cover
Contact Name
Ahmad Ihwanul Muttaqin
Contact Email
ihwanmuttaqin@gmail.com
Phone
+6285258606162
Journal Mail Official
tarbiyatunaiais@gmail.com
Editorial Address
Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang Jl. Pondok Pesantren Kiai Syarifuddin Kedungjajang
Location
Kab. lumajang,
Jawa timur
INDONESIA
TARBIYATUNA
ISSN : 20856539     EISSN : 24424579     DOI : DOI: 10.36835/tarbiyatuna
Core Subject : Education,
Tarbiyatuna adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel tentang pendidikan Islam, pendidikan Agama Islam dan bahkan manajemen Pendidikan Islam. Dimaksudkan sebagai wahana pemikiran kritis dan terbuka bagi semua kalangan baik akademisi, agamawan, intelektual, mahasiswa dengan spesifikasi kajian dan penelitian di bidang Pendidikan Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 127 Documents
Sejarah Kebangkitan Madrasah sebagai Lembaga Pendidikan Agama Islam dalam Pandangan George Makdisi Mufiqur Rahman; Ummi Mahmudah
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13 No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v13i2.641

Abstract

Tulisan ini akan fokus pada kebangkitan madrasah sebagai lembaga pendidikan Agama Islam dalam pandangan George Makdisi. George Makdisi sendiri merupakan salah satu sejarawan barat yang sangat konsen terhadap sejarah pendidikan Islam. Salah satu karyanya yang monumental adalah The Rise of Humanism in Clasisical Islam and the Christian West. Makdisi berpandangan bahwa Madrasah yang pertama kali muncul adalah madrasah Nidzomiyah. Dan yang menjadi platform dalam pembelajaran di Institusi formal ini adalah untuk mendidik para ahli hukum fiqih (lawyer) dan seni dalam literasi. Di mana outcome/alumnus adalah sebagai konsultan hukum (jurisconsult) dan juga sebagai literary arts of adab. Walaupun di balik Madrasah ada motivasi-motivasi yang menurut Makdisi sangat Politis. Makdisi memberikan pandangan bahwa Madrasa memiliki multi fungsi baik dalam navigasi politik, ekonomi dan sosial pada masa al-Mulk menjadi perdana menteri dan disebut sebagai tokoh yang melekat dengan nama besar Madrasah.
Peran Ulama Pesantren dalam Perspektif NU Mohammad Darwis
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2015): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mencoba membahas secara kritis tentang peran ulama dalam perspektif Nahdlatul Ulama (NU). Kajian ini berangkat dari sebuah pemikiran bahwa NU memiliki pandangan tersendiri tentang konsep ulama, mulai dari pendefinisaiannya, posisi dan peran ulama khususnya dalam konteks NU sendiri. lebih dari itu NU cenderung dipersepsikan sebagai organisasi yang identik dengan ulama, sesuai dengan namanya. Nampaknya pengidentikan tersebut bukan tanpa landasan, karena memang secara historis NU lahir dari rahim para ulama, utamanya ulama pesantren. Dengan demikian tidak mengherankan jika selanjutnya dalam AD/ART-nya NU menempatkan posisi ulama dalam puncak kepengurusan yang memiliki otoritas khusus. Selanjutnya dalam rangka menjawab permasalahan keagamaan masyarakat, NU memiliki forum yang disebut Lembaga Bahtsul Masail (LBM). Secara struktural LBM merupakan lembaga otonom NU yang berada di bawah koordinasi pengurus syuriah yang nota bene terdiri dari para ulama NU baik dari kalangan pesantren maupun non pesantren. Selanjutnya bahasan dalam kajian ini focus pada beberapa hal, antara lain; pengertian kiai dan ulama dalam perspektif NU dan problematika LBM. Pada focus pertama tulisan ini menelaah secara kritis perspektif NU tentang perbedaan kiai dan ulama serta posisi masing-masing dalam masyarakat. Sementara pada focus kedua tulisan ini mengkaji secara kritis terkait dengan profil LBM, kitab mu’tabarah sebagai refrensi sah dalam forum LBM serta metode pengambilan keputusan di LBM. Untuk bahasan metode pengambilan keputusan di LBM, tulisan ini cenderung secara spesifik mengkritisi mazhab yang dipakai di LBM. Sebagai penutup, dalam tulisan ini diakhiri dengan rekomendasi untuk lebih baiknya kajian serupa yang lebih baik di masa yang akan datang.
Kapabiltas Belajar Dalam Proses Pembelajaran Moh. Sutomo
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memahami makna belajar dan mengajar tidak akan cukup bagi seorang pebelajar (guru/dosen) untuk sukses dalam menjalankan perannya sebagai seorang pengajar bila tidak memahami hasil belajar. Hasil belajar sering disebut dengan kapabilitas belajar merupakan dampak dari proses belajar yang dilakukan si belajar dan mengajar yang dilakukan oleh pebelajar. Dengan memahami kategori kapabilitas belajar yang ingin dilakukan si belajar, akan berpengaruh pada metode pembelajaran yang berbeda oleh pebelajar dalam membelajarkan si belajar (siswa). Metode pembelajaran yang berbeda inilah yang membawa pada perbedaan dan perubahan pengelolaan pengalaman belajar. Ketepatan dalam memahami kagorisasi kapabilitas belajar yang ingin dicapai oleh si belajar akan membawa pada ketepatan dalam memilih metode dan akhirnya berdampak pada efektifitas si belajar dalam mencapai kapabilitas belajar yang diinginkannya.
Ideologisasi Identitas Aswaja An-Nahdliyah di LP. Ma’arif NU Lumajang dalam Menangkal Gerakan Islam Transnasional Zainil Ghulam; Achmad Farid
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12 No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v12i2.401

Abstract

Artikel ini mengulas tentang upaya yang dilakukan oleh Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdaltul Ulama (NU) Lumajang dalam membumikan identitas Aswaja An-Nahdliyah. Secara khusus, penanaman identitas Aswaja An-Nahdliyah dilakukan untuk menangkal gerakan Islam Transnasional yang sedang marak terjadi di Lumajang terutama di lingkungan lembaga pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) dengan metode kualitatif. Penelitian dilakukan di lembaga pendidikan Ma’arif di beberapa daerah di Lumajang. Kesimpulan penelitian ini menyebutkan bahwa proses yang dilakukan oleh LP Ma’arif dan seluruh lembaga pendidikan di lokasi penelitian memiliki iklim dan kebudayaan Nahdlatul Ulama itu sendiri. Selain itu, amaliyah dan tradisi kegamaan Nahdlatul Ulama dijadikan sebagai kegiatan rutinan. Antara lain tahlil, istighotsah, ziarah kubur dengan melibatkan stakeholder lain baik dari unsur wali murid maupun masyarakat pada umumnya. Selain kegiatan rutin, literasi tentang ke-NU-an juga dilakukan dengan menjadikan majalah AULA PWNU Jawa Timur sebagai pedoman penerimaan berita dan informasi terkini tentang NU.
PENDIDIKAN DALAM AL-QUR'AN: Pemahaman Mengenai Tarbiyyah dalam Qashash Al-Qur'an Haidar Idris
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2014): FEBRUARI (Terbit secara daring sejak Februari, 2015)
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang memiliki potensi dasar untuk selalu ingin tahu. Hal ini merupakan keniscayaan, karena manusia diberi akal untuk mengetahui dan mempelajari sesuatu.Akal merupakan potensi besar yang diberikan Allah SWT. kepada manusia yang menjadikannya mahluk yang sempurna. Oleh sebab itu, di samping sudah tabiat manusia yang selalu ingin tahu, Allah juga memerintahkan manusia untuk selalu menggunakan akalnya dengan mempelajari apa yang bisa dijangkau olehnya. Kewajiban belajar manusia adalah sepanjang hidupnya, bahkan semenjak manusia pertama kali diciptakan.Al-Qur'an merupakan kitab suci yang diturunkan kepada manusia untuk dipelajari kandungan isinya. Ayat-ayatnya yang mencakup berbagai dimensi kehidupan tak lepas dari pendidikan yang ditanamkan dalam prosesnya. Pendidikan dalam al-Qur'an dapat diamati mulai dari kisah-kisah yang diceritakan, ayat-ayat yang berkenaan dengan syari'ah dan hukum, dan sebagainya.
Potret Madrasah dalam Kebijakan Otonomi Daerah Syamsul Arifin
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2016): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madrasah merupakan sebuah lembaga pendidikan Islam yang merupakan salah satu unsur dalam sistem pendidikan masyarakat, yang berhubungan secara timbal balik dan saling tergantug dengan unsur-unsur lainnya. Pendidikan Islam member kontribusi terhadap berbagai masalah dalam masyarakat, baik dalam bentuk gagasan konsepsional maupun dalam bentuk aksi kemasyarakatan. Adanya kemitraan antara pendidikan Islam dengan masyarakat, mempunyai kedudukan sejajar dan saling menghormati. Wawasan demikian dapat menimbulkan pandangan dan sikap egaliter serta terbuka dalam masyarakat. Pendidikan Islam peduli terhadap pemeliharaan dan pengembangan masyarakat daerah, yang dapat diwujudkan dengan menyebarluaskan dan memanfaatkan beberapa keunggulan yang dimiliki. Adapun pihak masyarakat dibantu mengenai pengembangan potensi yang telah ada dalam masyarakat dan menggali potensi yang belum ada. Pengkajian tentang hubungan antara pendidikan Islam dengan masyarakat telah lama dilakukan, namun pembicaraan itu tetap relevan, dalam rangka perkembangan potensi masyarakat di era otonomi daerah. Dengan adanya otonomi daerah sedikit banyak akan berpengaruh terhadap perkembangan madrasah.
Dinamika Islam Moderat Ahmad Ihwanul Muttaqin; Syaiful Anwar
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v12i1.350

Abstract

Artikel ini hendak melihat upaya yang dilakukan oleh LP. Ma’arif NU Lumajang dalam melakukan penyebaran dan penanaman Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah di lingkungan lembaga pendidikan di bawahnya. Penyebaran dan penanaman dilakukan untuk mengantisipasi maraknya gerakan Islam radikal di Lumajang. Sejatinya, Islam di Indonesia masuk dan disebarkan melalui pendekatan damai, namun dalam prosesnya yang panjang, Islam di Indonesia mulai berubah sejak berdatangan faham Islam yang ‘baru’ atau Islam radikal transnasional yang menunjukkan signifikansi perbedaan dengan faham Islam lokal. Penelitian ini menggunakan field research (penelitian lapangan) dengan pendekatan kualitatif. Kesimpulan penelitian ini menyebutkan bahwa proses penyebaran yang dilakukan oleh LP. Ma’arif NU Lumajang terhadap lembaga pendidikan di bawahnya antara lain dengan mewajibkan materi Aswaja sebagai muatan lokal, melakukan pelatihan Aswaja secara periodik, menggelar kompetisi olimpiade Aswaja untuk mengasah kemampuan kognitif peserta didik tentang Aswaja, memberikan majalah AULA di setiap madrasah secara gratis, istighotsah di setiap koordinator kecamatan, serta melakukan pembiasaan ziarah wali setiap tahun dengan stakeholder yang tergabung.
Islamic-School, Micro-Politics And Type of Kyai’s Policy, Behaviorial Reaserch and Shifting Paradigm of Kyai Pesantren Mulyadi Mulyadi
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v11i1.267

Abstract

Artikel ini hadir untuk mereaktualisasi dan mereduksi paradigma baru kepemimpinan pesantren; yang sejatinya sudah banyak diteliti oleh para akademisi. Sebuah model kepemimpinan yang dipengaruhi oleh dua aspek penting; pertama, pengetahuan dan pengalaman manajerial kiai dalam mengelola lembaga pendidikan yang didirikannya. Kedua, diskursus model ideal pengembangan dan pengelolaan pendidikan pesantren, di era yang serba modern ini. Tulisan ini akan didekati menggunakan dua pendekatan teorik. Pertama, teori perilaku organisasi dan model-model kepemimpinan. Kedua, melalui teori antropologi kepemimpinan. Pendekatan teoritik kedua ini digunakan untuk mencari format ideal bagaimana semestinya kiai mengelola lembaga pendidikannya. Dari dua kerangka teoritik di atas, maka dihasilkan kesimpulan bahwa; kiai pada satu sisi – melalui pengalaman dan pemahaman manajeria terhadap perubahan sosial – bisa membangun sendiri lembaga pendidikannya, tanpa harus melihat perubahan di luar pesantren. Di pihak yang lain, sistem pengembangan budaya kolaborasi, baik internal maupun eksternal, harus juga dibangun untuk membentuk pesantren yang bertahan dari gempuran modernis. Dengan syarat, kolaborasi ini dibingkai melalui kepemimpinan yang berintegritas, konsisten, dan profetik.
Analisis Pengelolaan Pendidikan Berbasis Nilai Pesantren Melalui Program Wajib Belajar Diniyah Jenjang SMP Negeri di Kabupaten Sumenep Khoirul Asiah; Ike Yuli Mestika Dewi
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14 No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v14i1.741

Abstract

Artikel ini hendak memperoleh gambaran secara lebih detail tentang manejemen pengelolaan program wajib belajar pendidikan diniyah di Kabupaten Sumenep untuk jenjang SMP secara obyektif, serta model-model pelaksanaan yang dilakukan oleh setiap satuan pendidikan menengah. Artikel ini akan mengungkapkan dengan jelas karakteristik manejemen pengelolaan yang dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan menengah di Kabupaten Sumenep, sehingga program ini bisa berdampak terhadap pengembangan karakter keagamaan anak didik. Artikel ini merupakan riset lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Adapun temuan artikel ini adalah berupa program wajib belajar diniyah di Kab. Sumenep. Secara khusus, program dilaksanakan sejak tahun 2016 dengan mengacu pada Peraturan Bupati Sumenep Nomor 15 Tahun 2016 yang kemudian diturunkan dalam bentuk juknis Pelaksanan Wajib Belajar Pendidikan Diniyah. Sementara pada 2020, program ini diperkuat dengan penerbitan Peraturan Daerah Kabupaten Sumenep, nomor 4 Tahun 2020, tentang Pengelolaan Pendidikan Diniyah. Adapun pengelolaan program wajib diniyah, baik di SMPN 1 maupun SMPN 2 Sumenep, dilaksanakan dengan mengawinkan dua opsi yang memang ditawarkan dalam Juknis, yaitu dilaksanakan secara mandiri dan non mandiri. Baik antara pihak SMPN dengan mitra memiliki peran yang berbeda dan sama-sama memperkuat keberlangsungan program ini. Pihak sekolah fokus pada fasilitas dan sarana, sementara mitra fokus pada guru dan pembelajaran.
Transformasi Sistem Manajemen di Pesantren Abdul Aziz
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2015): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren (Islamic boarding schools) as an educational institution has a clear social base, because its presence together with the community. In essence, the boarding scholl is life of, by, and for the community. This vision needs the role and function of the boarding school which is in line with the condition of the community, nation and the development state. The management leadership in the term of masyayikh council prone to democratic leadership-paternalistic behavior. It is caused by the dominance of power as the part of the masyayikh committee authority given to the board, so that the daily creativity constrained by tradition and culture of pesantren. This study aims to describe the management of leadership behaviour in the Islamic School and identify the organization's management systems and also the management of decision-making in the Islamic School of An-Nuqayah Guluk Guluk at Sumenep Madura. This research is a field study with a qualitative approach of case studies type in boarding school of An-Nuqayah Guluk-Guluk Sumenep Madura. The data collection is done by indepth interviews, as well as through observation and documentation. The data are analyzed in an interactive and comparative konsan. The results of this study are: first, the management of leadership behavior at the school of An-Nuqayah at Guluk Guluk-guluk Sumenep Madura from the first generation, the second, up to this recent generation, has the transformation (change) of leadership style, that is, from the individualism- charismatic to the collective-charismatic , and also from the charismatic-autocratic to the charismaticdemocratic; second, the organization's management systems in schools of An- Nuqayah at Guluk Guluk-guluk changes from the unstructured into the structured one. It changes into the models of the circle spider webs (webbed), that the goal is to tie the whole togetherness and cooperation in running the organization; and third, management decision-making in the school of An- Nuqayah at Guluk Guluk Sumenep Madura has changed from the unprogrammed decision into the Bahtsul Masa'il al- 'amma wa Al-tabayyun.

Page 6 of 13 | Total Record : 127