cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 500 Documents
Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Pemberian Kolostrum Pada Ibu Menyusui Di Dusun Olas Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat Epi Dusra; Yerry Soumokil; Siti Rochmaedah
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik7ibu23

Abstract

Kurangnya pengetahuan ibu terhadap pemberian ASI pertama (kolostrum) akan mempengaruhi terhadap perilaku dan perkembangan bayi. Kolostrum sangat penting untuk kekebalan bayi/antybody alami yang banyak mengandung zat anti virus dan anti bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Pemberian Kolostrum Pada Ibu Menyusui Di Dusun Olas Kecamatan Huamual Kabupaten seram Bagian Barat tahun 2017. Metode penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan rancangan cross sectional, sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan metode total sampling yang berjumlah 10 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Pengolahan data dengan menggunakan uji Chi-quare. Hasil penelitian menunjukan ibu menyusui mempunyai pengetahuan kurang tentang pengetahuan kolostrum sebanyak 7 orang (70,0%), sedangkan ibu menyusui yang tidak memberikan kolostrum sebanyak 6 orang (60,0%). Ada hubungan pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian ASI pertama (kolostrum) di Dusun Olas Kecematan Huamual Kabupaten Seram bagian Barat (p = 0,040). Kata kunci: pengetahuan; perilaku; pemberian kolostrum
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang Dampak Pemberian Susu Formula (MP-ASI) Pada Bayi Usia 0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Singosari Kota Pematangsiantar Tahun 2018 Debora Septeria
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik8hkn01

Abstract

Persentase balita sangat pendek dan pendek di Indonesia juga masih tinggi yaitu 37,3%. Salah satu penyebabnya adalah belum tercukupinya MP-ASI yang diberikan baik itu dari segi waktu, kualitas dan kuantitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang pemberian susu formula di Puskesmas Singosari pematangsiantar. (dilaksanakan pada tanggal 22 Juni – 20 Juli 2018). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan populasi 55 dan diperoleh 48 sampel yang ditentukan secara purposive sampling dengan menggunakan data primer. Data disajikan secara manual dan disajikan dalam tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan baik tentang pemberian waktu yang tepat pemberian MP-ASI diperoleh sebanyak 22 reponden (45,83%) dan pengetahuan responden yang baik tentang susu formula sebanyak 26 responden (54,17%). Pemberian susu formula sangat penting dalam memenuhi kebutuhan gizi bayi yang berdampak pada kesehatan di masa yang akan datang. Kata kunci: susu formula; pengetahuan ibu
Keberhasilan Self Efficacy dan Senam Prolanis bagi Penurunan Glukosa Darah Pasien Diabates Mellitus Type II di Puskesmas Rijali Ambon Dene Fries Sumah; Nenny Parinussa
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11209

Abstract

Diabetes mellitus tipe II requires comprehensive handling in controlling blood glucose, both pharmacologically and non pharmacologically. Non-pharmacological ways of handling to improve self-confidence and reduce blood glucose of patients are through self-efficacy and prolanic exercise. Self-efficacy and “prolanis” exercise are initial efforts to prevent, control and overcome DM Type II. This study aims to analyze the role of self-efficacy and “prolanis” exercise in reducing blood glucose in DM Type II patients. This study used a one group pre test - post test design. The sample size of the study was 48 respondents, who were selected by purposive sampling technique. The research instrument used was a self-efficacy questionnaire, standard operating procedures for “prolanis” exercise and blood glucose measurement tools. Data were analyzed using the Wilcoxon test. Based on the results of the study, it was known that the average blood glucose level before doing self-efficacy was 94.50 and after doing self-efficacy was 135.50. Meanwhile, the mean blood glucose level of the respondents before doing the “prolanis” exercise was 199.95 and after doing the Prolanis exercise was 175.05. The Wilcoxon test showed p-value = 0.001, which means there was a difference in blood glucose levels between before and after the intervention, so it could be concluded that self-efficacy and prolanic exercise are effective in reducing blood glucose in DM Type II patients. Keywords: self efficacy; prolanic gymnastics; diabetes mellitus type II ABSTRAK Diabetes mellitus tipe II membutuhkan penanganan komprehensif dalam mengontrol glukosa darah, baik secara farmakologis dan non farmakologis. Cara penanganan non farmakologis untuk memperbaiki kepercayaan diri dan menurunkan glukosa darah pasien yaitu melalui self efficacy dan senam prolanis. Self eficacy dan senam prolanis merupakan upaya awal dalam mencegah, mengontrol dan mengatasi DM Tipe II. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran self efficacy dan senam prolanis dalam menurunkan glukosa darah pasien DM Tipe II. Penelitian ini menggunakan desain one group pre test - post test design. Ukuran sampel penelitian adalah 48 responden, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner self efficacy, standar operasional prosedur senam prolanis dan alat pengukuran glukosa darah. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rerata kadar glukosa darah sebelum dilakukan self efficacy yaitu 94,50 dan setelah dilakukan self efficacy menjadi 135,50. Sedangkan rerata kadar glukosa darah responden sebelum dilakukan senam prolanis adalah 199,95 dan setelah dilakukan senam prolanis adalah 175,05. Uji Wilcoxon test menunjukkan p-value = 0,001, yang berarti ada perbedaan kadar glukosa darah antara sebelum dan sesudah intervensi, sehingga disimpulkan bahwa self efficacy dan senam prolanis efektif untuk menurunkan glukosa darah pasien DM Tipe II. Kata kunci: self efficacy; senam prolanis; diabetes mellitus tipe II
Faktor yang Berhubungan Dengan Muskuloskeletal Disorders (MSDs) Pada Pekerja Tenun Ulos di Kecamatan Siantar Selatan Kota Pematangsiantar Tahun 2016 Muliati Muliati
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10212

Abstract

Research was conducted on ulos weaving workers in Siantar Selatan Subdistrict Pematangsiantar City to find out the factors that influence the complaints of Musculoskeletal Disorders (MSDs). Musculoskeletal Disorders (MSDs) generally occur due to occupational factors and individual factors (posture, length of work, workload, frequency, age, employment). This research is a quantitative research with cross sectional design, this research sample amounted to 30 people. The complaints of Musculoskeletal Disorders (MSDs) in workers was measured by using Nordic Body Map (NBM) and categorized into no pain, and sick. This study used Chi square test to see the relationship between independent and dependent variables and used multiple logistic regression test to find out which variables are most significant relate to dependent variable with Backward Stepwise method. The results showed that ulos weaving workers experienced the most pain complaints on the waist as many as 26 people (86.7%), the level of complaints at the waist most abundant in ulos weaving workers that category pain as many as 25 people (83.3%) and category did not hurt 5 people (16.7%). The result of statistical test shows that age (p value=0.919), work period (p value=0.020), work load (p value=0.431), body posture (p value=0.019), frequency (p value=0.873) (p value=0.314), which has a relationship to the complaints of Musculoskeletal Disorders (MSDs) is the working period p value=0.020 (p
Evaluasi Pengobatan Tuberkulosis Paru Pada Pasien Dewasa di Poli Penyakit Paru Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar Tahun 2018 Fifin Oktaviani
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik8hkn14

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberkulosis dan merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih perlu mendapat perhatian yang serius dari pemerintah maupun dari seluruh lapisan masyarakat karena dapat menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerasionalan pengobatan tuberkulosis paru pada pasien dewasa di Poli Penyakit Paru Rumah Sakit Tentara Kota Pematang Siantar Tahun 2018 yang mengacu pada Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis DepKes RI dan standar pengobatan dari WHO. Penelitian ini termasuk jenis non eksperimental dengan rancangan deskriptif evaluatif yang pengambilan datanya bersifat retrospektif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan catatan rekam medis pasien dewasa tuberkulosis paru di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Tentara Kota Pematang Siantar Tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus tuberkulosis paru pasien dewasa yang paling banyak terjadi pada pasien laki-laki yaitu 61,22%, tindakan diagnosis setiap pasien tersangka tuberculosis paru dilakukan pemeriksaan rotgen dada dan tes BTA, pengobatan tuberculosis paru menggunakan dua OAT yaitu OATkombipak dan OAT-FDC, ditemukan 1 kasus dengan lama pemberian OATkombipak yang tidak sesuai standar pengobatan dan pasien yang melakukan pengobatan diperoleh dengan angka kesembuhan 97,96% dan pasien yang gagal dalam pengobatan sebesar 2,04%. Kata kunci: tuberkulosis paru; evaluasi pengobatan; standar pengobatan
Gambaran Pengetahuan Pasangan Usia Subur (Suami) Tentang Vasektomi Di Puskesmas Kartini Kota Pematangsiantar Tahun 2016 Meyana Marbun
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam meningkatkan kesehatan reproduksi setiap manusia haruslah benar-benar memperhatikan kesamaan hak dan kewajiban reproduksi dimana kesetaraan gender antara wanita dan pria haruslah adil, umumnya dimasa sekarang ini masih banyak laki-laki yang belum berpartisipasi dalam meningkatkan kesehatan reproduksi, dengan kata lain jumlah laki-laki yang menggunakan kontrasepsi vasektomi di Indonesia hanya 0,3%, di Sumatera Utara hanya 0,4% dan di Kartini Health Center 71,30%. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan Pasangan Usia Subur (Suami) tentang vasektomi Di Puskesmas Kartini Kota Pematangsiantar. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder, untuk memilih sampel digunakan tehnik simple random sampling sebanyak 60 pasangan usia subur (suami). Setelah dilakukan penelitian didapatkan, berdasarkan tingkat pengetahuan bahwa dari 60 pasangan usia subur (suami) mayoritas 42 responden (70%) berpengetahuan cukup. Berdasarkan umur pengetahuan pasangan usia subur (suami) mayoritas sebanyak 12 responden (20%) berpengetahuan cukup dengan umur 35-39 tahun. Pengetahuan Pasangan Usia Subur (Suami) berdasarkan pendidikan mayoritas 30 responden (33,33%) berpengetahuan cukup dengan pendidikan menengah, berdasarkan pekerjaan mayoritas 33 responden (55%) berpengetahuan cukup dengan pekerjaan Wiraswasta, berdasarkan sumber informasi mayoritas pasangan usia subur (suami) sebanyak 31 responden (51,66%) berpengetahuan cukup dengan pernah mendapatkan informasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, pengetahuan Pasangan Usia Subur (Suami) tentang vasektomi berkategori cukup. Untuk itu diharapkan kepada Pasangan Usia Subur (Suami) agar menyadari keuntungan dan manfaat dari KB vasektomi. Kata kunci: pengetahuan, pasangan usia subur (suami), vasektomi
Dampak Perilaku Makan Terhadap Kejadian Pre Eklamsia pada Ibu Hamil Yetty Wilda
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10201

Abstract

Preeclampsia (PE) is a contributor to maternal and infant mortality and morbidity. Preeclampsia is the second largest cause of maternal death, affecting 3% to 8% of pregnant women worldwide. The prevalence of preeclampsia in pregnant women in Magetan Regency in 2017 is 189 people, while in 2018 there are 270 people. An increase in the incidence of preeclampsia from 2017 to 2018 is as many as 81 people. The purpose of this study was to analyze the risk of eating behavior during pregnancy to the incidence of preeclampsia at the Panekan Health Center in 2018. This study was an observational analytic study with a retrospective approach (case control). The subjects of this study were maternity mothers, 27 respondents in the case group and 27 respondents in the control group, so the total was 54 respondents. Data collection was carried out using a questionnaire, carried out on maternal in the working area of Panekan Health Center in 2018. The analysis technique used was logistic regression. The results of the study using logistic regression of eating behavior obtained p = 0.00 (p
PENGKAJIAN KELENGKAPAN RESEP PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANDAN KABUPATEN TAPANULI TENGAH TAHUN 2019 Ismi Noer Faridah
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pengkajian resep merupakan aspek yang sangat penting dalam peresepan untuk mengurangi terjadinya medication error. Penelitian ini bertujuan mengetahui persentase dan kelengkapan resep, persyaratan farmasetik, administrasi, pada resep rawat jalan di Instalasi Farmasi /Apotek RSUD Pandan pada bulan Januari-Juni 2019. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Metoda pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan random sampling, didapatkan sebanyak 400 lembar resep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan resep resep secara administrasi yaitu data pasien yang meliputi nama pasien 100%,tanggal lahir 47,9,jenis kelamin 84,3,berat badan 0%,tinggi badan 0%. Keterangan dokter meliputi nama dokter 100%,SIP dokter 100%,Paraf dokter 100%,tanggal resep 93%. Secara farmasetik yaitu nama 100%, bentuk sedian 97,8%,jumlah obat 99,2% aturan dan cara penggunaan 85,4%, kesesuaian formularium 99,6%.Dapat disimpulkan bahwa resep pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Kabupaten Tapanuli-Tengah masih banyak ditemukan adanya ketidak sesuaian dalam penulisan resep menurut PERMENKES RI No.72 tahun 2016. Kata Kunci : Resep,kajian administrasi, farmasetik
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dengan Terjadinyapenyakit Reumatoid Atritis (RA) pada Lansia di Puskesmas Raya Pematangsiantar Tahun 2018 Sri Wahyuni Tarigan; Maswan Daulay
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik8hkn13

Abstract

Jenis peneltian ini yaitu cross sectional, penetilian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi dengan terjadinya reumatoid atritis pada lansia dipuskesmas raya pematangsiantar. Subjek penelitian ini adalah pada lansia yang dengan sampel 99 responden. Alat pengumpulan data adalah kuesioner menjawab pertanyaan dan lembar observasi. Reumatoid atritis adalah gangguan berupa kekakuan, pembengkakan, nyeri dan kemerahan pada persendihan dan jaringan sekitarnya. Penderita sendi diseluruh dunia telah mencapai angka khususnya Di Indonesia reumatoid atritis mencapai 23,6% hingga 31,3%. Angka ini menunjukkan bahwa tingginya angka kejadian reumatoid atritis. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi dengan terjadinya reumatik atriti pada lansia yaitu, genetik, obesitas, makanan dan aktivitas/pekerjaan. Faktor genetik ini mempengarui dengan terjadinya penyakit reumatoid atritis pada lansia dipuskesmas raya pematangsiantar. Frekuensi tertinggi yang memiliki faktor genetik tertinggi 12 responden (12,1%) dan frekuensi terendah 87 responden (87,9%). Faktor Obesitas mempengaruhi dengan terjadinya reumatoid atritis pada lasnsia dipuskesmas raya pematangsiantar 29 responden (29%) dan yang terendah 70 responden (70,0%) namum mempengaruhi pada kejaadian reumatik atritis pada lansia.Faktor makanan yang mempengaruhi dengan terjadinya penyakit reumatoid atritis memperoleh frekuensi tertinggi dengan 86 responden (86,3%) dan frekuensi terendah 13 responden (13,1%).Faktor aktivitas/pekerjaan mempengaruhi dengan terjadinnya penyakit reumatoid atritis pada lansia dengan frekuensi tertnggi 76 responden (76,8%) dan terendah 23 responden (23,2%). Dan diantara faktor faktor tersebut saling memiliki hubungan dengan terjadinya penyakit reumatoid atritis Hal ini menganggu dan ketidak nyamanan terhadap pederita penyakit reumatoid atritis. Kata kunci: reumatoid atritis, faktor
Hubungan Tempat Tinggal Remaja Dengan Perilaku Seksual Pranikah di Dusun Air Buaya Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun 2019 Maritje Seflin J Malisngorar
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10205

Abstract

Premarital sex behavior is a social phenomenon that is very common in society. This is indicated by the high number of sexually transmitted diseases in adolescents such as HIV / AIDS, as a result of poor promiscuity among adolescents such as premarital sexual behavior, so this sexually transmitted disease is more prevalent in adolescence. Then adolescents are never aware that engaging in premarital sexual behavior will harm themselves, such as pregnancy outside of marriage, abortion, destroying morals, tarnishing the good name of the family. Teenagers think that premarital sexual behavior is commonplace for adults and should be followed and imitated by teenagers. To analyze the relationship between adolescent residences and premarital sexual behavior in Dusun Air Buaya, Kairatu Subdistrict, West Seram Regency in 2019. This study used a descriptive analytical research with a cross sectional design, with sample size of 62 respondents, the sampling technique used purposive sampling. In this study the researcher used the Chi-square test with the obtained results of statistical analysis using the Chi-Square test obtained a p-value of 0.022 when compared with the degree of significance (p-value

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue