derajat kesehatan yang optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja pelayanan kesehatan terhadap masyarakat khususnya di balai pengobatan dengan mengukur tingkat kepuasaan pasien. Penelitian ini merupakan penelitian survei, untuk melihat gambaran kepuasan pasien di Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok yang dilaksanakan pada Mei ? Juli 2009. Populasi pada penelitian adalah pasien rawat jalan di Balai pengobatan Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara. Tingkat kepuasan pasien diukur berdasarkan metode servqual dan diagram kartesius dengan melakukan wawancara pada 63 pasien di balai pengobatan umum. Masing-masing pernyataan diberi skor dengan menggunakan skala likert 1-5. Pada penelitian ini dihasilkan sebagian besar responden merasa puas terhadap pelayanan tenaga kesehatan di balai pengobatan umum Puskesmas Tanjung Priok (71,4%). Dimensi bukti fisik (tangible) memiliki persentasi kepuasan yang tertinggi sebesar 84,12% sedangkan persentase kepuasan terendah yaitu pada dimensi jaminan (assurance) sebesar 65,07%. Kepuasan pasien terhadap pelayanan dokter lebih tinggi dari pada kepuasaan terhadap perawat 76,19% vs 65,07%. Puskesmas Tanjung Priok perlu mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang sudah ada. Beberapa hal yang perlu menjadi bahan pertimbangan untuk lebih ditingkatkan misalnya saja kehadiran petugas yang tepat waktu, mempunyai waktu yang cukup untuk berkomunikasi dengan pasien, menanggapi keluhan dengan baik, serta memberikan informasi dengan jelas.
INCIDENCE AND CLINICAL PICTURE OF UPPER RESPIRATORY INFECTION IN CHILDREN RECEIVING ZINC SUPPLEMENT Widagdo, Widagdo
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 15, No 1 (2007): JANUARI - APRIL 2007
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.45 KB) | DOI: 10.33476/jky.v15i1.1000

Abstract

The National Household Health Survey (1995) reported that the prevalence of upper respiratory infection (URI) in Indonesia was found 25.3% for all ages and 47.1% for the under five children. Reports of studies on the effect of zinc in the reduction of respiratory infection stated inconsistentresults. The objective of this community base study is to evaluate the effect of zinc as the attempt to reduce the incidence of URI. We have studied the effect of daily supplementation of 10 mg elemental zinc in a double blind, randomized, controlled trial consisting of 37 children (zinc group) and 36 children (control group) of 6 months - 5 years old. The distribution of preparation and monitoring of morbidity were performed regularly once a week along 2-month study period. During the 2-month study (February-April 2001) we found 24 URI cases in the zinc group and 24 cases in the control group. Time series analysis concerning the incidence and severity of the zinc group showed a negative slope (Yt: a ? bx), while the placebo group showed a positive slope (Yt: a + bx). The evidence and severity of URI in zinc groups within the 1st and 2nd months showedsignificant different, while it was not in the control group. The study obviously showed the benefit of zinc supplementation in the reduction of URI as showed by negative slope in the time series analysis, and significant decreased of the incidence and the severity of URI in zinc group. There was no side effect of zinc supplemented noted. We suggest, therefore regular zinc supplementation to the diet of the children in the low economic level community are needed.

Filter by Year

2002 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER 2019 Vol 27, No 2 (2019): MEI-AGUSTUS 2019 Vol 27, No 1 (2019): JANUARI - APRIL 2019 Vol 26, No 3 (2018): SEPTEMBER - DESEMBER 2018 Vol 26, No 2 (2018): MEI - AGUSTUS 2018 Vol 26, No 2 (2018): MEI - AGUSTUS 2018 Vol 26, No 1 (2018): JANUARI - APRIL 2018 Vol 26, No 1 (2018): JANUARI - APRIL 2018 Vol 25, No 3 (2017): SEPTEMBER - DESEMBER 2017 Vol 25, No 3 (2017): SEPTEMBER - DESEMBER 2017 Vol 25, No 2 (2017): MEI - AGUSTUS 2017 Vol 25, No 2 (2017): MEI - AGUSTUS 2017 Vol 25, No 1 (2017): JANUARI - APRIL 2017 Vol 25, No 1 (2017): JANUARI - APRIL 2017 Vol 24, No 3 (2016): SEPTEMBER - DESEMBER 2016 Vol 24, No 2 (2016): MEI - AGUSTUS 2016 Vol 24, No 2 (2016): MEI - AGUSTUS 2016 Vol 24, No 1 (2016): JANUARI - APRIL 2016 Vol 24, No 1 (2016): JANUARI - APRIL 2016 Vol 23, No 3 (2015): SEPTEMBER - DESEMBER 2015 Vol 23, No 2 (2015): MEI - AGUSTUS 2015 Vol 23, No 1 (2015): JANUARI - APRIL 2015 Vol 22, No 2 (2014): MEI - AGUSTUS 2014 Vol 22, No 2 (2014): MEI - AGUSTUS 2014 Vol 21, No 1 (2013): JANUARI - APRIL 2013 Vol 20, No 3 (2012): SEPTEMBER - DESEMBER 2012 Vol 20, No 3 (2012): SEPTEMBER - DESEMBER 2012 Vol 20, No 2 (2012): MEI - AGUSTUS 2012 Vol 20, No 2 (2012): MEI - AGUSTUS 2012 Vol 20, No 1 (2012): JANUARI - APRIL 2012 Vol 20, No 1 (2012): JANUARI - APRIL 2012 Vol 18, No 2 (2010): MEI - AGUSTUS 2010 Vol 18, No 2 (2010): MEI - AGUSTUS 2010 Vol 18, No 1 (2010): JANUARI - APRIL 2010 Vol 18, No 1 (2010): JANUARI - APRIL 2010 Vol 17, No 3 (2009): SEPTEMBER - DESEMBER 2009 Vol 17, No 3 (2009): SEPTEMBER - DESEMBER 2009 Vol 17, No 2 (2009): MEI - AGUSTUS 2009 Vol 17, No 2 (2009): MEI - AGUSTUS 2009 Vol 17, No 1 (2009): JANUARI - APRIL 2009 Vol 17, No 1 (2009): JANUARI - APRIL 2009 Vol 16, No 3 (2008): SEPTEMBER - DESEMBER 2008 Vol 16, No 3 (2008): SEPTEMBER - DESEMBER 2008 Vol 16, No 2 (2008): MEI - AGUSTUS 2008 Vol 16, No 2 (2008): MEI - AGUSTUS 2008 Vol 16, No 1 (2008): JANUARI - APRIL 2008 Vol 16, No 1 (2008): JANUARI - APRIL 2008 Vol 15, No 3 (2007): SEPTEMBER-DESEMBER 2007 Vol 15, No 1 (2007): JANUARI - APRIL 2007 Vol 13, No 1 (2005): JANUARI - APRIL 2005 Vol 10, No 1 (2002): JANUARI - APRIL 2002 More Issue