cover
Contact Name
Lalan Ramlan
Contact Email
lalan_ramlan@isbi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penerbitan@isbi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Seni Makalangan
ISSN : 23555033     EISSN : 27148920     DOI : -
Core Subject : Art,
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
DINAMIKA PERTUNJUKAN TARI TOPENG BEBARANG (1970-2022) Nurasih, Nunung; Rochmat, Nur
Jurnal Seni Makalangan Vol 10, No 2 (2023): "Tari Dalam Genggaman Tradisi"
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/mklng.v10i2.3398

Abstract

ABSTRAK Bebarang adalah pertunjukan Tari Topeng Cirebon yang dilakukan secara berkeliling dari desa ke desa di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Rombongan Tari Topeng biasanya berkeliling sambil membawa segala perlengkapannya untuk menampilkan pertunjukan Tari Topeng di tempat-tempat umum seperti di pekarangan rumah, di lapangan terbuka, di pasar dan sebagainya. Permasalahan yang diangkat dalam tulisan ini adalah bagaimana dinamika pertunjukan Bebarang pada Tari Topeng Cirebon sejak tahun 1970 sampai dengan tahun 2022. Dalam upaya mengungkap dinamika pertunjukan Bebarang sejak tahun 1970 hingga 2022 ini digunakan metode sejarah yang meliputi empat tahapan kerja, yaitu: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan multi disiplin sebagai ilmu bantu dalam sejarah, di antaranya sosiologi dan budaya. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Social Contract yang dikemukakan oleh James R. Brandon. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika pertunjukan Bebarang pada Tari Topeng Cirebon sangat tergantung pada dukungan pemerintah serta masyarakat penyangganya. Kata Kunci: Tari Topeng Cirebon, Bebarang. ABSTRACT THE DYNAMIC OF BEBARANG MASK DANCE PERFORMANCE (1970-2022), DECEMBER 2023. Bebarang is one of Cirebon Mask Dance performances which is carried out from village to village in Cirebon area and its surroundings. The Mask Dance groups usually go around villages carrying all the equipment to have Mask Dance performances in public places such as in house yards, in open fields, in markets and so on. The issue to be investigated in this paper is the dynamics of Bebarang performance in Cirebon Mask Dance from 1970 to 2022. In the effort to reveal this issue, the historical method is used which includes four stages of work, namely: heuristics, criticism, interpretation, and historiography. This research also uses a multi-disciplinary approach as an auxiliary science in history, including sociology and culture. The theoretical basis used in this research is the "Social Contract" theory stated by James R. Brandon. The result of this research shows that the dynamic of Bebarang performance in Cirebon Mask Dance highly depends on the support of the government and the community. Keywords: Cirebon Mask Dance, Bebarang.
PROSES KREATIF KOREOGRAFER I NYOMAN CATRA Kunti Aryan, Ni Nyoman Ayu
Jurnal Seni Makalangan Vol 10, No 2 (2023): "Tari Dalam Genggaman Tradisi"
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/mklng.v10i2.3393

Abstract

ABSTRAK I Nyoman Catra adalah seniman multilatenta, yang juga seorang koreografer dengan karyanya yang apik. Beliau merupakan dosen ISI Denpasar yang telah purna tugas, namun tidak berhenti berkarya. Pengalamannya dalam mencipta tari, serta pengalaman hidupnya dalam menempuh pendidikan seni hingga ke luar negeri, menjadikannya sebagai salah satu seniman hebat yang patut dicontoh. Setiap koreografer memiliki cara tersendiri dalam menciptakan karya tari, yang merupakan perpaduan dari teori serta pengalaman berkesenian yang telah dilaluinya. Demikian halnya dengan I Nyoman Catra yang memiliki cara tersendiri dalam mencipta tari yang tentunya sangat berharga untuk dibagikan, khususnya kepada para koreografer muda sebagai sebuah motivasi, inspirasi, serta memperkaya ragam metode dalam mencipta tari. Penelitian studi tokoh ini bertujuan untuk mengungkap proses kreatif I Nyoman Catra dalam menciptakan sebuah karya tari. Adapun metode yang digunakan dalam pengumpulan data yakni dengan wawancara dan studi literatur. Hasil dari penelitian ini adalah tahap penciptaan seni yang dilalui Nyoman Catra yakni dengan menentukan ide, konsep (sistem web, atau sistem kipas), newasin/nuasen, eksperimen-pembentukan-penghalusan, dan pentas. Kata Kunci: Proses Kreatif, Koreografer, I Nyoman Catra. ABSTRACT THE CREATIVE PROCESS OF CHOREOGRAPHER I NYOMAN CATRA, DECEMBER 2023. I Nyoman Catra is a multitalented artist who is also an accomplished choreographer. He is a retired lecturer at ISI Denpasar who has continued to work. His expertise in choreographing dance and his life experience studying art overseas drive him one of the great artists to emulate. Each choreographer has their method for developing dance works, combining theory and artistic experience he has undergone. Similarly, I Nyoman Catra has a strategy for creating dance works that is extremely valuable to share, particularly with young choreographers, as a source of motivation, inspiration, and a means of enriching the various methods for creating dance. This figure study research aims to demonstrate I Nyoman Catras creative process in developing a dance work. The data has been collected using interviews and literature reviews. The findings of this study are the stages of art creation that Nyoman Catra underwent, including determining ideas, conceptions (Web Sistem or Kipas Sistem), newasin/nuasen, experiments-shaping-refining, and performances. Keywords: Creative Process, Choreographer, I Nyoman Catra.
IBING GAPLEK TEPAK JAIPONG NAEK GOYANG KARAWANG PADA TOPENG BANJET SEKARWATI BASKOM GROUP Dadang, Dadang; Nuriawati, Risa
Jurnal Seni Makalangan Vol 11, No 1 (2024): "Menggali Akar, Mencipta Ragam Rupa Kinestetika"
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/mklng.v11i1.3409

Abstract

ABSTRAK Ibing Gaplek Tepak Jaipong Naek Goyang Karawang adalah sebuah tarian yang ada pada kesenian Topeng Banjet Baskom. Tarian ini disajikan oleh tiga penari atau tarian rampak. Ibing Gaplek ini diciptakan untuk menggambarkan seorang ronggeng pada saat memberi kode melalui gerakan atau geolan kepada para kaum laki-laki yang ingin menari bersama. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis melaui langkah-langkah penelitian meliputi; studi pustaka, studi lapangan meliputi; wawancara, observasi, dokumentasi, dan analisis data. Untuk menguraikan permasalahan penelitian tersebut, maka penulis menggunakan landasan konsep pemikiran mengenai struktur tari yang dikemukakan oleh Iyus Rusliana. Hasil dari penelitian ini merupakan deskriptif mengenai bentuk meliputi; penyajian, koreografi, karawitan, rias busana, properti, dan setting panggung. Berkaitan dengan Isi antara lain; latar belakang cerita, gambaran dan tema, nama atau judul tarian, karakter dan unsur filosofi. Adapun temuan ciri khas dari gerakan Ibing Gaplek yaitu; geol kanan kiri, geol gibrig, dan geol handap ajul gedang. Kata Kunci: Topeng Banjet Baskom, Struktur Tari, Ibing Gaplek, Tepak Jaipong Naek Goyang Karawang. ABSTRACT IBING GAPLEK TEPAK JAIPONG NAEK GOYANG KARAWANG ON THE BANJET MASK OF SEKARWATI BASKOM GROUP, JUNE 2024. Ibing Gaplek Tepak Jaipong Naek Goyang Karawang is a dance that exists in the Baskom Banjet Mask dance. The dance is presented by three dancers or called as rampak dance. This Ibing Gaplek was created to depict a ronggeng when giving codes through movement or geolan to the men who wish to dance together. The research uses a qualitative method with a descriptive analysis approach through research phases namely; literature study, field studies including; interviews, observation, documentation, and data analysis. To describe the research problem, the writer uses the basic concept of dance structure by Iyus Rusliana. The result of this study is a description on a dance form including: presentation, choreography, karawitan (music), fashion make-up, properties, and stage setting. Meanwhile related to the contents, among others; story background, description and theme, dance name or title, character and philosopichal elements. The findings of the characteristic of the Ibing Gaplek movements are: right and left geol, geol gibrig and geol handap ajul gedang. Keywords: Baskom Banjet Mask, Dance Structure, Ibing Gaplek, Tepak Jaipong Naek Goyang Karawang.
PROSES KREATIF TARI KONTEMPORER SEBAGAI MEDIA EDUKASI ANAK DI LUAR PENDIDIKAN FORMAL Alfiyanto, Alfiyanto
Jurnal Seni Makalangan Vol 11, No 1 (2024): "Menggali Akar, Mencipta Ragam Rupa Kinestetika"
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/mklng.v11i1.3404

Abstract

ABSTRAK Proses kreatif penciptaan tari kontemporer memiliki peluang untuk menjadi media edukasi di luar pendidikan formal untuk anak-anak. Merealisasikan hal tersebut perlu sebuah data dan uji coba untuk menentukan instrument yang digunakan. Pengumpulan data dilakukan melalui sebuah riset berbasis praktik dan praktik berbasis riset (practice based research, research based practice). Metode Literasi Tubuh dan proses kreatif tari kontemporer dijadikan sebagi instrument untuk menggali kepekaan raga, rasa, pikir, dan imajinasi anak-anak melalui pendekatan seni. Literasi Tubuh menjadi metode untuk menggiring anak-anak ke ranah proses kreatif tari kontemporer. Tari kontemporer sebagai ruang tempat aktualisasi dan mempertajam hasil dari pelatihan Literasi Tubuh. Proses Kreatif tari kontemporer memberikan peluang yang cukup terbuka untuk anak-anak berekspresi, eksplorasi, improvisasi, dan berkreasi. Proses panjang yang dilakukan secara rutin ini akan menciptakan habit baru pada anak-anak, yaitu mental kreatif, percaya diri, meningkatnya daya empati, serta berani menyatakan. Proses tersebut tidak hanya bermanfaat dalam bidang artistik tapi juga memiliki nilai edukasi yang bermanfaat dalam kehidupan mereka saat ini dan ke depannya. Kata Kunci: Media Edukasi, Literasi Tubuh, Tari Kontemporer Anak. ABSTRACT THE CREATIVE PROCESS OF CONTEMPORARY DANCE AS A MEDIUM FOR CHILDRENS EDUCATION OUTSIDE OF THE FORMAL EDUCATION. The creative process of creating contemporary dance could become an educational medium outside of the formal education for children. It requires data and trials to determine the instrument to be used in order to realize this. Data collection was carried out through practice based research and, research based practice. The Body Literacy method and the creative process of contemporary dance are used to explore the sensitivity of children's body, feel, thought and imagination through an artistic approach. Body Literacy is a method for bringing children into the contemporary dance creative process. Contemporary dance is a space for actualizing and sharpening Body Literacy training results. The creative process of contemporary dance provides open opportunities for children to express, explore, improvise, and create. This lengthy process that is carried out continuesly will create new habits for children, namely creative mentality, self-confidence, increasingly empathy, and the courage to express. This process is not only valuable for the artistic field but also having educational values that is beneficial in their present and future life. Keywords: Educational Media, Body Literacy, Children's Contemporary Dance.
PENGEMASAN TARI KUDA KEPANG DI SANGGAR GENTA SENTRAMAS Subayono, Subayono
Jurnal Seni Makalangan Vol 10, No 2 (2023): "Tari Dalam Genggaman Tradisi"
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/mklng.v10i2.3399

Abstract

ABSTRAK Sanggar Genta Sentramas merupakan salah satu sanggar tari Jawa yang berkembang di Kota Bandung Jawa Barat, dan satu satunya Sanggar yang sudah memiliki Akte Notaris. Akan tetapi sanggar ini belum mempunyai tenaga atau SDM yang mumpuni sehingga sangat sulit ketika mengadakan pertunjukan. Pada saat mengadakan pertunjukan, sanggar ini masih menggunakan metode lama dengan durasi yang cukup panjang hingga berjam jam dan tampak sangat membosankan. Pada kesempatan PKM kali ini program yang peneliti tawarkan adalah pelatihan rias dan pengemasan tari Kuda Kepang. Hal ini berawal ketika peneliti diundang untuk melihat pertunjukan. Ada dua point yang harus dibenahi pada sanggar ini, yaitu bagaimana membuat sebuah pertunjukan padat yang memikat dan disertai dengan rias yang dapat mengubah wajah yang jelek menjadi cantik, dan yang cantik semakin tambah cantik, sehingga ketika pertunjukan dapat hasil yang maksimal. Dalam PKM ini, peneliti melibatkan salah satu mahasiswa ISBI Bandung untuk diajak berolah rasa, pikir dan olah kreatifitas. Pengabdian Kepada Masyarakat di Sanggar Genta Sentramas ini dijadwalkan latihan seminggu 2 kali. Hal ini dilakukan karena peserta sanggar banyak yang mempunyai pekerjaan, diantaranya: Ojek online, penjual gorengan, dan pengusaha Rumah Makan, sehingga mereka perlu membagi waktu. Adapun sasaran dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk menampilkan hasil PKM pada acara acara antar komunitas dan event event penting di Bandung dengan bentuk panggung proscenium maupun dipentaskan di alam terbuka atau out door. Kata Kunci: Rias, Pengemasan tari, Sanggar Genta Sentramas. ABSTRACT PACKAGING OF KUDA KEPANG DANCE IN GENTA SENTRAMAS STUDIO, DECEMBER 2023. Genta Sentramas Studio is one of the Javanese dance studios developing in Bandung West Java, and the only studio which has a Notarial Certificate. However, this studio does not have qualified personnel or human resources, so it is very difficult to hold performances. When holding a performance, this studio still uses the old method with a long duration of up to hours and looks boring. On this Community Service program, the researcher offered training program in the make-up and packaging of Kuda Kepang dance. This started when the researcher was invited to watch a performance. There are two points that must be addressed in this studio, namely how to create a solid performance that is attractive and accompanied with make-up that can change an ugly face into a beautiful one, and a beautiful one becomes even more beautiful, so that during the performance they can get maximum results. In this activity, the researcher involved one of the ISBI Bandung students to participate in practicing, thinking and creativity feelings. The Community Service activity at Genta Sentramas Studio is scheduled for doing practice twice a week. This is conducted since there are many studio participants having their own jobs, including: online motor bikers, fried food sellers, and restaurant entrepreneurs, so they need to arrange their time. The target of this Community Service program is to perform the results at inter-community agendas and important events in Bandung in the form of a proscenium stage or in the open or out door stages. Keywords: Make-up, dance packaging, Genta Sentramas Studio.
KREATIVITAS PAUL KUSARDY DALAM MENCIPTAKAN TARI PEMETIK TEH Faadhilah, Ghina Alya; Sumiati, Lilis
Jurnal Seni Makalangan Vol 10, No 2 (2023): "Tari Dalam Genggaman Tradisi"
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/mklng.v10i2.3394

Abstract

ABSTRAK Tari Pemetik Teh termasuk ke dalam genre tari kreasi baru yang diciptakan Paul Kusardy pada tahun 1961 di Sanggar Viatikara Kota Bandung. Paul merupakan sosok seniman yang memiliki daya kreativitas tinggi dan merefleksikan kepribadian Indonesia yang memiliki keberagaman etnis dan suku bangsa dalam karya tarinya. Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui secara rinci gagasan kreativitas Paul Kusardy dalam menciptakan Tari Pemetik Teh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan teori kreativitas 4P Rhodes meliputi pribadi, proses, pendorong, dan produk. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan Paul Kusardy sebagai sosok yang berhasil mengembangkan gagasan kreativitas dengan melewati seluruh proses dan dorongan dalam mencipta tari, sehingga menghasilkan karya tari kreasi baru yang diterima masyarakat. Kata Kunci: Tari Pemetik Teh, Kreasi Baru, Kreativitas, Paul Kusardy. ABSTRACT THE CREATIVITY OF PAUL KUSARDY IN CREATING TEA PICKER DANCE, DECEMBER 2023. Tea Picker Dance is one of new creation dances created by Paul Kusardy in 1961 at Viatikara Studio Bandung. Paul is an artist who has high creativity and reflects the personality of Indonesia which has ethnic diversity in his dance works. The aim of the research is to get detail finding of Paul Kusardy's creative ideas in creating the Tea Picker Dance. This study uses qualitative research methods with the 4Ps Rhodes' creativity theory approach, including person, process, press, and product. Data collection procedure was carried out through three stages, namely observation, interviews and documentation. The result of this study shows that Paul Kusardy has succeeded in developing creative ideas through the entire process and encouragement in creating dance, resulting in new creation dance which is accepted by the society. Keywords: Tea Picker Dance, New Creation, Creativity, Paul Kusardy.
IBING KALANGENAN DI KALANGAN KAUM SOMAH DALAM TAYUB BALANDONGAN Jatnika, Asep; Hadi, Sopian
Jurnal Seni Makalangan Vol 11, No 1 (2024): "Menggali Akar, Mencipta Ragam Rupa Kinestetika"
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/mklng.v11i1.3410

Abstract

ABSTRAK Tayub balandongan sebagai ibing kalangenan yang menjadi ikon daerah Situraja Sumedang Jawa Barat. Ada dua jenis ibing tayub, diantaranya tayub menak dikenal dengan istilah tayub pendopo dan tayub somah atau tayub liar dengan istilah tayub balandongan. Tayub menak penarinya merupakan para bangsawan karena ada suatu keharusan sebagai salah satu syarat untuk menjadi seorang bangsawan yaitu terampil ibing tayub, karena tampil menari dalam peristiwa tayuban sebagai identitas sosial bagi menak. Sedangkan tayub balandongan pelakunya merupakan masyarakat biasa yang dikenal kaum somah yang meniru kebiasaan menak. Mereka memiliki anggapan bahwa bangsawan atau menak merupakan panutan bagi masyarakat sehingga pola perilaku dan kebiasannya harus ditiru, salah satunya yaitu ngibing dengan ronggeng di Balandongan. Balandongan merupakan arena pertunjukan tayuban yang letaknya di luar gedung (out door), dan peran ronggeng dalam peristiwa tayuban mempunyai daya pikat yang luar biasa sebagai roh dalam pertunjukan ibing tayub balandongan. Kata Kunci: Ibing Tayub Balandongan, Kalangenan, Ronggeng. ABSTRACT IBING KALANGENAN IN THE SOMAH IN TAYUB BALANDONGAN, JUNE 2024. Tayub Balandongan as Ibing Kalangenan which becomes the icon of Situraja Sumedang West Java. There are two types of Ibing Tayub, namely Tayub Menak known as Tayub Pendopo and Tayub Somah or Tayub Liar called as Tayub Balandongan. The dancers of Tayub Menak are noblemen because there is a necessity as one of the requirements to become noblemen, they must be skilled at Ibing Tayub, because it appeared that dancing in the Tayuban event as a social identity for Menak. Whereas in Tayub Balandongan the performers are ordinary people known as the Somah who imitate the habits of the Menak. They have assumption that nobles or Menak are role models for the community so their pattern of behavior and habits must be imitated, one of which is ngibing with ronggeng in Balandongan. Balandongan is a Tayuban performance arena which is located outside the building (out door), and the role of ronggeng in Tayuban event has an extraordinary allure as a spirit in the performance of Ibing Tayub Balandongan. Keywords: Ibing Tayub Balandongan, Kalangenan, Ronggeng.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA TARI RATOH JAROE DI TK ISLAM AL MUHAJIR (Penerapan Seni Tari dalam Pengetahuan, Perasaan dan Tindakan) Otin Martini; Ai Mulyani; Devika Aulia Dwita Putri
Jurnal Seni Makalangan Vol. 11 No. 2 (2024): "Fenomenologi Tari Berbasis Tradisi dan Kontemporer"
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan pendidikan karakter di TK Islam Al Muhajir salah satunya melalui pembelajaran tari Ratoh Jaroe. Permasalahan yang dihadapi jika pendidikan karakter anak tidak dipersiapkan dari usia dini, dampaknya ke depan mengkhawatirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi pendidikan karakter anak di TK Islam Al Muhajir yang diterapkan melalui pembelajaran tari Ratoh Jaroe seperti gerakan, stuktur tari, busana, makna, musik, syair yang dibawakan dalam menari. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Teori pendidikan karakter yang digunakan mengacu pada aspek Pengetahuan (Moral Knowing), Perasaan (Moral Feeling), dan Tindakan (Moral Action). Hasil penelitian ini adanya implementasi pendidikan karakter yang optimal melalui pembelajaran tari Ratoh Jaroe sehingga perubahan perilaku anak lebih terbentuk ke arah yang lebih baik dalam melestarikan nilai-nilai budaya, menanamkan nilai-nilai pendidikan dan nilai-nilai moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Pengetahuan, Perasaan, Tindakan, Tari Ratoh Jaroe. ABSTRACTTHE IMPLEMENTATION OF CHARACTER EDUCATION ON RATOH JAROE DANCE IN AL MUHAJIR ISLAMIC KINDERGARTEN (THE APPLICATION OF DANCE ART IN KNOWLEDGE, FEELING, AND ACTION), DECEMBER 2024. One of the applications of character education in Al Muhajir Islamic Kindergarten is through learning Ratoh Jaroe dance. The problem faced when children's character education is not prepared from their early age, the impact in the future will be worrying. This research aims to find out how children's character education is implemented in Al Muhajir Islamic Kindergarten which is applied through Ratoh Jaroe dance learning such as movements, dance structures, costume, meaning, music, and poetry performed in dancing. The research uses qualitative method with a descriptive analysis approach. The character education theory which is used refers to the aspects of Knowledge (Moral Knowing), Feelings (Moral Feeling), and Action (Moral Action). The result of this research is the implementation of optimal character education through learning Ratoh Jaroe dance so that changes in children's behavior are formed in a better direction in preserving cultural values, instilling educational values and moral values that can be applied in daily life. Keywords: Character Education, Knowledge, Feeling, Action, Ratoh Jaroe Dance.
ESTETIKA TARI SAMPING KEBAT KARYA NENG PEKING Hera Hafianti; Lilis Sumiati
Jurnal Seni Makalangan Vol. 11 No. 2 (2024): "Fenomenologi Tari Berbasis Tradisi dan Kontemporer"
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari Samping Kebat diciptakan pada tahun 2001 oleh Neng Peking, termasuk jenis tari kontemporer. Tarian ini berlatar belakang kehidupan manusia, dimulai lahir, dewasa, hingga kematian yang berdampingan menggunakan kain samping. Ide gagasan karya tari ini berasal dari sajak samping kebat yang ditulis Godi Suwarna. Karakteristik tarian ini berbeda dengan karya tari lainnya yang diciptakan oleh Neng Peking, sebab pada Tari Samping Kebat menggunakan musik internal. Tak hanya itu tarian ini memiliki koreografi dan properti yang memuat nilai-nilai kehidupan, maka hal ini menjadi ketertarikan penulis untuk mengungkap konsep estetika pada Tari Samping Kebat. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori Estetika Djelantik yang meliputi wujud, bobot dan penampilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis melalui tahap observasi, wawancara, pendokumentasian audio-visual, dan analisis data. Adapun hasil yang dicapai dalam kajian Tari Samping Kebat ini berupa konsep estetika “Ragawi” yang dimaknai dengan tubuh menjadi sumber utama dalam pertunjukan karya tari ini. Kata Kunci: Tari Kontemporer, Tari Samping Kebat, Estetika. ABSTRACTTHE AESTHETICS OF SAMPING KEBAT DANCE BY NENG PEKING, DECEMBER 2024. Samping Kebat Dance was created in 2001 by Neng Peking, including a type of contemporary dance. This dance is based on human life, starting from birth, adulthood, to death which is side by side using a samping cloth. The idea for this dance work comes from the poem samping kebat wriDen by Godi Suwarna. The characteristics of this dance are different from other dance works created by Neng Peking, because in Samping Kebat Dance using internal music. Besides, this dance has choreography and properties which contain life values, so this is the author's interest to reveal the aesthetic concept of Samping Kebat Dance. This study uses Djelantik Aesthetic theory approach which includes form, volume, and appearance. This study uses a qualitative research method with a descriptive analysis approach through the steps of observation, interviews, audio-visual documentation, and data analysis. The result achieved in the study of Samping Kebat Dance is in the form of the aesthetic concept of "Ragawi” (the Body) which is interpreted as the body being the main source in the performance of this dance work. Keywords: Contemporary Dance, Samping Kebat Dance, Aesthetics.
KREATIVITAS PENCIPTAAN KARYA SENIMAN TARI DI KOTA SERANG Wiwin Purwinarti; Syamsul Rizal
Jurnal Seni Makalangan Vol. 11 No. 2 (2024): "Fenomenologi Tari Berbasis Tradisi dan Kontemporer"
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan Kreativitas Penciptaan Karya Seniman Tari di Kota Serang bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang proses penggarapan sebuah karya tari dalam membentuk ragam gerak dan makna yang diciptakan seniman tari di Kota Serang. Dengan menggunakan metode kualitatif penulis akan memaparkan proses kreativitas penciptaan karya tari yang dalam prosenya seniman tari mendapatkan gerak hasil dari rangsang dengar musik Terbang Gede, Patingtung, Rudat dan Seni Vokal seperti Beluk dan Sholawatan serta rangsang Kinestik, Exsplorasi dari kehidupan Budaya Islami, perairan, kelautan dan Kesultanan Surosowan, karena Kota Serang berada pada demografi perairan dan kelautan. Terlepas dari kehidupan masyarakat dan budaya Islami di Serang Banten para seniman tari selalu terinspirasi dengan menggunakan bahasa Jawa Serang dalam membuat nama ragam gerak disetiap karya tari. Salah satu dari wujud seni pertunjukan adalah seni tari yang menampilkan gerak, suara, nilai estetis dalam penampilannya perlu akan nama ragam gerak agar menjadi data yang tertulis disetiap karya tari yang diciptakan. Kata Kunci: Proses Penciptaan, Ragam Gerak, Nama gerak. ABSTRACTCREATIVITY IN CREATING WORKS OF DANCE ARTISTS IN SERANG CITY, DECEMBER 2024. This paper on Creativity in Creating Works of Dance Artists in Serang City aims to provide an explanation of the process of creating a dance work in forming a variety of movements and meanings created by dance artists in Serang City. By using qualitative methods the author would explain the creative process of creating dance works in which the dance artists obtain movement as the result of stimulation of hearing the music of Terbang Gede, Patingtung, Rudat and Vocal Arts such as Beluk and Sholawatan as well as Kinesthetic stimulus, Exploration of Islamic Cultural life, waters, marine life. and the Surosowan Sultanate, since Serang City is in the water and marine demography. Apart from social life and Islamic culture in Serang Banten, the dance artists are always inspired using the Serang Javanese language in creating the names of various movements in each dance work. One of the forms of performing arts is the dance which presents movement, sound, and aesthetic value in its performance, it requires the names of various movements so that they become written data in each dance work. Keywords: Creation Process, Variety of Movements, Names of Movements.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): "Ruang Kreatif Mencipta Tari" Vol. 12 No. 1 (2025): "Merawat Warisan" Nilai Tradisi dan Kontemporer Vol. 11 No. 2 (2024): "Fenomenologi Tari Berbasis Tradisi dan Kontemporer" Vol 11, No 1 (2024): "Menggali Akar, Mencipta Ragam Rupa Kinestetika" Vol. 11 No. 1 (2024): "Menggali Akar, Mencipta Ragam Rupa Kinestetika" Vol. 10 No. 2 (2023): "Tari Dalam Genggaman Tradisi" Vol 10, No 2 (2023): "Tari Dalam Genggaman Tradisi" Vol 10, No 1 (2023): "Menguak Seni Tradisi Di Era Globalisasi" Vol. 10 No. 1 (2023): "Menguak Seni Tradisi Di Era Globalisasi" Vol 9, No 2 (2022): "Dimensi Kreativitas Ketubuhan Penari Sunda" Vol 9, No 1 (2022): "Menggali Inspirasi Dari Tradisi" Vol 8, No 2 (2021): "Tari Di Ruang Virtual" Vol 8, No 1 (2021): "GERAK TUBUH TARI MENGALIR MENCIPTA ASA DAN CITA" Vol 7, No 2 (2020): “Gemulai Gerak Ketubuh Tradisi Mencipta Enerji Dinamis Tari Kreasi” Vol 7, No 1 (2020): "GELIAT TARI DI BUMI TRADISI" Vol 6, No 2 (2019): "Menjaga Asa Merajut Cita" Vol 6, No 1 (2019): "Menari dengan Hati-Menandak dengan Rasa" Vol 5, No 2 (2018): "Mengupas Kreativitas, Menumbuhkan Sensitivitas" Vol 5, No 1 (2018): "Jari Jemari Membuai Emosi" Vol 4, No 1 (2017): "Spirit Tubuh Tanpa Batas" Vol 3, No 2 (2016): "Menelisik Tradisi Mengais Kreasi" Vol 3, No 1 (2016): "Membumikan Tradisi Menumbuhkan Kreasi" Vol 2, No 2 (2015): "Wayang Bayang-bayang Kehidupan" Vol 1, No 2 (2014): "Membumikan Tradisi Meraih Inspirasi" Vol 1, No 1 (2014): "Menggali Potensi Berbagai Tradisi Kreatif" More Issue