cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
ISSN : 14126451     EISSN : 25280430     DOI : -
Core Subject : Social,
The social welfare research journal focuses on writing materials which is an article that discuss results of research related to social welfare issues, divides scientific thought and reviews of research results in the field of social welfare. Publication of researchs have impact on the prospect of development of social welfare service program, and effort of handling social welfare problem. JPKS is published every four times in a year like in March, June, September and December.
Arjuna Subject : -
Articles 264 Documents
Pendamping Program Keluarga Harapan Sebagai Ujung Tombak Keberhasilan Program Kuntjorowati, Elly
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 19, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Babes Litbang Yankessos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/jpks.v19i3.2130

Abstract

abstrakPendamping program keluarga harapan diperlukan karena keluarga penerima manfaat merupakan keluarga sangat miskin tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk memperjuangkan hak-hak mereka, di samping itu pendamping PKH dibutuhkan untuk membantu tugas-tugas unit pelaksana program keluarga harapan (UPPKH) di pusat ataupun daerah. Permasalahan penelitian yang diajukan antara lain : Apa saja tugas-tugas pendamping PKH dalam mensukseskan program? Bagaimana korelasi antara pendamping PKH dengan keberhasilan program. Tujuan penelitian mengetahui tugas-tugas pendamping PKH serta mengetahui korelasi antara pendamping PKH dengan keberhasilan program. Metode penelitian yang digunakan dari jenisnya adalah penelitiian evaluative. Metode pengumpulan data menggunakan angket secara terstruktur sehingga responden tingal memilih jawaban yang telah tersedia. Analisa data menggunakan Pearson Correlation Hasil peneltiian menunjukkan bahwa pendamping PKH mempunyai tugas pokok, rutin, dan pendukung, dan hasil analisa data dengan menggunakan Pearsosn Correlation menunjukkan sangat signifikan. Rekomendasi terutama ditujukan Kepada Kementerian Sosial, karena pendamping PKH memang direkrut oleh Kemensos. Pendamping PKH memerlukan dikat tambahan terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan usaha ekonomis produktif bagi KPM agar bisa mandiri.Kata Kunci: Pendamping1; Program Keluarga Harapan 2; Ujung Tombak 3.
Koperasi Wanita dan Keluarga: Sebuah Perspektif Komparatif Kesejahteraan Shintasari, Reni; Hidayatulloh, A. Nururrochman
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 19, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Babes Litbang Yankessos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/jpks.v19i2.2008

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi koperasi sebagai institusi lokal yang mampu memberdayakan SDM anggota koperasi serta pengurus koperasi wanita. Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang menjelaskan program dan perkembangan lembaga sebagai koperasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan sosial dan menjadi percontohan di Kabupaten Sleman. Latar belakang dari riset ini adalah masalah ekonomi pada rumah tangga dan masalah rentenir yang masuk ke lingkungan masyarakat menjadi lintah yang menyedot ekonomi masyarakat terutama kaum perempuan. Penelitian ini bersifat kualitatif berdasarkan metode studi kasus, yaitu pada koperasi Anggrek Mekar. Studi ini mengalisa bahwa koperasi mampu membantu wanita dalam mengelola ekonomi keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus untuk mengeksploitasi masalah yang menjadi fakta di lapangan. Teknik wawancara, observasi dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koperasi wanita dengan sistem tanggung renteng mampu meningkatkan pendapatan dan menyejahterakan keluarga. Koperasi wanita Anggrek Mekar mampu memberdayakan anggotanya dengan potensi dan kapasitas yang dimiliki sehingga berdaya. Koperasi wanita ini setidaknya dapat direplikasi di tempat lain sebagai instrumen pemberdayaan keluarga terutama masyarakat menengah ke bawah. Koperasi mampu mendukung kesejahteraan keluarga dengan prinsip pemberdayaan masyarakat maupun mampu mendukung modal sosial yang ada. Rekomendasi peneliti adalah bahwa regenerasi pengurus dan manajemen koperasi Anggrek Mekar perlu diselenggarakan secara online sehingga dapat diakses anggota secara berkelanjutan
Literasi Wisata Lamalera Lembata NTT Dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Jehamat, Lasarus; Robot, Marselus; Keon, Yohanes Fiser
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 20, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Babes Litbang Yankessos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/jpks.v20i1.2437

Abstract

Literasi wisata dilatarbelakangi oleh sebuah kenyataan bahwa pariwisata selama ini hanya mengedepankan aspek fisik lahiriah semata. Padahal, pariwisata tidak hanya berhubungan dengan pemandangan indah semata. Pariwisata berkaitan dengan unsur kedalaman wisata. Di situ, wisata berbasis budaya penting diteliti. Disebutkan, sebagai sebuah destinasi wisata internasional, Lamalera masih dianggap misterius. Proses penangkapan ikan paus secara tradisional ternyata tidak hanya menggambarkan relasi sosial-spiritual masyarakat dengan laut tetapi juga memiliki peran dan fungsi kesejahteraan. Untuk mencapai tujuan itu, literasi wisata Lamalera menulis pokok-pokok penting aspek pariwisata. Kajian ini dilakukan di Lamalera menggunakan metode penelitian kualitatif. Data diambil menggunakan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan literasi wisata dalam peningkatan kesejahteraan sangat urgen. Masyarakat Lamalera menginginkan masyarakat di luar Lamalera mengetahui dan memahmi bahwa Lamalera memiliki potensi wisata, kekuatan budaya, dan keutamaan lokal dalam melakukan proses penangkapan ikan paus. Berkaitan dengan itu, aspek-aspek atraksi, aksesibilitas, amenitas, dan akomodasi sedang dibangun di sana. Kerja sama semua pihak dibutuhkan agar masyarakat tetap memertahankan wisata berbasis kearifan lokal tersebut.
Faktor-Faktor Keberhasilan Keluarga Penerima Manfaat Untuk Graduasi dari Program Keluarga Harapan (PKH) Kusumaningrum, Risna
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 19, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Babes Litbang Yankessos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/jpks.v19i3.2178

Abstract

Penurunan angka kemiskinan merupakan sebuah upaya yang sering dilakukan oleh pemerintah. salah satu program yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi kemiskinan adalah melalui program perlindungan sosial. Salah satu prpgram perlindungan sosial yang dilaksanakan oleh pemerintah Indoneia adalah Porgram Keluarga Harapan (PKH) yang sampai dengan tahun 2020 telah menjangkau kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat. Di tengah berlangsungnya program tersebut, saat ini PKH sedang memfokuskan terhadap kontribusi program ini atas pengurangan angka kemiskinan, dimana salah satu aspeknya adalah angka graduasi dari Keluarga Penerima Manfaat. Oleh larena itu merujuk pada latar belakang tersebut maka tujuan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisa faktor-faktor yang menjadi keberhasilan Keluarga Penerima Manfaat untuk graduasi dari Program Keluarga Harapan. Adapun pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Adapun untuk Teknik sampling penelitian ini menggunakan purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat delapan faktor keberhasilan yang membuat keluarga penerima manfaat untuk graduasi dari Program Keluarga Harapan seperti pola pikir, pengalaman pahit di masa lalu, daya juang dan semangat yang tinggi, tidak mudah putus asa, kemampuan pengelolaan uang, memanfaatkan peluang, disiplin dan komitmen, dan kepekaan sosial.
Studi Eksplorasi : Analisis Faktor Pendorong Ibu dari Keluarga Penerima Manfaat Bantuan Program Keluarga Harapan dalam Mencapai Graduasi Mandiri Armalid, Ikhwanul Ihsan; Purboningsih, Eka Riyanti; Widiastuti, Tiara Ratih; Ninin, Retno Hanggarani
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 19, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Babes Litbang Yankessos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/jpks.v19i3.2027

Abstract

Pemerintah sudah membuat program pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan dan pendampingan, menggunakan program keluarga harapan (PKH) sejak tahun 2007. Menurut BPS program ini menjadi program yang efektif dalam mengurangi angka kemiskinan. Terdapat beberapa ibu dari keluarga penerima manfaat (KPM) yang berhasil keluar dari kemiskinan dan berhenti mendapatkan bantuan PKH (Graduasi Mandiri). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi eksploratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu dari KPM bantuan PKH dapat melalukan graduasi mandiri atau keluar dari kepesertaan PKH. Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam kepada ibu dari KPM bantuan PKH yang berhasil keluar dari kepesertaan PKH karena sudah merasa sejahtera secara ekonomi dan pendamping PKH yang mendampinginya. Penelitian dilakukan di Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini melibatkan 6 responden yang terdiri dari 3 orang ibu KPM bantuan PKH yang sudah tidak mendapatkan bantuan PKH, dan 3 orang pendamping PKH yang mendampingi ibu tersebut. Analisis data menggunakan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan terdapat faktor internal dan eksternal yang menyebabkan ibu KPM keluar dari bantuan PKH. Faktor internal yang mempengaruhi mereka keluar dari PKH adalah kesadaran diri, perasaan malu, kepercayaan dan motivasi untuk memiliki usaha yang maju. Faktor eksternal yang menyebabkan mereka keluar dari PKH adalah karena adanya dukungan sosial dari keluarga dan pendamping PKH nya.
Pengaruh Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Kemandirian Sosial Anak Tuna Grahita Ringan Di Sekolah Dasar SLB Negeri 01 Jakarta Selatan Tedi, Tedi Tedi
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 19, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Babes Litbang Yankessos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/jpks.v19i2.2039

Abstract

Kemandirian sosial adalah kemampuan untuk mengadakan interaksi dengan orang lain dan tidak bergantung pada aksi orang lain. Seorang anak tunagrahita sangat membutuhkan bantuan dari orang lain dalam bidang-bidang tertentu, tidak terkecuali dalam interaksi sosial dengan orang lain. Peran dukungan sosial keluarga merupakan suatu pertolongan, semangat dan pemberian bantuan kala anak sedang menghadapi kesusahan. Orang tua sebagai jembatan antara anak dengan dunia luar sangat berperan dalam hal memberikan motivasi, dukungan, dan memberikan rasa percaya diri untuk bersosialisasi dengan dunia luar. Dukungan sosial keluarga berhubungan dengan keberhasilan bina diri dalam membentuk kemandirian sosial anak. Sehingga di dapatkan kesimpulan bahwa ada pengaruh bimbingan orang tua di rumah terhadap kemampuan sosialisasi pada anak tunagrahita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh dukungan sosial keluarga terhadap kemandirian anak tuna grahita dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Dengan teknik sampling menggunakan pengambilan sampel probabilitas (probability sampling) dan jumlah sampel sebanyak 61 responden orang tua dari anak tuna grahita yang masih aktif bersekolah di SLB Negri 01 Jakarta. Hasil dari penelitian ini adalah dari kelima dimensi yakni, dukungan informasional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dukungan emosional, dan integritas sosial terdapat dua dimensi yang tidak berhubungan yakni dukungan informasional dan dukungan instrumental. Sedangkan dukungan penghargaan, dukungan emosional, dan integritas sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemandirian sosial. Dari hasil nilai R square menunjukan nilai sebesar 0.195 yang berarti variabel dukungan sosial keluarga memiliki pengaruh sebesar 19.5% terhadap kemandirian sosial anak tuna grahita yang sisanya berasal dari variabel-variabel diluar penelitian ini.
Peran Dinas Sosial Dalam Mendukung Program Pelayanan Kesehatan Bagi Lansia (Studi Kasus Di Dinas Sosial Kota Surabaya) Razak, Rukmini; Oktarina, Oktarina; Paramita, Astridya
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 20, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Babes Litbang Yankessos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/jpks.v20i1.2051

Abstract

In five decades (1971-2017), the percentage of the elderly population in Indonesia has doubled, namely 8.97 percent (23.4 million people). The number of elderly in East Java ranks third at 12.16% in Indonesia, while in the city of Surabaya it reached 227,527 people (7.90 percent). For this reason, a special program for the elderly is needed for their survival to stay healthy and productive. This study aims to analyze the role of the Social Service in supporting health care programs for the elderly in the city of Surabaya. This research is a case study with a qualitative approach in the Surabaya Social Service. Data collection with in-depth interviews and focus group discussions was conducted with the Head of Social Rehabilitation for the Surabaya City Social Service and the Head of the Section for Rehabilitation of Children and the Elderly Social Tuna and staff, the East Java Pronvisi Health Service and the City of Surabaya. The results of the study inform the set of policies and regulations related to the welfare and health of the elderly have been available and implemented through a social service program by the Surabaya City Social Service. The program is in the form of food, gymnastics, elderly family development, training or entrepreneurship technical guidance and UPTD Griya Wredha. The implementation of the program did not get significant obstacles because the Surabaya Mayor's commitment was very high, so that Surabaya City was awarded the title as a Friendly Friendly City. The Social Service plays an important role in supporting health services, both in collaborative activities with the Health Service, Puskesmas, Elderly Posyandu and cross sector partnership activities through the Elderly-Friendly City. It requires commitment, partisanship and high concern and support for adequate allocation of funds from local governments for the success of the program Elderly welfare services, as has been demonstrated by the City of Surabaya.
Implementasi Program Penanggulangan Kemiskinan Di Jawa Tengah Zuhri, Mursid; Sofianto, Arif
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 19, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Babes Litbang Yankessos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/jpks.v19i3.2029

Abstract

Central Java is one of the centers of national economic growth, but poverty still requires special attention. The purpose of this study is to describe the implementation of poverty alleviation programs in Central Java, as well as formulate an implementation of poverty reduction designs that are in accordance with the needs in Central Java. This type of research is descriptive, using a mixed method approach, namely qualitative and quantitative. The location of this study was in 15 districts in Central Java with the highest poverty rate, with 777 people involved, from the poor, community / institutional leaders, village officials, and program assistants. Data collection techniques used were interviews, observation, and Focus Group Discussion (FGD). Qualitative data analysis using an interactive model developed by Miles and Huberman. Quantitative data analysis is by descriptive statistics in the form of averages and percentages. The conclusion of this research is "First, the implementation of poverty alleviation programs many cases are misplaced due to inaccurate data, more of a giving nature which increases consumerism rather than productive, there is no education to the community to escape poverty. Secondly, the expected design of poverty reduction is to use the principle of empowerment, the main role being in the poor where they participate in determining the program to be run, with the principle of educating the poor to be productive and independent.
Perbandingaan Kebahagiaan Berdasarkan pada Perbedaan Gender dan Status Pernikahan Darmayanti, Kusumasari Kartika Hima; Insan, Imammul; Winata, Efan Yudha; Prasetyo, Dimas Teguh; Sakti, Pratiwi; Rosandi, Fitra Hasri
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 19, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Babes Litbang Yankessos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/jpks.v19i3.2125

Abstract

Status pernikahan dan perbedaan gender sering dikaitkan dengan kebahagiaan. Penelitian psikologi diharapkan dapat menjadi jawaban atas perdebatan terkait kebahagiaan, perbedaan gender, dan status pernikahan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan gender dan status pernikahan seseorang dengan kebahagiaan. Sebuah pendekatan kuantitatif dengan metode survei dilakukan pada 201 sivitas akademika di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Hasil analisis korelasi menunjukan bahwa gender tidak menjadi variabel yang berhubungan dengan kebahagiaan. Jenis pekerjaan berkaitan secara signifikan dengan kebahagiaan seseorang (r = 0,15; p < 0,05), status pernikahan secara positif berkorelasi dengan kebahagiaan (r = 0,21; p < 0,01). Penelitian ini menemukan bahwa perbedaan gender secara statistik tidak signifikan memengaruhi kebahagiaan dengan F(1, 197) = 0,28; p = 0,60, tetapi status pernikahan memprediksi kebahagiaan dengan F(1, 197) = 8,45; p = 0,00, yang mana kebahagiaan pada orang yang belum menikah (4,26 ± 0,78) secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan yang telah menikah (4,87 ± 0,78) dengan (t19,09 = -3,07; p = 0,01). Selain itu, tidak terdapat signifikansi interaksi antara perbedaan gender dan status pernikahan pada kebahagiaan dengan F(1, 197) = 0,58; p = 0,45. Seseorang yang telah menikah memiliki kecenderungan kebahagiaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan seseorang yang belum menikah. Hasil studi ini tidak dapat menjadi rujukan utama dan informasi yang berisi mekanisme sebab-akibat. Studi selanjutnya memerlukan keterlibatan dan dinamika faktor psikologis lain sebagai variabel yang dapat memprediksi status pernikahan dan kebahagiaan seseorang. 
Studi Deskriptif Kesehatan Mental Akademisi di Kabupaten Sumbawa Darmayanti, Kusumasari Kartika Hima; Prasetyo, Dimas Teguh; Winata, Efan Yudha; Rosandi, Fitra Hasri; Sakti, Pratiwi
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 19, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Babes Litbang Yankessos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/jpks.v19i2.2106

Abstract

Bertepatan dengan hari kesehatan mental dunia, terdapat kasus bunuh diri yang mana korban merupakan mahasiswa. Sebelumnya, terdapat kasus bunuh diri yang dilakukan oleh seorang dosen dari universitas terkemuka di Indonesia. Di Sumbawa sendiri, terdapat beberapa kasus bunuh diri per tahun 2016. Di sisi lain, akademisi merupakan salah satu agent yang berpengaruh di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesehatan mental akademisi. Sebanyak 202 akademisi di Kabupaten Sumbawa mengisi data aspek demografis, kuesioner ide bunuh diri, kebahagiaan, dan depresi. Kemudian, data yang telah diperoleh dianalisis secara deskriptif dan korelasi menggunakan SPSS versi 23.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa akademisi di Kabupaten Sumbawa mempunyai intensitas yang rendah terhadap ide bunuh diri. Mereka juga masuk pada kategori bahagia. Untuk depresi, skor rata-rata mengindikasikan bahwa mereka mengalami gangguan mood ringan. Sebagian besar akademisi sehat secara mental, namun ada beberapa akademisi yang mengalami depresi (sedang, berat, dan ekstrem). Penelitian ini berimplikasi terhadap pemangku kebijakan dan beberapa praktisi kesehatan mental untuk mengadakan intervensi dan program psikoterapi yang fokus pada aspek antisipasi depresi pada individu guna menekan angka depresi di kalangan akademisi. 

Filter by Year

2013 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 3 (2021): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 20 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 20, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 19, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 19, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 19, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 18 No. 3 (2019): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 18, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 18, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 18 No. 1 (2019): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 18, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 18, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 17 No. 4 (2018): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 17 No. 3 (2018): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 17, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 17 No. 2 (2018): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 17 No. 1 (2018): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 16 No. 4 (2017): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 16 No. 3 (2017): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 16 No. 2 (2017): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 16 No. 1 (2017): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 15 No. 4 (2016): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 15 No. 3 (2016): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 15 No. 2 (2016): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 15 No. 1 (2016): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 14 No. 4 (2015): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 14 No. 3 (2015): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 14 No. 2 (2015): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 14 No. 1 (2015): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 4 (2014): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 3 (2014): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 2 (2014): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 1 (2014): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 4 (2013): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 3 (2013): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 2 (2013): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 1 (2013): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial More Issue