cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA
ISSN : 23560215     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Jurnal AL - AZHAR SERI HUMANIORA merupakan jurnal ilmiah yang memuat makalah dan artikel hasil penelitian atau kajian teoristis dalam bidang Humaniora. Kata Al-Azhar berakar dari z-h-r. Verba zahara bermakna to shine, give light, be radiant, to glow, gleam, glare, shine, to blossom, be in bloom (Wehr, 1974:384). Dengan demikian kata Al-Azhar berarti sesuatu yang bersinar, yang memberi cahaya, yang berseri-seri atau yang mekar. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan bulan September.
Arjuna Subject : -
Articles 282 Documents
Pelayanan Konseling pada Warga Binaan Sosial di Panti Sosial Bangun Daya I – Kedoya Jakarta Barat Radhiya Bustan; Djufri Halim
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.705 KB) | DOI: 10.36722/sh.v1i3.65

Abstract

Pengabdian masyarakat ini meliputi pelayanan konseling kepada 17 orang Warga Binaan Sosial (WBS) yang terdiri dari pengemis, joki, pengamen, anak jalanan, Pekerja Seks Komersial/pelacur, penjahat dan lainnya yang berada di Panti Sosial Bangun Daya I – Kedoya Jakarta Barat. Tujuan konseling individu dan kelompok adalah untuk membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan WBS, meningkatkan pemahaman tentang agama,  memberikan motivasi, dan meningkatkan kepercayaan diri dan pola pikir bahwa hidup adalah usaha dan bekerja dengan tidak melanggar aturan dan norma yang berlaku. This public service has the form of counseling services to 17 peoples of Citizens Social Patronage (Warga Binaan Sosial/WBS) which consists of beggars, jockeys, street singers, street children, prostitutes, criminals and others who are in Bangun Daya I Social Institutions – Kedoya West Jakarta. The purpose of individual and group counseling is to help solve the problems encountered in the life of the WBS, increased understanding of religion and motivation, and increase the confidence and mindset that life is an effort and work with not against the rules and norms.
Efektifitas Papan Petunjuk Berbahasa Arab Zaqiatul Mardiah; Ulfa Ana Maria
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.052 KB) | DOI: 10.36722/sh.v2i2.124

Abstract

Abstrak – Saat ini,  signage-signage di Indonesia, terutama di bandara ditulis dalam empat bahasa, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Mandarin, dan bahasa Arab.  Fenomena penambahan bahasa Arab pada signage adalah sesuatu yang menarik untuk diamati lebih jauh, mengingat ada cukup banyak wisatawan yang berasal dari negeri Arab yang datang ke Indonesia. Penelitian ini diupayakan untuk dapat menjawab seputar penggunaan bahasa Arab pada papan petunjuk itu, antara lain; mengkaji keberterimaan penggunaan bahasa Arab tersebut oleh para wisatawan baik dari segi diksi, maupun kaidah gramatikalnya, dan mendeskripsikan aspek sintak-semantis bahasa Arab pada papan petunjuk itu. Melalui pendekatan kualitatif dan metode analisis yang deskrptif, diperoleh hasil yang menyatakan bahwa signage yang berupa kata atau frasa, pada tataran struktur lahir (surface structure) adalah sebuah kalimat minor yang unsur subjeknya dilesapkan guna efisiensi dan efektifitas, serta readibilitas sebuah signage. Kalimat yang lengkap, yang ada unsur subjek dan predikatnya justru muncul pada struktur batin (deep structure)nya. Unsur subjek yang dilesapkan tersebut adalah pronomina demonstrativa. Pada signage yang berupa kalimat, jika ditinjau dari struktur lahir dan struktur batin, tidak mengalami perbedaan seperti pada signage kata atau frasa. Dari sudut pandang semantis, makna yang muncul pada setiap signage adalah makna denotatif,  Adapun dari  analisis kesalahan penulisan dan ketepatan pemilihan kata, diperoleh kesimpulan bahwa sebagian signage sudah benar penulisannya dan sudah tepat pilihan katanya. Namun, ada sebuah kesalahan gramatika dan pemilihan diksi, yang ditemukan pada signage 2; dan ada pula penyampaian sebuah bentuk larangan yang menurut responden kurang tepat secara kultural.Abstract – Nowadays, signage-signage in Indonesia, especially in airports is written in four languages, namely Indonesian, English, Chinese, and Arabic. The phenomenon of the addition of Arabic on the signage is something that is interesting to observe further, considering there are quite a lot of tourists from Arab countries who came to Indonesia. This study attempted to answer about the use of Arabic on the user board, include; assess the acceptability of the use of the Arabic language by the tourists both in terms of diction, as well as grammatical rules, and describes the syntax-semantic aspects of Arabic on the user board. Through qualitative approach and descriptive analysis method, obtained results stating that the signage in the form of words or phrases, at the level of the surface structure is a minor sentence elements omitted subject to the efficiency and effectiveness, as well as a signage readibilitas. Complete sentences, that there are elements of the subject and the predicate it appears on the inner structure (deep structure) it. Element omitted subject is a pronoun demonstrativa. On signage in the form of the sentence, if the terms of the surface structure and inner structure, do not experience the difference as the signage word or phrase. From the point of view of semantic, meaning that appear in any signage is denotative, As of the writing error analysis and accuracy of the choice of words, the conclusion that most of the signage is correct writing and word choice are correct. However, there is a grammatical error and selection of diction, which is found on the signage 2; and there is also a ban on the delivery of a form according to respondents less culturally appropriate.
Pembelajaran Linguistik Arab di Program Studi Sastra Arab Fakultas Sastra UAI Zaqiatul Mardiah; Afridesy Puji Pancarani; Dede Ridwanullah
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.519 KB) | DOI: 10.36722/sh.v3i3.210

Abstract

Abstrak – Paper ini bertujuan untuk mengungkapkan masalah pembelajaran linguistik bahasa Arab di Program Studi Sastra Arab UAI dalam kegiatan perkuliahan di setiap semester dan tesis akhir.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 75% siswa di program studi sastra Arab menulis tesis sarjana mereka, seperti topic linguistik daripada topic lainnya. Namun, ketertarikan pada linguistic tidak diikuti oleh pemahaman dan penguasaan bahasa linguistic yang lebih baik. Dengan mewawancarai dan mengamati 20 responden siswa yang telah menyelesaikan tesis sarjana mereka, dan 4 orang dosen linguistik, masalah pembelajaran linguistik bahasa Arab akan terungkap dan solusi potensial akan diajukan. Kata Kunci – Mata Kulia Linguistik Arab, Permasalahan, dan Solusi Abstract - This paper aims to reveal the problems of Arabic linguistics learning in the Department of Arabic Letter UAI in the lecture activities in each semester and the final thesis. The result of the study revealed that more than 75% of students  in the Department of Arabic Letter that are writing their bachelor thesis, like a linguistics topics than other topics. However, the interest in the linguistics are not followed by the better understanding and  mastery about linguistics. By interviewing and observing 20 student respondents that have been finishing their bachelor thesis, and 4 linguistics lecturer respondents , the problem of Arabic linguistics learning will be revealed and the potential solutions  will be proposed.  Keywords: Arabic Linguistics learning, problems, and solutions
Peningkatan Kemampuan Mengenal Konsep Lambang Bilangan 1 – 10 Melalui Permainan Pohon Hitung pada Anak Usia 4 – 5 Tahun di BKB PAUD Harapan Bangsa Ockti Syafitri; Rohita Rohita; Nila Fitria
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.145 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i3.277

Abstract

Abstrak - Perkembangan kognitif merupakan aspek yang penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir anak, salah satunya yaitu mengenal konsep lambang bilangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan kemampuan mengenal konsep lambang bilangan 1 – 10 melalui permainan pohon hitung pada anak usia 4 – 5 tahun di BKB PAUD Harapan Bangsa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang dilakukan selama 2 siklus, di mana satu siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah 14 anak, yang terdiri dari 9 anak laki-laki dan 5 anak perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi kemampuan anak dalam mengenal konsep lambang bilangan 1 – 10, aktivitas guru dan anak serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan perhitungan statistika sederhana. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat peningkatan dalam kemampuan mengenal konsep lambang bilangan 1 – 10 melalui permainan pohon hitung. Hal ini diketahui dari rata-rata anak yang mendapat skor 3 pada setiap indikator yaitu indikator membilang 1 – 10 siklus I sebesar 69,1% dan siklus II sebesar 100% artinya terdapat peningkatan sebesar 30,9%. Pada indikator menghubungkan benda-benda konkret dengan lambang bilangan 1 – 10 siklus I sebesar 55,4% dan siklus II sebesar 77,6% artinya terdapat peningkatan sebesar 22,2% dan pada indikator mengurutkan lambang bilangan 1 – 10 siklus I 44,7% dan siklus II sebesar 77,6% artinya terdapat peningkatan sebesar 32,9%. Pencapaian di siklus II sudah melebihi indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu sebesar 75%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa permainan pohon hitung dapat meningkatkan kemampuan mengenal konsep lambang bilangan 1 – 10. Peningkatan terjadi karena dalam penelitian ini dilakukan melalui permainan dengan menggunakan media pohon hitung yang beracuan pada teori mengenai tahapan-tahapan mengenal lambang bilangan kepada anak dan dengan adanya motivasi berupa reward membuat anak lebih semangat dalam melakukan permainan.Kata Kunci - Mengenal Konsep Lambang Bilangan, Permainan Pohon Hitung, Anak Usia 4 – 5 TahunAbstract - Cognitive development is an important aspect in developing children's thinking skills, one of which is to recognize the concept of numeral symbol. This study aims to find out how to improve the ability to recognize the concept of numeral symbol 1 - 10 through tree math game at the children aged 4 - 5 years of BKB PAUD Harapan Bangsa. This study is a classroom action research (CAR) using Kemmis and Mc Taggart model carried out in 2 cycles where one cycle consists of 3 meetings. The subjects of this study are 14 children, 9 of them are boys and the rest are girls. Data collection technique used in this study is observation towards the ability of children in recognizing the concept of numeral symbol 1 - 10, the teacher as well as the children activities and documentation. Data analysis technique used in this study is descriptive qualitative using simple statistical calculation. According to the research results it is known that there is an improvement in the ability to recognize the concept of numeral symbol 1 - 10 through the tree math game. It can be seen from the average of children who got score 3 on each indicator which is counting 1 - 10 in cycle I is as much as 69,1% and in cycle II rises to 100%. It means that there is an increase of 30,9%. While on the indicator of connecting concrete objects with numeral symbols of 1 - 10 in cycles I show the average of 55.4% and in the second cycle rise to 77.6% which means there is an increase of 22.2%. Furthermore, on the indicator of sorting numeral symbol of 1 – 10 in cycle I show the average of 44.7 % and in cycle II climb to 77.6% which means there is an increase of 32.9%. Therefore, the achievement in cycle II has exceeded the predetermined success indicator of 75%. Based on the research results it can be concluded that the tree math game can improve the ability of children aged 4-5 years to recognize the concept of numeral symbol 1 - 10. The improvement occurs because this study is carried out through the game using the tree math media which refers to the theory of the stages of knowing numeral symbol to the children and with the motivation in the form of reward to make them more enthusiastic in playing the game.Keywords - Knowing the Concept of Numeral Symbol, Tree Math Game, Children Aged 4 - 5 Years.
Efektivitas Media Pembelajaran bagi Pendidik PAUD yang Ramah Lingkungan Suwardi Suwardi
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.788 KB) | DOI: 10.36722/sh.v1i2.39

Abstract

Produktifitas dan kreatifitas pendidik yang optimal akan sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan anak didik khususnya dalam penyampaian dan penyajian materi pembelajaran dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan alat peraga. Alat peraga dari sisi pembuatan terbagi menjadi dua yakni yang berasal dari pabrik dan lingkungan sekitar. Sedangkan ditinjau dari segi kemanfaatan  ternyata alat peraga lingkungan dapat diperoleh dengan cepat dan mudah serta murah, selain daripada itu  alat peraga dalam proses belajar mengajar anak didik bertujuan akan cepat merespon dan memperrmudah pemahamannya yang berasal dari lingkungan sekitar.AbstractProductivity and creativity optimal educators will be very great influence on the development of students, especially in the delivery and presentation of learning materials in teaching and learning by using teaching aids. Teaching aids from the manufacture is divided into two derived from the plant and surrounding environment. While the terms of the environmental benefits were teaching aids can be obtained quickly and easily and cheaply, other than it teaching aids in the learning process students will quickly respond and aims to facilitate the understanding that comes from the surrounding environment.
Tingkat Kemampuan Mengajar Kelas Bertaraf Internasional Guru Al Azhar Melalui TKT (Teaching Knowledge Test) pada Tingkat SD, SMP, dan SMA Ria Herwandar
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.062 KB) | DOI: 10.36722/sh.v2i1.115

Abstract

Abstrak – Teaching Knowledge Test merupakan program yang sangat efektif bagi guru-guru Al Azhar sebagai senjata untuk mengajar di program sekolah bertaraf internasional (SBI). Penelitian ini diawali dengan pelatihan 30 jam dan ujian akhir yang diselenggarakan langsung oleh Cambridge University. Penelitian ini menggunakan teori perolehan Bahasa ke 2, membahas materi 3 modul pola pembelajaran dan pengajaran dan sejauh mana keberhasilan para guru dalam memahami pelatihan TKT ini. Temuan hasil penelitian akan menjadi ukuran bagaimana harus menanggulangi kelemahan yang ada. Tujuannya adalah agar program SBI dapat berjalan sempurna dan efektif sehingga mampu meningkatkan kualitas belajar mengajar sesuai standar internasional. Apabila standar internasional telah dimiliki maka sekolah Al Azhar mampu menciptakan kualitas guru dan murid yang sempurna. Abstract – Teaching Knowledge Test is an effective programme for teachers of Al Azhar, as a tool to equipt teachers in teaching under the program of international school known as SBI. The research has started by the implementation of 30 hour of TKT training and followed by an examination conducted by the Cambridge University. The research is basing on second language acquisition and has discussed the three Modu;es of teaching and learning and how far can the modules be understood by the teachers. The result finding will become the measurement of how the weakness should be overcome. The purpose of this research is to enable the SBI operates perfectly and effectively and produces qualified teaching and learning environment inline with the international standard. Once the international standard has been achieved, Al Azhar school would have been able to create qualified teachers and student perfectly.
Tantangan “Role”/ Peran yang Dihadapi oleh Mantan Perawat IJ-EPA Setelah Kembali ke Indonesia Mutiawanthi Mutiawanthi
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.423 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i2.265

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dari sisi “role”/ “peran” yang dihadapi oleh para perawat Indonesia sekembalinya mereka dari Jepang ketika mereka  mulai bekerja sebagai perawat di rumah sakit di Indonesia. Data utama dalam penelitian ini berasal dari data kuisioner dan interview dengan 10 orang perawat Indonesia yang pernah bekerja di Jepang dalam kerangka IJ-EPA. Teori “peran”/ “role” digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisa tantangan yang para perawat ini hadapi ketika mulai bekerja di rumah sakit di Indonesia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah para perawat ini cukup menghadapi kesulitan dan perlu beradaptasi kembali ketika melakukan tindakan medis seperti menyuntik, menginfus dan mengambil darah pasien. Hal ini disebabkan adanya peraturan di Jepang yang melarang mereka untuk melakukan tindakan medis apabila belum lulus ujian lisensi keperawatan Jepang. Akibatnya, sekembalinya di Indonesia dan mulai bekerja di rumah sakit di Indonesia mereka tidak dapat melakukan “role”/ “peran”nya sebagai perawat secara maksimal. Kata Kunci - IJ-EPA, Perawat Indonesia, Tantangan, “Role”/ peran. Abstract - This study focused to identify the challenge of the role that is faced by Indonesian nurse after they back from Japan and start to work as a nurse in hospital in Indonesia. The main data of this research is from questionnaire and interview, the author sent questionnaire and interviewed 10 respondents. From 10 respondents, 6 respondents have a work experience as nurse assistant and 4 respondents have a work experience as care worker assistant in Japan through IJ-EPA program. The author use role theory to analyze the challenge that is faced by Indonesian nurse after they back from Japan and start working as a  nurse in hospital in Indonesia. The conclusion is all of the respondents faced difficulties and need adaptation when they start working in hospital, especially in medical action such us doing injection, infusing, etc. This is because their skill in medical action decrease after they back from working in Japan. The reason why their medical action skill decrease is because they can not do medical action when they work as nurse assistant or care worker assistant in Japan, this is related to the regulation in Japan. Because of this, when they start to work in hospital in Indonesia they can not fullfil their role as a nurse maximally. Keyword - IJ-EPA, Indonesian Nurse, Challenge, Role
Kompetensi Metodologis Dosen Fakultas Sastra Universitas Al Azhar Indonesia dalam Pengajaran Kemahiran Berbahasa Asing Faisal Hendra
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.301 KB) | DOI: 10.36722/sh.v1i4.78

Abstract

Ada lima unsur yang sangat mempengaruhi keberhasilan sebuah pengajaran dalam pembelajaran bahasa asing, kelima unsur ini adalah: Tujuan pengajaran, bahan ajar, metode pengajaran, media pengajaran/alat peraga dan teknik evaluasi. Untuk menunjang kualitas penguasaan bahasa asing yang dipelajari oleh peserta didik, diperlukan strategi dan metode yang tepat dan sesuai dalam proses pembelajaran. Kondisi peserta didik di pendidikan tinggi, kecakapan dan kemahiran dosen, dan lingkungan sekitar ikut menentukan strategi dan metode yang dipilih. Pemilihan metode yang tepat dalam pengajaran bahasa asing sangat menentukan tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan. Disinilah peran penting pengajar dalam memilih metode yang tepat yang akan digunakan dalam pembelajaran yang diadakan. Sejauh tingkat ketercapaian satu materi yang diajarkan dalam proses pembelajaran? Jawabannya adalah sejauh mana juga pengajar memilih dan menggunakan metode yang tepat dalam pengajaran dimaksud.AbstractThere are five factors which significantly influence the successful of the teaching and learning foreign languages. These are: the aims of teaching, the kind of material used, the method of teaching, the means  or media of teaching and the evaluation techniques applied. The methodology and strategies of learning will support the best quality of proficiency of the learners. Other influencial factors to the choice of the strategies and the methods are:  the condition of the learners, their proficiency, the quality of the lecturers and the environment. Indeed, the right method of teaching foreign language will determine the the final goal of learning. Therefore, the role of lecturer is crucial. How far the level of material difficulties can be achieved through the answer of how far the lecturer determines the right methodology to his teaching.
“Mewah menuju Rahmatullah” : Pengaruh Status Sosial Ekonomi terhadap Persepsi Masyarakat Mengenai Trend Pemakaman Mewah Masyarakat Muslim Masni Erika Firmiana; Siti Rahmawati; Rochimah Imawati
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.647 KB) | DOI: 10.36722/sh.v2i4.176

Abstract

Abstrak – Riset ini dilakukan untuk melihat pengaruh Status Sosial Ekonomi (SSE) yang terdiri dari pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan terhadap persepsi mengenai trend pemakaman mewah di DKI Jakarta dan sekitarnya. Dengan harga 17 juta - milyaran rupiah per lubang makam (tergantung pengembang/ developer), ternyata peminatnya tidak sedikit, bahkan belakangan muncul pemakaman mewah khusus muslim. Padahal Islam sendiri menganjurkan umatnya untuk hidup dalam kesederhanaan. Teori yang akan digunakan dalam riset ini adalah Persepsi dan Status Sosial Ekonomi. Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif, pengumpul data utama adalah kuesioner, dan didukung oleh wawancara. Dengan jumlah responden 63 orang, hasil analisis data dengan regresi berganda menunjukkan Status Sosial Ekonomi berpengaruh sangat signifikan terhadap persepsi responden mengenai trend pemakaman mewah, sebesar 49%. Faktor yang paling berpengaruh adalah pekerjaan. Saran penelitian selanjutnya adalah menggunakan Teori Reasoned Action dari Aczjen, untuk melihat intensi (kecenderungan bertingkah laku) melakukan pembelian makam mewah. Kata Kunci  – Persepsi, Status Sosial Ekonomi, Pemakaman Mewah Abstract. – This research is conducted  to analyze the effect of socioeconomic status to perceptions about lavish funeral’s  trends at DKI Jakarta and surroundings. For  the minimum price 17 million – billions rupiahs (depends on developer), there is a lot of person who interested to having the lavish funeral. For a couple years ago, there is emerging lavish funeral for moslem, whereas Islam suggesting Moslems to unpretentious live. The theory in this research is perception, and socio economic status. This research using quantitative technique, the prime data collection is questionaire, and interview too.  With N= 63, the data analyzed showed that there is a significant effect of socioeconomic status to perceptions about lavish funeral’s, about 49%.  The most affected factor is occupation.  The researcher suggesting the next research using  The Reasoned Action Theory from Aczjen to asses the intention to buy lavish funeral. Keywords – Perception, socioeconomic status, lavish funeral
Pengaruh Religiusitas Terhadap Penerimaan diri Orangtua Anak Autis di Sekolah Luar Biasa XYZ Siti Rahmawati
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.054 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i1.248

Abstract

Abstrak - Riset ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh religisitas dan penerimaan diri orang tua dari anak autis di SLB XYZ di Bekasi. Setiap orang tua menginginkan anaknya dapat lahir dan tumbuh secara sempurna, namun ketika kenyataan yang harus dihadapi tidak sesuai dengan harapan, seringkali orang tua menyalahkan Tuhan dan tidak mau menerima keadaan anaknya. Penerimaan diri (self acceptance) adalah sikap yang pada dasarnya merasa puas dengan milik sendiri, kualitas dan bakat sendiri, dan pengakuan akan keterbatasan diri sendiri, sikap yang menunjukkan rasa puas terhadap dirinya, baik kekurangan maupun kelebihannya, sehingga dapat membentuk harapan yang realistic terhadap dirinya dan menghargai dirinya sendiri. Religiusitas adalah seberapa jauh pengetahuan, seberapa kokoh keyakinan, seberapa tekun pelaksanaan ibadah, seberapa dalam penghayatan agama yang dianut seseorang dan pengalaman individu dalam beribadah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, pegumpulan data dilakukan menggunakan skala religiusitas dan penerimaan orang tua. Sampel pada penelitian ini adalah 80 orangtua pada anak autis di SLB XYZ. Penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara Religiusitas dan Penerimaan diri orangtua. Hal ini ditunjukkan dengan hasil (R = 0,382) dengan nilai adjusted R square = 0,146 dan p = 0,000 di mana p < 0,05) artinya, semakin tinggi religiusitas pada orang tua maka semakin tinggi penerimaan diri orangtuanya. Kata Kunci – Religiusitas, Penerimaan Diri, Autis Abstract - This research aims to determine the influence of the religiosity and self-acceptance of parents of children with autism in SLB XYZ in Bekasi. Every parent wants his child to be born and grow perfectly, but when the reality to be faced does not match expectations, often parents blame God and do not want to accept the state of his son. Self-acceptance is an attitude that is basically satisfied with one's own self, quality and talent, and acknowledgment of one's own limitations, an attitude that expresses a sense of self-satisfaction, both its shortcomings and its advantages, so as to form a realistic expectation of itself and appreciate himself. Religiosity is how far the knowledge, how strong the belief, how diligent the implementation of worship, how deep appreciation of one's religion and the experience of individuals in worship. The research method used is quantitative research, data collection is done using the scale of religiosity and acceptance of parents. The sample in this study were 80 parents in children with autism in SLB XYZ. This research use accidental sampling technique. The results showed that there is influence between Religiosity and Self-Acceptance of parents. This is indicated by the result (R = 0.382) with adjusted value R square = 0,146 and p = 0,000 where p <0,05) meaning, the higher religiosity in parent hence the higher the parent self acceptance. Keywords – Religiosity, Self-Acceptance, Autism

Page 10 of 29 | Total Record : 282