cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA)
ISSN : 23382996     EISSN : 25286978     DOI : -
Core Subject : Education,
JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan Fakultas Pendidikan dan Ilmu Keguruan, Universitas Singaperbangsa Karawang. Konten jurnal meliputi tulisan hasil penelitian atau kajian teoretis pada bidang pendidikan secara umum. Jurnal ini terbit dua kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 219 Documents
THE EFFECT OF PICTURE SERIES TOWARD STUDENTS’ DESCRIPTIVE WRITING SKILL Nina Puspitaloka
JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA) Vol 4 No 2 (2016): JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.488 KB)

Abstract

The objective of this study are to find out the significant effect of the use Picture Series students’ descriptive writing skill and the students’ responses toward using Picture Series in writing descriptive text. This research used quantitative method with quasi experimental design. The target population and sample of this study was the tenth grade of students at Private Senior High School in Karawang that consist of 60 students. In this research, written test was administered as an instrument for both experimental and control groups and the administrating of questionnaires given to an experimental group. To answer the first research problem, the data from written test were analyzed using independent t-test. The result of data was of tobserved = 2.037 and ttable = 2.00 with the standard of significance 0.05. It means that tobserved was higher than the ttable (2.037 > 2.00). Moreover, the result indicated that Picture Series media significantly was effective toward students’ descriptive writing skill. Based on the result of questionnaire, it can be explained that most of the students had positive responses in learning writing of descriptive text by using Picture Series media and they were felt enjoyable and interested series to use pictures  in learning writing descriptive text.Keywords: Descriptive Writing Skill, Picture Series. 
PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI PEMBENTUK KARAKTER BANGSA Yang Yang Merdiyatna
JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA) Vol 4 No 2 (2016): JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.355 KB)

Abstract

-Hadé goréng ku basa.-Perkembangan zaman yang semakin maju membuat manusia harus semakin pandai dalam menjalani proses kehidupan. Dalam kehidupan bahasa memiliki peran yang sangat penting. Kegiatan dalam kehidupan memerlukan bahasa sebagai media. Bahasa pun bisa menentukan karakter suatu bangsa. Oleh karena itu, kita harus berbahasa yang baik dan benar. Dalam hal ini bahasa Indonesia memiliki peran dalam pembetukan karakter bangsa Indonesia. Hal itu dapat diwujudkan dengan tidak memisahkan pendidikan bahasa Indonesia dengan kaidah agama. Dengan demikian, pendidikan bahasa Indonesia tidak hampa, tetapi memiliki kebermaknaan secara spiritual. Kata Kunci: Pendidikan Bahasa Indonesia, Karakter Bangsa
STUDENT TEACHERS’ MOTIVES IN ENTERING ENGLISH EDUCATION PROGRAM OF BATANGHARI UNIVERSITY Kartika Dewi; Mohd Habibi
JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA) Vol 5 No 1 (2017): JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.886 KB)

Abstract

The purpose of this research is to describe the Student Teachers’ Motives in Entering English Education Program of Batanghari University. This research was conducted as qualitative research by using questionnaire and interview. The participants of this research are five males and five females of English Education Program who had passed the 4th semester and whose GPA were more than 3,00. In questionnaire there are 14 questions. The result of this research shows that Student Teachers’ Motives in Entering English Education Program are coming from the extrinsic motive in which almost all students think about their goal after finishing the study in the university such as finding job as an English teacher, working in a company, and international hotel to get much money for the better future. Keywords: student teachers’, motives.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENERAPKAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN MELALUI KEGIATAN SUPERVISI KELAS DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN PAGELARAN Oyok Darma
JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA) Vol 5 No 1 (2017): JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.484 KB)

Abstract

ABSTRAKDalam melaksanakan proses pembelajaran disekolah seorang guru hendaknya pandai memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran. Pada umumnya guru jarang mengunakan model pembelajaran dalam setiap proses. Tujuan mengunakan model-model pembelajaran yang sesuai dalam pembelajaran ini diharapkan siswa dapat termotivasi dalam belajar untuk meningkatkan prestasinya khususnya pada ujian kompetensi blok. Berdasarkan hasil penelitian model-model pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan motivasi mengajar guru dan belajar siswa.  Ini terbukti pada siklus pertama semua guru (sembilan orang) mencantumkan penilaian hasil belajar dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya meskipun sub-sub komponennya (teknik, bentuk instrumen, soal), pedoman penskoran, dan kunci jawabannya kurang lengkap.  Diperoleh 56%   orang guru masing-masing mendapat skor 1 dan  3 (kurang baik dan baik), tiga orang  mendapat skor 2 (cukup baik), dan satu orang mendapat skor 4 (sangat baik). Pada siklus ke kesembilan guru tersebut mencantumkan penilaian hasil belajar dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya meskipun ada guru yang masih keliru dalam menentukan teknik dan bentuk penilaiannya. Tujuh orang mendapat skor 3 (baik) dan satu orang mendapat skor 4 (sangat baik). Diperoleh 78% terjadi peningkatan 22% dari siklus I. Kata Kunci: Model-Model Pembelajaran, Supervisi Kelas
PARADIGMA PENDIDIKAN KAUM MARGINAL ANDREA HIRATA DALAM KARYA-KARYANYA (KAJIAN STRUKTURALISME GENETIK) Sutri Sutri
JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA) Vol 2 No 1 (2014): JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.209 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk 1. Mendeskripsikan dan menjelaskan kehidupan sosial pengarang (dimensi pendidikan kaum marginal) Andrea Hirata yang berhubungan dengan karya-karyanya (2) Mendeskripsikan dan menjelaskan latar belakang sosial masyarakat (dimensi pendidikan kaum marginal) yang mengkondisikan lahirnya karya-karya Andrea Hirata (3) Mendeskripsikan dan menjelaskan pandangan Andrea Hirata dalam karya-karyanya.Bentuk Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, sedangkan pendekatan penelitian adalah pendekatan stukturalisme genetik yang menekankan teks sebagai objek kajian. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, klausa, kalimat, wacana yang terdapat dalam TetralogiLaskar Pelangi. Sumber data penelitian ini adalah TetralogiLaskar Pelangiberupa Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Endensor dan Maryamah Karpov. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik pustaka, simak, dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah model dialektik yang dikemukakan oleh Lucien Goldmann dan model interaktif.Hasil Penelitian ini adalah: (1) Kehidupan sosial Andrea Hirata yang berhubungan dengan TetralogiLaskar Pelangi mencakup latar belakang sejarah atau peristiwa sosial budaya masyarakat Indonesia yang melahirkan TetralogiLaskar Pelangi; dimensi pendidikan kaum marginal ada dua ciri orang termarginalkan (tertindas). Pertama, alienasi dari diri dan lingkungannya. Kedua, self-depreciation, merasa bodoh, tidak mengetahui apa-apa. (2) Pendidikan kaum marginal dalam Laskar Pelangi terdapat pemetaan tipologi kesadaran manusia dalam empat kategori; kesadaran magis (magic conscousness), kesadaran naif (naival consciousness); kesadaran kritis (critical consciousness) dan kesadarannya kesadaran (transformation consciousness). (3) Pandangan dunia (vision du monde) Andrea Hirata sebagai pengarang terhadap novel Laskar Pelangi mencakup problematika ketidakberpihakan sistem pendidikan pada kaum marginal; problematika kemiskinan (sosial ekonomi) dalam novel Laskar Pelangi; dan kesenjangan sosial antara kaum elite dan kaum marginal.Kata kunci : Dimensi pendidikan, kaum marginal, strukturalisme genetik
ENHANCING STUDENTS’ VOCABULARY THROUGH MIND MAPPING ACTIVITY IN THE SECOND SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH EDUCATION PROGRAM Dwinesa Anggraeni; Noni Marlianingsih
JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA) Vol 5 No 2 (2017): JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.627 KB)

Abstract

This research aims to know (1) whether mind mapping activity can enhance students’ vocabulary (2) how is the classroom situation while mind mapping activity is implemented for the second semester students of English Education Program. The researcher uses classroom action research with two cycles and each cycle has four meetings. There are four steps in conducting this research; planning, acting, observing, and reflecting. In collecting data, there are two kinds of data used in this research, quantitative and qualitative data. The quantitative data is analysed by using descriptive statistics method in the form of students’ score of pre-test, post-test 1, and 2, and t-test of non-independent is used to see the significant difference of students’ improvement. While for the qualitative data they are collected from: observation, interview, and questioner by using triangulation method. The result of the research shows that there is improvement of students’ vocabulary in three vocabulary indicators: form, meaning, and word in use. The average scores in pre-test is 67.27, 72.47 for post-test 1, and 74.88 post-test 2. Furthermore, the improvement of classroom situation can be seen clearly from students’ participation, interest, high-performance, and high-engagement. Briefly, it is recommended for educators to use mind mapping activity to improve students’ vocabulary.  Key words: mind mapping activity, vocabulary, English learning
SUPERVISI PENGAWAS DAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN (STUDI KASUS PADA SMA NEGERI DI KABUPATEN KARAWANG) Sutarjo Sutarjo
JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA) Vol 2 No 1 (2014): JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.757 KB)

Abstract

Mutu Pembelajaran harus diciptakan, tidak bisa ditunggu-tunggu lagi. Ini menuntut para pelaku pendidikan di SMA Kabupaten Karawang khusunya kepala sekolah dan pengawas memiliki inisiatif dan kreatif yang tinggi. Selain itu dalam menciptakan peningkatan mutu Pembelajaran juga mengharuskan supervisor untuk berani mengambil resiko. Peluang resiko dalam menciptakan mutu Pembelajaran bagaikan satu mata uang dengan dua sisi. Para pelakunya harus memiliki kemampuan dan pengalaman yang tinggi dan harus mampu meninggalkan sikap mentalitas yang buruk.Mencermati permasalahan yang sedang kita hadapi di bidang pendidikan seperti dikatakan di atas, rasanya kita sepakat bahwa pendidikan harus lebih berusaha untuk menyentuh persoalan yang lebih mendasar dalam penyiapan sumber daya manusia.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian naturalistik terhadap Supervisi Pengawas dan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran pada 3 SMA Negeri di Kabupaten Karawang, yaitu SMAN 2 Karawang, SMA Negeri 1 Telukjambe Kabupaten Karawang, dan SMAN I Pangkalan Kabupaten Karawang.Ada tiga masalah utama yang akan diungkap dalam penelitian ini. Pertama, bagaimana proses penyusunan perencanaan supervisi yang dilakukan pengawas untuk meningkatkan kompetensi mengajar guru; kedua, Masalah yang dihadapi oleh kepala sekolah dan pengawas dalam melaksanakan supervisi; dan ketiga bagaimana langkah-langkah yang dilakukan oleh kepala sekolah dan pengawas untuk mengatasi kendala dalam kegiatan supervisi di tiga sekolah tersebut.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan permasalahan serta temuan di lapangan maka dapat disimpulkan supervisi yang dilaksanakan pada 3 SMA Negeri di Kabupaten Karawang dilaksanakan dengan pengawasan terprogram dan berkesinambungan oleh supervisor yang memahami tugas dan fungsinya dengan baik dapat meningkatkan mutu Pembelajaran, yang pada akhirnya dapat meningkatkan mutu pembelajaran.Kata Kunci: Supervisi, Mutu Pembelajaran
STRATEGI SUPERVISI PENGAWAS UNTUK MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN Suherman Suherman
JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA) Vol 5 No 2 (2017): JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.216 KB)

Abstract

The purpose of this research is to know the planning strategy, implementation and evaluation strategy of supervision of school supervisor. The method used in the form of descriptive qualitative analysis on Disdikpora environment with data collection techniques in the form of interviews, study documentation and observation. Data sources consist of supervisors, principals and teachers. Research findings: (1) The supervision planning strategy contains five elements, i.e.: identifying school profiles and determining supervision missions; Conducting environmental analysis; Formulating indicators of success; Determine the goals and objectives of supervision, and create a supervision program; (2) The implementation strategy of supervision, contains three elements, i.e.: measuring performance; Comparing performance to established standards; And correct deviations from the standard by corrective action; (3) The supervision evaluation strategy contains six elements, i.e.: formulating evaluation objectives; Develop evaluation tools; Implement evaluation tools; Processing the results of the evaluation; Summarizes the results of the evaluation, and follow-up.
THE COMPARISON BETWEEN THE EMOTICONS USED BY INDONESIAN MALE AND FEMALE ADOLESCENTS IN THEIR BLOGS IN www.blogspot.com Riska Mersandi
JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA) Vol 3 No 1 (2015): JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.55 KB)

Abstract

The development of Internet language leads to the introduction of emoticons to cope with the lack of visual contacts or facial expression. Consequently, emoticons play a crucial role in Internet communication because they create more expressive messages and can be used as a means of visual communication among the users. This paper tries to identify and explain the use of emoticons by males and females. The writers conduct a study on 30 Indonesian adolescents’ blogs. The number of postings analyzed consists of 15 postings of male blogs and 15 postings of female blogs, and each posting consists of 300 until 500 words. The total number of words in the corpus is 12,539 word tokens. This study confirms that both male and female adolescents combine the use of the Western emoticons and Eastern emoticons. The data shows female adolescents use 182 emoticons, while male adolescents only use 57 emoticons in their blogs. The 182 emoticons used by the females can be categorized into five groups, they are happy, sad, angry, tired, and love. Whereas, the 57 emoticons used by the males can be classified into three groups, they are happy, angry and tired emoticons. This means that females do not only use more emoticons, but also more various emoticons than males do.  Since emoticons have been interpreted as an indicator of expressiveness in the absence of paralanguage or extralinguistic cues, we can also say that female adolescents tend to be more expressive than male adolescents in online settings, particularly in their blogs.Keywords: adolescents; blog; Eastern emoticons; emoticons; Western emoticons.
STUDENT PERCEPTIONS ON ENGLISH PRONUNCIATION AFTER TAKING COURSE PHONETICS AND PHONOLOGY Yousef Bani Ahmad
JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA) Vol 6 No 1 (2018): JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.83 KB)

Abstract

This study aims to find out how students' perceptions of pronunciation after getting the  subject of phonetics and  phonology.  To  answer the formulation of this problem,  researcher  used  a qualitative  descriptive  approach.  Subjects  in  this  study  are  students  of  English  Education University Singaperbangsa Karawang who have taken the course. The data of this study were obtained  from questionnaires were  given to  six  students as respondents.  The results of this study indicates  that respondents  have the  same perception  that English  learners are  greatly assisted   by   phonetics   and   phonology   courses   in   improving   pronunciation,    reducing pronunciation mistakes,  being able to  read  phonetics transcription in the dictionary and  also increase confidence  when speaking English  both in and out of class. 

Page 10 of 22 | Total Record : 219