cover
Contact Name
Lalan Ramlan
Contact Email
lalan_ramlan@isbi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penerbitan@isbi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Seni Makalangan
ISSN : 23555033     EISSN : 27148920     DOI : -
Core Subject : Art,
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
ANIMO TERHADAP SENI PERTUNJUKAN NUSANTARA DI BELANDA: STUDI KASUS PADA PENCAK SILAT Riky Oktriyadi
Jurnal Seni Makalangan Vol. 12 No. 1 (2025): "Merawat Warisan" Nilai Tradisi dan Kontemporer
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berjudul Animo terhadap Seni Pertunjukan Nusantara di Belanda: Studi Kasus pada Pencak Silat merupakan penelitian yang mendeskripsikan bagaimana Pencak Silat dapat menjadi animo besar di Belanda. Kajian ini mendeskripsikan betapa besarnya kelompok-kelompok Pencak Silat di Belanda yang tergabung dalam satu federasi bernama Netherland Pencak Silat Federation (NPSF). Berdasarkan kacamata teoretis difusionisme, keberadaan Pencak Silat dan organisasi Pencak Silat di Belanda tidak hanya menunjukkan diplomasi budaya yang berkembang dengan baik dan berkelanjutan, melainkan juga menunjukan penyebarluasan seni dan nilai-nilai ketimuran yang menjadi daya tarik utama masyarakat Eropa, khususnya Belanda. Animo tersebut hidup dan terus berkembang lintas generasi, yang menandakan bahwa Pencak Silat sudah masuk pada ranah inkulturasi di Belanda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis melalui sudut-pandang teori difusionems, yang mana dengan pendekatan tersebut diharapkan tergambarkan kehidupan Pencak Silat di Belanda secara jelas yang hubungannya dengan sumber seni dari Indonesia.
STRATEGI PEMBELAJARAN TARI YA SAMAN UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA KELAS XII MA NURUL JANNAH KECAMATAN LEMBAK Salika Juniarti; Dedy Firmansyah; Silo Siswanto
Jurnal Seni Makalangan Vol. 12 No. 1 (2025): "Merawat Warisan" Nilai Tradisi dan Kontemporer
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi optimal dalam pembelajaran Tari Ya Saman untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas XII di MA Nurul Jannah Kecamatan Lembak. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang diterapkan meliputi metode demonstrasi, drill, kerja kelompok, simulasi pertunjukan, dan refleksi diri. Guru berperan sebagai fasilitator yang menciptakan suasana kelas yang mendukung, memberikan motivasi, serta melakukan pendekatan emosional. Siswa menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam aspek keberanian tampil, ekspresi diri, serta kerja sama kelompok. Lagu Ya Saman sebagai pengiring tari juga berperan penting menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan penuh semangat. Dengan strategi yang tepat, pembelajaran Tari Ya Saman terbukti efektif dalam membentuk karakter dan kepercayaan diri siswa.
RELASI ARTISTIK: INTEGRASI NILAI DAN ESTETIKA DALAM KARYA TARI KONTEMPORER “BERSILAT” Alfiyanto; Erwin Mardiansyah; Sauqi Rajo Al Dunyaa
Jurnal Seni Makalangan Vol. 12 No. 1 (2025): "Merawat Warisan" Nilai Tradisi dan Kontemporer
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencak Silat merupakan seni bela diri tradisional Indonesia yang tidak hanya menekankan pada aspek fisik, tetapi juga sarat akan nilai-nilai budaya dan moral. Sejak diakui sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO pada tahun 2019, Pencak Silat semakin dipandang sebagai bagian penting dari pendidikan karakter bangsa. Praktik pem-belajarannya, terutama di wilayah perkotaan dan institusi pendidikan seni, masih cenderung menekankan hafalan gerak dan bentuk jurus tanpa menggali makna filosofis dan nilai-nilai batiniah yang terkandung di dalamnya. Artikel ini membahas proses kreatif dalam penciptaan karya tari kontemporer berjudul “Bersilat” sebagai media edukasi yang mengintegrasikan unsur kepekaan raga, rasa, pikir, dan imajinasi. Karya ini dikembangkan bersama anak-anak dan remaja dari beberapa paguron di Kampung Ciganitri sebagai upaya menggali esensi Pencak Silat sebagai pendidikan jasmani, mental, dan spiritual. Dengan pendekatan artistik, penciptaan ini diharapkan mampu menumbuhkan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam Pencak Silat, serta memperkuat fungsi edukatif seni bela diri sebagai pembentuk karakter generasi muda.
PENTINGNYA PERAN TARI DALAM PERTUNJUKAN SENI BANGRENG PADA LAGU HAYAM NGUPUK Maylan Sofian; Otin Martini; Rizaldy Antya Ramadhan
Jurnal Seni Makalangan Vol. 12 No. 1 (2025): "Merawat Warisan" Nilai Tradisi dan Kontemporer
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hayam Ngupuk merupakan salah satu lagu Bangreng yang unik, pertama lagu tersebut memiliki nilai moral atau menyampaikan nasihat, kedua terdapat gerakan yang konsisten yang dilakukan oleh para penonton ketika menarikan lagu ini. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui seberapa penting peran tari dalam kesenian Bangreng khususnya pada lagu Hayam Ngupuk. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, melakukan penelitian lapangan dan melakukan analisis menggunakan metode kualitatif dengan cara mengumpulkan data dari masyarakat dan terlibat dalam pertunjukan Bangreng. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah beberapa teori budaya dan konteks sejarah; pelestarian dan perubahan, warisan dan identitas menjadi dasar penelitian ini. Maka pada penulisan ini ada beberapa pembahasan yang dilakukan yaitu peran tari dalam Kesenian Bangreng yang menjadi hal utama dalam pertunjukan meskipun tidak memiliki gerakan khusus, lagu-lagu yang muncul berdasarkan permintaan dari para penari, pola tabuhnya juga mengikuti gerakan penari.
TARI JAIPONGAN LEUNGITEUN KARYA GONDO DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION Bella Norvasita; Lalan Ramlan; Risa Nuriawati
Jurnal Seni Makalangan Vol. 12 No. 1 (2025): "Merawat Warisan" Nilai Tradisi dan Kontemporer
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Repertoar tari Jaipongan Leungiteun merupakan satu bentuk tarian yang diciptakan oleh Gondo, terinspirasi dari lingkungan alam sekitar yang bagi dirinya menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kerusakan lingkungan dan hasil dari apresiasinya terhadap tari tradisi serta modern. Oleh sebab itu, struktur tarinya memiliki kekhasannya tersendiri, yakni struktur koreografi; totogan, ngusik, tusuk bumi, siku stakato, etnik kreatif, struktur karawitan iringan tari; intro, dua wilet gancang, dua wilet lalamba (pencugan/ngalaga), irama merdeka (bebas wiletan), dua wilet gancang (pencugan tengah), keringan (interlude) dua wilet gancang (autro), dan busananya; kebaya hijau panjang, sinjang, celana beludru selutut, sabuk, bros, anting, kalung, dan gelang, hiasan kepala atau siger meliputi; bunga melati dan bunga mawar. Hal tersebut menjadi daya tarik bagi penulis untuk melakukan kegiatan penelitian yang difokuskan pada permasalahan kreativitas Gondo dalam penciptaan tari Jaipongan Leungiteun. Untuk menjawab permasalahan ini, digunakan pendekatan konsep pemikiran 4P Rhodes dengan metode kualitatif yang dilengkapi dengan langkah-langkah meliputi: studi pustaka, observasi, wawancara, analisis data. Adapun hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah keempat komponen; person, proses, press, product terjalin saling berkaitan (bersinergi) dalam mewujudkan sebuah bentuk karya tari Jaipongan yang oleh Gondo diberi judul “Leungiteun”. Gondo sebagai seorang kreator yang produktif dalam menjalankan aktivitasnya tetap memerlukan dorongan baik secara intrinsik maupun ekstrinsik, sehingga proses kreatifnya dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakannya.
TARI PIRING DALAM KESENIAN RANDAI DI SANGGAR PALITO NYALO KOTA PADANG SUMATERA BARAT Tusakdiah, Julia Halimah; Turyati, Turyati
Jurnal Seni Makalangan Vol. 10 No. 1 (2023): "Menguak Seni Tradisi Di Era Globalisasi"
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/mklng.v10i1.2702

Abstract

Tulisan ini membahas tentang Tari Piring dalam Kesenian Randai di Sanggar Palito Nyalo. Tari Piring merupakan tarian yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat yang diajarkan dan dipopulerkan oleh Sanggar Palito Nyalo. Sanggar tersebut terkenal dengan Kesenian Randainya, dan sudah diperlombakan serta ditampilkan di banyak festival ataupun perlombaan-perlombaan seni, baik yang diadakan di Kota Padang maupun di daerah lainnya di Sumatera Barat. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan struktur Tari Piring dengan menggunakan landasan teori struktur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Pada operasionalnya, metode ini menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: studi lapangan (observasi, wawancara, studi dokumentasi) dan studi pustaka. Diketahui bahwa bentuk penyajian dari tarian tersebut berupa Tari Berpasangan, dengan nama-nama gerak yaitu Salam, Ma-amba, Pilin, Rantak Sewah, Angka delapan, dan Ayun. Alat musik yang digunakan ialah Talempong Pacik, Gandang, Pupuik Batang Padi, Sarunai. Busananya terdiri atas Baju Taluak Balango, Celana Galembong, Sisampiang, Destar (Desta), dan Ikat Pinggang. Tarian ini menggambarkan masyarakat Pauh yang tengah bertani seperti mencangkul, memanen, mengeringkan dan sebagainya, serta menggambarkan rasa syukur masyarakat kepada Dewi Padi. ABSTRACT THE PLATE DANCE IN RANDAI ART AT THE PALITO NYALO STUDIO, PADANG CITY, WEST SUMATRA. June 2023. This paper discusses Tari Piring in Randai Arts at the Palito Nyalo Studio. Tari Piring (Plate Dance) is a dance originated from Minangkabau, West Sumatra. Tari Piring in the Randai Arts is taught and popularized by the Palito Nyalo Studio. This Studio is famous for its Randai Art, and it has been contested and performed in many art festivals or competitions, both held in the city of Padang, West Sumatra, and other areas. The purpose of this study is to describe the structure of Tari Piring in Randai Arts at the Palito Nyalo Studio, using the structural theoretical basis by Iyus Rusliana. This study uses a qualitative research method with a descriptive analysis approach. In its implementation, this method uses the following steps: field studies (observations, interviews, documentation studies) and literature study. The results obtained from this study are that the form of presentation of this dance is in pairs, with the names of the movements are Salam, Ma-amba, Pilin, Rantak Sewah, Angka 8, and Ayun. The musical instruments used in this dance are Talempong Pacik, Gandang, Pupuik Batang Padi, Sarunai. Meanwhile, the costume are Taluak Balango shirt, Galembong pants, Sisampiang, Destar (Desta), belt. This dance depicts the Pauh community as farming such as hoeing, harvesting, drying and so on, as well as depicts the people's gratitude to the Goddess of Rice. Keywords: Tari Piring, Art, Palito Nyalo Studio.
EKSISTENSI KESENIAN PENCAK SILAT BANDRONG DI PADEPOKAN SAMPURNANING JAYA BOJONEGARA, SERANG-BANTEN Muttaqin, Divia Agustiani; Permanasari, Alis Triena; Lestari, Dwi Junianti; Rizal, Syamsul
Jurnal Seni Makalangan Vol. 10 No. 1 (2023): "Menguak Seni Tradisi Di Era Globalisasi"
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/mklng.v10i1.2703

Abstract

Kehadiran kesenian dalam kehidupan masyrakat dapat berupa hiburan, upacara adat maupun acara lain seperti hajatan dan sebagainya. Seriing dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, kesenian dan kebudayaan selalu mengalami perubahan dari masa ke masa. Hal tersebut terjadi dalam rangka penyesuaian dengan perkembangan tata kehidupan masyrakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Eksistensi Kesenian Pencak Silat Bandrong di Padepokan Sampurnaning Jaya, Bojonegara, Serang, Banten yang meliputi sejarah, perkembangan dan faktor-faktor yang mendukung eksistensi kesenian pencak silat Bandrong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Subjek penelitian adalah anggota atau pelaku kesenian Pencak Silat Bandrong di Padepokan Sampurnaning Jaya, tokoh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Serang. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian Eksistensi kesenian Padepokan Sampurnaning Jaya dipengaruhi oleh tiga unsur eksistensi yaitu: kelahiran karya seni, prestasi serta promosi yang dilakukan. ABSTRACT THE EXISTENCE OF BANDRONG PENCAK SILAT ARTS AT PADEPOKAN SAMPURNANING JAYA BOJONEGARA, SERANG-BANTEN, June 2023. The presence of art in people's lives can be in the form of entertainment, traditional ceremonies and other events such as celebrations and so on. Along with the development of technology and science, art and culture are always changing from time to time. This happens in the context of adjustment to the development of community life. This study aims to describe the existence of Bandrong Pencak Silat art in Padepokan Sampurnaning Jaya, Bojonegara, Serang, Banten which includes history, development and factors that support the existence of Bandrong Pencak Silat art. The object of this research is Bandrong Pencak Silat Art in Padepokan Sampurnaning Jaya, Bojonegara, Serang, Banten. This research uses descriptive qualitative. The research subjects were members or performers of the Bandrong Pencak Silat arts in Padepokan Sampurnaning Jaya, community leaders and the Serang Regency Government. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. Data analysis used data reduction, data description and conclusion drawing. The validity of the data was obtained by using the source triangulation technique. The results of the study the existence of Padepokan Sampurnaning Jaya art is influenced by three elements of existence, namely: the birth of the work of art, achievements and promotions carried out. Keywords: Existence, Bandrong Pencak Silat Art, Padepokan Sampurnaning Jaya.
TARI TOPENG TUMENGGUNG BARANGAN DI SANGGAR SENI PANGGELAR BUDHI Rosnia, Intan; Hidayat, Lina Marliana
Jurnal Seni Makalangan Vol. 10 No. 1 (2023): "Menguak Seni Tradisi Di Era Globalisasi"
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/mklng.v10i1.2704

Abstract

Keberadaan Tari Topeng Tumenggung Barangan di Sanggar Seni Panggelar Budhi pimpinan Mbah Karta tentunya penting untuk dikaji. Hal tersebut dikarenakan oleh beberapa permasalahan, yaitu struktur Tari Topeng Tumenggung Barangan berbeda dengan topeng Tumenggung lainnya, karena di dalamnya tidak memiliki Dodoan, namun hanya menampilkan bagian Rancagan dan Munggah Terusan. Tari Topeng Tumenggung dianggap memiliki kekhasan tersendiri di antara wanda lainnya yang dapat terlihat dari segi busana serta alat pengiringnya. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kejelasan mengenai struktur Tari Topeng Tumenggung Barangan. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan konsep pemikiran bersifat teoritis dari Iyus Rusliana dengan metode deskriptif analisis melalui tahap penggalian data berupa studi lapangan dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian, struktur Tari Topeng Tumenggung Barangan dibentuk oleh dua elemen pokok yaitu “Isi Tari” yang mencakup tentang latar belakang cerita, gambaran dan tema, nama atau judul tarian, karakter tari serta unsur filosofisnya dan “Bentuk Tari” yang meliputi bentuk penyajian, koreografi, karawitan dan pedalangan, rias dan busana, properti dan yang berkaitan dengan tata pentas. ABSTRACT TUMENGGUNG BARANGAN MASK DANCE AT THE PANGGELAR BUDHI ART STUDIO, June 2023. The existence of the Barangan Tumenggung Mask Dance at Panggelar Budhi Art Studio led by Mbah Karta is certainly important to study. This is due to several problems, namely the structure of the Barangan Tumenggung Mask Dance is different from the other Tumenggung dances, because it does not have a Dodoan, but only performs Rancagan and Munggah Terusan. The Tumenggung Mask Dance is considered to have its own uniqueness among other wanda which can be seen in terms of the costume and musical accompaniment. In addition, Tumenggung Mask Dance is an inspiration source of dances in Priangan and has never been studied before. Based on these problems, the purpose of this research is to have an explanation on the structure of Barangan Tumenggung Mask Dance. This qualitative research uses a theoretical framework of Iyus Rusliana with a descriptive analysis method through the steps of collecting data in the field and literature studies. Based on the results of the research, the structure of Barangan Tumenggung Mask Dance is formed of two main elements, namely "Dance Content" which includes the background of the story, description and theme, name or title of the dance, character and its philosophical elements, and "Dance Form" which includes the form of performance, choreography, music (karawitan) and puppetry (pedalangan), make-up and costume, properties and those related to stage design. Keywords: Barangan Tumenggung Mask Dance, Panggelar Budhi Studio, Dance Structure.
PENCAK SILAT SEBAGAI MEDIA BELA DIRI BAGI PESINDEN ERA 70-AN Tila, Rita
Jurnal Seni Makalangan Vol. 10 No. 1 (2023): "Menguak Seni Tradisi Di Era Globalisasi"
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/mklng.v10i1.2705

Abstract

Pencak Silat merupakan bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia yang berkembang sejak berabad-abad yang lalu. Objek material dari penelitian ini adalah Pencak Silat dan objek formalnya adalah fenomena Pencak Silat sebagai seni dan media beladiri bagi pesinden era 70-an. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi Pencak Silat yang berperan sebgai seni dan juga media bela diri bagi pesinden era 70-an. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan historis faktual. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik analisis sintesis dan interpretasi terhadap data yang ditemukan dari berbagai literature dan hasil wawancara. Kesimpulannya, Pencak Silat hadir sebagai kesenian dibuktikan melalui beberapa tarian seperti dalam kesenian Ketuk Tilu yang mengadaptasi dari jurus-jurus Pencak Silat sebagai bentuk tarian. Ditemukan pula fakta, bahwa di daerah Sukabumi terdapat pesinden yang mahir Pencak Silat. Hal itu cukup menjadi alasan mengapa Ronggéng harus belajar Pencak Silat selain sebagai pertunjukan seni juga sebagai perlindungan diri. ABSTRACT PENCAK SILAT AS A SELF-DEFENSE MEDIA FOR SINGERS IN THE 70S ERA, June 2023. Pencak Silat is part of the culture from the Indonesian which has developed centuries ago. The material object of this research is Pencak Silat and the formal object is the phenomenon of Pencak Silat as an art and a medium of self-defence for singers in the 70s era. This study aims to describe the existence of Pencak Silat which acts as an art and also a medium of self-defense for singers in the 70s era. The method used in this study is qualitative with a factual historical approach. The data collection technique used is the technique of analysis, synthesis and interpretation of the data found from various literature and interview results. In conclusion, Pencak Silat exists as an art form, proven through several dances, such as Ketuk Tilu, which adapts the moves of Pencak Silat as a form of dance. It was also found that in the Sukabumi area there are singers who are proficient in Pencak Silat. That was enough reason why Roggéng or singer had to learn Pencak Silat not only as performance but also as self-protection. Keywords: Pencak Silat, Dance, Self Defense, Singer.
ANISYCHOS KARYA PENCIPTAAN TARI KONTEMPORER Mirazqi, Anisa Zulva; Suherman, Desya Noviansya
Jurnal Seni Makalangan Vol. 10 No. 1 (2023): "Menguak Seni Tradisi Di Era Globalisasi"
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/mklng.v10i1.2706

Abstract

Karya penciptaan tari dengan judul “ANISHYCOS” merupakan karya tari inovasi baru yang berangkat dari fenomena-fenomena sebuah sekte satanik yang marak terjadi di dunia. Karya ini menonjolkan sebuah proses kelabilan anak muda, yang rentan terkena ajakan-ajakan menyesatkan, karena fase remaja masih banyak yang belum memiliki pedoman keagamaan. Karya tari “ANISHYCOS” diangkat melalui sebuah karya tari kontemporer bertipe dramatik dengan konsep tari kelompok. Pada karya ini digarap dalam empat tahapan yaitu, eksplorasi, improvisasi, evaluasi dan pembentukan, kemudian hasil yang diperoleh karya tari ini mewujudkan ekspresi yang ingin disampaikan menurut tafsir penulis. ABSTRACT ANISYCHOS THE CREATION OF CONTEMPORARY DANCE, June 2023. The creation of dance work entitled "ANISHYCOS" is a new innovative dance work that comes from the phenomena of a satanic sect that are rife in the world. This work highlights the process of youth instability, which is vulnerable to misleading invitations, because many adolescents do not have religious guidelines. The dance work "ANISHYCOS" is elevated through a contemporary dance work of a dramatic type with the concept of group dance. This dance is worked on in four stages of the process of working method, namely: exploration, improvisation, evaluation, and formation, then the results obtained of this dance work embody the expression to be conveyed on the author's interpretation. Keywords: Anishycos, Satanic, Adolescents.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): "Ruang Kreatif Mencipta Tari" Vol. 12 No. 1 (2025): "Merawat Warisan" Nilai Tradisi dan Kontemporer Vol. 11 No. 2 (2024): "Fenomenologi Tari Berbasis Tradisi dan Kontemporer" Vol. 11 No. 1 (2024): "Menggali Akar, Mencipta Ragam Rupa Kinestetika" Vol 11, No 1 (2024): "Menggali Akar, Mencipta Ragam Rupa Kinestetika" Vol. 10 No. 2 (2023): "Tari Dalam Genggaman Tradisi" Vol 10, No 2 (2023): "Tari Dalam Genggaman Tradisi" Vol 10, No 1 (2023): "Menguak Seni Tradisi Di Era Globalisasi" Vol. 10 No. 1 (2023): "Menguak Seni Tradisi Di Era Globalisasi" Vol 9, No 2 (2022): "Dimensi Kreativitas Ketubuhan Penari Sunda" Vol 9, No 1 (2022): "Menggali Inspirasi Dari Tradisi" Vol 8, No 2 (2021): "Tari Di Ruang Virtual" Vol 8, No 1 (2021): "GERAK TUBUH TARI MENGALIR MENCIPTA ASA DAN CITA" Vol 7, No 2 (2020): “Gemulai Gerak Ketubuh Tradisi Mencipta Enerji Dinamis Tari Kreasi” Vol 7, No 1 (2020): "GELIAT TARI DI BUMI TRADISI" Vol 6, No 2 (2019): "Menjaga Asa Merajut Cita" Vol 6, No 1 (2019): "Menari dengan Hati-Menandak dengan Rasa" Vol 5, No 2 (2018): "Mengupas Kreativitas, Menumbuhkan Sensitivitas" Vol 5, No 1 (2018): "Jari Jemari Membuai Emosi" Vol 4, No 1 (2017): "Spirit Tubuh Tanpa Batas" Vol 3, No 2 (2016): "Menelisik Tradisi Mengais Kreasi" Vol 3, No 1 (2016): "Membumikan Tradisi Menumbuhkan Kreasi" Vol 2, No 2 (2015): "Wayang Bayang-bayang Kehidupan" Vol 1, No 2 (2014): "Membumikan Tradisi Meraih Inspirasi" Vol 1, No 1 (2014): "Menggali Potensi Berbagai Tradisi Kreatif" More Issue