cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 500 Documents
Gambaran Pengetahuan Remaja Kelas IX IPS Tentang Dampak Seks Bebas di SMA Taman Siswa Tahun 2017 Ria Lusi Utami
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik7ibu02

Abstract

Kesehatan reproduksi Remaja sudah menjadi isu global saat ini. Maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja akhir-akhir ini, antara lain disebabkan kurangnya pengetahuan remaja tentang dampak seks bebas yang jelas dan benar. Dampak seks bebas kebanyakan hanya diketahui dari buku maupun internet dan juga bisa dari penjelasan yang kurang lengkap dari orang tua. Berbagai upaya telah dilakukan untuk membantu remaja agar memiliki pengetahuan, kesadaran, sikap dan perilaku seksual yang bertanggunmg jawab. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja kelas IX IPS tentang Dampak Seks Bebas Di SMA Taman Siswa Tahun 2017. Metode penelitian ini bersifat deskriptif. Populasi penelitian ini adalah remaja putra dan putri di SMA Taman Siswa Kec. Sidamanik. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 45 responden, yang diambil secara kelompok (Cluster Sampling) dan secara acak (System Random Sampling) yang mengambil angka genap. Data yang digunkan adalah data primer yang didapat melalui wawancara melalui kuesioner pada remaja, kemudian hasil dianalisis, disajiam dalam bentuk tabel distribusi. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa pengetahuan responden tentang dampak seks bebas pada remaja berdasarkan umur mayoritas pada umur 16-19 tahun sebanyak 30 orang (63,5%), jenis kelamin mayoritas perempuan sebanyak 20 orang (51,13%) dan sumber informasi mayoritas media elektronik sebanyak 18 orang (61%). Diharapkan remaja lebih meningkatkan pengetahuannya dengan mencari sumber informasi lainnya baik dari media elektronik, media cetak, guru, orang tua maupun teman-teman disekitarnya dan bertanya kepada petugas kesehatan. Kata kunci: seks bebas; remaja
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESEMBUHAN PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS PIRU KECAMATAN SERAM BARAT KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT PROVINSI MALUKU Wiwi Rumaolat; Maryam Lihi
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11206

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease that is still a problem in Indonesia. The purpose of this study was to analyze the relationship between the level of education of the patient, the knowledge of the patient, the attitude of the officer, the supervisor of taking medication (PMO) and family support with the patient's recovery. The design of this study was cross-sectional. Data was collected through filling out a questionnaire, then analyzed in order to test the hypothesis. The results of the data analysis showed that the patient's recovery was related to the patient's education level, the patient's knowledge, the attitude of the staff, the supervisor who took medication, and family support. Keywords: pulmonary tuberculosis; recovery; education, knowledge, attitude of officers, supervisors taking medication, family support ABSTRAK Tuberkulosis adalah penyakit menular yang masih menjadi masalah di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan penderita, pengetahuan penderita, sikap petugas, Pengawas Minum Obat (PMO) dan dukungan keluarga dengan kesembuhan penderita. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis dalam rangka pengujian hipotesis. Hasil analisis data menunjukkam bahwa kesembuhan penderita berhubungan dengan tingkat pendidikan penderita, pengetahuan penderita, sikap petugas, pengawas minum obat, dan dukungan keluarga. Kata kunci: TB paru; kesembuhan; pendidikan, pengetahuan, sikap petugas, pengawas minum obat, dukungan keluarga
Pengaruh Pengetahuan, Ketersediaan Sarana Prasarana, dan Supervisi-monitoring terhadap Penatalaksanaan Imunisasi oleh Bidan Fathia Rizki; Herry Garna; Adjat Sedjati Rasyad
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 4 (2020): November 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10404

Abstract

Immunization activities in the health care unit are mostly carried out by the midwife so that the midwife is not only an injection officer but also responsible for planning, transportation, storage and usage of vaccine. This study aims to determine the effect of knowledge midwife about vaccine management, availability of infrastructure, and supervision of immunization management by midwives in West Bandung District. A total of 38 self-employed midwives who met the inclusion criteria were taken from West Bandung District during July 2017 to February 2018. This research was an observational analytical research with cross sectional design. Analysis of bivariate using correlation regression test and multivariate correlation using multiple linear regression. The result showed that midwife knowledge about vaccine management influenced 33.3% (p=0.0001), infrastructure influenced 54.2% (p=0.010), and the supervision influenced 34.65% (p=0.010) to the management of immunization. The linear regression test between the variables shows the result determinant factor in the management of immunization availability of facilities (coefficient Beta=0.615). In conclusion there is effect of midwife knowledge, infrastructure facilities and supervision on immunization management by midwife in West Bandung District Keywords: immunization; infrastructure and facilities; knowledge; supervision-monitoring ABSTRAK Kegiatan imunisasi di unit pelayanan kesehatan sebagian besar dilaksanakan oleh bidan sehingga bidan tidak hanya sebagai petugas penyuntikan, tetapi bertanggung jawab dari mulai perencanaan, transportasi, penyimpanan hingga memberikan vaksin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan bidan, ketersediaan sarana prasarana, dan supervisi-monitoring terhadap penatalaksanaan imunisasi oleh bidan. Sebanyak 38 orang bidan praktik mandiri yang memenuhi kriteria inklusi diambil dari wilayah Kabupaten Bandung Barat selama bulan Juli 2017 sampai dengan Februari 2018. Penelitian ini adalah penelitian analitik observatif dengan desain cross sectional. Analisis data bivariat menggunakan korelasi regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pendidikan terakhir DIII Kebidanan dan belum mengikuti pelatihan cold chain. Selain itu, 19 dari 38 bidan memiliki pengetahuan yang baik mengenai pengelolaan vaksin, lebih dari setengah responden tidak memiliki sarana rantai dingin vaksin, dan hanya 5 dari 38 orang bidan praktik mandiri yang menyatakan pernah disupervisi-monitoring. Penatalaksanaan imunisasi pada tahap penyimpanan setengahnya dari responden belum melakukannya sesuai prosedur. Hasil analisis didapat pengetahuan bidan mengenai pengelolaan vaksin berpengaruh 33,3% (p=0,0001), sarana prasarana berpengaruh 54,2% (p=0,001), dan supervisi-monitoring berpengaruh 34,6% (p=0,010) terhadap penatalaksanaan imunisasi. Simpulan, terdapat pengaruh pengetahuan bidan, ketersediaan sarana prasarana, dan supervisi-monitoring terhadap penatalaksanaan imunisasi oleh bidan di Kabupaten Bandung Barat Kata kunci: imunisasi; pengetahuan; sarana prasarana; supervisi-monitoring.
Literature Review : Evaluasi Peer Group Support dan Family Support Terhadap Kepatuhan Pengobatan Pada Pasien Tuberkulosis Paru Suarnianti Suarnianti; Chairul Hasan Selan; Susi Sastika Sumi
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11111

Abstract

Tuberculosis (TB) is an infectious disease which is the leading cause of ill health, one of the top 10 causes of death worldwide and the leading cause of death from a single infectious agent (ranking above HIV / AIDS). WHO estimates that there are 23,000 cases of MDR / RR in Indonesia. In 2017 there were 442,000 TB cases recorded in the program, of which an estimated 8,600-15,000 MDR / RR TB, (estimated 2.4% of new cases and 13% of previously treated TB patients), but only 27.36% treated. The aim of this literature is to evaluate peer group support and family support on treatment adherence to pulmonary tuberculosis patients. This study used a systematic literature review design. Articles were collected through the PubMed and Google Scholar databases published from 2016-2020 using the keywords peer group support, family support, medication adherence, pulmonary tuberculosis. The results of the literature review showed that providing peer group support or family support can have an impact positive for pulmonary tuberculosis patients. The conclusion in this study is that patients who get support from either peer group support or family support can significantly improve compliance with pulmonary tuberculosis treatment so that it can increase the success rate of pulmonary tuberculosis treatment. Keywords: peer group support; family support; treatment compliance; pulmonary tuberculosis ABSTRAK Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang merupakan penyebab utama masalah kesehatan yang buruk, salah satu dari 10 penyebab utama kematian di seluruh dunia dan penyebab utama kematian dari satu agen infeksi tunggal (peringkat di atas HIV / AIDS). WHO memperkirakan ada 23.000 kasus MDR/RR di Indonesia. Pada tahun 2017 kasus TB yang tercatat di program ada sejumlah 442.000 kasus yang mana dari kasus tersebut diperkirakan ada 8.600-15.000 MDR/RR TB, (perkiraan 2,4% dari kasus baru dan 13% dari pasien TB yang diobati sebelumnya), tetapi cakupan yang diobati baru sekitar 27,36%. Tujuan Literatur ini untuk mengevaluasi peer group support dan family support terhadap kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis paru. Penelitian ini menggunakan desain systematic literature review. Artikel dikumpulkan melalui database PubMed dan Google Scholar yang dipublikasikan dari tahun 2016-2020 dengan menggunakan kata kunci peer group support, family support, kepatuhan pengobatan, tuberkulosis paru. Hasil literature review menunjukkan bahwa pemberian peer group support atau family support dapat memberikan dampak yang positif kepada pasien tuberkulosis paru. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa pasien yang mendapatkan dukungan baik peer group support atau family support secara signifikan dapat meningkatkan kepatuhan pengobatan tuberkulosis paru sehingga dapat meningkatkan tingkat keberhasilan pengobatan tuberkulosis paru Kata kunci: peer group support; family support; kepatuhan pengobatan; tuberkulosis paru
Factors That Influence Non-Compliance with Lung TB Patients in OAT Consumption in Bula Health Center Wiwi Rumaolat
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10304

Abstract

Lung TB is an infectious disease caused by a bacterial form (bacilli) known as Mycobacterium tuberculosis Zopf. based on the WHO Global TB Report 2018, it is estimated that the incidence of pulmonary TB in Indonesia reaches 842 thousand cases with a mortality rate of 107 thousand cases. This study aims to find out what factors are associated with non-compliance of pulmonary TB patients in consuming OAT in Bula Health Center in 2020. This study uses a quantitative approach with a cross-section research design. Sampling is done by total sampling where the total sample size is 35 people, research instruments using questionnaires and data processed by SPSS program, and data analysis using chi-square with a significance level of 0.0. The results in this study are obtained a significant relationship between non-compliance with knowledge (p = 0.025), there is no significant relationship between non-compliance with education (p = 0.455), drug side effects (p = 0.815), and the role of PMO (p = 0.711). From these results, it can be concluded that knowledge can influence non-compliance of pulmonary TB patients in consuming OAT while education, side effects of drugs, and the role of PMO does not affect non-compliance of pulmonary TB patients in consuming OAT. Keywords: pulmonary tuberculosis; non-compliance ABSTRAK Penyakit TB Paru merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri berbentuk (basil) yang dikenal dengan nama Mycobacterium tuberculosis Zopf. Berdasarkan WHO Global TB Report 2018, diperkirakan insiden TB paru di Indonesia mencapai 842 ribu kasus dengan angka mortalitas 107 ribu kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor–faktor apa saja yang berhubungan dengan ketidakpatuhan pasien TB Paru dalam mengkonsumsi OAT di Puskesmas Bula Tahun 2020. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian cross-sectional, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dimana jumlah sampel sebanyak 35 orang, Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner dan data diolah dengan menggunakan program SPSS. Untuk menganalisis data peneliti menggunakan chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,0. Hasil dalam penelitian ini yaitu diperoleh ada hubungan yang singnifikan antara ketidakpatuhan dengan pengetahuan (p=0,025), tidak ada hubungan yang singnifikan antara ketidakpatuhan dengan pendidikan (p=0,455), tidak ada hubungan yang signifikan antara ketidakpatuhan dengan efek samping obat (p=0,815), dan tidak ada hubungan yang singnifikan antara ketidakpatuhan dengan peran PMO (p=0,711). Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa pengetahuan dapat mempengaruhi ketidakpatuhan pasien TB Paru dalam mengkonsumsi OAT sedangkan pendidikan, efek samping obat dan peran PMO tidak mempengaruhi ketidakpatuhan pasien TB Paru dalam mengkonsumsi OAT. Kata kunci: TBC paru-paru; ketidakpatuhan
Hubungan Posisi Kerja Dengan Keluhan Muskuloskeletal Pada Posisi Kerja Jongkok Di Bengkel Suratman Perumnas Batu Anam Kabupaten Simalungungun Tahun 2018 Santo Damerius Silitonga
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik8hkn07

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara posisi kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada bengkel suratman perumnas batu anam kabupaten Simalungungun. Proses pengelasan merupakan bagian penting dalam perusahaan yang bergerak dalam bidang fabrikasi dan konstruksi baja. Pekerja dalam melakukan pengelasan dipengaruhi oleh posisi kerja, postur kerja serta performa tubuh. Pekerjaan yang memaksa tenaga kerja untuk berada pada postur kerja yang tidak ergonomis menyebabkan pekerja lebih cepat mengalami kelelahan dan memberikan tambahan beban kerja. Dampak kesehatan yang muncul sebagai akibat dari postur kerja yang tidak ergonomis adalah keluhan muskuloskeletal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 32 pekerja dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data didapatkan dengan cara pengukuran, observasi menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA) serta pengisian kuesioner Nordic Body Map (NBM) oleh pekerja pengelasan. Analisis hubungan menggunakan uji spearman. Sebanyak 68,6% pekerja memiliki risiko muskuloskeletal sedang (skor REBA 4-7) dan 62,5% pekerja pengelasan memiliki tingkat risiko keluhan muskuloskeletal sedang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa posisi kerja pekerja pengelasan memiliki hubungan yang signifikan dengan keluhan muskuloskeletal. Adanya hubungan yang signifikan (pvalue = 0,005) pada posisi kerja dengan keluhan muskuloskeletal pekerja pengelasan, dengan tingkat hubungan menunjukkan korelasi sedang. Disarankan untuk memberikan training mengenai posisi kerja yang ergonomis ketika melakukan pengelasan. Kata kunci: Rapid Entire Body Assessment (REBA); Nordic Body Map (NBM); posisi kerja; keluhan muskuloskeletal
Studi Kasus : Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin Dengan Persalinan Prematur di RSUD Ciamis Lusi Lestari
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11108

Abstract

Premature labor or premature contractions are the main causes of perinatal death and one of the most common causes of disability in children due to poor neurodevelopment. Preterm labor is a dangerous thing because it has the potential to increase perinatal mortality by 65% -75%. The purpose of this study was to provide an overview of the midwifery care of maternity women with premature contractions at Ciamis Regional Hospital. The research method used in this research was a descriptive qualitative method with an individual case study approach. The subjects in this study were Mrs. Y Age 26 Years G2P1A0 with Premature Contractions. The research was conducted in a day on March 5, 2020, at Ciamis Hospital. The results showed an intervention was made in accordance with the midwifery care plan is based on the theory and client needs. Midwives in providing care in accordance with the authority of the midwife. The evaluation results obtained that Mrs. Y had no complaints, TTV was within normal limits. Keywords: midwifery care; premature contractions ABSTRAK Persalinan prematur atau prematur kontraksi adalah penyebab utama kematian perinatal dan merupakan salah satu penyebab terbanyak kecacatan pada anak akibat perkembangan saraf yang tidak baik. Persalinan prematur merupakan hal yang berbahaya karena potensial meningkatkan kematian perinatal sebesar 65%-75%. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang Asuhan Kebidanan pada Ibu Bersalin dengan Prematur Kontraksi di RSUD Ciamis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada individu. Subjek dalam penelitian ini adalah Ny. Y umur 26 Tahun G2P1A0 dengan Prematur Kontraksi. Waktu pelaksanaan penelitian selama 1 hari pada tanggal 5 Maret 2020 di RSUD Ciamis. Hasil penelitian menunjukkan penanganan dilakukan sesuai dengan rencana asuhan kebidanan yang dibuat berdasarkan teori dan kebutuhan klien. Bidan dalam memberikan asuhan sesuai dengan kewenangan bidan. Hasil evaluasi diperoleh Ny.Y sudah tidak ada keluhan, TTV dalam batas normal. Kata kunci: asuhan kebidanan; prematur kontraksi
Studi Kualitas Air Sumur Gali di Desa Waimital Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Sahrir Sillehu; Sunik Cahyawati; Tina Amnah Ningsih; Alan Pattilouw
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik9315

Abstract

Water is a medium for all chemical processes in the body of living things to take place, and water used in daily life should come from clean sources. This study aims to analyze the quality of dug well water. This type of research is descriptive. The sample is water from 4 dug wells in Waimital Village, Kairatu District, West Seram District. The results of the examination showed that the water from the four dug wells met the physical requirements of water, meanwhile only the water from the 1 dug well met the bacteriological requirements. Keywords: dug well water; physical quality of water; bacteriological quality of water ABSTRAK Air merupakan media untuk berlangsungnya seluruh proses kimiawi di dalam tubuh makhluk hidup, dan air yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebaiknya berasal dari sumber yang bersih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air sumur gali. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Sampel adalah air dari 4 sumur gali di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa air dari keempat sumur gali tersebut memenuhi syarat fisik air, sementara itu hanya air dari 1 sumur gali yang memenuhi syarat secara bakteriologi. Kata kunci: air sumur gali; kualitas fisik air; kualitas bakteriologis air
Analisis Pemberian ASI Eksklusif pada Program Gizi di Puskesmas Padang Bulan Medan Tahun 2018 Melva Saragi; Sondang Sidabutar
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10305

Abstract

Background: Provided exclusive breast-feeding is acknowledged highly purely, means in this case is a baby shall be fed at least for 6 months without any additional meal or other water drink. It is surely exclusive bread-feeding must be provided during 6 months for recognized contained the worthy nutrition to baby in aged 6 months. A baby as fed with ASI bread-feeding need not any additional meal or water drink such as sugar, juice or drinking water for 6 months. Objectives: The objective of this study is to analyze providing ASI exclusive breast-feeding is fed bases to the existence of HR, budget, facilities, public service, planning, empower in field, assessment, controlling, and supervision. Methods: In this research involved 4 people as informants they are Head of health center locally, program person in charge, KIA/KB program coordinator, and included 1 mother. The result indicated that HR specifically on ASI exclusive program there not available, unfortunately seen there was no special budget provided for ASI exclusive program. Noted that shortage facilities, there was no public service executive properly as required, not encouraged to involve public participated as due to, without budget planning, encouragement and implementation was so poor, there was no assessment as standard to program progress, there was no supervision outside building. For any control as required mainly only to specific planning and noted a few program specifically for mother of baby. It was suggestible to Head of health center and coordinator to specific program ASI exclusive breast-feeding usually prepare own program of planning routine on feeding of breast as required, and encourage to give a routine counseling in make internal supervision, and give valuable advices. Keywords: breast-feeding; health center; public services ABSTRAK Pendahuluan: ASI Eksklusif adalah menyusui bayi secara murni, yang dimaksud murni adalah bayi yang diberi ASI selama 6 bulan tanpa tambahan makanan atau minuman yang lain. ASI Eksklusif harus diberikan selama 6 bulan karena ASI menyediakan nutrisi terbaik dan lengkap untuk bayi berusia 6 bulan. Bayi yang diberi ASI Eksklusif tidak diberikan makanan dan minuman tambahan seperti air gula, jus buah atau air putih selama 6 bulan. Tujuan: untuk menganalisis pemberian ASI Eksklusif dilihat berdasarkan SDM, Anggaran, sarana, pelayanan,masyarakat, perencanaan, penggerakan pelaksanaan, penilaian, pengawasan, dan pengendalian. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus, Informan dalam penelitian ini sebanyak 4 orang yaitu Kepala Puskesmas, penanggung jawab program, pelaksana program KIA/KB dan 1 orang ibu bayi, Analisis kualitatif dianalisis secara reduksi, tampilan data dan verifikasi. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa SDM khusus untuk program ASI Eksklusif tidak ada, tidak ada anggaran khusus untuk program ASI Eksklusif, kurangnya sarana prasarana, pelayanan belum dijalankan secara keseluruhan, peran masyarakat masih kurang, tidak ada perencanaan secara khusus, penggerakan dan pelaksanaan masih kurang, penilaian ada berdasarkan pencapaian program, pengawasan di luar gedung tidak ada dan pengendalian yang akan dilakukan adalah membuat perencanaan khusus dan anggaran khusus serta membuat program khusus pembinaan ibu/sasaran. Kesimpulan: Belum berjalan dengan baik program ASI Eksklusif karena belum ada petugas khusus untuk ASI Eksklusif dan kurangnya perhatian dari pimpinan. Kata kunci: pemberian; ASI eksklusif; pusat kesehatan masyarakat
Peran Keluarga Dalam Mendukung Proses Penyembuhan Pasien TB Paru di Puskesmas Pamatang Raya Kabupaten Simalungun Tahun 2015 Hingga Periode Juni 2016 Efrin Syahfrina; Ervina Pangaribuan
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran keluarga dalam mendukung proses penyembuhan pasien TB paru yang berobat di Puskesmas Pamatang Raya Kabupaten Simalungun pada tahun 2015 Hingga Periode Juni 2016 dengan menggunakan desain penelitian yang dilakukan adalah deskriptif artinya untuk mendapatkan gambaran atau deskripsi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah purposive sampling yaitu cara penetapan sampel yang dilakukan dengan pertimbangan, ciri-ciri dan sifat. Sampel ini diambil dari keluarga penderita TB Paru bakteri positif (BTA +) yang datang kontrol ke Puskesmas sesuai jadwal yang ditentukan untuk datang kembali mengambil obat. Jumlah penderita TB Parubakteri positif (BTA +)sebanyak50 orang. Dari jumlah tersebut 31 orang penderita TB Parubakteri positif (BTA +) yang didampingi keluarga yang dijadikan sampel penelitian di Puskesmas Pamatang Raya Kabupaten Simalungun Tahun 2015 hingga Periode Juni 2016. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa identifikasi peran keluarga terhadap pengobatan TB Paru di Puskesmas Pamatang Raya Tahun 2015 hingga periode Juni 2016 adalah responden berjumlah 31 orang dengan karakteristik usia terbanyak 22-29 tahun (32,3%) sebanyak 10 orang. pendidikan terakhir SMU sebanyak 11 responden(35,5%). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa peran keluarga yang terbanyak adalah cukup dengan jumlah responden 16 orang (51,6%). Hasil penelitian ini diperoleh bahwa mayoritas keluarga mempunyai peran keluarga belum baik atau cukup dalam mendukung proses pengobatan pasien TB Paru, maka diharapkan perawat dapat lebih meningkatkan lagi peran keluarga dengan pendidikan kesehatan sehingga peran keluarga terhadap pengobatan pasien TB Paru menjadi sangat baik. Kata kunci: TB paru; peran keluarga; proses penyembuhan

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue