cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
ISSN : 14126451     EISSN : 25280430     DOI : -
Core Subject : Social,
The social welfare research journal focuses on writing materials which is an article that discuss results of research related to social welfare issues, divides scientific thought and reviews of research results in the field of social welfare. Publication of researchs have impact on the prospect of development of social welfare service program, and effort of handling social welfare problem. JPKS is published every four times in a year like in March, June, September and December.
Arjuna Subject : -
Articles 264 Documents
PERSEPSI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DI INDONESIA Christovani, Yustina Fendrita; Pawitan, Gandhi
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 20 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Balai Besar Litbang Pelayanan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/jpks.v21i2.2530

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan, merupakan masalah sosial yang kompleks dan multi sebab, hampir semuaperempuan rentan menjadi korban tidak memandang usia, ras, budaya, status sosial dan ekonomi. Stereotipe kekerasanterhadap perempuan adalah masalah pribadi yang diakibatkan oleh persepsi yang keliru sehingga menghambat korban untukmendapatkan pemulihan dan keadilan. Studi tentang persepsi masyarakat terkait kekerasan terhadap perempuan masihsangat terbatas, sehingga penulis merumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut, “Bagaimana Persepsi masyarakatIndonesia terkait kekerasan terhadap perempuan?”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakat terkaitkekerasan terhadap perempuan. Kerangka kerja metode penelitian campuran digunakan dalam penelitian ini, denganmenggabungkan antara metode kualitatif dan kuantitatif, dengan jenis penelitian eksplanatoris sekuensial. Pada tahapkuantitative terkumpul 2764 responden yang mengisi kuesioner. Kemudian, pada tahap kualitatif, dipilih 6 informanuntuk dilakukan indept interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi bentuk kekerasan terhadap perempuanberada pada situasi yang baik, hal ini dipicu oleh gencarnya sosialisasi dan pendidikan publik. Pada dimensi persepsisiapa korban kekerasan mayoritas masyarakat menunjukkan: korban kekerasan terhadap perempuan adalah orang lain,kondisi ini mencerminkan mayoritas pandangan masyarakat bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan persoalandiluar diri mereka. Dimensi persepsi penyebab kekerasan menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia mempersepsikanpenyebab kekerasan adalah masalah ekonomi atau kemiskinan. Persoalan ekonomi dan kemiskinan tidak dapat terlihatsecara kasat mata sementara relasi kuasa yang timpang sebagai akar penyebab kekerasan tidak dapat dilihat secara kasatmata untuk dapat memahami relasi ini dibutuhkan proses analisis yang mendalam. Kesimpulan: Masih banyak pekerjaanrumah yang harus diselesaikan. Pemerintah untuk meluruskan persepsi kekerasan terhadap perempuan. Sudah saatnya metode pendidikan partisipatif digunakan untuk menumbuhkan kesadaran kritis masyarakat sehingga jernih melihatrealita sosial.   
MAMPUKAH KEHADIRAN AYAH DALAM PENGASUHAN MENGURANGI KENAKALAN REMAJA? : KASUS PADA NARAPIDANA ANAK Tiaradiqta Rizky Asharia Putri; Mentari Anugrah Imsa; Alfiasari, Alfiasari
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 20 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Balai Besar Litbang Pelayanan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/jpks.v20i2.2600

Abstract

Kriminalitas yang dilakukan oleh remaja berhubungan erat dengan kenakalan remaja. Kenakalan remaja dapatterjadi karena konsep diri dan pengendalian diri mereka belum berkembang optimal. Selain itu, kenakalan remaja dapatbersumber dari pola pengasuhan orang tua yang belum tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristikremaja, konsep diri, dan kontrol diri remaja serta kaitannya dengan pengasuhan orang tua terutama ayah dan perilakukenakalan yang pernah dilakukan tahanan anak. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik retrospektifyaitu teknik untuk mendapatkan informasi tentang pengalaman masa lalu tahanan anak bersama ayah mereka. Lokasipenelitian dan responden sebagai sampel penelitian dipilih secara purposive. Penelitian ini dilakukan di salah satuLembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di Provinsi DKI Jakarta dengan jumlah responden sebanyak 55 orang tahananremaja. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik self-administered. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif daninferensial. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat korelasi positif yang signifikan antara pengasuhan ayah dengankonsep diri dan kontrol diri remaja; dan kontrol diri remaja mempunyai korelasi positif signifikan dengat kenakalan.Temuan tersebut dapat dimaknai bahwa pada kasus tahanan remaja, pengasuhan ayah yang semakin baik berbanding lurusdengan semakin baiknya konsep diri dan kontrol diri para tahanan remaja. Kontrol diri yang semakin baik mendorongsemakin rendahnya kenakalan yang dilakukan para tahanan remaja. Hal ini mengindikasikan bahwa kehadiran ayahdalam pengasuhan memiliki peran penting dalam meningkatkan konsep diri serta pengendalian diri remaja. Mereka jadimampu mengurangi perilaku negatif. Hasil penelitian ini merekomendasikan pemerintah khususnya Kementerian Sosial agar memberikan konseling kepada para narapidana anak dan orang tuanya khususnya ayah agar membangun interaksidan relasi ayah dan anak yang lebih baik ke depannya. Kegiatan konseling diharapkan dapat mengurangi kecenderungananak untuk melakukan tindakan kriminal di kemudian hari.
Prevensi Burnout pada Pekerja Sosial Lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Yogyakarta Unit Abiyoso Dewi, Hani Puspita
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 20 No. 3 (2021): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Balai Besar Litbang Pelayanan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/jpks.v20i3.2698

Abstract

Jumlah Lansia di Indonesia setiap tahun selalu meningkat. Jumlah lansia terlantar juga banyak yang perlu menjadi perhatian pemerintah dan warga masyarakat. Meskipun begitu, keberadaan balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha atau panti jompo untuk menampung lansia terlantar belum terpenuhi dibandingkan jumlah lansia terlantar. Apalagi jumlah tenaga profesional seperti pekerja sosial sedikit dibandingkan jumlah lansia yang dimiliki oleh balai. Perbandingan jumlah tersebut sebagai salah satu yang menyebabkan adanya sindrom burnout yang dekat dengan pekerja sosial namun pekerja sosial lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Unit Abiyoso dapat mengatasi sindrom tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevensi burnout pada pekerja sosial lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Unit Abiyoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi langsung dengan terlibat langsung pada kegiatan balai yang dilakukan Oktober sampai Desember 2019 dan wawancara kepada 6 informan. Analisis data dengan model Miles dan Huberman yakni dikumpulkan, direduksi, ditampilkan dan ditarik kesimpulan. Dalam pengujian keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevensi burnout pekerja sosial yakni pencegahan tingkat organisasi. Sebagai pekerja sosial meyakini bahwa profesinya telah sesuai dengan keinginan dan kepribadiannya. Selain itu, lingkungan pekerjaan yang nyaman, saling gotong royong namun tetap bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Strategi prevensi ini menjadi kunci jitu para pekerja sosial untuk mencegah resiko sindrom burnout dalam proses pelayanan lansia.Kata Kunci: burnout; pekerja sosial lansia; lansia
PENGARUH PROGRAM INDONESIA PINTAR BAGI PARA PENYANDANG DISABILITAS Kautsar, Achmad; Wulandari, Grace; Naflah, Jihan Duhita; Septiavin, Qori'atul; Tarani, Ni Putu Mia; Amiroh, Amri Umu; Fitri, Annisa; Kumala, Citra
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 20 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Balai Besar Litbang Pelayanan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/jpks.v20i2.2750

Abstract

Penyandang disabilitas memiliki permasalahan dimana para penyandang disabilitas sangat dekat dengan kemiskinan atau terjebak dalam vicious cycle. Situasi tingkat pendidikan untuk kelompok para penyandang disabilitas sangatrendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang dapat memengaruhi para penyandang disabiltasdapat meningkatkan tingkat pendidikan. Penelitian ini menggunakan empat model logit yang membandingkan antara parapenyandang disabiltas ringan dengan disabilitas berat. Model logit digunakan untuk menganalisis probabilitas kejadian.Hasil menunjukkan bahwa subsidi pemerintah di sektor pendidikan (PIP) memberikan dampak yang positif signifikanmeningkatkan tingkat pendidikan bagi para penyandang disabilitas.Ketimpangan pendidikan antara wilayah perkotaan danpedesaan masih terjadi, hasil menunjukkan bahwa probabilitas individu yang tinggal di perkotaan memiliki peluang untukbersekolah lebih tinggi dibandingkan pedesaan. Peningkatan subsidi di sektor pendidikan menjadi solusi agar ketimpanganpendidikan antara para penyandang disabilitas dan non-disabilitas dapat diperkecil. Pemerataan gedung sekolah juga perluditingkatkan agar tidak terjadi disparitas yang tinggi antara wilayah perkotaan dan pedesaan.  
Dampak Sosial Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni Bagi Kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung Kuntjorowati, M.Si, Dra. Elly
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 20 No. 3 (2021): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Balai Besar Litbang Pelayanan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/jpks.v21i3.2631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak sosial dari program pemerintah tentang rehabilitasi sosial rumahtidak layak huni (Rutilahu). Program tersebut ditujukan bagi keluarga miskin yang memiliki rumah tidak layak huni.Rumah tidak layak huni (Rutilahu) adalah rumah yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan bangunan, kecukupanminimum luas bangunan, dan kesehatan penghuni. Penelitian mendesak dilakukan karena dari 15 kabupaten/kota yangberada di Provinsi Lampung, masih terdapat 58.023 rumah tangga yang memiliki Rutilahu dan 6.061 rumah tangga tidakmemiliki rumah. Salah satu penyebabnya karena pendapatan tidak tetap, terbatasnya lapangan kerja, rendahnya pendidikandan keterampilan yang dimiliki masyarakat miskin, sehingga mereka tidak dapat memenuhi salah satu kebutuhan dasaryakni papan atau rumah yang layak huni. Kementerian sosial dalam hal ini Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskinmembuat kebijakan tentang rehabilitasi sosial Rutilahu yang dijabarkan dalam Peraturan Menteri Sosial RI No. 20 Tahun2017. Permasalahan penelitian yang diajukan adalah bagaimanakah dampak sosial program rehabilitasi sosial Rutilahuterhadap kondisi fisik rumah, kesehatan dan sosial keluarga penerima manfaat (KPM). Tujuan penelitian diketahuinya dampak sosial program rehabilitasi sosial Rutilahu terhadap kondisi fisik rumah, kesehatan dan sosial keluarga penerimamanfaat. Metode penelitian menggunakan mix method, penggabungan kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan.Lokasi penelitian Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, dengan jumlah responden 50 orang. Pengambilan sampelmenggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara dan dokumentasi.Analisa data menggunakan kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian memperlihatkan dampak sosial dari rehabilitasi sosialRutilahu pada kondisi fisik rumah sesuai dengan prioritas program yaitu rehabilitasi pada atap, lantai dan dinding rumahhal tersebut sesuai Permensos RI No 20 Tahun 2017 tentang rehabilitasi sosial Rutilahu. Responden sebanyak 92%mengatakan kondisi fisik rumah mereka sekarang sudah lebih bagus jika dibandingkan sebelumnya. Pada segi kesehatanrumah, sebanyak 94% responden mengatakan bahwa rumah mereka sekarang jauh lebih sehat jika dibanding sebelumnya,karena rumah mereka sekarang memiliki tempat MCK, ventilasi, jendela dan atapnya tidak bocor sehingga nyamansebagai tempat tinggal. Pada segi sosialisasi sebanyak 50 orang responden atau 100% mereka semua mengatakan kondisisosial mereka jauh lebih baik jika dibandingkan sebelumnya, karena kebersamaan terbentuk melalui gotong royong dalammerehabilitasi rumah, komunikasi antar keluarga dan masyarakat terjalin baik. Rekomendasi program tersebut layakuntuk dilanjutkan dan ditingkatkan jumlah penerimanya, karena masih banyak kondisi rumah fakir miskin yang tidaklayak huni terutama di perdesaan sehingga perlu untuk direhabilitasi agar meningkatkan kesejahteraan sosial mereka.
Krisis Identitas dalam Perkembangan Psikososial Pelaku Klitih di Yogyakarta Inayah, Muhti Nur; Yusuf, Adi; Umam, Khotibul
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 20 No. 3 (2021): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Balai Besar Litbang Pelayanan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/jpks.v20i3.2707

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku sosial pelaku klitih dalam perkembangan psikososial.Aksi para pelaku klitih di Yogyakarta sangat mengkhawatirkan dan meresahkan masyarakat. Pelaku klitih yang kebanyakanremaja dalam melakukan aksinya sangat agresif dalam melukai korban. Penelitian ini menggunakan metode penelitiankualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data melalui wawancara, observasi,dan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa pelaku klitih mengalami kebingungan dalam konsep dirinya danperannya dalam masayarakat. Pelaku yang mengalami kebingungan ini dinamakan krisis identitas. Hal tersebut membuatmereka mencari-cari identitasnya dengan masuk ke dalam kelompok dan menjalankan kegiatan, serta aturan yang adadi dalamnya meski buruk sekalipun. Tindakan yang mereka lakukan bermotif, mulai dari ingin menunjukkan kekuatankelompok dan rasa balas dendam dari kelompok. Hal demikian harus menjadi perhatian keluarga, teman, masayarakat,dan pemerintah untuk dapat menumbuhkan kesadaran dan memberikan ruang yang positif kepada remaja agar dalamperiode krisisnya mereka berada pada jalan yang benar.
Urgensi Aksesibilitas bagi Penyandang Disabilitas pada Perbankan Berbasis Inklusi Keuangan Afkari, Fahmi; Maulana, Diky Faqih
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 20 No. 3 (2021): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Balai Besar Litbang Pelayanan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/jpks.v21i3.2759

Abstract

Penyandang disabilitas merupakan subjek hukum dan memiliki hak mendapatkan pelayanan pada instansi jasa keuangan. Namun pada praktiknya, lembaga keuangan khususnya perbankan masih belum terbuka bagi penyandang disabilitas. Banyak kendala dan hambatan yang dialami penyandang disabilitas terutama pada akses baik bagi nasabah maupun nonnasabah dari penyandang disabilitas. Penelitian ini akan membahas mengenai urgensi aksesibilitas pada perbankan bagi penyandang disabilitas berbasis inklusi keuangan. Jenis penelitian merupakan penelitian pustaka dengan pendekatan sosiologis yuridis dan bersifat deksriptif analitis serta diperkuat dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kendala internal dari penyandang disabilitas karena lemahnya literasi keuangan dan keadaan ekonomi yang di bawah rata-rata. Namun prinsip dasar inklusi keuangan letaknya ada pada bagaimana layanan yang diberikan oleh penyedia jasa keuangan kepada nasabahnya. Telah ada beberapa bank yang menyediakan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, namun tidak sedikit bank yang belum menyediakan. Untuk menindaklanjuti keuangan yang inklusif, setidaknya perbankan wajib mengadakan aksesibilitas seperti akses untuk kursi roda, desain lantai yang landai (ramp), pegangan tangan (handrail), pintu ramah difabel, toilet ramah difabel, parkir ramah difabel, blok petunjuk sebagai akses penentu arah (guiding block) dan huruf atau angka braille. Adapula beberapa perangkat lunak berupa JAWS, Dolphin Supernova, System Access, Zoom text, Spoken-Web, Readspeaker, Browse Aloud, Amazon Transcribe dan Dragon Speech Recognition Solutions. Apabila perbankan mengadakan aksesibilitas sebagai dimensi utama sebagaipelayanan, maka penyandang disabilitas dapat mengakses tanpa hambatan sehingga program inklusi keuangan dapat terwujud secara merata.
Dinamika Petani Akibat Fragmentasi Lahan Pertanian Suku Tengger di Pegunungan Bromo Susanti, Anik; Sabariman, Hoiril
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 20 No. 3 (2021): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Balai Besar Litbang Pelayanan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/jpks.v20i3.2762

Abstract

Berdasarkan kepemilikan lahan, petani dapat digolongkan menjadi tiga kategori. Petani dengan lahan luas adalahpetani kaya, petani dengan lahan menengah, dan petani dengan lahan sempit. Setiap kategori petani memiliki strategiberbeda dalam pemilihan jenis tanaman, tenaga pengelolaan lahan, modal pertanian hingga mempertahankan ketahanansosial (resiliensi) bagi tiap-tiap keluarga. Tujuan penelitian menganalisis strategi petani gurem dalam meningkatkankesejahteraan sosial di Desa Sapikerep. Lokasi ini ditentukan sengaja, sedangkan pendekatan kualitatif deskriptif digunakanuntuk menjelaskan dinamika yang terjadi pada petani gurem. Sebanyak enam informan ditentukan secara kebetulan adaatau tersedia di suatu tempat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi serta catatan lapangan.Analisis data menggunakan model interaktif Miles and Huberman. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi petanigurem dalam meningkatkan kesejahteraan sosial di Desa Sapikerep cenderung mengusahakan tanaman yang memilikirisiko kegagalan yang kecil atau tanaman pangan yang digunakan sendiri, misal tanaman wortel dan jagung. Sementaraitu, anggota keluarga yang pantas bekerja dikerahkan untuk terlibat dalam proses produksi supaya menghemat biayaproduksi. Selain itu, petani memiliki pekerjaan sampingan. Petani gurem bergerak sebagai, tenaga buruh tani, memeliharaternak, dan membuka warung makan. Rekomendasi, diperlukan peran serta semua lapisan masyarakat guna membentukwadah sukarela yang akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan sosial petani gurem di Desa Sapikerep. Keterlibatanpemerintah daerah khususnya Dinas Pertanian menjadi fasilitator dalam kegiatan tersebut.
Analisis Kemiskinan Multidimensi di Provinsi Papua Pendekatan Structural Equation Modelling (SEM) Tahun 2019 Pardede, Panni Genti Romauli
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 20 No. 3 (2021): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Balai Besar Litbang Pelayanan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/jpks.v21i3.2768

Abstract

Pada tahun 2019, tingkat kemiskinan di Provinsi Papua tercatat sebesar 27,53 persen. Bila dibandingkan dengantahun 2010, tingkat kemiskinan ini turun sebesar 19,27. Data tingkat kemiskinan tahun 2010 sebesar 34,10 persen.Penurunan tingkat kemiskinan ini merupakan dampak dari pertumbuhan ekonomi yang terus membaik dan adanyabantuan sosial. Akan tetapi tingkat kemiskinan di Provinsi Papua ini masih menempati posisi tertinggi di Indonesia.Selama ini permasalahan kemiskinan di Papua hanya dianalisis secara unidimensi (faktor pendapatan). Sementarakemiskinan merupakan masalah yang bersifat multidimensi yang harus dilihat dari berbagai sisi yaitu kesehatan,pendidikan, dan kualitas kehidupan. Berdasarkan hal ini, tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kemiskinan diPapua secara multidimensi dengan kebaruan menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM). Penelitianini menggunakan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan marettahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antar indikator dengan dimensi atau laten variabel yangberhubungan signifikan. Dilihat dari nilai CR sebesar 5,053 dan p-value<0,5 menunjukkan bahwa pendidikan memilikipengaruh langsung terhadap kesehatan yang lebih kecil yaitu sebesar 0,056 dibandingkan ketika pengaruh tidak langsungterhadap kesehatan dengan mediasi variabel kualitas hidup dimana pengaruhnya, yaitu 0.162. Rekomendasi atas hasilpenelitian ini adalah kebijakan Pemerintah baik Kementerian Pendidikan, Kementerian Kesehatan, dan KementerianSosial harus terkait dengan ketiga dimensi tersebut dan diimbangi dengan monitoring dan evaluasi yang ketat gunamencapai pengurangan kemiskinan yang maksimal.
Jaminan Kesehatan Pekerja Informal di Indonesia Satriawan, Dodi
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 20 No. 3 (2021): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Balai Besar Litbang Pelayanan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/jpks.v21i3.2817

Abstract

Sektor informal memiliki peran penting dalam penyerapan tenaga kerja. Sektor ini sangat fleksibel dalammemanfaatkan potensi ekonomi yang belum dikelola. Satu hal yang masih perlu mendapat perhatian adalah perlindunganbagi pekerja informal. Yang dimaksud perlindungan disini tidak hanya tentang upah yang layak, namun juga tentangaksesibilitas mendapatkan fasilitas dari pemerintah terutama jaminan kesehatan. Tulisan ini bertujuan mengetahuikarakteristik pekerja informal dan aksesibilitas mereka terhadap jaminan kesehatan. Sumber data berasal dari data sekunderyaitu raw data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Indonesia Tahun 2017. Metode analisis yang digunakan adalahanalisis deskriptif hasil crosstabulation menggunakan alat bantu SPSS. Berdasarkan karakteristiknya, pekerja informaldi Indonesia pada tahun 2017 dominan berjenis kelamin laki-laki, berada pada umur produktif, tingkat pendidikan SD/setara, tinggal di daerah pedesaan, dan bekerja pada sektor pertanian. Dalam tulisan ini, pekerja informal tidak dibedakanantara sektor informal pedesaan dan perkotaan. Pekerja informal di Indonesia pada tahun 2017 yang memiliki jaminankesehatan sebesar 57,3 persen, menggunakan jaminan kesehatan untuk berobat jalan sebesar 33,1 persen, dan untuk rawatinap sebesar 56,3 persen. Dengan adanya penelitian ini diharapkan memberikan solusi nyata bagi Pemerintah khususnyaKementerian Kesehatan untuk menangani permasalahan jaminan kesehatan ini dan mendorong pekerja informal untukmemanfaatkan jaminan kesehatan ini.

Filter by Year

2013 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 3 (2021): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 20 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 20, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 19, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 19, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 19, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 18 No. 3 (2019): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 18, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 18, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 18 No. 1 (2019): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 18, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 18, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 17 No. 4 (2018): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 17 No. 3 (2018): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 17 No. 2 (2018): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 17, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 17 No. 1 (2018): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 16 No. 4 (2017): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 16 No. 3 (2017): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 16 No. 2 (2017): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 16 No. 1 (2017): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 15 No. 4 (2016): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 15 No. 3 (2016): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 15 No. 2 (2016): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 15 No. 1 (2016): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 14 No. 4 (2015): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 14 No. 3 (2015): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 14 No. 2 (2015): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 14 No. 1 (2015): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 4 (2014): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 3 (2014): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 2 (2014): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 1 (2014): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 4 (2013): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 3 (2013): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 2 (2013): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 1 (2013): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial More Issue