cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA
ISSN : 23560215     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Jurnal AL - AZHAR SERI HUMANIORA merupakan jurnal ilmiah yang memuat makalah dan artikel hasil penelitian atau kajian teoristis dalam bidang Humaniora. Kata Al-Azhar berakar dari z-h-r. Verba zahara bermakna to shine, give light, be radiant, to glow, gleam, glare, shine, to blossom, be in bloom (Wehr, 1974:384). Dengan demikian kata Al-Azhar berarti sesuatu yang bersinar, yang memberi cahaya, yang berseri-seri atau yang mekar. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan bulan September.
Arjuna Subject : -
Articles 279 Documents
Managing Power Sharing of the State on Islamic Modern Society: a Case Study of Indonesia Ibnu Sina Chandranegara; Rantawan Djanim
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.522 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i1.330

Abstract

Abstract - On reasearch "checks and balances" in legal studies often raises high quality questions such as, does the checks and balances is a doctrine, principle, or legal theory, or maybe precisely the formula of power in politics. History been recorded, that in any discussions regarding the formation of the constitutional separation, division and smelting power is something that is popular to be discussed before and even after becoming the constitution. Therefore, the casting of checks and balances into the constitution especially on islamic modern society is an interesting study to determine the portion and posture. This study will use Indonesia legal system and its Islamic Society as case study and will be using legal normative methodoloy, on the other hand, comparative studies on constitution which will be conducted and using classic and modern constitutional law literature. Several approach will be use on this research such as, historical, political, economical approach on understanding the practice on checks and balance which pouring in constitutions in some countries.Keywords - Checks and balances, Politics and Constitution, Separation Power
Masalah Pengajaran Bahasa Arab di Madrasah Aliyah di Jakarta Nur Hizbullah; Zaqiatul Mardiah
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.359 KB) | DOI: 10.36722/sh.v2i3.145

Abstract

Abstrak - Bahasa Arab diajarkan sebagai salah satu mata pelajaran penting di Madrasah Aliyah dalam struktur kurikulum studi keislaman. Meskipun penting, bahasa Arab hanya diajarkan dalam jumlah jam yang terbatas dan banyak memiliki permasalahan. Penelitian deskriptif ini bertujuan memetakan masalah pengajaran bahasa Arab di Madrasah Aliyah di wilayah Jakarta. Permasalahan pengajaran bahasa Arab berkisar pada masalah motivasi dan minat siswa dalam mempelajari bahasa Arab. Kondisi itu ditambah dengan perbedaan pengetahuan dan pengalaman belajar mereka karena latar pendidikan mereka yang berbeda pula. Masalah lain yang muncul adalah ketersediaan sarana penunjang belajar bahasa Arab dan pemanfaatannya. Di samping itu, kompetensi guru yang tidak seragam dan tidak standar menjadi kendala pula dalam proses pengajaran. Itu kemudian berdampak pada kemampuan metodologis mereka dalam mengajar bahasa Arab di kelas. Di sisi lain, minimnya waktu belajar di sekolah membuat sulitnya pengembangan pengajaran bahasa Arab secara lebih luas, ditambah lagi dengan sulitnya penciptaan lingkungan berbahasa yang kuat di sekolah. Semua permasalahan itu bertalian satu sama lain dan membutuhkan penyelesaian yang komprehensif dan berkelanjutan. Abstract - Arabic is taught as one of the important subjects in Madrasah Aliyah in Islamic studies curriculum structure. Although it’s important, the Arabic language is taught only in a limited number of hours and has many problems. This descriptive study aimed to map the problem of teaching Arabic at Madrasah Aliyah in Jakarta. The problem of teaching Arabic revolves around the question of motivation and interest of students in learning Arabic. The condition is coupled with differences in knowledge and experience of their learning because of their difference of educational background. Another problem that arises is the availability of means of supporting learning Arabic and utilization. In addition, the teacher competency standards are not same and not a constraint also in the teaching process. It was then impact on their methodological ability in teaching Arabic in the classroom. On the other hand, lack of time to learn in school makes it difficult to develop the teaching of Arabic language more broadly, coupled with the difficulty of creating an environment that is strong language in school. All the problems were related to each other and require a comprehensive and sustainable settlement.  Keywords: Arabic language teaching, teaching problems, Madrasah Aliyah
Belajar Kemahiran Berbahasa Asing Mahasiswa Fakultas Sastra Melalui Aktifitas dan Program Kerja Organisasi Kemahasiswaan (Studi Analisis Program Kerja Organisasi Mahasiswa) Faisal Hendra; Zulkarnen Zulkarnen
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 3, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.446 KB) | DOI: 10.36722/sh.v3i4.223

Abstract

Abstrak - Penelitian ini berjudul, Belajar Kemahiran Berbahasa Asing  Mahasiswa Fakultas Sastra Melalui Aktifitas dan Program Kerja Organisasi Kemahasiswaan (Studi Analisis Program Kerja Organisasi Mahasiswa). Penelitian ini dilakukan untuk melihat sejauhmana tingkat partisipasi dan keikutsertaan mahasiswa Fakultas Sastra yang tergabung dalam organisasi mahasiswa dalam menjalankan program kerja organisasi mereka berbasis kemahiran berbahasa yang diopelajari di Fakultas Sastra. Penelitian ini bersifat kualitatif, dari hasil yang diperoleh, peneliti menganalisa dan menarasikan data-data yang didapatkan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa, Fakultas Sastra UAI dalam membina organisasi kemahasiswaan mahasiswa sudah melakukan pembinaan dengan baik, walaupun masih perlu ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. Konsep kekeluargaan menjadi dasar pengelolaan organisasi di FS. Program kerja yang dibuat dan dilaksakan oleh organisasi kemahasiswaan ada yang sudah menunjang proses pembelajaran kemahiran berbahasa, ada juga yang tidak.  Masih perlu ditingkatkan lagi bentuk dan pengelolaan program kerjanya. Untuk partisipasi, keaktifan dan keikutsertaan mahasiswa Fakultas Sastra yang tergabung dalam organisasi dalam mengelola organisasi mereka masih beragam. Tingkat partisipasi mereka dimasing-masing organisasi berbeda, ada yang kecil ada juga yang sudah masuk kategori baik. Kata kunci - Kemahiran Berbahasa, Aktifitas, Program Kerja, Organisasi Kemahasiswaan Abstract - This study entitled, Learning Proficiency in Foreign Language for Students Faculty of Letters through Activities and Student organization’s Work Program (the Analyzation within the Student Organization’s work program). This research was conducted to see how far the participation and involvement of students in Faculty of Letters, those who joined in the student’s organization, in running their organization work program based on the language proficiency studied in the Faculty of Letters. This research is qualitative. It has conducted by the researcher’s analyzation and narration from the data obtained. The results of the research shows that, UAI Faculty of Letters have done good coaching in fostering it student organizations, although it still needs improvement in its quality and quantity.The concept of kinship becomes the basis of organizational management in FS. The student organization has created work programs. Some of the work program that has been implemented by the student organizations supported the learning process language skills, yet some others are not. The student organization still needs to improve the form and management of the work program. The students in Faculty of Letters conduct their participation (in term of being active and cooperative within working on the work program) diversely. Some shows very little effort of participation in the work program, and others shows very good effort of participation. Keywords - Language Skills, Activities, Work Program, Student Organization
Ragam Gaya Belajar Siswa SMA Menurut David Kolb dalam Pembelajaran Biologi Eka Putri Azrai; Ernawati Ernawati; Gita Sulistianingrum
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.845 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i4.302

Abstract

Abstrak - Gaya belajar merupakan cara yang digunakan siswa untuk memahami informasi pembelajaran. Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda, sehingga cara belajar mereka mungkin berbeda juga. Informasi tentang gaya belajar siswa adalah sesuatu yang harus dipertimbangkan guru dalam merancang pembelajaran sehingga kegiatan pembelajaran akan berjalan efektif dan membantu siswa mencapai prestasi terbaiknya. Ada banyak teori dan model gaya belajar. Instrumen penentu  gaya belajar juga telah banyak dikembangkan, salah satunya adalah gaya belajar menurut David Kolb. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ragam gaya belajar siswa SMA menurut David Kolb dalam pembelajaran Biologi. Penelitian ini telah dilakukan di SMAN 105 Jakarta pada bulan April - Agustus 2016. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui gaya belajar siswa adalah Kolb Learning Style Inventory (KLSI) Versi 3.1 tahun 2005. Hasil yang diperoleh dari  penelitian ini adalah gaya belajar siswa SMAN 105 Jakarta tersebar dalam 4 ragam gaya yaitu diverger, assimilator, akomodator, dan konverger. Kelompok siswa dengan gaya belajar terbesar adalah diverger diikuti gaya belajar assimilator, accomodator dan converger. Terdapat perbedaan sebaran gaya belajar pada masing-masing tingkatan kelas.Abstract - Learning style is the way which is using by the students to understand the learning information. Every student has different learning style which makes the way how they learn might be different as well. The information about the students’ learning style is something that teacher has to consider about in designing the learning so that the learning activity will run effectively and help the students to achieve their best achievement. There are many theories and model of learning style. The determinant instrument of learning style had been developed, one of it is learning style by David Kolb. This study aims to know various kinds of learning style of Senior High School students according to David Kolb in Biology learning. This study has been conducted at SMAN 105 Jakarta on April – Agustus 2016. This study was conducted by using survey method. The instrument using to determine students’ learning style is Kolb’s Learning Style Inventory (KLSI) Version 3.1 year 2005. The result found from this study is there are four students’ learning styles at SMAN 105 Jakarta, which are diverger, assimilator, accommodator, and converger. The largest amount of students’ learning style is diverger, then following by assimilator, acomodator and converger. Also, there are some differences learning style distribution on each grade levels.Keywords - Acomodator, Assimilator, Converger, Diverger, Learning Style
Signifikansi Kajian Bahasa Semit dalam Linguistik Arab Abdul Muta’ali
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.371 KB) | DOI: 10.36722/sh.v1i2.44

Abstract

Bahasa Semit adalah cabang bahasa Afro-Asiatik yang paling besar, selain merupakan yang terluas dalam rumpun bahasa ini bahasa semit juga bahasa yang paling awal yang sampai secara tulisan kepada kita. Tidak ada kesepakatan yang pasti diantara para ahli bahasa dan ahli sejarah tentang tempat dimana bahasa Afro-Asiatik bermula. Ada yang mengatakan bahasa ini bermula dari Ethiopia, ada juga yang mengatakan bermula dari daerah Levant, bahkan ada juga yang mengatakan berasal dari Kenya. Para penutur cabang bahasa ini seringkali menganggap bahwa mereka adalah anak keturunan Sem, salah seorang putra Nabi Nuh, karena itulah nama cabang ini disebut sebagai bahasa Semit. Di antara bahasa-bahasa Semit sendiri, bahasa mereka ini mempunyai warna yang unik. yang secara pengucapan dan ejaan disebut sebagai Tri-Literal atau menggunakan konsonan sebagai dasar arti. Bahasa semit memiliki empat cabang bahasa yang terbagi dalam akkadi, kan’an, aromi dan janibi. Studi tentang bahasa Semit ini akan mengantarkan kita kepada studi yang lebih komprehensif rumpun-rumpun bahasa ini, salah satunya adalah bahasa Arab.  AbstractThe Semith language is the most Afro-Asiatic language and the larges language area came us have writing and the faster. Discourse about it until now, no there are one opinion between linguistics scholars and histories scholars where the first place of semit growing. Many scholars says that Ethiopia and Levant its the first place. The others Scholars says it’s Kenya. Speakers of this tongue has claim that they are is the Sam family, he is one of a prophet Nuh’s son. So, it was inspired to give this brand of  language as Semit Language. In its self, there are many colours and uniqies; like verbalition and aplhabetic, so Tri-Literal called. Or use consonan as basic meaning. The Semit language have four language parts, there are Accady, Can’an, Aromy, and Janiby. The study of this tongue bring us to more comprehenshif studies about the various of this family language, one of them is Arabic language.
Pelayanan Konseling Islam pada Remaja yang Tinggal di Lingkungan Pekerja Seks Komersil (PSK) Tanah Abang Radhiya Bustan
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.821 KB) | DOI: 10.36722/sh.v2i2.120

Abstract

Abstrak – Pengabdian masyarakat ini berupa pelayanan konseling Islam yang diberikan kepada 20 orang remaja yang tinggal di lingkungan Pekerja Seks Komersial (PSK) Tanah Abang Jakarta Pusat. Tujuannya adalah agar dapat membantu remaja tersebut memecahkan masalah-masalah yang mereka hadapi serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap agama agar segala aktivitas mereka dapat dilandasi sesuai dengan syari'at-syari'at Islam. Hasil dari konseling Islami ini dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi baik dalam lingkungan tempat tinggal, keluarga, sekolah, maupun permasalahan dengan teman. Sebagian besar dari mereka sudah dapat membentuk perilaku baru yang lebih baik dan sesuai dengan nilai Islam.  Abstract - Public service in the form of Islamic counseling given to 20 adolescents who live in the neighborhood commercial sex workers in Tanah Abang, Central Jakarta. The goal is to help teenagers solve the problems they face and provide a deeper understanding of the religion, so that they all activities can be based on sharia-Islamic law. The result of this Islamic counseling can help resolve the problems they face both in the neighborhood, family, school, and problems with friends. Most of them are able to form a better behavior and in accordance with Islamic values.
Kesadaran dan Pengetahuan untuk Penanganan Awal Anak Berkebutuhan Khusus di Lembaga PAUD Pesanggrahan Jakarta Siti Rahmawati; Masni Erika Firmiana; Rochimah Imawati
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.125 KB) | DOI: 10.36722/sh.v3i2.206

Abstract

Abstrak - Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) saat ini sudah semakin tersebar di seluruh Indonesia. Begitu pentingnya PAUD, sehingga menjadi salah satu tujuan penting dalam pembangunan di Indonesia. Seperti tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 yang menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan (Abdurrachman, 1994:2) termasuk juga anak-anak. Tidak hanya anak-anak yang berada dalam kondisi normal, bahkan juga anak yang memiliki keterbatasan atau biasa disebut Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Sayangnya belum semua pendidik PAUD memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk mengenali dan menangani ABK dengan benar. Untuk perlu pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tersebut.Suran & Rizzo (dalam Mangunsong, 2008:3) menyatakan bahwa anak yang tergolong luar biasa atau memiliki kebutuhan khusus adalah anak yang secara signifikan berbeda dalam beberapa dimensi yang penting dari fungsi kemanusiaannya. Intervensi sosial didefinisikan sebagai tindakan yang bertujuan untuk membantu orang per orangan atau kelompok, atau keluarga, atau komunitas dalam konteks kehidupan sosial (Hardjomarsono, 2007: 1.4). Model evaluasi Kirkpatrick adalah model evaluasi pelatihan yang menggunakan empat level dalam mengkategorikan hasil-hasil pelatihan. Empat level tersebut adalah level reaksi, pembelajaran, perilaku dan hasil. (1959, dalam  Kirkpatrick, 2006)Metode yang digunakan adalah kuantitatif, dengan menggunakan model evaluasi pelatihan KirkPatrick, dan pre-post treatment. Sebelum pelaksanaan pelatihan, para peserta akan diberikan pre-test dan setelah kegiatan, para peserta akan mengerjakan post test. Sumber datanya adalah para pendidik PAUD dalam lingkungan HIMPAUDI Kecamatan Pesanggrahan yang mengikuti kegiatan pelathan ini. Berdasar hasil Pre dan Post test diketahui bahwa persentase mean pre test adalah 68,78%, artinya nilai rata-rata pengetahuan peserta sebelum pelatihan adalah adalah 68, 78, sementara diperoleh hasil post test sebesar 90,68 % yang berarti bahwa nilai rata-rata pengetahuan peserta setelah pelatihan adalah 90,68. Hal ini berarti materi yang diberikan dapat diterima dengan sangat baik oleh peserta, terlihat dari peningkatan persentase rata-rata pengetahuan pre test – post testKegiatan pelatihan ini dapat disimpulkan berjalan dengan baik. Untuk kegiatan selanjutnya, diharapkan bisa melakukan semua tahapan dari KirkPaatrick, mempertimbangkan kalender akademik PAUD dan dilakukan dalam skala yang lebih besar dan bertahap. Kata Kunci  – Training, Pendidikan Anak Usia Dini, Guru Pendidikan AUD, Anak Berkebutuhan Khusus Abstract - Early Childhood Education Institutions (PAUD) is now increasingly spread throughout Indonesia. Once the importance of early childhood, so it becomes one of the important goals in development in Indonesia. As stated in the 1945 Constitution article 31 stating that every citizen is entitled to education (Abdurrachman, 1994: 2) as well as children. Not only children who are in normal condition, even children who have limitations or so-called Children with Special Needs (ABK). Unfortunately not all PAUD educators have the basic knowledge and skills to recognize and handle the crew properly. To need training to improve the knowledge and skills.Suran & Rizzo (in Mangunsong, 2008: 3) states that children who are extraordinary or have special needs are children who are significantly different in some important dimensions of their humanitarian function. Social intervention is defined as an act aimed at helping an individual or group, or family, or community in the context of social life (Hardjomarsono, 2007: 1.4). Kirkpatrick's evaluation model is a training evaluation model that uses four levels in categorizing training outcomes. These four levels are the level of reaction, learning, behavior and results. (1959, in Kirkpatrick, 2006).The method used is quantitative, using the KirkPatrick training evaluation model, and pre-post treatment. Before the training, participants will be given pre-test and after the activity, the participants will do post test. The data source is PAUD educators in HIMPAUDI sub-district Pesanggrahan who follow this pelathan activity. The method used is quantitative, using the KirkPatrick training evaluation model, and pre-post treatment. Before the training, participants will be given pre-test and after the activity, the participants will do post test. The data source is PAUD educators in HIMPAUDI sub-district Pesanggrahan who follow this pelathan activity.Based on the results of Pre and Post test it is known that the mean pre test percentage is 68.78%, meaning that the average score of participants' knowledge before the training is 68,78 while the post test result is 90.68% which means that the mean participants' knowledge after training is 90.68. This means that the material given is very well received by the participants, as evidenced by the increase in the average percentage of pre - test - post test knowledgeThis training activity can be concluded to run well. For subsequent activities, it is expected to perform all stages of KirkPaatrick, consider the academic calendar of early childhood and be done on a larger and gradual scale. Keywords - Training, Early Childhood Education, Early Childhood Teacher, Special Needs Children
Perempuan Pada Cerita Rakyat Jepang dan Indonesia: Analisis Komparatif dengan Pendekatan Feminisme Nina Alia Ariefa; Mutiawanthi Mutiawanthi
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.42 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i3.273

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menemukan citraan perempuan yang terdapat pada cerita rakyat Indonesia dan Jepang, dengan analisis komparatif. Cerita Rakyat yang diperbandingkan terdiri dari tiga cerita rakyat asal Indonesia dan Jepang, yaitu Putri Mandalika Nyale, Putri Pandan Berduri, dan Pangeran Pande Gelang dan Putri Cadasari, serta cerita rakyat Kuro Hime to Kokuryuu, Nezumi no Yomeiri, dan Kaguya Hime. Pendekatan feminisme digunakan untuk menganalisis citraan tokoh-tokoh perempuan berdasarkan aspek fisik, psikis, dan aspek sosial pada masing-masing cerita. Hasilnya yaitu terdapat kesamaan pada citra perempuan dari aspek fisik, yaitu berupa sosok gadis muda yang cantik, pada citra perempuan dari aspek psikis yaitu sosok tokoh perempuan yang tunduk patuh, dan pasrah terhadap nasibnya, dan pada citra perempuan yang menjalani peran dan tanggung jawab dalam kedudukannya sesuai aspek sosial masing-masing tokoh.Kata Kunci - Citra perempuan, Feminisme, Cerita rakyat, Indonesia, Jepang. Abstract - This research aims to find images of women in Indonesian and Japanese folklore, through comparative analysis. The main data are six folklores consist of three folklores from Indonesia (Putri Mandalika Nyale, Putri Pandan Berduri, and Pangeran Pande Gelang dan Putri Cadasari) and three folklores from Japan (Kuro Hime to Kokuryuu, Nezumi no Yomeiri and Kaguya Hime). Feminism approach used to analysis these folklores by observing the images of female characters based on the physical, psychological, and sosial aspect of each story. The results show that there are similarities in the image of female characters from the physical aspect which are beautiful young girl figures, psycological aspect which are obedient women and resigned to their fate, and in the image of women who live their roles and responsibilities in their positions according to the social aspect of each character.Keywords - Woman images, Feminism, Folklore, Indonesia, Japan.
Pengaruh Budaya Organisasi Dan Work Engagement Terhadap Kinerja Karyawan Rochimah Imawati
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.526 KB) | DOI: 10.36722/sh.v1i1.22

Abstract

Studies about job performance show that it is influence by many variables. These present study what to test the hypotheses that work engagement and organization culture simultaneously influence job performance. Data were collected among employees at University Al Azhar of Indonesia. The result show that both of the variable, work engagement and organization culture influence job performance but organization culture show better prediction than work engagement.
Analisis Kontrastif Persepsi Mahasiswa terhadap Psikologi Pembelajaran dan Implikasinya terhadap Peran Guru Suatu Studi Deskriptif Kualitatif terhadap Mahasiswa Murni dan Mahasiswa Bekerja pada Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini diUniversitas AlAzhar Fidesrinur Fidesrinur
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.957 KB) | DOI: 10.36722/sh.v1i4.83

Abstract

Pertumbuhan yang cepat dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ini belum diiringi oleh ketersediaan dan kemampuan guru yang memadai. Untuk itu Perguruan Tinggi Keguruan perlu mepersiapkan calon guru yang siap mengajar sesuai dengan perkembangan ilmu terkini berdasarkan  konteks pembelajaran  yang dihadapi. Perbedaan latar belakang mahasiswa program studi PAUD antara  mahasiswa yang berlatar belakang guru dan mahasiswa murni merupakan suatu fenomena yang menarik untuk dikaji guna memperoleh kesamaan dan perbedaan persepsi dalam menyikapi filosofi pembelajaran baik secara teori maupun praktek. Hasil kajian menunjukkan bahwa mahasiswa yang berlatar belakang guru lebih fleksibel dalam menerapkan pendekatan pembelajaran sesuai konteksnya, sedangkan mahasiswa murni lebih berorientasi pada siswa sebagaimana tuntutan perkembangan teori belajar saat ini. Perbedaan ini menunjukkan bahwa mahasiswa harus dibekali praktek pembelajaran lebih banyak dengan berbagai konteks sehingga memberikan fleksibilitas dalam pembelajaran. Abstract The growth of Early Childhood Education (ECE) not yet supported by qualified teacher that makes early childhood education quality are low.  As ECE educator producer, ECE Department of Al Azhar Indonesia University should take role on preparing teacher’s candidate to become well inform both in theoretical and practical perspectives based on contextual teaching. The differences of student’s background between transferred student and fresh student become a phenomenon toward their own teaching perspectives. The research findings show that transferred students are more flexible than  fresh student in teaching where most of fresh student thinking based on   the latest theory studied based on books. The implication of the study is that  the fresh student should have experiences long enough in teaching  with various students background. The experiences with various students background might combine the essence of theory read by the student based on contextual practices.

Page 11 of 28 | Total Record : 279